Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 jam yang lalu
KOMPAS.TV - Ketua Joman Nusantara Bersatu, Andi Azwan menyebut proses restorative justice Rismon Sianipar berjalan mulus.

Dia juga mengapresiasi penyidik Polda Metro Jaya, yang dinilai telah menjalankan proses secara profesional.

"Roy kau lihat sendiri ya, mukanya Rismon itu sekarang sudah bisa tidur nyenyak gitu ya," kata Andi Azwan di Polda Metro Jaya, Rabu (15/4/2026).

"Jadi intinya adalah apapun yang telah dilakukan kita apresiasi yang sebesar-besarnya kepada kepolisian Republik Indonesia," sambung Andi Azwan.

Baca Juga Rismon Sianipar Akui Bisa Tidur Nyenyak usai Klaim Kantongi SP3 Kasus Ijazah Jokowi di https://www.kompas.tv/nasional/663194/rismon-sianipar-akui-bisa-tidur-nyenyak-usai-klaim-kantongi-sp3-kasus-ijazah-jokowi



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/663197/rismon-sianipar-klaim-dapat-sp3-kasus-ijazah-jokowi-andi-azwan-sekarang-dia-bisa-tidur-nyenyak
Transkrip
00:00Dia mau ke Kompas TV juga?
00:02Pertama-tama saya kita ucapkan terima kasih yang luar biasa
00:05kepada pihak kepolisian, terutama Polda Metro Jaya,
00:09seluruh penyidik Polda Metro Jaya.
00:11Kita lihat setahun ini, kita berjibaku dan sebagainya.
00:16Dan kita melihat bahwasannya dengan adanya KUHAP baru itu
00:19yang ke depan yang namanya restoratif justice ini
00:22sudah terpenuhi dengan baik.
00:24Dan dikatakan tadi Bang Jamada,
00:27besok itunya pers konferensinya itu menunggu dari padir.
00:31Kalau kita lihat wajah-wajahnya ini kita semuanya sumberingga-sumberingga semua.
00:35Artinya sudah menggambarkan seperti apa hasilnya.
00:38Jadi besok kita bertemu lagi,
00:41nanti kita pers konferensi secara bersama-sama
00:46dan penjelasan ini.
00:48Dan juga kita berharap memang dalam minggu ini sudah ada pelimpahan
00:53dan bisa akhir bulan ini sudah ada P21.
00:57Untuk yang dua ini.
00:59Roti-Roti.
01:00Roy Tiva itu.
01:02Dan juga akan menyusul juga kan nanti yang kelas ter-satu itu.
01:05Jadi, ya.
01:07Kalau dikatakan oleh mereka itu,
01:09wah tidak akan ada namanya SP3 tanda tangan.
01:13Roy kalau lihat sendiri ya, Roy.
01:15Mukanya Rizmon itu sekarang sudah bisa tidur nyenyak gitu.
01:18Jadi, intinya adalah apapun yang telah dilakukan,
01:21kita apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Kepolisian Republik Indonesia
01:25dalam hal ini.
01:26Para penyidik di Polda Metro Jaya.
01:28Dan terima kasih kepada Pak Kombesiman sebagai dir tipidum Polda Metro Jaya.
01:33Bang, tadi karena Bang sudah sebut,
01:36Bang Rizmon sudah bisa tidur nyenyak gitu.
01:38Berarti artinya di sini SP3-nya sudah keluar ya Bang?
01:41Sudah clear gitu Bang.
01:42Di SP3 tidak kasusnya.
01:43Resminya besok ya.
01:45Kita nggak mau mendahului ya.
01:47Resminya besok.
01:48Ini latihan tadi gimana?
01:51Sebetulnya sudah dipegang.
01:52Pokoknya resminya besok aja.
01:54Resminya besok.
01:54Kita tidak boleh mendahului.
01:57Direktur.
01:57Kita harga indir ya.
01:59Akan ada kemungkinan tersangka lain diberikan SP3 juga nggak?
02:02Nah itu boleh nyawa.
02:03Untuk itu,
02:04kalau kita berharap apakah akan diberikan SP3,
02:07apakah mereka mengajukan RJ?
02:08Kan nggak?
02:09Kalau mengajukan RJ dan...
02:10Ya kalau mengajukan RJ ya tergantung dari Pak Jokowi,
02:13tergantung dari tiga yang lain.
02:15Ya kan?
02:16Kalau itu diterima ya pasti akan dilanjutkan.
02:21Kalau tidak diterima ya sudah,
02:23siap-siap aja nanti kita bertarung di pengadilan.
02:26Itu aja.
02:28Yang lebih baik lah nggak usah lah sama JNRJ.
02:30Menurut saya.
02:31Capek juga kita ngeliat.
02:33Malah kita nasib di plot twist terus gitu.
02:36Ya untuk itu.
02:37Kita lihat aja nanti di pengadilan untuk itu.
02:39Begitu nggak?
02:43Resmin kali ya sekarang ya?
02:45Ah, Resmin aja.
02:46Ada yang mau jelaskan soalnya?
02:47Apa Pak, Jusuf Pela.
02:48Itu nanti dulu.
02:49Nanti, nanti.
02:52Nah, pertama saya ingin mengklarifikasi banyak disulu di luar sana
02:56bahwa saya menerima miliaran, puluhan miliar.
02:59Bahkan ada yang mengatakan 50 miliar ya.
03:02Saya tepis itu.
03:03Karena semua IRJ ini itu berawal dari inisiatif saya.
03:07Research saya yang melibatkan 3 sampai 4 variable
03:11yang merupakan research ongoing.
03:14Jadi, ini adalah inisiatif saya.
03:16Coba bayangkan.
03:17Saya meminta maaf, terus saya dikasih maaf,
03:21malah saya mau dikasih duit.
03:23Itu logikanya di mana?
03:25Justru saya yang seharusnya memberikan ganti rugi kepada Pak Jokowi.
03:29Tetapi, Pak Jokowi ternyata dengan Mas Wapres
03:33tidak mau menuntut saya dengan materi tersebut.
03:36Itu ya yang perlu saya luruskan.
03:39Tentang isu di luar sana melibatkan uang.
03:42Tidak ada.
03:43Kita hanya koordinasi lewat inisiatif saya.
03:46Saya berhubungan dengan penyidik di Polda Metro Jaya
03:50dan Bang Jahmada Girsang
03:52dan dukungan dari Bang, apa,
03:55Kak Eli Daneti dan Bang Andi Aswan.
03:57Semua, cuma itu.
03:58Jadi, ini inisiatif jangan dibobok tentang duit.
04:02Karena kalau mereka berpikir tentang duit,
04:04berarti otaknya duit dong, kan gitu.
04:06Nah, yang kedua yang saya ingin luruskan,
04:10jadi ini buku Jokowi's White Paper.
04:13Jokowi's White Paper.
04:15Sebagai peneliti, itu harus bebas.
04:18Peneliti itu harus independen, tanpa bias.
04:22Jangan sudah tahu bahwa pada saat
04:25apa yang di-upload oleh Dian Sandi Utama saja,
04:28ya dengan filter sederhana,
04:30itu sudah kelihatan kok watermarks maupun emboss-nya.
04:34Dan itu ada juga konsisten ketika
04:36gelar perkara khusus di Desember,
04:3915 Desember 2025.
04:41Jadi kalau kita peneliti,
04:44tanpa ada kepentingan politik,
04:46maka dia harus siap salah.
04:48Tetapi kalau ngeyel,
04:50berisi keras,
04:51tentu kita curigai ada motif politik.
04:54Nah, di sini ada 700an halaman ya di buku ini.
04:59Tulisan Pak Roy kan hanya 49 halaman.
05:02Nah, inilah yang saya katakan,
05:0449 halaman ini,
05:06yang pertama,
05:08inilah yang merupakan tulisan Pak Roy Suryo,
05:10di mana di dalamnya tidak ada ilmiah sama sekali.
05:12Kalau kita lihat jejak digital,
05:15atau jejak penulisan buku,
05:17ataupun jurnal Pak Roy Suryo,
05:19kan memang nggak ada.
05:20Ya, baik Google Scholar,
05:22Skopus, dan lainnya.
05:23Jadi,
05:24janganlah sesatkan publik,
05:26Pak Roy Suryo.
05:26Hentikan itu.
05:28Di dalam 49 halaman itu,
05:30tidak ada juga 99,9% palsu itu.
05:34Tidak ada variable,
05:35tidak ada pengukuran,
05:36tidak ada metode apapun.
05:38Jadi, itu jangan sesatkan publik,
05:41bahwa Anda itu seolah-olah menyatakan kebenaran.
05:44Tetapi kalau Anda berisi keras,
05:45ya sudah kita jumpa di pengadilan.
05:47Tetapi,
05:48saya tantang selalu,
05:50ya pihak sebelah,
05:51coba berikan ini,
05:5349 halaman ini,
05:55kepada para ahli lain yang independen.
05:57Apakah ini ilmiah tulisannya Pak Roy Suryo?
06:00Atau apakah ini hanya peneliti,
06:03politisi yang mengaku-ngaku peneliti?
06:05Ini yang paling bahaya.
06:07Kalau saya saja yang mendalami
06:09sebanyak 400 halaman ini,
06:1180 halaman ini saja,
06:13bisa mengaku salah.
06:15Dan itu bisa kita,
06:17apa,
06:17verifikasi nanti dengan ahli-ahli lain.
06:20Kenapa mereka berisi keras?
06:21Makanya saya bilang,
06:23ya.
06:23Kalau ini memang mau dilakukan,
06:26mau diteruskan,
06:27ya,
06:27hoax-hoax 99,9 persen palsu ini,
06:31maka,
06:32saya duga ini ada motif politik yang sangat kuat.
06:35Karena 49 halaman ini kan gak ada ilmiahnya.
06:39Tidak ada ilmiahnya sama sekali.
06:41Rekan-rekan wartawan bisa membaca
06:42atau memberikan kepada ahli lain,
06:45yang independen.
06:46Ya, di sini banyak ahli di Jakarta ini,
06:48dari UI,
06:49Universitas Wasta yang lain.
06:50Berikan aja ini 49 halaman ini.
06:51Apakah Roy Surya itu ilmiah?
06:53Atau cuma,
06:55apa namanya,
06:56apa,
06:57jargon-jargon 99,9 persen yang sekarang,
07:00bahayanya,
07:01itu dipercaya publik loh.
07:03Dari TV ke TV,
07:05bisa 2-3 kali sehari,
07:07dia menyatakan jargon itu terus,
07:09tanpa pernah diverifikasi oleh ahli lain.
07:13Sementara saya siap untuk mengkoreksi ini.
07:15Karena apa?
07:16Kebenaran ilmiah itu harus dipertanggungjawabkan,
07:19bukan hanya kepada korban ya,
07:21keluarga korban,
07:22Pak Jokowi dan keluarga,
07:24tetapi juga kepada publik.
07:25Ini pembelajaran supaya,
07:27hasil ilmiah ini lagi nanti,
07:29jangan dipolitisir.
07:31Jangan dipolitisasi semena-mena,
07:34bahwa ketika Anda mengkoreksi hasil penelitian Anda,
07:37langsung mereka berlomba-lomba melabel pengkhianat,
07:40tanpa ada penjelasan metodologi ilmiah apapun,
07:43langsung dilabel.
07:44Apalagi ada tuduhan-tuduhan dapat duit puluhan miliar,
07:48sampai 50 miliar.
07:49Itu sangat tidak bertanggungjawab.
07:52Terus kemudian,
07:54nah ini dokter Tifa 160 halaman,
07:56biarkan dia mempertanggungjawabkan ya,
07:58karena ini bukan bidang saya,
08:00tentu yang menilai adalah ahli lain,
08:02ya, Neuropolitika atau Neurescience.
08:04Tetapi,
08:05ya, yang pasti,
08:06ini 480 halaman tulisan saya,
08:10ini bukti Pak,
08:11ini akan dilirai oleh ahli lain,
08:12apakah ilmiah atau tidak,
08:14dan yang pasti,
08:15tulisannya Pak Roisturyo,
08:1649 halaman ini yang diberikan kepada saya,
08:19melalui hanya WA messages,
08:22ini bukan tulisan seorang peneliti.
08:25Ini adalah tulisan seorang politisi yang mengaku peneliti.
08:28Ini harus kita sudahilah,
08:31ya,
08:32jargon-jargon itu kita sudahi.
08:33Ya, mungkin yang paling bermartabat di pengadilan nanti.
08:36Kan banyak ahli nanti dihadirkan ya.
08:38Kalau saya,
08:39ya, nggak tahu apa yang diminta.
08:41Oleh karena itu,
08:42rekan-rekan,
08:43ya,
08:43media,
08:44hati-hatilah,
08:45ketika Anda mengundang narasumber,
08:47dengan jargon-jargon 99,9%,
08:50seharusnya kalian sebagai televisi,
08:53ataupun media yang netral,
08:55itu tanyakan kepada ahli lain,
08:57berikan tulisannya Pak Roisturyo,
08:59baru adu mereka.
09:01Gitu loh.
09:01Apakah itu ilmiah?
09:03Jangan diterima begitu saja.
09:04Karena apa?
09:05Itu kebohongan publik yang diulang-ulang,
09:07ribuan kali,
09:09seolah-olah itu menjadi kebenaran.
09:11Bukan begitu.
09:13Ya, gitu.
09:14Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan