- 2 hari yang lalu
- #iran
- #as
- #gencatansenjata
- #perang
- #timurtengah
KOMPAS.TV - Dunia menanti kelanjutan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran di Pakistan. Namun, Iran belum memutuskan apakah akan menghadiri perundingan putaran dua itu.
Di saat bersamaan, ketegangan di Selat Hormuz makin meningkat setelah kapal perang AS menembaki kapal kargo berbendera Iran. Apakah ini akan menyebabkan terjadinya perang jilid dua?
Kami akan membahasnya bersama Peneliti Senior Indo-Pacific Strategic Intelligence, Aisha Kusumasomantri, dan Direktur Indonesia Intelligence Institute, Ridlwan Habib.
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Baca Juga Iran Nyatakan Tak Akan Hadiri Perundingan Kedua dengan AS | BERUT di https://www.kompas.tv/internasional/664392/iran-nyatakan-tak-akan-hadiri-perundingan-kedua-dengan-as-berut
#iran #as #gencatansenjata #perang #timurtengah
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/664400/full-peneliti-senior-dan-ridlwan-habib-soal-negosiasi-as-iran-terancam-gagal-perang-berlanjut
Di saat bersamaan, ketegangan di Selat Hormuz makin meningkat setelah kapal perang AS menembaki kapal kargo berbendera Iran. Apakah ini akan menyebabkan terjadinya perang jilid dua?
Kami akan membahasnya bersama Peneliti Senior Indo-Pacific Strategic Intelligence, Aisha Kusumasomantri, dan Direktur Indonesia Intelligence Institute, Ridlwan Habib.
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Baca Juga Iran Nyatakan Tak Akan Hadiri Perundingan Kedua dengan AS | BERUT di https://www.kompas.tv/internasional/664392/iran-nyatakan-tak-akan-hadiri-perundingan-kedua-dengan-as-berut
#iran #as #gencatansenjata #perang #timurtengah
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/664400/full-peneliti-senior-dan-ridlwan-habib-soal-negosiasi-as-iran-terancam-gagal-perang-berlanjut
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Saudara dunia menanti kelanjutan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran di Pakistan.
00:05Namun, Iran belum memutuskan apakah akan menghadiri perundingan putaran kedua itu.
00:10Di saat yang bersamaan, saudara, ketegangan di Selat Hormuz makin meningkat setelah kapal perang AS menembaki kapal kargo yang berbendera
00:17Iran.
00:18Pertanyaannya, apakah ini akan menyebabkan terjadinya perang jilid kedua?
00:22Kami membahasnya bersama dengan peneliti senior Indo-Pacific Strategic Intelligence, Mbak Isha Kusumo Somantri dan juga Direktur Indonesia Intelligence Institute,
00:31Mas Liduan Habib.
00:32Selamat petang semuanya.
00:34Selamat sore, Mas Yasser.
00:37Saya ke Mbak Isha dulu, Mbak Isha.
00:39Kalau kita lihat hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari Iran untuk ikut dalam perundingan tahap kedua begitu.
00:45Di sisi lain, kalau kita lihat yang terbaru seperti yang disampaikan oleh Ketua Parlemen Iran, Iran sudah menyiapkan kartu baru
00:52untuk siap melawan Amerika Serikat.
00:55Analisa Anda?
00:59Ya, kan dari awal sebenarnya dari perundingan pertama, ini ada dua skenario yang bisa kita harapkan.
01:04Yang pertama ini adalah memang maju ke meja perundingan untuk bisa mencapai perpetual peace.
01:10Di antara keduanya, ya menghentikan peperangannya secara total dan kemudian mencapai konsesi di antara kedua belah pihak yang kira-kira
01:19bisa diterima ya.
01:20Jadi ada middle ground gitu untuk bisa menghentikan peperangannya.
01:22Meskipun nanti di masa depan ini tidak akan ada fundamental yang berubah di antara hubungan antara Amerika Serikat dan Iran.
01:39Mungkin konfliknya akan berlangsung tetapi dalam low intensity konflik.
01:46Mbak Isha, mohon maaf saya potong jaringannya terputus-putus tadi, jadi suara Anda kurang jelas.
01:55Oke, sambil diperbaiki sambungan komunikasi dengan Mbak Isha, saya ke Mas Ridlan.
02:00Mas Ridlan melihatnya seperti apa? Apakah ternyata memang jeda selama ini gencatan senjata yang selama ini dilakukan justru dimanfaatkan oleh
02:11kedua belah pihak untuk sama-sama mempersiapkan militer mereka untuk perang jilid kedua?
02:16Iya, Mas Yasser. Tampaknya memang data mendukung pernyataan Anda ya.
02:22Kita melihat ada pergerakan yang luar biasa dari pesawat-pesawat angkut Amerika, J-17 maupun J-130,
02:31ke kawasan di sekitaran pangkalan-pangkalan mereka yang selama ini pangkalan tradisional mereka diteluk.
02:37Kemudian dari sisi Iran sendiri, kita melihat ada rekalibrasi strategi militer, jurnal mengatakan dalam waktu 10 hari, Iran mampu membuat
02:49seribu drone baru.
02:51Jadi satu hari kira-kira seratus gitu ya, yang kemudian ini akan digunakan sebagai persiapan apabila nanti pembicaraan tahap dua
03:02di Islamabad,
03:03kalau pun itu akan terjadi, itu gagal. Jadi menjawab pertanyaan Mas Yasser tadi, tampaknya memang dua-duanya sedang bersiap untuk
03:13another war.
03:14Dan mungkin ini lebih panjang dari sekedar yang sebelumnya, yang 40 hari, termasuk tampaknya dari pihak US, Amerika tampaknya memahami
03:24bahwa
03:24serangan-serangan udara saja tidak cukup untuk kemudian mengalahkan Iran dalam konteks mengganti rezim pemerintahan Iran secara total.
03:35Karena itu tampaknya mereka sedang mempersiapkan untuk serangan darat atau ground invasion.
03:42Yang mana itu sudah diantisipasi oleh Iran.
03:46Apalagi kalau kita lihat Iran sendiri dari komandan udaranya sendiri menampilkan,
03:51bagaimana menyatakan bahwa sebenarnya mereka sudah memperbaharui kemampuan rudal mereka,
03:55kemudian drone mereka dengan kecepatan yang lebih tinggi, itu dari sisi Iran.
03:59Kalau dari sisi Amerika Serikatnya sendiri, Anda melihat kekuatan militer Amerika Serikat ini seperti apa?
04:05Walaupun kalau bahasa umumnya orang awam melihatnya, wah Amerika Serikat tentu lebih unggul jauh dibandingkan Iran.
04:11Ya memang dari sisi kapasitas teknologi jelas ya, kapasitas teknologi militer, kemudian jumlah armada,
04:20kemudian kapasitas persenjataan jelas unggul jauh.
04:23Tetapi yang saya lihat, tampaknya US akan membuat dua faktor ya.
04:30Faktor yang pertama adalah serangan maritim,
04:32yakni mereka akan mencoba memasuki Selat Kormus dengan USS Frank Murphy dan USS Frank Peterson,
04:41itu adalah dua kapal destroyer mereka,
04:44kira-kira panjangnya sekitar 155 meter dengan bobot mati 9000 ton.
04:49Itu mereka akan mencoba masuk untuk kemudian mengalihkan perhatian tentara laut Iran.
04:56Dan dalam hal ini mereka tinggal punya kapal-kapal ringan sepanjang 24 meter,
05:03yang disebut dengan kapal Jules Vicar,
05:05dan mereka akan kemudian mati-matian mempertahankan Selat Kormus.
05:10Di sisi lain, ketika konsentrasi itu terjadi,
05:12maka skenario awal sebelum gencatan-senjata akan dilakukan,
05:16yakni deployment 82nd Airborne.
05:19Ini adalah armada lintas udara,
05:22pasukan lintas udara Amerika Serikat yang akan kemungkinan besar masuk melalui pulau Hark.
05:29Dan kalau kemudian itu dilakukan,
05:31maka tampaknya skenario dua vektor,
05:34yakni vektor maritim dan vektor darat,
05:36akan kemudian mau nggak mau akan memaksa Iran melakukan perang panjang.
05:41Oke, kalau dari analisa Anda nampaknya ini,
05:44Amerika Serikat sendiri sudah menyiapkan strategi untuk mengepung Iran dari segala penjuru begitu.
05:49Nah, dari kekuatan Iran sendiri Anda melihatnya bagaimana?
05:53Mas Yasser, kalau kita lihat dari jumlah ya,
05:56dari jumlah kapasitas militer Iran itu sebenarnya sangat memadai.
06:00Misalnya dari kapasitas tentara darat Artes saja itu sekitar 400 ribu, kurang lebih ya.
06:06Kemudian nanti ada ARGC sendiri yang kira-kira sekitar ya kurang lebih 200an ribu.
06:12Lalu ada yang disebut dengan milisi Basit itu bahkan lebih banyak lagi,
06:161,5 juta dan mereka ini dideploy di seluruh provinsi yang ada di Iran
06:21atau yang sering disebut oleh pakar militer sebagai strategi mosaic defense.
06:26Dibagi ke 31 teritorial dan mereka bisa melakukan serangan secara mandiri dan bertahan secara mandiri.
06:32Tetapi yang memang nanti akan merisaukan adalah penggunaan teknologi, terutama AI yang ini yang diandalkan oleh Israel dan Amerika.
06:43Karena mereka dengan penggunakan AI, dengan antropik, dengan maven, dengan berbagai macam teknik mereka itu
06:51bisa melakukan sarangan secara presisi pada target-target yang ada dan itu pasti akan merepotkan.
06:57Baik, sudah bergabung lagi melalui sambungan telepon. Mbak Isha.
07:02Oke Mbak Isha, ini yang terbaru saya cuplik dari Al-Arbiya TV yang menyatakan bahwa
07:09Iranian State TV menyatakan bahwa tidak ada delegasi, sejauh ini belum ada delegasi dari Iran yang hadir di Islamabad.
07:17Itu berarti semakin memperkuat fakta bahwa ternyata memang negosiasi ini terancam gagal.
07:27Ya, berarti kita lihat di sini, kan prasyarat dari Iran ini kan sebenarnya cukup jelas ya Mas.
07:33Untuk kemudian menghentikan segala bentuk agresi dan Amerika Serikat ini harus memenuhi prasyarat terkait ceasefire,
07:40yaitu menghentikan semua bentuk peperangan di Timur Tengah gitu.
07:45Tetapi kan seperti yang kemarin kita pahami dari berita-berita yang beredar, bahwa sampai hari ini Amerika Serikat masih enggan
07:52untuk melepaskan blokadonya.
07:54Nah, ini sebenarnya merupakan salah satu strategi Amerika Serikat untuk bisa mendapatkan leverage di bidang strategis.
08:01Karena dia tahu bahwa meskipun secara militer Amerika Serikat ini memiliki keundungan,
08:06tetapi kemudian secara strategis khususnya di bidang ekonomi dan di bidang tekanan politik dalam negeri maupun luar negeri,
08:12Amerika Serikat ini mengalami kesalahan yang sebenarnya cukup telak dari Iran gitu ya.
08:17Oh, karena itu sebenarnya sebelum perundingan kedua, Amerika ini berusaha untuk menekan Iran sehingga menghasilkan yang namanya adalah coercive diplomacy.
08:26Dia berusaha untuk meningkatkan daya tawarnya sehingga bisa mendapatkan haksil yang lebih maksimalis ketika berunding nanti.
08:33Tetapi kan memang Iran ini menderita sekitar 435 juta USD per hari,
08:38atau kalau kita akumulasikan sekitar 13 miliar USD per bulannya.
08:43Nah, pertanyaannya ini akan membutuhkan waktu sekitar 2 sampai 6 bulan untuk bisa mencapai sebuah hasil dari embargo ini.
08:53Terutama kalau yang diincar ini adalah kemampuan masyarakat Iran untuk bisa resilien di dalam menghadapi perangan dan tekanan ekonomi serta
09:01tekanan militer gitu ya.
09:03Nah, pertanyaannya di sini, apakah Donald Trump punya waktu sekitar 6 bulan untuk bisa menunggu hasilnya ini keluar gitu.
09:10Sementara dia harus kemudian bersiap untuk menghadapi midterm election ya,
09:15dan kemudian dia juga harus membuktikan bahwa republikan ini masih bisa populer sebelum kemudian pemilu selain berlangsung.
09:23Oke, jadi kalau secara tidak langsung ada dua pertimbangan besar begitu.
09:28Yang pertama adalah pertimbangan politik dan juga ada pertimbangan ekonomi yang dipertimbangkan oleh kedua-dua pihak dalam perang tersebut.
09:35Pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana akhirnya kedua negara ini mempersiapkan perang jilid kedua ini?
09:41Apakah berlangsung singkat atau berlangsung lama? Ini yang menjadi kekhawatiran kita bersama.
09:46Nanti kita bahas usia jeda, tetaplah bersama kami di Kompas Petang.
09:59Isyarat Iran dan Asia perang jilang akhir dari gencatan senjata ini, pertanyaan saya ke Mbak Aisyah.
10:05Ini Mbak Aisyah sebenarnya, saya sebenarnya ingin tahu dulu nih, dari geopolitik di Iran sendiri, internal Iran sendiri,
10:11sebenarnya mereka solid tidak atau memang terbagi antara garda revolusi Islam Iran dan juga pemerintah Irannya sendiri?
10:19Ya, kalau kita lihat di sini sebenarnya tujuannya tetap sama ya, untuk mempertahankan kemudian rezim pemerintah Iran pasca revolusi tahun
10:2770-an.
10:29Sekarang kita lihat sebenarnya dari pemerintahnya sendiri ini juga kan vaksinya sebenarnya berbeda-beda.
10:34Kita tahu bahwa kemudian presidennya ini kan dari vaksi progresif, lalu kemudian dari MA-nya ini kemudian dari konservatif,
10:41dan bahkan dari Wisdom Council-nya ini dari vaksi ulama.
10:45Jadi sebenarnya di Iran sendiri ini secara warna politik ini berbeda-beda.
10:49Tetapi sekali lagi yang kita pahami, Iran ini cukup menarik.
10:52Karena culture-nya meskipun ya di dalam negeri sebenarnya mereka masih berjalan nih persaingan politiknya gitu.
10:58Dan masyarakatnya juga ini cukup kritis terhadap pemerintahannya.
11:00Tetapi kita lihat ada perilaku yang namanya adalah rally around the flag gitu.
11:04Jadi untuk permasalahan-permasalahan yang menyangkut dengan pihak eksternal,
11:08rata-rata masyarakat Iran ini akan kemudian meningkatkan kohesinya,
11:12sehingga persatuannya ini bisa lebih kuat lagi dalam menghadapi pihak eksternal.
11:18Dan saya rasa sebenarnya di sini apa yang kemudian menjadi concern ya,
11:22apakah ada perbedaan pendapat antara IRGC dengan pemerintah Iran sendiri,
11:26saya kira itu nggak ada masalah.
11:27Karena sejauh ini yang kita lihat, keduanya memiliki tujuan yang sama.
11:30Yaitu membuatnya perangnya ini selama mungkin dan semenyakitkan mungkin untuk Amerika Serikat.
11:36Bukan dari segi militer, tetapi dari segi yang sifatnya adalah perang unkonvensional.
11:41Pertanyaan yang sama ke Mas Liduan.
11:43Mas Liduan, kalau tadi soal Iran, kalau dari Amerika Serikat sendiri seperti apa?
11:47Karena beberapa analisa menyatakan bahwa Amerika Serikat tidak bisa dihentikan lewat eksternal,
11:52tapi dari internalnya sendiri sebenarnya bisa untuk menghentikan Trump dalam perang ini.
11:56Ya, dukungan terhadap proses impeachment kepada Trump ini makin menguat ya.
12:03Bahkan sudah ada lobby-lobby pembicaraan antar anggota Partai Demokrat dengan anggota Partai Republik
12:10untuk kemudian mencoba mendorong satu draft baru untuk mengajukan pasal-pasal pelanggaran konstitusi kepada Trump.
12:19Di sisi lain memang dukungan dalam negeri terkait perang ini juga makin-makin tidak bagus untuk Trump.
12:26Apalagi dalam beberapa waktu terakhir, tanpa ada pemberitaan dari berbagai macam media Amerika,
12:32kesehatan mental Trump cukup terganggu, Mas Yasser.
12:35Bahkan beberapa hari yang lalu dia tiba-tiba saja memesan delivery makanan ke Gedung Putih,
12:40kemudian mau ngajak petukang delivery-nya untuk jumpa pers tentang perang Iran.
12:46Jadi makin-makin tidak kondusif bagi politik dalam negeri Amerika.
12:51Dan sebenarnya yang bisa menghentikan ini tentu saja adalah lobby-lobby atau oligarki
12:57dari kepentingan ekonomi zionis internasional.
13:00Kalau mereka merasa perang ini makin lama merugikan kepentingan ekonomi mereka di kawasan,
13:06tentu saja mereka akan dengan semaksimal mungkin menekan Trump untuk segera menghentikan perang.
13:11Siapa saja mereka yang bisa melakukan itu?
13:15Tentu saja ini bagian dari jejaring oligarki internasional ya.
13:19Kita tahu bisnis-bisnis besar yang dikendalikan dari Israel,
13:25termasuk juga beberapa grup besar yang kemudian menanamkan saham luar biasa di Amerika.
13:30Termasuk juga mereka yang selama ini mendanai Steve Bidkoff dan Jared Kushner
13:35menantunya Trump.
13:37Termasuk yang menjanjikan dana untuk port of peace, dana pembangunan.
13:41Jadi sebenarnya uang ini akan sangat berpengaruh ya.
13:45Dalam hal ini oligarki-oligarki ekonomi Amerika itu menunggu mereka,
13:51melihat situasinya.
13:52Kalau memang ini menguntungkan secara ekonomi untuk mereka,
13:56saya meyakini malah mereka akan terus membiarkan Trump memerangi Iran.
14:00Tetapi begitu ini situasinya makin tidak kondusif untuk mereka,
14:04maka saya menduga mereka akan melakukan lobby dalam negeri Amerika agar Trump berhenti.
14:09Oke, jadi pertanyaan selanjutnya ke Mbak Isha,
14:12sebenarnya masih adakah kepentingan yang bisa dibawa oleh kedua belah pihak
14:17untuk bisa duduk bareng untuk negosiasi?
14:19Karena sebelumnya ada soal uranium pengayaan dibahas,
14:22kemudian ada soal nuklir dibahas juga,
14:24soal selat hormus juga dibahas.
14:28Ya, tentu saja.
14:29Saya kira di sini ada beberapa yang bisa kita kategorisasikan ya
14:32sebagai kepentingan yang kemudian harus dan bisa dipenuhi oleh kedua belah pihak,
14:37lalu kemudian kepentingan yang bisa dinegosiasikan,
14:40serta kemudian yang terakhir adalah sticking point atau red line
14:43dari kepentingan keduanya yang sulit untuk kemudian bertemu di tengah-tengah.
14:48Saya kira untuk yang pertama, kategori yang bisa kemudian diwujudkan
14:52itu adalah penghentian perang dengan segera ya.
14:55Jadi, at the very least, ini kita bicara tentang terwujudnya ceasefire secara berkepanjangan
15:00atau adanya negative peace.
15:01Sehingga keduanya ini saat ini bisa menghentikan kinetic warfare-nya dulu saja.
15:07Nah, itu bisa dilakukan.
15:08Meskipun tadi saya bilang tidak ada perubahan fundamental
15:12di antara hubungan antara Amerika Serikat dengan Iran.
15:15Karena pada akhirnya kita lihat bahwa tujuan strategis Amerika Serikat di awal
15:20terkait pergantian rezim Allah itu juga kan sudah tidak berhasil lagi.
15:24Pada akhirnya kita lihat di sini, Amerika Serikat harus menerima fakta
15:29bahwa sekarang yang masih berkuasa di Iran adalah rezim yang sebenarnya sama.
15:33Meskipun orang-orangnya berbeda dengan yang dulu kemudian dipimpin oleh Ayatullah Kamene.
15:38Malah sekarang kemudian kita berhadapan dengan rezim yang semakin keras, semakin radikal.
15:43Jadi, kita mengharapkan nanti meskipun ini sudah terhenti,
15:47tetapi tadi tidak ada yang berubah sehingga kemudian mungkin perangnya akan beralih
15:52ke low-intensity conflict.
15:56Seperti misalnya serangan-serangan dengan specialized force,
16:00lalu kemudian kita bicara tentang misalnya asesinasi, sabotase, dan lain-lain.
16:03Tetapi maksudnya, at the very least sekarang, perang skala besarnya ini bisa dihentikan dulu.
16:08Nah, untuk yang kemudian tadi di kategori sedang,
16:11kita bicara tentang kemudian ya pengangkatan sanksi,
16:14lalu kemudian kita bicara tentang selat hormus, mungkin ini pengaturannya seperti apa.
16:19Kita bicara juga tentang nuklir ya, karena kemarin kita tahu bahwa
16:22Iran sendiri sudah mulai mengendur ya terkait masalah nuklir.
16:25Mereka bersedia untuk menunda 5 tahun ya,
16:28sementara Amerika Serikat meminta 20 tahun gitu ya.
16:31Baik, jadi masih ada negosiasi ya.
16:33Walaupun ya terancam gagal, tapi tentu dunia termasuk kita juga berharap
16:37bahwa ini negosiasi kembali dilakukan sehingga perang jilid kedua ini
16:40tidak kembali terjadi di Timur Tengah.
16:42Terima kasih Mbak Aisyah dan terima kasih Mas Liduan Habib
16:45telah berbagi perspektifnya di Kompas Petang.
16:47Salam sehat semuanya.
16:48Terima kasih.
16:50Terima kasih banyak.
Komentar