00:00Sampai sekarang, enggak ada komitmen bayar yang saya tahu dari Presiden ya.
00:04Presiden selalu bilang, enggak kita belum ada komitmen bayar.
00:06Dari pertama, dia komit kirim pasukan.
00:10Kita komit kirim pasukan, tapi enggak ada komitmen bayar.
00:13Apalagi uang saya dipakai untuk Israel.
00:16Jadi itu enggak ada.
00:17Jadi, saya tidak pernah menerima insurut dari Presiden
00:21untuk menyediakan uang untuk BOP.
00:25Dan Presiden juga bilang, kita enggak pernah janji.
00:28Kira-kira itu.
00:30Jadi, Presiden posisinya clear kok.
00:35Dia masuk situ ingin menjaga kepentingan rakyat palesinya sedekat mungkin.
00:55Belum ada yang dipakai sampai sekarang.
00:58Itu uang bebas, masih empat 20 ribu itu betul-betul last line of defense.
01:03Yang kita kendalikan adalah sekarang belanja yang lain.
01:08Dan dengan penghematan sudah cukup.
01:10Jadi, saya tenang-tenang saja.
01:12Makanya orang luar ribet saya bingung.
01:14Lu masih ngasih ngasih ngapain, ya?
01:21Hampir tutup semua.
01:2390, 100, 100.
01:25Jadi, yang di 150,
01:27tambah nanti penambahan dari SDM,
01:30sumber daya mineral.
01:32Jadi, sudah aman.
01:33Hitungannya sudah aman.
01:34Dengan sumber sampai 100 dolar per bayar sampai akhir tahun rata-rata.
01:38Ini harga banyak berapa sekarang?
01:40Turun naik turun.
01:4195.
01:47Jadi, saya duga sih gak akan ramah di situ deh.
01:52Sampai ini kan,
01:54sampai di suasana di sana.
01:57Saya pikir semuanya pengen damai.
02:01Cuma cari jalannya,
02:02gimana jalan yang pas.
02:03Gitu, kira-kira itu.
02:05Semuanya juga begitu.
02:06Waktu di acara buat bank meeting,
02:10antara yang ngomongnya itu.
02:12Walaupun pembicaraannya amat hati-hati kan.
02:16Kan di situ ada Amerika di situ.
02:19Yang sedikit kusut deh.
02:22Tapi, emang harus hati-hati.
02:24Politik dunia kan seperti itu.
02:26Yang jelas,
02:27arahnya maunya ke sana.
02:29Cuma sedang cari cara keluar yang
02:33tidak mengganggu kredibilitas
02:36banyak pihak kira-kira itu.
02:47Kalau dikasih,
02:48BBM kecil kan,
02:50masyarakat kan yang subsidi kan gak naik.
02:53Yang nona kenapa dikasih subsidi lagi?
02:55Dikasih stimulus lagi.
02:56Enggak, itu untuk mengurangi
02:58supaya pertama tadi
03:00gak gelembung-gelembung amat.
03:02Dan yang kedua kan itu orang mampu.
03:05Ya biar aja.
03:06Kalau kita hitung dari subsidi lain,
03:07mereka udah,
03:09harusnya kan subsidi untuk masyarakat saja kan.
03:11Dari subsidi macam-macam itu
03:12mereka udah menikmatinya terlalu banyak.
03:14mungkin kuartil desil 8, 9, 10
03:20itu menikmati berapa persennya?
03:23Saya lupa persennya,
03:24tapi cukup besar.
03:25Hampir 30 persen subsidi yang kita kasih.
03:28Jadi kalau yang mampu itu
03:30harus bayar sedikit ya gak apa-apa.
03:32karena mereka emang mampu.
03:50Saya gak tahu itu kan menteri SDM,
03:52tapi kan CC tertentu kan udah gak bisa pasti.
03:56CC gede kan udah gak bisa kan.
03:57Saya gak tahu itu detailnya.
03:59Tapi,
04:01saya asumsikan pasti ada kebocoran sedikit.
04:04Tapi selama bisa dikendalikan ya gak apa-apa.
04:07langsung gak gede-gede amat.
04:09Saya rasa sih bisa dikendalikan.
04:11Ada yang nanya juga kemarin,
04:12gimana tentang,
04:14kan di sini lebih mulai dibanding luar negeri,
04:16gimana cara kita mengatasi
04:19illegal exports BBM bersubsidi keluar.
04:23Ini kan kalau saya pikir sih gak mungkin.
04:25Sekarang udah susah.
04:26Karena saat gas PKH,
04:28ada angkatan alat yang ngawat terus di situ,
04:31biaya cukai juga lebih.
04:33Lebih bagus sekarang yang dibanding dulu ya.
04:35Tuh.
04:36Jadi,
04:37gak mungkin ketutup 100%
04:39tapi mereka akan semakin susah.
04:42Karena perintahnya clear,
04:44balang sendupan sikat.
04:46Kira-kira lagi.
04:47LPG?
04:53Maksudnya kendali dalam negeri?
04:56Anda misalnya Pak Bahlil itu.
05:04Nanti kita lihat angkanya dari bulan ke bulan.
05:08Kan sekarang kita bayar tiap bulan subsidi dan kompensasi kan?
05:12kalau kita...
Komentar