Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Perang Timur Tengah belum berakhir, kini justru kian mengancam pasokan energi global, imbas dari penutupan Selat Hormuz.

Sejumlah negara kini mulai putar otak, agar krisis energi tidak menimpa.

Sejak Selat Hormuz tak bisa dilalui, Irak mulai mengekspor minyak mentah melalui jalur darat melewati Suriah.

Setiap hari lebih dari 500 truk melewati perbatasan Al Tanf, menuju kilang Baniyas untuk memproses minyak mentah sebelum diekspor ke negara lain.

Untuk menjamin pasokan minyak, pemerintah Jepang, Jumat pekan lalu menyatakan akan melepaskan cadangan minyak nasional setara 20 hari konsumsi mulai awal Mei mendatang.

Langkah ini diambil untuk merespons krisis energi dan terganggunya pasokan minyak dari kawasan Timur Tengah.

Sementara Indonesia kini mulai menjajaki kerja sama energi dengan Rusia.

Prabowo mengakui, kunjungannya ke Moskow berkaitan dengan situasi geopolitik saat ini. Ia menyebut dirinya perlu untuk berkonsultasi dengan Rusia, sekaligus mempererat kerja sama di bidang ekonomi dan energi.

Semakin melonjaknya harga minyak dunia, imbas perang di Timur Tengah adalah terganggunya pasokan nafta, bahan baku pembuatan plastik.

Akibatnya, harga plasti melambung tinggi. Kenaikan harga plastik di tanah air bahkan mencapai 100 persen.

Menyiasati peningkatan harga plastik, Menteri Perdagangan mengklaim pemerintah telah berkomunikasi dengan produsen bahan baku plastik dari India, Amerika Serikat dan kawasan Afrika.

Perang di Timur Tengah belum menunjukan tanda mereda.

Namun jika perang berkepanjangan, harga minyak dunia akan terus melambung tinggi.

Antisipasi jangka panjang, perlu dilakukan pemerintah agar Indonesia tidak masuk ke jurang krisis.

Baca Juga [FULL] Ekonom UI soal Potensi Harga Minyak Naik Imbas Perang AS-Iran, APBN Kuat hingga Akhir Tahun? di https://www.kompas.tv/internasional/662923/full-ekonom-ui-soal-potensi-harga-minyak-naik-imbas-perang-as-iran-apbn-kuat-hingga-akhir-tahun

#minyak #selathormus #perang

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/662937/selat-hormuz-ditutup-irak-andalkan-truk-ekspor-minyak-via-suriah-kompas-malam
Transkrip
00:00Setelah perang berkepanjangan di Timur Tengah mulai mengancam pasokan minyak mentah dunia,
00:04sejumlah negara kini mulai mencari opsi dalam memenuhi kebutuhan minyak dalam negerinya.
00:13Perang Timur Tengah belum berakhir.
00:16Kini justru kian mengancam pasokan energi global imbas dari penutupan Selat Hormuz.
00:23Sejumlah negara kini mulai putar otak agar krisis energi tidak menimpa.
00:29Sejak Selat Hormuz tak bisa dilalui, Irak mulai mengekspor minyak mentah melalui jalur darat melewati Suria.
00:36Setiap hari, lebih dari 500 truk melewati perbatasan Al-Tanf menuju Kilang Banias
00:43untuk memproses minyak mentah sebelum diekspor ke negara lain.
00:48Opsi lain ditempur Jepang.
00:51Untuk menjamin pasokan minyak, pemerintah Jepang Jumat pekan lalu menyatakan
00:55akan melepaskan cadangan minyak nasional setara 20 hari konsumsi mulai awal Mei mendatang.
01:03Langkah ini diambil untuk merespons krisis energi
01:05dan terganggunya pasokan minyak dari kawasan Timur Tengah.
01:41Sementara Indonesia kini mulai menjajaki kerjasama energi dengan Rusia.
01:46Prabowo mengakui kunjungannya ke Moskwa berkaitan dengan situasi geopolitik saat ini.
01:53Ia menyebut dirinya perlu untuk berkonsultasi dengan Rusia,
01:57sekaligus mempererat kerjasama di bidang ekonomi dan energi.
02:01Saya juga datang untuk konsultasi karena situasi geopolitik dunia mengalami perkembangan dan perubahan yang sangat cepat.
02:14Kami memandang bahwa Rusia telah berperan sangat positif dalam menghadapi kondisi geopolitik yang penuh ketidakpastian ini.
02:31Karena itu kami merasa sangat perlu untuk konsultasi bagaimana kita hadapi situasi ke depan
02:42dan terutama kalau bisa kita terus mempererat kerjasama terutama di bidang ekonomi dan energi.
02:54Semakin melonjaknya harga minyak dunia imbas perang di Timur Tengah adalah terganggunya pasokan nafta.
03:00Bahan baku pembuatan plastik.
03:02Akibatnya harga plastik melambung tinggi.
03:05Kenaikan harga plastik di tanah air bahkan mencapai 100%.
03:09Menyiasati peningkatan harga plastik,
03:12Menteri Perdagangan mengklaim pemerintah telah berkomunikasi
03:15dengan produsen bahan baku plastik dari India, Amerika Serikat, dan kawasan Afrika.
03:22Jadi plastik itu kan memang kita itu impor bahan bakunya untuk biji plastik itu kan nafta ya itu kan dari
03:32Timur Tengah selama ini.
03:33Karena imbas perang sehingga terganggu otomatis dari sana.
03:38Nah kita mencari alternatif dari India, Amerika, dan Afrika.
03:44Jadi kami sudah komunikasi dengan para produsen.
03:48Memang sudah dapat, cuman kan mungkin jumlahnya atau perlu waktu juga kan ya.
03:52Karena kan berpindah dan sekarang kondisi perang kan mungkin pengapalan juga agak lambat.
03:58Jadi pada perusahaan kita cari solusi negara lain yang mensuplai bahan baku.
04:04Dan kita juga koordinasi dengan teman-teman di perwakilan.
04:07Supaya membantu juga mencarikan alternatif dari negara lain.
04:10Perang di Timur Tengah belum menunjukkan tanda meredah.
04:15Namun jika perang berkepanjangan, harga minyak dunia akan terus melambung tinggi.
04:21Antisipasi jangka panjang perlu dilakukan pemerintah agar Indonesia tidak masuk ke jurang krisis.
04:28Tim Liputan Kompas TV
Komentar

Dianjurkan