00:00Seorang warga negara Indonesia yang berada di pinggiran kota Beirut, Lebanon menyebut
00:04dalam kondisi aman, dalam situasi ketegangan antara Hezbollah dan Israel.
00:09Irfan Avendi menyebut tidak banyak WNI di pusat kota Beirut dan Lebanon selatan yang menjadi sasaran
00:15dan seluruhnya terjangkau komunikasi pihak KBRI.
00:19Berikut tuan cara bersama jurnalis Kompas TV, Rahmat Ibrahim di program Kompas Malam.
00:25Mas Irfan, jadi bagaimana saat ini kondisi di Lebanon?
00:31Untuk kondisi di Lebanon sendiri ya misalnya secara umum saya bisa katakan mungkin 70 persen ya aman.
00:38Masih bisa dihuni.
00:39Karena kan tidak semua daerah yang dihuni oleh masyarakat Lebanon dan WNI kita semuanya diserang.
00:47Contohnya misalnya itu yang diserang di Beirut atau di Beirut Selatan.
00:51Kemudian yang kemarin di hari Rabu kemarin itu diserang di daerah di pusat kota Beirutnya dan di Lebanon Selatan.
00:58Jadi yang sebenarnya untuk daerah apa konflik ini ya terfokus di beberapa daerah saja.
01:04Yang katanya diklaim sebagai tempatnya, Bismillah, seperti itu.
01:09Kalau untuk WNI sendiri yang saya tahu kemarin yang ada di Lebanon Selatan di daerah Enabatiyeh yang kemarin ini baru
01:17diserang yang di kantor itu government.
01:19Ada mungkin 1-2 WNI yang dievakuasi yang masuk ke shelter KBRI.
01:25Menurut apa info yang saya terima.
01:26Tapi kalau untuk di Beirut sendiri, di pusat kota Beirutnya itu bisa dihitung dengan jari mungkin cuma ada 1-2
01:31orang yang masih tinggal di sana.
01:33Ya kalau untuk was-was itu pasti ya.
01:36Karena biasanya memang seperti yang tadi Mas bilang bahwa Israel biasanya sebelum mereka menyerang, mereka akan memberitahu dulu daerah mana
01:45yang akan diserang.
01:46Tapi misalnya Mas ya, dari 10 serangan itu tidak selalu 10-10nya akan dikasih tahu di mana yang mau diserang.
01:53Biasanya cuma 8 kayak gitu, yang 2-nya tiba-tiba nyerang.
01:57Cuma yang kemarin hari Rabu itu, tiba-tiba dia langsung menyerang secara membabi buta.
Komentar