00:00Masih di Satu Majadah Forum, Mas Hadi, apa yang kira-kira harus dijaga oleh pemerintah dalam situasi geopolitik yang masih
00:09berkecamuk di berbagai wilayah dunia termasuk di Timur Tengah
00:16supaya pendekatan kebijakan luar negeri juga seiring sejalan dengan bagaimana mengelola. Karena pro kontra pasti ada, kekhawatiran publik pasti ada.
00:24Ya saya kira bagi saya secara prinsip bahwa persoalan-persoalan yang dianggap insecure bagi negara kita itu harus ada solusinya
00:32Mas Yogi.
00:33Ketika muncul kekhawatiran soal adanya krisis energi global akan berdampak ke Indonesia sepanjang itu misalnya tidak ada kenaikan-kenaikan BBM
00:42yang membebani rakyat dan kemudian fiskal kita juga stabil.
00:46Sekira langkah apapun yang dilakukan oleh pemerintah itu tidak akan perlu untuk dirisaukan.
00:51Yang penting sekalipun Presiden sering keluar negeri itu ada hasilnya sebagai sebuah solusi untuk memberikan bagaimana jawaban-jawaban yang konkret.
00:59Jalan-jalan yang penting ada oleh-olehnya.
01:01Yang penting ada oleh-olehnya kan sudah begitu banyak. Nah disinilah pentingnya sebenarnya juru bicara pemerintah untuk mengekspos apa saja
01:08yang sebenarnya sudah didapatkan oleh pemerintah dari sekian begitu banyak kunjungan keluar negeri.
01:13Oke. Pak Hamid, kalau tadi Pak Hamid mengatakan sudah benar langkah Presiden Prabowo tapi kan Pak Hamid sebagai duta besar
01:20paham juga hubungan internasional.
01:22Kira-kira apa yang harus diantisipasi dalam waktu dekat?
01:24Sebenarnya eksposur Presiden kita itu secara internasional itu luar biasa ya.
01:33Karena aktivitinya melakukan kunjungan eksternal itu bisa membuat image kita bahwa kita memang adalah negara yang terbuka.
01:45Kita adalah negara yang bisa didatangi untuk investasi hanya di saat yang sama ketika beliau lakukan itu semua harus segera
01:57membenahi internal kita, domestik kita.
01:59Misalnya, birokrasi negara tidak ribet, pemungutan kepada para pengusaha dari aparat dihilangkan, itu sudah sejalan.
02:11Tidak ada lagi laporan asal Bapak Senang.
02:14Iya, tidak ada.
02:15Oke, oke.
02:17Pak Hamid, DPR tadi dibilang tidak hanya fraksi Partai Gerindra tapi semua di Komisi 12 setuju dan memberikan dukungan.
02:24Iya, betul.
02:25Tapi kan tetap yang namanya DPR punya fungsi pengawasan.
02:27Harus ada yang dibaca bahwa ini kalau tidak sesuai dengan rencana, antisipasinya apa?
02:32Kita tetap kita lakukan fungsi pengawasan.
02:34Tapi kita objektif juga karena Bapak Presiden Prabowo keluar negeri bukan artinya asal jalan-jalan.
02:40Pertama, dari sisi, karena kita juga 12 itu mitranya Menteri Investasi.
02:45Kita lihat bahwa untuk mengejar pertumbuhan ekonomi, beberapa variabel yaitu konsumsi masyarakat, net export-import, dan juga investasi.
02:54Nah, investasi kalau tidak ditingkatkan, sulit untuk mencapai pertumbuhan ekonomi dari 5,4 ke 6 ke 7 nanti ke 8.
03:02Jadi sudah pas.
03:02Dari sisi energi, bahwa dalam keadaan sekarang, mungkin 2-3 bulan ini, kita memerlukan diversifikasi supply chain, diversifikasi sumber energi
03:12yang untuk dibawa ke Indonesia.
03:15Kalau perhitungan kita juga nanti, mungkin 2-3 bulan lagi harga minyak akan menurun.
03:20Karena apa? Nanti negara yang sudah diambil oleh Amerika itu, Venezuela, itu akan memproduksi habis-habisan.
03:28Itu nomor 1 terbesar cadangan minyak di dunia.
03:31Kita sudah berbaik-baik dengan Amerika.
03:32Iya, nomor 2 Arab Saudi, nomor 3 Iran.
03:36Tadinya kalau ini sudah baik-baik Iran ini, nanti supply kita sangat besar.
03:39Mungkin 65 dolar per minyak.
03:43Iya, sudah di bawah itu.
03:45Pokoknya kita tenang, jangan terlalu grogi-grogi sehingga kasak-kasak kusuk tapi ya itulah namanya,
03:50apa, sepidak ini kan punya hak berbicara.
03:53Terima kasih.
03:55Mas Fitrah, geopolitik orang memprediksi belum tentu, tapi Anda punya bacaan buat tenang aja,
04:02perang akan berakhir dalam waktu singkat, kemudian hitung-hitungan kita secara asumsi APBN dan kekuatan visual juga tidak terlalu mengkhawatirkan.
04:08Iya, saya bukan ingin mendahului hendak Tuhan ya, tetapi sebenarnya kalau dalam hitung-hitungannya,
04:14pertama, Gulf War itu biasanya selesai di spring ya, mungkin sampai bulan musim panas ya, karena terlalu panas.
04:21Terus yang kedua adalah ada yang disebut sebagai taco zone, Trump always chicken out zone.
04:26Yang pertama adalah indikator dari US Treasury Yield, itu sekarang sudah 4,2 sampai 4,5,
04:31artinya yield terlalu besar itu tekanan fiskalnya paling besar untuk administrasi Trump.
04:35Yang kedua adalah, tadi yang disampaikan oleh Pak Dubas juga, itu konstituent Trump itu sangat sensitif terhadap pergerakan harga petrol,
04:43dan ini sekarang sudah sangat tinggi.
04:45Dan yang ketiga, ini juga yang teman-teman market lihat, di bulan Juni nanti itu Elon Musk bakalan IPO,
04:52nah kalau 2 triliun USD, nah kalau mau IPO 2 triliun USD, dan dia bakalan menjadi orang pertama di dunia
04:58menjadi manusia 1 triliun USD,
05:00itu pastinya kan minta iklim perangnya juga relatif kondusif, atau bahkan tidak ada perang ya.
05:07Dan as we speak, sekarang sebenarnya market sudah memprice in bahwa perang itu akan selesai di bulan ini.
05:12Dan dalam konteks ini, meskipun tentunya kita tidak tahu kapan perangnya,
05:17dan makanya pemerintah sekarang sudah membuat skenario sampai 100 shares per barrel.
05:21Tetapi pengalaman 2024, dulu kita sempat mencadangkan 80 triliun rupiah sebagai tambahan dari subsidi dan komisasi energi.
05:28Tapi kita tidak gunakan di semester 2-nya, kenapa?
05:31Karena ya kecenderungan di semester 2 selalu ada deeskalasi begitu.
05:34Oke, oke. Terima kasih.
05:36Terima kasih Pak Ransom, terima kasih Bung Fitra, terima kasih Mas Adi, terima kasih Pak Hamid Awaludin.
Komentar