00:00Mbak Dina, apa kabar?
00:02Ya, selamat malam Mbak Valen, baik, terima kasih.
00:05Ya Mbak Dina, ini Israel sedang berperang dengan Hezbollah.
00:08Lalu akankah pertemuan ini membuahkan kesepakatan damai?
00:14Baik, kita perlu melihat dulu struktur pemerintahan Libanon ya.
00:19Libanon ini dipimpin oleh Perdana Menteri,
00:22dan Perdana Menteri ini tidak dipilih melalui pemilu gitu ya.
00:26Rakyat itu memilih anggota parlemen, dan kemudian presiden itu melakukan konsultasi dengan parlemen,
00:34lalu parlemen yang kemudian menunjuk Perdana Menteri.
00:40Jadi artinya si parlemen ini atau Perdana Menteri ini merupakan hasil kompromi politik gitu ya.
00:48Nah, selama ini yang terjadi sejak 1982 itu,
00:54Israel itu kan pernah menduduki Libanon ya, selama 20 tahun.
00:59Nah, yang berjuang untuk mengusir Israel dari Libanon itu adalah Hezbollah.
01:05Nah, Hezbollah ini dibentuk sejak awalnya memang untuk melawan Israel,
01:10supaya tidak lagi menjajah tanahnya Libanon.
01:15Lalu, sementara militernya Libanon yang seharusnya bertugas untuk menjaga kedaulatan bangsa itu sepertinya tidak banyak berfungsi di sini ya.
01:25Dan ini yang kemudian membuat situasi saat ini ketika Libanon berperang melawan Israel,
01:31dan Israel itu kan sejak November 2024 meskipun ada perjanjian kejahatan senjata kan masih terus menyerang Libanon.
01:38Nah, yang berperang melawan itu Hezbollah, bukan tentaranya Libanon ini.
01:44Lantas, bisa kan Libanon lepas dari dominasi Hezbollah ini?
01:50Karena istilahnya yang perang adalah Hezbollah versus Israel gitu.
01:54Ya, jadi yang berperang itu Hezbollah versus Israel.
01:57Nah, sekarang yang mengurus genjatan senjata justru malah Perdana Menterinya atau pemerintah bernegosiasi dengan Israel dan dimediasi oleh Amerika Serikat.
02:09Sehingga dari sini kita melihat ketika pertanyaannya bisa nggak terjadi perdamaian di sini?
02:14Ya, tidak bisa karena aktor utamanya tidak dilibatkan, yaitu Hezbollah gitu ya.
02:19Memang ini unik ya, justru yang berperang mengusir penjajah justru malah milisi gitu ya, bukan tentara resmi.
02:30Sehingga, dan juga perlu diingat juga bahwa Hezbollah ini sejak awal berdirinya itu diberi bantuan persenjataan, pelatihan militer itu oleh
02:39Iran.
02:39Nah, jadi Iran ketika dia bernegosiasi dengan Amerika Serikat di Pakistan, itu meminta agar salah satu yang dia tuntut adalah
02:50agar Israel berhenti menyerang Libanon gitu ya.
02:53Jadi ini memang agak-agak rumit di sini ya, kalau bisa nggak terjadi perdamaian dengan cara seperti yang terjadi saat
03:02ini.
03:02Nah, yang jadi menarik juga Mbak Dina, ini apa sebenarnya kepentingan Amerika Serikat? Bisa menjadi mediator perundingan antara kedua negara?
03:11Ya, Amerika Serikat kan memang kebijakan luar negerinya itu selalu berpihak kepada Israel ya selama ini.
03:20Memberikan jaminan keamanan kepada Israel, memberikan dukungan apapun yang dilakukan oleh Israel.
03:26Nah, Israel berkepentingan untuk memperluas wilayahnya, memang menginginkan dari dulu itu menginginkan perluasan wilayah,
03:34sehingga pernah yang tadi saya sebut pernah 20 tahun menduduki Libanon, tapi akhirnya keluar.
03:40Dia ingin kembali menambah wilayahnya ini, sehingga dalam hal ini antara Amerika Serikat dan Israel itu seperti satu paket ya.
03:48Amerika memang memberikan dukungan kepada Israel untuk melanjutkan upaya pendudukan atas tanah Libanon.
03:54Nah, yang aneh justru kalau menurut saya, ini kenapa kok pemerintah Libanonnya justru tidak bersatu ya dengan Hezbollah untuk sama
04:04-sama memperjuangkan kedaulatan negaranya.
04:06Jadi, seberapa besar kemungkinan kesepakatan genjatan senjata di Libanon? Karena ini tadi ditengahi oleh Amerika Serikat.
04:13Ya, saya pikir tidak mungkin terjadi genjatan senjata sebagaimana yang diinginkan oleh Amerika dan Israel.
04:22Sejak awal pun di November 2024 sebenarnya kan sudah ada kejahatan senjata.
04:28Yang diinginkan adalah Hezbollahnya dilucuti.
04:31Nah, Amerika Serikat dan Israel inginnya militer Libanon yang mendominasi dan menjaga Libanon Selatan itu.
04:42Tapi, dari pihak Hezbollah mengatakan loh, kami itu angkat senjata melawan musuh negara sebenarnya.
04:48Jadi, kami tidak mau kalau dilucuti.
04:51Sehingga, ya, kalau genjatan senjata yang dimaksud adalah berujung pada perlucutan Hezbollah,
04:58Hezbollah pasti akan melakukan perlawanan sehingga tidak akan terjadi juga yang diinginkan.
05:03Dan yang kedua, meskipun kemudian ada perjanjian genjatan senjata di November 2024 itu kan perjanjian genjatan senjatanya sebenarnya antara pemerintah
05:13Libanon juga ya.
05:14Bukan si Hezbollah, tapi yang terjadi adalah Israel tetap melakukan pelanggaran.
05:20Ya, Hezbollahnya waktu itu masih, ya sudah kalau jadi nurut ya sama pemerintah.
05:25Ya sudah, kalau pemerintah menyuruh kita tidak melawan lagi, tidak ada perlawanan,
05:29tapi justru malah Israel yang melakukan serangan terus-menerus.
05:33Baru kemudian Hezbollah itu sejak ini ya, setelah ada perang di Iran,
05:40itu dia kembali menyerang Israel dengan tujuan untuk membantu Iran.
05:46Karena Israel kan menyerang Iran gitu ya, dari Hezbollah.
05:50Nah ini juga menjadi hal yang menarik, perundingan yang dimediasi oleh Amerika Serikat di Washington DC,
05:56apakah dari proses perundingannya hingga hasilnya nanti akan memengaruhi tensi konflik Amerika Serikat Israel dengan Iran?
06:02Singkat saja.
06:03Ya, kalau Iran sudah menyatakan protesnya atas situasi ini ya,
06:10Iran tetap pada posisinya bahwa Israel harus betul-betul menghentikan serangan kepada Libanon,
06:18dan ini dijadikan salah satu syarat utama dalam negosiasi dengan Amerika Serikat.
06:24Selama Amerika Serikat tidak mampu menekan Israel untuk berhenti menyerang Libanon,
06:31Iran juga tidak mau menghentikan perang gitu ya,
06:34sehingga iya, tensi akan semakin meninggi seandainya situasi masih berlangsung seperti ini,
06:40di mana pemerintah Libanon lebih conong kepada Amerika Serikat dan Israel.
06:44Baik, terima kasih atas insight yang sudah dibagikan kepada kami,
06:47Kompas Malam Kompas TV, pengamat Timur Tengah Universitas Pajajaran, Ibu Dina Sulaiman.
06:51Terima kasih.
06:52Ya, terima kasih.
06:54Terima kasih.
Komentar