Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Konflik AS-Iran kembali memanas pasca negosiasi gagal. Di tengah konflik ini, Presiden Prabowo bertolak ke Rusia hingga Prancis dengan klaim mengamankan stok minyak Indonesia.

Lantas, apa sikap yang harus diambil pemerintah jika perang berlanjut?

Pemimpin Redaksi KompasTV Yogi Nugraha membahasnya bersama narasumber:

Fithra Faisal Hastiadi - Tenaga Ahli Utama Bakom RI

Ramson Siagian - Anggota DPR RI Fraksi Gerindra

Prof. Hamid Awaluddin - Dubes RI untuk Rusia 2008-2011

Adi Prayitno - Pengamat Politik



Saksikan dalam Program Satu Meja the Forum, tayang Rabu 15 April 2026 pukul 20.30 WIB di KompasTV.



#prabowo #rusia #bbm

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/663203/kunjungan-luar-negeri-prabowo-ke-rusia-antisipasi-krisis-energi-satu-meja
Transkrip
00:00Saudara-saudara, untuk amankan minyak, ya gue harus kemana-mana.
00:14BPM terbentuk bensin sebagian 50% kita masih dikpor sebagian kita kemungkinan.
00:22Tetapi kita sudah mencari alfabetik alternatifnya.
00:26Termasuk dulu ya.
00:49Selamat malam.
00:51Perang Amerika-Israel versus Iran berlangsung hampir 3 bulan.
00:55Situasi geopolitik makin sulit diprediksi.
00:58Dampak peran makin mengancam banyak negara termasuk Indonesia.
01:04Ketersediaan dan kenaikan harga minyak bumi yang bisa menguras anggaran negara menjadi ancaman berat.
01:10Berbagai upaya dilakukan termasuk berkunjung ke luar negeri.
01:14Prabowo ke Rusia, usaha amankan pasokan minyak.
01:17Inilah satu meja The Forum malam ini bersama saya, Yogi Dukra.
01:49Sudah hadir di Studio Kompas TV malam ini.
01:51Sekaligus pernah menjadi utama besar anak di Rusia dan Bang Adi Prajik, pengamat politik.
02:03Ini termasuknya inflasi atau nggak?
02:05Nggak ya.
02:06Yang penting lurus-lurus aja.
02:08Oke, saya langsung ke Bung Fitra-Bung Fitra.
02:12Dari pernyataan Presiden, di sebuah rapat yang melibatkan banyak anggota kabinet termasuk Eslon 1,
02:22itu disebutkan bahwa saya ini kerja keras dan Presiden mengatakan keluar negeri ini bukan jalan-jalan,
02:29tetapi menjadi bagian dari upaya mencari menyengamankan minyak bahasanya.
02:34Sebetulnya bahasa persisnya terjemahannya seperti apa sih?
02:38Apakah Presiden itu memang karena situasi sedang krisis memastikan tambahan jadangan minyak
02:43atau memastikan channel-channel supaya Indonesia kalau perang ini terus berkepanjangan
02:48sudah ada kepastian pasokan dari berbagai negara?
02:52Ya, Mas Yogi, jadi kalau kita melihat doktrin Pak Presiden ya,
02:57sifis pasem para belum.
02:59Jadi kalau mau damai harus siap perang,
03:01kalau mau nyaman harus siap-siap dalam keadaan-keadaan yang tersulit.
03:04Nah, oleh karenanya bahkan jauh sebelum ini, tahun 2025 di bulan Februari,
03:09Pak Presiden bahkan juga sudah menyampaikan amanat kewaspadaannya,
03:13waktu itu juga beliau menyampaikan,
03:15we are living in a very dangerous period,
03:17Amerika Serikat takkan mungkin saja menyerang Iran dan kejadian tahun ini.
03:21Dan selama setahun terakhir,
03:23kita sudah menyiapkan beberapa langkah-langkah antisipatif,
03:26salah satunya penguatan ketahanan ekonomi dan energi,
03:30dan juga pangan dalam konteks view,
03:32food energy and water security.
03:34Nah, sebagai doktrin internasional dalam konteks ketahanan pangan.
03:38Nah, pada akhirnya kita melihat bagaimana tahun 2025 sektor pangan.
03:43Artinya memang dari awal keberangkatan ke Rusia,
03:47termasuk juga setelahnya ke Perancis,
03:50itu juga bagian dari memang prediksi awal,
03:52atau memang aneh situasi jangka pendek ini,
03:54melihat situasi sehingga harus ke Rusia,
03:57terus sebelumnya ke Amerika, dan bagainya.
03:59Ya, kalau kita melihat dari timelinenya,
04:01ini seperti kegiatan reaksi dari jangka pendek.
04:04Tapi kalau misalnya kita panjangkan time series-nya,
04:07timelinenya dari setahun sebelumnya,
04:10nah perjalanan ini kan bukan perjalanan yang pertama.
04:12Ini sudah kalau kita bicara mengenai Rusia,
04:14itu kerjasamanya tidak hanya energi,
04:16jadi ekonomi, kemudian ada energi,
04:18antareksa, pertanian, industri, farmasi.
04:20Tapi bahwa ke Rusia itu untuk mencari minyak,
04:23karena situasi sekarang ada ian ya kan?
04:24Yes, betul.
04:25Nah, tetapi yang perlu dibahami juga,
04:26dalam konteks sekarang,
04:29kekiniannya adalah cadangan kita masih cukup baik.
04:33Nah, ini juga bukan saja klaim kita,
04:37tetapi juga sempat ada artikel di The Economist,
04:39yang mengkategorikan beberapa negara-negara
04:42dalam tekanan geopolitik itu,
04:43dan Indonesia masuk dalam kategori low exposure, high buffer.
04:48Nah, low exposure karena memang kita sudah terdiversifikasi,
04:52negara-negara asal impor energinya,
04:54tapi di sehingga yang lain yang menariknya adalah strong buffer.
04:57Karena kan beberapa juga ada yang concern ya,
05:00terkait dengan ketersediaan pasukan kita yang masih...
05:02Mas Fitra, kalau dari pernyataan SESCAP kan,
05:05mengatakan bahwa ada beberapa capaian kesepakatan,
05:08salah satunya keberlangsungan energi,
05:11kerjasama teknologi,
05:12apa persisnya yang ditangkap oleh BAKOM?
05:16Ya, nah jadi, kalau izin boleh saya lanjutkan,
05:20jadi dalam konteks itu,
05:21kita melihat bahwa cadangan kita ya,
05:24secara nasional memang banyak juga concern ya,
05:2625 hari, tapi yang harus kita maknai adalah,
05:28kita juga mendapatkan trade dari Singapura dan Malaysia,
05:32tidak dari Timur Tengah.
05:33Nah, kalau kita melihat...
05:35Sudah ada, sudah terjadi ya?
05:36Sudah terjadi.
05:36Nah, ini jadi, makanya ini ada benang merahnya di situ.
05:41Nah, ketika kita mendapatkan dari Singapura,
05:43yang mana mereka cadangannya adalah paling tinggi selama 5 tahun terakhir, ya,
05:48dan itu kita bisa dapatkan,
05:50berbeda dengan teman-teman kita di Filipina dan Australia,
05:53yang bahkan mereka sudah mengumumkan kedaruratan energi,
05:56karena memang, ini secara singkat,
05:58ini karena perbedaan struktur pasar.
05:59Struktur pasar di Filipina dan Australia untuk retailnya,
06:02itu mereka monopolistik dan perfect competition.
06:04Artinya, mereka pelaku retailnya banyak.
06:07Di Filipina ada 12, di Australia ada 4 ribu.
06:09Sementara kalau kita cuma 5 atau 6.
06:11Sehingga, dalam konteks ini, ya,
06:13Singapura kan meningkatkan, nih,
06:15apa, threshold pembelian minimum.
06:16Yang bisa memiliki working capital yang memadai siapa?
06:20Dan pasar seperti oligopolis, seperti kita, gitu.
06:22Itu yang pertama.
06:23Nah, yang kedua, untuk Singapura,
06:25untuk kondisi low distill, light distillation.
06:27Singapura kan juga beli dari Rusia, ya?
06:29Exactly.
06:29Nah, light distillation sama middle distillation.
06:31Light distillation itu untuk nafta,
06:33around 90 sampai 98,
06:34dan juga untuk yang middle distillation itu untuk after the diesel.
06:37Nah, mereka cadangannya di atas 5 tahun terakhir, kenapa?
06:40Karena mereka dapat dari Rusia.
06:41Nah, makanya...
06:42Itulah kemudian menjadi dasar.
06:43Tuh, makanya kita langsung aja ke sumbernya
06:45untuk melakukan pengamanan lebih lanjut.
06:47Karena, kan, sekali lagi,
06:49konteksnya adalah pengamanan di jangka menengah panjang.
06:51Kalau sekarang ini, mungkin kita dalam keadaan yang baik-baik saja.
06:53Oke, Bung Fitra, saya ke Pak Hamid.
06:56Pak Hamid, kalau melihat gini,
06:59kalau Presiden Prabowo,
07:01tadi sudah dijelaskan oleh Bung Fitra,
07:03datang ke Rusia,
07:04sementara kan sebelumnya Indonesia ini kan sudah
07:07kira-kira gini lah,
07:09sudah tanda kutip lunak bergabung ke BOP,
07:11salah satunya juga menyandarkan.
07:13Dan Amerika juga pasokan minyaknya nggak kurang-kurang gitu loh.
07:17Apa? Kenapa harus ke...
07:18Jadi gini aja.
07:18Kenapa nggak ke...
07:20Simple sekali ini.
07:22Kebutuhannya mendesak di bangsa kita sekarang setelah pangan,
07:26kan energi.
07:28Energi, ya.
07:28Anda bisa berbuat apa tanpa energi?
07:31Tanpa cahaya?
07:32Tanpa apa.
07:34Nah, kalau Presiden ke Rusia kali ini,
07:38menurut saya itu murni demi kepentingan bangsa ya.
07:42Karena perang ini kan belum ada yang bisa prediksi sampai kapan.
07:47Dan dampaknya sudah kemana-mana.
07:49Jadi memang harus ada langkah
07:53Konkret yang dilakukan agar kita itu tidak kelangkaan energi.
08:01Nah, kenapa Rusia?
08:03Begini.
08:04Waktu saya diubes,
08:05dari dulu orang Rusia itu approach saya.
08:08Kenapa sih beli minyak jauh-jauh?
08:10Itu berarti 2008 ya?
08:12Iya.
08:12Sampai 2012 ya?
08:14Kita kan ini dekat.
08:16Iya kan?
08:17Tapi waktu itu entah bagaimana
08:19sistem perdagangan minyak kita selalu pakai aramko.
08:22Iya.
08:24Aramko, aramko, aramko.
08:25Dan di situ ada Amerika dong otomatis.
08:27Aramko atau ada Amerika-Nya.
08:28Walaupun so upset.
08:29Arab.
08:30Amerika.
08:31Iya kan itu?
08:32Metrodol.
08:33Nah, jadi kalau Bapak Presiden
08:37melangkah ke Rusia,
08:38manusia itu langkah yang sangat nyata,
08:40langkah yang sangat strategis,
08:43taktis,
08:43agar ketergantungan kita ke suatu tempat tertentu,
08:48tidak selalu di situ.
08:50Karena terbukti sekarang dengan
08:52perang ini kan sudah jelas sekali kan?
08:54Ya.
08:55Tingkat ketergantungan kita.
08:56Nah,
08:57yang perlu saya sebenarnya persoalkan ini,
09:00bukan persoalkan,
09:01bertanya-tanya,
09:03ketika perang mulai,
09:04itu Februari 28,
09:07Menteri Energi kita ditanya,
09:09berapa caranya?
09:1025 hari.
09:11Ya.
09:12Nah, sekarang kan sudah masuk
09:14minggu ke-6 ini.
09:15Tapi Pak Hamid sebelum ke sana,
09:17pertanyaannya juga adalah,
09:19kenapa enggak ke Amerika sih?
09:20Kalau tadi Rusia mungkin
09:21pernah sejarahnya,
09:23pernah 28 menawarkan,
09:25tapi kenapa
09:27Presiden kita tidak?
09:28Atau jangan-jangan sudah?
09:29Saya enggak tahu.
09:30Yang pasti bahwa
09:31kunjungan Presiden ke Rusia itu
09:33langkah yang sangat baik.
09:35Langkah untuk memenuhi kebutuhan
09:38bangsa kita
09:39yang sekarang ini kan
09:41tinggal 25 hari katanya cadangannya kan?
09:44Soalnya tidak ada salahnya dilakukan.
09:45Tidak ada salahnya,
09:46justru harus dilakukan.
09:48Oke.
09:48Karena sekali lagi,
09:49setelah urusan logistik,
09:52sandang pangan itu,
09:55kebutuhan sekunder kita itu kan adalah
09:58energi.
10:00Ya.
10:01Jadi bagus.
10:01Saya salut bahwa Presiden
10:04mengambil langkah konkret,
10:06mengantisipasi,
10:07dengan menyiapkan banyak sumber
10:09seperti cadangan yang terjaga.
10:09Yang kedua, secara politik juga bagus.
10:11Supaya tidak dipersepsikan bahwa memang
10:14Indonesia ini
10:16kiblatnya Amerika melulu.
10:19Oh, itu jawaban tadi.
10:20Ke Amerika melulu.
10:22Ya.
10:22Itu juga bagus secara politik.
10:24Setidaknya,
10:26image kita
10:27bisa
10:28mengatakan,
10:29oh enggak,
10:30ada balance
10:32di sini.
10:33yang selama ini
10:35persepsi orang
10:37bahwa
10:38kita ini
10:39adalah
10:40American oriented.
10:42Nah itu.
10:42Nah sekarang dengan nadanya ini ya,
10:44bisalah kita berdiskusi,
10:46oh that's not true.
10:47Ini ada juga langkah ke Rusia.
10:49Wajah politik bebas aktifnya ya.
10:52Mas Yogi,
10:53saya ingin menambahkan sedikit ya.
10:54Jadi,
10:54tadi,
10:55kalau kita
10:56pertanyaan Mas Yogi,
10:57kenapa kita tidak ke Amerika sendiri?
10:58Sebenarnya,
10:59dengan agreement on
11:01terash,
11:01itu sudah kita dapatkan
11:035.
11:03Salah satunya?
11:0415 bilion ya setelah.
11:05Oke.
11:05Sepakatan untuk menjalin
11:07hubungan dengan Amerika Serikat.
11:08Tapi permasalahan ini adalah
11:09untuk mendapatkan
11:10dari Amerika Serikat
11:11itu jenis spesifikasi minyaknya
11:13itu tidak,
11:15belum sesuai dengan kilang kita.
11:16Butuh waktu.
11:17Nah kalau misalnya dengan
11:18Rusia,
11:19itu nanti bisa kita dapatkan segera.
11:20Karena selama ini
11:21kita sudah mendapatkan
11:21dari Singapura anyway.
11:22Terus yang kedua,
11:23tadi betul sekali Pak Andubes.
11:25Jadi,
11:25bahkan,
11:26bahkan kemarin ketika
11:27dalam perjalanannya,
11:29Pak Presiden itu datang ke Rusia,
11:31di sisi yang lain,
11:31Pak Syafri,
11:32ketemu ke Amerika.
11:34Di Pentagon.
11:35Dan di dalam negeri
11:37beredar isu bahwa
11:38memberikan...
11:39Which is that
11:39it's not true.
11:41Oh, kok.
11:41Dan pada akhirnya kan
11:42sudah diklarifikasi
11:43menurut penyataan
11:44dari Kementerian Pertahanan
11:45ada draft,
11:46baru draft.
11:47Sudah ada.
11:48Memang sudah ada proposal,
11:50tapi kan
11:50yang menyetujui,
11:52menyempak hati kan
11:52perlu ada
11:53dan itu tidak terjadi.
11:55Tahan dulu,
11:55saya mau ke
11:56Bang Ramson.
11:57Ada satu lagi,
11:57sebentar lagi.
11:58Nah,
11:58tapi yang menarik juga
11:59ke Perancis.
12:00Kenapa?
12:00Karena kan kalau kita ke Rusia,
12:01yang terganggu kan Eropa.
12:03Oke.
12:03Nah, jadi itu juga kita
12:04berbicara-bicara di jaga.
12:05Oke, oke.
12:06Pak Ramson,
12:07sebagai anggota
12:09Komisi 12,
12:10apa pandangannya
12:11ketika upaya?
12:13Ini kan situasi krisis,
12:14ada kekhawatiran
12:15bahwa semua negara
12:15terdampak.
12:16Karena perang itu,
12:17kemudian pasokan minyak
12:18dan sebagainya.
12:19Nah,
12:19apa yang dikerjakan oleh
12:20Pak Prabowo
12:21dan jajaran kabinetnya ini
12:22dalam pandangan
12:23Komisi 12,
12:25seperti apa?
12:25Kenapa?
12:25Karena hari ini kan banyak
12:26diskusi bahwa
12:27DPR ini hanya sebagai
12:28stempel,
12:28DPR ini hanya nurut
12:29kepada pemerintah,
12:31padahal punya fungsi
12:32pengawasan.
12:32Kita kan tetap
12:34analisa, Pak Ayu.
12:35Jadi,
12:36apa yang dilakukan oleh
12:37Bapak Presiden
12:38secara teori
12:40juga tepat.
12:41Jadi,
12:42sumber
12:43minyak kita
12:4525%
12:46melalui
12:47Selat Hormuz.
12:48Sebelum,
12:49maksud saya,
12:50sebelum konflik
12:51Amerika,
12:53Israel,
12:54VS,
12:54Iran.
12:55Tetapi,
12:56sesudah itu kan
12:57ini menjadi
12:57ancaman.
12:59Jadi,
13:00dari sisi
13:01energy security,
13:02beliau harus
13:03mendiversifikasi
13:05supply chain.
13:06Karena,
13:07kita
13:07punya konsumsi
13:091,6 juta
13:10barel per hari.
13:11Dari sisi
13:12BBM,
13:13kita sudah
13:13hampir bisa
13:14sekitar
13:151,2 juta
13:16barel per hari.
13:17Seluruh kilang-kilang
13:18kita bisa memproduksi
13:20crude oil
13:21menjadi BBM,
13:22menjadi produk.
13:23Tetapi,
13:23dari sisi crude oil,
13:25kita baru
13:26605 ribu
13:27barel per hari.
13:28Jadi,
13:28sekitar 1 juta
13:29barel per hari
13:30kita import.
13:32Jadi,
13:33kita,
13:33dari sisi produk
13:34BBM,
13:36memang 21 hari
13:37kita punya stok.
13:38Kalau,
13:39China,
13:40sekitar 70 hari,
13:42tetapi,
13:42ditambah
13:43stok negaranya,
13:44total sebenarnya
13:45hanya 120 hari.
13:47Selalu 21 hari kan?
13:48Bukan
13:48hanya
13:48sisa 2 hari,
13:49supaya tidak keliru.
13:50selalu 21 hari.
13:51Jadi,
13:51itu termasuk
13:52mulai dibawa
13:54misalnya dari
13:54negara sumber
13:55yang di kapal
13:57sama yang stok.
13:58Jadi,
13:58itu selalu
13:59di sini,
14:00selalu 21 hari.
14:01Jadi,
14:01itu seperti roda berputar.
14:03Jadi,
14:03aman.
14:04Dari sisi itu aman,
14:05tidak ada masalah.
14:05Artinya,
14:06Anda melihat bahwa
14:07situasi energi kita
14:09aman?
14:10Aman.
14:10Aman.
14:11Bapak Presiden
14:12ke sana,
14:13termasuk strategi
14:15diversifikasi
14:16supply chain,
14:17diversifikasi
14:17sumbernya.
14:19Kalau seperti,
14:21apa namanya,
14:21makanya China juga,
14:23mereka punya
14:24pembuatan
14:24kebijakan utamanya
14:26soal energi
14:27dari perspektif
14:27energi security.
14:29Karena mereka juga
14:29tidak memproduk
14:31semua
14:32crude oil
14:33yang mereka gunakan.
14:33Oke.
14:34Termasuk batu bara.
14:35Jadi,
14:36pas beliau itu.
14:37Terus yang kedua,
14:38bahwa sumber kita
14:39sebelumnya ini,
14:40Arab Saudi,
14:41baru Iraq,
14:45Uni Emirate Arab,
14:46Amerika.
14:47Amerika sudah
14:48sebelum terjadi
14:49konflik.
14:51Sekarang,
14:51dengan ada
14:52diversifikasi ini,
14:53jadi aman.
14:54Artinya,
14:55bukan hanya di sisi
14:55tambahan,
14:56aman.
14:56Jadi,
14:57ancamannya tidak
14:58eksistensial.
14:59Kalau kebutuhan
15:00BBM itu,
15:01apa,
15:01minyak itu,
15:02memang bisa eksistensial.
15:03Kalau tidak ada
15:04crude oil,
15:05kita tidak bisa
15:05olah di kilang.
15:06Biarpun kilang,
15:07kita sudah mampu
15:08mengolah
15:091 juta
15:10200 ribu baril per hari.
15:11Jadi,
15:12itu cukup
15:13mantap strategi
15:15beliau yang dilakukan itu.
15:16Betul-betul,
15:16Pak Prabowo itu
15:17alih strategi
15:18biarpun orang
15:18kadang-kadang
15:19menggambarnya,
15:20menjelaskannya
15:21kurang pas.
15:21Ya,
15:22terima kasih Pak Lang.
15:23Saya ke
15:24Mas Adi,
15:24Mas Adi,
15:25kan,
15:26sampai harus keluar,
15:28saya ini
15:28ngamanin
15:29minyak.
15:31Saya jalan-jalan
15:32keluarga negeri itu
15:32memang enak
15:33dan sebagainya.
15:34Ini sebenarnya Pak Prabowo
15:35ini mengatakan
15:36bahwa dia tahu
15:37persis bahwa publik
15:38sedang membicarakan,
15:39ini kok katanya
15:39efisiensi,
15:39tapi terus-terusan
15:40dalam
15:41setiap dua minggu
15:42sekali ke luar negeri
15:43atau gimana?
15:43Tapi jawabannya,
15:44jangan dijawab sekarang,
15:46kita akan kembali
15:47setelah yang satu ini.
15:49Jadi,
15:49ingin menegaskan lagi
15:50bahwa
15:51harga BBM bersubsidi
15:53tidak akan naik
15:55sampai akhir tahun
15:56dan anggaran saya cukup.
16:00Kalau ketatat gimana?
16:01Biarannya harganya
16:02lebih tinggi lagi.
16:03Saya
16:03tidak terkenal
16:04misalnya.
16:05Selama sebuahnya ada,
16:07kita masih punya
16:08bantalan
16:08uang sebesar
16:10420.000 rupiah
16:12yang sekarang
16:13dalam
16:14bentuk
16:16sisa anggaran
16:17lebih atau sal.
16:18Kalau ketatat,
16:19itu masih bisa dipakai.
16:21Tapi rasanya sih,
16:23kita ke sana
16:24masih jauh.
16:29Masih di Satu Menjadi Forum,
16:31Mas Adi,
16:32tadi saya memulai
16:33pertanyaannya,
16:35Presiden menyampaikan itu
16:36untuk meyakinkan publik.
16:39Pak Purbaya juga menyampaikan
16:40bahwa
16:40menenangkan,
16:42tenang aja,
16:42masih aman.
16:43Kita punya uang.
16:45Ini kan berhadapan
16:46dengan
16:47dinamika bahwa
16:48sekarang juga banyak
16:49pro-kontra.
16:50Sebagai pengamat politik,
16:51Anda melihat bahwa
16:52ini juga konteks
16:54mengamankan dalam negeri.
16:55Satu hal juga penting
16:56bagi Pak Prabowo
16:57supaya menjaga
16:58persepsi publik
16:58dan di sisi lain
17:00beriringan itu
17:00melakukan
17:02kegiatan
17:03politik luar negeri
17:03dengan melakukan
17:04approach ke berbagai
17:05kepala negara.
17:06Ya, saya kira
17:07dua hal, Mas Yogi.
17:09Pertama,
17:09kita kan sebelumnya
17:10punya Presiden
17:11dianggap
17:11relatif setelah
17:13banyak absen
17:13di forum-forum
17:14internasional
17:15di jamannya Pak Jokowi.
17:15Sebelumnya?
17:16Sebelumnya.
17:17Itu kan juga sering
17:17digosipkan oleh banyak orang.
17:19Bagaimana Indonesia
17:20bisa hadir di forum-forum
17:21internasional
17:22tapi Presidennya
17:23tidak secara officially
17:24menghadiri
17:25forum-forum penting.
17:26Nah, kita saat ini
17:27punya Presiden yang
17:28sering ke luar negeri
17:29juga diomongkan.
17:30Juga diomongkan
17:31ramai dan viral.
17:32Apalagi misalnya
17:33di tengah ada
17:34upaya efisiensi
17:35dan seterusnya.
17:36Cuman kalau saya
17:37hitung rata-rata
17:38secara umum
17:38apa yang dilakukan
17:39oleh Pak Prabowo
17:40ini sepertinya
17:41ingin menata ulang
17:42kembali hubungan
17:43internasional
17:43dengan negara-negara
17:44di luar.
17:45Dengan Amerika,
17:46dengan Uni Eropa
17:47termasuk juga di Timur Tengah
17:48dan bahkan di Asia.
17:49Artinya apa?
17:50Indonesia ingin tunjukkan
17:51punya Presiden yang memang
17:53pergaulan internasionalnya
17:54itu di atas rata-rata.
17:56Itu tujuan awalnya.
17:57Nah, yang kedua
17:58ketika kita mendengar
17:59apa yang disampaikan
18:00oleh Presiden Prabowo
18:01ataupun Pak Menteri Keuangan
18:03bahwa sebenarnya
18:04semua aman
18:04terkait dengan energi.
18:06Ini kan memastikan
18:07bahwa apa yang dilakukan
18:08oleh Prabowo
18:09keluar negeri itu
18:10ada oleh-olehnya.
18:11Kan sebelum
18:12Rusia dan Perancis
18:13kan datang ke Jepang
18:13dan Korea
18:14dan itu menghasilkan
18:15investasi kurang lebih
18:16sekitar
18:18570
18:21574 triliun
18:22itu angka yang cukup
18:23fantastis tentu saja
18:24untuk investasi
18:25di Indonesia
18:26yang saat ini memang
18:27sedang melakukan
18:28investasi.
18:29Itu real atau enggak?
18:30Atau baru
18:30baru sebatas?
18:32Kalau kita membaca
18:34argumen yang
18:34kita minimal di media
18:36ataupun teman-teman
18:36dari istana
18:37itu kan sesuatu
18:39yang sudah real.
18:39Ada
18:40poin per poin
18:41MOU yang sudah
18:42ditandatangani
18:43antara Indonesia
18:44dengan Jepang
18:45kurang lebih sekitar
18:45400 triliun
18:46antara Indonesia
18:47dengan Korea
18:48Republik Korea
18:49kurang lebih sekitar
18:50100 triliun
18:51kan itu yang
18:53kemudian tercirat
18:54artinya
18:54kalau sudah ada
18:55hitam di atas putih
18:56itu kan mostly
18:57bisa-bisa kita simplifikasi
18:59bahwa sebenarnya
19:00investasi yang dilakukan
19:01oleh negara-negara yang
19:03sudah dikunjungi oleh
19:04Pak Prabowo
19:04ini kan tinggal
19:05lengku waktu
19:05nah terkait dengan
19:07apa yang disampaikan
19:08oleh Pak Purbaya
19:09misalnya
19:09ataupun Pak Prabowo
19:10ke Rusia
19:11bagi saya ini kan
19:12untuk menjaga
19:13sustainability
19:14krisis
19:15energi
19:15efek dari perang
19:16yang ada di Timur Tengah
19:17kalau kita mau
19:18jujur sebenarnya
19:19Indonesia itu adalah
19:20negara yang
19:21relatif santai-santai
19:22saja ini Mas Yogi
19:23di tempat yang lain
19:25itu sudah mengumumkan
19:26krisis energi
19:27bukan hanya
19:28soal WF
19:28santai-santai saja
19:29ini dalam artinya
19:30positif atau negatif
19:31dalam arti maksudnya
19:33ketersediaan pasokan
19:34BBM kita itu
19:36tergaransi
19:37kan dengan asumsi
19:38bahwa seakan-akan
19:39perang di Timur Tengah
19:40itu kan kiamat
19:41bagi segala-galanya
19:42kalau kita hitung
19:43rata-rata
19:44dari data-data itu
19:45kan impor dari Timur Tengah
19:46itu sekitar 20%
19:47tapi selebihnya kan
19:49dari tempat yang lain
19:49dari Singapura 60%
19:51dari Malaysia
19:52hampir 30%
19:53dan dari kekurangan itulah
19:54kemudian ada dari Amerika
19:56dan mungkin nanti
19:56akan disupply dari
19:57dari apa namanya
19:59dari Rusia dan seterusnya
20:00jadi itu yang saya sebutkan
20:01kenapa Indonesia itu
20:03tidak terlampau agresif
20:04seperti yang lain
20:05mungkin karena
20:06skenario untuk
20:07mempertahankan
20:08sudah ada
20:08sejak awal itu
20:10sudah
20:11sudah diprediksi
20:12dan ada pernyataan
20:14dari Menteri SDM
20:15Bahlil yang
20:16mengatakan bahwa
20:17memang saya diperintah
20:18oleh Presiden
20:19untuk mencari
20:19sumber minyak
20:20sebanyak-banyaknya
20:21kita dengarkan dulu
20:21pernyataan
20:22Bahlil Hadalia
20:27atas dasar itu
20:29Bahlil dan Semalang
20:30memberitahkan kepada saya
20:32dan tim
20:34untuk segera mencari
20:36pasokan-pasokan minyak
20:37dari hantu
20:39sebuah negara
20:41kemudian
20:41mengukumatkan
20:42semua energi
20:43yang ada pada
20:43tempat yang
20:45selamat menikmati
20:45yang baik
20:46saya mempunyai
20:47dukungan
20:47dari semua rakyat
20:50masalah ini
20:51tidak hanya
20:51masalah pemerintah
20:52saya memohon
20:55menyelamatkan
20:56agar
20:57ayo
20:57kita harus
20:58rumah ke RMP
20:59dengan tidak
21:03Pak Hamid
21:04coba
21:05kalau melihat ini
21:05Pak Hamid
21:06kayaknya
21:07tenang-tenang
21:08sementara
21:08Pak Hamid
21:09Pak Jekas
21:10seperti ada situasi
21:11genting gitu
21:11mengumpulkan di rumah
21:12berturut-turut
21:13kemudian meminta
21:14supaya naikkan harga
21:15BBM
21:16untuk menjaga
21:17fisik
21:17gimana Pak Hamid
21:17sebetulnya
21:18penjelasannya
21:19bukan apa
21:19itu semata-mata
21:21untuk melihat
21:23postur
21:24APBN kita
21:25oke
21:25jadi sebenarnya
21:27tujuannya dia itu
21:28sebenarnya dia
21:29tidak mengundang
21:30oh
21:31kelompok-kelompok itu
21:32datang
21:32datang
21:32karena
21:33kenapa dia
21:34ditetangin
21:34kan orangnya
21:35kalau ngomong
21:36apa adanya
21:36tidak tersirat
21:39dan kelebihan
21:40beli itu kan
21:40hitungannya ya
21:41ya
21:42jadi sebenarnya
21:43motifnya itu
21:44oke
21:44ekonomi datang
21:46ya intinya ingin
21:46berkontribusi lah
21:47ya
21:48nah
21:49saya ingin
21:50komentari tadi
21:51persoalan
21:53kenapa
21:53Pak
21:54Presiden kita itu
21:56disorot
21:58kalau ke luar negeri
21:59ya
22:00ya karena kan
22:01sederhana
22:01karena
22:02seolah-olah ini
22:03antitesa ini
22:04iya
22:04Presiden sebelumnya
22:06itu sangat pasif
22:07keluar
22:07itu satu sisi
22:08ya
22:08Pak Presiden
22:10Pak Prabowo
22:11itu aktif sekarang
22:12jadi orang melihat
22:13loh
22:15apalagi nih
22:16ada
22:16padahal sebenarnya
22:17tujuannya bagus
22:18kenapa Pak Hamid
22:18kan ini berbarengan
22:19dengan instruksi Presiden
22:21soal efisiensi
22:22dan semua daerah
22:23merasakan
22:24kemudian orang melihat
22:25ini kan mesti dijelaskan
22:26bahwa kenapa
22:27Presiden setiap
22:292 minggu keluar negeri
22:30sampai akhirnya
22:31kemarin menjelaskan
22:32salah satunya
22:32untuk menggunakan minyak
22:33ya
22:33pasti
22:34ada
22:35ada
22:35berapa sih tingkat efisiensinya
22:38kalau Presiden keluar negeri
22:39oke
22:39kan beda
22:40gitu
22:40nah
22:41Presiden kita ini
22:43luar negeri memang
22:44karena visinya
22:45visi eksternal
22:47beda dengan pendahulunya
22:49kedua
22:50passion
22:51passionnya ada
22:52ya ada disitu
22:54ketiga ability
22:55kemampuan
22:56dia bisa bercakap
22:58dengan leluasan
22:58kemampuan berbahasa
23:00asing
23:00berbahasa asing
23:01kemudian
23:03eksposurnya
23:05memang eksposur
23:06yang cocok
23:08di luar negeri
23:08dan sebagainya
23:09dan seterusnya
23:10jadi kalau saya
23:11melihatnya
23:12bahwa
23:12ini hanya
23:13orang memandang aja
23:14sebagai
23:15antitesis
23:16dari yang sangat
23:17pasif
23:17menjadi
23:18sangat
23:19pasif pun publik
23:20dalam negeri
23:20tidak semuanya setuju
23:21juga dengan
23:22misalnya contoh
23:23BOP
23:23pendekatan ke Amerika
23:25terus kemudian
23:26kenapa tidak
23:27segera memikirkan
23:28untuk
23:28menaikkan harga
23:30karena kan
23:30asumsi di APB nya
23:31nah begini
23:32kalau persoalan harga ini
23:34itu kan
23:35dua hal yang berbeda
23:37satu
23:39hitungannya adalah
23:40matematik
23:41satu hitungannya adalah
23:43saya mau melihat
23:44rakyat saya dulu
23:45tenang
23:46saya tidak mau membuat
23:48rakyat saya
23:49tiba-tiba membayar
23:51mengeluarkan uang
23:52begitu banyak
23:52untuk BBE
23:53jadi
23:54kita tidak bisa
23:55mengatakan
23:56yang mana yang salah
23:57satu menggunakan
23:58hitungan
23:59satu menggunakan
24:00apa
24:01visi populisme
24:03nah itu ya
24:04nah kembali ke soal
24:05tadi itu
24:06soal
24:07kenaikan harga BBM
24:08semata-mata
24:10hitungannya Pak JK itu
24:11adalah hitungan
24:12APBN
24:14APBN kita sekian
24:16ekspenditurnya sekian
24:17lantas
24:18kalau di visi bagaimana
24:20kan ada undang-undang
24:213 persen
24:22artinya
24:22yang saya merujuk
24:24yang disampaikan Pak JK
24:25untuk mengingatkan
24:26bahwa
24:27segera naikkan harga
24:28BBM
24:29itu penjelasannya adalah itu
24:30untuk semata-mata
24:31antisipasi supaya tidak
24:32saya ke
24:33Bung Fitra
24:33Bung Fitra
24:34ini kan seperti ada
24:35operasi besar-besaran
24:37pencarian sumber minyak
24:38kalau tadi dari Pak Bahlil
24:40terus kemudian
24:41tadi penjelasannya
24:42bahwa
24:42udah dengan Singapura
24:44udah dengan Malaysia
24:44ini kan
24:46bisa dibaca
24:47satu memang antisipasi
24:48disitu bagus
24:49tadi disampaikan Pak Ramson
24:50atau memang
24:52mengantisipasi
24:53ini kita gak bisa
24:53memprediksi ini
24:54perang sampai kapan
24:55sehingga cadangan harus
24:56dibuka seluas-luasnya
24:57dan benar
24:58memang ini adalah
24:59operasi besar-besaran
25:00untuk meminta
25:01sumber-sumber
25:02kepada menteri
25:03untuk mencari sumber-sumber
25:04minyak
25:04ya oke
25:05sekarang saya
25:06bicara dari sisi
25:07umumnya dulu
25:08tadi disampaikan
25:09perjalanan presiden
25:10keluar negeri
25:11kita bicara itu dulu
25:12nah memang
25:13kalau kita lihat
25:14secara sempit
25:15di seminggu
25:16dua minggu terakhir
25:17dalam konteks
25:18pencarian
25:19ke sumber-sumber
25:20energi baru
25:20sumber-sumber energi
25:22yang didapatkan
25:23dari negara-negara
25:24alternatif atau
25:25non-tradisional
25:25tapi secara umum
25:27kalau kita lihat
25:28kebutuhan
25:29investasi kita
25:30untuk mengejar
25:31pertumbuhan ekonomi
25:328%
25:33hitung-hitungannya
25:34adalah 10.000 triliun
25:35at the very least
25:36itu dibagi menjadi
25:38ICT
25:39energy
25:39water sanitation
25:40water resources
25:41transportation
25:41dan housing
25:42nah
25:42maksimum yang bisa digunakan
25:44di luar negeri
25:45di dalam negeri
25:46kapasitas maksimumnya
25:473.000 triliun
25:48nah 7.000 triliun
25:49harus didapatkan
25:50dari luar negeri
25:51nah dalam konteks itulah
25:52kemudian presiden
25:53beranjang sana
25:54mengait
25:55komitmen
25:56dari negara-negara
25:57tetangga
25:58negara-negara
25:59yang kita lihat
26:00punya resources
26:01yang cukup baik
26:02untuk kemudian
26:02berinvestasi di Indonesia
26:04untuk kemudian
26:04mengejar pertumbuhan
26:05ekonomi 8% itu
26:06jadi kalau kita maknai
26:07perjalanan
26:08dari presiden itu
26:09kan ada return on
26:10investmentnya
26:10jadi ibaratnya
26:11ini ada
26:12biaya perjalanannya
26:13itu bisa dibayar
26:14dengan
26:14investasi yang
26:15oleh yang tadi
26:16dibilang oleh
26:16masak
26:17ibaratnya
26:18ini dalam satu keluarga
26:19bapak kita lagi
26:19bekerja di luar
26:20pulang-pulang
26:21bawa berkat
26:22nah itulah
26:22yang sekarang sedang
26:23dikerjakan
26:23bapak presiden
26:24nah yang berikutnya
26:25dalam konteks energi tadi
26:27ini sebenarnya
26:29oke kita sedang mencari
26:30tapi di sisi yang lain
26:31dalam konteks
26:32ketersediaan pasokan
26:34dalam hal
26:35sekarang ini
26:35itu sebenarnya
26:36tidak masuk
26:38dalam ilai kegentingan
26:39tetapi kan tetap
26:39harus kita antisipasi
26:40ke depannya
26:41tadi ada
26:42wacana
26:43perangnya itu
26:44bisa berlanjut
26:45sangat lama sekali
26:46dan seterusnya
26:47nah oleh karenanya
26:48apa yang kita hadapi sekarang
26:50adalah fungsi
26:50dari perangnya itu
26:51sampai kapan
26:52yang pertama
26:53yang ingin saya jelaskan
26:54this is not our first rodeo
26:55ya tahun 2022
26:56bahkan sudah ada
26:58perang Rusia dan Ukraina
26:59waktu itu yang memuncak
27:00dan kita masih bisa bertahan
27:02ya sepanjang tahun itu
27:03meskipun harga minyak dunia
27:04sampai 120
27:04ya setelah per barrel
27:05yang gak dua
27:06itu kita harus nambahin
27:07lebih dari 50 triliun kan
27:09kita menyenangkan
27:10menyesuaian harga
27:10waktu itu ya
27:12saya mau ke
27:13Pak Ramson
27:13Pak Ramson
27:13kalau gitu
27:14Komisi 12 juga
27:15setuju bahwa
27:16belum saatnya
27:17menaikkan harga BBM
27:18atau punya analisa lain
27:20tapi jawabannya
27:21ditahan dulu
27:22kita akan kembali
27:22setelah yang satu ini
27:23tetaplah bersama satu meja
27:25kita juga
27:26menekankan kembali
27:27pentingnya untuk kembali
27:29ke meja
27:30rundingan
27:32saya juga menyampaikan
27:33concern
27:34dari rekan-rekan kita
27:36yang ada di
27:37negara-negara teluk
27:39terhadap
27:40serangan
27:41yang mereka dapatkan
27:43di wilayah-wilayah mereka
27:45Pak Presiden bersedia
27:46untuk menjadi mediator
27:47tetapi kalau misalnya
27:48ada pandangan seperti itu
27:49ya kita kembalikan
27:50kepada mereka
27:55Pak Ramson
27:57saya melanjutkan
27:58jadi pandangan DPR
27:59sejauh ini sudah
28:00ada gak
28:01beberapa
28:01usulan
28:02atau mungkin
28:03plan untuk
28:04salah satunya
28:05juga menjaga
28:05ketahanan fiskal
28:06untuk
28:07skema
28:08kenaikan harga BBM
28:09atau tetap pada itu
28:10karena tadi cadangan
28:12berdasarkan hitungan
28:13kekuatan kilang
28:13dan sebagainya
28:14jadi kita
28:15tetap melihat
28:16kira-kira bagaimana
28:17visi Bapak Presiden
28:18apalagi referensi Bapak Presiden
28:20Prabowo
28:22heavy-nya kuatnya
28:23pasal 33
28:25undang-undang
28:2545
28:25sama sila kelima
28:27keadaan sosial
28:28bagi seluruh Indonesia
28:29bisa kita lihat
28:29dari program MPG
28:30yang untuk rakyat
28:31termasuk juga
28:33untuk BBM ini
28:34kenapa tidak naik
28:34ini kan soal strategi
28:36kebijakan fiskal aja nih
28:37kalau soal tidak
28:39menaikkan harga BBM
28:40jangan dilihat
28:41kos per unitnya
28:44kos per unit
28:45memang mungkin
28:46artinya
28:47harga pokok
28:48penjualan
28:50sudah di atas
28:51harga jual
28:52jadi ini subsidi
28:53tapi kan ada
28:54keterbatasan waktu
28:55bahwa
28:55sampai kapan
28:56menahan
28:57kalau memang
28:58perangnya lewat
28:59dari tahun ini
29:00kalau dari Pak Purbayang
29:01maka sampai akhir tahun
29:02tidak ada kenaikan BBM
29:03itu soal strategi
29:05men-switch
29:07fiskalnya
29:07dimana yang
29:08perlu dulu
29:09tapi ini kan
29:10perhitungannya
29:11tidak terlalu
29:11jarak jauh
29:13buktinya
29:13nanti
29:14kenapa misalnya
29:15contohnya setiap ada
29:16kenapa juga
29:18Trump
29:18tidak suka
29:19kalau harga
29:20minyak tinggi
29:21padahal mereka punya
29:22produksi terbesar sekarang
29:23Amerika
29:24karena kan harga
29:25harga minyak itu
29:26kan pasar global
29:27jadi biarpun mereka
29:29punya minyak sangat besar
29:30kalau harga pasar global
29:32104 USD per barrel
29:34di Amerika juga segitu
29:35rakyatnya marah sama dia
29:36makanya dia tekan terus
29:38dia berusaha menekan
29:39sekarang sudah 94
29:40jadi ini kepentingan
29:42Amerika juga kuat disitu
29:43artinya
29:43paling tidak
29:44dari fraksi
29:46Gerindra di DPR
29:47melihat bahwa ini
29:48sudah tepat
29:49apa yang dikerjakan oleh
29:50Presiden
29:50dan belum ada
29:51perlu ada berbagai
29:52alternatif untuk
29:53mengantisipasi
29:54kalau perang ini
29:55berkepanjangan
29:55bukan hanya dari
29:56fraksi Gerindra
29:57hampir semua
29:58misu 12
30:00pimpinan dan anggota
30:01mendukung
30:02apa yang dilakukan
30:03oleh Bapak Presiden
30:04dan kita juga
30:05memberikan
30:05masukan-masukan
30:06strategis
30:07melalui
30:08Bapak Menteri SDM
30:11tentunya
30:11kalau Bapak Presiden
30:12kan dari
30:13fraksi bisa
30:14internal lah
30:14itu tidak perlu
30:15dikemukakan
30:16tapi dari sisi
30:17kepentingan
30:18dari sisi
30:19komisi 12
30:20kita
30:21kompak
30:21kita kasih masukan
30:22ke Bapak Menteri SDM
30:24untuk
30:25solusi-solusi
30:26sebagai referensi
30:27untuk beliau
30:28tambahan referensi
30:31Prof. Hamid
30:33ini kan
30:35perundingan aja
30:36kemarin di Islamabad
30:37tidak mencapai
30:38hasil apapun
30:39belum
30:40bahkan
30:40ya oke lah
30:41bahasa positifnya
30:42belum
30:42tapi sudah
30:43disiapkan
30:44difasilitasi
30:45dan kemudian
30:45orang memprediksi
30:46bahwa ini makin panjang
30:48begini
30:48bahkan Rusia aja
30:49sama Ukraine
30:50belum selesai kan
30:51kalau saya
30:51apa kira-kira
30:52posisi Indonesia
30:53yang lebih pas
30:54supaya
30:54karena ada
30:55keterbatasan
30:56kesiapan kita
30:57menahan fiskal
30:58sampai dengan
30:58akhir tahun
30:59juga disebutkan
31:00oleh Pak Burbayo
31:01kalau Anda tanya saya
31:01soal perang
31:02Timur Tengah ini
31:04tidak
31:05lama
31:06tidak lama lagi
31:07tidak lama lagi
31:08apa
31:09apa risennya
31:09simple
31:11Amerika itu
31:12tidak pernah menang
31:13kalau perangnya panjang
31:15tidak pernah menang
31:16dan dia sadar
31:17sepenuhnya itu
31:18tau gak
31:19ekonomi Amerika
31:20sekarang ini
31:22setiap hari
31:23dia harus keluarkan
31:242 miliar dolar
31:25untuk berperang
31:26sampai kapan
31:27kedua
31:29tekanan domestiknya kan
31:30sangat keras
31:32sehingga
31:34Trump tidak akan
31:35mungkin lanjutkan
31:36ini perang
31:36sekarang tinggal
31:37cari alasan
31:38menyelamatkan
31:40muka
31:40dan sudah
31:41dia temukan
31:42satu alasan
31:42saya gak peduli
31:44hasilnya ini
31:45yang penting
31:45kita sudah menang
31:46secara militer
31:48nanti alasan
31:49keduanya
31:50bisa jadi
31:51yang penting
31:52kita sudah
31:52bunuh
31:53Ali Hameni
31:55jadi kalau anda
31:57tanya saya
31:57apakah perang ini
31:59panjang
31:59jelas
32:01saya katakan
32:02tidak bakal panjang
32:03hanya
32:04ukurannya panjang
32:05pendek itu apa
32:05atau melampaui
32:06tahun ini
32:07atau berhenti sebelum
32:08tidak
32:08menurut saya
32:09beberapa minggu
32:11selesai
32:11dalam berapa minggu ini
32:12dalam berapa minggu ini
32:14nah memang ada
32:15kesalahan kemarin
32:16kesalahan teknis
32:17perundingan
32:18mestinya
32:19mediator
32:20Pakistan
32:22melarang kedua
32:24pihak
32:25merilis
32:26poin-poin
32:27yang ingin
32:28mereka ajukan
32:29itu kesalahan teknis
32:31sebelum dilakukan
32:32perundingan
32:32sudah dipublish dulu
32:33iya
32:34jadi kalau ada
32:35yang tidak cocok
32:36harga diri kan
32:37mestinya
32:38dimana-mana
32:39perundingan
32:40damai itu
32:40semua
32:42poin
32:43dari pihak
32:43yang bertik
32:44tidak dirilis
32:45ke publik
32:45kan itu
32:46harus dibicarakan
32:47internal
32:48jadi
32:49kegagalan
32:50kemarin itu
32:50karena kegagalan
32:51teknis
32:52operasional
32:53oke oke
32:54nah
32:55kalau begitu
32:56kemudian
32:56peran Indonesia
32:57yang di awal
32:58tidak disampaikan
32:59sempat ingin
33:00mengusulkan
33:00menjadi mediator
33:01penengah
33:02dan sebagainya
33:03apakah tetap
33:04dalam posisi itu
33:05meskipun dalam
33:05praktika tidak mudah
33:07atau seperti apa
33:09oh anda tanya saya
33:10bukan beliau
33:11niat baik itu
33:12ya tetap harus
33:13niat baik
33:14sekarang pertanyaannya
33:15apakah itu
33:17applicable
33:18bisa
33:19nah untuk sementara
33:20saya tidak melihat
33:21bahwa itu bisa
33:22oke
33:23ya cukup
33:24mas Adi
33:25saya
33:26mau lihat
33:27dalam politik
33:27kan penting sekali
33:28nih dalam situasi
33:29krisis itu
33:30juga menjaga
33:30stabilitas politik
33:31dalam negeri
33:32ya kan
33:33karena kebijakan-kebijakan
33:34terkait dengan
33:35mengantisipasi krisis
33:36yang dilakukan oleh
33:37pemerintah melalui
33:38presiden dengan
33:38kebijakan luar negeri
33:39itu juga pro kontra
33:41nah mas Adi melihat
33:42bahwa ini
33:42penting juga
33:44dan ada gak
33:45potensi yang memang
33:46ini dipakai
33:46dilihat celah
33:48oleh kelompok-kelompok
33:48yang berseberangan
33:49dengan pemerintahan
33:51iya pastinya
33:53situasi gejolak global
33:54itu kan dalam
33:55banyak hal
33:55turut
33:56mendinamisasi
33:57bagaimana
33:58respon dan sikap
33:59pemerintah terkait
34:00dengan kebijakan-kebijakan
34:01domestik
34:02salah satunya
34:03soal apakah
34:04boleh menaikkan BBM
34:05ataupun tidak
34:06nah kalau saya
34:07kalau naikin BBM
34:08pasti akan berdampak
34:09kan ada asumsi
34:09kalau ada asumsi
34:11bahwa kalau BBM
34:12itu naik
34:12maka akan
34:13banyak orang
34:14yang kemudian
34:14akan berhemat
34:15tidak keluar rumah
34:16kalau gak penting-penting amat
34:18konsumsinya juga
34:19bisa dibatasi
34:20tapi kalau ditanya
34:21ke saya mas Yogi
34:22saya dari dulu adalah
34:23madhab yang
34:24sangat setuju
34:25dengan isu
34:26dan kebijakan populisme
34:27apapun judulnya
34:28rakyat
34:29kelas menengah
34:30ke bawah
34:30kelompok miskin
34:31itu jangan sampai
34:32terbebani
34:33dengan kenaikan-kenaikan
34:34apapun
34:35jangan ada judul
34:36kenaikan BBM
34:37jangan ada judul
34:38kenaikan tarif dasar listrik
34:39jangan ada
34:40pencaputan subsidi
34:41di sektor misalnya
34:42pupuk
34:43petani
34:43dan seterusnya
34:44meski ada yang bicara
34:46dengan nada yang cukup kritis
34:47kalau terus-terusan
34:48misalnya tidak menaikan
34:49harga BBM
34:50subsidi untuk
34:51kelas miskin ke bawah
34:53maka APBN
34:54akan jebol
34:54pertanyaannya adalah
34:55kan memang APBN
34:56itu untuk rakyat kecil
34:57bukan untuk yang lainnya
34:59jadi Pak Prabowo
35:00itu ketika memilih
35:01untuk tidak menaikan
35:02BBM bagi saya
35:03ini adalah
35:04mata rantai
35:05bagaimana Prabowo
35:06itu memang
35:06mempertahankan
35:07kebijakan
35:08populismenya
35:08disamping juga menjaga
35:09stabilitas politik
35:10dalam negeri
35:11kalau kita mendengarkan
35:12pidato Pak Prabowo
35:13ya duit negara itu
35:14memang diperuntukkan
35:15untuk orang miskin
35:16bukan untuk yang lainnya
35:17kalau pun toh
35:18IDN itu agak mentok-mentok
35:20APBN kita agak
35:21mau jebol lah
35:22kira-kira begitu
35:22kalau pun toh
35:23mau dinakan
35:24memang untuk
35:24kelas menengah ke atas
35:25yang saya kira
35:26memang saatnya mereka
35:27untuk berkontribusi
35:28untuk bangsa
35:29dan negara
35:30minimal tidak membeli
35:31BBM bersubsidio
35:31saya ke
35:32Mas Fitra lagi
35:33Pakom
35:34dan pemerintah lah
35:36khususnya
35:36apa antisipasinya
35:37ini kan
35:37prediksi nih
35:38bagaimanapun
35:39kemarin kita berharap
35:40keperundingan
35:40ternyata
35:41zong lah
35:42yang pertama
35:44kalau kita lihat dari sisi fiskal
35:45we are in a very good condition
35:47kenapa?
35:47karena dari awal tahun
35:49sampai sekarang
35:49kita sudah mampu
35:50menyisir 130 triliun rupiah
35:52that's the first stage
35:53nah yang berikutnya
35:54bisa disisir lagi
35:54sampai 100 triliun rupiah
35:56tambahan
35:56jadi 230 triliun rupiah
35:58belum ditambah lagi
35:59dengan saldo anggaran lebih
36:00yang kita all in all
36:01punya sekitar
36:02450 triliun rupiah
36:04yang bisa digunakan juga
36:05ya nanti
36:06dengan persenjuan DPR
36:07tentunya
36:07100 triliun tambahan
36:08tidak mesti harus
36:09semuanya dipakai ya
36:10100 triliun tambahan itu
36:11bisa digunakan sebagai buffer
36:13jadi kita sudah ada multi-layer
36:14nah yang dibutuhkan
36:15untuk subsidi
36:16rekomunikasi energi
36:17tanpa harus menaikkan
36:19harga BBM
36:20itu berapa sih?
36:21nah pemerintah
36:22sudah men-set
36:22ya kemarin
36:23Pak Purbayo
36:24sudah men-set
36:24100 USD per barrel
36:26nah yang bisa
36:27kita maknai juga
36:28harusnya
36:29sebenarnya
36:29sampai sekarang ini
36:30year to date
36:32harga ICP
36:33itu baru
36:3474 USD per barrel
36:36dimana asumsi makronya
36:3770
36:37jadi tidak jauh-jauh
36:39gitu kan
36:39kalau kita average
36:40dalam 3 bulan terakhir
36:42nah
36:42tapi kalaupun
36:43sampai 100 USD per barrel
36:45itu duitnya udah ada
36:46nah itu yang pertama
36:46jadi tanpa harus
36:47gimana itu duit ya mas
36:48kalau sampai 100 USD
36:50130 triliun rupiah
36:52kita sudah sisir
36:53dari mana sumbernya itu?
36:55sumbernya itu dari APBN
36:56APBN
36:56jadi pertama itu
36:58itu bukan dari
36:58sisa anggaran lebih
36:59bukan
37:00dari mana itu memang penting sih
37:01saldo anggaran lebih itu
37:02lain lagi ya
37:03yang 130 triliun rupiah
37:05itu sudah ada
37:06realokasi dan refocusing
37:07ya ini
37:08dari diskusi saya dengan Pak
37:10Women KU
37:10ya kita sudah mengamankan
37:11130 triliun rupiah
37:12dari anggaran-anggaran yang tidak penting
37:14yang tidak prioritas
37:15itu diamankan
37:16maksud saya
37:18anggaran yang di
37:20ini anggaran dipangkas
37:22anggaran yang sudah di
37:23atau switch anggaran
37:24switch anggaran
37:24switch anggaran
37:25efisiensi
37:26di kementerian-kementerian lembaga tertentu
37:29termasuk dana transfer ke daerah juga
37:31dipakai ini
37:31di alokasi
37:32transfer ke daerah kan sudah
37:33ada di plan ya
37:34betul
37:34secara umum
37:35kalau kita sisir ke kementerian-kementerian
37:36ada anggaran-anggaran misalnya
37:38ada ATK
37:39ini puluhan triliun buat apa?
37:40gitu kan
37:40jadi 100 triliun tadi
37:42dari situ
37:43kedinasan itu buat apa
37:44jalan-jalannya
37:44efisiensi
37:45kalau tidak ada keuntungan ekonominya
37:46itu kita sudah mahankan
37:48on hand
37:48130 triliun rupiah
37:49dan bisa dapat
37:50100 triliun rupiah lagi
37:51jadi buffer
37:52itu memang hebat
37:52menteri keuangan langsung di bawah beliau
37:54oke
37:55buffer ada cukup
37:56kita akan lanjut
37:57kita harus jeda dulu
37:58bagaimana pemerintah
37:59harusnya merespon
38:00kekhawatiran publik
38:01dan juga melihat peluang
38:02dari kondisi geopolitik
38:03kita akan bahas usaha jeda
38:05tetaplah bersama
38:06Satu Majadah Forum
38:07masih di Satu Majadah Forum
38:08Mas Hadi
38:10apa yang kira-kira
38:11harus dijaga oleh
38:13pemerintah
38:14dalam situasi geopolitik
38:16yang masih
38:16berkecamuk
38:17di berbagai
38:19wilayah dunia
38:20termasuk di Timur Tengah
38:23supaya
38:23pendekatan
38:24kebijakan
38:25luar negeri
38:27juga seiring sejalan
38:28dengan bagaimana
38:29mengelola
38:29karena pro kontra
38:30pasti ada
38:30kekhawatiran publik
38:31pasti ada
38:31ya saya kira
38:33bagi saya secara prinsip
38:34bahwa persoalan-persoalan
38:35yang dianggap insecure
38:36bagi negara kita
38:38itu harus ada solusinya
38:39Mas Yogi
38:40ketika muncul
38:41kekhawatiran
38:42soal adanya
38:43krisis energi global
38:44akan berdampak
38:45ke Indonesia
38:46sepanjang itu
38:46misalnya
38:47tidak ada
38:48kenaikan-kenaikan BBM
38:49yang membebani rakyat
38:50dan kemudian
38:51fiskal kita juga stabil
38:52sekira langkah
38:54apapun yang dilakukan
38:54oleh pemerintah
38:55itu tidak akan
38:56perlu untuk dirisaukan
38:58yang penting
38:59sekalipun
38:59presiden sering keluarga negeri
39:00itu ada hasilnya
39:01sebagai sebuah solusi
39:03untuk memberikan
39:04bagaimana
39:05jawaban-jawaban yang konkret
39:06yang penting ada oleh-olehnya
39:07yang penting ada oleh-olehnya
39:09kan sudah
39:09begitu banyak
39:10nah disinilah pentingnya
39:12sebenarnya
39:12juru bicara pemerintah
39:13untuk
39:14mengekspos apa saja
39:15yang sebenarnya
39:16sudah didapatkan oleh pemerintah
39:18dari sekian begitu banyak
39:19kunjungan
39:20kalau ada
39:20oke
39:21Pak Hamid
39:21kalau tadi Pak Hamid
39:22mengatakan sudah benar
39:23langkah presiden Prabowo
39:24tapi kan Pak Hamid
39:25sebagai duta besar
39:27paham juga
39:28hubungan internasional
39:29kira-kira apa yang harus
39:30diantisipasi dalam waktu dekat
39:31sebenarnya
39:32eksposur presiden kita itu
39:36secara internasional
39:37itu
39:38luar biasa ya
39:40karena
39:41aktivitinya
39:42melakukan kunjungan eksternal
39:45itu bisa membuat
39:48image kita
39:48bahwa kita memang adalah
39:50negara yang terbuka
39:52kita adalah negara
39:54yang
39:55apa
39:56bisa didatangi untuk investasi
39:59hanya di saat yang sama
40:01ketika beliau
40:02lakukan itu semua
40:03harus segera membenahi
40:04internal kita
40:06domestik kita
40:06oke
40:07misalnya
40:07singkat saja apa
40:09birokrasi negara
40:11tidak ribet
40:12pemungutan
40:13kepada para pengusaha
40:15dari aparat
40:16dihilangkan
40:17itu sudah sejalan
40:18tidak ada lagi laporan
40:20asal Bapak Senang
40:21iya
40:21tidak ada
40:22oke
40:22oke
40:23ya
40:23Pak Hamid
40:24DPR
40:25tadi dibilang
40:26tidak hanya fraksi
40:27Partai Gerindra
40:27tapi semua
40:28di Komisi 12
40:29setuju
40:30dan memberikan
40:30dukungan
40:31tapi kan tetap yang namanya
40:32DPR punya fungsi pengawasan
40:34harus ada
40:34yang dibaca bahwa ini
40:36kalau tidak sesuai dengan
40:37rencana
40:38antisipasinya apa
40:39kita tetap kita lakukan
40:40fungsi pengawasan
40:41tapi kita objektif juga
40:42karena Bapak Presiden
40:43Prabowo
40:44keluar negeri
40:45bukan artinya
40:47asal jalan-jalan
40:47pertama dari sisi
40:49karena kita juga
40:5012 itu
40:50mitranya
40:51Menteri Investasi
40:52kita lihat bahwa
40:54untuk mengejar
40:54pertumbuhan ekonomi
40:55beberapa variabel
40:57yaitu konsumsi
40:57masyarakat
40:58net export-import
40:59dan juga
41:00investasi
41:01investasi
41:02kalau tidak ditingkatkan
41:03sulit untuk mencapai
41:05pertumbuhan ekonomi
41:06dari 5,4
41:07ke 6
41:08ke 7
41:08nanti ke 8
41:09jadi sudah pas
41:09dari sisi
41:10energi
41:11bahwa dalam keadaan
41:13sekarang mungkin
41:132-3 bulan ini
41:14kita memerlukan
41:15diversifikasi
41:16supply chain
41:17diversifikasi sumber
41:18energi
41:19yang untuk
41:19dibawa ke Indonesia
41:21kalau perhitungan
41:23kita juga nanti
41:24mungkin 2-3 bulan lagi
41:26harga minyak akan menurun
41:27karena apa
41:28nanti negara yang sudah
41:30diambil oleh Amerika itu
41:31Venezuela
41:32itu akan memproduksi
41:34habis-habisan
41:35itu nomor 1 terbesar
41:37cadangan minyak
41:38kita sudah berbaik-baik
41:39dengan Amerika
41:39nomor 2
41:40Arab Saudi
41:41nomor 3
41:42Iran
41:42tadinya kalau ini
41:43sudah baik-baik Iran
41:44ini nanti supply kita
41:45sangat besar
41:4665 dolar
41:48oh berarti dibawa
41:49asusnya OPBN ya
41:50per minyak
41:50iya sudah dibawa itu
41:52kita pokoknya
41:52kita tenang
41:54jangan terlalu
41:54grogi-grogi
41:55sehingga kasak-kasak kusuk
41:56tapi ya itulah
41:57namanya
41:57ini kan punya hak bicara
42:00terima kasih
42:01mas Fitrah
42:04geopolitik
42:04orang memprediksi
42:05belum tentu
42:06tapi Anda punya
42:06bacaan
42:07buat tenang aja
42:08perang akan berakhir
42:09dalam waktu singkat
42:10kemudian hitung-hitungan
42:12kita secara
42:12asumsi APBN
42:13dan kekuatan fisial
42:14juga tidak terlalu
42:15mengkhawatirkan
42:15saya bukan ingin
42:17mendahului
42:18Tuhan ya
42:19tetapi
42:19sebenarnya
42:20kalau dalam hitungan
42:21pertama
42:21golf 4 itu
42:22biasanya selesai
42:23di spring
42:24mungkin sampai bulan
42:26musim panas
42:27karena terlalu panas
42:28terus yang kedua
42:29adalah ada yang disebut
42:30sebagai taco zone
42:31Trump always chicken out zone
42:32yang pertama adalah
42:34indikator dari
42:35US Treasury Yield
42:36itu sekarang sudah
42:364,2 sampai 4,5
42:38artinya
42:38Yield terlalu besar itu
42:39tekanan fiskalnya
42:40paling besar
42:40untuk administrasi Trump
42:42yang kedua adalah
42:43tadi yang disampaikan oleh
42:44Pak Dubas juga
42:46itu
42:46konstituen Trump itu
42:47sangat sensitif
42:48terhadap
42:49pergerakan harga petrol
42:50dan ini sekarang
42:51sudah sangat tinggi
42:52dan yang ketiga
42:53ini juga yang
42:54teman-teman market
42:56lihat
42:56di bulan Juni nanti
42:57itu Elon Musk
42:58bakalan IPO
42:59nah kalau
42:592 triliun
43:00yas dolar
43:00nah kalau mau
43:01IPO 2 triliun
43:02yas dolar
43:03dan dia bakalan
43:04menjadi orang pertama
43:05di dunia menjadi
43:05manusia 1 triliun
43:07dolar
43:07itu pastinya kan
43:09minta iklim perangnya
43:10juga relatif
43:11kondusif
43:12atau bahkan
43:13tidak ada perang
43:13dan as we speak
43:14sekarang sebenarnya
43:15market sudah memprice in
43:16bahwa perang itu
43:17akan selesai
43:18di bulan ini
43:18dan dalam konteks ini
43:20meskipun tentunya
43:22tentunya kita
43:23tidak tahu
43:24kapan perangnya
43:24dan makanya
43:25pemerintah sekarang
43:26sudah membuat skenario
43:27sampai 100 shows
43:28per barrel
43:29tetapi pengalaman 2024
43:30dulu kita sempat
43:31mencadangkan 80 triliun
43:33rupiah
43:33sebagai tambahan
43:34dari subsidi
43:34dan komisasi energi
43:35tapi kita tidak gunakan
43:36di semester 2 nya
43:37kenapa?
43:38karena iya
43:38kecenderungan di semester 2
43:39selalu ada deeskalasi
43:40begitu
43:41oke
43:41terima kasih
43:42terima kasih Pak Ransom
43:44terima kasih Bung Fitra
43:45terima kasih Mas Adi
43:46terima kasih Pak Hamid Auludin
43:48terima kasih
43:48terima kasih
43:48terima kasih
Komentar

Dianjurkan