- 6 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPASTV - Kuasa hukum Rismon Hasiholan, Jahmada Girsang, menjelaskan alasan terbitnya Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) dalam kasus dugaan ijazah Presiden Joko Widodo yang melibatkan kliennya.
Menurutnya, SP3 tersebut merupakan hasil dari proses penyelesaian perkara melalui mekanisme restorative justice.
Permohonan diajukan pada 3 Maret 2026 dan dilanjutkan dengan serangkaian klarifikasi serta pertemuan dengan penyidik Polda Metro Jaya.
"Proses berjalan secara kondusif hingga akhirnya penyidikan dihentikan," ujar Jahmada.
Ia menjelaskan, sejak 26 Februari 2026, Rismon memberikan kuasa penuh kepada dirinya setelah sebelumnya tergabung dalam tim advokasi yang lebih besar.
"Awalnya tim cukup besar, tapi kemudian dipilih pendampingan yang lebih fokus agar koordinasi lebih efektif," katanya.
Proses penyelesaian perkara juga melibatkan pertemuan dengan Presiden Jokowi di Solo sebagai bagian dari rangkaian restorative justice.
Jahmada menilai, kasus yang awalnya berangkat dari kajian ilmiah tersebut berkembang menjadi konflik personal di antara pihak-pihak yang terlibat.
"Awalnya ini isu ilmiah, tapi dalam perjalanannya menjadi konflik personal," ujarnya.
Dengan terbitnya SP3, proses hukum terhadap Rismon dalam perkara ini resmi dihentikan.
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Produser Konten: Yuilyana
Host: Yulian Indah
Video Editor: Novaltri Sarelpa
Coordinator Konten: Theo
Baca Juga Di Acara Retret, Prabowo Ajak Seluruh Ketua DPRD se-Indonesia Bersatu Meskipun Beda Parpol di https://www.kompas.tv/nasional/663773/di-acara-retret-prabowo-ajak-seluruh-ketua-dprd-se-indonesia-bersatu-meskipun-beda-parpol
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/663785/full-pihak-rismon-jelaskan-alasan-sp3-proses-restorative-justice-hingga-dinamika-kasus-ijazah
Menurutnya, SP3 tersebut merupakan hasil dari proses penyelesaian perkara melalui mekanisme restorative justice.
Permohonan diajukan pada 3 Maret 2026 dan dilanjutkan dengan serangkaian klarifikasi serta pertemuan dengan penyidik Polda Metro Jaya.
"Proses berjalan secara kondusif hingga akhirnya penyidikan dihentikan," ujar Jahmada.
Ia menjelaskan, sejak 26 Februari 2026, Rismon memberikan kuasa penuh kepada dirinya setelah sebelumnya tergabung dalam tim advokasi yang lebih besar.
"Awalnya tim cukup besar, tapi kemudian dipilih pendampingan yang lebih fokus agar koordinasi lebih efektif," katanya.
Proses penyelesaian perkara juga melibatkan pertemuan dengan Presiden Jokowi di Solo sebagai bagian dari rangkaian restorative justice.
Jahmada menilai, kasus yang awalnya berangkat dari kajian ilmiah tersebut berkembang menjadi konflik personal di antara pihak-pihak yang terlibat.
"Awalnya ini isu ilmiah, tapi dalam perjalanannya menjadi konflik personal," ujarnya.
Dengan terbitnya SP3, proses hukum terhadap Rismon dalam perkara ini resmi dihentikan.
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Produser Konten: Yuilyana
Host: Yulian Indah
Video Editor: Novaltri Sarelpa
Coordinator Konten: Theo
Baca Juga Di Acara Retret, Prabowo Ajak Seluruh Ketua DPRD se-Indonesia Bersatu Meskipun Beda Parpol di https://www.kompas.tv/nasional/663773/di-acara-retret-prabowo-ajak-seluruh-ketua-dprd-se-indonesia-bersatu-meskipun-beda-parpol
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/663785/full-pihak-rismon-jelaskan-alasan-sp3-proses-restorative-justice-hingga-dinamika-kasus-ijazah
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Penghentian proses penyidikan terhadap RHS menggunakan Undang-Undang No. 1 tahun 1981 tentang hukum acara pidana dan Perpol No. 8
00:09tahun 2021 tentang keadilan restoratif.
00:13Hal tersebut sudah sesuai dengan Pasal 5 Perpol No. 8 tahun 2021.
00:20Secara hukum, SP3 Rizmond Hasewalan jadi parut nih.
00:24Kita tahu, tidak lulus S3-nya, Iyamak Uci, dan itu sudah dibuktikan oleh malah justru teman-teman sebelah.
00:32Perkembangan terbaru kasus yang meribatkan Rizmond Hasewalan Sianipar memasuki babak baru setelah penyidik menerbitkan SP3 atau penghentian penyidikan.
00:41Namun di tengah keputusan tersebut, polemik justru belum juga meredah dan memunculkan berbagai pernyataan dari sejumlah pihak.
00:47Sudah bergabung dengan kompas di digital kuasa hukum dari Rizmond Sianipar Bang Jahmada Girsang.
00:53Halo, selamat pagi. 9 lewat 10 di rumah saya. Ini di rumah nih.
01:00Oke, Bang Jahmadi di sini.
01:02Sebelumnya kan Bang Jagir ini kan sempat mendampingi pihak Roy Suryo di Polda Metro Jaya.
01:09Nah sekarang Bang Jagir menjadi kuasa hukum Bang Rizmond.
01:13Ini sebenarnya apa sih yang melatar belakangi posisi Bang Jagir ini sekarang?
01:17Oke. Tadi siapa aku panggilannya? Yuli siapa?
01:20Yuli, Yuli Bang.
01:21Yuli. Yuli, aku cerita singkat dulu ya tentang latar belakangnya.
01:28Awalnya, waktu pelaporan Pak Jokowi 30 April 2025, tergabung dalam suatu grup besar.
01:36TAA, TAA, KKA.
01:39Tim Advokasi Antrikimulisasi Agandemisi dan...
01:43Apa itu namanya? Oke, letek lah ya namanya.
01:48Awalnya bergabung begitu.
01:50Kemudian 26 November 2025, itu terpisah dari yang besar itu mengerucut menjadi RRT.
01:59Rizmond, Roy, dan TIPA.
02:02Begitu ceritanya.
02:03Jadi hanya tiga orang yang menjadi kuasa.
02:06Aku dari awal, yang besar itu, waktu pelaporan Pak Jokowi sudah ikut di dalam.
02:14Kurang lebih puluhan orang lah, mungkin ada 50 orang kali.
02:17Tapi nggak semua terbit ke permukaannya.
02:19Tapi tercatat surat kuasa itu kurang lebih sekian orang lah.
02:23Aku lupa jumlah pastinya.
02:24Tapi banyak lah.
02:26Kemudian, dari yang besar tadi itu, TAA, TAA, AKAA.
02:33Singkatannya pun udah lupa aku.
02:34Maaf ya.
02:35Tapi Tim Antikriminalisasi Akademisi dan...
02:40Apalah itu namanya.
02:42Kemudian, 26 November 2025,
02:46mengerucut menjadi tiga.
02:47Roy, Rizmond, dan TIPA, disingkat RRT.
02:50Ya, semua udah terkenal dulu RRT.
02:53Itu kurang lebih berjalan berapa bulan.
02:57Akhirnya Rizmond mengerucut lagi.
03:00Bang, aku nggak mau banyak pengacara bang.
03:03Aku pusing.
03:06Pusing aku bang.
03:07Mendengar ini, ini.
03:08Apalagi mereka tampil di mainstream.
03:12Tidak koordinasi dengan saya.
03:13Ngomong yang di sana.
03:15A, sementara di hatiku adalah B.
03:18Begitu itu.
03:20Rizmond bilang,
03:21Bang, bang, aku mau memisah lagi bang dari RRT.
03:24Gimana?
03:24Tapi, abang wajib ikut saya.
03:26Nah, itu dia.
03:28Jadi, mulai sebelum 3 Maret,
03:32kalau nggak salah, tanggal 26 Februari 2026,
03:38dia tanda tangan kuasa ke saya.
03:40Ke saya artinya ke kantor saya saja.
03:42Jadi, semakin mengerucut, di kantor kan ada anak buah saya.
03:47Gitu loh.
03:48Jadi, tapi yang tampil hanya saya.
03:50Karena ini kasus-kasus yang sangat.
03:53Apalagi kita jaga bicara, dan sebagainya.
03:56Dan hati-hati gitu loh.
03:57Jadi, itu hirarkisnya, Yul.
04:00Jadi, dari besar itu tadi,
04:02mengecil menjadi 3 RRT,
04:05kemudian 26 Februari 2026,
04:09mengerucut tinggal Rizmond Haseholan Sianipar
04:12ke kantor saya.
04:14Di Kopsura saya tentunya.
04:16Itu awalnya.
04:17Atas pertanyaan Anda.
04:19Oke, bang.
04:20Oke, jelas ya?
04:21Jelas, bang.
04:22Oke, lantai.
04:23Menjagir kan sekarang ini Bang Rizmond Haseholan Sianipar
04:25mengantongi SP3 kasus ijazah Jokowi nih.
04:28Sangat disinggung juga soal upaya restoratif justice nih.
04:32Apakah SP3 ini berkaitan dengan itu,
04:36atau ini murni keputusan dari penyidik?
04:39Oh, begini.
04:39Yul, aku jelaskan dulu ya,
04:41apa yang disebut dengan mekanisme restoratif justice.
04:44Jadi, nggak salah.
04:46Aku ini termasuk pengacara yang sebenarnya
04:49kurang mau tampil.
04:50Maaf ya, bukan nggak mau tampil gitu.
04:51Tapi aku menjaga pembicaraan.
04:54Soalnya, bagi saya,
04:56semakin banyak bicara,
04:57semakin banyak kesalahan.
04:59Oleh sebab itu,
05:00sejarah Rizmond
05:02kuasa hukumnya hanya saya dan kantor saya,
05:05saya jaga semua anak-anak saya di kantor,
05:07tidak boleh,
05:08kecuali saya gitu loh.
05:09Jadi, biarlah orang bicara.
05:11Jadi, pertanyaan Anda tadi,
05:13di KUHAP yang baru,
05:14Undang-Undang 20 tahun 2025,
05:17itu Pasar 79 ada menyebut
05:20mekanisme restoratif justice.
05:23Oke?
05:24Oleh sebab itu,
05:26napas dari KUHAP kita yang baru ini,
05:29pengganti KUHAP yang lama,
05:31terbuka untuk perdamaian lah,
05:33bahasa sehari-harinya.
05:35Itu diorahkan,
05:36Pasar 79 secara umum,
05:38sampai ke Pasar 83,
05:40dan seterusnya.
05:42Oke.
05:42Kami ajukanlah itu.
05:44Nah, sesudah saya,
05:45kuasa hukum Rizmond sendiri,
05:47kami di sekolah-sekolah semakin intensif.
05:50Kapan saja,
05:52anytime saja,
05:53kami bisa duduk bersama.
05:54Ada kedai-kedai yang rosok-rongsok,
05:57ada KP-KP apapun itu,
06:00kami duduk berdua.
06:02Apa berduanya?
06:03Dia semakin fokus bicara ke saya.
06:06Dan memang,
06:07secara diakui,
06:08sejak tahun lalu,
06:10sejak laporan Pak Jokowi Dodo
06:12di Polda itu,
06:13dia memang maklum,
06:14maklum, kami satu daerah.
06:17Ya, sesama Batak,
06:19tuh, sesama daerah.
06:19Bukan kesukuan, ya maaf ya.
06:21Ini bicara tentang,
06:22tentang apa lho,
06:23tentang hati gitu lho.
06:25Kebetulan kami satu daerah,
06:27dan pengacara yang tergambung
06:29yang banyak tadi itu pun
06:30kembali ke awal itu,
06:31aku saja dari Sumatera.
06:33Lantas,
06:34yang menyangkut ijazah palsu ini pun,
06:38tekot-tekot,
06:38hanya dia sendiri,
06:40juga orang Batak lah,
06:41begitu ya.
06:42Akhirnya kami fokus,
06:45bicara-bicara,
06:46bicara-bicara,
06:47Bang,
06:49ya,
06:50udah perjuanganku udah setahun, Bang,
06:52bahkan udah lebih,
06:53sebelum laporan Pak Jokowi,
06:54kan udah gunjang-gunjing ini kan,
06:56sudah sangat luar biasa gitu loh,
06:59jauh sebelumnya.
07:01Saya bilang,
07:03Anda,
07:04mau apa?
07:05Nah, gitu kan.
07:06Karena udah bicara,
07:07berdua-dua itu enak.
07:11Saradawang gimana?
07:13Katanya ke saya.
07:15Kalau saya,
07:17saya seorang mediator,
07:20don't forget about that,
07:21saya seorang mediator,
07:23sejak tahun 90,
07:25Anda belum lahir.
07:26Saya udah dilatih seseorang,
07:29menjadi negosiator,
07:31dulu namanya,
07:31sekarang menurut terma 1-2026,
07:34Peraturan Mahkamah Agung,
07:36nomor 1-2016,
07:38disebut mediator.
07:40Dan saya tinggal,
07:41mencertifikatkan,
07:42saya sekolah lagi,
07:44kenap lah saya,
07:45mediator,
07:46non-hakim namanya.
07:48Jadi pekerjaan saya,
07:49profesi saya,
07:50dipakai di pengadilan Jakarta Pusat,
07:51Jakarta Utara,
07:52dan pengadilan lain.
07:53Oke,
07:54lanjut lagi,
07:56saya bilang,
07:58kita diskusi serius nih, Bang.
08:00Aku sekarang,
08:01tinggal berdua dengan Bang.
08:04Saya bilang langsung,
08:06kenapa kita,
08:08tidak tempuh,
08:10pasal 79,
08:11dan seluruhnya,
08:12KUHAP yang baru.
08:14Terbuka,
08:15mekanisme,
08:16restoran apisiasis.
08:18Waduh Bang,
08:20Tadinya dia bilang,
08:22tidak terpikir,
08:23tau kan gayanya,
08:24respon selama ini,
08:25waduh,
08:26luar biasa kan.
08:28Jadi tidak semua orang,
08:30Yuli,
08:30aku katakan,
08:31tidak semua orang bisa,
08:32menyentuh hatinya.
08:36Saya bukan bangga,
08:38bukan menyombongkan pribadi ya.
08:40Tidak semua orang bisa,
08:44mengadamkan,
08:45mengamankan,
08:46mengambil hati,
08:47seorang Rismond,
08:48Hasiholansianipar.
08:51Intinya,
08:52di Polda,
08:52kan masih wajib lapor,
08:54saat itu kan,
08:55bolak-balik,
08:56tiap minggu,
08:56kalau nggak selasa,
08:57Kamis,
08:58pokoknya,
08:58dia tertip sekali,
09:00dan selalu saya sertai,
09:02saya tidak pernah membiarkan dia,
09:04kemanapun,
09:05sendiri.
09:07Dan,
09:08pada saat tertentu,
09:10kebetulan,
09:11nah ini,
09:11barangkali udah,
09:12apa namanya ya,
09:13apa namanya,
09:14the Lord will stay in it to where we will go,
09:17gitu loh,
09:17bagi saya ada istilah itu.
09:19Ya.
09:21Penyidik,
09:22salah satu,
09:23aduh,
09:24kenapa restoratif aja gitu loh,
09:26secara-canda.
09:29Secara-canda sebenarnya,
09:31sanda gurau,
09:32penyidik ini udah akrab dengan kami setahun.
09:35Ya,
09:36saya sebut,
09:37Mas Teguh lah,
09:39itu Teguh,
09:40yang mengkoordinir,
09:42sejak penyidikan,
09:44penyidikan sampai tersangkat.
09:46Lantas,
09:47trismen ke saya,
09:48Bang,
09:49tadi,
09:50Mas Teguh kok singgung begitu ya,
09:53apa artinya?
09:54Oke,
09:55saya follow up.
09:59Saya follow up.
10:00Jika sudah ada ibaratnya,
10:02bunga-bunga ibaratnya,
10:04Yul,
10:04di kampung kita itu,
10:05udah mulai set gitu,
10:07aku lanjutkan.
10:09Dan aku menghadap langsung ke penyidik.
10:13Begitu-gitu gimana?
10:14Gitu.
10:15Oke Yul,
10:15jangan kepanjangan,
10:16kau tanya dulu,
10:17kepanjangan aku nanti.
10:19Tidak seru.
10:21Lanjut, lanjut.
10:22Oke, Bang,
10:22kan ini tapi dengan terbitnya SP3 ini kan,
10:25pasti publik juga bertanya-tanya ya,
10:27Bang.
10:27Apakah ada komunikasi juga nih,
10:29yang terjadi dengan pihak Bang Rismond
10:33dan Pak Jokowi,
10:35sebelum atau sesudah keputusan ini?
10:38Ternyata dulu,
10:39di tanganku ya.
10:41Di tanganku udah ada tuh ya.
10:44Oke, pertanyaanmu sebentar,
10:46aku merundung dulu.
10:48Oke,
10:49sesudah itu,
10:50tanggal 3,
10:52Maret,
10:542026,
10:56saya,
10:58mengajukan permohonan restoratif jastis,
11:01dikop surat kantor saya,
11:02Jawa Madagiri,
11:03sangat partner,
11:05saya tanda tanganin,
11:06dan saya berpikir,
11:07Rismond harus tanda tangan juga.
11:09Biasanya,
11:10kalau udah dikuasakan,
11:11boleh dong saya,
11:11tapi saya berpikir,
11:13ini urusan yang sangat penting,
11:15Rismond saya suruh tanda tangan,
11:17sebelah kanan,
11:18menjadi tujui,
11:18kami ajukanlah.
11:20Oke,
11:21disitulah awalnya,
11:22sebelum nanti ke Solo,
11:24tanggal 3,
11:25Maret,
11:252026,
11:28tanggal 11,
11:29kami dipanggil,
11:31cepat ya,
11:32seminggu prosesnya,
11:34dipanggil oleh,
11:36tim penyidik lah,
11:38mulai dari yang terendah,
11:39sampai tertinggi.
11:41Oke,
11:42kami dipanggil berdua,
11:43korban khusus,
11:45mengkonfirmasi,
11:47yang ditanya,
11:48waktu itu Rismond,
11:50salah satu penyidik,
11:51saya gak perlu sebut nama mereka,
11:53tapi,
11:53waduh,
11:54baik-baik sembuhan ya,
11:56polisi kita sekarang,
11:57penyidik sekarang itu,
11:59sangat-sangat,
12:00apa namanya,
12:01oke,
12:02singkat saja,
12:04salah satu penyidik,
12:05mengatakan,
12:06ini penjabat di Polda ya,
12:09sesudah di ruangannya,
12:10berdirilah penyidik ini,
12:12di depan Rismond,
12:13wah saya juga agak ngeri gitu,
12:15ada apa,
12:16menyedurkan tangan,
12:20Bang Rismond,
12:21serius nih suratnya,
12:23Rismond juga gak respon cepat,
12:25dia lihat saya juga,
12:27saya bilang,
12:28silahkan,
12:29didengar,
12:31serius kata Rismond,
12:32dijabatlah erat tangan Rismond,
12:34hasil hola Sianipar,
12:36aku bicara apa adanya ya,
12:39jabat sekali dengan,
12:40wajah sedikit yang,
12:43apel atar haru,
12:44dan sebagainya,
12:46kata penyidiknya,
12:47jika demikian,
12:48kita proses,
12:49itu tanggal 11,
12:51yuk,
12:52dan,
12:53saya sempat bertanda,
12:56kemandan,
12:56jangan hanya dia yang disalam,
12:58karena kita cuma bertiga,
12:59di ruangan itu,
13:00saya juga dong ya Bang,
13:01oh iya ya Bang,
13:02oh iya sorry Bang,
13:03saking serius ya,
13:05jadi fokusnya antara Rismond dengan penyidik,
13:07oke,
13:08itu tanggal 11,
13:11selesai,
13:12ulusan tanggal 11,
13:13eh,
13:14tanggal 11,
13:15kita pindah ke satu ruangan,
13:17yang lebih serius,
13:19di Polda Menterjaya,
13:20tingkat pimpinan tentu,
13:23sesudah,
13:24konfirmasi,
13:24fix,
13:25Rismond akan,
13:26sudah mengajukan,
13:27tertulis,
13:28dan saya kuasa hukumnya,
13:29ikut bertanggung jawab,
13:31dirancanglah ke Solo,
13:34semua dirancang ke Solo,
13:36besoknya tanggal 12,
13:38pukul 12.20,
13:40terbang dari Bandara Soekarno-Hatta,
13:43menuju Solo,
13:45terjadilah pertemuan itu,
13:47dengan Pak Jokowi,
13:48aku singkat aja,
13:48sebenarnya banyak,
13:50banyak irama-iramanya,
13:52tidak sekampang,
13:53seperti kamu terbang ke Solo,
13:55enggak,
13:55ini penuh dengan protokoler,
14:01protokoler,
14:02you know,
14:02you tau kan artinya protokoler gitu,
14:04ini resmi lah,
14:05resmi,
14:06apa,
14:06bukan hanya berdua,
14:08tapi ada tim,
14:10ada yang mengarahkan,
14:11bahkan ya,
14:13jangan sampai Rismond ini,
14:15membatalkan lah,
14:16betul ya,
14:17kan bahaya,
14:18berarti sudah ada komfirmasi dari Solo,
14:20bahwa jualan Rismond itu,
14:22sudah diterima,
14:23oleh sebab itu,
14:24pas kami diberangkat,
14:26sampai di Solo,
14:27terjadilah itu,
14:28tidak usah ada ulang,
14:29sudah tersebar beritanya,
14:31segala macam,
14:32tapi ada satu,
14:34yul,
14:34kukatakan,
14:36katakanlah,
14:37hal yang baru,
14:38sesudah,
14:39ketemu dengan Pak Jokowi,
14:40tanggal 12 itu,
14:42begitu kami balik ke hotel istirahat,
14:44membalik ke Jakarta,
14:45ada informasi baru,
14:47dari tim protokoler,
14:49mengatakan,
14:50Bang Gersang,
14:50turun ke lobby,
14:52siap,
14:54apa dan,
14:55turun ke lobby saja,
14:56tidak usah buka baju,
14:58tidak usah mandi,
14:59dan sebagainya,
15:00ada apa lagi,
15:01saya pikir balik lagi,
15:02ke rumah Pak Jokowi,
15:03gitu loh,
15:04karena itu kan bulan puasa,
15:05saya pikirkan,
15:06mungkin buka puasa,
15:07tapi,
15:08besok pukul 10,
15:10kita harus sampai,
15:12di kantor,
15:13wakil presiden,
15:15yaitu Mas Gibran,
15:16Rata Buming Rata,
15:18wah,
15:19ini di luar skenario kami,
15:21saya bilang Rismon,
15:22saya kato kamarnya,
15:23eh,
15:24le,
15:24le,
15:24aku panggil le,
15:25kan orang Batak,
15:26le,
15:27bangun,
15:27bangun,
15:27bangun,
15:28kenapa le,
15:29aduh,
15:30aku nggak sempat diserah,
15:31sama aku 2 hari nggak tidur,
15:33oke,
15:33ada perintah baru,
15:35pakai baju,
15:35kita ke bawah,
15:36jadi aku sama dia,
15:37tegas dalam arti halus,
15:39gitu loh,
15:40jadi nggak semua,
15:41bisa berkata seperti,
15:42kalau orang lain,
15:43berkata seperti itu,
15:44bisa tempeleng sama dia,
15:47as you know ya,
15:48Rismon itu,
15:49dibilang unik,
15:50luar biasa,
15:51tapi,
15:52kalau kita tahu mentaks dia,
15:54ada apa bangkatnya,
15:56ke bawah,
15:57kita berangkat ke Jakarta,
15:59wah,
16:00ke mana,
16:01besok jam 10 pagi,
16:03kita harus,
16:04sampai,
16:05di istana,
16:06wakil presiden,
16:08Mas Gibran,
16:09Raka Buming Raka,
16:11wah,
16:12itu kan di luar skenario kita bang,
16:14di luar skenario kita,
16:17atau tidak,
16:18pasti ada hubungannya,
16:19dengan pertemuan kita,
16:20barusan,
16:21dengan Pak Jokowi,
16:23oke,
16:23jagoan aja,
16:24kita ke Lombi,
16:25wah,
16:26bertemu lah dengan tim,
16:28tim protokler ya,
16:29nah,
16:30udah tau,
16:30tim protokler yang,
16:31apa namanya,
16:32mengawal,
16:33apa,
16:33segala macam,
16:35resmi,
16:35wah,
16:36sibuklah,
16:37mereka mencari,
16:39tiket pulang,
16:40dari Solo,
16:40penerbangan kan nggak,
16:41seperti dari kota-kota lain,
16:43jam 6 kayak ya,
16:44nggak,
16:45udah selesai,
16:45nggak ada balik ke Jakarta,
16:47akhirnya,
16:49singkatnya,
16:50terpasang naik kereta api,
16:53kereta api eksekutif,
16:54jam 11,
16:5520,
16:57malam dari,
16:58Solo,
16:59naik kereta ke Jakarta,
17:01sampai di Jakarta,
17:03pukul 8,
17:04kita masuk lagi ke satu,
17:06penampungan,
17:07atau hotel apartemen itu,
17:09di sana,
17:10di terkenakan resmi,
17:11bahwa,
17:11jam 10 ini,
17:13kita ditunggu oleh,
17:14wakil presiden,
17:15di sana,
17:16wakil presiden,
17:18sementara itu tuh,
17:19Jul,
17:19jangan kamu,
17:20jangan aku aja yang bicara,
17:22kamu tanya juga,
17:23ya,
17:25terkesima,
17:26terkesima dirimu tuh,
17:29oke Bang Jagir,
17:31di,
17:32Youtube saya,
17:33ya,
17:34Roy Story Official,
17:35ya,
17:36saya menanya perkas,
17:37bahwa,
17:37saya tidak perlu yang,
17:39nah,
17:39teman-teman kompas mungkin bertanya,
17:41loh,
17:41apa kok zombie,
17:42ya,
17:43karena sebenarnya yang bersangkutan itu,
17:44kan kita tahu,
17:46tidak lulus S3 nya,
17:47Yamaguchi,
17:48dan itu,
17:49sudah dibuktikan oleh,
17:50malah justru teman-teman sebelah,
17:52ya,
17:52itu ada tiga orang,
17:53berangkat Yamaguchi,
17:54kemudian mendapatkan,
17:55kakak,
17:56kakak,
17:56tersebut,
17:56dia tidak lulus,
17:57tidak lulus S3,
17:58dan tidak mendapatkan S2,
18:00jadi kebohongannya tuh,
18:01ada dua di pendidikannya,
18:03nggak daftar S2 di sana,
18:04dan tidak lulus S3 nya,
18:05kembih juga,
18:06dia bohongnya apa,
18:07karena dia udah nuliskan,
18:08nama dia itu sebagai dokter,
18:11ya,
18:11ini aman nih,
18:12niknya sudah saya hilangkan,
18:14jadi dia dokter,
18:15jadi ini pembohongan publik ini,
18:17dokter,
18:17kemudian M.
18:18M.
18:19M.
18:19M.
18:19itu adalah gelar yang harusnya diperoleh di Jerman,
18:22ya,
18:23bukan di Jepang,
18:24ya,
18:24atau di UGM,
18:26jadi itu bohong lagi,
18:27dan yang paling fatal,
18:28yang menurut teman-teman dari sebelah adalah,
18:31bahwa karena dia tidak lulus,
18:33dia ditageh,
18:34dia siswanya,
18:35suruh mengembalikan,
18:37dari Nobuku apa gitu,
18:40ternyata dia nggak bisa ngembalikan,
18:42dia tidak berusaha untuk membayar,
18:44gitu,
18:45tapi dia justru mangkir,
18:46dan malah membuat surat,
18:48surat kematian,
18:50seolah-olah,
18:51si Omon ini sudah tidak ada,
18:53sudah meninggal,
18:54jadi nggak perlu lagi bikin,
18:55nggak perlu lagi bayar,
18:56ini kan jahat banget gitu loh,
18:58artinya apa ya,
18:59saya nggak habis berpikir,
19:01kenapa orang-orang yang berani,
19:04mematang dirinya sendiri gitu loh,
19:05kalau bahasa Jepangnya,
19:06arah kiri gitu,
19:08tapi ini dibuatkan surat,
19:09nah itulah kemudian,
19:11yang dikejar oleh pihak Sono,
19:14supaya apa,
19:15supaya dia balik.
19:17Roy Surya itu kan mengatakan,
19:18kasus ini sudah bergeser dari perdebatan ilmiah,
19:21keserangan personal nih Bang,
19:23dari sisi Bang Jagir nih,
19:24apakah ini masih soal ilmiah,
19:26atau sudah sepenuhnya konflik personal nih Bang?
19:29Yul, aku katakan,
19:31ini perkara yang serius ya,
19:32saya bilang besar-besar,
19:34saya bilang serius-serius,
19:35saya bilang itu influence masyarakat kita secara besar ya,
19:41siapa yang mau katakan?
19:42Perang Iran dengan Israel pun tertutup karena berita ini,
19:46ya, bukan tertutup lah,
19:48ya bangim-bangilah ya,
19:50jadi begini,
19:51saya menjelaskan,
19:53jadi antara mereka ini,
19:55dulu,
19:56ada satu kasus sebenarnya juga bersebarangan,
20:01tapi,
20:02di dalam buku Jokowi paper,
20:05JWP,
20:07mereka bergabung,
20:09Tiva,
20:10Roy,
20:11dan Rismond.
20:12Saya katakan,
20:13tadi malam juga di Polda,
20:14kami kompres,
20:15di dalam buku JWP itu,
20:17Rismond karyanya 70% lah,
20:20480 halaman,
20:22Roy,
20:2448 halaman atau berapa,
20:26ya tiba ratusan halaman,
20:28jadi sebenarnya,
20:29mainstream dari buku Jokowi paper itu adalah Rismond,
20:34tapi Rismond ini memang baik,
20:36kurangnya dulu digabungkan seperti itu,
20:38ya oke aja,
20:39tapi tiba-tiba sekarang,
20:41satu buku itu,
20:42jadi pecah,
20:43nah pertanyaanmu tadi,
20:45kenapa menyinggung pribadi,
20:48ya saya tidak tahu siapa yang mulai,
20:50tapi yang jelas,
20:51siapa yang paling suka,
20:52tampil di muka umum,
20:54berkuar-kuar,
20:55berkuar-kuar,
20:56termasuk saya disebut,
20:58pengecut,
20:59dan saya disebut juga pengihara,
21:01termasuk Rismond,
21:03biarkan saja,
21:04saya bilang Rismond,
21:05biarkan saja,
21:06anjing bongkong-kong kapilah berlalulah,
21:08bagi kita,
21:09the most important thing,
21:10yang utama,
21:11kita sudah ketemu,
21:14yang utama adalah,
21:16Bapak Joko Widodo,
21:18di Solo,
21:18tanggal 12,
21:19dan tanggal 13,
21:21dengan,
21:22Bapak atau Mas,
21:23Gibran,
21:25Raka,
21:25Bumi Ngeraka,
21:26oke pertentangan terus,
21:27saling cahit mengkaki,
21:29saling cahit-cahit itu,
21:31menjelekan segala macam lah,
21:32membocorkan masing-masing,
21:33kelemahan masing-masing,
21:35menurut saya,
21:36selaku praktisi hukum biasa,
21:38tadinya,
21:40satu,
21:42kumpulan sekarang pecah,
21:44pasti,
21:45saling menjelekan,
21:46satu dengan lain,
21:47mengatakan siapa diri yang pembentang,
21:49tapi apa,
21:50tentu karena klien saya adalah Rismond,
21:52saya berdiri dari pihak Rismond,
21:54waktunya buku itu adalah,
21:56bagian besar 480 halaman,
21:59adalah tulisan Rismond,
22:01yang lain,
22:02Sipa dan Roy Surio,
22:05nah kalau dia mengatakan bahwa,
22:06buku itulah karya saya,
22:08salah apa tidak,
22:09logiknya kita berkata,
22:11waduh,
22:12ibaratnya,
22:14perumpamaan gitu loh,
22:161 liter air,
22:18ternyata 70% isinya,
22:22air itu,
22:23karya seseorang,
22:24boleh dikatakan,
22:25ini perumpamaan saya,
22:27itu ya,
22:27minuman saya doang gitu loh,
22:29nah jadi sekarang,
22:30sudah memuncak,
22:32mantara,
22:34becercaan,
22:35atau hinaan,
22:36satu dengan yang lain,
22:37tapi Rismond pun sudah mulai berteriak,
22:39karena SP3 nya,
22:41sudah dipegang,
22:43sebelumnya dipegang kemarin,
22:45saya bilang cooling down,
22:47takutnya mengganggu,
22:48tapi kalau sudah keluar,
22:49terserah dirimu,
22:50mau atakan apa,
22:51karena perkara mereka ini adalah,
22:54selain jasa palsu awalnya itu,
22:57mainstreamnya,
22:58juga kini kan menyangkut ilmiah,
23:01Rismond jangan dilawan soal ilmiah,
23:04AI,
23:05image processing sebagainya,
23:07iya,
23:08jangan dilawan,
23:10nah oleh sebab itu,
23:12terjadi pertikaan-pertikaan sampai sekarang ini,
23:15sampai ke pribadi juga gak apa-apa,
23:17saya bilang Rismond juga,
23:18ya bilang,
23:19lawan aja sesuai dengan,
23:21apa,
23:21sesuai dengan kebawaanmu,
23:24ya yang penting kita sudah pegang definitif,
23:26secara hukum,
23:28SP3,
23:29Rismond hasil olansi di perut,
23:30nih,
23:31lihat tuh,
23:33kan juga ada nih,
23:35sejumlah tuduhan Bang,
23:36yang disampaikan,
23:37roisurya terkait latar belakang akademik Bang Rismond nih,
23:41apakah Bang Jagir ini,
23:44melihat ada sebagian-bagian dari,
23:46strategi hukum atau,
23:47serangan personal?
23:48Oh iya,
23:49ya pasti Yul,
23:50pasti,
23:51ibaratnya kamu dengan saya,
23:52Bu,
23:52tadinya bersahabat,
23:53tiba-tiba pecah kapalnya,
23:56apapun yang ada dipegang,
23:57ibaratnya dalam perahu itu,
23:59mau itu,
24:00sekoci,
24:00mau apa ke,
24:01itu dipegang,
24:02itu udah teori,
24:03basic manusia,
24:05dalam,
24:06pertentangan gitu,
24:07ya kalau merosot kamu di jurang,
24:10ya enggak,
24:10pegang kayunya,
24:11daun-daun pun kamu pegang,
24:13itulah kurang lebih kiasan dari saya,
24:15oke,
24:17ya kita tidak pungkiri,
24:18ada,
24:19pihak tertentu yang melaporkan,
24:22Ijah Sarismond dari Mbak Guji,
24:24bla bla bla,
24:25saya katakan,
24:27saya kuasa hukumnya dia,
24:28saya tahu apa yang terjadi,
24:31intinya,
24:32tidak ada masalah,
24:34lantas,
24:35Pak JK,
24:36jangan salah ucap ya,
24:38Pak JK atau Pak Jusumkala,
24:39melaporkan juga,
24:42kamu tahu,
24:43video yang dimanipulasi itu,
24:47atau di edit itu adalah video,
24:50malam hari sebelum kami ke Solo,
24:55dan itu kata-katanya normatif,
24:58untuk kristal beratih,
24:59sekarang di situ ada yang mengatakan,
25:015M,
25:0350M,
25:04video itu adalah,
25:06hasil editan AI,
25:09jadi,
25:09itu sekarang di manfaatkan mereka,
25:11eh,
25:11orang yang suruhnya memang,
25:12kadang mengerti hal ini juga,
25:14dia bilang itu AI,
25:15tapi yang lain,
25:16sudah sampai ini,
25:17segala macam,
25:17intinya,
25:18masih banyak hal yang lain,
25:19apa jawaban saya,
25:20pertanyaan kamu,
25:22biarkan saja itu,
25:23kita bekerja,
25:25kita bekerja step by step,
25:26yuk,
25:27ya,
25:28saya,
25:29manusia ini tanpa masalah,
25:31di hutan saja,
25:32kalau tidak ada masalah,
25:34hidup lah,
25:35kalau di hutan,
25:36kalau tidak ada masalah,
25:38sepanjang kita masih,
25:40berinteraksi dengan manusia,
25:42kemungkinan salah itu,
25:44pasti ada,
25:45nah,
25:46untuk Rizmond,
25:47dan,
25:48Rauh Isuryo,
25:49ya,
25:50masing-masing saling menggoyang lah,
25:51yuk tau,
25:52nggak perlu saya sebut,
25:53perkara yang dulu,
25:55puluhan tahun yang lalu,
25:56mereka juga berselisih,
25:57di pengadilan,
25:59tentang satu,
26:00kasus yang besar dulu,
26:01aku nggak sebut namanya ya,
26:04ya,
26:05kebetulan,
26:05dan sekarang,
26:06kembali lagi ke arah itu,
26:07di pengadilan nanti,
26:09Rizmond akan menjadi saksi,
26:11yang terbalik,
26:11artinya,
26:13ya,
26:13berlawanan dengan,
26:15ya,
26:16Roy dan Tiba,
26:17mudah kali ya,
26:17saya nggak sebut nanti artinya apa,
26:19tapi yang jelas,
26:20Rizmond sudah siap menjadi saksi,
26:22jika perkara ini,
26:24perkara jasa parasu ini,
26:25akan masuk ke pengadilan,
26:27itu salah satu,
26:28syarat yang dia akui,
26:30bukan perintahan loh,
26:31dia mengusurkan diri,
26:34sangking sirusnya,
26:35dia akan bongkar semua,
26:36gitu,
26:37begitu Yul,
26:38jadi,
26:39nggak usah kuatir,
26:39ya,
26:41oke Bang,
26:43kalau soal,
26:45menurut Bang Jagir nih,
26:46melihat laporan yang diajukan oleh Pak Yusuf Fala nih,
26:48di Balas Game Polri,
26:49itu gimana Bang?
26:51Waduh,
26:51gampang,
26:52saya katakan,
26:53saya bukan remehkan ya,
26:56seharusnya,
26:58saya praktisi udah 20-an tahun,
27:00saya bilang,
27:01karena tadi,
27:02tahun 90,
27:041990,
27:05saya udah kerja,
27:06tapi belum advokat,
27:08udah kerja di satu kantor,
27:10pengacara yang paling mantap,
27:11pinter,
27:13dan namanya legal action itu,
27:16itu diawali,
27:18oleh somasi seharusnya,
27:21somasi satu,
27:23somasi dua,
27:24itu namanya legal action normal,
27:28ini tidak ada,
27:29tiba-tiba,
27:29prismon dilaporkan,
27:30kalau saya bilang,
27:31kuasa hukum dari sana,
27:32saya sengasuh pertamanya ya,
27:34ngerti gak sih,
27:36ngerti gak sih,
27:37namanya legal action itu apa,
27:39mengerti gak sih,
27:39cara menangani perkara,
27:41baik perdata,
27:42baik pidana,
27:43seperti apa,
27:44somasi dulu,
27:45dan biasanya,
27:46di kepolisian,
27:47kalau kita melaporkan sesuatu,
27:50ditanya dulu,
27:51eh sudah disomasi minum,
27:53kalau enggak,
27:55biasanya disuruh pulang,
27:56somasi dulu,
27:59saya katakan,
28:01prismon kasih oleh Canibar,
28:02tidak pernah mendapat somasi,
28:05sekarang apa yang terjadi,
28:07justru mereka mengatakan,
28:08meminta prismon yang mengkonfirmasi,
28:11backshend gak cara itu,
28:14saya katakan,
28:15saya sebenarnya galak loh,
28:17cuman tampil,
28:19sebenarnya saya itu bekas dari situ,
28:21bicara bahwa jangan dilawan,
28:23orang batak,
28:24gitu loh,
28:25bayangkan sekarang,
28:27prismon justru yang disuruh,
28:28mengkonfirmasi video itu,
28:30belum buat apa,
28:31dia gak lakukan,
28:32kurang kerjaan dong prismon,
28:34orang pinter kayak gitu,
28:35apalagi saya kuasa hukum,
28:37yang menurut,
28:37biar ini aja,
28:38tapi satu hal,
28:40jika itu nanti ditolak,
28:42oleh Pak Rezkin,
28:44baik SP2HP atau SP3,
28:46karena sudah 100%,
28:48saya katakan,
28:49itu AI,
28:50AI,
28:52tidak pernah rismon menyebut,
28:53angka-angka itu,
28:55video aslinya,
28:56bahkan ada di Polda Maturjaya,
28:58jika itu terbukti nanti,
29:00tidak,
29:02memenuhi unsur,
29:03sebagai laporan polisi,
29:05tunggu,
29:06Jamada Girsang,
29:07akan bertindak secara hukum,
29:09ingat itu,
29:11kami diam-diam aja dulu,
29:12kami fokus SP3 ini dulu,
29:14sudah selesai SP3 nya,
29:16oke,
29:16kalau ada kerjaan lain,
29:20bahasa Sumatera ya,
29:21riba saja,
29:24oke,
29:25Bang,
29:26kemarin kan juga,
29:26Rasulnya juga sempat,
29:28bilang,
29:29kalau Bang Jagir,
29:30Bang Rismon ini,
29:32sengaja menjauhi,
29:32kerakannya dahulu,
29:33dan mengganti nomornya itu,
29:35benar apa gak sih Bang?
29:37oh,
29:38begini,
29:39siul,
29:41Rismon ini,
29:41telepon mungkin sehari ya,
29:43bisa sampai ribuan lebih lah,
29:46dia pusing,
29:48ya jadi salah satu,
29:49strategi kita,
29:51ganti nomor,
29:52atau gimana lah,
29:53atau ini,
29:54artinya dia mengalibi dulu,
29:56agar,
29:56karena dia konsentrasi,
29:58dari restoran tembiasis ini,
30:00ada dua tugasnya,
30:01ya,
30:02ada dua tugasnya,
30:04kita sudah tahu kan,
30:05salah satu,
30:06akan,
30:09memberitahukan,
30:10sebenarnya,
30:11penelitiannya,
30:12atas,
30:13buku,
30:14JWP,
30:14JWP,
30:15dan,
30:16buku,
30:18Gibran and Game,
30:19jadi dia konsentrasi,
30:20makanya kadang-kadang dia pulang,
30:21ke kampung,
30:23kembali ke sana,
30:24konsentrasi,
30:24tidak mau dikontak,
30:25kecuali saya,
30:26tapi tetap,
30:28kontak,
30:28tetap,
30:28tetapi dia,
30:29gak mungkin tidak punya HP kan,
30:31dia juga ada perlu,
30:32dengan keluarga,
30:33dengan apa itu,
30:34kalau setelah itu,
30:35ya silahkan,
30:36tambah nomor,
30:37segala macam,
30:37bukan ganti nomor,
30:38nomornya tetap sama,
30:39cuman,
30:40dia jago kan,
30:41gak semua orang bisa,
30:42masuk ke nomor HPnya,
30:44itu jagonya dia lah,
30:46kalau saya gak ngerti,
30:47ya pakai HP ini aja,
30:48mencetnya susah saya,
30:50oke,
30:51lagi,
30:51apa?
30:53Bang Jagir kan,
30:54Bang Rizmo nih,
30:55sempat menyampaikan,
30:56akan mengembirkan buku ya,
30:57terkait,
30:58temuannya ini,
30:59sejauh ini bagaimana Bang,
31:00progresnya?
31:01Ya,
31:02oke,
31:03saya kasih tahu,
31:04estimasi dari penerbitan dua buku itu,
31:09buku pertama,
31:10yaitu,
31:11yang menyangkut,
31:12Jokowi White Paper,
31:13akhir Mei ini,
31:15harus selesai,
31:16bayangkan,
31:18bayangkan,
31:19dia mau nyusun lagi,
31:20kurang lebih,
31:21ratusan halaman,
31:22harus selesai,
31:23oleh sebab itu,
31:24sebenarnya dia tidak mau diganggu,
31:26tapi karena urusan ke Kolda,
31:27kami harus setiap hari kan,
31:29perkembangannya,
31:30hasil RJ ini,
31:31yang menelorkan,
31:33SP3 ini,
31:33kolak-kolak,
31:34dan sebentar lagi,
31:36habis Jumata pun,
31:37kami harus ke sana lagi,
31:38ya kami dibanggil di reskrim,
31:41di reklimum,
31:42Pak Iman,
31:44Pak Iman ya,
31:46untuk sesuatu hal,
31:47barangkali,
31:48mungkin nanti kompres secara resmi,
31:49karena saya minta,
31:50tiga hari terakhir ini,
31:53Pak diskrim,
31:54Pak Iman itu,
31:55belum sempat,
31:57mengkompreskan ini,
31:58akhirnya kami,
31:59kompres sendiri-sendiri gitu loh,
32:01nah hari ini,
32:01barangkali nanti kompres bersama,
32:03atau gimana,
32:03yang benar,
32:04aku sudah siap,
32:05ready to go to the,
32:06the Polda gitu loh,
32:07jadi,
32:08buku kedua,
32:09akhir tahun,
32:10harus selesai juga,
32:12sebenarnya,
32:12itu tidak dikatakan,
32:14secara definitif,
32:15dalam perjanjian itu,
32:16tidak secara ekspresif,
32:18tapi,
32:18Rizmond,
32:19punya hati yang baik,
32:20aku selesaikan ajalah,
32:21toh aku sudah berdamai,
32:23aku sudah dimahakan,
32:24dimahakan Pak Jokowi,
32:26dimahakan Pak Gibran,
32:28sekarang,
32:28what should we do,
32:30apa yang harus aku lakukan,
32:32gitu,
32:32hatinya,
32:33baik,
32:33tapi jangan diserang,
32:35kalau diserang nanti,
32:36berbalik arah gitu,
32:38oleh sebab itu,
32:39sejauh ini,
32:40ya jika Tuhan,
32:41apa namanya,
32:43meridoi lah ya,
32:44apa,
32:45berkenan,
32:46saya akan kawal dia terus,
32:48baik dalam perkara-perkara yang lain,
32:50itu yang saya inginkan,
32:52jangan sampai salah touch,
32:54orang ini,
32:54kalau salah touch,
32:55bisa jadi,
32:56kalau tidak dia kemarin,
32:58beneran anda,
32:59bang,
32:59kalau aku salah touch,
33:00bisa seperti bom nuklir,
33:02Iran yang satu ton itu,
33:03katanya,
33:04bisa,
33:05gitu loh,
33:05oleh sebab itu,
33:06kita hati-hati,
33:07bicara ke dia,
33:09dan dia baik,
33:10secara,
33:11makanya,
33:12Pak Jokowi,
33:13terima dia juga,
33:14gak sebarang dong,
33:15mungkin udah,
33:16secara gimmick,
33:17secara apa,
33:18pasti pelajari lah,
33:20kan gak semua orang,
33:21bisa masuk rumah Pak Jokowi,
33:22kami ulusi lagi loh,
33:23kan kami adati lagi,
33:25secara batak loh,
33:26cuman itu tidak ekspos,
33:27dan mau ikan lagi,
33:28kami ikan arsik,
33:29ikan makanan bahas batak juga,
33:31semua terlaksana,
33:32saya bang ulusi,
33:34bayangkan itu,
33:36tau bang ulusi artinya,
33:37di,
33:37kepundakmu itu,
33:38dikasih ulus gitu loh,
33:39kalau kau suka lihat,
33:41pesta-pesta batak,
33:42ulusnya,
33:43ulus raja,
33:44ulus yang lebar banget,
33:45diterima sama Pak Jokowi,
33:48oke,
33:49berarti udah,
33:50udah bisa tidur ya bang,
33:51Bang Risman sekarang,
33:52karena SP3 nya sudah turun,
33:54kenapa?
33:55SP3 nya kan sudah turun,
33:56berarti Bang Risman,
33:57udah bisa tidur nih berarti,
34:01itu bahasa yang baru sekarang,
34:03Risman sudah tidur,
34:04ya sebenarnya dia,
34:05paling suka tidur,
34:07aku yang gak bisa tidur,
34:08jujur ya,
34:09aku kemarin ke Mataram,
34:11sampai tidak laik terbang,
34:13karena aku kondisi sakit,
34:16pulang dari Mataram,
34:17dua hari lalu,
34:18gak laik terbang,
34:18bayangkan,
34:19pertama kali gue alami dalam hidupku,
34:21menangani perkara,
34:23sampai aku stress,
34:24tensiku tinggi,
34:25tidak laik terbang,
34:26terpasang hidup lagi,
34:27ini true story,
34:29biar kamu tahu,
34:30saya dua hari ke Mataram,
34:31tiga hari lalu ke Mataram,
34:32pulang ke Jakarta,
34:34eh pulang lagi bahasa Matam,
34:35pulang ke Jakarta,
34:37ditolak waktu check-in,
34:39Bapak lemes,
34:40di cek,
34:41saya diindapkan lagi,
34:43satu malam lagi,
34:44di rumah sakit,
34:45Mandelika,
34:46Mataram,
34:46gitu loh,
34:47jadi,
34:48saya gak,
34:49Risman sekarang,
34:50ya inilah tentu,
34:51yang membuatnya yang diaya,
34:52jadi sudah ada namanya,
34:55apa namanya,
34:56penghentian penyidikan,
34:58nah,
34:59ya,
35:02gitu Yul,
35:03oke Bang,
35:04ada pesannya nih Bang,
35:05Rorsuryo dan Dr. Tifa nih,
35:08mungkin yang masih berjuang di kasusnya,
35:10Pak Ija,
35:11Ija sah Pak Jokowi,
35:12oke Yul,
35:14aku pesan,
35:15aku kemarin bicara di,
35:17apa,
35:17di,
35:18kompres di Polda ya,
35:19pertama,
35:20aku bicara kepada advokat,
35:23advokat yang pernah menangani,
35:25atau pernah tercatat,
35:26dalam kuasa,
35:28menangani,
35:28membantu,
35:30atau,
35:31ya,
35:31sebagai kuasa kumrismen lah,
35:33tercatat namanya,
35:34apalagi yang pernah,
35:35langsung dulu,
35:37undang-undang advokat mengatakan,
35:39tidak boleh lagi menyebut-nyebut,
35:41nama Risman,
35:42apalagi menjele-jelekan,
35:44undang-undang advokat,
35:45kedua,
35:46kode etik advokat,
35:47saya udah,
35:47udah statement kemarin,
35:49para advokat,
35:49yang sekarang,
35:50gak saya sebut namanya,
35:52Yul,
35:52wah Risman ini,
35:53bokebangsi anak,
35:54apa segala namanya,
35:55hati-hati,
35:55kalau anda advokat,
35:57apalagi punya gelar yang,
35:59wah-wah-wah itu,
36:01don't forget ya,
36:02ada yang,
36:03kita ini,
36:04adalah profesi,
36:06officium nebile,
36:07hanya advokat,
36:09yang disebut,
36:09officium terhormat,
36:11oleh sebab itu,
36:12jangan lagi,
36:14menyebut nama kalian saya,
36:15kedua,
36:16pertanyaanmu,
36:17bagaimana,
36:18usulku,
36:19pendapatku pribadi,
36:20kepada,
36:21Mas Roy,
36:22aku tetap panggil dia,
36:24Mas Roy,
36:24dan Mbak Tipah,
36:26aku tidak boleh,
36:27banyak komen,
36:28karena mereka,
36:29punya kuasa hukum,
36:31seharusnya beginilah,
36:32pengacara-pengacara,
36:34aku tidak boleh,
36:35mendahului,
36:36kuasa hukum mereka,
36:37tetapi,
36:38secara manusiawi,
36:40melihat ini,
36:41aku general ya,
36:42Yulia,
36:43mari,
36:43pasang rasio,
36:45pasang hati,
36:47bagaimana,
36:48nanti hari perkara ini,
36:49aku tidak mau,
36:50mengatakan lebih dari itu,
36:51Jul,
36:52tapi,
36:53ini,
36:54apalagi ini,
36:55Jumat keramat,
36:56hati-hati,
36:58Jumat keramat ini,
37:00bisa juga terjadi,
37:01sesuatu di polda hari ini,
37:03karena,
37:04tiba-tiba,
37:04kenapa kami dipanggil lagi,
37:05ke sana,
37:06saya tidak tahu,
37:07tapi pertanyaanmu tadi,
37:09Mas Roy ini,
37:11baik banget dengan saya,
37:12bercanda,
37:13Mbak Tipah juga baik,
37:14tiga-tiga nya baik,
37:15sama saya sebenarnya,
37:16cuman,
37:17yang mengingkat,
37:18pasti,
37:19secara,
37:19secara pengacara pribadi,
37:21Rizmond Haji Holland,
37:23jadi sekali lagi,
37:24Mas Roy,
37:25ya hentikanlah ya,
37:27nggak usah lagi cacimaki,
37:28apa ini,
37:29tiba-tiba juga,
37:30nggak tahu,
37:31nggak tahu di mana,
37:32posisinya sekarang ini,
37:34tapi sekali lagi,
37:34saya sampaikan ke Mas Roy,
37:36Mas Roy itu baik,
37:37aku tahu hatinya baik sebenarnya,
37:39cuman,
37:40hati-hati,
37:41orang itu,
37:42banyak kemandampingi,
37:44ya,
37:45jangan lupa,
37:46kita di-influen,
37:48banyak banget,
37:50pihak dalam hidup ini,
37:52kita di-influen,
37:53hati-hati,
37:54influennya,
37:55positif atau negatif,
37:57itu yang bahaya,
37:58gitu loh,
37:59oke siap,
38:00berarti kita tunggu di bang,
38:01update-nya,
38:02usai bang Jagir,
38:03ke Polda Metro nih nanti,
38:05oke,
38:06oke,
38:06kalau kompas TV,
38:08aku merasa,
38:08ini lah,
38:09merasa,
38:09ini kompas kan,
38:10ya bener bang,
38:12merasa keluarga,
38:13kalau kompas TV,
38:15itu ingat Rosi,
38:18oke,
38:18terima kasih bang,
38:19jadi ratus waktunya bang,
38:20Sama-sama Yul,
38:22oke,
38:22selamat pagi ya,
38:23oke,
38:23tepat 30 menit kita,
38:25thank you,
38:26semangat,
38:26terima kasih bang,
38:28sama-sama,
38:29ya,
38:29ya,
38:29selamat pagi ya,
Komentar