00:00Komisi 1 DPRD Kota Pekanbaru menggelar rapat dengan pendapat bersama pemilik Yayasan Sekolah Al-Fatih,
00:06Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Satpol PP,
00:10serta perwakilan RT RW dan Masyarakat, selasa 21 April 2026 pagi.
00:16Rapat yang berlangsung di ruang paripurna DPRD Pekanbaru itu dipimpin langsung Ketua Komisi 1 Robin Eduard,
00:21didampingi Wakil Ketua Aidil Amri, Sekretaris Irman Sasrianto,
00:25serta anggota lainnya Aidil Nurputra dan Syafri Sharif.
00:28Dalam forum tersebut terungkap fakta bahwa Sekolah Al-Fatih yang berlokasi di Jalan Kayu Manis,
00:32Kelurahan Sidomulyo Timur, Kecamatan Marpoyan Damai,
00:35telah beroperasi tanpa izin sejak berdiri pada 2017.
00:39Dari enam bangunan gedung yang ada,
00:42hanya satu yang diketahui memiliki izin persetujuan bangunan gedung, PBG.
00:46Ketua Komisi 1 DPRD Pekanbaru, Robin Eduard,
00:50menyayangkan kelalaian pihak Yayasan yang tidak mengurus perizinan secara lengkap meski telah bertahun-tahun beroperasi.
00:55Mengapa begitu megah bangunan ini?
00:58Sejak tahun 2017 hingga 2025 tidak mengantongi izin,
01:02bahkan Yayasan ini juga tidak memikirkan harus punya lapangan minimal di sebelah lahan kosong dibeli,
01:07ujar Robin.
01:08Ia menegaskan,
01:10pemerintah kota melalui instansi terkait harus melakukan pengawasan ketat
01:13serta mendorong pihak Yayasan segera melengkapi seluruh perizinan yang dibutuhkan,
01:17termasuk izin lingkungan dan dampak lalu lintas.
01:19Banyak izin yang harus dipenuhi.
01:22Terutama izin lingkungan dan lalu lintas.
01:26Jangan sampai ini menjadi masalah di tengah masyarakat, tegasnya.
01:30Dalam RDP tersebut,
01:32Ketua RW setempat, Sabarudin Zainal,
01:34juga menyoroti dampak keberadaan sekolah terhadap warga sekitar.
01:37Ia menyebut,
01:39aktivitas sekolah telah memengaruhi sedikitnya 10 RT di wilayah tersebut.
01:42Ini sekolah agama bagus,
01:45saya dukung 100%.
01:46Tapi sejauh tidak mengganggu kenyamanan dan keamanan masyarakat.
01:51Silahkan berdiri,
01:52tapi nasib warga sekitar juga harus dipikirkan,
01:55ujarnya.
Komentar