- 1 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPASTV - Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menjadi pembicara utama dalam SUPERMENTOR-28 bertajuk "Leadership in Times of Crisis" di Jakarta, Selasa (14/4/2026).
SBY menegaskan pentingnya kepemimpinan kuat dalam menghadapi krisis, baik konflik, bencana, maupun gejolak global.
SBY mencontohkan keberhasilan perdamaian Aceh yang dicapai melalui perundingan di Helsinki.
"Dalam waktu 8 bulan, konflik 30 tahun bisa diakhiri. Karena damai jauh lebih baik dibandingkan perang," ujarnya.
Ia juga berharap perundingan antara Amerika Serikat dan Iran di Islamabad dapat menghasilkan kesepakatan.
"Sebab kalau perang masih begini di Timur Tengah, semua negara kena. Ekonomi akan berantakan di seluruh dunia. Dan memang semua tahu tidak ada resep yang ajaib untuk sebuah deal kesepakatan perlu ada take and give compromise. Kesediaan untuk mundur satu langkah ke belakang masing-masing pihak yang sedang berunding," kata SBY.
SBY menambahkan, dalam situasi krisis pemimpin tidak boleh ragu.
"Pemimpin harus memberi arah, ketenangan, dan bekerja nyata," ujarnya.
Ia pun berpesan kepada generasi muda agar menjadi pemimpin yang tangguh dan solutif.
"Jangan mudah menyerah dan jangan takut gagal," tutupnya.
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Produser: Yuilyana
Thumbnail Editor: Lintang
Baca Juga Netanyahu Pastikan Pertempuran dengan Hizbullah Berlanjut Meski Gencatan Senjata | BERUT di https://www.kompas.tv/internasional/662930/netanyahu-pastikan-pertempuran-dengan-hizbullah-berlanjut-meski-gencatan-senjata-berut
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/662941/sby-soroti-pentingnya-kepemimpinan-dalam-krisis-singgung-perdamaian-aceh-hingga-konflik-global
SBY menegaskan pentingnya kepemimpinan kuat dalam menghadapi krisis, baik konflik, bencana, maupun gejolak global.
SBY mencontohkan keberhasilan perdamaian Aceh yang dicapai melalui perundingan di Helsinki.
"Dalam waktu 8 bulan, konflik 30 tahun bisa diakhiri. Karena damai jauh lebih baik dibandingkan perang," ujarnya.
Ia juga berharap perundingan antara Amerika Serikat dan Iran di Islamabad dapat menghasilkan kesepakatan.
"Sebab kalau perang masih begini di Timur Tengah, semua negara kena. Ekonomi akan berantakan di seluruh dunia. Dan memang semua tahu tidak ada resep yang ajaib untuk sebuah deal kesepakatan perlu ada take and give compromise. Kesediaan untuk mundur satu langkah ke belakang masing-masing pihak yang sedang berunding," kata SBY.
SBY menambahkan, dalam situasi krisis pemimpin tidak boleh ragu.
"Pemimpin harus memberi arah, ketenangan, dan bekerja nyata," ujarnya.
Ia pun berpesan kepada generasi muda agar menjadi pemimpin yang tangguh dan solutif.
"Jangan mudah menyerah dan jangan takut gagal," tutupnya.
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Produser: Yuilyana
Thumbnail Editor: Lintang
Baca Juga Netanyahu Pastikan Pertempuran dengan Hizbullah Berlanjut Meski Gencatan Senjata | BERUT di https://www.kompas.tv/internasional/662930/netanyahu-pastikan-pertempuran-dengan-hizbullah-berlanjut-meski-gencatan-senjata-berut
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/662941/sby-soroti-pentingnya-kepemimpinan-dalam-krisis-singgung-perdamaian-aceh-hingga-konflik-global
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:05Yang terakhir ini perundingan, negosiasi untuk menghentikan konflik di Aceh
00:15antara pihak GAM dengan yang mewakili pemerintah di Helsinki.
00:23Tetapi Allah Maha Besar hanya dalam waktu delapan bulan
00:28konflik yang telah berlangsung 30 tahun dapat diakhiri.
00:33Karena ada semangat, ada kesadaran bersama, damai jauh lebih baik dibandingkan perang.
00:43Kita tahu saya kenyang dalam resolusi konflik, saya kenyang dalam bisnis negosiasi,
00:49saya juga pernah menjadi biskipro di Bosnia,
00:52bahwa memang diperlukan ketangguhan, kesabaran dalam sebuah peace process, dalam perundingan.
01:02Mudah-mudahan yang sekarang sedang berlangsung di Islamabad Pakistan
01:07antara delegasi Amerika dan delegasi Iran itu bisa menghasilkan kesepakatan,
01:13deal, to end the war.
01:15Sebab kalau perang masih begini di Timur Tengah, semua negara kena.
01:20Ekonomi akan berantakan di seluruh dunia.
01:22Dan memang semua tahu, tidak ada resep yang ajaib,
01:27untuk sebuah deal kesepakatan perlu ada take and give.
01:31Kompromise.
01:33Kesediaan itu mundur satu langkah ke belakang,
01:36masing-masing pihak yang sedang berunding.
01:38Kemudian kita lihat tadi, saya masih ingat hari kedua,
01:44terbang dari Jayapura sudah sampai di Lok Sumawe, Aceh Timur.
01:49Suasanya sungguh luar biasa, tangis pecah di mana-mana.
01:54Ribuan jenazah masih ada di lapangan.
01:57Yang TNI siang dan malam melakukan evakuasi korban.
02:02Tapi yang saya teritakan bukan itu.
02:05Saya langsung mengambil keputusan.
02:07Kita hentikan operasi militer tanpa harus minta persetujuan pihak GAM waktu itu.
02:17Saya ambil risiko itu.
02:19Saya bisa salah.
02:21Tetapi ternyata sekali lagi, Allahu Akbar,
02:24ternyata pihak GAM juga menghentikan operasinya.
02:27Mereka bersama-sama TNI bergandengan untuk menyelamatkan nyawa yang masih bisa kita selamatkan,
02:35dan mengevokasi jenazah yang jumlahnya banyak sekali.
02:40Tetapi, terima kasih.
02:43Tetapi yang ingin saya sampaikan,
02:45menghadapi seperti itu saya pun juga mendapatkan tekanan batin yang luar biasa.
02:51Mampukah saya?
02:53Bisakah kita bangkit?
02:54Karena hancur lebur, luluh lantak.
02:58Pemerintahan daerah tidak berfungsi lagi.
03:01Infrastruktur, listrik, air, semua sudah hancur.
03:06Oleh karena itu, yang ada di pikiran saya, saya pemimpin.
03:10Saya tidak boleh cengeng, saya tidak boleh takut, saya tidak boleh gamang.
03:14Maka, sejak day one, hari pertama sudah kita jalankan manajemen krisis.
03:20Yang saya lakukan adalah crisis action leadership.
03:25Langsung di lapangan, saya ambil alih karena pemerintahan daerah lumpuh.
03:29Saya tetapkan sebagai bencana nasional,
03:32dengan demikian emergency relief operations bisa dilaksanakan dengan baik.
03:37Tiga bulan selesai.
03:38Kemudian dilanjutkan dengan rehabilitasi dan rekonstruksi.
03:43Tiga tahun berikutnya lagi.
03:45Aceh damai setelah itu, dan kemudian bisa dibangun kembali.
03:49Bahkan sebagian lebih baik dibandingkan sebelum terjadi tsunami.
03:54Lantas, pelajaran yang dapat kita pertik lagi adalah
04:04In times of crisis, itu pemimpin harus menjadi contoh,
04:12menunjukkan arah, memberikan ketenangan,
04:16tapi terus bekerja dengan serius.
04:18Mereka akan tenang terduh, kalau pemerintahnya, pemimpinnya secara all out, secara serius,
04:26mengatasi masalah itu bersama-sama mereka.
04:30Dan kalau dilihat tadi ada foto,
04:33itu luar biasa.
04:36Banyak tragedi kemanusiaan yang tidak perlu saya sampaikan,
04:40tetapi kita sudah melampaui ujian Tuhan yang maha besar.
04:43We were tested by history.
04:46Dan kita bangkit kembali,
04:48dan kemudian ada bonusnya, Aceh menjadi damai.
04:52Sehingga ini sesuatu yang indah menurut saya.
04:56Sekali lagi, faktor kepemimpinan penting,
04:59faktor kebersamaan penting,
05:01faktor melibatkan orang-orang yang cekatan,
05:04yang profesional, yang mahir dalam bidangnya juga penting.
05:10Berikut ini adalah tahun 2007,
05:17Indonesia menjadi tuan rumah untuk
05:20Konferensi Perserikatan Bangsa-bangsa tentang Perubahan Iklim.
05:24UN Conference on Climate Change.
05:27Saya bersama Sekjen PBB yang baru,
05:30Ban Ki-moon.
05:32Kebetulan saya bersahabat dengan dua-duanya,
05:35Sekjen PBB Kofi Anan,
05:37itu adalah bos saya waktu di Bosnia.
05:40Kemudian hubungan kami baik,
05:42dengan Ban Ki-moon juga dekat.
05:44Singkat kata,
05:45ada belasan ribu delegasi dari seluruh dunia,
05:49negara maju,
05:51emerging market,
05:52developing nations,
05:53least developed countries,
05:55semua mengirimkan delegasinya
05:56ke Bali
05:58untuk melakukan negosiasi
06:01dengan harapan menghasilkan deklarasi,
06:04kesepakatan, deal.
06:07Apa yang terjadi?
06:08Sudah berhari-hari deadlock.
06:12Sepertinya suram.
06:14Sepertinya akan gagal
06:15konferensi di Bali tersebut.
06:18Sebagaimana gagalnya
06:20konferensi-konferensi serupa di negara-negara lain.
06:23Waktu itu sebagian sudah beli tiket,
06:26mau pulang ke negaranya masing-masing,
06:29saya bersama Bung Dino masih ada di situ,
06:31dengan para menteri yang mendampingi saya,
06:34never give up.
06:35Jangan begitu.
06:36Saya masih melihat window of opportunity.
06:39Meskipun sempit.
06:41Mengapa kita tidak try our best
06:44untuk menghidupkan kembali,
06:47memberikan semangat lagi.
06:49Oleh karena itu,
06:51kami langsung reach out
06:53Sergeant Ban Ki-moon
06:54yang sedang ada di Dili,
06:56di Timor Leste.
06:57Ban Ki-moon juga sudah,
06:59waduh, gagal ya.
07:01Bersiap-siap untuk kembali ke New York.
07:04I told him,
07:06siapa yang mengatakan gagal?
07:08Tidak gagal.
07:10Singkat kata,
07:11beliau kembali ke Denpasar Bali,
07:13dan kemudian kami berembuk dulu.
07:16Ayo kita intervensi.
07:18Kita bicara sama jururunding itu
07:21yang nampak lelah.
07:22Kehilangan harapan.
07:24We have to motivate them all.
07:27Sepakat,
07:28akhirnya,
07:29baik Sergeant Ban Ki-moon
07:31maupun saya bicara hanya
07:32tiga menit.
07:34Three minutes speech.
07:37Tetapi apa yang terjadi?
07:39Dengan tampilnya kami berdua,
07:41dengan bringing hope,
07:43dan kemudian betapa pentingnya
07:45konferensi di Bali tersebut,
07:47akhirnya mereka bersemangat lagi,
07:51berunding lagi,
07:51dan yang tadinya alot tidak setuju,
07:55termasuk negara-negara besar,
07:57termasuk Amerika Serikat,
07:58mereka menjadi on board.
08:00Join the club.
08:02Dan sisanya adalah,
08:04di Bali itu,
08:05yang diperkirakan akan gagal total,
08:08kita lahirkan Bali Roadmap.
08:12Bali Roadmap itu menjadi rujukan utama
08:16untuk konferensi-konferensi berikutnya
08:19di negara-negara tertentu,
08:21leading to,
08:23disepakatinya Paris Climate Agreement.
08:27Tahun 2015 di Paris,
08:30mengubah jalannya sejarah.
08:31Mudah-mudahan kita tetap
08:34menjalankan kesepakatan itu
08:36untuk menyelamatkan bumi kita.
08:37kalau iklim tidak kita atasi,
08:41tidak ada jalan tengah,
08:43pilih hanya aman atau tidak aman.
08:48Kalau kita fail, gagal,
08:50untuk menuju net zero world by 2060,
08:54gelap masa depan kita.
08:57Anak cucu kita juga,
08:58apakah punya kehidupan yang baik,
09:01karena dunia akan mengalami
09:03disaster yang luar biasa.
09:05Ini mata rantai.
09:07Ini satu event,
09:10satu titik dalam proses
09:12bersama menyelamatkan bumi kita.
09:14Lagi-lagi pelajaran yang kita bisa berterima kasih,
09:18kalau yang lain sudah menyerah,
09:20leader never give up.
09:23Kemudian,
09:25bukan hanya never give up,
09:27tapi think about it.
09:29Thinking outside the box.
09:31Cari solusi.
09:33Kembangkan pemikirannya.
09:34yang kita perlukan opsi
09:36and solution.
09:37Kemudian tell them,
09:39para negosiator itu,
09:41barangkali ini jalannya.
09:43Dan Alhamdulillah memang waktu itu,
09:45yang tadinya suram,
09:48menjadi terang.
09:49ini salah satu contoh dalam keadaan krisis,
09:53leadership itu matters,
09:56needed,
09:56untuk mencapai tujuan yang telah kita tetapkan.
10:01Nah, dari sini,
10:02kita akan simak,
10:05kejadian berikutnya lagi adalah,
10:07pada tahun 2008.
10:10saya kira semua tahu,
10:12ada gejolak ekonomi.
10:14Sekarang hati-hati,
10:16kalau perang tidak segera berakhir di Timur Tengah,
10:21barangkali,
10:22nasib dunia,
10:23terutama perekonomian dunia,
10:24akan sungguh buruk.
10:26Kalau perang berakhir,
10:27today,
10:29kalau deal bisa dicapai di Islamabad,
10:31tidak berarti kita sudah kembali normal.
10:34perlu waktu,
10:36sekian bulan,
10:37to stabilize,
10:39to normalize,
10:40our economy,
10:41global economy.
10:42Apalagi kalau tidak,
10:44bisa dibayangkan.
10:45So,
10:46apa yang kita alami dulu,
10:48global economy crisis 2008,
10:51bisa terjadi lagi,
10:52kalau tidak ada kesadaran global,
10:54kalau pemimpin dunia,
10:57gagal,
10:58melaksanakan tugasnya,
10:59penderitaan akan kita alami secara bersama.
11:02Tapi sejenak,
11:03mari kita lihat,
11:04simak dengan bagus,
11:05dan kemudian dapatkan,
11:07apa lessons to be learned,
11:09take wish-nya apa,
11:10what important points,
11:11yang bisa kita petik,
11:12kalau kita menghadapi,
11:14hal yang serupa,
11:15mudah-mudahan tidak.
11:16So,
11:17hoping for the best,
11:18preparing for the worst.
11:21In time of crisis,
11:24number one unity.
11:28Menghadapi krisis,
11:30pemimpin tidak boleh,
11:31panik,
11:32gamang,
11:33dan don't know how to do.
11:36Segera lakukan sesuatu,
11:39dengan opsi yang rasional,
11:43yang realistik,
11:45yang doable,
11:46dan achievable.
11:47Tapi harus punya,
11:48apa policy response-nya,
11:50apa steps to be taken,
11:53untuk mengatasi krisis itu.
11:55kemudian,
11:56yang juga penting,
11:58protect the people.
11:59Yang paling terdampak,
12:01saudara-saudara kita yang tidak mampu,
12:04yang miskin.
12:04Oleh karena itu,
12:05on the one hand,
12:06jaga pertumbuhan ekonomi,
12:09jaga,
12:09jangan sampai terlalu banyak PHK,
12:11jaga stabilitas harga,
12:13tapi,
12:13jangan lupa pula,
12:15social safety net,
12:17melindungi yang lemah,
12:19memproteksi saudara-saudara kita.
12:22Tidak mudah,
12:23tidak sekali jadi.
12:25Dulu G20 kompak,
12:26dekat satu sama lain.
12:28Itu pun tidak mudah.
12:30Apalagi sekarang,
12:32never again,
12:34no more,
12:34kedekatan,
12:35kehangatan,
12:36diantara pemimpin G20.
12:38Oleh karena itu,
12:39kita menyerukan,
12:40hidupkan kembali multilateralisme,
12:43hidupkan kembali perserikatan bangsa-bangsa,
12:46hidupkan kembali G20,
12:48dan lain-lain.
12:49Jangan menjadi negara yang dikuasai,
12:53sekelintir great leaders,
12:55strong men.
12:56Tidak adil dan tidak baik.
12:58Semua harus on board,
13:00agar dunia kita tidak makin buruk.
13:04Yang terakhir,
13:06the last one,
13:07ingat tahun 2011,
13:09tiba-tiba,
13:11kapal sinar kudus,
13:14yang berpendera Indonesia,
13:15dengan awak kapalnya disandera,
13:18di perairan Somalia.
13:19Ini juga krisis.
13:21Dan kemudian,
13:22apa yang kita lakukan dulu,
13:23silahkan disimak,
13:25ini hanya sekitar 3 menit,
13:26mudah-mudahan punya gambaran.
13:28Apa yang terjadi dulu?
13:31Ini ada pelajaran besar.
13:34Indonesia bukan great power.
13:37apalagi super power.
13:39Tapi kita bisa menjadi contoh,
13:41menjadi model,
13:43bahwa dalam mengatasi penyanderaan tadi,
13:46kita mematuhi hukum internasional.
13:49Kita menjalankan konvensi perserikatan bangsa-bangsa.
13:53proses di dalam negeri juga kita patuhi.
13:58Contohnya,
14:00Menteri Luar Negeri kita,
14:02bertemu dengan Menlu Somalia,
14:04di Dubai,
14:06mengatakan,
14:07kami akan menyelamatkan kapal kami di perairan Anda.
14:11Apakah boleh?
14:13Oh, silakan.
14:14Kalau ternyata perompaknya dibawa masuk ke daratan,
14:18apakah kami boleh melaksanakan pengejaran?
14:21Kata mereka,
14:22boleh,
14:22welcome.
14:23Kami juga malu ada kejadian itu.
14:26Kita lakukan itu.
14:27Kemudian kita menelut juga ke PBB,
14:30New York.
14:31Apakah yang kami lakukan ini,
14:35termasuk nanti kemungkinan hot pursuit,
14:38pengejaran dalam istilah militer,
14:39untuk membebaskan sandera kita,
14:41itu dibenarkan oleh rules yang ada di perserikatan bangsa-bangsa.
14:47Kemudian ada tax force di perairan sana,
14:51itu international tax force.
14:53Kami melakukan kerjasama dan mereka menyambut dengan baik.
14:56So, semua langkah-langkah internasional kita patuhi di dalam negeri.
15:01Meskipun ini bukan perang.
15:02Dalam konstitusi Indonesia,
15:04kalau perang mau ditetujui oleh DPR RI,
15:08it is not war.
15:09Tapi bagaimanapun,
15:11ada pertemuan antara Menhan dengan Komisi 1 DPR RI,
15:15dan mereka mendukung penuh dengan pesanan,
15:18jangan kemana-mana nanti gagal,
15:20nanti anak buah kita jadi sasaran tembak.
15:23Proses itu kita lalui.
15:24Di dalam negeri sendiri,
15:27kami jalankan.
15:28Ada yang namanya,
15:30kalau di Amerika,
15:31National Security Council.
15:33Di Indonesia sama kemarin,
15:35Menlu ada,
15:36Menhan ada,
15:37kemudian Kepala Badan Intelijen Strategis ada,
15:41Nasional ada,
15:42kemudian ada Menko Polkam,
15:44baru para jenderal Laksamana Marskal.
15:47Saya ada di situ.
15:48Menyatakan perang,
15:50domen politik,
15:51pemimpin sipil,
15:53bukan domen para jenderal.
15:54Tapi menjalankan perang,
15:56yang ini,
15:57menjalankan operasi militer,
15:59domen para jenderal,
16:00Laksamana dan Marskal.
16:01Itulah yang mengatur kita,
16:04civil military relations.
16:06Kita penuhi,
16:07kita patuhi,
16:08supaya kita menjadi model.
16:11dan itu buahnya nyata.
16:14Singkat kata,
16:15berhasil,
16:16saya mengambil risiko.
16:17Itu bisa gagal.
16:19Kalau gagal,
16:20karir politik saya finish.
16:22Tapi saya mengkalkulasikan.
16:25Ini kedaulatan kita,
16:26kita jaga.
16:27Harus kita selamatkan,
16:29warga negara kita,
16:30kita selamatkan kapal kita.
16:32Dan itu selama sekian bulan,
16:35karena jauh sekali,
16:36dari Indonesia ke Somalia,
16:38lebih jauh dibandingkan,
16:40London ke Falkland,
16:41atau Malvinas.
16:42Tapi kita bisa.
16:44Saya bangga dengan TNI,
16:46yang melaksanakan tugas waktu itu.
16:49Karena,
16:51profesional dan menjalankan,
16:53amanah konstitusi.
16:55Oleh karena,
16:56sebagai mantan,
16:58panglima tertinggi,
16:59saya mendoakan,
17:00agar TNI kita ke depan,
17:01makin berjaya,
17:03makin kuat,
17:03untuk negara kita.
17:05Sebagai mantan pelaku reformasi ABRI,
17:08tetaplah pada tugas pokok sesuai dengan konstitusi.
17:12Jangan masuk dalam politik praktis.
17:19Tetaplah netral dalam kehidupan demokrasi,
17:22netral dalam pemilu,
17:24supaya menjadi adil.
17:26Ingat,
17:27TNI,
17:28Polri,
17:29Badan Intelijensi,
17:32negara,
17:33itu milik rakyat,
17:35milik kita semua.
17:36Kita akan bangga,
17:38TNI-nya hebat,
17:39jago,
17:39tapi juga patuh pada demokrasi,
17:42dan the rule of law.
17:46Yang terakhir,
17:48untuk generasi muda,
17:50untuk calon-calon pemimpin bangsa,
17:52saya ingin menyampaikan pesan sebagai orang tua.
17:57Pada saatnya kalian akan mengembang tugas,
18:00sejarah akan memanggil kepada kalian semua.
18:03Oleh karena itu,
18:05saya berharap,
18:08dan saya mendoakan,
18:10telah menjadi pemimpin-pemimpin yang sukses,
18:14apapun pilihan profesinya.
18:18Apakah karir di,
18:21apapun lah,
18:22karir apapun yang akan kalian pilih.
18:24Jadilah man of ideas,
18:26dan man of action.
18:28Tentu ada woman-nya juga,
18:29man and woman of ideas,
18:31dan action.
18:32Bangun karakter kalian,
18:35menjadi manusia,
18:36yang tough,
18:38tidak mudah menyerah.
18:40Selalu menjadi bagian dari solusi.
18:43Yang menjadi bagian dari masalah sudah banyak.
18:46Bagian dari solusi.
18:47Harus punya semangat,
18:49aku bisa.
18:51Can do spirit.
18:53Dan juga,
18:55selalu,
18:55do your best.
18:57Jangan takut gagal.
19:00Karena setelah itu,
19:01pintu sukses akan terbuka.
19:04Cintailah negeri kita.
19:06Indonesia.
19:07Tentu juga seluruh,
19:09rakyat Indonesia,
19:10saudara-saudara kita semua.
19:12Itulah harapan saya,
19:13mudah-mudahan,
19:14ada barokoh yang maha kuasa,
19:16malam hari ini,
19:18untuk kalian semua.
19:19Terima kasih Pak Dino,
19:22saya sudah melaksanakan perintahnya.
19:24Thank you.
19:26Terima kasih Bapak.
19:28Bapak kami akan sesi foto terlebih dahulu.
19:32Bapak kami undang untuk foto bersama,
19:34jadi dapat tetap berada di atas panggung.
19:37Mohon perkenaan seluruh pembicara,
19:39Bapak Dr. Dino Patijalal,
19:41Mbak Sadir Ebrahim Rasul,
19:43dan Mbak Sadir Chanengci,
19:44untuk berkabung dengan Bapak Profesor Dr. Susilo Bambang Yudhoyono,
19:49untuk sesi foto bersama.
19:53Kepada fotografer dan videografer,
19:56bisa maju ke depan,
19:58untuk mengambil foto.
20:02Oke.
20:04Ya, siap.
20:08Kita hitung undur.
20:10Tiga,
20:12dua,
20:13satu.
20:16Sekali lagi.
20:18Tiga,
20:19dua,
20:20satu.
20:22One more time with freestyle.
20:25Gaya bebas.
20:27Ya.
20:29Lalu kami juga akan ada sesi foto dengan audiens.
20:33Kami mengundang agar dapat menghadap ke arah layar,
20:36dan agar para kameramen bisa ke belakang panggung,
20:41untuk mengambil foto dengan seluruh audiens.
20:44Ya.
20:45Kami undang untuk dapat naik ke atas panggung,
20:48untuk kameramen.
20:49Untuk para fotografer dan videografer,
20:50bisa naik ke atas panggung.
20:53Para pembicara akan foto bersama dengan semua audiens yang ada di ruangan ini.
21:04Baik, mungkin yang di tengah bisa memulai foto.
21:13Ya.
21:14Baik, kami meminta untuk para peserta untuk dapat berdiri untuk foto bersama.
21:19Siap-siap menghadap ke kamera semuanya hitung undur dari tiga, dua, satu.
21:27Sekali lagi, tiga, dua, satu.
21:33Baik, mari kita beri tepuk tangan sekali lagi yang meriah kepada seluruh pembicara dan juga mentor-mentor yang sangat menginspirasi
21:39sekali.
21:42Baik, mari kita beri tepuk tangan sekali.
21:44Baik, mari kita beri tepuk tangan sekali.
21:45Terima kasih.
Komentar