Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Di tengah gencatan senjata dan proses perundingan damai Iran dan Amerika Serikat, gempuran Israel terhadap sekutu Iran Hizbullah di Lebanon terus berlanjut.

Israel terus memborbardir Lebanon lewat serangan udara hingga meruntuhkan gedung dan memicu kebakaran besar.

Hizbullah balas menyerang kapal perang Israel di lepas pantai Lebanon.

Melihat negaranya terus digempur Israel dan warganya jadi korban, pemerintah Lebanon menuntut gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran juga berlaku bagi Lebanon.

Serangan Israel ke sekutu Iran Hizbullah di Lebanon menjadi ujian bagi prses gencatan senjata AS dengan Iran.

Seberapa pengaruhnya kita akan diskusikan dengan Pakar Geopolitik dan Keamanan Nasional, Wibawanto Nugroho Widodo.

Baca Juga Netanyahu Ancam Lebanon akan Ada Eskalasi Serangan, Setuju Negosiasi jika Hizbullah Dilucuti di https://www.kompas.tv/internasional/662375/netanyahu-ancam-lebanon-akan-ada-eskalasi-serangan-setuju-negosiasi-jika-hizbullah-dilucuti

#israel #lebanon #iran #amerika

_

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/662393/full-pakar-geopolitik-kupas-dampak-serangan-israel-ke-lebanon-terhadap-gencatan-senjata-as-iran
Transkrip
00:00Serangan Israel ke sekutu Iran Hezbollah di Lebanon menjadi ujian bagi proses gencatan senjata AS dengan Iran.
00:06Seberapa pengaruhnya? Kita akan diskusikan bersama dengan pakar geopolitik dan keamanan nasional Wibawanto Nugroho Widodo.
00:14Selamat malam, Mas Wibawa.
00:16Selamat malam, Mas.
00:18Ini di Islamawat, negosiasi tengah berlangsung. Apakah hasil perundingan nanti ini akan berpengaruh terhadap serangan Israel ke Lebanon?
00:27Oke, jadi gini Mas ya. Kita langsung aja. So to the point.
00:31Jadi sekarang ini posisinya adalah defisit kepercayaan. Itu satu.
00:36Dan permintaan satu sama lain adalah zero same game. Itu yang kedua.
00:40Nah, yang ketiga. Kita harus tahu apa yang diharapkan Amerika, Israel, dan Iran.
00:44Kalau Amerika jelas, diharapkan adalah pertama, itu melucuti kemampuan militer, nuklir, dan juga proksi-proksi Iran.
00:51Yang kedua adalah bisa mendapatkan akses lagi di Selat Umus.
00:55Yang ketiga adalah mencegat munculnya blok Rusia dan China di regional security kompleks Timur Tengah.
01:02Yang keempat, memastikan bahwa regional security kompleks structure yang ada di Timur Tengah ini tidak berubah.
01:08Dan Israel sebagai partner utama dari Amerika dalam kondisi aman.
01:13Itu dari Amerika.
01:14Esensinya, kalau dari Israel, sekarang itu mengharapkan dengan resolusi keamanan, resolusi Dewan Keamanan PBB nomor 1701,
01:27itu diterapkan sepenuhnya.
01:28Itu permintaan dari Israel yang kita ikuti sekarang.
01:31Di mana, di mana Hezbollah, di mana Hamas harus semua dilucuti.
01:37Selesai.
01:38Dan kembalikan otoritas penuh keamanan itu kepada Libanon.
01:42Dan kita bangun sama-sama Timur Tengah ini, bersama dengan Arab Sunni, dan bahkan Great Power lainnya,
01:51yang mana pasti Iran itu keberatan dengan itu.
01:53Karena apa yang dimaui Iran adalah apa yang tidak dimaui oleh Amerika dan Israel.
01:57Itu poinnya sekarang.
01:58Jadi kesempatanannya susah dicapai nih ya, Mas Dibawa?
02:02Loh, ya jelas.
02:03Bahwa saya bilang tadi,
02:05trust-nya adalah defisit,
02:07permintaan itu sama lain, zero sum game.
02:10Dan berat untuk menekan Israel.
02:13Kenapa ya?
02:14Yang pertama, proteksi dari Amerika sendiri.
02:16Baik secara militer dan juga dalam konteks hak veto di PBB.
02:20Yang kedua,
02:22Israel itu mempunyai kekuatan yang signifikan secara militer,
02:26teknologi dan intelijen, di kawasan.
02:29Di mana juga itu membuat P5 lainnya juga menghitung untuk menekan Israel terlalu jauh.
02:34Dan termasuk juga Gulf Country Coast, Arab Sunni, yang tidak mau ribut dengan Israel.
02:39Itu poin kedua.
02:40Poin ketiga, dalam tingkat global itu ada fragmentasi mengenai Israel.
02:46Global North itu rata-rata mendukung Israel.
02:49Sementara Global South, kritis lah posisinya.
02:52Yang berikutnya adalah,
02:54narasi yang digunakan oleh Israel,
02:56itu adalah right to self-defense.
02:59Yang selalu digunakan, walaupun belum secara universal itu diterima.
03:04Dan juga kekuatan lobi Israel di negara-negara Global North,
03:09yang mana itu berpengaruh kepada domestik politik.
03:12Karena keputusan mengenai perang, mendukung, ataupun foreign policy.
03:15Mas Wibawa, kalau begitu mungkin tidak secara parsial,
03:19Iran-AS negosiasi, Lebanon-Israel juga negosiasi.
03:22Karena kan Israel katanya ngebuka negosiasi asal senjata Hezbollah dilucuti.
03:27Loh, itu dia ya poinnya.
03:29Bahwa apa yang diminta oleh Amerika dan Israel itu bisa terbagi tiga poinnya.
03:35Poin pertama adalah yang sifatnya non-ideologis.
03:37Sangat ringan, sangat mudah untuk diikutin.
03:39Seperti misalnya deeskalasi.
03:41Yang kedua adalah yang semirealis.
03:43Bisa dicapai step by step.
03:45Kurangnya dibatasiin, terus dapat dilepas liftingnya.
03:48Yang ketiga itu yang paling sulit.
03:50Yaitu apa?
03:50Lucuti semua proksi-proksi dan lujutkan perdamaian di Timur Tengah
03:56dengan cara Abramakor.
03:57Itu yang Iran nggak mau.
03:59Iran akan mempertahankan itu sekuat mungkin, sebisa mungkin.
04:03Makanya Amerika sekarang sasarnya berubah.
04:05Regime tidak perlu berganti.
04:06Tetapi orientasi geopolitik yang dimoderasi itu poinnya.
04:10Sekarang Iran mau ikut game-game-nya everybody nggak di Timur Tengah?
04:12Game-game-nya Yahudi, game-nya Arab, mau nggak?
04:16Kalau nggak mau, sementara Rusia dan China tidak mau berkonfrontasi dengan Israel.
04:22Dan Rusia dan China juga tidak mau berkonfrontasi dengan Amerika.
04:25Tetapi mendukung Iran.
04:27Apakah itu juga narasi yang disampaikan di Tanyahu jadi alasan?
04:31Karena tahu ini akan ditolak Iran.
04:33Sehingga itu jadi alasan untuk menyerang terus-terusan Lebanon.
04:36Kalau cara perspektifnya Amerika dan negara Arab Sunni,
04:40begini, untuk perdamaian di Palestina, Indonesia,
04:42saya mendukung two-state solutions,
04:44itu adalah kita hidup damai dulu, kita atur baik-baik.
04:47Kalau Iran nggak cara pikirnya?
04:50Berikan dulu, kalau tidak, Hezbollah dan Hamas tetap siang menyerang Anda.
04:55Beda kan, skototnya kan?
04:57Nah Israel nggak mau, ya kamu damai dulu.
05:00Sama-sama kita atur sama-sama baik regional security kompleks Timur Tengah, gitu loh.
05:04Perbedaan skototnya di situ.
05:06Dan ini yang kategori tiga, yang sangat sulit untuk dicapai, gitu.
05:11Nah sedangkan siapa yang mau menekan Israel?
05:13Yang saya tanya.
05:14P5 aja tidak ada yang mau menekan Israel.
05:16Menekan, ya tapi berbatas.
05:18Dengan regional security kompleks structure yang sekarang, ya.
05:20Termasuk juga Perancis yang mempunyai hubungan historis dengan Lebanon.
05:24Karena dulu kan wilayah sana itu kan dibagi ke mandat Perancis dan mandat.
05:28Kita ini singkat nih.
05:29Sedikit mengambil angle yang terbaliknya.
05:32Jadi serangan Israel ke Lebanon ini akan berpengaruh pada negosiasi di Islam Ahmad?
05:37Ya pokoknya dari perspektif Israel, ya dari pernyataan ini,
05:41kembali kepada resolusi Dewan Keamanan PBB 1701.
05:46Hamas, Hezbollah cabut dari situ.
05:49Dan berikan penuh kepada Lebanon dan Lebanon Armed Forces
05:52untuk menangani keamanan di situ, termasuk di Lebanon Selatan.
05:56Sehingga nanti ada daerah yang buffer, yang aman buat Lebanon dan Israel
06:01untuk mengatur perdamaian di situ.
06:02Itu argumen Israel.
06:03Baik.
06:04Gitu loh.
06:04Kita, ini Islamabad sudah berlangsung ya.
06:08Kita menantikan juga bagaimana,
06:10apakah poin di Lebanon ini juga digolkan di perundingan yang digelar di Pakistan ini.
06:15Tapi terima kasih Mas Hubawanto Nugroho Widodo,
06:19pakar geopolitik dan keamanan nasional,
06:21telah menyampaikan pandangannya di program Kepas Malam hari ini.
06:23Terima kasih Mas.
06:25Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan