00:05Indonesia dan Rusia menyepakati sejumlah poin penting kerjasama strategis,
00:10khususnya di sektor energi dan sumber daya mineral,
00:13yang menjadi prioritas jangka panjang kedua negara.
00:16Kesepakatan ini dicapai dalam pertemuan empat mata selama tiga jam
00:20antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskwa, Rusia.
00:25Prabowo mengaku datang ke Kremlin untuk berkonsultasi dengan Putin terkait situasi geopolitik dunia,
00:32sekaligus mempererat kerjasama di bidang ekonomi dan energi termasuk ketersediaan minyak.
00:38Kami memandang bahwa Rusia telah berperan sangat positif
00:47dalam menghadapi kondisi geopolitik yang penuh ketidakpastian ini.
00:55Karena itu kami merasa sangat perlu untuk konsultasi bagaimana kita hadapi situasi ke depan
01:06dan terutama kalau bisa kita terus mempererat kerjasama terutama di bidang ekonomi dan energi.
01:18Direktur program INDEF, Eysarah Bini, sepakat jika agenda diplomasi Prabowo ke Rusia menjadi langkah realistis
01:25di tengah ketidakpastian imbas perang di Timur Tengah.
01:28Namun, pemerintah tetap perlu mempertimbangkan harga dan waktu pengiriman minyak
01:33jika penjajakan impor dari Rusia ini serius dilakukan.
01:37Ia pun meminta pemerintah tetap berhati-hati dalam mengambil kebijakan
01:40agar tak mengganggu stok minyak dalam negeri.
01:44Namun, kita juga perlu lihat bagaimana tadi misalnya di harga berapa,
01:51apakah ketersediaannya juga bisa cepat,
01:54misalnya masuk ke Indonesia berapa lama.
01:58Sementara kan kita juga, tadi kalau misalnya disampaikan bahwa pasokan itu masih cukup oleh Pak Menteri Bahlil,
02:08namun ke depan kita melihat kebutuhan dari beberapa bulan ke depan.
02:12Nah, ini yang perlu dipertimbangkan saya rasa.
02:15Masalah minyak menjadi perhatian dunia setelah meletusnya perang antara Iran dan Amerika Serikat yang didukung Israel.
02:21Presiden Amerika Serikat mengklaim cadangan minyak Amerika Serikat lebih banyak ketimbang Rusia
02:26bahkan jika digabungkan dengan Arab Saudi.
02:29Menurutnya, sejumlah negara yang membutuhkan minyak justru datang ke Amerika.
02:57Setelah perundingan Amerika Serikat dan Iran di Islamabad Pakistan gagal,
03:01situasi di Selat Hormuz kian memanas.
03:03Amerika Serikat dan Iran saling blokade Selat yang menjadi jalur vital energi global tersebut.
03:09Harga minyak dunia diprediksi kembali melonjak.
03:15Militer AS berjanji akan memblokade semua pelabuhan Iran.
03:19Ancaman ini dilakukan untuk memaksa Teheran menyetujui pembukaan Selat Hormuz yang penting
03:25dan menerima kesepakatan perdamaian.
03:28Menanggapi ancaman Amerika Serikat, militer Iran melakukan ancaman belasan.
03:32Iran mengancam akan menyerang semua pelabuhan di Teluk Persia dan Teluk Oman
03:37dan menargetkan negara-negara sekutu Amerika Serikat.
03:41Hal ini membuka jalan bagi konfrontasi luar biasa yang mengandung risiko serius
03:46bagi perekonomian global.
03:54Sekretaris Kabinet Teddy Indrawijaya menyebut pertemuan Presiden Prabowo Subianto
03:58dan Vladimir Putin menghasilkan sejumlah poin penting.
04:01Salah satunya di sektor energi dan sumber daya mineral jangka panjang
04:05termasuk ketahanan energi minyak dan gas atau migas serta hilerisasi.
04:09Apakah artinya Indonesia akan mencari alternatif pasokan minyak dari Rusia?
04:13Kami bahas bersama Direktur Eksekutif CSIS Yosea Rizal Damuri.
04:18Pak Yosea selamat petang.
04:21Ya selamat petang, Pak Sindy.
04:23Pak Yosea ketika disebutkan ada kerjasama di bidang energi
04:27apakah bisa langsung diartikan kalau Indonesia akan impor minyak dari Rusia?
04:32Sebenarnya kalau kita bicara tentang energi tentunya lebih luas daripada sekedar impor minyak.
04:38Mungkin saja juga kita bicara tentang teknologinya.
04:43Kita mungkin bisa bicara juga tentang gas dan lain-lainnya.
04:48Sampai sekarang kita belum mendapatkan keterangan yang cukup ya.
04:52Informasi yang cukup dari pertemuan yang diadakan oleh Bapak Presiden tersebut.
04:58Sehingga mungkin kita tidak berspekulasi untuk menerjemahkan ini semua, pertemuan ini.
05:09Tetapi tentunya akan sangat logikal juga kalau kita menganggap bahwa
05:13pembicaraan mengenai suplai minyak ke Indonesia dari Rusia mungkin masuk di dalam agenda tersebut.
05:23Pak Yosea tapi kalau dalam proses negosiasi agar kita bisa beli minyak ke Rusia
05:29posisi kita di BOP itu akan jadi ganjalan gak?
05:32Atau Rusia sebenarnya mempersilahkan saja?
05:37Saya pikir kalau Rusia sekarang ini sifatnya juga pragmatis ya.
05:42Terbukti dari ketika misalnya negara-negara lain sudah mencoba mengambil dari Rusia
05:49tentunya Rusia kelihatannya sangat open untuk melakukan hal tersebut
05:55dan ini juga terbukti bahwa harga yang beberapa sumber minyak dari Rusia
06:05itu kadang-kadang bahkan sudah lebih tinggi dibandingkan dengan harga brand sekarang ini.
06:11Padahal dulu misalkan sebelum perang harganya bisa didiskon 20% lebih rendah
06:19atau bahkan 30% lebih rendah dibandingkan brand.
06:24Nah sekarang kita melihat karena banyak yang mungkin minta ke sana
06:28tentunya harga juga mengalami kenaikan.
06:31Jadi kelihatannya buat Rusia sendiri ini merupakan salah satu kesempatan
06:38ekspor mereka untuk minyak ini sudah meningkat berkali-kali lipat.
06:44Kabarnya data yang terakhir saya lihat itu menunjukkan
06:48angkanya sudah hampir mencapai 20 miliar USD.
06:53Padahal biasanya gak mencapai setinggi itu di sana.
06:58Kalau harganya ternyata sudah semakin meningkat Pak Yose, sorry.
07:02Artinya apakah dalam upaya diverifikasi sumber energi ini
07:05menguntungkan ke Rusia atau sebenarnya ada opsi lain yang juga bisa lebih realistis
07:10dari harga, waktu pengiriman, pasokan?
07:13Ya kalau sebenarnya kalau kita mau mensupply dari satu negara termasuk juga dari negara yang lain
07:20kita harus melihat pertama tentunya kita harus melihat harganya tadi yang sudah dibahas.
07:27Kemudian dari sisi logistiknya, apakah ada pengiriman-pengiriman
07:32ada jalur-jalur yang memang sudah terbangun sebelumnya.
07:35Kemudian lalu setelah itu apakah juga bisa kita lihat dari kepastian suplainya.
07:43Apakah kemudian procurement yang dilakukan ini, ini bisa memang cukup stabil atau tidak?
07:50Ya bisa saja hanya di pengiriman-pengirimannya itu tidak terlalu lancar dari sana.
07:56Nah, dan satu lagi yang kita harus ingat, yang kemungkinan kita akan import itu adalah minyak mentah.
08:05Minyak mentah itu perlu diolah dulu untuk dipakai.
08:09Dan untuk dipakai tersebut kita membutuhkan kilang-kilang minyak.
08:13Apakah minyak dari Rusia itu secara teknikal memang cocok dengan kilang minyak yang ada di Indonesia atau tidak?
08:21Nah, ini tentunya harus masuk di dalam perhitungan-perhitungan teknis yang ada.
08:28Ditambah satu lagi, tentunya ada geopolitical risk di sana.
08:32Geopolitical risk yang mungkin dalam jangka pendek mungkin masih bisa kita tangani,
08:39tetapi dalam jangka panjang mungkin kalau terus-terusan seperti ini akan menimbulkan beberapa persoalan-persoalan ke Indonesia.
08:47Oke, sorry Pak Yose, singkat saja, singkat sekali.
08:50Apakah kita harus mewaspadai adanya sanksi ekonomi juga di Amerika Serikat kalau kita menjajaki pembelian minyak di Rusia?
08:55Nah, itu yang tadi yang saya bilang bahwa ada geopolitical risk.
08:59Geopolitical risk-nya ini kalau dalam jangka pendek mungkin tidak terlalu bermasalah.
09:04Tentunya ini akan menjadi semacam emergency response saja.
09:09Tetapi kalau memang kemudian kita akan tergantung kepada Rusia,
09:14nah ini yang mungkin akan menyebabkan bukan hanya dari Amerika Serikat,
09:17tetapi juga dari European Union, ataupun juga dari negara-negara pihak-pihak yang lainnya,
09:24ada yang namanya third party sanction.
09:29Dan ini mungkin akan bisa berpengaruh juga.
09:32Walaupun kalau sekarang ini kelihatannya karena kondisi sekarang yang ada,
09:37ini sanksi tersebut tidak diberlakukan dengan baik ya.
09:43Tidak diberlakukan dengan sesungguhnya.
09:46Tapi tetap di dalam jangka panjang akan ada implikasi-implikasi geopolitik.
09:52Singkat saja berarti merangkum,
09:54apa keuntungan kita kalau menseriuskan pembelian minyak dari Rusia?
10:00Keuntungannya seharusnya sih lebih menjamin dari sisi suplainya kan.
10:05Kita kan berusaha mendiversifikasi.
10:08Diversifikasi itu artinya sejauh sebanyak-banyaknya kita bisa mendapatkan sumber-sumber baru.
10:17Dan selama ini memang kita tidak punya ketergantungan yang tinggi sebenarnya kepada Timur Tengah.
10:26Hanya 20% dari minyak kita yang di sourcing dari Timur Tengah.
10:31Tetapi tetap saja 20% ini adalah satu bagian yang cukup signifikan juga.
10:36Dan kita perlu dapatkan dari yang lain-lainnya.
10:39Pak Yose, tapi kalau dari harga sebenarnya untuk sekarang terbarunya...
10:44Dari harga kelihatannya agak sulit kita mendapatkan manfaat.
10:48Karena memang harganya juga sudah cukup tinggi.
10:52Dan Rusia tentunya tidak akan mau memberikan diskaun yang besar-besaran juga.
10:57Toh semua orang memang melihat ke mereka juga.
11:00Jadi yang paling penting adalah menjaga supply.
11:03Karena bukan cuma harga yang jadi masalah.
11:05Tetapi juga supply-nya maka yang lebih penting lagi harus dijaga di Indonesia ini.
11:13Oke baik.
11:14Pak Yose...
Komentar