Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Israel dan Lebanon menggelar negosiasi langsung di Washington D.C., dimediasi oleh Amerika Serikat. Pertemuan diplomatik ini dilakukan sebagai upaya untuk mengakhiri konflik yang masih berlangsung.

Pertemuan dipimpin Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, serta dihadiri Duta Besar Lebanon Nada Hamadeh dan Duta Besar Israel Yechiel Leiter.

Ini merupakan pertemuan diplomatik pertama antara Israel dan Lebanon sejak tahun 1993. Kedua negara diketahui memiliki posisi berbeda terkait konflik dengan Hizbullah, namun tetap membuka jalur diplomasi di tengah ketegangan.

Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, menegaskan bahwa negosiasi ini harus mampu menciptakan perubahan. Menurutnya, konflik antara Hizbullah dan Israel telah menggoyahkan stabilitas pemerintah Lebanon, sehingga kerja sama kedua negara menjadi penting untuk menghindari dampak lebih besar.

Terkait pertemuan yang difasilitasi Amerika Serikat ini, pengamat Timur Tengah dari Universitas Padjadjaran, Dina Sulaeman, turut memberikan pandangannya dalam pembahasan lebih lanjut.

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Baca Juga [FULL] Analisis Pakar HI Teuku Rezasyah soal AS-Iran Bakal Berunding Lagi, Sinyal Akhir Perang? di https://www.kompas.tv/internasional/663204/full-analisis-pakar-hi-teuku-rezasyah-soal-as-iran-bakal-berunding-lagi-sinyal-akhir-perang

#hizbullah #perang #israel #lebanon #timurtengah

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/663205/full-analisis-pengamat-timur-tengah-soal-perundingan-israel-lebanon-konflik-hizbullah-mereda

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:00Mbak Dina, apa kabar?
00:02Ya, selamat malam Mbak Valen, baik, terima kasih.
00:05Ya Mbak Dina, ini Israel sedang berperang dengan Hezbollah.
00:08Lalu akankah pertemuan ini membuahkan kesepakatan damai?
00:14Baik, kita perlu melihat dulu struktur pemerintahan Libanon ya.
00:19Libanon ini dipimpin oleh Perdana Menteri,
00:22dan Perdana Menteri ini tidak dipilih melalui pemilu gitu ya.
00:26Rakyat itu memilih anggota parlemen, dan kemudian presiden itu melakukan konsultasi dengan parlemen,
00:34lalu parlemen yang kemudian menunjuk Perdana Menteri.
00:40Jadi artinya si parlemen ini atau Perdana Menteri ini merupakan hasil kompromi politik gitu ya.
00:48Nah, selama ini yang terjadi sejak 1982 itu,
00:54Israel itu kan pernah menduduki Libanon ya, selama 20 tahun.
00:59Nah, yang berjuang untuk mengusir Israel dari Libanon itu adalah Hezbollah.
01:05Nah, Hezbollah ini dibentuk sejak awalnya memang untuk melawan Israel,
01:10supaya tidak lagi menjajah tanahnya Libanon.
01:15Lalu, sementara militernya Libanon yang seharusnya bertugas untuk menjaga kedaulatan bangsa itu sepertinya tidak banyak berfungsi di sini ya.
01:25Dan ini yang kemudian membuat situasi saat ini ketika Libanon berperang melawan Israel,
01:31dan Israel itu kan sejak November 2024 meskipun ada perjanjian kejahatan senjata kan masih terus menyerang Libanon.
01:38Nah, yang berperang melawan itu Hezbollah, bukan tentaranya Libanon ini.
01:44Lantas, bisa kan Libanon lepas dari dominasi Hezbollah ini?
01:50Karena istilahnya yang perang adalah Hezbollah versus Israel gitu.
01:54Ya, jadi yang berperang itu Hezbollah versus Israel.
01:57Nah, sekarang yang mengurus genjatan senjata justru malah Perdana Menterinya atau pemerintah bernegosiasi dengan Israel dan dimediasi oleh Amerika Serikat.
02:09Sehingga dari sini kita melihat ketika pertanyaannya bisa nggak terjadi perdamaian di sini?
02:14Ya, tidak bisa karena aktor utamanya tidak dilibatkan, yaitu Hezbollah gitu ya.
02:19Memang ini unik ya, justru yang berperang mengusir penjajah justru malah milisi gitu ya, bukan tentara resmi.
02:30Sehingga, dan juga perlu diingat juga bahwa Hezbollah ini sejak awal berdirinya itu diberi bantuan persenjataan, pelatihan militer itu oleh
02:39Iran.
02:39Nah, jadi Iran ketika dia bernegosiasi dengan Amerika Serikat di Pakistan, itu meminta agar salah satu yang dia tuntut adalah
02:50agar Israel berhenti menyerang Libanon gitu ya.
02:53Jadi ini memang agak-agak rumit di sini ya, kalau bisa nggak terjadi perdamaian dengan cara seperti yang terjadi saat
03:02ini.
03:02Nah, yang jadi menarik juga Mbak Dina, ini apa sebenarnya kepentingan Amerika Serikat? Bisa menjadi mediator perundingan antara kedua negara?
03:11Ya, Amerika Serikat kan memang kebijakan luar negerinya itu selalu berpihak kepada Israel ya selama ini.
03:20Memberikan jaminan keamanan kepada Israel, memberikan dukungan apapun yang dilakukan oleh Israel.
03:26Nah, Israel berkepentingan untuk memperluas wilayahnya, memang menginginkan dari dulu itu menginginkan perluasan wilayah,
03:34sehingga pernah yang tadi saya sebut pernah 20 tahun menduduki Libanon, tapi akhirnya keluar.
03:40Dia ingin kembali menambah wilayahnya ini, sehingga dalam hal ini antara Amerika Serikat dan Israel itu seperti satu paket ya.
03:48Amerika memang memberikan dukungan kepada Israel untuk melanjutkan upaya pendudukan atas tanah Libanon.
03:54Nah, yang aneh justru kalau menurut saya, ini kenapa kok pemerintah Libanonnya justru tidak bersatu ya dengan Hezbollah untuk sama
04:04-sama memperjuangkan kedaulatan negaranya.
04:06Jadi, seberapa besar kemungkinan kesepakatan genjatan senjata di Libanon? Karena ini tadi ditengahi oleh Amerika Serikat.
04:13Ya, saya pikir tidak mungkin terjadi genjatan senjata sebagaimana yang diinginkan oleh Amerika dan Israel.
04:22Sejak awal pun di November 2024 sebenarnya kan sudah ada kejahatan senjata.
04:28Yang diinginkan adalah Hezbollahnya dilucuti.
04:31Nah, Amerika Serikat dan Israel inginnya militer Libanon yang mendominasi dan menjaga Libanon Selatan itu.
04:42Tapi, dari pihak Hezbollah mengatakan loh, kami itu angkat senjata melawan musuh negara sebenarnya.
04:48Jadi, kami tidak mau kalau dilucuti.
04:51Sehingga, ya, kalau genjatan senjata yang dimaksud adalah berujung pada perlucutan Hezbollah,
04:58Hezbollah pasti akan melakukan perlawanan sehingga tidak akan terjadi juga yang diinginkan.
05:03Dan yang kedua, meskipun kemudian ada perjanjian genjatan senjata di November 2024 itu kan perjanjian genjatan senjatanya sebenarnya antara pemerintah
05:13Libanon juga ya.
05:14Bukan si Hezbollah, tapi yang terjadi adalah Israel tetap melakukan pelanggaran.
05:20Ya, Hezbollahnya waktu itu masih, ya sudah kalau jadi nurut ya sama pemerintah.
05:25Ya sudah, kalau pemerintah menyuruh kita tidak melawan lagi, tidak ada perlawanan,
05:29tapi justru malah Israel yang melakukan serangan terus-menerus.
05:33Baru kemudian Hezbollah itu sejak ini ya, setelah ada perang di Iran,
05:40itu dia kembali menyerang Israel dengan tujuan untuk membantu Iran.
05:46Karena Israel kan menyerang Iran gitu ya, dari Hezbollah.
05:50Nah ini juga menjadi hal yang menarik, perundingan yang dimediasi oleh Amerika Serikat di Washington DC,
05:56apakah dari proses perundingannya hingga hasilnya nanti akan memengaruhi tensi konflik Amerika Serikat Israel dengan Iran?
06:02Singkat saja.
06:03Ya, kalau Iran sudah menyatakan protesnya atas situasi ini ya,
06:10Iran tetap pada posisinya bahwa Israel harus betul-betul menghentikan serangan kepada Libanon,
06:18dan ini dijadikan salah satu syarat utama dalam negosiasi dengan Amerika Serikat.
06:24Selama Amerika Serikat tidak mampu menekan Israel untuk berhenti menyerang Libanon,
06:31Iran juga tidak mau menghentikan perang gitu ya,
06:34sehingga iya, tensi akan semakin meninggi seandainya situasi masih berlangsung seperti ini,
06:40di mana pemerintah Libanon lebih conong kepada Amerika Serikat dan Israel.
06:44Baik, terima kasih atas insight yang sudah dibagikan kepada kami,
06:47Kompas Malam Kompas TV, pengamat Timur Tengah Universitas Pajajaran, Ibu Dina Sulaiman.
06:51Terima kasih.
06:52Ya, terima kasih.
06:54Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan