Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim kemenangan militer melawan Iran dan meremehkan pentingnya negosiasi gencatan senjata yang sedang berlangsung.

Militer AS juga bersiap untuk operasi pembersihan ranjau di Selat Hormuz yang biasanya dilalui 20 persen minyak dunia itu.

Sementara media pemerintah Iran sebelumnya mengatakan, telah memaksa sebuah kapal militer AS yang mencoba menyeberangi Selat Hormuz untuk mundur.

Sebelumnya, delegasi Iran yang dipimpin Ketua Parlemen, Mohammad Qalibaf tiba di Islamabad, Pakistan dan disambut langsung Perdana Menteri, Shehbaz Sharif.

Di waktu yang sama, Sharif juga menerima Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance bersama utusan khusus, Steve Witkoff, serta penasihat, Jared Kushner.

Pertemuan berlangsung hangat dengan fokus pada upaya mencari solusi damai di kawasan.

Baca Juga Negosiasi Selama 21 Jam Buntu, Wapres AS Sebut Iran Tolak Syarat Hentikan Program Nuklir di https://www.kompas.tv/internasional/662405/negosiasi-selama-21-jam-buntu-wapres-as-sebut-iran-tolak-syarat-hentikan-program-nuklir

#trump #amerika #iran

_

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!


Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/662406/tak-pusingkan-hasil-negosiasi-trump-klaim-menang-lawan-iran-dan-siapkan-operasi-di-selat-hormuz
Transkrip
00:00Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim kemenangan militer melawan Iran
00:04dan memeremehkan pentingnya negosiasi gencatan senjata yang berlangsung.
00:08Militer Amerika Serikat juga bersiap untuk operasi pembersihan ranjau di Selat Hormuz
00:13yang biasanya dilalui 20% minyak dunia itu.
00:16Sementara media pemerintah Iran sebelumnya mengatakan
00:20telah memaksa sebuah kapal militer Amerika Serikat
00:22yang mencoba menyeberangi Selat Hormuz untuk mundur.
00:30Terima kasih telah menonton sebuah kapal militer kita.
00:42Kita akan mencoba selanjutkan.
00:43Jadi kita akan melihat apa yang terjadi.
00:44Jangan lakukan, selanjutkan kita akan melihat apa yang terjadi.
00:44Anda mungkin akan menangkori mereka.
00:46Menurut kita akan menangkori.
00:50Dia akan menjadi rekerja.
00:50Cepat orang lain yang akan menjadi seni.
00:54Bahia memiliki sebuah kapal dan kebem Grup Terhadap Mereka.
00:58dan kita memasaknya dengan minyak, gas, dan segala-galanya.
01:02Ini sangat cantik untuk melihat.
01:05Mereka mungkin memiliki beberapa minyak di dalam air.
01:07Kita ada minyak-minyak di luar sana.
01:09Kita menyebutkan ini secara langsung.
01:11Selain itu, kita menegosi.
01:13Jika kita membuat perusahaan atau tidak,
01:16tidak membuat perusahaan bagi saya.
01:17Sebabannya adalah karena kita menang.
01:21Jika Anda mendengarkan berita yang benar atau tidak.
01:25Sebelumnya, delegasi Iran yang dipimpin Ketua Parlemen,
01:28Muhammad Khalibaf, tiba di Islamabad, Pakistan
01:31dan disambut langsung Perdana Menteri Syekhba Syarif.
01:35Di waktu yang sama, Syarif juga menerima
01:37Wakil Presiden Amerika Serikat J-Defense
01:40bersama utusan khusus Steve Witkoff
01:43serta penasihat Jared Kushner.
01:45Pertemuan berlangsung hangat
01:47dengan fokus pada upaya mencari solusi damai di kawasan.
Komentar

Dianjurkan