00:00Gubernur Jawa Tengah Ahmad Lutfi meninjau pelaksanaan vaksinasi campak di Puskosmas Kelaten, Tengah Kelaten.
00:07Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah mencatat ada 5 kabupaten suspek campak.
00:21Kelima kabupaten itu, antara lain Cilacap, Demak, Kudus, Karanganyar, dan Kelaten.
00:27Kabupaten Kudus menjadi daerah dengan temuan tertinggi mencapai 501 kasus,
00:34di Susul Brebes 202 kasus, Cilacap 119 kasus, Pati 72 kasus.
00:41Dinas Kesehatan Kabupaten Kelaten mencatat ada 6 kasus campak yang tersebar di beberapa kecamatan.
00:47Untuk vaksinasi campak di wilayah Kelaten sendiri, sudah mencapai 90 persen.
00:52Gubernur Jawa Tengah Ahmad Lutfi mengimbau kepada warga yang mempunyai anak usia 9 bulan hingga 59 bulan
01:00untuk melakukan vaksinasi campak di Puskosmas.
01:07Berapa daerah Kabupaten Kota sudah kita lakukan deteksi dini,
01:11dari mulai Cilacap yang paling banyak, kemudian Kudus,
01:15kemudian antaranya Kelaten juga masuk.
01:17Ini kita lakukan dari Dinas Provinsi Kabupaten Kota setelah serentak,
01:21agar tidak terjadi, bukan wabah ya,
01:24artinya campak ini akan menjadi perutah utama agar betul-betul masyarakat sehat.
01:31Maka dari itu, sehari ini kita pastikan,
01:33hari ini sudah mendekati 90 persen target yang divaksin.
01:37Dan pesan saya satu, ya,
01:39segera masyarakat kita yang punya anak lengkapi dengan vaksin.
01:46Situasi ini dipicu oleh beberapa kasus yang ditemukan di WLK Kabupaten Baden.
01:52Saat itu ada dua kasus di Kecamatan Perambanan,
01:56satu kasus di Wonosari, satu kasus di Jelangu.
02:00Sampai hari ini sudah ada terambah lagi kasus yang terjadi di Petan dan di Jatinok.
02:06Total berapa?
02:076.
02:10Dan untuk mengetahui bagaimana penanganan kasus campak di Provinsi Jawa Tengah,
02:14sudah ada jurnalis Kompas TV, Gessy Lutvia dan jurukamera Deddy Setio.
02:18Gessy, selamat pagi.
02:20Seperti apa penanganan kasus campak di Jawa Tengah?
02:23Kemudian total ada berapa kasus campak yang terjadi di Jawa Tengah hingga saat ini?
02:27Ya, selamat pagi, Oksada Juga Saudara.
02:30Kalau terhitung sejak Januari hingga April 2026 ini,
02:35terdapat atau tercatat 2.188 jasus campak yang terjadi di seluruh daerah di Provinsi Jawa Tengah.
02:43Dan ini juga saat ini masih menjadi perhatian khusus
02:46di mana ada lima daerah kabupaten-kota yang mengalami kasus campak ini cukup tinggi
02:53begitu di akhir-akhir ini.
02:54Di mana yang pertama ini ada daerah kudus, sebanyak 501 kasus tercatat.
02:58Kemudian ada Brebes, terdapat 202 kasus.
03:02Ada di Cilacap ada 119 kasus, di Pati 72 kasus, dan juga di Klaten ada 54 kasus campak.
03:10Ini juga masih menjadi perhatian di mana kelima daerah ini saat ini masih dipantau
03:14dan dilakukan deteksi dini juga mengantisipasi penularan campak
03:19yang memang penularan campak ini cukup mudah begitu,
03:22hanya melalui udara ataupun sentuhan.
03:24Dan yang masih menjadi perhatian ini adalah balita,
03:27khususnya dari umur 9 bulan hingga umur 59 bulan yang harus mendapatkan vaksinasi.
03:32Salah satu tindakan yang dilakukan oleh Provinsi Jawa Tengah adalah
03:36pada beberapa waktu lalu Gubernur Ahmad Lutfi ini melakukan pantauan
03:41di Kabupaten Klaten terhadap imunisasi vaksin campak di salah satu puskesmas
03:48dan menekankan akan ada sekitar 53 ribu vaksin yang akan disebarluaskan begitu ya.
03:56Dan sasarannya ini adalah anak-anak balita, satu sampai dengan tiga tahun.
04:02Selain itu juga Provinsi Jawa Tengah ini akan melakukan atau mengorientasikan
04:09vaksinasi campak ini pada beberapa program unggulan.
04:13Salah satunya ini ada melalui spelling atau dokter spesialisasi
04:18spesialis keliling dan juga melalui program cek kesehatan gratis
04:22yang sudah menyasar daerah-daerah tertentu dan juga bisa diakses secara gratis di puskesmas.
04:28Selain itu juga tentunya himbawan diberikan kepada masyarakat,
04:31khususnya orang tua begitu ya, agar tetap menjaga kualitas makanan dari anak.
04:36Karena beberapa faktor yang menyebabkan campak ini mudah tertural
04:40adalah kondisi dari anak ini yang tidak cukup sehat begitu ya
04:45atau imunnya ini sedang rendah.
04:46Sehingga masyarakat diimbau untuk tetap memberikan makanan bergisi
05:16waspada begitu ya akan penularan campak terhadap anak-anak mereka yang cukup mudah
05:21hanya melalui sentuhan dan juga bisa melalui kontak langsung.
05:26Oke, kalau tadi dikatakan suspek campak ini sudah mencapai 2.148 kasus,
05:31tadi juga sudah dilakukan berbagai upaya dari Pemprov,
05:34lantas kalau dari pantauan Anda untuk, ini karena ini banyak tadi menyerang kebalita,
05:39orang tua mereka atau preventif warga, ini seperti apa upayanya GSI?
05:43Kemudian adakah sosialisasi yang dilakukan oleh Pemprov secara merata di sana?
05:49Ya, untuk saat ini sendiri, Okta, kalau kita berkaca dari beberapa waktu lalu
05:55di mana asap lusi atau gubernur jatang ini melakukan kunjungan begitu ya
05:58di salah satu daerah terdampak paling tinggi ini,
06:01sosialisasi tentunya dilakukan oleh sihat kesehatan begitu di beberapa lokasi
06:06karena ini juga masih menjadi perhatian begitu.
06:08Dan hal-hal yang ditekankan ini tentunya kalau dari sihat kesehatan ini adalah
06:13untuk tetap menjaga kebersihan, kemudian untuk menghindari kontak langsung
06:18dengan beberapa orang yang tidak dikenal.
06:22Begitu biasanya ini kalau anak-anak kecil ini gampang disentuh
06:25ataupun diajak oleh orang asing begitu ya.
06:27Dan ini dinilai merupakan salah satu peluang tertular campak.
06:32Dan ini juga harus diantisipasi.
06:33Kemudian juga untuk mengantisipasinya adalah dengan memberikan makanan bergisi tinggi
06:38agar imun anak ini juga bisa tinggi.
06:41Mengingat campak ini sudah tertular pada anak-anak usia 1-3 tahun
06:46sehingga perhatian khusus ini diberikan kepada kualitas dari makanan
06:51dan juga tentunya vaksinasi terhadap campak ini dan deteksi dini
06:56di beberapa kota khususnya di kota kabupaten ini yang masih terdampak cukup tinggi
07:02seperti yang sudah disebutkan tadi, Opa.
07:04Ya, baik dari dinas kesehatan.
07:06Tidak hanya dari dinas kesehatan, tapi juga di masyarakat
07:08juga harus bisa menjaga kebersihan, menghindari kontak langsung
07:10karena penyakit ini mudah menular, terutama kepada anak-anak.
07:14Terima kasih.
07:15Jurnal S. Kompas TV, Gessy, Lutvia, dan Jurkamera Dedi Setio.
07:17Selamat berhubungan dengan rekan-rekan.
Komentar