Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 1 jam yang lalu
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, membuka perundingan antara Israel dan Lebanon di Washington D.C. pada Selasa waktu setempat atau Rabu waktu In
Transkrip
00:22SELESAI WAKTU SETEMPAT
00:32Ini merupakan pertemuan langsung pertama sejak tahun 1993.
00:37Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat menyampaikan kedua pihak berunding secara produktif
00:42dan menghasilkan langkah lanjutan untuk negosiasi langsung.
00:47Meneluh Amerika Serikat Marco Rubio menambahkan,
00:49pertemuan Israel dan Libanon yang dimediasi Amerika Serikat merupakan sebuah proses
00:54sehingga ia menurunkan ekspektasi terhadap kemungkinan tercapainya kesepakatan besar
00:59dalam waktu dekat.
01:00This is about bringing a permanent end for 20 or 30 years of Hezbollah's influence
01:06in this part of the world.
01:08And not just the damage that's included on this, the damage that's included on the Lebanese.
01:13We have to remember the Lebanese people are victims of Hezbollah.
01:17The Lebanese people are victims of Iranian aggression.
01:20And this must be stopped.
01:21And so our hope here, and I know this will be a process.
01:24All of the complexities of this matter are not going to be resolved in the next six hours,
01:29but we can begin to move forward and create a framework where something can happen.
01:33Something very positive, something very permanent.
01:36Duta Besar Israel untuk Amerika Serikat, Yachi Leiter, optimistis dengan pertemuan kedua negara,
01:42dengan menyebut kedua negara berada di pihak yang sama.
01:45Ia meyakini bahwa Israel dan Lebanon sama-sama bersatu untuk membebaskan Lebanon
01:51dari kekuatan dominasi Iran yang berada di tubuh Hezbollah.
01:56Namun begitu, Leiter tidak menjelaskan tentang Israel menghentikan invasi di Lebanon.
02:04The talks began with a statement, a very encouraging statement, Secretary of State Rubio.
02:11What gives me hope is the fact that the Lebanese government made it very clear
02:16that they will no longer be occupied by Hezbollah.
02:23And Iran has been weakened.
02:25Hezbollah has dramatically weakened.
02:27This is an opportunity.
02:28This is the first time our two countries are sitting together in over three decades.
02:33Let's feel the moment. Let's enjoy the moment.
02:35And we enjoy it together.
02:36We had a wonderful exchange of over two hours.
02:39There's a joint statement that's coming out.
02:44Sementara itu, Sekretaris Jenderal Hezbollah Baim Qasim
02:47mendesak Lebanon untuk tidak melanjutkan perundingan dengan Israel.
02:51Dia menyebut perundingan yang berlangsung di Washington
02:54merupakan bentuk penyerahan diri, kekalahan, dan pelucutan terhadap kekuatan Lebanon.
03:07Jenderal Hezbollah Baim Qasim
03:29di sisi lain, warga di Beirut mengatakan mereka tidak menentang pembicaraan dengan Israel,
03:49namun tidak sedikit dari mereka yang pesimistis dengan hasilnya.
03:52Warga berharap ada hasil yang baik dari perundingan,
03:56meskipun mereka belum pernah melihat ada pertemuan dengan Israel
03:59yang memberikan hasil yang baik bagi warga Lebanon.
04:15Juta besar Lebanon untuk Amerika Nada Muawat menjelaskan pertemuan awal tersebut konstruktif.
04:22Dalam keterangannya dengan kantor berita Reuters,
04:25dirinya mengemukakan desakan untuk pemberlakuan gencatan senjata,
04:29pemulangan pengungsi ke rumah mereka di Lebanon Selatan,
04:32dan operasi kemanusiaan untuk membantu para pengungsi dan korban perang.
04:37Amerika Serikat menekankan pertemuan lanjutan Israel dan Lebanon akan segera digelar kembali.
04:43Pertemuan lanjutan ini juga akan tetap digelar di Washington DC.
04:49Dan untuk membahas hal ini sudah bergabung bersama kami di Studio Kompas TV.
04:54Ada Mars Mateni Purnawerewan Agung Sasong Kojati.
04:58Selamat malam.
04:59Selamat malam.
04:59Dia adalah pakar PPAU, alumnus US Air World College.
05:04Dan melalui sambungan Zoom virtual ada Dina Peraptura Harja
05:07sebagai penasihat hubungan internasional Think Tank Independent Synergy Policy.
05:11Selamat malam Mbak Dina.
05:12Selamat malam Mas Radhi, Pak Syarki.
05:15Selamat malam Mbak.
05:16Oke, saya ke Pak Syarki dulu Pak.
05:18Kalau latar belakang historis perundingan yang Bapak ketahui misalnya,
05:22langsung Israel-Lebanon di Washington ini,
05:24ini mengapa disebut sebagai pertemuan tingkat tinggi pertama sejak 1993?
05:29Saya yakin juga Pak Angkung punya sisi historical dari ini bisa diceritakan.
05:33Jadi, sebetulnya itu practically Lebanon itu statusnya masih berperang dengan Israel dari tahun 1948.
05:38Di pertemuan tahun 1993 itu, itu terkait dengan kesepakatan untuk mengetikan konflik.
05:45Tapi tidak perdamaian.
05:46Maksudnya tidak ada perdamaian, tidak ada mereka, tidak punya luta besar.
05:50Jadi, hubungan diplomatiknya praktis tidak ada.
05:52Karena juga di Lebanon itu kan tahun 1993 itu habis pecah perang saudara ya.
05:58Di mana saat itu banyak orang Palestina yang tersingkir masuk di Lebanon.
06:02Kemudian, di Beirut juga di Beirut yang salah maju COVID-19 ada perang saudara.
06:06Karena kita ketahui Lebanon itu terpecah menjadi beberapa etnis, bukan etnis ya, mungkin suku ya lebih tepatnya untuk kita.
06:13Itu ada suku dari kelompok Maronit, ada kelompok Ciah dan segala macam yang masing-masing bentuk kelompok itu.
06:19Dan akhirnya tercapai kesepakatan di Lebanon itu mengenai pemisahan kekuasaan.
06:23Itu antara siapa Ketua Presidennya, siapa Perdana Menterinya, siapa Parlemennya, itu yang terjadi.
06:31Namun yang dilihat sekarang ini adalah kita harus lihat kerangka besarnya.
06:35Jadi, kenapa Israel baru bilang, mengatakan bahwa Netanyahu bilang,
06:40ini setelah satu bulan dari apa, dari mulai permohonan untuk bertemu baru ngomong.
06:45Ya setelah dia bisa menghancurkan, jadi gini, ini bagian daripada orkestra besar mengurangi pengaruh Iran di kawasan.
06:55Karena memang proksi-proksi ini atau sekutu-sekutu Iran ini adalah
07:00memang, apa namanya, memang digunakan atau dikembangkan menjadi salah satu cara bagaimana Iran untuk menangkis ancaman terhadap dirinya.
07:12Jadi, untuk deteran.
07:14Oke.
07:14Sehingga kalau, karena dia tahu bahwa Iran itu tidak terlalu kuat untuk menghadapi serangan,
07:19maka lebih murah, lebih praktis, dan lebih gampang kalau dia bisa menyerang juga dari front di utara,
07:25yaitu dari Hezbollah, dari Lebanon, dan juga dari selatan, yaitu dari Hamas,
07:31atau dari lebih jauh lagi dari Yemen, dari Houthi, atau Ansarallah.
07:36Nah, jadi sekarang kita lihat lagi bahwa Lebanon ini adalah tujuannya,
07:41perdamaian ini atau upaya untuk bertemu ini,
07:45untuk mengurangi peran daripada memisahkan antara Lebanon sebagai pemerintah dengan Hezbollah
07:51sebagai salah satu partai di dalam, itu, di dalam partai yang cukup kuat ya,
07:55di organisasi, tapi memiliki pasukan sendiri.
07:59Tidak ada 20 persen ya, populasinya ya?
08:01Ya, cuman kan tidak mesti semua siah, mungkin ada kompok lain ya.
08:05Ada kompok lain juga.
08:06Karena praktis Hezbollah itu memang betul itu siah,
08:10tetapi banyak juga dari non-siah yang ikut tergabung.
08:13Karena seperti Hamas pun tidak semuanya siah, karena itu sunni sebetulnya.
08:18Jadi semacam itu, karena mereka kelopok keperdekaan.
08:21Nah, jadi bagaimana, jadi kan ini saling adu strategi ya,
08:27di mana Iran berhasil memaksa menekan Amerika dan Israel untuk,
08:32bukan menyerah ya, tapi untuk tidak sanggup meneruskan operasinya,
08:36karena jelas gagal tujuannya, musuh banyak korban.
08:38Tapi di sisi lain juga bagaimana caranya untuk mengurangi pengaruh ini
08:43dengan membuat Hezbollah itu menjadi kurang perannya dengan Libanon
08:47menjalin hubungan dengan Israel.
08:49Itu yang dibuat.
08:49Jadi, tapi ini tujuannya nanti pasti berujung pada diplomasi atau perundingan
08:55antara Amerika dengan Israel.
08:57Karena ini bagian daripada tit-intat,
09:00seperti halnya dia menutup, apa, menutup, apa,
09:06Hormuz, di sana menutup ini.
09:08Jadi seperti tit-intat, kita melihatnya hanya itu terpisah,
09:11padahal tidak.
09:11Itu adalah bagian daripada orkestra besar,
09:14bagaimana mengadu kekuatan, kekuatan diplomasi katanya.
09:18Oke, lalu bagaimana, saya juga ingin membicarakan soal dominannya Amerika Serikat,
09:23peran Amerika Serikat sebagai tuan rumah pertemuan antara Israel dan Libanon di Washington DC.
09:27Saya akan tanyakan juga ke Mbak Dina nanti setelah kumandang azan maghrib
09:31untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya berikut ini.
09:33Saudara, selamat menelaikan ibadah sholat maghrib
09:36untuk Anda yang menjalankan di wilayah Jakarta dan sekitarnya.
09:39Tadi saya bertanya sebelum jeda ke Mbak Dina,
09:43ini soal betapa dominannya peran Amerika Serikat dalam pertemuan Israel dan Libanon
09:48di Washington DC.
09:50Nah, apakah ini menunjukkan Amerika Serikat, Mbak Dina,
09:52ingin mengambil alih inisiatif diplomasi di Timur Tengah kira-kira?
09:58Kalau itu niat baiknya sebenarnya saya masih tanda tanya ya.
10:03Tapi ini mungkin supaya gambarnya lebih lengkap,
10:07tadi menambah yang sampaikan Pak Syarki,
10:10bahwa Libanon itu negara yang lebih kecil daripada Israel.
10:15Jumlah penduduknya cuma sekitar 5,8 juta.
10:18Sementara kalau Israel itu dua kali lipatnya.
10:20Dan Libanon itu sebenarnya sejak tahun 1948
10:26dibandingkan dengan negara-negara lain di kawasan,
10:29tentaranya itu relatif lebih lemah dibandingkan yang lain
10:33seperti misalnya Mesir atau Jordan.
10:36Itu peranan tentaranya relatif lebih lemah.
10:39Jadi untuk Israel,
10:42mereka juga memandang Libanon itu sebenarnya awalnya
10:44sebagai tempat yang lebih baik
10:46kalau bisa dikooptasi aja lah daripada dengan cara-cara kekerasan.
10:50Karena memang di Libanon itu juga
10:52kelompok-kelompok non-state-nya,
10:56non-negaranya itu menjadi lebih lembangan
10:59bukan gara-gara dinamika internal di dalam Libanon aja,
11:04tapi juga karena faktor geopolitik.
11:08Jadi termasuk juga peranan Amerika Serikat di sana.
11:11Jadi kalau kita sekarang berada dalam posisi
11:14di mana Libanon harus bisa menundukkan Hezbollah,
11:19itu kita sebenarnya harus ingat
11:21bahwa Hezbollah itu nggak mungkin tumbuh di sana
11:23tanpa tekanan-tekanan yang dalam bentuk kekerasan ya,
11:29dalam bentuk military intervention,
11:31pengambil alihan wilayah,
11:33okupasi, bahkan upaya untuk menundukkan Libanon
11:36selama berpuluh-puluh tahun.
11:38Jadi kita juga nggak bisa lepaskan
11:42apa yang kita saksikan sekarang ini
11:44dengan kejadian di Gaza.
11:45Dan orang Libanon itu tahu persis
11:47yang sekarang sedang dinegosiasikan itu
11:49ada kaitannya juga dengan Gaza.
11:52Jadi kalau kita tadi mulai dengan pernyataan
11:55bahwa yang terjadi di sekarang itu
11:58adalah yang pertama,
11:59dan ini semacam historis gitu ya
12:01buat Amerika Serikat.
12:03Sebenarnya berlebihan juga,
12:04karena Libanon dan Israel itu tetangga,
12:07tetangga dekat,
12:08dan mereka sudah komunikasinya jalan terus.
12:11Demikian yang diklaim oleh pihak Libanon.
12:14Bahkan belum kejadian Black Wednesday
12:17di mana Israel itu menyerang habis-habisan Libanon,
12:21mereka itu sudah mengajukan negosiasi.
12:25Karena mereka tahu
12:26kepemimpinan di dalam Libanon itu
12:28rentan, rapuh gitu ya.
12:30Mereka itu kan konstitusinya menghendaki
12:32selalu tiga unsur
12:36etnisitas atau kelompok yang berkuasa di sana.
12:40Yang satu presidennya itu
12:41pasti dari kelompok Kristen Maronite,
12:44yang sekarang itu adalah mantan tentara,
12:46Kopassusnya sana.
12:48Sementara dari pihak parlemen
12:51itu pasti dari kelompok Syiah.
12:53Perdana Menterinya pasti dari kelompok Sunni.
12:56Itu selama bertahun-tahun selalu seperti itu.
12:59Dan kita juga nggak bisa membayangkan berartikan
13:01bahwa kelompok Syiah yang di lapangan itu
13:04sempat punya pengaruh besar,
13:07pengaruh luas, bukan hanya dari segi militer,
13:10tapi juga fasilitas kesehatan,
13:12kemudian sekolah, banyak bantuan beasiswa,
13:15plus juga mereka itu punya program TV,
13:18program radio.
13:19Jadi jangan dibayangkan,
13:21ini macam Ormas gitu lah ya.
13:22Ormas,
13:24peraknya besar gitu di Libanon,
13:26bahkan ketua parlemennya,
13:28itu dari tahun 95 atau 92,
13:31itu sudah berkuasa,
13:32dan dia orang Syiah gitu.
13:34Jadi,
13:35kita mustahil membayangkan,
13:37hari ini mereka bertemu,
13:39kemudian pasti langsung ada solusi.
13:40Benar itu si Rubio bilang,
13:43sebenarnya mereka duduk bareng itu,
13:45itu recognition dulu aja,
13:47bahwa ada proses yang sedang dimilai,
13:49sedang menjajaki siapa yang akan jadi
13:51negosiator ke depannya,
13:53formatnya seperti apa,
13:54kapan lagi akan ketemu,
13:56kemudian prosedur step by stepnya apa.
13:58Baru sampai situ sebenarnya.
14:01Oke,
14:01ya,
14:02sekarang kita bicara kalkulasi perang Pak Syarki.
14:04Kalau bicara kalkulasi perang,
14:06seberapa realistis sebenarnya harapan,
14:08bahwa negosiasi Washington di sini,
14:11bisa merendahkan serangan Israel ke Libanon?
14:16Israel itu sebetulnya disparate di bidang
14:20Angkatan Daratnya saat ini.
14:23Jadi pada saat Iran menyerang apa,
14:27diserang tanggal 28 Februari,
14:30kemudian Israel itu menyerang juga,
14:33dan juga Israel pada saat itu juga seperti biasa
14:35udah nyicil nyerang Libanon juga.
14:38Dan biasanya diam-diam aja,
14:40atau mungkin kan gini,
14:42mereka udah ada perjanjian berdamaian,
14:43kapan ya, beberapa waktu yang lalu,
14:45kemudian,
14:45tapi masih menyerang,
14:46kadang-kadang ngebom,
14:47kadang-gebom,
14:47tapi selama itu,
14:48Hezbollahnya tidak membalas.
14:49Jadi jangan dilihat tiba-tiba Hezbollah nyerang,
14:52tidak.
14:52Namun setelah dua hari,
14:54setelah tanggal 28 Februari itu,
14:56Hezbollah menyerang dengan kekuatan yang besar sekali,
14:58roket, rudal,
14:59dan juga pasukan,
15:01sehingga kemudian Israel menyerang dengan pasukan Lapis Baja.
15:05Dan itu hebat sekali,
15:07ternyata Hezbollah sudah punya kemampuan serang yang berbeda.
15:10Sepertinya menyerap kemampuan dari perang di Ukraina lawan Rusia.
15:15Kelihatan dari Rusia ya.
15:17Mereka menggunakan drone dengan peledak,
15:19drone kamikase,
15:21kemudian dengan kebanyakan menggunakan drone,
15:23sehingga bisa memonitor pergerakan.
15:25Nah, Israel sendiri yang dengan tank-tanknya ini,
15:27merasa dia powerful tank,
15:29berhadapan sama infanteri,
15:30merasa tidak memiliki strategi berperang,
15:34menghadapi pasukannya dengan drone.
15:36Akibatnya,
15:37di dalam hampir sebulan,
15:39itu 100 tank Merkava yang terkenal hebat itu,
15:41hancur atau tidak bisa digunakan.
15:43Dan korban di pihaknya banyak sekali,
15:45tapi tidak semua diumumkan.
15:46Hanya kadang-kadang diumumkan.
15:48Tapi karena waktu itu ada blackout informasi,
15:50kita tidak tahu.
15:51Tahu-taunya kita pas minggu ke-2 atau ke-3,
15:53tahu-tahu Israel nyerang,
15:55ngebom di sini,
15:56menghancurkan ada tiba-tiba 100 serangan dalam 10 menit, segala macam.
16:01Tapi sebetulnya,
16:02dalam waktu sebulan itu,
16:04itu sampai kepala staff Angkatan Darat Israel
16:06membilang bahwa kita harus drafting.
16:08Kita harus merekrut orang untuk ini,
16:10karena pasukan kita sudah kelelahan,
16:14letih, harus diganti,
16:15dan tidak bisa tidak.
16:17Kalau tidak,
16:17kita akan mendapatkan kemungkinan,
16:18kita sudah kalah ini sebetulnya.
16:21Jadi, diserang dari udara oleh Iran,
16:23di bawah mereka babak belur,
16:25bahkan pasukan khususnya Hezbollah,
16:27bisa kadang-kadang masuk ke dalam wilayah Israel di utara.
16:29Nah, itu kan sudah menakutkan sekali bagi Israel.
16:31Nah, ini yang menarik.
16:33Saya ke Mbak Dina lagi.
16:34Dalam konteks perundingan Washington DC,
16:38apakah posisi Lebanon juga saat ini terhimpit?
16:41Karena ada analisis juga yang mengatakan bahwa
16:43Lebanon saat ini terhimpit,
16:44pemerintah Lebanon ya dalam hal ini,
16:45jika mengikuti perundingan ke Amerika Serikat,
16:48dia akan against Hezbollah,
16:49yang mana saudaranya sendiri.
16:51Terjadilah perang saudara.
16:52Potensinya seperti itu, analisisnya.
16:54Nah, begitu pun sebaliknya,
16:55jika ini tidak diikuti oleh Lebanon,
16:57perundingan ini,
16:58dan merapat ke Hezbollah,
16:59Amerika Serikat yang akan interfere ke Lebanon.
17:01Apakah posisi ini juga Anda melihatnya ada analisis yang sama
17:05soal terjepitnya posisi Lebanon ini?
17:08Ya, Lebanon dalam posisi yang sangat sulit ya.
17:11Pilihannya itu tidak banyak,
17:12karena berbeda dengan kasus lain yang pernah dibrokerin oleh Amerika Serikat,
17:17dimediasi oleh Amerika Serikat,
17:19dan di situ melibatkan Israel,
17:21misalnya Israel dengan Mesir,
17:22atau Israel dengan Yordan.
17:24Di situ, solusi yang ada,
17:27itu dimungkinkan karena masyarakatnya tidak,
17:30satu ya,
17:31memang ada hal yang sangat konkret,
17:33yang bisa disepakati sebagai deal gitu ya.
17:35Kalau Yordan itu soal pasokan air.
17:38Kemudian kalau Mesir,
17:39mundur dari gurun Sinai gitu kan.
17:42Tapi, kalau cara soal Lebanon,
17:44Lebanon ini,
17:45tadi,
17:46tempat pelarian orang-orang dari Palestina,
17:49sejak zaman PLO,
17:51itu masih ada.
17:52Plus, kemarin gara-gara Gaza,
17:54itu yang kabur ke Lebanon,
17:57itu bertambah banyak.
17:58Jadi,
17:59orang-orang yang statusnya sebagai pengungsi ini,
18:02kan juga satu,
18:04apa ya,
18:04pengubahan demografi gitu ya,
18:06untuk Lebanon.
18:08Demikian pula,
18:09kalau di dalam negeri Lebanon,
18:11seperti saya tadi gambarkan,
18:13sebenarnya,
18:14Hezbollah itu punya peranan yang sangat penting,
18:16di masa,
18:17belum lama lah,
18:18tahun 2022,
18:19Hezbollah itu menjadi negosiator,
18:22berhadapan langsung dengan Israel,
18:24terkait,
18:25pembagian lahan gas di,
18:27laut Mediterania.
18:30Artinya,
18:31Lebanon itu sebenarnya,
18:32satu,
18:32punya daya negosiasi.
18:34Kemudian yang kedua,
18:35bisa memenuhi,
18:36apa namanya,
18:38komitmen gitu.
18:39Jadi,
18:39kalau kita hanya membaca narasi dari Amerika Serikat,
18:42sebenarnya kita akan terbawa pada perang narasi,
18:45yang lagi-lagi ya,
18:46tadi kalau kita lihat,
18:47Israel langsung bilang,
18:49sudah pasti,
18:50nanti Hezbollah akan dilucuti,
18:53karena si Joseph Aoun,
18:55sebagai presiden,
18:56punya kepentingan gitu.
18:57Itu bahasa,
18:58sepihak aja,
18:59hanya dicomot satu bagian gitu.
19:01Karena Joseph Aoun,
19:02sulitannya adalah,
19:03di dalam negerinya,
19:05dia harus berhadapan dengan komponen masyarakat,
19:07yang sangat besar.
19:08Ya, betul.
19:09Jadi,
19:10bukan berhadapan dengan bangsa asing,
19:12tapi dengan bangsa sendiri,
19:14yang selama ini diandalkan juga,
19:16untuk menjaga keamanan,
19:17membantu negara juga,
19:18untuk soal macam-macam program masyarakat ya.
19:21Oke,
19:23balik lagi,
19:24misalnya,
19:25apa namanya,
19:26nanti Israel ini,
19:28terus-menerus menyerang Lebanon,
19:30meskipun perundingan sudah terjadi,
19:32dan akhirnya tetap gitu ya,
19:34interfere terhadap,
19:35intervensi terhadap Lebanon,
19:37ini dilakukan oleh Israel.
19:39saya ingin tanya,
19:39kan Hezbollah ini juga,
19:40merupakan proksinya Iran,
19:41Pak Syarki.
19:42Kalau memang terus-menerus seperti ini,
19:44Iran merasa terganggu gak egonya,
19:46dan kira-kira taktik apa ya,
19:48taktik besar apa kemungkinan,
19:49yang akan diluncurkan Iran,
19:50sebagai respons balik.
19:51Saya akan tanyakan hal itu nanti,
19:52setelah jadat,
19:53tahan dulu Pak Syarki,
19:54setelah jadat disampai,
19:55Insya Allah total bersama kami.
20:03Kita masih lanjutkan perbincangan,
20:05bersama Pak Syarki dan Mbak Dina,
20:06tadi saya bertanya Pak Syarki,
20:07kalau Israel ini terus,
20:10tidak mengindahkan negosiasi juga,
20:12terus melancarkan,
20:13pun misalnya negosiasi,
20:15tetap Lebanon ini terus diserang,
20:17Lebanon Selatan dalam hal ini.
20:18Nah, Lebanon Selatan ini kan,
20:20proksinya Iran juga,
20:21banyak Hezbollah di sana.
20:22Kira-kira ada taktik Iran yang,
20:24misalnya Iran ke Senggol misalnya,
20:25dengan egonya,
20:27karena proksinya diserang terus-menerus.
20:29Apa taktik yang bisa disematkan oleh Iran,
20:32misalnya, untuk bertahan?
20:33Mungkin nggak ada soal ego ya,
20:35ini soal,
20:35karena rasional.
20:36Jelas sekali Iran itu rasional.
20:38Amerika harusnya rasional,
20:40tapi jadi nggak rasional,
20:41karena pemimpinnya punya cara berbeda
20:43dengan harusnya orang Amerika, kan?
20:45Jadi, saya udah sering bilang bahwa,
20:47antara negara berhadapan,
20:49baik negara dengan negara,
20:50atau negara dengan non-state actor,
20:51setelah Hezbollah,
20:52itu menggunakan diplomasi,
20:53informasi, militer, ekonomi,
20:54instrumen kuatan nasional.
20:55Nah, dalam negosiasi antara Iran dan Amerika,
20:59itu mereka sekarang,
21:01fasenya adalah gencatan senjata,
21:02meskipun Amerika mendeklare blokade,
21:06sebenarnya pernyataan perang,
21:07tapi Iran memutuskan bahwa ini
21:09tidak dianggap sebagai gencat senjata terganggu.
21:13Artinya, dia tidak nyerang,
21:14Amerika juga tidak nyerang,
21:15Israel juga tidak nyerang Iran.
21:16Tetapi, Israel tetap menyerang Lebanon,
21:19meskipun ada akhirnya berhenti,
21:20karena bilang,
21:21dalam persyaratannya itu,
21:23Iran mengatakan bahwa,
21:25Lebanon juga bagian dari saya.
21:27Kamu kan nuntut supaya Iran
21:29melepaskan hubungan dengan proksi.
21:32Nah, saya juga nuntut bahwa,
21:34kalau kita mau cara perdamaian,
21:36proksi saya dikaitkan juga.
21:38Kan nggak bisa,
21:39saat dia minta supaya dia
21:40tidak dihubungan dengan proksi,
21:41tapi di sisi lain,
21:43dia nggak boleh minta proksinya
21:44supaya aman.
21:46Nah, itu kan saat nggak benar.
21:47Nah, tapi Israel juga,
21:49dia hanya ngeyelnya
21:51dengan mengatakan bahwa,
21:52ya saya bikin perjalanan sendiri
21:53dengan ini,
21:54boleh.
21:55Nah, jadi memang kebutuhannya
21:56dia ngomong dengan,
21:58dengan apa,
21:59Lebanon ini,
22:00tapi dengan Hezbollah,
22:01ngomongnya untuk mendapatkan
22:03bahwa dia sudah menjalankan
22:04suatu diplomasi.
22:05Masalahnya adalah,
22:07sama seperti pada saat Iran
22:10diajak untuk bicara
22:11mengenai perdamaian,
22:12atau perundingan,
22:13Iran itu nolak,
22:14tapi,
22:14Perdana Menteri Syarif
22:15dari Pakistan mengatakan,
22:18udah kamu kasih apa saja kirim
22:20biar ada bahan,
22:20biar kamu kelihatan yang nggak nolak.
22:22Terus,
22:22kamu kasih saya persyaratan.
22:23Sama Iran dikasih persyaratan
22:25yang memang relatif,
22:26pasti nggak dipenuhin.
22:27Ternyata dipenuhin.
22:28Menunjukkan disparit.
22:29Nah, sekarang juga,
22:30di sana mungkin ngomong sama Lebanon,
22:33entah Amerikanya,
22:33entah si Israelnya,
22:34udah deh kamu persyaratan apa saja.
22:36Dikasih lah sama Lebanon.
22:37Oh iya, saya penuhin.
22:38Nah, dikit tujuannya adalah,
22:41biar seolah-olah
22:41sana sudah ada hubungan gini.
22:43Oke.
22:43Nanti tujuan berikutnya adalah apa?
22:45Untuk nanti pada saat perundingan berikutnya,
22:47ini dengan,
22:48antara Iran dengan Amerika,
22:50ini udah dimasukkan isu ini.
22:52Oke, Islam Batolks akan terjadi lagi berarti?
22:54Oh, ada rencana.
22:54Berpotensi lagi?
22:55Akan ada rencana.
22:56Itu udah,
22:56Trump sudah bilang nih,
22:57kemarin hari ini kita,
22:59tapi masih kemarin waktu Amerika.
23:02Oke.
23:03Oke, saya lanjutkan ke Mbak Dina.
23:05Dalam konteks politik domestik Amerika Serikat,
23:06kalau memang pertemuan ini bisa menjadi win-win ya,
23:09pertemuan negosiasi bagi pemerintahan Trump,
23:11terutama dibandingkan dengan upaya gencatan
23:13senjata Amerika Serikat Iran
23:15yang sampai saat ini masih rapuh,
23:17kira-kira yang tadi saya singgung,
23:19Islam Batolks,
23:20seperti yang dikatakan Pak Syarki tadi,
23:22akan memasukkan poin-poin baru
23:24yang menjadi win-win untuk pemerintahan Trump
23:26dan juga Iran, kira-kira?
23:29Belum.
23:30Kalau menurut saya,
23:31kalau dilihat dari kebiasaannya Trump ya,
23:34dan juga kebiasaan Netanyahu,
23:36saya kira mereka,
23:38dua belah pihak ini,
23:39bukan pihak yang
23:40mau menjaring informasi,
23:44komunikasi,
23:45kemudian mencari jalan keluar
23:46yang sifatnya political solution
23:48atau solusi politik.
23:49Terus yang dikedepankan itu selalu
23:51solusi militer dan solusi ekonomi.
23:53Ini, dua hal ini
23:55tidak sama dengan solusi politik.
23:57Karena kembali ke poin yang pertama
23:59kita ceritakan tadi,
24:00kalau kita bicara soal solusi politik,
24:03tetap saja stabilitas domestik
24:05di negara masing-masing
24:06yang diajak negosiasi,
24:07itu menjadikan,
24:08menjadi satu faktor yang sangat penting
24:10untuk gol enggaknya gitu.
24:12Muncul tidaknya satu agreement,
24:14persetujuan di antara negara yang bertikai.
24:17Dugaan saya,
24:17Iran itu akan melakukan atrisi juga nih
24:20di sisi diplomasi,
24:22jadi menekan Amerika Serikat
24:24untuk menggantung terus
24:26supaya kredibilitas Amerika Serikat
24:28di bawah Trump hancur.
24:30Demikian pula
24:32sama halnya dengan Israel.
24:34Karena dalam kasus yang lalu,
24:35Israel juga pernah nih
24:37melakukan serangan yang sedemikian
24:39di bawah Menahembehin,
24:40dia juga di bawah partai likut ya,
24:43pendirinya partai likut
24:44yang menjadi partainya Netanyahu sekarang,
24:47berusaha untuk menduduki Lebanon,
24:49melakukan okupasi selama bertahun-tahun
24:51dan efeknya adalah ujungnya
24:53masyarakat Israel lah yang merasa
24:55bahwa kepemimpinan harus ganti gitu.
24:57Karena pada dasarnya enggak bisa lagi juga
25:00Israel sustain atau bertahan
25:02dengan kepemimpinan seperti itu.
25:03Jadi turning pointnya itu menurut saya
25:06memang harus ditahan terus nih
25:08sampai bulan Oktober, November.
25:10Karena Oktober itu pemilu di Israel,
25:12November pemilu di Amerika Serikat.
25:14Memang lama sekali kita nahan nafas ya,
25:17tapi kalau dilihat dari petanya,
25:22tidak belum ada muncul ya
25:24upaya untuk melakukan solusi politik.
25:27Kesan saya pihak seperti Iran
25:29tentu enggak akan menghilangkan momentum
25:31yang sekarang sudah dia peroleh,
25:32di mana dia sekarang mulai muncul ya
25:34sebagai salah satu kekuatan alternatif
25:37di kawasan yang ternyata bisa disegani juga.
25:39Oke, saya flashback sedikit Marina
25:41ke Islamabad Talks yang sebelumnya terjadi,
25:44meskipun tidak ada kesepakatan.
25:45Tapi ada permintaan dari Iran
25:46untuk apa namanya,
25:48ada Islamabad next Islamabad Talks.
25:51Tapi dengan mengikut sertakan
25:53peran Rusia dan Tiongkok.
25:55Apa yang bisa Anda analisis dari ini?
25:58Kalau dilihat dari pengalaman-pengalaman
26:01historis sebelumnya,
26:04kekuatan Timur Tengah itu,
26:06karena begitu kompleksnya,
26:08trust itu butuh dijamin oleh banyak pihak.
26:13Pernah jadi kesepakatan misalnya
26:15antara Mesir,
26:16kemudian dengan Israel,
26:21itu pun harus dibrokerin,
26:23join antara Amerika Serikat
26:25dengan Soviet waktu itu.
26:26Dan diaksikan juga oleh negara-negara lain
26:28di kawasan seperti Suriah,
26:30waktu itu masih ada Suriah ya,
26:31kemudian Saudi Arabia dan lain-lain.
26:33Jadi, enggak mungkin satu kesepakatan itu
26:36cuma dipegang atau dijalankan,
26:39apalagi dipolisikan gitu ya,
26:41ibaratnya semua harus diatur oleh satu negara.
26:43Itu yang menurut saya makanya enggak mungkin terjadi,
26:45karena Amerika Serikat sama sekali
26:46enggak mau membuka ruang untuk
26:48menciptakan stabilitas secara bersama-sama
26:51dan merasa masih mampu melakukan
26:52segala sesuatunya sendiri.
26:54Oke, Amerika Serikat itu memang too much hatred kayaknya
26:57kalau kita kumpulkan sedikit.
26:58Sehingga apapun resolusinya
27:00sepertinya jadi mentah begitu ya.
27:03Jadi ya tadi, ujung-ujungnya operasi militer
27:06atau juga win-winnya soal ekonomi,
27:08begitu backgroundnya.
27:09Nah, saya ke Pak Syarki lagi.
27:10Iran ini Pak, sudah bereaksi keras sebenarnya
27:13terhadap serangan Israel di Lebanon,
27:16pasir gencatan senjata Amerika Serikat dan Iran.
27:19Kira-kira ini apakah Teheran khawatir
27:21bahwa jika Lebanon berhasil dilemahkan
27:23melalui diplomasi,
27:25maka proksi Iran lainnya juga akan ikut lemah?
27:26Itu kira-kira.
27:27Khawatir tidak khawatir itu,
27:29itu yang diucapkan ke publik.
27:31Sesungguhnya,
27:32kekhawatiran itu kan selalu ada.
27:34Cuman kan yang diucapkan oleh
27:36Duta Besar Israel bahwa
27:38wah ini perlindungannya,
27:39kita akan mengusir Isbollah
27:40dengan Perdana Menteri
27:42atau Presiden setuju segala macam,
27:44itu untuk publik.
27:45Sama juga yang dilakukan oleh Netanyahu bahwa
27:49dia nggak percaya dengan diplomasi,
27:51dia percaya kekerasan.
27:52Tetapi kan tetap perlu yang namanya media,
27:55khususnya media barat,
27:56kan perlu bahwa
27:56wah ternyata Israel mau berunding juga ya gitu.
27:58Jadi gini ingat,
28:00diplomasi-informasi militer ekonomi.
28:01Jadi diplomasinya berperang di satu sisi,
28:05informasionalnya juga harus berperang,
28:06harus diisi.
28:07Nggak bisa diplomasi sama ekonomi
28:09atau militer atau ekonomi.
28:10Tetap ini misupun sedikit diisi-isi.
28:12Jadi gunanya sekarang ini adalah
28:14bagaimana mereka bisa memujuk Lebanon
28:16ataupun ada konsesi yang diberikan
28:19ataupun secara pribadi atau apa,
28:20sama juga yang dilakukan.
28:21Seperti kita sekarang,
28:22kita tahu bahwa
28:23sekarang ini Perdana Menteri
28:28Pakistan itu berhubungan dengan Qatar,
28:30Arab Saudi, Egypt.
28:32Bahkan sekarang dia berkunjung apa?
28:33Untuk membahas repatriasinya Iran.
28:36Ganti rugi Iran.
28:37Oke, itu ekonomi satu.
28:38Di sisi lain juga,
28:41Trump sudah bilang,
28:42dia bilang bahwa
28:43di sini kira-kira dalam dua hari lagi
28:45kita bertemu lagi lagi di Semabat.
28:47Saya akan memberikan sesuatu yang lebih
28:49nggak pakai syarat.
28:50Bayangin bilang gitu.
28:52Ya, itu kan seperti dugaan saya sebelumnya
28:53bahwa
28:54Trump itu sengaja memberikan
28:56red line
28:57yang nggak mungkin dicapai oleh fans
28:59meskipun sudah berunding-berunding,
29:01nanti tinggal sisanya dia yang menyelesaikan.
29:03Kenapa?
29:04Tujuannya agar dia jadi pahlawan.
29:06Pada akhirnya bahwa
29:07semua ini nggak sanggup.
29:09Trump datang,
29:10pahlawan damai kan?
29:11Tapi sesungguhnya memang posisi Amerika itu lemah.
29:13Makanya sekarang ini yang dilakukan dia untuk
29:15Libanon itu adalah bagian untuk
29:17membuat daya tawar dengan Iran.
29:19Sekarang belum kader daya tawar.
29:20Dia nggak peduli
29:21mau 20,
29:22kan sekarang sebetulnya 20 lewat kan?
29:23Ya, ya.
29:24Yang ditahan 6.
29:25Tapi yang penting bagi dia itu
29:26berita di media barat
29:276 berhasil ditahan.
29:29Soal 20 lolos,
29:30dia nggak peduli.
29:31Kenapa?
29:31Karena yang dibutuhkan adalah
29:32bagaimana informasional tetap menyemprot,
29:35memberi propaganda
29:36dan dibantu oleh media barat
29:38untuk mengatakan bahwa
29:39ini jalan, ini sukses loh.
29:41Akhirnya Trump berhasil neken.
29:42Yang penting itu.
29:43Soal itu benar nggak,
29:43nggak peduli dia.
29:45Itu loh, cara penjelasannya.
29:46Ya, ini logika yang sangat menarik
29:48dari Pak Syarki untuk menjelaskan.
29:49Tapi ya,
29:50within days,
29:52ceasefire,
29:53benjatan senjata akan berakhir
29:54beberapa hari ke depan.
29:55Kita juga
29:56melihat nanti
29:57apakah ujung-ujungnya
29:58seperti yang Mbak Dina bilang,
29:59militer dan ekonomi lagi.
30:00Jadi,
30:01permasalahan apa?
30:02Resolusi utama.
30:03Tapi ya,
30:03kalau saya boleh simpulkan,
30:04saya ralat sedikit.
30:05Tadi bukan Amerika Serikat yang
30:06too much hatred,
30:07tapi Donald Trump-nya.
30:08Sepertinya,
30:08Presiden-Presidential
30:09Amerika Serikat yang sebelumnya
30:10juga tidak ada yang
30:11se-intens ini ya,
30:13untuk melakukan invasi
30:15ke negara-negara,
30:16terutama di Timur Tengah.
30:17Baik, terima kasih Pak Syarki.
30:18Siap, terima kasih.
30:19Mbak Dina sudah berbagi perspektifnya
30:21di Sampai Masa Malam.
30:22Kita jumpa lain waktu
30:22untuk membahas hal ini.
Komentar

Dianjurkan