00:01Saudara Israel, Lebanon akan kembali menggelar perundingan di Washington DC pada pekan ini.
00:06Ada tiga tujuan Lebanon, yakni mengakhiri perang,
00:09menyudahi pendudukan Israel di selatan Lebanon,
00:12dan memulihkan kedaulatan Lebanon.
00:14Sedangkan Israel mengajak Lebanon untuk melucuti senjata Hezbollah
00:18yang dianggap sebagai penghambat perdamaian.
00:21Dan untuk membahasnya, sudah bersama kami melalui sambungan daring
00:25pakar intelijen CIDE Anton Ali Abbas.
00:28Selamat malam Mas Anton.
00:30Selamat malam Mbak Valen.
00:32Ya, seberapa serius negosiasi ini terjadi Mas,
00:34dan apa pengaruhnya terhadap perdamaian kedua negara?
00:38Pertama, ya harus dipahami bahwa perundingan antara pemerintah Lebanon dengan pemerintah Israel,
00:45itu sebenarnya nggak ada kaitannya dengan konflik antara Hezbollah dengan Israel.
00:49Mengapa? Karena memang salah satu pihak yang bertiga yang namanya Hezbollah
00:52tidak diajak duduk di meja perundingan.
00:54Itu satu.
00:55Kedua, harus dipahami juga bahwa Israel ketika dia melakukan serangan ke wilayah Lebanon Selatan,
01:02itu dianggap tidak melanggar kesepakatan gencatan senjata.
01:06Kenapa demikian?
01:08Karena di dalam kesepakatan awal itu, yang tanggal 14 kemarin,
01:12itu disebutkan bahwa Israel boleh untuk melakukan serangan atas nama membela diri.
01:18Jadi ini memang dimungkinkan dari awal.
01:21Jadi memang ada loop ya, ada loop yang memang sengaja dibuat,
01:25bahwa mereka sengaja dibolehkan untuk melakukan serangan ke Lebanon Selatan.
01:29Yang ketiga, yang juga kacau aja adalah,
01:32tidak lama berselang dari 14 lalu itu,
01:37Israel itu mengeluarkan peta baru wilayahnya.
01:39Itu dimana mereka kemudian memperlebar, tadi yang disebutkan,
01:43memperlebar buffer zone.
01:45Buffer zone itu adalah sebenarnya kebijakan Israel
01:47yang sebenarnya dilakukan di Gaza, kemudian diterapkan di Lebanon.
01:50Jadi ada zona, gitu,
01:52dimana kemudian mereka bisa melakukan pendudukan.
01:55Dan itu zona baru itu, yang tadi disebutkan,
01:57itu 5 sampai 10 km masuk ke wilayah Lebanon Selatan.
02:00Dan itu panjangnya dari,
02:02dari masuk dari wilayah timur ke barat, gitu.
02:05Jadi, ini yang kemudian, bagi saya,
02:07kemudian menjadi aneh ya,
02:09tentang perundingan yang nanti akan dilakukan perundingan kedua.
02:12Bahwa, kemudian,
02:13bahwa sebenarnya mereka bersepakat,
02:14dua itu adalah untuk melawan Hezbollah.
02:16Ini mengingatkan saya tentang ketika Afghanistan.
02:19Bagaimana kemudian pemerintah Afghanistan kala itu,
02:21bersama Amerika Serikat,
02:22Amerika Serikat ingin memerangi Taliban, gitu.
02:25Tapi apakah itu selesai konfliknya?
02:27Jawabannya enggak.
02:28Kenapa?
02:28Karena pihak yang bertikad tidak diajak untuk duduk berunding.
02:31Nah, Mas Anton,
02:32kemudian kalau menjawab sarannya Presiden Perancis,
02:35si Emmanuel Macron,
02:36yang bilang bahwa Israel itu baiknya tarik pasukan
02:39dan senjata Hezbollah ini baiknya dilucuti Lebanon
02:42dalam, apa ya,
02:44untuk menjaga
02:46gunjatan senjata secara permanen.
02:48Ini bagaimana kemungkinannya?
02:50Mereka sudah pernah melakukan gunjatan senjata, gitu ya kan,
02:53dan kemudian
02:54berakhir dengan sendirinya ketika mereka melakukan serangan, gitu ya.
02:57Jadi,
02:58Israel itu tidak pernah ingin keluar dari situ.
03:00Israel itu sudah punya mimpi namanya
03:02The Greater Israel.
03:03Jadi, memang punya ambisi untuk melakukan ekspansi
03:07maupun melakukan pendudukan wilayah negara lain.
03:10Dan sebenarnya,
03:10apa yang dilakukan oleh Israel saat ini
03:13dengan menduduki wilayah Lebanon Selatan,
03:15kan itu sudah diutarakan secara terang-terangan oleh
03:17Perdana Menteri Benjamin Tanyahu,
03:19akhir bulan lalu,
03:20dia ingin menduduki dan ingin memperlebar
03:22buffer zone,
03:23dan itu dilakukan.
03:24Setelah adanya genjatan senjata,
03:26dilansir pertanyaan, gitu.
03:27Jadi, bagi saya, kemudian,
03:29apakah mereka, apa namanya,
03:31ingin keluar,
03:32ya indikasi keluarnya nggak ada,
03:33justru ingin memperlebar.
03:35Itu satu.
03:35Kedua,
03:36bagaimana kemudian kita ingin melucuti,
03:39pelucutan itu kan hanya bisa dilakukan
03:41kalau kita ada kesepakatan damai.
03:43Bukan cerita tentang genjatan senjata.
03:45Genjatan senjata,
03:45kita nggak bisa bicara tentang pelucutan senjata.
03:47Gitu ya.
03:49Demilitarisasi, gitu ya.
03:51Pelucutan senjata itu hanya bisa dilakukan
03:53ketika sudah terbangun yang namanya
03:54kesepakatan damai.
03:55kesepakatan damai-nya.
03:56Jadi, sering dilanggar.
03:57Jadi, ini kan ngomongkan
03:59konflik antara Hezbollah dan Israel,
04:01ini kan saling,
04:01ada ketidakpercayaan pada dua pihak.
04:04Bahwa yang satu ingin memusnahkan Hezbollah,
04:06Hezbollah ingin memusnahkan Israel.
04:08Itu kan akan sulit.
04:09Ini soal zero sum.
04:11Bagaimana kedua pihak ingin saling mengalahkan.
04:14Baik, berarti negosiasi nanti di Washington itu
04:16justru akan memperkeruh situasi di Lebanon, Mas?
04:19Menurut Anda?
04:20Bukan memperkeruh.
04:21Bagi saya itu nggak ada gunanya.
04:22Kenapa?
04:23Karena pihak yang bertika yang namanya Hezbollah
04:24tidak dijuduk serta.
04:27Iya.
04:28Dan justru kan yang tadi ingin disampaikan
04:30adalah bagaimana kemudian
04:31dua pihak itu,
04:32baik pemerintah Lebanon
04:33dan juga Israel,
04:35bekerjasama untuk memerangi Hezbollah.
04:37Itu mana-mana ingin membuat
04:39kekacauan di Lebanon.
04:41Itu yang semestinya
04:42padar dari pemerintah Lebanon
04:45ini tidak akan menyelesaikan masalah.
04:46Walaupun misalnya,
04:47Presiden Lebanon,
04:49Yosef Aoun itu sudah bilang
04:50bahwa penyelesaian antara Israel-Lebanon ini
04:52harus dipisahkan ya
04:54dengan cerita
04:55tentang penyelesaian konflik Iran.
04:57Jadi dia sudah memisahkan,
04:59Presiden juga sudah memisahkan
05:00bahwa kesepakatan nama yang ini
05:02itu beda dengan Iran.
05:03Pokoknya kalau yang Iran,
05:04Iran.
05:04Yang Lebanon, Lebanon.
05:06Jadi bagi saya,
05:07ada upaya untuk mencoba memutus
05:09dari pemerintah Lebanon
05:10karena dia tahu konsekuensinya.
05:12Jadi memang Israel juga melakukan
05:14serangan kepada Beirut
05:16dan lain-lain.
05:17Itu dalam rangka apa?
05:18Untuk menekan pemerintah yang sah.
05:20Agar apa?
05:20untuk sama-sama menekan Hezbollah.
05:22Problemnya kan,
05:23apakah mereka mampu
05:23melawan Hezbollah?
05:25Nah, itulah yang normal gitu.
05:26Oke, singkat saja.
05:27Apa dampaknya?
05:28Kalau pada akhirnya
05:29kesepakatan tidak tercapai?
05:32Ya, kalau kesepakatan
05:34bagi saya sih tercapai-tercapai saja.
05:35Soalnya kan ini tidak melibatkan
05:36semua pihak yang bertikai, Mbak.
05:39Masalahnya,
05:39apakah ada dampak
05:41untuk menciptakan perdamaian atau tidak?
05:42Jawabannya belum tentu.
05:44Kenapa?
05:44Kalau ingin menciptakan perdamaian,
05:46maka semua pihak yang bertikai
05:47harus duduk-duduk serta.
05:48Jadi bagi saya,
05:50pembicaraan yang nanti
05:51itu yang akan dilakukan
05:53di Washington,
05:54itu dalam konteks
05:55mereka ingin bekerja sama
05:56memerang Hezbollah.
05:57Jadi bukan dalam konteks
05:58menciptakan perdamaian,
06:00tapi bagaimana
06:01bersama-sama ingin
06:02memerang Hezbollah.
06:03Jadi apakah memang tujuan,
06:04kalau sudah ngomong tentang
06:05memerang Hezbollah,
06:06pasti tujuannya bukan
06:07cerita untuk perdamaian.
06:08Ini ceritanya adalah
06:09bagi mereka bersatu
06:10untuk melawan musuh bersama
06:11yang namanya Hezbollah.
06:12Itu yang ingin ditunjukkan
06:13dalam kesepakatan ini, Mbak.
06:15Baik, terima kasih
06:16sudah berbagi pandangan
06:17bersama kami,
06:18Pakar Intelligent for
06:19Intermastic and
06:20Diplomatic Engagement,
06:21Mas Anton Ali Abbas.
06:22Terima kasih, Mas,
06:23sudah berbagi pandangannya.
06:24Terima kasih.
Komentar