00:00Kita juga menekankan kembali, pentingnya untuk kembali ke meja perundingan.
00:07Saya juga menyampaikan concern dari rekan-rekan kita yang ada di negara-negara Teluk
00:15terhadap serangan yang mereka dapatkan di wilayah-wilayah mereka.
00:20Pak Presiden bersedia untuk menjadi mediator,
00:22tapi kalau misalnya ada pandangan seperti itu, ya kita kembalikan kepada mereka.
00:30Masih di Satu Menjadi Forum, Pak Ramson, saya melanjutkan.
00:33Jadi pandangan DPR sejauh ini sudah ada nggak beberapa usulan atau mungkin plan untuk salah satunya
00:39juga menjaga ketahanan fiskal untuk skema kenaikan harga BPM
00:44atau tetap ada itu karena tadi cadangan berdasarkan hitungan, kekuatan kilang, dan sebagainya?
00:49Jadi kita tetap melihat kira-kira bagaimana visi Bapak Presiden.
00:53Apalagi referensi Bapak Presiden Prabowo, heavy-nya kuatnya pasal 33 Undang-Undang Dasar 45
01:00sama sila kelima keadaan sosial bagi seluruh Indonesia.
01:04Bisa kita lihat dari program MPG yang untuk rakyat, termasuk juga untuk BPM ini kenapa tidak naik.
01:09Ini kan soal strategi kebijakan fiskal aja nih.
01:13Kalau soal tidak menaikkan harga BPM.
01:15Jangan dilihat kos per unitnya.
01:19Kos per unit memang mungkin artinya harga pokok penjualan sudah di atas harga jual.
01:27Tapi kan ada keterbatasan waktu bahwa sampai kapan menahan?
01:32Kalau memang perangnya lewat dari tahun ini, kalau dari Pak Purbayang maka sampai akhir tahun tidak ada kenaikan BPM.
01:38Itu soal strategi men-switch fiskalnya.
01:42Di mana yang perlu dulu, tapi ini kan perhitungannya tidak terlalu jarak jauh.
01:48Buktinya nanti, kenapa misalnya contohnya setiap ada, kenapa juga Trump tidak suka kalau harga minyak tinggi.
01:56Padahal mereka punya produksi terbesar sekarang, Amerika.
01:59Karena kan harga minyak itu kan pasar global.
02:02Jadi biarpun mereka punya minyak sangat besar, kalau harga pasar global sempat USD per barrel, di Amerika juga segitu.
02:10Rakyatnya warah sama dia.
02:11Makanya dia tekan terus.
02:13Dia berusaha menekan.
02:14Sekarang sudah 94.
02:15Jadi ini kepentingan Amerika juga kuat di situ.
02:18Artinya paling tidak dari fraksi Gerindra di DPR melihat bahwa ini sudah tepat apa yang dikerjakan oleh Presiden
02:25dan belum ada, perlu ada berbagai alternatif untuk mengantisipasi kalau perang ini berkepanjangan.
02:30Bukan hanya dari fraksi Gerindra, hampir semua komisi 12 pimpinan dan anggota mendukung apa yang dilakukan oleh Bapak Presiden.
02:39Dan kita juga memberikan masukan-masukan strategis melalui Bapak Menteri SDM.
02:46Tentunya kalau Bapak Presiden kan dari fraksi bisa internal lah, itu tidak perlu dikemukakan.
02:50Tapi dari sisi kepentingan, dari sisi komisi 12, kita kontak.
02:56Kita kasih masukan ke Bapak Menteri SDM untuk solusi-solusi sebagai referensi untuk beliau, tambahan referensi.
03:04Terima kasih Pak Ramstadz.
03:04Jadi tidak ada masalah kalau kepentingan energi kita sekarang.
03:07Prof. Hamid, ini kan perundingannya kemarin di Islam Babad tidak mencapai hasil apapun.
03:14Belum.
03:14Bahkan, ya oke lah, bahasa positifnya belum.
03:17Tapi sudah disiapkan, difasilitasi, dan kemudian orang memprediksi bahwa ini makin panjang.
03:23Begini.
03:23Bahkan Rusia aja sama Ukraine belum selesai kan?
03:25Ya, kalau saya.
03:26Apa kira-kira posisi Indonesia yang lebih pas supaya, karena ada keterbatasan,
03:31kesiapan kita menahan fiskal sampai dengan akhir tahun juga disebutkan oleh Pak Purbaik.
03:35Kalau Anda tanya saya soal perang Timur Tengah ini, tidak lama, tidak lama lagi.
03:42Tidak lama lagi?
03:43Apa, apa risernya?
03:44Gini, gini, simple.
03:46Amerika itu tidak pernah menang kalau perangnya panjang.
03:50Tidak pernah menang.
03:51Dan dia sadar sepenuhnya itu.
03:53Tahu nggak, ekonomi Amerika sekarang ini, setiap hari dia harus keluarkan 2 miliar dolar untuk berperang.
04:01Sampai kapan?
04:02Kedua, tekanan domestiknya kan, sangat keras sehingga Trump tidak akan mungkin lanjutkan ini perang.
04:11Sekarang tinggal cari alasan menyelamatkan muka.
04:15Dan sudah ditemukan satu alasan.
04:18Saya nggak peduli hasilnya ini, yang penting kita sudah menang secara militer.
04:23Nanti alasan keduanya, bisa jadi mengatakan, yang penting kita sudah bunuh Ali Hameni.
04:28Wah, ya kan? Jadi kalau Anda tanya saya, apakah perang ini panjang?
04:35Jelas, saya katakan, tidak bakal panjang.
04:38Hanya kelas.
04:39Ukurannya panjang pendek itu apa? Akan melampaui tahun ini atau berhenti sebelum?
04:43Oh, enggak. Menurut saya beberapa minggu selesai.
04:46Dalam berapa minggu ini?
04:47Dalam berapa minggu ini.
04:48Nah, memang ada kesalahan kemarin, kesalahan teknis perundingan.
04:54Mestinya mediator Pakistan melarang kedua belah pihak merilis poin-poin yang ingin mereka ajukan.
05:04Itu kesalahan teknis.
05:06Sebelum dilakukan perundingan sudah dipublish dulu.
05:08Iya. Jadi kalau ada yang tidak cocok, harga diri kan?
05:11Mestinya di mana-mana perundingan damai itu, semua poin dari pihak yang bertiknya tidak dirilis ke publik.
05:20Kan itu harus dibicarakan internal.
05:23Jadi kegagalan kemarin itu karena kegagalan teknis operasional.
05:29Oke, oke. Nah, kalau begitu kemudian peran Indonesia yang di awal tadi disampaikan sempat ingin mengusulkan menjadi mediator, penengah, dan
05:37sebagainya.
05:38Apakah tetap dalam posisi itu, meskipun dalam praktiknya tidak mudah atau seperti apa?
05:44Oh, Anda tanya saya. Bukan beliau.
05:46Iya. Niat baik itu ya tetap harus niat baik.
05:49Sekarang pertanyaannya, apakah itu applicable?
05:53Bisa.
05:54Nah, untuk sementara saya tidak melihat bahwa itu bisa.
05:57Oke.
05:58Oke.
05:58Ya, cukup.
05:59Mas Adi, Mas Adi, saya mau lihat dalam politik, kan penting sekali nih dalam situasi krisis itu juga menjaga stabilitas
06:06politik dalam negeri.
06:07Ya kan, karena kebijakan-kebijakan terkait dengan mengantisipasi krisis yang dilakukan oleh pemerintah melalui presiden dengan kebijakan luar negeri itu
06:14juga pro-kontra.
06:16Nah, Mas Adi melihat bahwa ini penting juga dan ada nggak potensi yang memang ini dipakai, dilihat celah oleh kelompok
06:23-kelompok yang berseberangan dengan pemerintahan?
06:26Iya, pastinya situasi gejolak global itu kan dalam banyak hal turut mendinamisasi bagaimana respon dan sikap pemerintah terkait dengan kebijakan
06:36-kebijakan domestik.
06:37Salah satunya soal apakah boleh menaikkan BBM ataupun tidak.
06:41Nah, kalau saya...
06:42Kan ada asumsi, kalau ada asumsi bahwa kalau BBM itu naik maka akan banyak orang yang kemudian akan berhemat.
06:50Tidak keluar rumah kalau nggak penting-penting amat.
06:53Konsumsinya juga bisa dibatasi.
06:55Tapi kalau ditanya ke saya, Mas Yogi, saya dari dulu adalah madhab yang sangat setuju dengan isu dan kebijakan populisme.
07:02Apapun judulnya, rakyat kelas menengah ke bawah, kelompok miskin, itu jangan sampai terbebani dengan kenaikan-kenaikan apapun.
07:10Jangan ada judul kenaikan BBM, jangan ada judul kenaikan tarif dasar listrik,
07:14jangan ada pencaputan subsidi di sektor misalnya pupuk, petani, dan seterusnya, dan seterusnya.
07:19Meski ada yang bicara dengan nada yang cukup kritis,
07:22kalau terus-terusan misalnya tidak menaikkan harga BBM, subsidi untuk kelas miskin ke bawah,
07:27maka APBN akan jebol.
07:29Pertanyaannya adalah, kan memang APBN itu untuk rakyat kecil, bukan untuk yang lainnya.
07:34Jadi Pak Prabowo itu ketika memilih untuk tidak menaikkan BBM bagi saya,
07:38ini adalah mata rantai bagaimana Prabowo itu memang mempertahankan kebijakan populismenya.
07:43Disamping juga menjaga stabilitas politik dalam negeri.
07:46Kalau kita mendengarkan pidato Pak Prabowo, ya duit negara itu memang diperuntukkan untuk orang miskin,
07:51bukan untuk yang lainnya.
07:52Kalau pun toh IDN itu agak mentok-mentok, APBN kita agak mau jebol lah kira-kira begitu,
07:58kalau pun toh mau dinakan memang untuk kelas menengah ke atas,
08:00yang saya kira memang saatnya mereka untuk berkontribusi untuk bangsa dan negara.
08:05Minimal tidak membeli BBM bersubsidio.
08:06Saya ke Mas Fitra lagi, Pak Kom dan pemerintah lah khususnya, apa antisipasinya?
08:12Ini kan prediksi nih, bagaimanapun kemarin kita berharap keperundingan ternyata zong lah.
08:17Yang pertama kalau kita lihat dari sisi fiskal, we are in a very good condition.
08:22Kenapa?
08:22Karena dari awal tahun sampai sekarang, kita sudah mampu menyisir 130 triliun rupiah.
08:27That's the first stage.
08:27Nah, yang berikutnya bisa disisir lagi sampai 100 triliun rupiah tambahan, jadi 230 triliun rupiah.
08:33Belum ditambah lagi dengan saldo anggaran lebih, yang kita all in all punya sekitar 450 triliun rupiah.
08:39Yang bisa digunakan juga ya nanti dengan persetujuan DPR tentunya, 100 triliun tambahan.
08:43Tidak mesti harus semuanya dipakai ya, 100 triliun tambahan itu bisa digunakan sebagai buffer.
08:48Jadi kita sudah ada multi-layer.
08:49Nah, yang dibutuhkan untuk subsidi rekomendasi energi tanpa harus menaikkan harga BBM itu berapa sih?
08:55Nah, pemerintah sudah men-set ya, kemarin Pak Purbayo sudah men-set 100 USD per barrel.
09:01Nah, yang bisa kita maknai juga harusnya, sebenarnya sampai sekarang ini ya, year to date, harga ICP itu baru 74
09:10USD per barrel.
09:11Di mana asumsi makronya 70.
09:12Jadi tidak jauh-jauh gitu kan, kalau kita average dalam 3 bulan terakhir.
09:17Nah, tapi kalau pun sampai 100 USD per barrel, itu duitnya sudah ada.
09:21Nah, itu yang pertama.
09:21Jadi tanpa harus men...
09:22Gimana itu duit ya, Mas?
09:23Kalau sampai 100 USD?
09:26130 triliun rupiah kita sudah sisir.
09:28Dari mana sumbernya itu?
09:30Sumbernya itu dari APBN.
09:31APBN, jadi pertama itu...
09:33Itu bukan dari sisa anggaran lebih?
09:35Bukan, bukan.
09:35Dari mana itu memang penting sih?
09:36Saldo anggaran lebih itu lain lagi ya.
09:38Yang 130 triliun rupiah itu sudah ada realokasi dan refocusing.
09:42Ini dari diskusi saya dengan Pak Wamenkew, kita sudah mengamankan 130 triliun rupiah.
09:48Dari anggaran-anggaran yang tidak penting, yang tidak prioritas, itu diamankan.
09:51Tidak, maksud saya anggaran yang di...
09:55Ini anggaran dipangkas...
09:57Anggaran yang sudah di...
09:58Atau switch anggaran.
09:59Switch anggaran.
09:59Switch anggaran.
10:01Efisiensi di kementerian-kementerian lembaga tertentu...
10:04Termasuk dana transfer ke daerah juga dipakai ini, di alokasi...
10:07Transfer ke daerah kan sudah ada di plan ya.
10:09Betul.
10:09Secara umum, kalau kita sisir ke kementerian-kementerian, ada anggaran-anggaran misalnya ya.
10:13Ada ATK, ini puluhan triliun buat apa?
10:15Itu kan, itu di...
10:16Jadi 100 triliun tadi dari situ?
10:18Kedinasan, itu buat apa jalan-jalannya efisiensi kalau nggak ada keuntungan ekonominya.
10:21Itu kita sudah mengamankan on hand, 130 triliun rupiah, dan bisa dapat 100 triliun rupiah lagi.
10:26Jadi buffer...
10:27Itu memang hebat.
10:27Menteri Keuangan langsung di bawah beliau.
10:29Oke.
10:29Yuk, tahu betul.
10:30Buffer ada cukup.
10:31Kita akan lanjut.
10:32Kita harus jadah dulu, bagaimana pemerintah harusnya merespon kekhawatiran publik
10:36dan juga melihat peluang dari kondisi geopolitik, kita akan bahas usai jadah.
10:40Tetaplah bersama Satu Menjadah Forum.
Komentar