00:00Dan ada pernyataan dari Menteri SDM, Mbak Halil, yang mengatakan bahwa memang saya diperintah oleh Presiden untuk mencari sumber minyak
00:08sebanyak-banyaknya.
00:08Kita dengarkan dulu pernyataan Mbak Halil Hadalia.
00:15Atas dasar itu, Mbak Presiden Semalang memerintahkan kepada saya,
00:21ganti untuk segera mencari pasokan-pasokan minyak petang dari Hapusus Negara.
00:29Kemudian mengoptimalkan semua energi yang ada pada kami.
00:32Tentu setelah kondisi yang baik, saya mempunyai dukungan dari semua rakyat.
00:37Masalah ini tidak hanya masalah pemerintah, masalah kita sendiri.
00:41Saya memohon, menyarankan, agar ayo kita harus memakai energi dengan energi.
00:50Pak Hamid, coba kalau melihat ini, Pak Hamid.
00:54Kayaknya, tenang-tenang aja, sementara Pak Hamid, Pak JK, sepertinya ada situasi genting gitu,
00:59mengumpulkan di rumah berturut-turut, kemudian meminta supaya naikkan harga BBM untuk menjaga fisik, gimana Pak Hamid sebetulnya?
01:06Penjelasannya?
01:06Bukan apa.
01:07Itu semata-mata untuk melihat postur APBN kita.
01:13Oke.
01:13Jadi sebenarnya tujuannya dia itu, sebenarnya dia tidak mengundang kelompok-kelompok itu datang.
01:20Datang.
01:20Karena kenapa dia didatangin? Kan orangnya kalau ngomong apa adanya.
01:25Tidak tersirat dan kelebihan beli itu kan hitungannya ya.
01:29Ya.
01:30Jadi sebenarnya motifnya itu.
01:32Oke.
01:32Ya, intinya ingin berkontribusilah.
01:36Nah, saya ingin komentari tadi persoalan kenapa Pak Presiden kita itu disorot kalau ke luar negeri.
01:47Ya, karena kan.
01:48Sederhana, karena seolah-olah ini antitesa ini.
01:52Iya.
01:52Presiden sebelumnya itu sangat pasif keluar.
01:55Itu satu sisi.
01:56Ya.
01:57Pak Presiden Pak Prabowo itu aktif sekarang, jadi orang melihat, loh, apalagi nih?
02:04Ada apa?
02:04Padahal sebenarnya tujuannya bagus.
02:05Kenapa Pak Hamid? Kan ini berbarengan dengan instruksi Presiden soal efisiensi dan semua daerah merasakan,
02:12kemudian orang melihat, ini kan mesti dijelaskan, bahwa kenapa Presiden setiap hampir dua minggu ke luar negeri,
02:18sampai akhirnya kemarin menjelaskan salah satunya untuk menggunakan minyak.
02:21Ya, pasti. Ada berapa sih tingkat efisiensinya kalau Presiden ke luar negeri?
02:27Oke.
02:27Kan beda, ya tau?
02:29Nah, Presiden kita ini ke luar negeri memang karena visinya tau.
02:33Pisi eksternal.
02:35Beda dengan pendahulunya.
02:37Kedua, passion.
02:39Passionnya ada.
02:40Ya, ada di situ.
02:42Ketiga, ability kemampuan.
02:44Dia bisa bercakap dengan leluasan.
02:46Kemampuan berbahasa asing.
02:48Berbahasa asing.
03:01Berbahasa asing.
03:03Anti-tesis dari yang sangat pasif menjadi sangat aktif.
03:07Pasipun publik dalam negeri tidak semuanya setuju juga dengan misalnya contoh BOP, pendekatan ke Amerika.
03:13Terus kemudian kenapa tidak segera memikirkan untuk menaikkan harga?
03:18Karena kan asumsi di APB-nya.
03:19Nah, begini.
03:20Kalau persoalan harga ini, itu kan dua hal yang berbeda ya.
03:26Satu hitungannya adalah matematik.
03:29Satu hitungannya adalah saya mau melihat rakyat saya dulu tenang.
03:34Saya tidak mau membuat rakyat saya tiba-tiba membayar, mengeluarkan uang begitu banyak untuk BBE.
03:41Jadi, kita tidak bisa mengatakan yang mana yang salah.
03:45Satu menggunakan hitungan, satu menggunakan visi populisme.
03:51Nah, itu ya.
03:52Nah, kembali ke soal tadi itu, soal kenyakan harga BBE.
03:56BBE, semata-mata hitungannya Pak Jekah itu adalah hitungan APBN.
04:01APBN kita sekian, ekspenditurnya sekian, lantas kalau di visi bagaimana?
04:08Kan ada undang-undang, 3 persen.
04:10Artinya, saya merujuk yang disampaikan Pak Jekah untuk mengingatkan bahwa
04:14segera naikkan harga BBM itu penjelasannya adalah itu.
04:18Untuk semata-mata antisipasi supaya tidak.
04:20Saya ke Bung Fitra-Bung Fitra.
04:22Ini kan seperti ada operasi besar-besaran pencarian sumber minyak.
04:26Kalau tadi dari Pak Bahlil, terus kemudian tadi penjelasannya bahwa
04:30sudah dengan Singapura, sudah dengan Malaysia.
04:33Ini kan bisa dibaca, satu memang antisipasi,
04:36disitu bagus tadi disampaikan Pak Ramson,
04:38atau memang mengantisipasi, ini kita tidak bisa memprediksi ini perang sampai kapan,
04:43sehingga cadangan harus dibuka seluas-luasnya,
04:45dan benar memang ini adalah operasi besar-besaran
04:48untuk meminta sumber-sumber kepada Menteri untuk mencari sumber-sumber minyak.
04:52Ya, oke. Sekarang saya bicara dari sisi umumnya dulu tadi,
04:56disampaikan perjalanan Presiden ke luar negeri.
04:58Kita bicara itu dulu.
05:00Nah, memang kalau kita lihat secara sempit di seminggu, dua minggu terakhir,
05:05dalam konteks pencarian ke sumber-sumber energi baru.
05:08Sumber-sumber energi yang didapatkan dari negara-negara alternatif atau non-tradisional.
05:13Tapi yang secara umum ya, kalau kita lihat ya,
05:17kebutuhan investasi kita untuk mengejar pertumbuhan ekonomi 8%,
05:21hitung-hitungannya adalah 10.000 triliun at the very least.
05:24Itu dibagi menjadi ICT, energy, water sanitation, water resources, transportation, housing.
05:30Nah, maksimum yang bisa digunakan di luar negeri, di dalam negeri, kapasitas maksimumnya 3.000 triliun.
05:36Nah, 7.000 triliun harus didapatkan dari luar negeri.
05:39Nah, dalam konteks itulah kemudian Presiden beranjang sana,
05:42mengait komitmen dari negara-negara tetangga,
05:46negara-negara yang kita lihat punya resources yang cukup baik,
05:49untuk kemudian berinvestasi di Indonesia ya,
05:52untuk kemudian mengejar pertumbuhan ekonomi 8% itu.
05:54Jadi, kalau kita maknai perjalanan dari Presiden itu kan ada return on investment-nya.
05:58Jadi, ibaratnya ini ada...
06:00Biaya perjalanannya itu bisa dibayar dengan...
06:02Investasi yang...
06:03Oleh yang tadi dibilang oleh Mas Adi.
06:05Ada Mas Adi.
06:05Ibaratnya ini dalam satu keluarga,
06:06Bapak kita lagi bekerja di luar,
06:08pulang-pulang bawa berkat.
06:10Nah, itulah yang sekarang sedang dikerjakan Bapak Presiden.
06:12Nah, yang berikutnya adalah dalam konteks energi tadi ya,
06:16ini sebenarnya oke kita sedang mencari,
06:18tapi di sisi yang lain dalam konteks ketersediaan pasokan,
06:21dalam hal sekarang ini,
06:23itu sebenarnya tidak masuk dalam ilai kegentingan.
06:26Tetapi kan tetap harus kita antisipasi.
06:28Kedepannya ya.
06:29Tadi ada wacana perangnya itu bisa berlanjut sangat lama sekali,
06:33dan seterusnya.
06:34Nah, oleh karenanya,
06:36apa yang kita hadapi sekarang adalah fungsi dari perangnya itu sampai kapan.
06:40Nah, yang pertama yang ingin saya jelaskan adalah,
06:42this is not our first rodeo.
06:43Tahun 2022, bahkan sudah ada perang Rusia dan Ukraina,
06:47waktu itu yang memuncak,
06:48dan kita masih bisa bertahan sepanjang tahun itu,
06:50meskipun harga minyak dunia sampai 120 USD per barrel.
06:53Yang gak buah.
06:53Itu kita harus nambahin lebih dari 50 triliun kan?
06:56Kita menyakulakan penyesuaian harga waktu itu ya.
06:59Saya mau ke Pak Ramson.
07:01Pak Ramson, kalau gitu,
07:02Komisi 12 juga setuju bahwa
07:04belum saatnya menaikkan harga BBM,
07:06atau punya analisa lain.
07:08Tapi jawabannya ditahan dulu,
07:09kita akan kembali setelah yang satu ini,
07:11tetaplah bersama satu major development.
Komentar