00:00Berikut beberapa modus operandi dari para pelaku tindak pidana penyalahgungan BBM dan LBG subsidi masih sama seperti sebelumnya bahwa pembelian
00:12BBM jenis solat subsidi secara berulang di beberapa SPBU kemudian ditampung dan ditimbun di pangkalan kemudian didistribusikan di industri-industri
00:25seputar wilayah tersebut.
00:27Yang larinya kalau di Jakarta istilahnya helikopter, kalau mungkin di wilayah Sumatera atau di Bangka Belitung istilahnya adalah ngeret.
00:38Kemudian modus yang kedua adalah membeli BBM subsidi menggunakan truk modifikasi dengan tanki yang berpenampungan lebih besar kemudian ditimbun kemudian
00:48dijual dengan harga non-subsidi.
00:50Membeli BBM subsidi dengan menggunakan plat nomor palsu untuk menghindari pengawasan yang telah dilakukan oleh pemerintah dalam hal ini Pertamina.
00:59Sehingga biak-biak pesambutan atau pelaku ini dapat beberapa kali melakukan pembelian dan berganti-ganti kendaraan ataupun barcode yang mana.
01:12Barcode tersebut sebenarnya adalah pengaman untuk pengawasan yang dilakukan oleh Pertamina.
01:19Modus selanjutnya adalah kerjasama dengan oknum petugas SPBU untuk mendapatkan kuota BBM yang lebih.
01:26Apa yang disampaikan oleh Bapak Wakabara SPBU tadi, apabila kita temukan pejabat ataupun pihak-pihak terkait ataupun pegawai negeri yang
01:37terlibat di situ,
01:38perintah dari pimpinan kepada kami para penyidik untuk melakukan penegakan hukum dengan tidak pidana tipikor.
01:46Harapannya adalah membuat efek jerah dan dapat diterusuri semua aset-aset yang para pelaku nikmatin tentunya.
Komentar