00:00Dia mau ke Kompas TV juga?
00:02Pertama-tama saya kita ucapkan terima kasih yang luar biasa
00:05kepada pihak kepolisian, terutama Polda Metro Jaya,
00:09seluruh penyidik Polda Metro Jaya.
00:11Kita lihat setahun ini, kita berjibaku dan sebagainya.
00:16Dan kita melihat bahwasannya dengan adanya KUHAP baru itu
00:19yang ke depan yang namanya restoratif justice ini
00:22sudah terpenuhi dengan baik.
00:24Dan dikatakan tadi Bang Jamada,
00:27besok itunya pers konferensinya itu menunggu dari padir.
00:31Kalau kita lihat wajah-wajahnya ini kita semuanya sumberingga-sumberingga semua.
00:35Artinya sudah menggambarkan seperti apa hasilnya.
00:38Jadi besok kita bertemu lagi,
00:41nanti kita pers konferensi secara bersama-sama
00:46dan penjelasan ini.
00:48Dan juga kita berharap memang dalam minggu ini sudah ada pelimpahan
00:53dan bisa akhir bulan ini sudah ada P21.
00:57Untuk yang dua ini.
00:59Roti-Roti.
01:00Roy Tiva itu.
01:02Dan juga akan menyusul juga kan nanti yang kelas ter-satu itu.
01:05Jadi, ya.
01:07Kalau dikatakan oleh mereka itu,
01:09wah tidak akan ada namanya SP3 tanda tangan.
01:13Roy kalau lihat sendiri ya, Roy.
01:15Mukanya Rizmon itu sekarang sudah bisa tidur nyenyak gitu.
01:18Jadi, intinya adalah apapun yang telah dilakukan,
01:21kita apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Kepolisian Republik Indonesia
01:25dalam hal ini.
01:26Para penyidik di Polda Metro Jaya.
01:28Dan terima kasih kepada Pak Kombesiman sebagai dir tipidum Polda Metro Jaya.
01:33Bang, tadi karena Bang sudah sebut,
01:36Bang Rizmon sudah bisa tidur nyenyak gitu.
01:38Berarti artinya di sini SP3-nya sudah keluar ya Bang?
01:41Sudah clear gitu Bang.
01:42Di SP3 tidak kasusnya.
01:43Resminya besok ya.
01:45Kita nggak mau mendahului ya.
01:47Resminya besok.
01:48Ini latihan tadi gimana?
01:51Sebetulnya sudah dipegang.
01:52Pokoknya resminya besok aja.
01:54Resminya besok.
01:54Kita tidak boleh mendahului.
01:57Direktur.
01:57Kita harga indir ya.
01:59Akan ada kemungkinan tersangka lain diberikan SP3 juga nggak?
02:02Nah itu boleh nyawa.
02:03Untuk itu,
02:04kalau kita berharap apakah akan diberikan SP3,
02:07apakah mereka mengajukan RJ?
02:08Kan nggak?
02:09Kalau mengajukan RJ dan...
02:10Ya kalau mengajukan RJ ya tergantung dari Pak Jokowi,
02:13tergantung dari tiga yang lain.
02:15Ya kan?
02:16Kalau itu diterima ya pasti akan dilanjutkan.
02:21Kalau tidak diterima ya sudah,
02:23siap-siap aja nanti kita bertarung di pengadilan.
02:26Itu aja.
02:28Yang lebih baik lah nggak usah lah sama JNRJ.
02:30Menurut saya.
02:31Capek juga kita ngeliat.
02:33Malah kita nasib di plot twist terus gitu.
02:36Ya untuk itu.
02:37Kita lihat aja nanti di pengadilan untuk itu.
02:39Begitu nggak?
02:43Resmin kali ya sekarang ya?
02:45Ah, Resmin aja.
02:46Ada yang mau jelaskan soalnya?
02:47Apa Pak, Jusuf Pela.
02:48Itu nanti dulu.
02:49Nanti, nanti.
02:52Nah, pertama saya ingin mengklarifikasi banyak disulu di luar sana
02:56bahwa saya menerima miliaran, puluhan miliar.
02:59Bahkan ada yang mengatakan 50 miliar ya.
03:02Saya tepis itu.
03:03Karena semua IRJ ini itu berawal dari inisiatif saya.
03:07Research saya yang melibatkan 3 sampai 4 variable
03:11yang merupakan research ongoing.
03:14Jadi, ini adalah inisiatif saya.
03:16Coba bayangkan.
03:17Saya meminta maaf, terus saya dikasih maaf,
03:21malah saya mau dikasih duit.
03:23Itu logikanya di mana?
03:25Justru saya yang seharusnya memberikan ganti rugi kepada Pak Jokowi.
03:29Tetapi, Pak Jokowi ternyata dengan Mas Wapres
03:33tidak mau menuntut saya dengan materi tersebut.
03:36Itu ya yang perlu saya luruskan.
03:39Tentang isu di luar sana melibatkan uang.
03:42Tidak ada.
03:43Kita hanya koordinasi lewat inisiatif saya.
03:46Saya berhubungan dengan penyidik di Polda Metro Jaya
03:50dan Bang Jahmada Girsang
03:52dan dukungan dari Bang, apa,
03:55Kak Eli Daneti dan Bang Andi Aswan.
03:57Semua, cuma itu.
03:58Jadi, ini inisiatif jangan dibobok tentang duit.
04:02Karena kalau mereka berpikir tentang duit,
04:04berarti otaknya duit dong, kan gitu.
04:06Nah, yang kedua yang saya ingin luruskan,
04:10jadi ini buku Jokowi's White Paper.
04:13Jokowi's White Paper.
04:15Sebagai peneliti, itu harus bebas.
04:18Peneliti itu harus independen, tanpa bias.
04:22Jangan sudah tahu bahwa pada saat
04:25apa yang di-upload oleh Dian Sandi Utama saja,
04:28ya dengan filter sederhana,
04:30itu sudah kelihatan kok watermarks maupun emboss-nya.
04:34Dan itu ada juga konsisten ketika
04:36gelar perkara khusus di Desember,
04:3915 Desember 2025.
04:41Jadi kalau kita peneliti,
04:44tanpa ada kepentingan politik,
04:46maka dia harus siap salah.
04:48Tetapi kalau ngeyel,
04:50berisi keras,
04:51tentu kita curigai ada motif politik.
04:54Nah, di sini ada 700an halaman ya di buku ini.
04:59Tulisan Pak Roy kan hanya 49 halaman.
05:02Nah, inilah yang saya katakan,
05:0449 halaman ini,
05:06yang pertama,
05:08inilah yang merupakan tulisan Pak Roy Suryo,
05:10di mana di dalamnya tidak ada ilmiah sama sekali.
05:12Kalau kita lihat jejak digital,
05:15atau jejak penulisan buku,
05:17ataupun jurnal Pak Roy Suryo,
05:19kan memang nggak ada.
05:20Ya, baik Google Scholar,
05:22Skopus, dan lainnya.
05:23Jadi,
05:24janganlah sesatkan publik,
05:26Pak Roy Suryo.
05:26Hentikan itu.
05:28Di dalam 49 halaman itu,
05:30tidak ada juga 99,9% palsu itu.
05:34Tidak ada variable,
05:35tidak ada pengukuran,
05:36tidak ada metode apapun.
05:38Jadi, itu jangan sesatkan publik,
05:41bahwa Anda itu seolah-olah menyatakan kebenaran.
05:44Tetapi kalau Anda berisi keras,
05:45ya sudah kita jumpa di pengadilan.
05:47Tetapi,
05:48saya tantang selalu,
05:50ya pihak sebelah,
05:51coba berikan ini,
05:5349 halaman ini,
05:55kepada para ahli lain yang independen.
05:57Apakah ini ilmiah tulisannya Pak Roy Suryo?
06:00Atau apakah ini hanya peneliti,
06:03politisi yang mengaku-ngaku peneliti?
06:05Ini yang paling bahaya.
06:07Kalau saya saja yang mendalami
06:09sebanyak 400 halaman ini,
06:1180 halaman ini saja,
06:13bisa mengaku salah.
06:15Dan itu bisa kita,
06:17apa,
06:17verifikasi nanti dengan ahli-ahli lain.
06:20Kenapa mereka berisi keras?
06:21Makanya saya bilang,
06:23ya.
06:23Kalau ini memang mau dilakukan,
06:26mau diteruskan,
06:27ya,
06:27hoax-hoax 99,9 persen palsu ini,
06:31maka,
06:32saya duga ini ada motif politik yang sangat kuat.
06:35Karena 49 halaman ini kan gak ada ilmiahnya.
06:39Tidak ada ilmiahnya sama sekali.
06:41Rekan-rekan wartawan bisa membaca
06:42atau memberikan kepada ahli lain,
06:45yang independen.
06:46Ya, di sini banyak ahli di Jakarta ini,
06:48dari UI,
06:49Universitas Wasta yang lain.
06:50Berikan aja ini 49 halaman ini.
06:51Apakah Roy Surya itu ilmiah?
06:53Atau cuma,
06:55apa namanya,
06:56apa,
06:57jargon-jargon 99,9 persen yang sekarang,
07:00bahayanya,
07:01itu dipercaya publik loh.
07:03Dari TV ke TV,
07:05bisa 2-3 kali sehari,
07:07dia menyatakan jargon itu terus,
07:09tanpa pernah diverifikasi oleh ahli lain.
07:13Sementara saya siap untuk mengkoreksi ini.
07:15Karena apa?
07:16Kebenaran ilmiah itu harus dipertanggungjawabkan,
07:19bukan hanya kepada korban ya,
07:21keluarga korban,
07:22Pak Jokowi dan keluarga,
07:24tetapi juga kepada publik.
07:25Ini pembelajaran supaya,
07:27hasil ilmiah ini lagi nanti,
07:29jangan dipolitisir.
07:31Jangan dipolitisasi semena-mena,
07:34bahwa ketika Anda mengkoreksi hasil penelitian Anda,
07:37langsung mereka berlomba-lomba melabel pengkhianat,
07:40tanpa ada penjelasan metodologi ilmiah apapun,
07:43langsung dilabel.
07:44Apalagi ada tuduhan-tuduhan dapat duit puluhan miliar,
07:48sampai 50 miliar.
07:49Itu sangat tidak bertanggungjawab.
07:52Terus kemudian,
07:54nah ini dokter Tifa 160 halaman,
07:56biarkan dia mempertanggungjawabkan ya,
07:58karena ini bukan bidang saya,
08:00tentu yang menilai adalah ahli lain,
08:02ya, Neuropolitika atau Neurescience.
08:04Tetapi,
08:05ya, yang pasti,
08:06ini 480 halaman tulisan saya,
08:10ini bukti Pak,
08:11ini akan dilirai oleh ahli lain,
08:12apakah ilmiah atau tidak,
08:14dan yang pasti,
08:15tulisannya Pak Roisturyo,
08:1649 halaman ini yang diberikan kepada saya,
08:19melalui hanya WA messages,
08:22ini bukan tulisan seorang peneliti.
08:25Ini adalah tulisan seorang politisi yang mengaku peneliti.
08:28Ini harus kita sudahilah,
08:31ya,
08:32jargon-jargon itu kita sudahi.
08:33Ya, mungkin yang paling bermartabat di pengadilan nanti.
08:36Kan banyak ahli nanti dihadirkan ya.
08:38Kalau saya,
08:39ya, nggak tahu apa yang diminta.
08:41Oleh karena itu,
08:42rekan-rekan,
08:43ya,
08:43media,
08:44hati-hatilah,
08:45ketika Anda mengundang narasumber,
08:47dengan jargon-jargon 99,9%,
08:50seharusnya kalian sebagai televisi,
08:53ataupun media yang netral,
08:55itu tanyakan kepada ahli lain,
08:57berikan tulisannya Pak Roisturyo,
08:59baru adu mereka.
09:01Gitu loh.
09:01Apakah itu ilmiah?
09:03Jangan diterima begitu saja.
09:04Karena apa?
09:05Itu kebohongan publik yang diulang-ulang,
09:07ribuan kali,
09:09seolah-olah itu menjadi kebenaran.
09:11Bukan begitu.
09:13Ya, gitu.
09:14Terima kasih.
Komentar