Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Praktik penyalahgunaan BBM dan LPG subsidi kembali diungkap Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittpidter) Bareskrim Polri dengan berbagai modus yang masih terus berulang. Salah satunya adalah pembelian solar subsidi secara berulang di sejumlah SPBU, kemudian ditampung dan ditimbun di pangkalan sebelum didistribusikan ke industri. Modus ini dikenal dengan istilah “helikopter” di Jakarta, sementara di wilayah Sumatera dan Bangka Belitung disebut “ngoret”.

Selain itu, pelaku juga menggunakan truk modifikasi dengan kapasitas tangki lebih besar untuk membeli BBM subsidi dalam jumlah banyak, lalu menimbunnya dan menjual kembali dengan harga non-subsidi. Tak hanya itu, praktik lain dilakukan dengan menggunakan pelat nomor palsu guna menghindari pengawasan sistem barcode yang diterapkan Pertamina, sehingga pelaku dapat melakukan pembelian berulang dengan kendaraan berbeda.

Modus lainnya melibatkan kerja sama dengan oknum petugas SPBU untuk mendapatkan kuota BBM lebih dari seharusnya. Aparat menegaskan, jika ditemukan keterlibatan pejabat atau pihak terkait, maka akan diproses menggunakan tindak pidana korupsi. Langkah ini diambil untuk memberikan efek jera sekaligus menelusuri aset-aset yang diperoleh para pelaku dari praktik ilegal tersebut.

#polisi #penyelewenganBBM #bareskrimpolri

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:00Berikut beberapa modus operandi dari para pelaku tindak pidana penyalahgungan BBM dan LBG subsidi masih sama seperti sebelumnya bahwa pembelian
00:12BBM jenis solat subsidi secara berulang di beberapa SPBU kemudian ditampung dan ditimbun di pangkalan kemudian didistribusikan di industri-industri
00:25seputar wilayah tersebut.
00:27Yang larinya kalau di Jakarta istilahnya helikopter, kalau mungkin di wilayah Sumatera atau di Bangka Belitung istilahnya adalah ngeret.
00:38Kemudian modus yang kedua adalah membeli BBM subsidi menggunakan truk modifikasi dengan tanki yang berpenampungan lebih besar kemudian ditimbun kemudian
00:48dijual dengan harga non-subsidi.
00:50Membeli BBM subsidi dengan menggunakan plat nomor palsu untuk menghindari pengawasan yang telah dilakukan oleh pemerintah dalam hal ini Pertamina.
00:59Sehingga biak-biak pesambutan atau pelaku ini dapat beberapa kali melakukan pembelian dan berganti-ganti kendaraan ataupun barcode yang mana.
01:12Barcode tersebut sebenarnya adalah pengaman untuk pengawasan yang dilakukan oleh Pertamina.
01:19Modus selanjutnya adalah kerjasama dengan oknum petugas SPBU untuk mendapatkan kuota BBM yang lebih.
01:26Apa yang disampaikan oleh Bapak Wakabara SPBU tadi, apabila kita temukan pejabat ataupun pihak-pihak terkait ataupun pegawai negeri yang
01:37terlibat di situ,
01:38perintah dari pimpinan kepada kami para penyidik untuk melakukan penegakan hukum dengan tidak pidana tipikor.
01:46Harapannya adalah membuat efek jerah dan dapat diterusuri semua aset-aset yang para pelaku nikmatin tentunya.
Komentar

Dianjurkan