- 3 jam yang lalu
- #as
- #menhan
- #militeras
- #timurtengah
- #indonesia
KOMPAS.TV - Kementerian Pertahanan membantah memberikan izin akses lintas udara bebas bagi pesawat militer Amerika Serikat melalui wilayah udara Indonesia.
Dari proposal yang beredar, ada poin yang menyinggung pemberian izin akses lintas udara bebas bagi pesawat militer Amerika Serikat melalui wilayah udara Indonesia untuk operasi kontingensi, respons krisis, hingga latihan militer yang disepakati bersama.
Menanggapi kabar ini, Kementerian Pertahanan menyebut dokumen yang beredar masih merupakan rancangan awal dalam tahap pembahasan internal dan antarinstansi.
Berdasarkan rilis tertulis Kementerian Pertahanan kepada KompasTV, Kementerian Pertahanan menegaskan bahwa dokumen yang beredar saat ini merupakan rancangan awal yang masih dalam tahap pembahasan internal dan antarinstansi. Dokumen tersebut bukan merupakan perjanjian final, belum memiliki kekuatan hukum mengikat.
Kementerian Pertahanan Republik Indonesia menegaskan bahwa otoritas, kontrol, dan pengawasan atas wilayah udara Indonesia sepenuhnya berada pada negara Indonesia. Setiap kemungkinan pengaturan tetap menjamin kewenangan penuh Indonesia untuk menyetujui atau menolak setiap aktivitas di ruang udara nasional.
Kementerian Pertahanan menyebut jika pemberian izin terbang bagi militer AS masih dalam tahap pembahasan awal.
Dan belum ada kesepakatan apa pun soal izin lintas udara pesawat militer Amerika Serikat ini.
Bagaimana kita mencermati berbagai wacana soal ini.
Kita bahas bersama anggota DPR Komisi I, Oleh Soleh, dan pakar strategi PPAU alumni US Air War College, Agung Sasongkojati.
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Baca Juga Selat Hormuz Ditutup, Irak Andalkan Truk Ekspor Minyak via Suriah | KOMPAS MALAM di https://www.kompas.tv/internasional/662937/selat-hormuz-ditutup-irak-andalkan-truk-ekspor-minyak-via-suriah-kompas-malam
#as #menhan #militeras #timurtengah #indonesia
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/662942/full-respons-komisi-i-dpr-pakar-strategi-ppau-soal-isu-kemhan-beri-izin-lintas-udara-militer-as
Dari proposal yang beredar, ada poin yang menyinggung pemberian izin akses lintas udara bebas bagi pesawat militer Amerika Serikat melalui wilayah udara Indonesia untuk operasi kontingensi, respons krisis, hingga latihan militer yang disepakati bersama.
Menanggapi kabar ini, Kementerian Pertahanan menyebut dokumen yang beredar masih merupakan rancangan awal dalam tahap pembahasan internal dan antarinstansi.
Berdasarkan rilis tertulis Kementerian Pertahanan kepada KompasTV, Kementerian Pertahanan menegaskan bahwa dokumen yang beredar saat ini merupakan rancangan awal yang masih dalam tahap pembahasan internal dan antarinstansi. Dokumen tersebut bukan merupakan perjanjian final, belum memiliki kekuatan hukum mengikat.
Kementerian Pertahanan Republik Indonesia menegaskan bahwa otoritas, kontrol, dan pengawasan atas wilayah udara Indonesia sepenuhnya berada pada negara Indonesia. Setiap kemungkinan pengaturan tetap menjamin kewenangan penuh Indonesia untuk menyetujui atau menolak setiap aktivitas di ruang udara nasional.
Kementerian Pertahanan menyebut jika pemberian izin terbang bagi militer AS masih dalam tahap pembahasan awal.
Dan belum ada kesepakatan apa pun soal izin lintas udara pesawat militer Amerika Serikat ini.
Bagaimana kita mencermati berbagai wacana soal ini.
Kita bahas bersama anggota DPR Komisi I, Oleh Soleh, dan pakar strategi PPAU alumni US Air War College, Agung Sasongkojati.
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Baca Juga Selat Hormuz Ditutup, Irak Andalkan Truk Ekspor Minyak via Suriah | KOMPAS MALAM di https://www.kompas.tv/internasional/662937/selat-hormuz-ditutup-irak-andalkan-truk-ekspor-minyak-via-suriah-kompas-malam
#as #menhan #militeras #timurtengah #indonesia
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/662942/full-respons-komisi-i-dpr-pakar-strategi-ppau-soal-isu-kemhan-beri-izin-lintas-udara-militer-as
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Saudara Kementerian Pertahanan membantah memberikan izin akses lintas udara bebas bagi pesawat militer Amerika Serikat melalui wilayah udara Indonesia.
00:12Dari proposal yang beredar, ada poin yang menyinggung pemberian izin akses lintas udara bebas bagi pesawat militer Amerika Serikat melalui
00:21wilayah udara Indonesia
00:22untuk operasi kontingensi, respons krisis, hingga latihan militer yang disepakati bersama.
00:28Menanggapi kabar ini, Kementerian Pertahanan menyebut dokumen yang beredar masih merupakan rancangan awal dalam tahap pembahasan internal dan antarinstansi.
00:45Berdasarkan rilis tertulis Kementerian Pertahanan kepada Kompas TV, Kementerian Pertahanan menegaskan dokumen yang beredar saat ini
00:53merupakan rancangan awal yang masih dalam tahap pembahasan internal dan antarinstansi.
00:59Dokumen tersebut bukan merupakan perjanjian final, belum memiliki kekuatan hukum mengikat.
01:05Kementerian Pertahanan Republik Indonesia menegaskan bahwa otoritas, kontrol, dan pengawasan atas wilayah udara Indonesia
01:13sepenuhnya berada pada negara Indonesia.
01:17Setiap kemungkinan pengaturan tetap menjamin kewenangan penuh Indonesia
01:21untuk menyetujui atau menolak setiap aktivitas di ruang udara nasional.
01:33Kementerian Pertahanan menyebut jika pemberian izin terbang bagi militer AS masih dalam tahap pembahasan awal.
01:39Belum ada kesepakatan apapun soal izin lintas udara pesawat militer AS.
01:43Bagaimana kita mencermati berbagai wacana soal ini?
01:47Kita bahas bersama anggota DPR RI Komisi 1 oleh Soleh dan pakar strategi PPAU
01:52dan alumni US Air World College, Mars Mateni Purnawirawan Agung Sasongkojati.
01:57Selamat petang semuanya.
02:00Selamat petang semuanya.
02:02Kang Oleh, kata Kemhan ini belum final, tapi artinya ada, proposal ini ada.
02:08Dan kan kalaupun dijajaki lebih serius, harus ada ratifikasi dari DPR.
02:12Kalau dari Komisi 1 sejauh ini sudah Anda dengar, sudah sedalam apa pembahasannya?
02:17Tentu kami sampaikan bahwasannya DPR terutama Komisi 1 ya,
02:26kita baru tahu dari media sosial dan media TV serta media-media lainnya
02:33bahwasannya pada prinsipnya DPR akan menunggu keperangan secara langsung
02:42dan tentunya keputusan final yang diambil oleh pemerintah itu sendiri.
02:49Untuk tahu keterangan dari pemerintah akan memanggil langsung aja Pak, Kang.
02:55Saya rasa DPR sudah menjadwalkan ya, setiap masa sidang selalu ada agenda untuk RDP dengan mitra komisi.
03:08Nah, ini mitra komisi 1 dan secara otomatik semua persoalan dalam maupun luar negeri
03:17secara otomatik pasti akan terbahas itu.
03:21Dan saya rasa komisi 1 akan memanfaatkan hal itu untuk menggali informasi
03:29serta melakukan pendalaman terhadap langkah-langkah yang akan diambil oleh pemerintah.
03:36Pemberian izin lintas udara untuk pesawat militer Amerika Serikat
03:40ini kan bukan hal, ini apa ya, ini hal yang serius untuk komisi 1 sendiri.
03:44Apa yang menurut Anda harus diperhatikan betul kalau memang ini sedang dijajaki?
03:50Saya rasa seluruh elemen bangsa apalagi Pak Presiden maupun Pak Menhan
03:57pasti dan pasti akan menjaga kedaulatan NKRI, darat, laut maupun udara.
04:06Saya rasa semua sudah komitmen bersama bagaimana adalah kedaulatan ini betul-betul dijaga.
04:14Tidak boleh satu jengkal pun tanah air kita, baik udara, darat maupun laut
04:20bisa dikesuasai oleh pihak orang lain dengan kepentingan orang lain.
04:26NKRI harus dipertahankan dan dipergunakan seluas-luasnya
04:32untuk keutuhan, kedaulatan, serta keamanan dan sekaligus kesejahteraan rakyat Indonesia.
04:39Oke, kalau kepentingan kedaulatan harus selalu jadi dasar.
04:42Pak Agung, kalau menurut Anda sebenarnya proposal ini menguntungkan kita
04:46atau justru lebih membahayakan?
04:50Proposal ini harus jadi ya, itu kan proposal itu sama kayak perundingan lainnya kan
04:55adalah kemudahan ataupun kelonggaran dari sistem yang ada di berlaku di Indonesia.
05:03Dan saat ini sebetulnya Amerika sudah mengikuti sistem kita.
05:06Jadi, kita sudah punya sistem yang mumpuni, namanya Flight Clearance Application System
05:11atau FCIS.
05:12Ini filternya berlapis ya, melibatkan Kementerian Luar Negeri
05:15yang untuk melakukan Diplomatic Approval,
05:17Mabestani Security Clearance, dan Kementerian Perhubungan Flight Approval.
05:24Semua penerbangan akan termonitor real-time melalui Flight Control Information System
05:28yang terlambung ke radar-radar air naf kita, dan radar-radar walaupun naf.
05:32Jadi, setiap saat kita punya informasi yang kendali penuh siapa yang masuk,
05:35kapan dan lewat saja.
05:36Nah, bedanya apa?
05:38Pak Anggung, tapi sorry.
05:39Tapi apa yang mungkin terjadi kalau misalnya izin ini diberikan
05:42di tengah perang di Timur Tengah yang masih terjadi?
05:47Ini kaitannya bukan dengan perang di Timur Tengah,
05:51karena blanket overflightnya hanya bedanya.
05:53Dia menginginkan kecepatan yang lebih,
05:56kepercayaan yang lebih tinggi,
05:57sehingga dia mendapatkan sistem yang lebih cepat
05:59untuk mendapatkan perizinan lewat.
06:01Kita sudah cepat ya, kita satu hari, dua hari,
06:03tapi kayaknya mereka memberikan setel yang lebih cepat,
06:05yang memudahkan daripada tiga perizinan untuk lewat.
06:08Itu kan mereka minta ya.
06:10Tapi masalahnya kan kita juga harus mempertimbangkan,
06:11karena ada beberapa pertimbangan kita.
06:14Karena ada risiko-risiko yang kita hadapi,
06:15kalau Amerika minta seperti itu,
06:16yang lain juga minta, kan ada masalah juga, Timur.
06:19Kalau itu terlalu mudah,
06:20makanya mungkin sebaiknya kita mempertimbangkan ini
06:23dengan memperkuat sistem FCS kita,
06:25bukan dengan memberikan blanket overflight,
06:28seperti yang mereka minta,
06:29tetapi juga tidak menyulitkan mereka untuk izinnya jadi berwarna atau lama.
06:33Yang penting kita tahu dulu nih,
06:35apa yang dimaksud di lingkat overflight.
06:38Tapi Pak Agung, kalau menurut Anda,
06:40apa yang menjadi dasar Amerika Serikat mengajukan proposal ini,
06:43dan minta ya, kalau bisa ya,
06:44ini segera bisa dilakukan.
06:45Apa kepentingan untuk Amerika Serikat yang begitu mendesak?
06:49Ini permintaan ini kan bukan karena perang, kan?
06:52Ini udah sebetulnya percakapan ini udah jauh sebelum di awal tahun itu.
06:57Kaitannya adalah,
06:58mungkin juga terkait ya dengan gini,
07:02dulu, zaman dulu itu kita kan waktu masih Singapore,
07:04apa, Singapore kontrol,
07:08belum Jakarta kontrol,
07:09masih di bawah Singapore,
07:11merek kita,
07:12itu mereka datang ke Singapur,
07:13keluar tuh dengan tanpa ini,
07:15karena masih regulatornya Singapur.
07:17Tetapi sejak tahun 2022,
07:19sejak kita membuat perjanjian baru,
07:21bahwa kita mendelegasikan hanya sebagai
07:24refugee service provider,
07:26maka mereka,
07:27ya tadinya mereka dengan mudahnya,
07:29hanya flight plan berangkat terbang Singapur,
07:31sekarang mereka siap terbang atau kembali masuk ke wilayah kita,
07:35dan itu membutuhkan perizinan.
07:36Kadang-kadang,
07:37mungkin mereka terbangnya harus hari ini juga,
07:40nggak bisa terbang gara-gara
07:41flight izinnya belum lengkap di Indonesia.
07:44Nah, jadi ada tiga izin,
07:46yaitu sekali lagi ya diplomatic approval,
07:48flight approval,
07:49dan security clearance ini,
07:50mungkin kita bisa buat sistem lebih cepat,
07:52sehingga mereka bisa tidak kesulitan seperti itu.
07:55Intinya seperti itu.
07:57Oke.
07:57Kalau Kang Oleh,
07:58Anda melihatnya,
08:00apa yang harus kita cermati terlebih dahulu?
08:02Sebagai negara,
08:03dengan kebijakan politik bebas aktif,
08:05negara non-block,
08:06ketika dipertimbangkan memberikan izin perlintasan udara bebas
08:09untuk Amerika Serikat,
08:10apakah ada hal yang harus diperhatikan,
08:13ada hal yang harus diawasi betul oleh DPR RI,
08:15agar tidak menjadi sentimen tertentu juga untuk negara-negara lain?
08:18Kalau memang minta perizinannya itu lebih dipercepat,
08:26untuk tidak mengganggu kenalutan NKRI,
08:30saya rasa itu perlu dipertimbangkan.
08:33Tetapi kalau memang di luar kepentingan penerbangan,
08:40ataupun memata-matai,
08:42ataupun yang lain-lain,
08:44saya rasa ini tentu DPR akan menolak.
08:48Saya rasa betul juga,
08:50permitnya untuk apa dulu?
08:52Kalau misalkan percepatan dia melintasnya,
08:56hanya untuk kepentingan Amerika,
08:59dengan tidak mengganggu Indonesia,
09:01saya rasa why not, gitu.
09:04Tetapi kalau misalkan dia pengintaian hal-hal lain,
09:09dalam rangka mengganggu kedaulatan kita,
09:13saya rasa kita juga perlu kehatian-hatian.
09:16Bagaimana perizinan percepatan ini,
09:19peruntukannya untuk apa dulu?
09:21Seperti itu.
09:22Kalau memang sudah jelas,
09:23kita juga tidak bisa untuk menahan.
09:27Karena memang hubungan kerjasama,
09:29hubungan saling percaya,
09:31hubungan saling menguntungkan,
09:34kan perlu dibangun.
09:35Tidak boleh ada yang menahan,
09:37dan tidak boleh ada yang mengganggu.
09:39Yang jelas,
09:40satu sama lain saling mengamankan,
09:43tidak saling dalam mengancam.
09:45Itu saja.
09:45Tapi Kang Oleh,
09:46kalau misalnya,
09:47sebesar hal pemberian izin lintas udara bebas
09:50untuk pesawat militer,
09:51yang harus kita perjuangkan,
09:53juga timbal balik untuk Indonesia,
09:54itu apa kira-kira?
09:57Saya rasa Pak Amenhan sedang berkoordinasi,
10:02dan kita juga perlu pendalaman,
10:04dan saya tidak bisa menyampaikan dalam forum ini,
10:09karena memang Komisi 1 juga belum mendapatkan terketerangan
10:13yang secara konfrensif,
10:16dan tentu kami tidak bisa mendahului.
10:20Yang jelas,
10:21yang menjadi esensi adalah,
10:23bagi kita bagaimana,
10:25kedaulatan NKRI ini,
10:27betul-betul dijaga dengan utuh,
10:29tidak boleh ada yang mengobok-obok,
10:31apalagi mengganggu,
10:33dan pada ujungnya juga,
10:35akan memperlemah,
10:37tentang pertahanan NKRI.
10:39Hanya situ saja,
10:40soal teknis,
10:41yang tidak bisa mendahului,
10:43tetapi saya yakin dan percaya,
10:45Pak Amenhan juga akan lebih,
10:47lebih firm,
10:49bagaimana untuk mencari keamanan dalam negeri ini.
10:54Oke,
10:54kalau Pak Agung Anda melihatnya sebenarnya,
10:57kalaupun memang sedang dijajaki secara serius,
10:59apakah sejauh mana perjanjian ini akan berdampak,
11:02bagi sentimen kita,
11:05bagi negara-negara lain,
11:06terutama Iran?
11:09Enggak,
11:09saya jangan bicara soal itu,
11:11karena terlalu jauh.
11:11Saya mau bicara soal resikonya,
11:13blanket overflight bisa ya,
11:14enggak maksud saya.
11:15Oke, silahkan Pak.
11:16Saya kira kita tidak akan menerima,
11:18blanket overflight.
11:19Karena ada resikonya,
11:21satu adalah,
11:22blanket overflight itu akan mematikan,
11:25fungsi verifikasi detail.
11:27Kita tidak akan tahu misi apa,
11:29apa muatannya,
11:30tujuan akhirnya.
11:32Karena membiarkan kontrol ini dilepas,
11:34maka pihak asing memberikan,
11:35keumpulan hormatasi di rumah kita sendiri.
11:37Kedua,
11:38ancaman intelijen,
11:39surveillance,
11:39dan recreation.
11:40pesawat militer model ini bukan hanya alat angkut,
11:42mereka juga punya sensor terbang.
11:44Jadi,
11:45ijin lintas bebas,
11:46tanpa perusahaan sama sekali,
11:48membuat peluang bagi platform intelijen asing,
11:50untuk melakukan pemetaan,
11:51penyadapan sinyal,
11:52data intelijen di atas tempat kita.
11:54Jadi,
11:54resikonya,
11:55enggak bisa.
11:56Kemudian,
11:56ada juga adalah,
11:57implikasi geopolitik.
11:59Nah,
11:59ini,
12:00kalau geopolitik,
12:01maka,
12:01kalau kita memberikan blanket overflight,
12:03kepada satu negara,
12:04blok tertentu,
12:05maka,
12:05kita seperti,
12:06memberikan kapet merah,
12:08keautan besar,
12:08kita sudah tidak bebas aktif lagi.
12:11Jadi,
12:12makanya,
12:12sepertinya kita jangan blanket overflight,
12:14karena ada risiko seperti itu,
12:15namun,
12:16tentu,
12:16kalau permintaan itu menyangkut kecepatan,
12:18itu,
12:19itu masih bisa dipertahitungkan.
12:20Tapi,
12:21kalau terkait sama perang yang lain-lain,
12:23ini,
12:23Amerika mengantisipasi.
12:24Tentunya,
12:25kan,
12:25masih persyaratannya bukan untuk operasi.
12:27Mungkin,
12:27kita dalam,
12:28dalam,
12:28di dalam perizinan nanti,
12:30yang lebih cepat itu,
12:31kita mungkin masukkan klausul,
12:32tidak untuk operasi militer.
12:34Si simple itu,
12:35kan ini masih harus dirunikan,
12:36Kemlu,
12:37Kembu,
12:38Mabes TNI.
12:40Jadi,
12:40kita juga tahu,
12:41bahwa ini,
12:41tidak mau kita terima blanket.
12:43Dan saya,
12:44rasa,
12:45dan saya pikirkan juga,
12:46karena saya belum lama ini,
12:47masih di Mabes,
12:48kita tidak akan terima blanket overflight,
12:49karena itu menganggar banyak hal.
12:51Oke,
12:51yang pasti,
12:52harus dibahas secara hati-hati,
12:54dengan,
12:56oke,
12:56dengan,
12:57tetap mengutamakan,
12:57kedaulatan kita.
13:00Kalau,
13:01menurut Anda,
13:02tapi,
13:02Pak Agung,
13:03bagaimana pandangan negara-negara,
13:05yang kontra dengan Amerika Serikat,
13:06melihat,
13:07ya,
13:07posisi kita saat ini,
13:08dengan,
13:09sedang mempertimbangkan pemberian izin lintas udara itu,
13:11Pak Agung?
13:12Jadi,
13:13Amerika itu punya semacam ini,
13:14dengan banyak negara,
13:15seperti Turki,
13:16negara Arab lebih,
13:17malah negara Arab,
13:18menganggap menempatkan,
13:19pangkalan militer di dalam.
13:20Jadi,
13:21menurut saya,
13:22kalau kita tidak memberikan blanket overflight,
13:23tapi kita berikan mereka untuk,
13:26apa,
13:27untuk,
13:27untuk sistemnya,
13:29sudah berjalan,
13:31maka kita,
13:32harus,
13:33tegas,
13:34bahwa kita,
13:34kita bantu kamu cepat,
13:36tapi juga tergantung,
13:38acaramu,
13:38sehingga pasal untuk,
13:39kalau itu untuk militer,
13:40sebaiknya tidak,
13:41mengangkut apapun yang terkait dengan ini,
13:43Jadi,
13:44kita punya wawanan juga,
13:45untuk memberikan izin kepada siapapun,
13:47dan tidak memberikan izin siapapun.
13:49Dan negara lain juga,
13:49tidak berhak mengatur kita,
13:51mau Iran,
13:51segala macam,
13:52tetapi,
13:53kita juga tegaskan mereka,
13:54kita tidak,
13:55tidak memberikan juga,
13:56terkait dengan militer,
13:57atau kalau nanti mengganggu,
13:58kedaulatan negara lahir,
14:00ya kita,
14:00jangan ada pasal yang harus kita masukkan,
14:02dalam,
14:02pemberian izin yang dipercepat.
14:04Jadi,
14:04kita tidak setuju blanket overflight,
14:06tapi mungkin izin yang dipercepat,
14:07karena mereka juga banyak yang perlu ya,
14:08untuk,
14:09kebutuhan,
14:10bantuan kemanusiaan,
14:11atau apa juga perlu seperti itu.
14:12Dan risikonya,
14:14kita berikan blanket overflight,
14:15sekali lagi,
14:16melemahnya pengawasan udara,
14:17potensi,
14:18infiltrasi intelijen udara,
14:19gangguan sistem,
14:20dipercepat silawan kawan,
14:21dan hilangnya citra Indonesia,
14:23sebagai negara betul-betul independen.
14:25Maka,
14:25saran saya,
14:26atau itu semua,
14:27jangan blanket overflight,
14:28tapi dipercepat izinnya,
14:29itu saja.
14:30Oke,
14:30itu resiko yang harus dipertimbangkan,
14:33Pak Agung Sasong Kujati,
14:34dan Kang Koleh Soleh,
14:35terima kasih sudah berbagi bersama.
Komentar