Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Israel-Lebanon berencana menggelar perundingan di Washington D.C. pekan ini. Pertemuan akan diwakili duta besar kedua negara untuk Amerika Serikat.

Perundingan Israel-Lebanon tingkat duta besar akan berlangsung di tengah gencatan kedua negara.

Menteri Luar Negeri Israel menyerukan Lebanon untuk bekerja sama dengan Israel, melucuti senjata Hizbullah yang dituding menghambat perdamaian.

Sementara Kantor Berita Nasional resmi Lebanon melaporkan, militer Israel meningkatkan operasi di seluruh Lebanon selatan, Selasa (21/4/2026) waktu setempat.

Israel-Lebanon akan kembali menggelar perundingan di Washington pekan ini.

Ada tiga tujuan Lebanon, yaitu mengakhiri perang, menyudahi pendudukan Israel di selatan Lebanon dan memulihkan kedaulatan Lebanon.

Sedangkan Israel mengajak Lebanon melucuti senjata Hizbullah yang dianggap sebagai penghambat perdamaian.

Untuk membahasnya, sudah bersama kami Pakar Intelijen CIDE, Anton Aliabbas.

Baca Juga Israel Kuasai Kastil Shamaa di Lebanon Selatan, Dijadikan Pos Pengamatan Militer | SAPA MALAM di https://www.kompas.tv/internasional/664663/israel-kuasai-kastil-shamaa-di-lebanon-selatan-dijadikan-pos-pengamatan-militer-sapa-malam

#israel #lebanon #negosiasi

_

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/664679/full-israel-lebanon-lanjut-negosiasi-pakar-intelijen-tak-ada-gunanya-hizbullah-tidak-diajak

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:01Saudara Israel, Lebanon akan kembali menggelar perundingan di Washington DC pada pekan ini.
00:06Ada tiga tujuan Lebanon, yakni mengakhiri perang,
00:09menyudahi pendudukan Israel di selatan Lebanon,
00:12dan memulihkan kedaulatan Lebanon.
00:14Sedangkan Israel mengajak Lebanon untuk melucuti senjata Hezbollah
00:18yang dianggap sebagai penghambat perdamaian.
00:21Dan untuk membahasnya, sudah bersama kami melalui sambungan daring
00:25pakar intelijen CIDE Anton Ali Abbas.
00:28Selamat malam Mas Anton.
00:30Selamat malam Mbak Valen.
00:32Ya, seberapa serius negosiasi ini terjadi Mas,
00:34dan apa pengaruhnya terhadap perdamaian kedua negara?
00:38Pertama, ya harus dipahami bahwa perundingan antara pemerintah Lebanon dengan pemerintah Israel,
00:45itu sebenarnya nggak ada kaitannya dengan konflik antara Hezbollah dengan Israel.
00:49Mengapa? Karena memang salah satu pihak yang bertiga yang namanya Hezbollah
00:52tidak diajak duduk di meja perundingan.
00:54Itu satu.
00:55Kedua, harus dipahami juga bahwa Israel ketika dia melakukan serangan ke wilayah Lebanon Selatan,
01:02itu dianggap tidak melanggar kesepakatan gencatan senjata.
01:06Kenapa demikian?
01:08Karena di dalam kesepakatan awal itu, yang tanggal 14 kemarin,
01:12itu disebutkan bahwa Israel boleh untuk melakukan serangan atas nama membela diri.
01:18Jadi ini memang dimungkinkan dari awal.
01:21Jadi memang ada loop ya, ada loop yang memang sengaja dibuat,
01:25bahwa mereka sengaja dibolehkan untuk melakukan serangan ke Lebanon Selatan.
01:29Yang ketiga, yang juga kacau aja adalah,
01:32tidak lama berselang dari 14 lalu itu,
01:37Israel itu mengeluarkan peta baru wilayahnya.
01:39Itu dimana mereka kemudian memperlebar, tadi yang disebutkan,
01:43memperlebar buffer zone.
01:45Buffer zone itu adalah sebenarnya kebijakan Israel
01:47yang sebenarnya dilakukan di Gaza, kemudian diterapkan di Lebanon.
01:50Jadi ada zona, gitu,
01:52dimana kemudian mereka bisa melakukan pendudukan.
01:55Dan itu zona baru itu, yang tadi disebutkan,
01:57itu 5 sampai 10 km masuk ke wilayah Lebanon Selatan.
02:00Dan itu panjangnya dari,
02:02dari masuk dari wilayah timur ke barat, gitu.
02:05Jadi, ini yang kemudian, bagi saya,
02:07kemudian menjadi aneh ya,
02:09tentang perundingan yang nanti akan dilakukan perundingan kedua.
02:12Bahwa, kemudian,
02:13bahwa sebenarnya mereka bersepakat,
02:14dua itu adalah untuk melawan Hezbollah.
02:16Ini mengingatkan saya tentang ketika Afghanistan.
02:19Bagaimana kemudian pemerintah Afghanistan kala itu,
02:21bersama Amerika Serikat,
02:22Amerika Serikat ingin memerangi Taliban, gitu.
02:25Tapi apakah itu selesai konfliknya?
02:27Jawabannya enggak.
02:28Kenapa?
02:28Karena pihak yang bertikad tidak diajak untuk duduk berunding.
02:31Nah, Mas Anton,
02:32kemudian kalau menjawab sarannya Presiden Perancis,
02:35si Emmanuel Macron,
02:36yang bilang bahwa Israel itu baiknya tarik pasukan
02:39dan senjata Hezbollah ini baiknya dilucuti Lebanon
02:42dalam, apa ya,
02:44untuk menjaga
02:46gunjatan senjata secara permanen.
02:48Ini bagaimana kemungkinannya?
02:50Mereka sudah pernah melakukan gunjatan senjata, gitu ya kan,
02:53dan kemudian
02:54berakhir dengan sendirinya ketika mereka melakukan serangan, gitu ya.
02:57Jadi,
02:58Israel itu tidak pernah ingin keluar dari situ.
03:00Israel itu sudah punya mimpi namanya
03:02The Greater Israel.
03:03Jadi, memang punya ambisi untuk melakukan ekspansi
03:07maupun melakukan pendudukan wilayah negara lain.
03:10Dan sebenarnya,
03:10apa yang dilakukan oleh Israel saat ini
03:13dengan menduduki wilayah Lebanon Selatan,
03:15kan itu sudah diutarakan secara terang-terangan oleh
03:17Perdana Menteri Benjamin Tanyahu,
03:19akhir bulan lalu,
03:20dia ingin menduduki dan ingin memperlebar
03:22buffer zone,
03:23dan itu dilakukan.
03:24Setelah adanya genjatan senjata,
03:26dilansir pertanyaan, gitu.
03:27Jadi, bagi saya, kemudian,
03:29apakah mereka, apa namanya,
03:31ingin keluar,
03:32ya indikasi keluarnya nggak ada,
03:33justru ingin memperlebar.
03:35Itu satu.
03:35Kedua,
03:36bagaimana kemudian kita ingin melucuti,
03:39pelucutan itu kan hanya bisa dilakukan
03:41kalau kita ada kesepakatan damai.
03:43Bukan cerita tentang genjatan senjata.
03:45Genjatan senjata,
03:45kita nggak bisa bicara tentang pelucutan senjata.
03:47Gitu ya.
03:49Demilitarisasi, gitu ya.
03:51Pelucutan senjata itu hanya bisa dilakukan
03:53ketika sudah terbangun yang namanya
03:54kesepakatan damai.
03:55kesepakatan damai-nya.
03:56Jadi, sering dilanggar.
03:57Jadi, ini kan ngomongkan
03:59konflik antara Hezbollah dan Israel,
04:01ini kan saling,
04:01ada ketidakpercayaan pada dua pihak.
04:04Bahwa yang satu ingin memusnahkan Hezbollah,
04:06Hezbollah ingin memusnahkan Israel.
04:08Itu kan akan sulit.
04:09Ini soal zero sum.
04:11Bagaimana kedua pihak ingin saling mengalahkan.
04:14Baik, berarti negosiasi nanti di Washington itu
04:16justru akan memperkeruh situasi di Lebanon, Mas?
04:19Menurut Anda?
04:20Bukan memperkeruh.
04:21Bagi saya itu nggak ada gunanya.
04:22Kenapa?
04:23Karena pihak yang bertika yang namanya Hezbollah
04:24tidak dijuduk serta.
04:27Iya.
04:28Dan justru kan yang tadi ingin disampaikan
04:30adalah bagaimana kemudian
04:31dua pihak itu,
04:32baik pemerintah Lebanon
04:33dan juga Israel,
04:35bekerjasama untuk memerangi Hezbollah.
04:37Itu mana-mana ingin membuat
04:39kekacauan di Lebanon.
04:41Itu yang semestinya
04:42padar dari pemerintah Lebanon
04:45ini tidak akan menyelesaikan masalah.
04:46Walaupun misalnya,
04:47Presiden Lebanon,
04:49Yosef Aoun itu sudah bilang
04:50bahwa penyelesaian antara Israel-Lebanon ini
04:52harus dipisahkan ya
04:54dengan cerita
04:55tentang penyelesaian konflik Iran.
04:57Jadi dia sudah memisahkan,
04:59Presiden juga sudah memisahkan
05:00bahwa kesepakatan nama yang ini
05:02itu beda dengan Iran.
05:03Pokoknya kalau yang Iran,
05:04Iran.
05:04Yang Lebanon, Lebanon.
05:06Jadi bagi saya,
05:07ada upaya untuk mencoba memutus
05:09dari pemerintah Lebanon
05:10karena dia tahu konsekuensinya.
05:12Jadi memang Israel juga melakukan
05:14serangan kepada Beirut
05:16dan lain-lain.
05:17Itu dalam rangka apa?
05:18Untuk menekan pemerintah yang sah.
05:20Agar apa?
05:20untuk sama-sama menekan Hezbollah.
05:22Problemnya kan,
05:23apakah mereka mampu
05:23melawan Hezbollah?
05:25Nah, itulah yang normal gitu.
05:26Oke, singkat saja.
05:27Apa dampaknya?
05:28Kalau pada akhirnya
05:29kesepakatan tidak tercapai?
05:32Ya, kalau kesepakatan
05:34bagi saya sih tercapai-tercapai saja.
05:35Soalnya kan ini tidak melibatkan
05:36semua pihak yang bertikai, Mbak.
05:39Masalahnya,
05:39apakah ada dampak
05:41untuk menciptakan perdamaian atau tidak?
05:42Jawabannya belum tentu.
05:44Kenapa?
05:44Kalau ingin menciptakan perdamaian,
05:46maka semua pihak yang bertikai
05:47harus duduk-duduk serta.
05:48Jadi bagi saya,
05:50pembicaraan yang nanti
05:51itu yang akan dilakukan
05:53di Washington,
05:54itu dalam konteks
05:55mereka ingin bekerja sama
05:56memerang Hezbollah.
05:57Jadi bukan dalam konteks
05:58menciptakan perdamaian,
06:00tapi bagaimana
06:01bersama-sama ingin
06:02memerang Hezbollah.
06:03Jadi apakah memang tujuan,
06:04kalau sudah ngomong tentang
06:05memerang Hezbollah,
06:06pasti tujuannya bukan
06:07cerita untuk perdamaian.
06:08Ini ceritanya adalah
06:09bagi mereka bersatu
06:10untuk melawan musuh bersama
06:11yang namanya Hezbollah.
06:12Itu yang ingin ditunjukkan
06:13dalam kesepakatan ini, Mbak.
06:15Baik, terima kasih
06:16sudah berbagi pandangan
06:17bersama kami,
06:18Pakar Intelligent for
06:19Intermastic and
06:20Diplomatic Engagement,
06:21Mas Anton Ali Abbas.
06:22Terima kasih, Mas,
06:23sudah berbagi pandangannya.
06:24Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan