Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 43 menit yang lalu


KOMPAS.TV - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi mengatakan Presiden Prabowo Subianto tidak pernah meminta penyiapan anggaran untuk membayar iuran keanggotaan Board of Peace (BoP).

Menurut Purbaya, sejak awal tidak pernah ada instruksi dari Prabowo terkait penyediaan dana untuk iuran institusi bentukan Persiden Amerika Serikat Donald Trump itu.

"Saya tidak pernah menerima instruksi dari Presiden untuk menyediakan uang untuk BoP," kata Purbaya di Kementerian Keuangan, Jakarta pada Selasa (21/4/2026).

Baca Juga Menkeu Purbaya Bandingkan Selat Hormuz & Malaka, Ungkit Arahan Presiden Prabowo di https://www.kompas.tv/nasional/664553/menkeu-purbaya-bandingkan-selat-hormuz-malaka-ungkit-arahan-presiden-prabowo



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/664676/menkeu-purbaya-presiden-prabowo-tak-pernah-minta-siapkan-bayar-iuran-board-of-peace

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:00Sampai sekarang, enggak ada komitmen bayar yang saya tahu dari Presiden ya.
00:04Presiden selalu bilang, enggak kita belum ada komitmen bayar.
00:06Dari pertama, dia komit kirim pasukan.
00:10Kita komit kirim pasukan, tapi enggak ada komitmen bayar.
00:13Apalagi uang saya dipakai untuk Israel.
00:16Jadi itu enggak ada.
00:17Jadi, saya tidak pernah menerima insurut dari Presiden
00:21untuk menyediakan uang untuk BOP.
00:25Dan Presiden juga bilang, kita enggak pernah janji.
00:28Kira-kira itu.
00:30Jadi, Presiden posisinya clear kok.
00:35Dia masuk situ ingin menjaga kepentingan rakyat palesinya sedekat mungkin.
00:55Belum ada yang dipakai sampai sekarang.
00:58Itu uang bebas, masih empat 20 ribu itu betul-betul last line of defense.
01:03Yang kita kendalikan adalah sekarang belanja yang lain.
01:08Dan dengan penghematan sudah cukup.
01:10Jadi, saya tenang-tenang saja.
01:12Makanya orang luar ribet saya bingung.
01:14Lu masih ngasih ngasih ngapain, ya?
01:21Hampir tutup semua.
01:2390, 100, 100.
01:25Jadi, yang di 150,
01:27tambah nanti penambahan dari SDM,
01:30sumber daya mineral.
01:32Jadi, sudah aman.
01:33Hitungannya sudah aman.
01:34Dengan sumber sampai 100 dolar per bayar sampai akhir tahun rata-rata.
01:38Ini harga banyak berapa sekarang?
01:40Turun naik turun.
01:4195.
01:47Jadi, saya duga sih gak akan ramah di situ deh.
01:52Sampai ini kan,
01:54sampai di suasana di sana.
01:57Saya pikir semuanya pengen damai.
02:01Cuma cari jalannya,
02:02gimana jalan yang pas.
02:03Gitu, kira-kira itu.
02:05Semuanya juga begitu.
02:06Waktu di acara buat bank meeting,
02:10antara yang ngomongnya itu.
02:12Walaupun pembicaraannya amat hati-hati kan.
02:16Kan di situ ada Amerika di situ.
02:19Yang sedikit kusut deh.
02:22Tapi, emang harus hati-hati.
02:24Politik dunia kan seperti itu.
02:26Yang jelas,
02:27arahnya maunya ke sana.
02:29Cuma sedang cari cara keluar yang
02:33tidak mengganggu kredibilitas
02:36banyak pihak kira-kira itu.
02:47Kalau dikasih,
02:48BBM kecil kan,
02:50masyarakat kan yang subsidi kan gak naik.
02:53Yang nona kenapa dikasih subsidi lagi?
02:55Dikasih stimulus lagi.
02:56Enggak, itu untuk mengurangi
02:58supaya pertama tadi
03:00gak gelembung-gelembung amat.
03:02Dan yang kedua kan itu orang mampu.
03:05Ya biar aja.
03:06Kalau kita hitung dari subsidi lain,
03:07mereka udah,
03:09harusnya kan subsidi untuk masyarakat saja kan.
03:11Dari subsidi macam-macam itu
03:12mereka udah menikmatinya terlalu banyak.
03:14mungkin kuartil desil 8, 9, 10
03:20itu menikmati berapa persennya?
03:23Saya lupa persennya,
03:24tapi cukup besar.
03:25Hampir 30 persen subsidi yang kita kasih.
03:28Jadi kalau yang mampu itu
03:30harus bayar sedikit ya gak apa-apa.
03:32karena mereka emang mampu.
03:50Saya gak tahu itu kan menteri SDM,
03:52tapi kan CC tertentu kan udah gak bisa pasti.
03:56CC gede kan udah gak bisa kan.
03:57Saya gak tahu itu detailnya.
03:59Tapi,
04:01saya asumsikan pasti ada kebocoran sedikit.
04:04Tapi selama bisa dikendalikan ya gak apa-apa.
04:07langsung gak gede-gede amat.
04:09Saya rasa sih bisa dikendalikan.
04:11Ada yang nanya juga kemarin,
04:12gimana tentang,
04:14kan di sini lebih mulai dibanding luar negeri,
04:16gimana cara kita mengatasi
04:19illegal exports BBM bersubsidi keluar.
04:23Ini kan kalau saya pikir sih gak mungkin.
04:25Sekarang udah susah.
04:26Karena saat gas PKH,
04:28ada angkatan alat yang ngawat terus di situ,
04:31biaya cukai juga lebih.
04:33Lebih bagus sekarang yang dibanding dulu ya.
04:35Tuh.
04:36Jadi,
04:37gak mungkin ketutup 100%
04:39tapi mereka akan semakin susah.
04:42Karena perintahnya clear,
04:44balang sendupan sikat.
04:46Kira-kira lagi.
04:47LPG?
04:53Maksudnya kendali dalam negeri?
04:56Anda misalnya Pak Bahlil itu.
05:04Nanti kita lihat angkanya dari bulan ke bulan.
05:08Kan sekarang kita bayar tiap bulan subsidi dan kompensasi kan?
05:12kalau kita...
Komentar

Dianjurkan