Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Tersangka dugaan fitnah ijazah Jokowi, Rismon Sianipar hari ini menjalani finalisasi SP3 atau penghentian perkaranya di Polda Metro Jaya.

Menurut kuasa hukum Rismon, Jamada Girsang, permohonan restorative justice Rismon sudah memenuhi syarat, sehingga dinyatakan final atau menerima SP3 pencabutan perkara.

Meski pengumuman resminya akan dilakukan esok hari oleh pihak Polda.

Adapun Rismon kembali menegaskan tidak ada unsur uang di balik pengajuan RJ-nya.

Ia lantas menantang Roy Suryo untuk mencabut sejumlah tulisannya di buku Jokowi's White Paper jika tak ada unsur politis.

Selangkah lagi Rismon akan menerima SP3 atau penghentian perkaranya di Polda Metro Jaya.

Lagi-lagi kubu Roy kehilangan rekan perjuangan karena memilih proses restorative justice.

Pertanyaannya, benarkah jalur RJ adalah amunisi Jokowi mematahkan serangan kubu Roy Suryo? Dan kenapa hingga kini kasus ijazah tak kunjung P21?

Kita bahas bersama Roy Suryo dan Andi Azwan yang sudah hadir di studio.

Baca Juga Respons soal SP3 Rismon di Kasus Ijazah Jokowi, Roy Suryo: Rismon Sudah Dicuci Otaknya | SAPA MALAM di https://www.kompas.tv/nasional/663156/respons-soal-sp3-rismon-di-kasus-ijazah-jokowi-roy-suryo-rismon-sudah-dicuci-otaknya-sapa-malam

#roysuryo #rismonsianipar #ijazahjokowi

_

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/663191/full-panas-debat-roy-suryo-vs-andi-azwan-soal-rismon-sp3-kasus-ijazah-jokowi-kompas-petang
Transkrip
00:00Selangkah lagi Rizmon akan merima SP3 atau penghentian perkaranya di Polda Metro Jaya.
00:06Lagi-lagi Kubu Roy kehilangan rekan perjuangan karena memilih proses restoratif justice.
00:12Pertanyaannya, benarkah jalur RJ adalah amunisi Jokoi mematahkan serangan Kubu Roy Suryo?
00:20Dan kenapa hingga kini kasus ijazah tak kunjung P21?
00:24Kita bahas bersama Roy Suryo dan Andi Aswan yang sudah hadir di studio.
00:28Selamat petang Mas Roy, selamat petang Mas Andi.
00:32Sehat-sehat selalu.
00:33Besok katanya Bang Rizmon bakal terima SP3 kalau tidak ada halangan.
00:37Sudah dipastikan itu akan terima?
00:39Insya Allah besok itu saya baru kembali dari Polda Metro Jaya dan saya hadir di sana.
00:45Memang sudah finalisasi ya.
00:47Besok insya Allah itu akan diumumkan oleh Direktur di RPDOM.
00:54Kita ada press conference untuk itu, untuk mengumumkan itu.
00:56Tapi lagi-lagi nih Bang, tampaknya restoratif justice selalu jadi amunisi Jokowi.
01:03Sehingga jadi menerima gitu pihak dari Kubu Roy ini meminta maaf seakan-akan tidak mau dilanjutkan kasus ini ke persidangan.
01:10Kata siapa?
01:11Enggak.
01:12Justru Pak Jokowi ini membutuhkan ruang publik yaitu persidangan.
01:15Oke.
01:16Untuk membuktikan ijasa asli beliau ini yang dituduh pasu oleh mereka itu ya.
01:20Jadi kalau kita melihat adanya KUHAP baru itu mengkedepankan yang namanya restoratif justice.
01:27Dan kita mengetahui kan bahwasannya Pak Jokowi ini adalah sosok negarawan.
01:32Seorang yang pemaaf.
01:33Oke.
01:34Yang mengkedepankan namanya rasa persatuan dan kesatuan itu.
01:38Apapun yang dikatakan mereka meminta RJ ya.
01:42Sebagai umat manusia juga menerima itu.
01:44Tuhan aja memaafkan orang yang bersalah yang sangat besar.
01:47Nah disinilah kita lihat ke negarawan beliau.
01:50Kalau mereka ya Bang Ege, Bang Dame dan Rizmon itu mengakui bahwa mereka itu salah untuk itu ya.
01:56Ini adalah satu alternatif untuk keluarga Rizmon.
01:58Baik kalau Mas Roy sendiri apakah ada kemungkinan ada lagi yang mengajukan restoratif justice menyusul Bang Rizmon?
02:06Pertama-tama saya ingin ucapkan selamat dulu.
02:08Selamat.
02:09Atas jubir yang baru untuk Rizmon ya.
02:11Itu Andi Aswan rupanya sudah jadi jubir baru dari Rizmon ya.
02:14Gak apa-apa lah.
02:15Dan saya mengajukan selamat karena apa?
02:17Alhamdulillah.
02:17Saya sampaikan kalau harus A ya.
02:20Hari-hari ini juga beredar kabar hoax kayak gini Mbak.
02:23Tuh.
02:23Apa itu?
02:24Katanya Omon meninggal dunia.
02:26Ini hoax ya.
02:27Jadi jangan dipercaya kalau kayak gini.
02:29Jadi saya kaget juga gitu.
02:31Katanya saya melayat.
02:32Wah tapi ya Alhamdulillah sudah tampil kembali ya Omon.
02:36Meskipun saya katakan saya gak perlu menanggapi apapun sekarang dari si Omon.
02:40Karena dia zombie.
02:42Zombie?
02:42Zombie kan katanya sudah meninggal.
02:45Kata Bang Andi itu juga tuh katanya.
02:46Kama teman-temannya bilang katanya sudah ada surat kematian.
02:49Jadi gak usah ditanggapi lah.
02:50Oke.
02:51Tapi kalau misalnya kita fokus ke RJ-nya Rizmon ini.
02:53Apakah Anda melihat bahwa ini merupakan amunisi dari pihak Jokowi.
02:57Supaya Anda dan rekan Anda minta maaf.
03:00Makanya udah benar sekali Mbak Ilona dan teman-teman juga media yang mempertanyakan hal itu.
03:04Karena apa?
03:04Ini udah kayak kebakaran jenggot padahal dia gak punya jenggot yang di Solo itu ya.
03:08Jadi artinya karena saking ketakutannya menghadapi P21 karena itu nanti kalau ada di persidangan maka apapun dilakukan.
03:16Solo juga dilakukan upaya segala cara gak ada orang sudah disidangkan berkali-kali tau-tau di ujung NO.
03:23Itu kan gak masuk akal NO itu di awal tiba-tiba ujungnya di NO.
03:27Ini kan aneh.
03:28Artinya ada orang yang sangat ketakutan.
03:30Siapa yang ketakutan?
03:31Ya yang punya ijazah palsu itu.
03:34Yang punya ijazah ini loh palsu.
03:35Yang punya ijazah 99,9 palsu ini sangat ketakutan maka apa?
03:39Kasih RJ dan itu fakta loh ya.
03:41Semuanya dikasih satu persatu.
03:43Bu Kurnia diikuti sampai ke kamar kecil.
03:45Didesek-desek.
03:46Bu kapan mau RJ?
03:47Ada juga yang ditawari umroh.
03:48Ini fakta.
03:49Ada juga kuasa hukum kami yang kemudian di WA asli.
03:53Kalau ini bukan WA palsu-palsuan kayak WA-nya Tifa itu ya.
03:55Kemudian diajak untuk ketemuan.
03:59Bagaimana kliennya mau diajak RJ atau enggak.
04:01Jadi pokoknya tukang bohong dari Solo itu udah aduh sedemikian caranya.
04:05Membuat supaya kami-kami ini mundur.
04:07Tapi kita akan terus tekan sampai ijazah palsu ini terbukti.
04:12Oke baik.
04:13Mas Andi kenapa sih kira-kira dari pihak Jokowi yang sebenarnya relawan begitu ya.
04:18Getol mendekati pihak-pihak yang...
04:21Saya harus klarifikasi tidak ada relawan itu mendekati mereka untuk RJ ya.
04:26Nah itu jelas itu.
04:26Saya sendiri kan sudah di fitnah itu bahwa mendekati yang namanya...
04:29Tanya Jarmisal sama Tanya.
04:31Tanya Jarmisal sama Tanya.
04:32Jelas bukan itu untuk kita.
04:33Itu udah jelas.
04:34Justru kita ini berpatokan hanya apa.
04:36Jarmisal sama Rahman itu tanya.
04:37Semua permohonan RJ itu harus melalui penyidik Koda Metro Jaya.
04:41Baru disampaikan kepada para pelapor tersebut.
04:44Tuh kan bohong banget banget.
04:45Tidak ada harus untuk relawan.
04:46Kalau relawan itu memfasilitasi mengantar mereka ke Solo itu bukan kapasitas bahwa dia akan menentukan bahwa RJ itu diterima.
04:54RJ itu diterima hanya oleh Pak Jokowi dan pelapor lainnya.
04:58Tapi Rustom Effendi tadi mengaku bahwa juga didekati oleh para relawan.
05:02Anda bagaimana menjelaskan?
05:02Kalau saya apa yang dibicarakan oleh Rustom Effendi itu adalah omong kosong dan dia itu pengomong besar.
05:09Pengomong besar?
05:10Ya.
05:10Banyak case dia bilang ada yang katanya fotonya Pak Jokowi itu ada fotonya Dumatno.
05:14Oke.
05:14Ketika saya challenge dia gak bisa ngomong apa-apa malah melempar.
05:18Itu skenarinya Roy Suryo.
05:20Wah.
05:21Jadi saya begini.
05:22Saya mau mau ini dulu ya.
05:23Wah ini bohong banget.
05:24Kan kalau dia katakan tadi itu ya.
05:25Orang bohong ini udah gak usah menurut saya lah.
05:26Apa yang dikatakan oleh Rustom Effendi ini.
05:29Sebetulnya dia ini sudah merasa apa ya.
05:31Sudah merasa ketakutan sendiri gitu.
05:33Mana ketakutan.
05:34Sangat takut sendiri.
05:35Karena biar bagaimanapun juga key playernya disini dalam kasus ini adalah Rizmon.
05:41Mana key player zombie.
05:42Dan Rizmon juga mengatakan dalam buku Jokowi's White Paper itu.
05:44Dia hanya 49 halaman.
05:46Inti sari dari buku itu adalah yang buat adalah Rizmon.
05:50Dan Rizmon itu mengaku dia membuat suatu kesalahan yang besar untuk itu.
05:54Dan dia harus membuat lagi namanya revisi untuk itu.
05:59Anda takut ditinggalkan teman-teman.
06:01Sama sekali gak.
06:02Sama sekali gak.
06:03Apalagi ini ya.
06:04Saya kan udah langsung di podcast saya.
06:08Di Rizmon official.
06:09Saya udah katakan.
06:10Namanya peneliti mbak.
06:11Itu punya batas toleransi.
06:13Kesalahan itu paling hanya 3 sampai dengan 8 persen.
06:15Atau maksimum 10 persen.
06:17Kalau 90.
06:17Kalau dia bilang 11 ribu triliun persen palsu.
06:21Terus tiba-tiba dikoreksi itu.
06:22Otaknya dikoreksi itu.
06:24Ya.
06:24Ama ditranslasikan.
06:26Itu gak mungkin.
06:27Apalagi peneliti kok bisa bohong tentang kehidupannya.
06:30Ya.
06:30Katanya sudah meninggal.
06:31Sudah bikin surat.
06:32Supaya dia seolah-olah tidak hidup lagi.
06:35Dan supaya bayar.
06:36Enggak bayar lagi biasiswanya.
06:38Oke.
06:38Itu kan namanya zombie udah.
06:39Tapi Mas Roy.
06:40Sebelum Rizmon balik arah.
06:42Dia mengatakan 1000 persen.
06:44Bahkan 1000 triliun.
06:4611.000 triliun persen.
06:47Yakin bahwa ijazah Jokowi palsu.
06:50Itu yang benar loh.
06:50Tapi sekarang dia bilang bahwa.
06:52Nah yang itu dia kena tekanan.
06:53Dia kan sampai menghindar dirinya sehina-hinanya.
06:57Kemudian merendahkan serendah-rendahnya.
06:59Untuk sekedar mendapatkan SP3.
07:01Karena dia kalau enggak.
07:02Dia dan kemudian ada orang paling terdekat dengan dia itu terancam masuk gara-gara surat palsu.
07:07Ya.
07:07Udah jelas.
07:08Jadi dia kan ketakutan itu.
07:09Sampai dia balik.
07:10Sampai dia benar-benar udah terhina lah.
07:12Makanya saya enggak perlu menanggapin lagi.
07:14Karena beda matra.
07:15Manusia di matra ketiga.
07:16Zombie itu di matra yang lain.
07:18Oke baik.
07:18Apa yang Mas Andi ketahui.
07:21Dari Rizmon sampai akhirnya.
07:23Dia berbalik arah mengatakan.
07:24Ya dia menceritakan ke saya juga.
07:26Kalau dia bilang di podcastnya dia.
07:27Saya di podcast saya juga di catatan Andi Aswan ini.
07:29Dia mengatakan.
07:30Yang baru pertama ya.
07:31Pada saat itu dia berbicara secara curhat kepada saya.
07:35Tanggal 15 Desember.
07:37Ketika dia melihat itu semua.
07:38Dia ingin mengatakan itu.
07:40Dia langsung bilang palsu.
07:42Tetapi.
07:42Dia langsung bilang palsu.
07:43Dia melotot.
07:44Tidak ada di larak.
07:45Oleh pada saat hukum.
07:46Mereka.
07:47Untuk berbicara.
07:48Tetap dikoordinir nih.
07:50Oleh salah seorang.
07:51Palsu.
07:51Ordinatornya katanya.
07:52Palsu.
07:53Dikatakan.
07:54Kamu jangan bilang semua.
07:55Bahwa itu adalah.
07:57Ada watermarknya.
07:58Ada embossnya.
07:59Ada lain-lainnya.
07:59Bilang saja itu.
08:00Palsu.
08:01Palsu.
08:01Ini bohong banget ya.
08:02Nah.
08:02Disitulah kalau kita melihat ya.
08:05Setiap peneliti.
08:06Pasti akan membuat juga suatu kesalahan.
08:08Dan tidak boleh.
08:10Dalam suatu kesalahan itu.
08:11Melawan kejujuran.
08:12Jadi dia datang atas keinginan pribadi.
08:14Dia mengatakan kepada kami.
08:15Kepada saya.
08:17Adalah.
08:18Memang adalah atas inisiatif pribadi.
08:20Dan saya siap dihukum.
08:22Kata Rizmon.
08:23Oke.
08:23Saya siap dihukum.
08:25Ya.
08:25Ya udah dihukum.
08:26Kalau.
08:26Saya melawan.
08:28Batin saya.
08:29Maka saya ini.
08:29Oke.
08:30Apa yang ada tau sampai akhirnya.
08:31Rizmon balik arah.
08:32Iya gini.
08:33Sekarang kita lihat lah.
08:34Video dokumentasi mulai tanggal 15 April.
08:37Sampai dengan mungkin.
08:3811 Maret kemarin ya.
08:40Ada di berbagai podcast.
08:41Terus tadi.
08:42Pada apa.
08:43Berita tadi.
08:44Dua-dua tengkok kantor.
08:45Kami dibut.
08:46Sampai bilang.
08:47Eh Pak su.
08:47Pak su.
08:48Saya anu seribu buku.
08:49Untuk DPD kayak gitu.
08:50Sudah lah.
08:51Udah jelas kayak gitu.
08:52Terus tiba-tiba bisa berbalik.
08:54Itu kalau tidak otaknya ditranslasi.
08:56Otaknya dirotasi.
08:57Kan ya gak mungkin.
08:57Ada orang kayak.
08:58Kalau zaman perang dulu.
08:59Ini orang ini udah dicuci otak.
09:01Ya.
09:01Cuci otak.
09:02Sehingga.
09:02Dicuci otak.
09:03Iya dicuci otak.
09:04Oleh sesuatu yang membuat.
09:05Oleh siapa.
09:05Oleh pihak yang berhasil membuatnya ketakutan.
09:06Resulnya dicuci otak.
09:07Siapa.
09:08Ya orang yang berhasil memerintahkan dia.
09:11Akhirnya dia datang ke.
09:12Dia takut karena apa.
09:13Dia takut karena ketahuan.
09:15Ketahuan ijazahnya palsu.
09:16Maksud itu.
09:16Bukan.
09:17Bang Rismon itu.
09:19Iya.
09:19Ijazahnya palsu.
09:20Ketahuan ijazahnya palsu.
09:21Sama ketahuan bikin surat kematian palsu.
09:23Udah.
09:24Oke.
09:24Itu betul banget.
09:25Jelas banget itu.
09:26Itu betul.
09:26Biasanya beda untuk itu.
09:27Kita fokus aja ya.
09:29Apa yang telah dilakukan oleh.
09:31Kan lucu ya.
09:32Mereka satu perang saling.
09:34Luar biasa mendukungnya.
09:36Kemudian.
09:36Yang jelas.
09:37Ada orang yang sadar.
09:38Keluar.
09:39Iya sih.
09:39Dari kemunafikan.
09:41Dari kebohongan-kebohongan selama ini.
09:42Yang diokestrasi oleh saudara.
09:45Rauh Zuryo itu.
09:46Ketemu Tupang Bohong.
09:46Ketemu Tupang Bohong.
09:47Kemudian dia sadar untuk itu.
09:49Dan mereka kan ketakutan.
09:51Bagaimana?
09:51Karena Rismon itu.
09:53Memegang sebagai saksi kunci di sana.
09:54Yang gak ada apa-apanya.
09:55Saksi mah kota nanti.
09:57Nah ini.
09:58Ini bodoh.
09:58Ini bodoh.
09:59Jadi kalau kita lihat semuanya ini.
10:02Ini dungu banget.
10:02Kan selalu mengatakan.
10:03Tidak akan muncul yang namanya SP3.
10:06Oke.
10:06Tidak akan muncul yang namanya RJ.
10:08Ternyata.
10:10Finalisasi hari ini.
10:11Ini dungu gak lah ini.
10:11Oke.
10:11Dan selalu besok.
10:12Itu akan diumumkan oleh.
10:14Dirti Pidung.
10:15Mas Andi.
10:16Ngomong-ngomong soal pengadilan.
10:18Sampai saat ini.
10:20Tampaknya kenapa RJ.
10:22Tampaknya.
10:22Selalu selesai itu udah.
10:23Soalnya berkas terkara belum juga selesai.
10:26Apakah sebenarnya pelapor ini.
10:28Bener-bener mau gak sih.
10:30Mengangkat ini ke pengadilan.
10:31Atau sebenarnya menunggu.
10:32Jadi saya jelaskan.
10:34Saya kan sudah katakan.
10:36Apa dia gak punya legis tadi.
10:37Dia bukan pelapor.
10:38Minggu kedua.
10:39Akan keluar perspektifannya respon.
10:41Karena itu perlu dulu.
10:43Iya.
10:43Untuk mengeluarkan dari case.
10:45Yang tiga orang ini.
10:47Pemirsa bisa buktikan.
10:47Tadinya kan teroris.
10:49Sekarang kan tinggal roti tawar.
10:51Kan begitu.
10:51Bulan Juni lang lalu.
10:52Kemudian.
10:53Saya punya keyakinan lagi.
10:56Akhir bulan ini.
10:58P21.
10:58Lama.
10:59Akhir bulan ini P21.
11:01Dan Alhamdulillah.
11:02Kemarin tebakan.
11:03Apa.
11:04Dugaan saya.
11:05Kenyataan.
11:06Waktu minggu juga di kompas.
11:08Saya katakan.
11:09Dalam minggu ini akan keluar yang namanya SP3.
11:11Alhamdulillah.
11:12Finalisasi hari ini.
11:13Ya kemudian besok itu adalah.
11:15Kenapa ada bisa mendebak itu Mas Andi.
11:17Sementara ini sudah mau setahun Mas Andi.
11:19Sudah setahun P21.
11:21Jadi begini.
11:22Biar bagaimanapun kita juga menghormati kinerja-kinerja yang dilakukan oleh Polda Metro Jaya.
11:27Yang sangat.
11:27Tengok penba.
11:28Yang namanya yang sangat hati-hati untuk itu.
11:30Tapi Pak Jokowi rusah gak sih.
11:32Gelisah gak sih.
11:32P21 yang ditambahkan.
11:33Jadi kalau kita melihat Pak Jokowi selama ini kita bertemu.
11:37Beliau itu menyerahkan kepada kepolisian.
11:40Dan dia fine-fine saja.
11:41Karena apa.
11:42Masih banyak warga yang datang ke rumah beliau.
11:45Untuk bersama memberikan kekuatan secara moral.
11:49Mendoakan beliau secara moral.
11:51Dan luar biasa untuk itu.
11:53Apakah ada yang namanya keraguan-keraguan dibuka beliau.
11:55Tidak ada untuk itu.
11:56Karena beliau paham betul bahwasannya ini adalah kinerja dari kepolisian Republik Indonesia.
12:01Dan tidak boleh diintervensi.
12:04Oke baik.
12:04Mas Roy.
12:05Bang Rismond menantang Anda.
12:07Untuk mencabut tulisan Rismond dari Jokowi's Word Paper.
12:10Dan mengatakan bahwa Anda merupakan politisi.
12:13Yang memakai topeng sebagai seorang peneliti.
12:17Bilang politisi.
12:18Saya memang pernah jadi politisi.
12:1915 tahun.
12:20Dan tidak semua politisi itu beruntung.
12:22Bisa dapat jabatan ketua departemen.
12:24Departainya.
12:25Wakil Wan Hor.
12:27Kemudian wakil ketua umum.
12:28Mana ada politisi.
12:29Dan saya pernah dua kali periode jabatan di DPR.
12:33Itu politisi namanya.
12:35Enggak iya.
12:35Memang itu politisi.
12:37Dengerin dulu makanya.
12:38Saya 15 tahun di politisi.
12:40Kemudian saya mundur untuk menyelesaikan studi.
12:43Dan saya beruntung.
12:44Dan saya studi betul.
12:46Sudah.
12:46Jadi Anda menantik bahwa masalah Jokowi ini bukan karena kepentingan politik.
12:50Sama sekali.
12:51Bukan.
12:51Dan Omon itu enggak bisa ngomong atas saya.
12:53Saya nanya sendiri.
12:54Tapi Anda akan mencabut enggak tulisan dari Rismond.
12:58Yang ditentang oleh Rismond.
12:59Tulisannya siapa?
13:00Rismond.
13:01Ya silahkan.
13:01Kalau Omon mau nyabut tulisannya.
13:02Silahkan mau nyabut tulisannya.
13:03Enggak ada gunanya tulisannya.
13:05Oke baik.
13:05400 sekian halaman isinya.
13:06Cuma rumus.
13:07Ya kata Pak Tung.
13:08Ya masih meningan dari 49 halaman.
13:10Hanya pembukaan saja.
13:119 halaman itu ada.
13:12Tapi yang jelas itu adalah buku sampah.
13:14Jadi artinya.
13:15Dulu saya katakan itu adalah buku sampah.
13:18Dan ternyata sekarang terbukti.
13:20Buku itu adalah buku sampah.
13:23Dan Rismond mengaku itu.
13:24Dan dia akan membuat yang namanya revisi.
13:28Dukung is white paper yang sebenarnya.
13:30Di luar dari buku mereka.
13:32Bilisan mereka yang 49 halaman.
13:34Yang istinya itu adalah tampah semua.
13:37Kita tunggu besok status SP3.
13:39Respon super.
13:40Terima kasih Mas Adi.
13:41Dan yang ngomong dari 2 tahun lalu tuh.
13:42Akan SP3 akan udah tetap.
13:44Memang besok akan SP3.
13:46Besok akan dihubungkan.
13:48Makanya sekarang Raiso Radio sudah ketakutan.
13:51Setakut-setakutnya.
Komentar

Dianjurkan