Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 13 jam yang lalu
SOLO, KOMPAS.TV - Usai bertemu Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), Ketua DPP PSI, Bestari Barus menyatakan isu Jokowi akan mengambil alih NasDem muncul dari pihak yang ingin menjatuhkan Jokowi dan Wapres RI, Gibran Rakabuming.

"Setiap ada isu besar yang selalu dikaitkan adalah Jokowi. Jadi saya sebagai jubir PSI, itu tidak benar. Jokowi mengambil untuk itu (NasDem)," ujar Ketua DPP PSI, Bestari Barus di Solo, Senin (13/4/2026).

"Itu hanya isu yang dilontarkan oleh sebagian pihak yang berkepentingan untuk membentuk opini publik negatif terhadap Jokowi dan Gibran," lanjutnya.

Baca Juga NasDem Tak Khawatir 3 Politisi Seniornya Gabung PSI di https://www.kompas.tv/nasional/647643/nasdem-tak-khawatir-3-politisi-seniornya-gabung-psi

Sebelumnya, Jokowi sendiri sudah membantah isu tersebut.

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/662779/isu-jokowi-mau-ambil-alih-nasdem-psi-membentuk-opini-publik-negatif
Transkrip
00:00Itu hanya isu yang dilontarkan oleh sebagian pihak yang berkepentingan untuk membentuk opini publik yang negatif terhadap Pak Jokowi dan
00:09Mas Gibran.
00:10Ini tadi cukup kami bicarakan dan saya mendapat pertanyaan dari Pak Jokowi yang sangat, kenapa kok nama saya disebut gitu.
00:20Seharusnya kawan-kawan pers tidak perlu bertanya lagi, karena setiap ada isu besar yang selalu dikaitkan siapa?
00:30Pak Jokowi.
00:32Jadi, saya sebagai jurubicara PSI menyatakan tidak benar.
00:41Tidak ada keinginan Pak Jokowi untuk mengambil itu.
00:45Itu hanya isu yang dilontarkan oleh sebagian pihak yang berkepentingan untuk membentuk opini publik yang negatif terhadap Pak Jokowi dan
00:57Mas Gibran.
01:00Ya, dan ya saya sebagai mantan kader Partai Nasdem ya, saya berharap semoga partai saya yang lama ini segera konsolidasi
01:13internal.
01:13Saya kira itu saja.
01:15Isu dari mana itu? Jangan menuduh dengan isu-isu yang tidak benar seperti itu.
01:24Tidak ada sama sekali. Dalam pikiran tidak ada sama sekali.
01:29Termasuk persiapan untuk Mas Gibran dan untuk pemilihan.
01:32Tidak ada sama sekali.
01:34Artinya itu tidak benar ya Pak?
01:36Isu yang sangat menuduh.
01:40Mungkin ada yang mana Pak?
01:42Hmm?
01:42Kalau ada betul?
01:43Halo?
01:44Kalau misalnya itu tawarin betul?
01:46Ditawarin?
01:47Ditawarin?
01:48Ditawarin?
01:49Tawarin apa?
01:49Ditawarin?
01:50Suruh beli.
01:53Suruh beli itu berapa te? Duitnya dari mana?
01:58Itu kan tower yang sangat tinggi sekali.
02:03Kelas saya itu kelas UMKM.
02:07Ya?
02:08Terus itu yang ditopi itu Pak.
02:10Terus itu yang ditopi itu Pak.
02:11Hahaha.
02:40Kecepatan Informasi Danai
02:42Dan akurasi data adalah komitmen kami.
02:45Satu langkah lebih dekat, satu langkah lebih terpercaya.
02:49Saksikan Kompas Petang di Kompas TV Channel 11 di Televisian.
Komentar

Dianjurkan