Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
BANYUASIN, KOMPAS.TV - Pemerintah memilih skema creative financing untuk pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat di Banyuasin, Sumatera Selatan.

Proyek strategis nasional yang memasuki tahap peluncuran ini tidak menggunakan APBN maupun APBD, melainkan mengandalkan kolaborasi pembiayaan multipihak.

Model pendanaan ini menjadi terobosan untuk menjaga keberlanjutan pembangunan di tengah keterbatasan fiskal.

Pemerintah mendorong pembangunan tidak berhenti pada seremoni, tetapi berlanjut hingga tuntas dan beroperasi penuh sesuai target tahapan.

Peluncuran pembangunan menandai dimulainya tahap ke-11 dari total 15 fase pembangunan.

Skema pembiayaan melibatkan sinergi BUMN, BUMD dan sektor swasta dengan pembagian peran dan risiko yang lebih proporsional.

Pemerintah bertindak sebagai regulator dan fasilitator, sementara kebutuhan investasi ditopang mitra usaha.

Pelabuhan Tanjung Carat ditargetkan mulai dibangun pada kuartal IV 2026 dengan nilai investasi sekitar 1,2 miliar dolar AS.

Kawasan seluas 230 hektare ini dirancang sebagai pusat logistik terpadu berbasis multimoda yang diharapkan memperkuat konektivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi Sumatera Selatan, dengan target operasional pada 2028 atau 2029.

Kita kupas perkembangan pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat bersama Basyaruddin Akhmad, Asisten Dua Bidang Ekonomi Keuangan dan Pembangunan Setda Sumatera Selatan.

Baca Juga Penampakan 3 Kapal Perang Rusia Tiba di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta | JMP di https://www.kompas.tv/regional/660531/penampakan-3-kapal-perang-rusia-tiba-di-pelabuhan-tanjung-priok-jakarta-jmp

#tanjungcarat #banyuasin #bumn

_

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/662381/pelabuhan-tanjung-carat-dibangun-dengan-skema-creative-financing-kolaborasi-bumn-bumd-dan-swasta
Transkrip
00:00Saudara pemerintah mulai pembangunan pelabuhan Tanjung Carat di Banyu Asin, Sumatera Selatan
00:06lewat skema pembiayaan kreatif berbasis kolaborasi multi pihak.
00:10Langkah ini menjadi strategi persiopatan proyek strategis nasional
00:13tanpa membebani APBN dan APBD sekaligus mendorong kreativitas
00:17dan juga konektivitas dan pertumbuhan ekonomi daerah.
00:23Pemerintah memilih skema kreatif financing
00:25untuk pembangunan pelabuhan Tanjung Carat di Banyu Asin, Sumatera Selatan.
00:30Proyek strategis nasional yang memasuki tahap peluncuran ini
00:33tidak menggunakan APBN maupun APBD
00:35melainkan mengendalkan kolaborasi pembiayaan multi pihak.
00:39Model pendanaan ini menjadi terobosan untuk menjaga keberlanjutan pembangunan
00:43di tengah keterbatasan fiskal.
00:45Pemerintah mendorong pembangunan tidak berhenti pada seremoni
00:48tetapi berlanjut hingga tuntas dan beroperasi penuh sesuai target tahapan.
00:52Dan ini merupakan sebuah proyek yang tidak melibatkan APBN maupun APBD.
00:59Ini adalah proyek kreatif financing
01:02di mana melibatkan BUMN, BUMD dan juga swasta.
01:06Tadi teman-teman sudah menyaksikan ada semacam komitmen bersama
01:10dari seluruh pelaku usaha, seluruh stakeholder
01:14yang berkaitan dengan pembangunan pelabuhan.
01:17Ini Upalembang tanggung syarat dengan harapan bahwa ini bisa mengekskalasi
01:21pembangunan pelabuhan ini dan bisa selesai tepat waktu, minimal tepat waktu.
01:26Harapannya bisa dipercepat oleh Gubernur.
01:29Peluncuran pembangunan menandai dimulainya tahap ke-11
01:32dari total 15 fase pembangunan.
01:35Skema pembiayaan melibatkan sinergi BUMN, BUMD dan sektor swasta
01:39dengan pembagian peran dan resiko yang lebih proporsional.
01:42Pemerintah bertindak sebagai regulator dan fasilitator
01:45sementara kebutuhan investasi ditopang mitra usaha.
02:10Pelabuhan Tanjung Carat ditargetkan mulai dibangun pada kuartal 4-2026
02:16dengan nilai investasi sekitar 1,2 miliar dolar Amerika Serikat.
02:20Kawasan seluas 230 hektare ini dirancang sebagai pusat logistik terpadu
02:25berbasis multimoda yang diharapkan memperkuat konektivitas
02:29dan mendorong pertumbuhan ekonomi Sumatera Selatan
02:31dengan target operasional pada 2028 atau 2029.
02:37Tim Liputan, Kompas TV, Palembang, Sumatera Selatan.
02:43Saudara, kita kupas perkembangan pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat
02:47bersama Basyarudin Ahmad, asisten 2 Bidai Ekonomi Keuangan
02:50dan Pembangunan Setda Sumatera Selatan.
02:53Selamat pagi Pak Basyarudin.
02:56Bapak, apa alasan pemerintah ini menggunakan pembiayaan kreatif ini Pak
03:00untuk pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat ini?
03:03Ya, tentunya perjalanan pelabuhan ini sudah begitu panjang ya.
03:11Begitu panjang dari beberapa gubernur.
03:14Kita hitung-hitung bisa 8 gubernur
03:17dengan studi-studi yang banyak sudah dilakukan
03:21baik itu oleh Bechtel, oleh Louis Borger
03:25dan juga oleh Pelindo sendiri
03:27dan terakhir oleh kolaborasi antara pemerintah dan swasta.
03:32Tentunya dengan keterbatasan fiskal pemerintah
03:37baik pusat maupun di daerah
03:39kita mencoba untuk mencari alternatif
03:42pembiayaan yang bisa dilakukan
03:45agar pembangunan ini tetap berjalan.
03:48Oleh karena itu kita membeli kreatif finance
03:52dan tentunya kreatif finance ini banyak
03:55kalau kita lebih mengenalnya dengan KPBU
03:58atau Public Private Partnership
04:01mulai dari BOT, BOO, DBOFM dan banyak lagi.
04:06Dan pada pembangunan ini
04:10kami coba meng-exercise lama
04:13dan sangat ketat sekali bersama Kementerian Perhubungan
04:18dan terpilihlah pola kerjasama yaitu
04:21kerjasama pemanfaatan BMN
04:25atau aset BMN yang kita sebutkan KSP BMN
04:29di mana pemerintah memiliki tanah
04:32kemudian untuk pembiayaan
04:34dan pembangunan itu oleh pihak badan usaha.
04:40Oke Bapak, ini kan banyak pihak-pihak yang terlibat
04:42begitu ya Pak ya, ada dari pemerintah, BUMN dan juga BUMD.
04:46Bagaimana kolaborasi dan juga pembagian perannya Pak
04:48antara pemerintah, BUMN, BUMD dan juga pihak swasta
04:51dalam pembangunan ini Pak?
04:52Sekarang kita memasuki fase ke-13 kalau nggak salah ya
04:58atau ke-12, fase pembentukan joint venture GV
05:03yaitu konsorsium antara PT Pelindo, BUMN
05:08kemudian PT Samudera Pasai, itu swasta
05:12dan daerah sendiri melalui BUMD Sumatera Selatan Energi Gemilang.
05:18Tentunya disini akan dibahas ya peran masing-masing
05:21mulai dari pembiayaan dan pembangunan.
05:24Sekarang dalam tahap pembahasan
05:26bisa saja nanti pembahasan pertama adalah
05:30persentase dari saham masing-masing badan usaha
05:35yang akan ditentukan dalam eksersis kita.
05:39Kemudian bisa saja Pelindo 51%,
05:43kemudian Samudera Pasainya 31%
05:46dan Sumatera Selatan Energi Gemilangnya 19%.
05:50Itu nanti ditentukan dalam rapat pembentukan GV nanti.
05:56Baik, ada pembagian begitu ya Pak ya untuk setiap pihaknya.
05:58Lalu bagaimana dampak pelabuhan Tanjung Carat ini Pak
06:01terhadap kondektivitas dan juga ekonomi
06:03di Sumatera Selatan nantinya Pak?
06:06Ya, kita lihat sendiri saat ini
06:08begitu banyaknya komoditas dari Sumatera Selatan
06:13yang membutuhkan outlet besar
06:16yang saat ini sangat-sangat terkendala
06:19bahkan bisa memanfaatkan outlet dari provinsi lain.
06:24Nah, kondisi saat ini kita lihat sendiri
06:28kedalaman Sungai Musi untuk dilalui kapal-kapal besar itu
06:31sudah tidak memungkinkan lagi
06:34karena draftnya sekitar 5 sampai 6 meter
06:37sehingga kapal-kapal besar yang akan masuk ke Palembang
06:42atau pelabuhan bom baru itu
06:43harus menunggu selama 6 jam
06:46ketika pasang naik baru bisa masuk
06:49dan harus dilakukan transfer ke kapal-kapal kecil.
06:53Tentunya ini tidak efisien
06:55dan memakan kos yang sangat besar.
06:57Oleh karena itu, dengan adanya pelabuhan Tanjung Carat ini
07:03ini akan menjadi pusat pertumbuhan baru
07:06yang akan memicu dan memacu hilirisasi
07:09dan juga magnet bagi para investor
07:12dengan terintegrasi dengan konektivitas
07:16antara jalan tol, jalan kereta api
07:18dan juga jalan nasional yang sudah sebagian ada eksistingnya.
07:24Oke, Bapak kalau kita berbicara mengenai tantangan
07:27begitu ya Pak, apa tantangan ini
07:29agar proyek ini selesai tepat waktu
07:31dan juga berkelanjutan hingga 2028, hingga 2029 nanti Pak?
07:36Ya tentunya yang pertama tantangan besar kita adalah
07:40nanti terkait pembiayaan dan financial closing ya.
07:46Nah ini tentu kita harus dapat memastikan
07:50bahwa proyek ini benar-benar bankable
07:53dan dapat menarik para investor.
07:56Yang kedua, yang tantangan besar kita adalah
08:00agar seluruh pembangunan transportasi
08:05dan jaringan transportasi ini terintegrasi
08:09dan dibangun secara paralel.
08:11Karena ini kita akan membangun jalan tol
08:14yang terkoneksi dengan jalan tol
08:18Palembang Betung dan juga Palembang Muara Enim
08:22dan langsung konek ke Pelabuhan Tanjung Carat.
08:27Kemudian juga kita sedang merencanakan
08:31pembangunan jalan kereta api
08:35yang tentunya ini harus bisa dilakukan secara paralel.
08:39Karena ini kalau pelabuhannya ada, jalan tolnya nggak ada
08:44ini mengakibatkan pelabuhan tidak optimal jadinya.
08:50Baik, ada pembangunan yang berparalel begitu ya Pak ya.
08:54Apakah masyarakat lokal juga akan dilibatkan
08:57atau mendapatkan manfaat langsung dari proyek ini Pak?
08:59Oh ya tentunya ketika, jadi Pelabuhan Tanjung Api-Api ini
09:06akan menjadi prime mover bagi pertumbuhan ekonomi Sumatera Selatan.
09:11Ketika pelabuhan jadi dan hilirisasi juga terpacu
09:15untuk pembangunan di sana, maka akan membangkitkan
09:20pertumbuhan ekonomi dan tentu butuh tenaga kerja.
09:24Dan disitulah kesempatan kita untuk berperan
09:30mengingkatkan tenaga kerja lokal untuk dapat bekerja
09:34di kawasan industri.
09:38Oke, baik. Apa harapan pemerintah Pak terhadap
09:41keberadaan pelabuhan Tanjung Carat ini
09:44dalam jangka waktu yang panjang begitu Pak?
09:47Ya tentunya pembangunan pelabuhan ini ada yang intermediate
09:52ada juga yang ultimate.
09:54Tahap intermediate mungkin bisa dibangun dalam waktu cepat
09:59itu dua trestle untuk curah kering dan multi-purpose
10:03dan tahap ultimate nanti akan terbangun tiga trestle
10:09yang tentunya ketika pelabuhan ini sudah ready
10:13maka kita berharap ini akan memicu hilirisasi
10:20sehingga pelabuhan ini akan dapat menambah
10:26pemaksukan bagi keuangan negara maupun keuangan dari pemerintah daerah.
10:32Baik, ini pembangunan untuk pelabuhan Tanjung Carat ini
10:35akan dilaksanakan pada kuartal 4 begitu ya Pak?
10:372026 dan kita berharap ini bisa meningkatkan perekonomian nasional
10:42dan juga khususnya di Sumatera Selatan.
10:43Terima kasih Bapak Basyarudin sudah bergebung bersama KMNKOPAS TV.
10:47Sama-sama, sama-sama.
Komentar

Dianjurkan