00:00Setelah perang berkepanjangan di Timur Tengah mulai mengancam pasokan minyak mentah dunia,
00:04sejumlah negara kini mulai mencari opsi dalam memenuhi kebutuhan minyak dalam negerinya.
00:13Perang Timur Tengah belum berakhir.
00:16Kini justru kian mengancam pasokan energi global imbas dari penutupan Selat Hormuz.
00:23Sejumlah negara kini mulai putar otak agar krisis energi tidak menimpa.
00:29Sejak Selat Hormuz tak bisa dilalui, Irak mulai mengekspor minyak mentah melalui jalur darat melewati Suria.
00:36Setiap hari, lebih dari 500 truk melewati perbatasan Al-Tanf menuju Kilang Banias
00:43untuk memproses minyak mentah sebelum diekspor ke negara lain.
00:48Opsi lain ditempur Jepang.
00:51Untuk menjamin pasokan minyak, pemerintah Jepang Jumat pekan lalu menyatakan
00:55akan melepaskan cadangan minyak nasional setara 20 hari konsumsi mulai awal Mei mendatang.
01:03Langkah ini diambil untuk merespons krisis energi
01:05dan terganggunya pasokan minyak dari kawasan Timur Tengah.
01:41Sementara Indonesia kini mulai menjajaki kerjasama energi dengan Rusia.
01:46Prabowo mengakui kunjungannya ke Moskwa berkaitan dengan situasi geopolitik saat ini.
01:53Ia menyebut dirinya perlu untuk berkonsultasi dengan Rusia,
01:57sekaligus mempererat kerjasama di bidang ekonomi dan energi.
02:01Saya juga datang untuk konsultasi karena situasi geopolitik dunia mengalami perkembangan dan perubahan yang sangat cepat.
02:14Kami memandang bahwa Rusia telah berperan sangat positif dalam menghadapi kondisi geopolitik yang penuh ketidakpastian ini.
02:31Karena itu kami merasa sangat perlu untuk konsultasi bagaimana kita hadapi situasi ke depan
02:42dan terutama kalau bisa kita terus mempererat kerjasama terutama di bidang ekonomi dan energi.
02:54Semakin melonjaknya harga minyak dunia imbas perang di Timur Tengah adalah terganggunya pasokan nafta.
03:00Bahan baku pembuatan plastik.
03:02Akibatnya harga plastik melambung tinggi.
03:05Kenaikan harga plastik di tanah air bahkan mencapai 100%.
03:09Menyiasati peningkatan harga plastik,
03:12Menteri Perdagangan mengklaim pemerintah telah berkomunikasi
03:15dengan produsen bahan baku plastik dari India, Amerika Serikat, dan kawasan Afrika.
03:22Jadi plastik itu kan memang kita itu impor bahan bakunya untuk biji plastik itu kan nafta ya itu kan dari
03:32Timur Tengah selama ini.
03:33Karena imbas perang sehingga terganggu otomatis dari sana.
03:38Nah kita mencari alternatif dari India, Amerika, dan Afrika.
03:44Jadi kami sudah komunikasi dengan para produsen.
03:48Memang sudah dapat, cuman kan mungkin jumlahnya atau perlu waktu juga kan ya.
03:52Karena kan berpindah dan sekarang kondisi perang kan mungkin pengapalan juga agak lambat.
03:58Jadi pada perusahaan kita cari solusi negara lain yang mensuplai bahan baku.
04:04Dan kita juga koordinasi dengan teman-teman di perwakilan.
04:07Supaya membantu juga mencarikan alternatif dari negara lain.
04:10Perang di Timur Tengah belum menunjukkan tanda meredah.
04:15Namun jika perang berkepanjangan, harga minyak dunia akan terus melambung tinggi.
04:21Antisipasi jangka panjang perlu dilakukan pemerintah agar Indonesia tidak masuk ke jurang krisis.
04:28Tim Liputan Kompas TV
Komentar