00:00Informasi soal penanganan kasus kecelakaan kereta api kita bergabung melalui sambungan Zoom
00:05dengan Kabit Humas Polda Metro Jaya Jakarta, Kombes Budi Hermanto.
00:09Selamat siang Pak Kombes, semoga sehat-sehat selalu.
00:13Selamat siang Mas Dino.
00:15Pak Kombes Budi, untuk saat ini, ini merupakan tragedi dan juga keprihatinan bagi kita semua
00:21bahwa ada 15 penumpang yang meninggal dan juga ratusan orang terluka.
00:27Untuk saat ini, seperti apa pihak Kepolusia melakukan penyelidikan awal
00:31dan apa penyebab awal terkait dengan kecelakaan ini?
00:35Terima kasih Mas Dino.
00:36Yang pertama, kita semua menyampaikan untuk kecita yang mendalam atas insiden musibah kecelakaan kereta api ini.
00:45Apalagi salah satu korban yang meninggal dunia adalah karyawan dari Kompas TV.
00:51Kami menyampaikan Bela Sungkawa, semoga seluruh korban yang meninggal
00:55mendapat tempat yang layak di sisi Tuhan.
00:58Termasuk yang dalam kondisi sakit, observasi, segera diberikan kesembuhan dan pulih kembali.
01:04Nah, perlu kami sampaikan kepada Mas Juno dan teman-teman sekalian
01:08bahwa ada suatu rangkaian kronologis yang harus kami masih dalami.
01:14Yaitu ada dua peristiwa.
01:16Yang pertama, terkait tentang kejadian awal di mana kenderaan taksi online
01:22ini melintas di perlintasan sebidang Jalan Ampera Bekasi Timur.
01:28Nah, setelah itu kenderaan tersebut terjadi malfungsi ataupun terjadi kerusakan
01:35sehingga berhenti di rel kereta.
01:38Dan ini mengganggu pengelintasan kereta listrik komuter lain KA 5181B
01:45arah Cikarang menuju Jakarta.
01:47Terjadi kecelakaan pertama sehingga mengakibatkan jalur perjalanan kereta api terhambat
01:56di mana berdampak terhadap kereta api yang berikutnya.
02:01Itu dengan nomor 5568A.
02:05Inilah yang terjadi yang mengakibatkan fatalitas, kerugian baik materi, kerugian jiwa, serta luka-luka.
02:14Di mana KRL 5568A ditabrak dari belakang oleh kereta api cepat,
02:22Argo Bromo Angrek, tujuan Surabaya Pasar Turi.
02:24Jadi, penyidik kepolisian sudah melakukan penyelidikan dan penyidikan
02:29terkait tentang dua peristiwa ini.
02:32Tentang taksi yang ditabrak oleh kereta api 5181
02:38serta kereta api Argo Bromo yang menambah kereta api 5568
02:42tujuan Kabupaten Cikarang.
02:47Cikarang.
02:49Nah, ini juga bekerjasama dengan PT KAI
02:52bersama selaras dengan KNKT
02:55terkait tentang peristiwa yang terjadi.
02:57Kami sudah melakukan pemeriksaan, mewawancara,
03:02serta pengambilan keterangan 22 orang saksi dalam peristiwa ini.
03:07Kami juga sudah mendalami mendatangan dari Inavis, Puslafor, Mabes Polri,
03:12serta melakukan olah TKP.
03:15Dan perlu kami sampaikan, Mas Juno, ini update data terkini ya,
03:21terkait tentang kondisi pasien.
03:23Kami terima hari ini per 29 April 2026,
03:29sekitar pukul 11.00,
03:31korban total adalah 106 orang.
03:35Di mana korban luka 90 orang,
03:39ya 44 pasien sudah pulang ke rumah,
03:4346 pasien sedang melaksanakan observasi,
03:48meninggal dunia 15 orang.
03:50Jadi data yang kita dapat sampai dengan siang ini,
03:54baru meninggal dunia 1 orang pasien
03:57di rumah sakit RSUD Bekasi,
04:02perempuan usia lebih kurang 25 tahun.
04:05Nah, semoga tidak ada penambahan dalam korban yang meninggal dunia ya,
04:10kita sama-sama berkata tentang kondisi itu.
04:13Nah, termasuk rumah sakit Polri Kramajati,
04:17pada tanggal 28 April 2026,
04:22sekitar pukul 13.00,
04:23sudah dapat mengidentifikasi 10 jenazah yang dikirim ke rumah sakit Polri.
04:30Ini baik melalui post-mortem dan anti-mortem,
04:33dan ini juga sudah diserah terimakan kepada pihak keluarga
04:38pada hari yang sama untuk dilakukan pemakaman dari pihak keluarga.
04:43Maaf Pak, saya konfirmasi ulang,
04:45bahwa untuk saat ini informasi terkini dari pihak rumah sakit Polri,
04:48bahwa korban meninggal 1 orang perempuan berusia 25 tahun,
04:54dan total hingga saat ini ada 16 korban meninggal.
04:56Benar Pak Kombas Budi?
04:58Ya, kami selalu mengupdate,
05:00koordinasi dengan posko pelayanan yang sudah dibentuk dari pasca kejadian,
05:04ini mendata tentang seluruh pasien,
05:06baik yang dalam kondisi luka ringan sampai dengan luka berat,
05:10termasuk pasien-pasien yang sudah berada di beberapa rumah sakit,
05:14termasuk update terkini.
05:15Nah, pukul 11 tadi kami mendapatkan update bahwa ada satu pasien
05:18di RSUD Kota Bekasi dinyatakan meninggal dunia, pukul 11 tadi.
05:24Baik, ini tentu menjadi keperhatianan bersama bahwa korban jiwa
05:29akibat tragedi Bekasi bertambah 1 orang dan total menjadi 16 orang meninggal dunia.
05:34Pak Kombas Budi, untuk saat ini sebenarnya untuk pemeriksaan terhadap
05:40sopir taksi online sudah seberapa jauh, dan apa saja keterangan yang diungkapkan oleh pihak taksi online tersebut?
05:49Ya, terima kasih Mas Juno.
05:51Hari ini untuk kegiatan pemintaan keterangan,
05:54sopir taksi online baru akan dilaksanakan,
05:57termasuk dengan beberapa orang masinis,
06:00kereta listrik, dan kereta cepat Argo Bromo Angrek
06:04juga akan dilaksanakan permintaan keterangan pada hari ini juga.
06:08Kami akan melakukan update apabila nanti akan ada hasil dari proses pemeriksaan tersebut.
06:13Dan kami juga akan,
06:14tim penyidik akan mendalami apakah dari kealpaan ataupun kelalaian ini
06:20mengibatkan luka sampai hilangnya nyawa seseorang.
06:24Ini juga akan harus kita dalami ya secara komprehensif,
06:27mulai dari olah TKP, pemeriksaan saksi-saksi, dan barang bukti,
06:31serta dampak yang terjadi akibat dari insiden tersebut.
06:36Oke, Pak untuk saat ini tadi Bapak menyebutkan tim Inafis diribatkan,
06:41pusla 4 juga diribatkan, dan juga penyidikan sudah memasuki tahap awal.
06:45Untuk saat ini apakah ada dugaan terkait dengan sistem error atau human error dalam insiden ini?
06:53Ya, ini merupakan yang akan didalami dari Inafis,
06:58termasuk dari pusla 4 Mabes Polri,
07:02apakah ada jaringan komunikasi yang terputus,
07:06apakah ada sistem yang terhambat,
07:10sehingga komunikasi antara pengawas dengan masinis ini terjeda,
07:16sehingga kereta api cepat Argo Bromo Angrek
07:19masih tetap melaksanakan perjalanan menuju Pasar Turi Surabaya.
07:23Ini masih kami dalami, kami mohon waktu kepada teman-teman semua masyarakat
07:28terkait tentang proses penyelidikan yang dilakukan oleh Polri Metro Jaya.
07:34Pak Kompus, untuk saat ini tentu perlintasan sebidang di Jalan Ampera
07:40diduga pemicu awal sebagai penyebab kecelakaan,
07:43terutama taksi online yang mogok di wilayah tersebut.
07:46Apakah perlintasan sebidang ini juga saat ini sudah ditutup permanen,
07:49atau seperti apa kondisinya?
07:52Ya, jadi perlu kami sampaikan Mas Juno,
07:56bahwa ada surat Peraturan Menteri Perhubungan,
08:00nomor PM 94 tahun 2018,
08:03di mana pembangunan, pengelolaan, pengamanan, perlintasan
08:06sebidang merupakan tanggung jawab bersama,
08:09baik itu pemerintah pusat, pemerintah daerah,
08:12atau badan usaha sesuai dengan kelas dan jalannya.
08:15Termasuk surat edaran, SENOR 3 tahun 2021,
08:19Direkturat Jenderal Perkereta Apian,
08:22Kemenhu pengeluarkan surat edaran nomor 3 tahun 2021,
08:25yang mewajibkan melakukan evaluasi dan peningkatan keselamatan
08:30di perlintasan sebidang, termasuk pemasangan palang pintu.
08:34Nah, kita melihat bahwa di perlintasan Jalan Ampera tersebut,
08:38belum ada penerangan termasuk penutup palang pintu
08:45yang ada di wilayah tersebut.
08:47Nah, ini menjadi evaluasi kita semua ya,
08:49untuk melihat bahwa keselamatan Jalan Kereta Api,
08:54ini juga menjadi suatu prioritas utama,
08:56dan kita juga akan memberikan warning ataupun himbawan kepada pengemudi,
09:00baik itu roda 2, maupun roda 4,
09:03dan maupun orang yang melintas di jalur kereta api tersebut.
09:07Baik. Untuk saat ini, terakhir Pak Budi,
09:10untuk imbawan dari pihak kepolisian terhadap masyarakat
09:13pasca insiden ataupun tragedi kecelakaan di stasiun Bekasi Timur.
09:18Ya, yang pertama, dengan adanya insiden ini,
09:21kita juga ke depan untuk bisa memitigasi,
09:25meminimalisir terjadinya kejadian-kejadian serupa.
09:28Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat
09:30untuk kita lebih berhati-hati pada saat mengendarakan kenderaan
09:33di perlintasan kereta api.
09:34Yang kedua, kita juga memprioritaskan kereta api
09:38untuk melewati jalurnya terlebih dahulu.
09:41Kita lebih baik mengalah,
09:42karena sepersekian detik itu mendapat berakibat fatal
09:46bagi keselamatan jiwa, harta benda, dan kondisi keselamatan.
09:50Dan kami juga memberikan himbawan kepada seluruh masyarakat
09:53untuk kita sama-sama menjaga empati,
09:56tidak memposting, tidak menyebarluaskan foto-foto korban,
10:00ataupun tragedi ini karena ini akan menimbulkan dampak psikologis yang panjang
10:05bagi keluarga korban yang kita ditinggalkan,
10:07termasuk traumatik bagi korban yang dalam kondisi pemulihan.
10:11Kami mengajak itu untuk baik di ruang digital,
10:14kita juga lebih tertib dan kita sama-sama menghormati.
10:17Dan yang paling utama adalah prioritas utama pemerintah pada saat ini
10:21adalah bagaimana memulihkan kondisi korban yang masih ada di rumah sakit.
10:26Baik itu pendampingan secara medis maupun psikologis itu harus ada dilakukan.
10:31Dan ini tim dari Polda Metro Jaya selalu melakukan pendampingan
10:34terhadap psikologis daripada korban-korban yang ada.
10:39Maaf terakhir Pak Kompes Budi,
10:41Untuk saat ini ada satu korban perempuan berusia 25 tahun di RSUD Bekasi
10:47yang meninggal akibat tragedi stasiun Bekasi Timur.
10:51Untuk saat ini ada informasi terkait nama korban dari penumpang?
10:58Untuk sementara, kami menyampaikan inisial untuk kita menjaga ya Mas ya.
11:02Dengan inisial saudari MA.
11:07MC, more of MC, usia 21 tahun.
11:12Ulangi 25 tahun.
11:14Berasal dari RSUD Bekasi.
11:16Jawabannya?
11:17Bekasi.
11:18Baik, baik. Terima kasih sekali lagi.
11:20Tentu ini menjadi keberhatianan bersama dan juga ini menjadi evaluasi bersama
11:24terkait dengan sistem perkereta apian dan juga perlintasan yang juga selama ini
11:28tanpa adanya palang pintu resmi.
11:31Terima kasih sekali lagi informasinya yang telah diberikan bersama kami di Kompasiang
11:36Bapak Kompes Budi Hermanto, Kabupaten Umas, Polda Metro Jaya, Jakarta.
11:41Sehat-sehat selalu Pak.
11:42Terima kasih.
Komentar