Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Insiden kecelakaan kereta Argo Bromo Anggrek yang menabrak KRL di Stasiun Bekasi Timur menjadi duka mendalam dalam dunia transportasi.

Operasi SAR telah selesai dilaksanakan dengan jumlah korban meninggal dunia mencapai 15 orang. Upaya evakuasi yang dilakukan oleh Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan dilakukan dengan sangat hati-hati, dengan memprioritaskan keselamatan korban.

Cerita mengenai proses evakuasi kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur disampaikan oleh Direktur Operasi Basarnas, Bramantyo.

Baca Juga Tangis Keluarga Iringi Pemakaman Nur Ainia Eka, Karyawan KompasTV Korban Kecelakaan KRL Bekasi di https://www.kompas.tv/nasional/666000/tangis-keluarga-iringi-pemakaman-nur-ainia-eka-karyawan-kompastv-korban-kecelakaan-krl-bekasi

#krl #bekasi #basarnas

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/666013/intens-kepala-operasi-basarnas-ceritakan-proses-evakuasi-korban-kecelakaan-krl-bekasi
Transkrip
00:00Cerita soal proses evakuasi kecelakaan kereta api di stasiun Bekasi Timur, kita sudah bergabung dengan Direktur Operasi Basarnas, Laksama TNI
00:07Bramantio.
00:08Selamat siang Pak Bramantio, terima kasih sudah bergabung bersama Kompas TV, Bapak.
00:13Selamat siang, Mas Reza, dengan Direktur Operasi Basarnas, Laksama Bramantio.
00:19Ya, Bapak boleh diceritakan, Pak, seperti apa sebenarnya kronologi awal saat Basarnas pertama kali menerima laporan kecelakaan antara kereta Argo
00:27Bromo Anggrek dan juga KRL, Pak.
00:30Terima kasih, jadi ketika itu malam hari Selasa, mungkin kejadian sekitar pukul 25.07, kemudian kami dari Basarnas Comment Center
00:44menerima informasi sekitar 5 menit setelah itu,
00:48kemudian kami langsung menggerakkan, ada posar kami yang berada di Bekasi, kebetulan kami kirim sekitar 12 personel untuk langsung merapat
00:57ke lokasi kejadian,
00:58Jadi kurang lebih 20 menit setelah menerima laporan itu, kira-kira pukul 21.21.20, itu tim posar Bekasi sudah
01:11merapat di lokasi kejadian,
01:13Dalam hari ini mungkin di stasiun Bekasi Timur, kemudian mereka melaksanakan assessment.
01:19Selanjutnya, mereka melaporkan apa yang mereka sampaikan ke kantor pusat, ke Basarnas Comment Center kami yang berada di Kemayoran.
01:27Nah, dari situlah akhirnya kami mengambil kesimpulan bahwa sepertinya kejadian ini membutuhkan penanganan khusus terkait kecelakaan ini.
01:38Khususnya karena gerbong tadi yang terjadi, jadi gerbong paling belakang itu, atau kepala dari kereta, kepala rokomotif yang dari kereta
01:47Argo itu masuk ke dalam,
01:48Menyundul masuk ke dalam gerbong paling belakang dari KRL, sehingga dua itu masuk.
01:53Nah, dari situlah akhirnya kami dari Kemayoran mengirimkan tiga tim Basarnas Spesial Comment ke lokasi kejadian.
02:05Yang kurang lebih perjalanan sudah sampai di sana sekitar pukul 21.25, yang didalui tadi oleh tim dari sini sudah
02:17berada di tempat.
02:18Nah, akhirnya disitulah kami mulai melaksanakan kegiatan, kemudian melihatkan ke tempat.
02:24Dan disitulah dari gerbong itu ternyata setelah kami observasi, masih ada lima korban wanita yang menurut kami harus segera kami
02:37selamatkan,
02:38karena mereka lima ini masih dalam kondisi hidup demikian, Mas.
02:43Nah, ketika mengevakuasi lima korban itu yang kondisinya masih hidup seperti Bapak ceritakan tadi,
02:50apa yang memang menjadi kesulitan dan butuh waktu berapa lama sebenarnya Pak, pada saat melakukan evakuasi itu?
02:57Baik, setelah informasi awal dari tim Bekasi tadi, kemudian kami kirim,
03:03dengan adanya lima korban yang masih hidup di gerbong terakhir itu memang kita,
03:10waduh, ini membutuhkan penanganan khusus, sehingga kami memerlukan masukan peralatan,
03:15kemudian kami cek, ternyata memang kondisinya karena itu ya, kita paham.
03:20Kereka semua, barang-barang itu baja semua, kemudian juga beberapa sudah sobek,
03:28sehingga kita perlu kehatian-kehatian untuk membantu rekan-rekan korban yang lima ini,
03:33agar tidak terjadi yang lebih fatal.
03:36Nah, akhirnya kami memang konsentrasi terhadap lima korban yang masih bisa kami ajak komunikasi,
03:42kami bantu agar mereka tidak semakin parah dan bisa kami selamatkan kelimanya.
03:47Nah, sehingga dengan perlengkapan restrikasi, ekstrikasi, kami berusaha mencoba memang,
03:53yang bukan kendala sebetulnya kecilan itu adalah memang harus menghadapi pelat-pelat baja tebal dari gerbong,
04:01di samping juga beberapa pelat itu sudah ada yang sobek,
04:04sobek-sobek khususnya mungkin dari pelat dinding samping,
04:07kemudian juga dari atap dan dari bawah, dari dasar lantai-lantai gerbong itu yang menusuk ke sisi-sisi lain.
04:17Nah, beberapa korban ini memang terjebit di situ dan ada yang juga tertindih oleh rekannya yang sudah meninggal yang diatasnya,
04:28termasuk jimpitan dari atas, nah ini yang membutuhkan kehati-hatian di situ.
04:33Nah, termasuk mungkin pelat-pelat baja yang agak berat tadi harus kami sobek berhati-hati,
04:38karena kita juga kan tidak mungkin menggunakan alat last atau segala macam karena akan lebih berisiko,
04:44sehingga termasuk mungkin ada pertanyaan kenapa gerbongnya lokomotif tidak langsung ditarik saja.
04:50Nah, semat ada pertanyaan seperti itu, seperti mungkin kemah sudah kami setelah disampaikan juga oleh Kepala Basarnas,
04:58kalau kita serta-merta akan menarik gerbong lokomotif itu,
05:02yang kami kawalikan akan membahayakan korban yang lima ini, yang masih dalam mana,
05:08terkait tadi sobek-sobekan yang masih ada di dalam gerbong terakhir ini tadi.
05:13Sehingga kami membutuhkan kehati-hatian dan penanganan khusus secara hati-hati yang kami kerjakan,
05:20bersama tim, dibantu dengan yang lain juga,
05:23sehingga karena kami juga dikerja waktu,
05:26sehingga di tengah malam akhirnya kami dini hari pukul 02.
05:30Dari tiga tim Basarnas spesial komen yang kami kirim tadi,
05:35kami membutuhkan perkuatan lagi,
05:37akhirnya kami kirim lagi dua tim dari Kemayoran untuk membantu proses listrikasi ini.
05:42Sehingga selesai sekitar pukul 08.20 pagi harinya.
05:47Demikian, sehingga semuanya bisa kami selamatkan yang lima korban itu.
05:51Nah, setelah lima korban ini yakin bisa kita selamatkan,
05:54dari jepitan itu baru kami tarik lokomotif yang menghimpit tadi,
06:01yang dari depan itu kami dibantu oleh rekan-rekan teknisi,
06:06atau tim teknik dari PT KAI untuk menarik itu setelah perlahan-lahan.
06:10Dan nariknya pun harus berhati-hati, kami takut sobekan-sobekan yang ada justru akan membayakan korban yang masih ada di
06:16dalam gerpong belakang.
06:17Mungkin demikian.
06:18Ya, Pak Bramantio, ini gambar evakuasi dari yang dilakukan oleh tim Basarnas viral di media sosial.
06:24Banyak sekali bertebaran di media sosial bagaimana Basarnas mengevakuasi para korban kecelakaan kereta api di Bekasi Timur.
06:31Lalu yang juga memang menjadi momen yang sangat membekas bagi tim penyelamat dalam kejadian ini.
06:37Adakah, Pak, yang diceritakan ke Bapak dari tim Basarnas seperti apa yang dialami oleh teman-teman Basarnas di sana?
06:43Ya, mungkin kita memang harus tetap menjaga moral di samping kita sendiri juga memberi semangat kepada lima korban yang masih
06:55ini.
06:55Karena ya kami paham, beberapa mungkin merintih, mengeluh, dan kami juga terima kasih kami berkomunikasi dibantu oleh rekan-rekan tim
07:02kesehatan yang mendampingi kami terus.
07:06Ya, beberapa karena kita tahu, kadang ketika kita sobek atau kita potong, ada yang tergesek sedikit, mereka mengadu.
07:14Nah, itu mungkin kami yang, makanya mungkin kalau dilihat beberapa video, mereka sambil kita rangkul, kita ada bicara, ada hibur,
07:21komunikasi.
07:21Dan kalau yang kebetulan ada keluarga, kalau tidak salah itu kemana ada satu, ada orang tuanya, mbak siapa itu.
07:29Akhirnya kita minta bantuan juga untuk Bapaknya membantu menghibur.
07:33Karena ya, dengan kegiatan yang kita lakukan di situ, dengan kehatian dan membutuhkan ini,
07:39saya kami yakin mereka juga pasti, dari dampak apa yang kita kerjakan dari ruangan ini,
07:46mungkin ada rasa sakit atau apa, karena berakhirnya kami minta bantuan juga beberapa tim medis untuk membantu sambil menghibur mereka.
07:54Demikian, itu yang, nah mungkin kita lihat di gambar sampai kita ajak bicara, kita hibur sambil menghibur mereka agar tetap
08:02bisa bertahan dan bersabar.
08:04Karena mungkin kami membutuhkan kehati-hatian untuk membuka jepitan-jepitan atau pelat-pelat material yang menghibit badan-badan,
08:13khususnya kaki, utamanya kaki-kaki mereka sama ada tangan kemarin, dua tangan mereka terhibit di situ ke jepit.
08:19Demikian itu, Mas.
08:20Jadi perlu juga komunikasi dengan para korban ini untuk menghibur, mengalihkan lah, demikian.
08:26Oke, bentuk komunikasi yang memang terus dijalin, antar tim basarnya juga para korban.
08:30Dan kecelakaian kereta api di Bekasi Timur ini juga terus dibangun, supaya memberikan semangat buat para korban di sana.
08:36Terima kasih sekali lagi atas ceritanya Direktur Operasi Basarnas Laksma TNI Bramantio bersama Kompas TV.
08:43Semangat terus buat Basarnas, terima kasih telah membantu proses evakuasi dari kecelakaian kereta di stasiun Bekasi Timur, Bapak.
08:50Terima kasih telah menonton!
Komentar

Dianjurkan