Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Pengamat Timur Tengah dari Universitas Padjadjaran, Dina Sulaeman menilai gencatan senjata yang disetujui Amerika Serikat bukan tanpa sebab.

Saat ini Amerika Serikat dalam posisi tertekan. Hal itu terlihat dari banyak pasukan AS yang dievakuasi akibat serangan ke pangkalan militer, hingga tekanan ekonomi yang berat.

Berikut cuplikan wawancara dari program Sapa Indonesia Pagi.

Baca Juga Tak Pusingkan Hasil Negosiasi, Trump Klaim Menang Lawan Iran dan Siapkan Operasi di Selat Hormuz di https://www.kompas.tv/internasional/662406/tak-pusingkan-hasil-negosiasi-trump-klaim-menang-lawan-iran-dan-siapkan-operasi-di-selat-hormuz

#trump #amerika #iran

_

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!


Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/662407/negosiasi-as-iran-pengamat-timur-tengah-ungkap-as-dalam-posisi-terjepit-kompas-siang
Transkrip
00:00Pengamal Timur Tengah dari Universitas Pajajaran Dina Sulaiman menilai
00:04gencatan senjata yang disetujui Amerika Serikat bukan tanpa sebab.
00:08Saat ini Amerika Serikat dalam posisi tertekan.
00:11Hal itu terlihat dari banyak pasukan Amerika Serikat yang dievakuasi
00:14akibat serangan ke pangkalan militer hingga tekanan ekonomi yang berat.
00:18Berikut cuplikan wawancara dari program Sapa Indonesia Pagi.
00:22Ini 13 pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan itu sudah rusak
00:28baik keseluruhan maupun rusak sebagian
00:31itu menunjukkan bahwa memang kekuatan Amerika Serikat sangat melemah saat ini
00:36dan kemudian juga pasukannya itu sudah banyak yang dievakuasi
00:39karena pangkalan militernya yang hancur itu.
00:42Dan kemudian tekanan ekonomi yang sangat berat
00:45dan sebenarnya kenapa kok Trump betul-betul memaksa berkali-kali
00:49ada gencatan senjata karena memang pihak Trump, pihak Amerika Serikat yang terjepit ya.
00:54Kalau tidak terjepit, nggak mungkin pihak Amerika menawarkan gencatan senjata.
01:00Dia akan terus menyerang.
01:00Tapi karena memang situasinya berat buat Amerika
01:04ya akhirnya Amerika yang kemudian berkali-kali menawarkan gencatan senjata
01:10meskipun kemudian berbalik lagi gitu ya.
01:13Jadi memang tidak bisa dipercaya.
01:15Sehingga kalau saya pikir posisinya buat Iran itu lebih ke menunggu ya.
01:21Ini seperti apa etikat baik dari Amerika Serikat?
01:25Betul-betul mau memenuhi yang diminta oleh Iran dan itu dilaksanakan?
01:30Atau ya perang berlanjut?
01:33Karena itulah sejak awal kan pernyataan dari Iran adalah
01:36tangan kami tetap di pelatuk.
01:39Artinya mereka siaga terus ya.
01:41Kalau sewaktu-waktu diserang lagi ya mereka sudah siap untuk kembali menyerang.
01:45Tapi juga Amerika Serikat juga punya pertimbangan besar juga terkait masalah ekonomi ini.
01:52Karena meskipun Trump sesumbar mengatakan kita kan nggak butuh selat hormus.
01:56Tapi kan sekutu-sekutunya sangat butuh selat hormus.
02:00Dan Trump nggak bisa mengatakan tidak membutuhkan sekutunya.
02:05Sangat butuh.
02:05Karena misalnya Uni Emirat Arab itu dan negara-negara teluk yang lain itu
02:11menginvestasikan uang, dolar, hasil penjualan minyaknya itu
02:15dalam jumlah yang sangat besar ke Amerika Serikat.
02:17Sehingga kalau mereka ada kesulitan ekonomi Amerika Serikat juga akan kena.
02:21Artinya memang ini bolanya sebenarnya ada di Amerika Serikat.
02:26Apakah mau bersikap baik, mau menunjukkan bahwa Amerika ini memang betul-betul negara
02:34yang bisa dipercaya dalam perundingan atau kembali merusak citra dirinya sendiri.
02:41Dan Iran saya pikir selalu siaga ya untuk terus mempertahankan kedaulatannya.
Komentar

Dianjurkan