00:00Saudara pemerintah mulai pembangunan pelabuhan Tanjung Carat di Banyu Asin, Sumatera Selatan
00:06lewat skema pembiayaan kreatif berbasis kolaborasi multi pihak.
00:10Langkah ini menjadi strategi persiopatan proyek strategis nasional
00:13tanpa membebani APBN dan APBD sekaligus mendorong kreativitas
00:17dan juga konektivitas dan pertumbuhan ekonomi daerah.
00:23Pemerintah memilih skema kreatif financing
00:25untuk pembangunan pelabuhan Tanjung Carat di Banyu Asin, Sumatera Selatan.
00:30Proyek strategis nasional yang memasuki tahap peluncuran ini
00:33tidak menggunakan APBN maupun APBD
00:35melainkan mengendalkan kolaborasi pembiayaan multi pihak.
00:39Model pendanaan ini menjadi terobosan untuk menjaga keberlanjutan pembangunan
00:43di tengah keterbatasan fiskal.
00:45Pemerintah mendorong pembangunan tidak berhenti pada seremoni
00:48tetapi berlanjut hingga tuntas dan beroperasi penuh sesuai target tahapan.
00:52Dan ini merupakan sebuah proyek yang tidak melibatkan APBN maupun APBD.
00:59Ini adalah proyek kreatif financing
01:02di mana melibatkan BUMN, BUMD dan juga swasta.
01:06Tadi teman-teman sudah menyaksikan ada semacam komitmen bersama
01:10dari seluruh pelaku usaha, seluruh stakeholder
01:14yang berkaitan dengan pembangunan pelabuhan.
01:17Ini Upalembang tanggung syarat dengan harapan bahwa ini bisa mengekskalasi
01:21pembangunan pelabuhan ini dan bisa selesai tepat waktu, minimal tepat waktu.
01:26Harapannya bisa dipercepat oleh Gubernur.
01:29Peluncuran pembangunan menandai dimulainya tahap ke-11
01:32dari total 15 fase pembangunan.
01:35Skema pembiayaan melibatkan sinergi BUMN, BUMD dan sektor swasta
01:39dengan pembagian peran dan resiko yang lebih proporsional.
01:42Pemerintah bertindak sebagai regulator dan fasilitator
01:45sementara kebutuhan investasi ditopang mitra usaha.
02:10Pelabuhan Tanjung Carat ditargetkan mulai dibangun pada kuartal 4-2026
02:16dengan nilai investasi sekitar 1,2 miliar dolar Amerika Serikat.
02:20Kawasan seluas 230 hektare ini dirancang sebagai pusat logistik terpadu
02:25berbasis multimoda yang diharapkan memperkuat konektivitas
02:29dan mendorong pertumbuhan ekonomi Sumatera Selatan
02:31dengan target operasional pada 2028 atau 2029.
02:37Tim Liputan, Kompas TV, Palembang, Sumatera Selatan.
02:43Saudara, kita kupas perkembangan pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat
02:47bersama Basyarudin Ahmad, asisten 2 Bidai Ekonomi Keuangan
02:50dan Pembangunan Setda Sumatera Selatan.
02:53Selamat pagi Pak Basyarudin.
02:56Bapak, apa alasan pemerintah ini menggunakan pembiayaan kreatif ini Pak
03:00untuk pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat ini?
03:03Ya, tentunya perjalanan pelabuhan ini sudah begitu panjang ya.
03:11Begitu panjang dari beberapa gubernur.
03:14Kita hitung-hitung bisa 8 gubernur
03:17dengan studi-studi yang banyak sudah dilakukan
03:21baik itu oleh Bechtel, oleh Louis Borger
03:25dan juga oleh Pelindo sendiri
03:27dan terakhir oleh kolaborasi antara pemerintah dan swasta.
03:32Tentunya dengan keterbatasan fiskal pemerintah
03:37baik pusat maupun di daerah
03:39kita mencoba untuk mencari alternatif
03:42pembiayaan yang bisa dilakukan
03:45agar pembangunan ini tetap berjalan.
03:48Oleh karena itu kita membeli kreatif finance
03:52dan tentunya kreatif finance ini banyak
03:55kalau kita lebih mengenalnya dengan KPBU
03:58atau Public Private Partnership
04:01mulai dari BOT, BOO, DBOFM dan banyak lagi.
04:06Dan pada pembangunan ini
04:10kami coba meng-exercise lama
04:13dan sangat ketat sekali bersama Kementerian Perhubungan
04:18dan terpilihlah pola kerjasama yaitu
04:21kerjasama pemanfaatan BMN
04:25atau aset BMN yang kita sebutkan KSP BMN
04:29di mana pemerintah memiliki tanah
04:32kemudian untuk pembiayaan
04:34dan pembangunan itu oleh pihak badan usaha.
04:40Oke Bapak, ini kan banyak pihak-pihak yang terlibat
04:42begitu ya Pak ya, ada dari pemerintah, BUMN dan juga BUMD.
04:46Bagaimana kolaborasi dan juga pembagian perannya Pak
04:48antara pemerintah, BUMN, BUMD dan juga pihak swasta
04:51dalam pembangunan ini Pak?
04:52Sekarang kita memasuki fase ke-13 kalau nggak salah ya
04:58atau ke-12, fase pembentukan joint venture GV
05:03yaitu konsorsium antara PT Pelindo, BUMN
05:08kemudian PT Samudera Pasai, itu swasta
05:12dan daerah sendiri melalui BUMD Sumatera Selatan Energi Gemilang.
05:18Tentunya disini akan dibahas ya peran masing-masing
05:21mulai dari pembiayaan dan pembangunan.
05:24Sekarang dalam tahap pembahasan
05:26bisa saja nanti pembahasan pertama adalah
05:30persentase dari saham masing-masing badan usaha
05:35yang akan ditentukan dalam eksersis kita.
05:39Kemudian bisa saja Pelindo 51%,
05:43kemudian Samudera Pasainya 31%
05:46dan Sumatera Selatan Energi Gemilangnya 19%.
05:50Itu nanti ditentukan dalam rapat pembentukan GV nanti.
05:56Baik, ada pembagian begitu ya Pak ya untuk setiap pihaknya.
05:58Lalu bagaimana dampak pelabuhan Tanjung Carat ini Pak
06:01terhadap kondektivitas dan juga ekonomi
06:03di Sumatera Selatan nantinya Pak?
06:06Ya, kita lihat sendiri saat ini
06:08begitu banyaknya komoditas dari Sumatera Selatan
06:13yang membutuhkan outlet besar
06:16yang saat ini sangat-sangat terkendala
06:19bahkan bisa memanfaatkan outlet dari provinsi lain.
06:24Nah, kondisi saat ini kita lihat sendiri
06:28kedalaman Sungai Musi untuk dilalui kapal-kapal besar itu
06:31sudah tidak memungkinkan lagi
06:34karena draftnya sekitar 5 sampai 6 meter
06:37sehingga kapal-kapal besar yang akan masuk ke Palembang
06:42atau pelabuhan bom baru itu
06:43harus menunggu selama 6 jam
06:46ketika pasang naik baru bisa masuk
06:49dan harus dilakukan transfer ke kapal-kapal kecil.
06:53Tentunya ini tidak efisien
06:55dan memakan kos yang sangat besar.
06:57Oleh karena itu, dengan adanya pelabuhan Tanjung Carat ini
07:03ini akan menjadi pusat pertumbuhan baru
07:06yang akan memicu dan memacu hilirisasi
07:09dan juga magnet bagi para investor
07:12dengan terintegrasi dengan konektivitas
07:16antara jalan tol, jalan kereta api
07:18dan juga jalan nasional yang sudah sebagian ada eksistingnya.
07:24Oke, Bapak kalau kita berbicara mengenai tantangan
07:27begitu ya Pak, apa tantangan ini
07:29agar proyek ini selesai tepat waktu
07:31dan juga berkelanjutan hingga 2028, hingga 2029 nanti Pak?
07:36Ya tentunya yang pertama tantangan besar kita adalah
07:40nanti terkait pembiayaan dan financial closing ya.
07:46Nah ini tentu kita harus dapat memastikan
07:50bahwa proyek ini benar-benar bankable
07:53dan dapat menarik para investor.
07:56Yang kedua, yang tantangan besar kita adalah
08:00agar seluruh pembangunan transportasi
08:05dan jaringan transportasi ini terintegrasi
08:09dan dibangun secara paralel.
08:11Karena ini kita akan membangun jalan tol
08:14yang terkoneksi dengan jalan tol
08:18Palembang Betung dan juga Palembang Muara Enim
08:22dan langsung konek ke Pelabuhan Tanjung Carat.
08:27Kemudian juga kita sedang merencanakan
08:31pembangunan jalan kereta api
08:35yang tentunya ini harus bisa dilakukan secara paralel.
08:39Karena ini kalau pelabuhannya ada, jalan tolnya nggak ada
08:44ini mengakibatkan pelabuhan tidak optimal jadinya.
08:50Baik, ada pembangunan yang berparalel begitu ya Pak ya.
08:54Apakah masyarakat lokal juga akan dilibatkan
08:57atau mendapatkan manfaat langsung dari proyek ini Pak?
08:59Oh ya tentunya ketika, jadi Pelabuhan Tanjung Api-Api ini
09:06akan menjadi prime mover bagi pertumbuhan ekonomi Sumatera Selatan.
09:11Ketika pelabuhan jadi dan hilirisasi juga terpacu
09:15untuk pembangunan di sana, maka akan membangkitkan
09:20pertumbuhan ekonomi dan tentu butuh tenaga kerja.
09:24Dan disitulah kesempatan kita untuk berperan
09:30mengingkatkan tenaga kerja lokal untuk dapat bekerja
09:34di kawasan industri.
09:38Oke, baik. Apa harapan pemerintah Pak terhadap
09:41keberadaan pelabuhan Tanjung Carat ini
09:44dalam jangka waktu yang panjang begitu Pak?
09:47Ya tentunya pembangunan pelabuhan ini ada yang intermediate
09:52ada juga yang ultimate.
09:54Tahap intermediate mungkin bisa dibangun dalam waktu cepat
09:59itu dua trestle untuk curah kering dan multi-purpose
10:03dan tahap ultimate nanti akan terbangun tiga trestle
10:09yang tentunya ketika pelabuhan ini sudah ready
10:13maka kita berharap ini akan memicu hilirisasi
10:20sehingga pelabuhan ini akan dapat menambah
10:26pemaksukan bagi keuangan negara maupun keuangan dari pemerintah daerah.
10:32Baik, ini pembangunan untuk pelabuhan Tanjung Carat ini
10:35akan dilaksanakan pada kuartal 4 begitu ya Pak?
10:372026 dan kita berharap ini bisa meningkatkan perekonomian nasional
10:42dan juga khususnya di Sumatera Selatan.
10:43Terima kasih Bapak Basyarudin sudah bergebung bersama KMNKOPAS TV.
10:47Sama-sama, sama-sama.
Komentar