00:00Masih di Satu Bajan Forum, tadi sudah bersautan dan...
00:06Sorry nih, terlalu teoritis ya jadi debatnya ya.
00:08Gak apa-apa, saya mau ke Bung Manan dulu nih, kan temen saya satu-satunya disini sebagai Dewan Pers kan
00:13temen saya ya.
00:14Oh iya, sebagai media.
00:15Oh iya dong.
00:16Bung Manan, kan tadi Anda mengatakan sudah meresahkan jala-jala itu.
00:22Gak apa-apa, Dewan Pers kan memang kita menitipkan kemerdekaan Pers itu ada di Dewan Pers.
00:28Artinya dan itu sarana untuk menyeluruhkan informasi, dialektika, participasi publik dari semua tokoh itu ada di media.
00:35Terus kemudian kalau kita lihat, masa lalu kan kita lihat bahwa media ini digunakan oleh tokoh-tokoh seperti Tuhan Malaka,
00:42Cokro Aminoto dan sebagainya untuk alat perjuangan.
00:46Kalau makin kesini ada tanda-tanda yang disampaikan oleh Mas Ubet, Dewan Pers membaca seperti apa dan harus bagaimana sebetulnya
00:57pemerintah menyikapi situasi ini supaya kemerdekaan Pers sebagai tugas pokok dari Dewan Pers itu terjaga.
01:05Ya, saya ingin menggunakan kesempatan menyampaikan pandangan soal apakah Presiden Prabowo ini anti kritik atau tidak.
01:14Kan ada dua kemungkinannya, pertama adalah kalau dari pernyataan yang disampaikan,
01:22kan sebenarnya Presiden mengindikasikan terbuka terhadap kritik.
01:26Tapi yang jangan lupa dilihat adalah sinyal yang diberikan oleh Presiden itu seringkali tidak sinkron.
01:34Seperti tertibkan gitu, pengamat ditertibkan gitu.
01:37Kita kalau kita mengaku terbuka dengan kritik, kita kan biasanya mengatakannya, oke saya terima kritik.
01:46Bukan dengan nada tinggi dan membuat orang, ya sama seperti dengan mengatakan oke saya ikhlas,
01:52tapi menyodorkan pistol di depan meja.
01:56Itu yang pertama. Menurut saya itu sinyal yang...
01:58Apa ini mungkin gaya komunikasi ya?
02:00Pak Prabowo kan belakang.
02:01Saya pikir gini, Pak Prabowo kan memang bukan tipe...
02:04Pak Prabowo beda dengan Pak Jokowi pastinya.
02:05Pak Prabowo orang Banyumas, Jokowi orang Solo beda.
02:08Yang kedua, menurut saya juga bisa juga karena faktor bagian direction itu diterjemahkan.
02:17Jadi misalnya, apakah pernyataan itu dibaca dengan baik atau jalan-jalan dibaca sebaliknya.
02:24Kan saya kira ada kasus di mana kadang-kadang birokrasi di bawahnya itu overprotective terhadap Presiden,
02:32sehingga membuat orang melihat bahwa itu tindakan Presiden.
02:36Ambil contoh misalnya kayak ketika tahun lalu wartawan menanyakan soal MBG.
02:41Dan Presiden menjawab pertanyaan itu, tapi yang dilakukan oleh orang Biro Istana Kepresidenan adalah mencabut akses wartawan itu.
02:54Yang walaupun akhirnya dipulihkan.
02:56Kita nggak tahu apakah itu perintah dari Presiden atau jangan-jangan keingin dari aparat di bawahnya untuk melindungi Presiden yang
03:06itu membuat orang jadi curiga.
03:08Ini Presiden yang tidak mau dipetik, aparat di bawahnya.
03:12Kita tanya ke anggota kabinetnya.
03:13Benar anggota kabinetnya itu overprotective.
03:16Tanya bagaimana? Benar nggak yang disampaikan?
03:18Bahwa setelah menerjemahkan, nggak semua orang tahu bagaimana gaya komunikasi seorang Presiden Prabowo gitu ya.
03:24Tentu saja saya nggak bisa mewakili seluruh kabinet.
03:26Oh iya, paling tidak.
03:27Pastinya kabinet latar belakang kan juga latar belakang pendidikan, latar belakang keilmuannya, pengalaman, organisasiannya berbeda.
03:33Ada yang militer, ada yang sipil.
03:35Kalau boleh saya katakan alhamdulillahnya justru kabinet-kabinet yang mantan aktivis itu coba menerjemahkan pikiran-pikiran Pak Prabowo dan kita
03:47coba terjemahkan itu dalam aspek bahwa pikiran-pikiran Pak Prabowo sebagai seorang.
03:53Kami katakan Pak Prabowo bukan seorang liberalis pastinya.
03:56Beliau adalah seorang demokrat progresif dalam pengertian kami.
03:58Dialogokan progresif pun adalah ukurannya mencoba membawa kritik itu dalam pengertian masyarakat yang berdialog, berdiskusi, berdebat ya.
04:07Oke.
04:08Kedua, apakah Pak Prabowo kalau dari Mas Anam bilang soal gaya bicara, intonasi?
04:19Saya pikir kita nggak akan bisa masuk wilayah pribadi ya, karena itu udah gaya berbicara, mungkin karena beliau lama juga
04:25di tentara, tentu komando.
04:27Tapi kita jangan masuk pada wilayah-wilayah yang sifatnya trivial seperti itu.
04:32Nanti banyak banget yang bisa diproblemkan.
04:35Cuma saya kalau terlalu banyak diproblemkan, kesimpulannya jadi bagaimana harus menjatuhkan di tengah jalan, itu jumping logika yang tidak sesuai
04:42dengan kritis dan logis ini.
04:45Kritis iya, tapi tidak logis jadinya kan.
04:47Mas Dupet, kritis dihadapi dengan kritis dan logis gitu kan, tadi sudah dijelaskan bahwa dua itu.
04:54Anda?
04:56Sorry yang ini.
04:59Menjatuhkan ya, kemudian minta berhenti, impeachment, itu sebetulnya narasi yang dijamin oleh konstitusi.
05:07Kalau pasal 7A, 7B itu, menurut 45, itu bicara soal mekanisme impeachment.
05:15Tapi pasal 8, itu bicara soal berhenti atau diberhentikan.
05:19Jadi ketika warga negara menyampaikan aspirasi impeachment, aspirasi berhenti, itu sebetulnya adalah narasi yang sangat konstitusional.
05:29Apa otoritasnya, misalnya Bumbu Diman, kemudian melarang orang bicara soal berhenti, diberhentikan impeachment atau tidak impeachment.
05:39Sementara konstitusi membolehkan itu.
05:42Persoalan bahwa argumen impeachment atau berhenti itu perlu diperdebatkan, ayo kita perdebatkan.
05:49Misalnya dari sisi, ketika menata tangan di BOP itu, pelanggaran kepada pasal 13, misalnya.
05:59Apakah tidak cukup argumen, pelanggaran terhadap konstitusi itu adalah bentuk dari ruang yang memungkinkan proses impeachment dilakukan, misalnya.
06:10Tapi kan proses impeachment kan lama.
06:13Sebenarnya DPR ini juga disfungsi nih.
06:15DPR tidak memanggil.
06:17DPR tidak menjalankan fungsinya.
06:19Tidak menjalankan fungsinya.
06:21DPR tidak memanggil presiden untuk soal itu.
06:23Jadi saya juga kritik DPR ini.
06:25Presiden tanpa izin DPR, misalnya tanpa kemudian sedang DPR, kemudian langsung tangan-tangan.
06:29Jadi dari sisi itu kan itu perdebatan konstitusi yang rasional saya kira.
06:35Kalau kemudian ada seorang Sebel Mujani atau yang lain mengatakan ini bisa di impeachment.
06:40Atau cara yang konstitusional yang lain.
06:49Saya mengomentari posisinya Sebel Mujani ya.
06:54Harusnya dia yang menjelaskan bukan Anda.
06:58Mas, saya boleh masuk sedikit enggak ya?
07:01Saya coba supaya clear ya Mas Ubeid.
07:03Saya bacakan pernyataan Pak Seiful Mujani.
07:05Kebetulan saya catat, kesimpulan saya bukan pada prosedur formal impeachment.
07:11Akan tetapi konsolidasi untuk menjatuhkan Prabowo.
07:14Hanya itu.
07:15Kalau nasihati Prabowo enggak bisa, bisanya hanya dijatuhkan.
07:18Mas Ubeid saya mau koreksi.
07:20Kalau dalam kerangka hukum Mas Ubeid, hanya ada dua cara menjatuhkan Prabowo Subianto.
07:26Satu, secara politik melalui impeachment.
07:29Itu sudah diucapkan secara verbal oleh Presiden Prabowo.
07:33Silahkan impeachment.
07:34Poin kedua Mas Ubeid, melalui ketatanegaraan kepemiluan.
07:39Maka kalau menjatuhkan Prabowo, jangan pilih Prabowo di 2029.
07:43Kalau Mas Ubeid baca pernyataan Pak Seiful Mujani itu, bagaimana mendudukannya Mas Ubeid?
07:49Saya menonton lebih dari dua kali.
07:52Makanya perlu nonton juga ada kalimat di ujungnya.
07:55Mas Ubeid, semua yang bicara itu punya argumentasi, kritik yang disampaikan.
08:01Ada yang bicara soal ekonomi, hukum, geopolitik.
08:04Tapi ini tidak utuh melihatnya.
08:05Tapi tidak melompat simpulan.
08:07Nanti jawaban Mas Ubeid atas pernyataan dari kuningnya itu akan kita jawab setelah yang satu ini teteplah di satu majadu
08:15forum.
Komentar