00:00Serangan Israel ke sekutu Iran Hezbollah di Lebanon menjadi ujian bagi proses gencatan senjata AS dengan Iran.
00:06Seberapa pengaruhnya? Kita akan diskusikan bersama dengan pakar geopolitik dan keamanan nasional Wibawanto Nugroho Widodo.
00:14Selamat malam, Mas Wibawa.
00:16Selamat malam, Mas.
00:18Ini di Islamawat, negosiasi tengah berlangsung. Apakah hasil perundingan nanti ini akan berpengaruh terhadap serangan Israel ke Lebanon?
00:27Oke, jadi gini Mas ya. Kita langsung aja. So to the point.
00:31Jadi sekarang ini posisinya adalah defisit kepercayaan. Itu satu.
00:36Dan permintaan satu sama lain adalah zero same game. Itu yang kedua.
00:40Nah, yang ketiga. Kita harus tahu apa yang diharapkan Amerika, Israel, dan Iran.
00:44Kalau Amerika jelas, diharapkan adalah pertama, itu melucuti kemampuan militer, nuklir, dan juga proksi-proksi Iran.
00:51Yang kedua adalah bisa mendapatkan akses lagi di Selat Umus.
00:55Yang ketiga adalah mencegat munculnya blok Rusia dan China di regional security kompleks Timur Tengah.
01:02Yang keempat, memastikan bahwa regional security kompleks structure yang ada di Timur Tengah ini tidak berubah.
01:08Dan Israel sebagai partner utama dari Amerika dalam kondisi aman.
01:13Itu dari Amerika.
01:14Esensinya, kalau dari Israel, sekarang itu mengharapkan dengan resolusi keamanan, resolusi Dewan Keamanan PBB nomor 1701,
01:27itu diterapkan sepenuhnya.
01:28Itu permintaan dari Israel yang kita ikuti sekarang.
01:31Di mana, di mana Hezbollah, di mana Hamas harus semua dilucuti.
01:37Selesai.
01:38Dan kembalikan otoritas penuh keamanan itu kepada Libanon.
01:42Dan kita bangun sama-sama Timur Tengah ini, bersama dengan Arab Sunni, dan bahkan Great Power lainnya,
01:51yang mana pasti Iran itu keberatan dengan itu.
01:53Karena apa yang dimaui Iran adalah apa yang tidak dimaui oleh Amerika dan Israel.
01:57Itu poinnya sekarang.
01:58Jadi kesempatanannya susah dicapai nih ya, Mas Dibawa?
02:02Loh, ya jelas.
02:03Bahwa saya bilang tadi,
02:05trust-nya adalah defisit,
02:07permintaan itu sama lain, zero sum game.
02:10Dan berat untuk menekan Israel.
02:13Kenapa ya?
02:14Yang pertama, proteksi dari Amerika sendiri.
02:16Baik secara militer dan juga dalam konteks hak veto di PBB.
02:20Yang kedua,
02:22Israel itu mempunyai kekuatan yang signifikan secara militer,
02:26teknologi dan intelijen, di kawasan.
02:29Di mana juga itu membuat P5 lainnya juga menghitung untuk menekan Israel terlalu jauh.
02:34Dan termasuk juga Gulf Country Coast, Arab Sunni, yang tidak mau ribut dengan Israel.
02:39Itu poin kedua.
02:40Poin ketiga, dalam tingkat global itu ada fragmentasi mengenai Israel.
02:46Global North itu rata-rata mendukung Israel.
02:49Sementara Global South, kritis lah posisinya.
02:52Yang berikutnya adalah,
02:54narasi yang digunakan oleh Israel,
02:56itu adalah right to self-defense.
02:59Yang selalu digunakan, walaupun belum secara universal itu diterima.
03:04Dan juga kekuatan lobi Israel di negara-negara Global North,
03:09yang mana itu berpengaruh kepada domestik politik.
03:12Karena keputusan mengenai perang, mendukung, ataupun foreign policy.
03:15Mas Wibawa, kalau begitu mungkin tidak secara parsial,
03:19Iran-AS negosiasi, Lebanon-Israel juga negosiasi.
03:22Karena kan Israel katanya ngebuka negosiasi asal senjata Hezbollah dilucuti.
03:27Loh, itu dia ya poinnya.
03:29Bahwa apa yang diminta oleh Amerika dan Israel itu bisa terbagi tiga poinnya.
03:35Poin pertama adalah yang sifatnya non-ideologis.
03:37Sangat ringan, sangat mudah untuk diikutin.
03:39Seperti misalnya deeskalasi.
03:41Yang kedua adalah yang semirealis.
03:43Bisa dicapai step by step.
03:45Kurangnya dibatasiin, terus dapat dilepas liftingnya.
03:48Yang ketiga itu yang paling sulit.
03:50Yaitu apa?
03:50Lucuti semua proksi-proksi dan lujutkan perdamaian di Timur Tengah
03:56dengan cara Abramakor.
03:57Itu yang Iran nggak mau.
03:59Iran akan mempertahankan itu sekuat mungkin, sebisa mungkin.
04:03Makanya Amerika sekarang sasarnya berubah.
04:05Regime tidak perlu berganti.
04:06Tetapi orientasi geopolitik yang dimoderasi itu poinnya.
04:10Sekarang Iran mau ikut game-game-nya everybody nggak di Timur Tengah?
04:12Game-game-nya Yahudi, game-nya Arab, mau nggak?
04:16Kalau nggak mau, sementara Rusia dan China tidak mau berkonfrontasi dengan Israel.
04:22Dan Rusia dan China juga tidak mau berkonfrontasi dengan Amerika.
04:25Tetapi mendukung Iran.
04:27Apakah itu juga narasi yang disampaikan di Tanyahu jadi alasan?
04:31Karena tahu ini akan ditolak Iran.
04:33Sehingga itu jadi alasan untuk menyerang terus-terusan Lebanon.
04:36Kalau cara perspektifnya Amerika dan negara Arab Sunni,
04:40begini, untuk perdamaian di Palestina, Indonesia,
04:42saya mendukung two-state solutions,
04:44itu adalah kita hidup damai dulu, kita atur baik-baik.
04:47Kalau Iran nggak cara pikirnya?
04:50Berikan dulu, kalau tidak, Hezbollah dan Hamas tetap siang menyerang Anda.
04:55Beda kan, skototnya kan?
04:57Nah Israel nggak mau, ya kamu damai dulu.
05:00Sama-sama kita atur sama-sama baik regional security kompleks Timur Tengah, gitu loh.
05:04Perbedaan skototnya di situ.
05:06Dan ini yang kategori tiga, yang sangat sulit untuk dicapai, gitu.
05:11Nah sedangkan siapa yang mau menekan Israel?
05:13Yang saya tanya.
05:14P5 aja tidak ada yang mau menekan Israel.
05:16Menekan, ya tapi berbatas.
05:18Dengan regional security kompleks structure yang sekarang, ya.
05:20Termasuk juga Perancis yang mempunyai hubungan historis dengan Lebanon.
05:24Karena dulu kan wilayah sana itu kan dibagi ke mandat Perancis dan mandat.
05:28Kita ini singkat nih.
05:29Sedikit mengambil angle yang terbaliknya.
05:32Jadi serangan Israel ke Lebanon ini akan berpengaruh pada negosiasi di Islam Ahmad?
05:37Ya pokoknya dari perspektif Israel, ya dari pernyataan ini,
05:41kembali kepada resolusi Dewan Keamanan PBB 1701.
05:46Hamas, Hezbollah cabut dari situ.
05:49Dan berikan penuh kepada Lebanon dan Lebanon Armed Forces
05:52untuk menangani keamanan di situ, termasuk di Lebanon Selatan.
05:56Sehingga nanti ada daerah yang buffer, yang aman buat Lebanon dan Israel
06:01untuk mengatur perdamaian di situ.
06:02Itu argumen Israel.
06:03Baik.
06:04Gitu loh.
06:04Kita, ini Islamabad sudah berlangsung ya.
06:08Kita menantikan juga bagaimana,
06:10apakah poin di Lebanon ini juga digolkan di perundingan yang digelar di Pakistan ini.
06:15Tapi terima kasih Mas Hubawanto Nugroho Widodo,
06:19pakar geopolitik dan keamanan nasional,
06:21telah menyampaikan pandangannya di program Kepas Malam hari ini.
06:23Terima kasih Mas.
06:25Terima kasih.
Komentar