00:00Cerita soal proses evakuasi kecelakaan kereta api di stasiun Bekasi Timur, kita sudah bergabung dengan Direktur Operasi Basarnas, Laksama TNI
00:07Bramantio.
00:08Selamat siang Pak Bramantio, terima kasih sudah bergabung bersama Kompas TV, Bapak.
00:13Selamat siang, Mas Reza, dengan Direktur Operasi Basarnas, Laksama Bramantio.
00:19Ya, Bapak boleh diceritakan, Pak, seperti apa sebenarnya kronologi awal saat Basarnas pertama kali menerima laporan kecelakaan antara kereta Argo
00:27Bromo Anggrek dan juga KRL, Pak.
00:30Terima kasih, jadi ketika itu malam hari Selasa, mungkin kejadian sekitar pukul 25.07, kemudian kami dari Basarnas Comment Center
00:44menerima informasi sekitar 5 menit setelah itu,
00:48kemudian kami langsung menggerakkan, ada posar kami yang berada di Bekasi, kebetulan kami kirim sekitar 12 personel untuk langsung merapat
00:57ke lokasi kejadian,
00:58Jadi kurang lebih 20 menit setelah menerima laporan itu, kira-kira pukul 21.21.20, itu tim posar Bekasi sudah
01:11merapat di lokasi kejadian,
01:13Dalam hari ini mungkin di stasiun Bekasi Timur, kemudian mereka melaksanakan assessment.
01:19Selanjutnya, mereka melaporkan apa yang mereka sampaikan ke kantor pusat, ke Basarnas Comment Center kami yang berada di Kemayoran.
01:27Nah, dari situlah akhirnya kami mengambil kesimpulan bahwa sepertinya kejadian ini membutuhkan penanganan khusus terkait kecelakaan ini.
01:38Khususnya karena gerbong tadi yang terjadi, jadi gerbong paling belakang itu, atau kepala dari kereta, kepala rokomotif yang dari kereta
01:47Argo itu masuk ke dalam,
01:48Menyundul masuk ke dalam gerbong paling belakang dari KRL, sehingga dua itu masuk.
01:53Nah, dari situlah akhirnya kami dari Kemayoran mengirimkan tiga tim Basarnas Spesial Comment ke lokasi kejadian.
02:05Yang kurang lebih perjalanan sudah sampai di sana sekitar pukul 21.25, yang didalui tadi oleh tim dari sini sudah
02:17berada di tempat.
02:18Nah, akhirnya disitulah kami mulai melaksanakan kegiatan, kemudian melihatkan ke tempat.
02:24Dan disitulah dari gerbong itu ternyata setelah kami observasi, masih ada lima korban wanita yang menurut kami harus segera kami
02:37selamatkan,
02:38karena mereka lima ini masih dalam kondisi hidup demikian, Mas.
02:43Nah, ketika mengevakuasi lima korban itu yang kondisinya masih hidup seperti Bapak ceritakan tadi,
02:50apa yang memang menjadi kesulitan dan butuh waktu berapa lama sebenarnya Pak, pada saat melakukan evakuasi itu?
02:57Baik, setelah informasi awal dari tim Bekasi tadi, kemudian kami kirim,
03:03dengan adanya lima korban yang masih hidup di gerbong terakhir itu memang kita,
03:10waduh, ini membutuhkan penanganan khusus, sehingga kami memerlukan masukan peralatan,
03:15kemudian kami cek, ternyata memang kondisinya karena itu ya, kita paham.
03:20Kereka semua, barang-barang itu baja semua, kemudian juga beberapa sudah sobek,
03:28sehingga kita perlu kehatian-kehatian untuk membantu rekan-rekan korban yang lima ini,
03:33agar tidak terjadi yang lebih fatal.
03:36Nah, akhirnya kami memang konsentrasi terhadap lima korban yang masih bisa kami ajak komunikasi,
03:42kami bantu agar mereka tidak semakin parah dan bisa kami selamatkan kelimanya.
03:47Nah, sehingga dengan perlengkapan restrikasi, ekstrikasi, kami berusaha mencoba memang,
03:53yang bukan kendala sebetulnya kecilan itu adalah memang harus menghadapi pelat-pelat baja tebal dari gerbong,
04:01di samping juga beberapa pelat itu sudah ada yang sobek,
04:04sobek-sobek khususnya mungkin dari pelat dinding samping,
04:07kemudian juga dari atap dan dari bawah, dari dasar lantai-lantai gerbong itu yang menusuk ke sisi-sisi lain.
04:17Nah, beberapa korban ini memang terjebit di situ dan ada yang juga tertindih oleh rekannya yang sudah meninggal yang diatasnya,
04:28termasuk jimpitan dari atas, nah ini yang membutuhkan kehati-hatian di situ.
04:33Nah, termasuk mungkin pelat-pelat baja yang agak berat tadi harus kami sobek berhati-hati,
04:38karena kita juga kan tidak mungkin menggunakan alat last atau segala macam karena akan lebih berisiko,
04:44sehingga termasuk mungkin ada pertanyaan kenapa gerbongnya lokomotif tidak langsung ditarik saja.
04:50Nah, semat ada pertanyaan seperti itu, seperti mungkin kemah sudah kami setelah disampaikan juga oleh Kepala Basarnas,
04:58kalau kita serta-merta akan menarik gerbong lokomotif itu,
05:02yang kami kawalikan akan membahayakan korban yang lima ini, yang masih dalam mana,
05:08terkait tadi sobek-sobekan yang masih ada di dalam gerbong terakhir ini tadi.
05:13Sehingga kami membutuhkan kehati-hatian dan penanganan khusus secara hati-hati yang kami kerjakan,
05:20bersama tim, dibantu dengan yang lain juga,
05:23sehingga karena kami juga dikerja waktu,
05:26sehingga di tengah malam akhirnya kami dini hari pukul 02.
05:30Dari tiga tim Basarnas spesial komen yang kami kirim tadi,
05:35kami membutuhkan perkuatan lagi,
05:37akhirnya kami kirim lagi dua tim dari Kemayoran untuk membantu proses listrikasi ini.
05:42Sehingga selesai sekitar pukul 08.20 pagi harinya.
05:47Demikian, sehingga semuanya bisa kami selamatkan yang lima korban itu.
05:51Nah, setelah lima korban ini yakin bisa kita selamatkan,
05:54dari jepitan itu baru kami tarik lokomotif yang menghimpit tadi,
06:01yang dari depan itu kami dibantu oleh rekan-rekan teknisi,
06:06atau tim teknik dari PT KAI untuk menarik itu setelah perlahan-lahan.
06:10Dan nariknya pun harus berhati-hati, kami takut sobekan-sobekan yang ada justru akan membayakan korban yang masih ada di
06:16dalam gerpong belakang.
06:17Mungkin demikian.
06:18Ya, Pak Bramantio, ini gambar evakuasi dari yang dilakukan oleh tim Basarnas viral di media sosial.
06:24Banyak sekali bertebaran di media sosial bagaimana Basarnas mengevakuasi para korban kecelakaan kereta api di Bekasi Timur.
06:31Lalu yang juga memang menjadi momen yang sangat membekas bagi tim penyelamat dalam kejadian ini.
06:37Adakah, Pak, yang diceritakan ke Bapak dari tim Basarnas seperti apa yang dialami oleh teman-teman Basarnas di sana?
06:43Ya, mungkin kita memang harus tetap menjaga moral di samping kita sendiri juga memberi semangat kepada lima korban yang masih
06:55ini.
06:55Karena ya kami paham, beberapa mungkin merintih, mengeluh, dan kami juga terima kasih kami berkomunikasi dibantu oleh rekan-rekan tim
07:02kesehatan yang mendampingi kami terus.
07:06Ya, beberapa karena kita tahu, kadang ketika kita sobek atau kita potong, ada yang tergesek sedikit, mereka mengadu.
07:14Nah, itu mungkin kami yang, makanya mungkin kalau dilihat beberapa video, mereka sambil kita rangkul, kita ada bicara, ada hibur,
07:21komunikasi.
07:21Dan kalau yang kebetulan ada keluarga, kalau tidak salah itu kemana ada satu, ada orang tuanya, mbak siapa itu.
07:29Akhirnya kita minta bantuan juga untuk Bapaknya membantu menghibur.
07:33Karena ya, dengan kegiatan yang kita lakukan di situ, dengan kehatian dan membutuhkan ini,
07:39saya kami yakin mereka juga pasti, dari dampak apa yang kita kerjakan dari ruangan ini,
07:46mungkin ada rasa sakit atau apa, karena berakhirnya kami minta bantuan juga beberapa tim medis untuk membantu sambil menghibur mereka.
07:54Demikian, itu yang, nah mungkin kita lihat di gambar sampai kita ajak bicara, kita hibur sambil menghibur mereka agar tetap
08:02bisa bertahan dan bersabar.
08:04Karena mungkin kami membutuhkan kehati-hatian untuk membuka jepitan-jepitan atau pelat-pelat material yang menghibit badan-badan,
08:13khususnya kaki, utamanya kaki-kaki mereka sama ada tangan kemarin, dua tangan mereka terhibit di situ ke jepit.
08:19Demikian itu, Mas.
08:20Jadi perlu juga komunikasi dengan para korban ini untuk menghibur, mengalihkan lah, demikian.
08:26Oke, bentuk komunikasi yang memang terus dijalin, antar tim basarnya juga para korban.
08:30Dan kecelakaian kereta api di Bekasi Timur ini juga terus dibangun, supaya memberikan semangat buat para korban di sana.
08:36Terima kasih sekali lagi atas ceritanya Direktur Operasi Basarnas Laksma TNI Bramantio bersama Kompas TV.
08:43Semangat terus buat Basarnas, terima kasih telah membantu proses evakuasi dari kecelakaian kereta di stasiun Bekasi Timur, Bapak.
08:50Terima kasih telah menonton!
Komentar