00:00Biarkanlah dia, ya, politisi yang mengaku peneliti ini, nanti kita telanjangi di sebuah tempat formal yang namanya pengadilan.
00:10Oke, kita sekarang akan membahas sedikit ya tentang tulisannya Pak Roy Suryo ini di buku Jokowi's White Paper, ya, sebanyak
00:2349 halaman.
00:25Yang telah saya katakan, historinya adalah dia mengirimkan berupa WA messages, bukan dalam dokumen.
00:35Jadi, saya lah yang menata, tata letak menjadi dokumen, sehingga semuanya bisa tercetak, ya, seperti yang ada.
00:48Selanjutnya, kita akan bedah, ya, kita akan bedah tulisan dari Pak Roy Suryo ini, ya, di daftar isi, ya, bab
01:001, ya, tulisannya adalah,
01:02Kita akan jejak sedikit, bagaimana sih, kenapa mereka Pak Roy Suryo ini sangat diyakini oleh para cheerleader mereka, bahkan pengacaranya
01:15bahwa
01:15Roy Suryo ini adalah peneliti hebat.
01:18Meskipun, apa enggak mereka punya Google search gitu ya, cari Google skolarnya Pak Roy Suryo ini ada enggak?
01:26Buku apa yang pernah disitasi, paper atau jurnal apa yang pernah direferensi, kan tidak ada.
01:33Tetapi langsung percaya, enggak di situ sebenarnya kalian sudah bias.
01:37Gitu ya.
01:38Sudah bias.
01:39Padahal kalian tahu, Pak Roy Suryo ini tidak punya jejak tulisan apapun yang disitasi,
01:45yang berkaitan dengan ini, yang direferensi oleh orang lain.
01:48Dan itu pasti ditelanjangi.
01:50Gitu.
01:51Ditelanjangi nanti di pengadilan.
01:54Oleh karena itu, ya kita buka sedikit ya, kita bedah ya, 49 halawan itu.
02:01Tulisannya Pak Roy Suryo ini dia, di daftar isi.
02:05Kita lihat bab satu, dimulai, ya kita lihat di mana ilmiahnya gitu ya, yang diagung-agungkan oleh mereka.
02:14Bingung saya.
02:18Bab satu, dimulai dari seminar balik ke novel dan film.
02:25Halaman satu sampai halaman lima.
02:28Bab satunya, karena Pak Roy Suryo ini menulis sampai bab enam, 49 halaman.
02:37Ya, bayangkan.
02:39Berarti kalau 49 dibagi enam bab, ya, enam bab berarti sekitar lapan, ya, lapan halaman per bab.
02:48Bayangkan.
02:50Ya, dan itulah keilmiahan yang kalian puja-puji.
02:55Keilmiahan yang kalian puja-puji, 49 halaman dibagi dalam enam bab,
02:59Maka satu bab hanya rata-rata delapan halaman.
03:04Bab satu tadi sudah saya katakan, dimulai dari seminar balik ke novel dan film.
03:14Halaman satu, bab satu, ya.
03:16Dimanalah ilmiahnya ini, coba.
03:19Seminar, ya, sub-babnya, seminar memimpin dengan hati.
03:24Ini banyak di online, ya, cerita ini.
03:27Jadi, berita-berita klipting koran di-re-write, ya, di-reiterasi.
03:32Terus, novel Cintaku di Kampus Biru, halaman dua.
03:37Ya, sub-bab dua, ya, sub-bab di kedua dalam bab satu.
03:43Yang ketiga, film Cintaku di Kampus Biru, halaman tiga.
03:48Terus, ironi Kampus Biru menolak ayah.
03:52Itulah bab satu.
03:53Kalian bisa tunjukkan para pengacara yang meyakini dia ini peneliti hebat, ya.
04:02Itulah.
04:03Sampai halaman kelima lah itu.
04:05Satu bab, ya, lima halaman.
04:08Dimanalah ilmiahnya itu?
04:10Terus, yang kedua,
04:13hak konstitusional rakyat dan hak azasi manusia.
04:17Nah, ini saya kira sudah masuk ke, apa, bidang hak azasi manusia.
04:23Nggak tahu dia pakar di bidang hak azasi manusia atau apa.
04:26Ya, karena perang Iran aja di komentari di TV, jadi komentator.
04:30Ya kan?
04:31Semua dia tahu.
04:32Ya, perang Iran Israel, Amerika pun dia menjadi narasumber.
04:36Ya kan?
04:37Jadi, semua tahu tentang hak azasi manusia pun, bab dua pun dia tahu.
04:41Halaman ke-6.
04:43Sebabnya, kebanggaan terhadap ijasa pemimpin negara.
04:47Halaman ke-7.
04:48Dimanalah ilmiahnya itu?
04:51Sebab kedua, dari trias politika ke tetras politika.
04:56Berikutnya, hukum internasional dan freedom of press.
05:00Oh, jadi pakar freedom of press dia, ya kan?
05:03Terus, berikutnya...
05:07Bentar, agak geser dia, ya.
05:14Selanjutnya, kebebasan pers, kebebasan berekspresi, dan berpendapat di Indonesia.
05:21Ilmiah apa lah itu?
05:23Ya.
05:24Berkait dengan digital image processing atau apa namanya, telematika.
05:29Atau digital forensik.
05:32Yang berikutnya, sebuah berikutnya, pasal 28E ayat 3.
05:36Dan pasal 28F, undang-undang dasar 1945.
05:41Ya.
05:42Gak ada kaitannya dengan telematika.
05:47Ya.
05:50Berikutnya, ada lagi.
05:53Membangun misteri yang menjadi hak publik.
05:56Halaman 12.
05:57Itulah bab dua.
05:59Ya.
06:01Halaman 6 sampai 12.
06:03Berarti tujuh halaman.
06:04Ya.
06:05Inilah intisari dari bab dua.
06:08Ya.
06:09Tentang kebebasan hak konstitusional rakyat dan hak kasisi manusia.
06:14Coba bayangkan.
06:16Inikah pakar telematika yang akan kalian handalkan untuk mencari kebenaran versi kalian.
06:25Terus bab tiga.
06:27Dimulai dari halaman 13.
06:29Kasus hukum sebelumnya soal ijasa palsu.
06:34Subbab satu.
06:35Subbab pertama.
06:36Kasus yang dialami Bambang Trimulyono.
06:39Halaman 13.
06:40Ya.
06:41Nanti akan saya tulis juga buku untuk membantah tulisannya Bambang Trimulyono.
06:45Ya.
06:46Dari mana dia sumber ceritanya.
06:48Ya.
06:49Tidak terverifikasi sama sekali.
06:51Saya akan telanjang gitu.
06:52Tapi tunggu aja ya dua buku pertama yang saya apa namanya yang akan saya selesaikan berikutnya.
07:01Berikutnya.
07:02Subbab berikutnya kasus Bambang Trimulyono bersama Sugi Nuraharja.
07:06Ya.
07:07Ini.
07:08Ya.
07:08Jadi akan saya apa namanya bantah itu tulisannya Bambang Trimulyono ya.
07:16Yang tidak ada berbasis saintifik sama sekali.
07:18Ya.
07:19Tidak punya kemampuan untuk melakukan pencocokan wajah.
07:23Cuma Pak Modal pakai penggaris.
07:26Sudah dicocokkan ke apa namanya gambar-gambar yang didapatkan ke Dari Malah.
07:31Ya.
07:32Terus itulah BAB 3.
07:35Jadi BAB 3 itu halaman 13 sampai 15.
07:40Berarti empat halaman saja untuk BAB 3.
07:45Terus BAB 4 antara pelaporan TPUA versus Jokowi beserta para termulnya.
07:52Kan tidak cocok ya.
07:54Dalam sebuah tulisan yang harusnya ilmiah tetapi melabel orang.
07:59Bukan hanya ini bukan dalam hal percakapan saja.
08:04Ya ucapan.
08:05Tetapi tulisan juga dikatakan termul.
08:07Ya.
08:08Itu tidak pantas.
08:08Ya.
08:10Makanya dia lebih cocok politisi bukan peneliti.
08:14Itu di halaman 16 BAB 4.
08:17Ya.
08:19Subbab pertama laporan TPUA ke Baris Krim.
08:23Subbab kedua laporan Jokowi dan termul-termulnya di Polda Metro Jaya.
08:30Halaman 16 sampai halaman 19.
08:32Berarti hanya empat halaman untuk BAB 4 tim.
08:36Hanya empat halaman.
08:37Penggunaan diksi termul saja sudah menunjukkan bahwa dia itu bias sebagai peneliti.
08:44Harusnya itu kan dibuang diksi-diksi semacam itu.
08:47Karena kita harus menempatkan kebenaran ilmiah tanpa preferensi.
08:54Kalau begini kan sudah preferensi namanya.
08:57Menggunakan istilah termul.
08:58Terima kasih telah menonton!
Komentar