Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Pemerintah mempertimbangkan potensi penurunan daya beli masyarakat di tengah gejolak perang di Timur Tengah sehingga memilih untuk tidak langsung menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM).

Ketua Dewan Komisioner LPS, Purbaya Yudhi Sadewa, menyatakan bahwa menaikkan harga BBM sama saja dengan memindahkan uang masyarakat ke pemerintah, namun berisiko memperlambat aktivitas ekonomi.

Sebelumnya, usai rapat di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, pemerintah memutuskan untuk tidak menaikkan harga BBM bersubsidi hingga akhir tahun 2026.

#purbaya #pemerintah #bbm

Baca Juga 65 Rumah Rusak Diterjang Puting Beliung di Semarang, Pemkot Salurkan Bantuan Perbaikan dan Sembako di https://www.kompas.tv/nasional/661788/65-rumah-rusak-diterjang-puting-beliung-di-semarang-pemkot-salurkan-bantuan-perbaikan-dan-sembako



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/661789/pemerintah-tahan-harga-bbm-subsidi-hingga-akhir-2026-pertimbangkan-daya-beli-masyarakat
Transkrip
00:00Terima kasih telah menonton
00:30menaikkan harga BBM bersubsidi di tengah gejolak perang di Timur Tengah.
00:33Purbaya bilang menaikkan harga BBM sama saja dengan memindahkan uang rakyat ke pemerintah,
00:39namun bakal membuat aktivitas ekonomi melambat.
00:42Sebelumnya, usai rapat di Kemen Keperekonomian,
00:45pemerintah memutuskan tidak menaikkan harga BBM bersubsidi hingga akhir tahun 2026.
00:50Terima kasih telah menonton
01:20dan terganggu.
01:22Dan kedua, kalau dari usia ekonomi,
01:26itu kan tinggal memindahkan.
01:29Kalau saya naikin BBM-nya,
01:32uangnya kan menjadi punya saya.
01:35Tapi, paket kan harus bayar lebih,
01:38melambatkan ekonominya.
01:40Uang saya punya, saya akan belanjakan.
01:44Kalau saya sama jago-jaga dengan masyarakat membelajarkan uang,
01:47pertumbuhan nggak hilang.
01:50Tapi kan sekarang tanyanya,
01:52siapa yang lebih efisien mengelukaskan wang tadi?
01:57Masyarakat atau pemerintah?
02:00Mungkin dalam jangka pendek,
02:02lebih efisien masyarakat.
02:04Jadi, saya pikir itu salah satu perlindungan
02:07konsiderasi keputusan ekonominya.
02:10Terima kasih telah menonton!
Komentar

Dianjurkan