Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Di tengah stigma bahwa pencarian pasangan identik dengan usia muda, sebuah acara unik bernama “Golek Garwo” digelar di Bantul pada 4 hingga 5 April. Acara ini menjadi ruang pertemuan bagi pria dan wanita hingga usia 60 tahun yang masih mencari pasangan hidup.

Lebih dari sekadar ajang perjodohan, Golek Garwo menghadirkan kisah-kisah personal penuh harapan, kegagalan, dan keberanian untuk membuka hati kembali. Para peserta datang dengan latar belakang berbeda ada yang belum pernah menikah, ada pula yang pernah gagal dalam hubungan dan ingin memulai ulang.

Melalui liputan ini, penonton diajak melihat sisi humanis dari pencarian cinta di usia dewasa, sekaligus memahami bagaimana budaya lokal dan kebutuhan emosional bertemu dalam satu ruang yang hangat, jujur, dan penuh harapan.

Creative/Video Editor: Najwa/Zahwa/Leo

#GolekGarwo #Yogyakarta #Jodoh

==================================

Homepage: https://www.suara.com
Facebook Fan Page: https://www.facebook.com/suaradotcom
Instagram: https://www.instagram.com/suaradotcom/
Twitter: https://twitter.com/suaradotcom

Transkrip
00:03Intro
00:06Saat banyak orang berpikir bahwa cinta punya batasan,
00:11hadir sebuah ruang yang menantang anggapan itu.
00:14Selama dua hari, puluhan pria dan wanita dengan usia maksimal 60 tahun berkumpul.
00:20Dan ini bukan sekedar acara biasa.
00:23Mereka datang dengan tujuan yang sama, mencari pasangan.
00:27Halo Sobat Suara, sekarang saya berada di Bantu Yogyakarta dalam satu acara yang cukup unik namanya Golek Garwo.
00:36Nah kalau Sobat Suara gak tau, itu berarti mencari pasangan dalam bahasa Jawa.
00:41Dalam acara ini, para peserta dari berbagai latar belakang berkumpul dan memiliki satu kesahapan yang sama,
00:47yang ini memiliki harapan terhadap cinta.
00:50Pengen tau kayak gimana prosesnya dan seperti apa rangkaian acaranya? Yuk ikuti saya.
00:54Golek Garwo yang dilaksanakan oleh Panitia Golek Garwo dan Nikah Bareng,
01:00kali ini berkolaborasi dengan STTKD Yogyakarta sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.
01:06Terbuka untuk umum dan nasional, digelar selama dua hari.
01:11Acara ini dimulai dari jam 9 pagi hingga jam 1 siang waktu Indonesia Barat.
01:16Asal mulanya adalah pengalaman pribadi, saya juga sebenarnya tidak jelek-jelek banget,
01:21tapi saya merasakan betapa sulitnya mencari jodoh.
01:25Peserta diawali dengan mereka pendaftaran online, tidak online mereka juga on the spot.
01:29Yang jelas mereka mencantumkan statusnya jelas, single-single jelas,
01:33ataupun kalau dia sudah cerai juga jelas, cerainya hidup atau mati,
01:38dan harus ada buktinya aktenya seperti itu.
01:40Mereka kalau dinyatakan komplit, mereka memakai tanda ID, kemudian baru masuk ke tempat acaranya.
01:46Untuk pendaftarannya, untuk kali ini, Alhamdulillah sudah mencapai 500-an untuk hari Sabtu kehadiran.
01:52Kemudian di hari Minggunya juga sama, sekitar 500-an.
01:55Jadi kemungkinan bisa sampai seribuan di dua hari ini.
01:57Sarannya mengirikan identitas, yang online, kemudian foto diri, seperti itu.
02:02Kemudian membuat surat pernyataan, yang intinya pernyataan itu bahwa
02:06mereka mencintai ini hanya untuk ajang pencarian jodoh, bukan yang lain, dan serius seperti itu.
02:10Ini Alhamdulillah kita sudah hampir menikahkan dan menjodohkan kurang lebih 19 ribu pasangan.
02:16Dan ini kerja tiap bulan.
02:17Kira-kira Sobat Suara terpikirkan nggak sih?
02:20Kenapa acara Golegaro kali ini dilaksanakan bersama pihak Sekolah Tinggi Teknologi Kerdugantaraan?
02:28Ada penjelasannya lho.
02:30TKD itu kan menyelenggarakan tiga dharma ya, pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.
02:35Nah ini sebagai salah satu pengabdian masyarakat kami pada seluruh masyarakat Indonesia
02:40yang dimana kami ingin memfasilitasi para jumlahan dan jumlah wati
02:44agar nantinya bisa mendapatkan pasangan yang terbaik.
02:48Pesawat itu adalah sebuah alat transportasi yang memang didesain zero error tolerance.
02:55Harapannya pernikahan mereka nanti juga bisa langgeng seperti halnya penerbangan pesawat
03:00yang perlu ada koordinasi antara pilot dan juga co-pilot, antara suami dan juga istri.
03:07Untuk rangkaian kegiatan dimulai dari doa bersama,
03:11lalu akan ada pembukaan dari pihak Golegaro dan pihak STTKD.
03:16Barulah masuk ke sesi utama berupa perkenalan seluruh peserta dan sesi tanya jawab.
03:32Aku ini taunya awalnya dari mas abang.
03:37Jadi abang pernah ikut ini, terus diajak juga aku ikut ini.
03:41Kayaknya sih ada sih satu.
03:44Yang bisa bahasa Inggris pokoknya.
03:46Yang saya harapkan itu ya mendapatkan istri.
03:50Jadi memang tujuan saya, misalkan nanti ada yang cocok untuk ingin cari istri,
03:57untuk teman hidup untuk selamanya.
03:59Mungkin dari sekian banyak peserta, nanti ada satu yang mungkin saya agak mulai tertarik.
04:05Nanti seandainya itu cocok, nanti bisa dilanjutkan.
04:11Bagi sebagian orang, mencari pasangan di usia dewasa bukan perkara mudah.
04:16Ada pengalaman masa lalu, ada juga rasa takut untuk memulai kembali.
04:21Namun di balik itu semua, ada keberanian yang seringkali tak terlihat.
04:26Yakni keberanian untuk membuka hati.
04:29Dari berbagai cara modern mencari pasangan, mulai dari menggunakan aplikasi ataupun blinded,
04:35acara seperti ini justru melakukan pendekatan yang sederhana dan juga lebih hangat.
04:40Hanya dengan tatap neka dan percakapan simpel, namun memiliki dampak yang lebih mendalam.
04:45Nah sobat-sobat mau ikutan gak?
04:46Kalau misalkan kalian mau ikutan, kalian bisa coba bulan depan,
04:49karena acara ini selalu ada tiap bulannya.
04:52Kalian tinggal pantengin aja Instagram mereka, golekgarwo.
04:55Kalau begitu, saya Elisa Wasyahira dari Bantul Yogyakarta, pamit undur diri.
05:00Dadah!
05:05Dadah!
Komentar

Dianjurkan