- 16 jam yang lalu
Amerika Serikat dan Iran menyepakati gencatan senjata. Negosiasi ini dibayangi proposal kedua negara yang bertentangan untuk mengakhiri perang. AS dan Iran sama
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:07Amerika Serikat dan Iran menyepakati penjataan senjata.
00:11Negosiasi ini dibayangi proposal kedua negara yang bertentangan untuk mengakhiri perang.
00:17AS dan Iran sama-sama mengklaim penundaan serangan ini sebagai kemenangan.
00:22Penjataan senjata yang diusulkan Pakistan ini disepakati hanya satu jam menjelang tengah serangan Amerika Serikat ke Iran.
00:28Sebelumnya Amerika Serikat mengancam akan menghancurkan Iran termasuk menyasar fasilitas sivil.
00:35Terah menulis, Pakistan meminta agar saya menunda penggunaan kekuatan dekstruktif yang akan dikirim malam ini ke Iran.
00:43Dan dengan syarat Iran menyetujui pembukaan penuh, segera dan aman atas platformus.
00:49Saya setuju untuk menangguhkan pengeboman dan serangan terhadap Iran selama periode dua minggu.
00:55Ini akan menjadi kejataan senjata dua arah.
00:58Tulis Ram di platform truk sosial miliknya.
01:03Kejatan senjata disambut gembira warga Iran.
01:06Warga Teheran sebelumnya berkumpul di fasilitas penting di Iran.
01:10Menjelang tengah waktu ultimatum dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump,
01:14pemerintah Iran meminta warganya berkumpul untuk membentuk rantai manusia di sejumlah jembatan guna mencegah serangan.
01:21Sementara dalam platform media sosial X, Menteri Luar Negeri Iran, Syed Abbas Arajci,
01:26menyampaikan apresiasinya antara lain terhadap Perdana Menteri Pakistan,
01:30Sehbah Sharif, atas upayanya untuk membantu mengakhiri perang di kawasan timur tengah.
01:36Menlo Iran menyebut untuk menanggapi permintaan Pem-Pakistan dan juga mempertimbangkan permintaan Amerika Serikat,
01:41maka negosiasi nantinya akan berdasarkan poin-poin yang sudah disampaikan sebelumnya.
01:47Abbas Arajci menuliskan, atas nama Dewan Kameran Nasional Tertinggi Iran,
01:51jika serangan terjadi terhadap Iran dihentikan,
01:54maka Angkatan Bersenjata Iran juga akan menghentikan operasi pertahanannya.
02:01Guncatan senjata terwujud usai Trump menyetujui 10 poin syarat dari Iran.
02:05Kami kutip dari akun media sosial Kedutaan Iran untuk Indonesia,
02:08dari 10 poin itu diantaranya komitmen prinsipil Amerika Serikat untuk tidak melakukan agresi,
02:14kelanjutan kontrol Iran atas platformus,
02:17pembayaran kompensasi kepada Iran,
02:18penarikan pasukan tempur Amerika Serikat dari kawasan,
02:21hingga penghentian perang di semua front termasuk terhadap perlawanan Islam di Lebanon.
02:33Dewan Kameran Nasional Tertinggi Iran menyatakan telah menerima gencatan senjata selama dua minggu ke depan.
02:38Iran akan bernegosiasi dengan Amerika Serikat di Islamabad Pakistan pada Jumat 10 April 2026.
02:45Hal itu diungkapkan Perdana Menteri Pakistan, Syekh Basharif dalam Aku X.
02:50Syekh Basharif menuliskan dengan kerendahan hati yang terbesar,
02:53saya dengan senang hati mengumumkan bahwa Republik Islam Iran dan Amerika Serikat bersama dengan sekutu mereka
02:59telah menyetujui gencatan senjata termasuk di Lebanon efektif, segera,
03:04dan mengundang delegasi mereka ke Islamabad pada hari Jumat 10 April 2026 untuk bernegosiasi lebih lanjut
03:11untuk kesepakatan konklusif menyelesaikan semua perselisihan.
03:14Kami sangat berharap pembicaraan di Islamabad berhasil mencapai perdamaian yang berkelanjutan.
03:20Namun belakangan, Israel masih enggan menyudahi peperangan dengan sekutu Iran, Hezbollah.
03:26Hal ini menjadi ujian bagi gencatan senjata pertama selama dua pekan yang telah disepakati Iran dan Amerika.
03:38Ya Saudara, Amerika Serikat, Iran sepakat untuk melakukan kencatan senjata selama dua pekan.
03:43Namun sekutu Amerika Serikat, Israel enggan turut dalam kesepakatan
03:46lantaran enggan menerima syarat Iran yang meminta tidak ada serangan ke Lebanon.
03:50Lalu bagaimana peluang perdamaian akan kita bahas bersama dengan dosens geostrategi dan geopolitik Universitas Udayana,
03:57Evata Filomeno Beromio Duarte dan peneliti senior keamanan internasional Indo-Pacific Strategic Intelligence
04:03atau ISI, Mbak Aisyah Kusumo Somantri.
04:07Selamat petang Mas Evata dan juga Mbak Aisyah.
04:11Semoga sehat selalu.
04:12Selamat petang Mas Tunggu.
04:14Saya ke Mbak Aisyah.
04:16Mbak Aisyah ini kita melihat bahwa perang 40 hari akhirnya menemui kesepakatan untuk gencatan senjata.
04:21Apakah Anda melihat bahwa Amerika Serikat tunduk terhadap 10 poin kesepakatan?
04:27Nah kita harus lihat di sini kondisi yang ada sekarang.
04:30Amerika Serikat jelas ini sebenarnya terpojok secara strategis tetapi menang secara taktikal.
04:36Yang kita lihat sebenarnya Trump ini melakukan sebuah strategi yang dinamakan dengan coercive diplomacy.
04:42Dimana sebenarnya selain kemudian mencoba untuk menyeret Iran kembali ke meja perundingan,
04:47Trump ini juga mencoba untuk menekan Iran secara militer.
04:51Karena memang Amerika Serikat sadar betul di situ adalah kekuatan dari Amerika Serikat ya.
04:57Dengan kekuatan battle proven, angkatan laut yang sudah teruji, dan kemudian angkatan udara yang terbesar di dunia.
05:03Nah saya rasa di sini kita bisa lihat bahwa memang dari kemarin ini Amerika Serikat juga sudah terbesar dari sisi
05:10dalam negeri ya.
05:11Baik itu dari segi ekonomi maupun dari segi politik.
05:13Dimana secara ekonomi ini kan Amerika Serikat mengalami kenaikan BBM dan kemudian berbagai macam bahan pangan dan bahan dasar ya.
05:21Dan kemudian juga ada suara oposisi dari Senat, dari Kongres, dan bahkan itu dari masyarakatnya sendiri.
05:27Nah di sini adalah game of endurance.
05:29Jadi siapa yang menahan beban perang yang semakin berat inilah yang pemenangnya gitu.
05:34Dan kita lihat sebenarnya di sini keduanya memiliki keunggulan masing-masing.
05:37Oke, tetapi memang di awal Iran ini memang agak reluctant untuk melakukan ceasefire karena merasa bahwa ketika mereka menekan perang
05:45ini lebih jauh maka leverage mereka akan semakin bagus.
05:48Nah ada satu titik balik intervening variable yang kita ketahui ya terjadi selama dua hari terakhir.
05:53Ya itu pertama adalah terbunuhnya salah satu petinggi IRGC di bagian intelijen yaitu Sademi.
06:01Lalu yang kedua itu adalah pemimpin divisi 840 dari Iran yang kemudian mengepalai bagian dari perang non-konvensional di Iran.
06:11Yang mana itu adalah perang yang tadi ya meliputi berbagai macam faktor-faktor militer.
06:15Dan ini menjadi salah satu pukulan besar.
06:17Nah lalu yang kedua faktornya itu adalah pengebongan fasilitas petrochemical yang merupakan 85% itu total produktif dari petrochemical Iran
06:29di sana.
06:29Dan saya rasa sebenarnya itu merupakan salah satu bentuk ya pukulan ekonomi besar yang dihadapi oleh Iran.
06:35Dan mempengaruhi kemampuan masyarakat Iran untuk berfungsi sebagai masyarakat modern di musik ini.
06:41Jadi itu akan sangat mempengaruhi tadi daya tahan dari masyarakat Iran.
06:45Apakah Mas Hefata juga memiliki pandangan yang sama?
06:47Karena pada dasarnya Iran juga ada sepakatan yang harus ditandatangani terkait kekecatan senjata.
06:54Termasuk tidak ada pengayaan nuklir dan juga pembatasan terhadap kekuatan pertahanannya.
06:59Dan juga termasuk membuka Selat Hormuz yang selama ini menjadi kuncian dari Iran.
07:07Baik.
07:08Keberhasilan dari genjatan senjata ini memang itu tidak lepas karena kepiawayan dan juga intelijen Pakistan yang selama ini mendorong agar
07:19Amerika tidak melakukan satu kesalahan apapun.
07:23Karena kita bisa melihat bahwa posisi Amerika kali ini memang sangat berang dan juga geram.
07:30Meskipun kita mengatakan bahwa Amerika berada pada posisi yang cukup lemah, tetapi Amerika memiliki opsi yang begitu sangat banyak.
07:37Nah inilah yang kemarin sudah dicoba semaksimum mungkin oleh Pakistan dan diterima oleh Amerika dengan sangat baik.
07:43Jadi ini tetap masih dalam posisi genjatan senjata karena 10 poin yang ditawarkan salah satunya adalah bagaimana nanti ke depannya
07:52pengayaan nuklir ini dibebaskan.
07:55Terus juga ada penarikan pasukan dari wilayah regional negara GCC.
08:00Terus juga ada pengakuan hak daripada Iran dan juga ada penghentian total terhadap agresi.
08:06Tetapi pada konteks kali ini kita harus terbuka bahwa Israel kan tidak diajak bicara.
08:12Yang memiliki kepentingan pertama untuk menjaga perwilayahan dan juga masalah eksistensial menurut mereka itu tidak diajak.
08:21Maka ini masih prematur menurut saya, ini hanya berupa taktikal pause saja.
08:25Ya memang Amerika dalam hal ini mencoba semaksimal mungkin untuk menghold dan Amerika nanti akan memberitahu kepada Israel.
08:31Kalau memang nanti ada terjadi kesepakatan tetapi kesepakatan ini paling hanya ada 5 poin saja tidak mungkin 10 poin atau
08:3715 poin dari Amerika Serikat itu juga yang nanti akan disepakati.
08:41Saya melihatnya demikian sementara.
08:43Ini menarik juga Mbak Isa bahwa sebelumnya juga ada Presiden bahwa Amerika Serikat selalu menggagalkan perundingan yang sudah terjadi sejak
08:522025 dan juga kemarin 28 Februari pada saat Oman melakukan negosiasi antara Amerika Serikat dengan Iran.
08:59Dan ini ada sekutunya yaitu Israel yang tampaknya masih tidak setuju dengan terutama proksi dari Iran yaitu Lebanon.
09:07Menurut Anda apakah Amerika Serikat kali ini akan menepati kesepakatan kejahatan senjata selama 2 pekan?
09:13Pertama begini, kita harus melihat bahwa memang ada pola dari ucapan-ucapan yang kemudian dinyatakan oleh Presiden Trump ya.
09:22Bahwa setiap kali harga minyak ini naik dan kemudian harga saham ini turun maka Presiden Donald Trump akan mengutarakan suatu
09:29pernyataan yang membuat ya tren yang berkebalikan yaitu harga minyaknya turun lalu kemudian harga sahamnya naik.
09:35Nah ini kan sebenarnya tren yang sebenarnya tidak biasa di dalam keadaan perang.
09:39Dan kita sebenarnya saat ini merupakan sebuah, kita masih menebak-nebak nih, dimana sebenarnya tujuan dari Trump ke depannya.
09:47Karena pada dasarnya gencatan senjata ini sebenarnya disetujui oleh kedua belah pihak.
09:53Karena yang pertama Amerika Serikat sekarang memiliki strategic exhaustion ya, jadi dia membutuhkan waktu sebenarnya untuk bisa menurunkan harga minyak
10:01dan kemudian juga harga-harga serta ya barang-barang lain.
10:04Seperti misalnya nitrogen-based fertilizer lalu kemudian juga kita bicara tentang helio sebagai salah satu material untuk memproduksi misalnya semiconductor
10:12gitu.
10:13Untuk bisa menjaga kestabilan ekonomi dunia.
10:16Sementara itu saya rasa karena tadi Iran mengalami tactical defeat yang cukup besar di dua hari terakhir ini.
10:21Yang dilakukan oleh Iran adalah sebenarnya mengambil space untuk bisa melakukan rearranging ya, rearrangement ya di dalam negaranya untuk bisa
10:30mengatur kembali strategi dan kemudian replenishing kekuatan militernya.
10:33Nah kita kira di sini benar sepertinya kata Mas Evata tadi bahwa Israel ini sebenarnya tidak diajak berkonsultasi oleh Amerika
10:39Serikat.
10:40Karena di sini Amerika Serikat, khususnya Donald Trump, mereka berusaha untuk mencari exit ramp untuk keluar dari peperangan ini.
10:46Tetapi mereka mencari cara yang paling tidak memalukan untuk Amerika Serikat.
10:50Sehingga kemudian narasi-narasi yang dibalukan itu di dalam negeri Amerika Serikat sendiri, mereka kemudian menyatakan bahwa mereka ini menang
10:56sebenarnya di dalam peperangan ini.
10:58Ya, tetapi kembali lagi ya, yang namanya perang itu kita tidak hanya bicara tentang kemenangan taktikal saja.
11:03Tetapi kita harus melihat apakah political goal yang di awal ini bisa terpenuhi atau tidak.
11:07Nah termasuk misalnya dari Pakistan ya, kita lihat sebenarnya ini ada upaya yang sebenarnya patut diapresiasi dan sangat biaya dari
11:14Pakistan.
11:14Tetapi ini kita juga harus wassalada, apakah di masa depan nanti akan ada sabotase-sabotase yang dilakukan oleh Israel.
11:20Atau bahkan worst case scenario itu adalah kemudian mundurnya Amerika Serikat karena tadi dia pengaruh dan penahan diplomatik dari Israel.
11:27Saya rasa di sini ada tiga skenario utama yang mau saya tawarkan.
11:30Yang pertama itu adalah ini best case scenario ketika perangnya memang berakhir di April ini ya, dengan pembicaraan.
11:37Both America and Iran fold dan kemudian setuju terhadap perundingan dan di sini yang paling penting adalah faktor trust dari
11:44Iran terhadap Amerika Serikat.
11:46Karena ada trauma yang kemudian muncul dari Iran ya, setelah Amerika Serikat ini beberapa kali mundur dari perundingan dan malah
11:52menyerang.
11:52Nah lalu kemudian yang kedua adalah di bulan Juli nanti, karena perang di Timur Tengah khususnya di Gulf State itu
11:59selalu berakhir di musim summer karena panas.
12:02Dan kemudian di sini kita harus mempertimbangkan juga willingness to fight dari tentaranya dan capability dari tentara Amerika Serikat.
12:09Nah lalu yang ketiga ini di bulan November, ini adalah skenario terakhir lama ya.
12:14Betul, ketika ada pemilu silah di mana kemudian kita tahu bahwa Republik kan sekarang polling approval rate ini sangat jatuh
12:22dan itu bisa sebenarnya menghilangkan political will Amerika Serikat untuk bertempur.
12:26Jadi saya rasa kita harus menyiapkan kemungkinan tiga skenario itu meskipun lagi-lagi yang paling best skenario itu adalah di
12:34bulan April.
12:34Ya menarik nih Mas Hefato bahwa Israel tidak diajak berunding, tidak diajak konsultasi dan kemudian juga ada keengganan dari Israel
12:41untuk memenuhi kesepakatan yang telah dibuat dari Amerika Serikat dengan Israel.
12:44Lalu apakah bila ada upaya sabotase Israel menyerang Hezbollah, apakah otomatis kesepakatan gejatan senjata ini gugur?
12:51Akan kita bahas selesai jedaannya di Kompas Petang.
13:05Ya Anda masih menyaksikan Kompas Petang terkait dengan pembahasan bagaimana dengan gejatan senjata antara Amerika Serikat dengan Iran
13:11dan apakah Israel ada upaya untuk mensabotase atas gejatan senjata ini?
13:16Kita akan membahasnya bersama Mas Hefato Filomeno dari Universitas Udaya dan juga Mbak Aisyah Kusuma Somantri dari Peneliti Keamanan Internasional
13:25ISI.
13:26Kembali ke Mas Hefato.
13:28Mas Hefato tadi Anda menyatakan bahwa Israel tidak diajak konsultasi, tidak diajak berunding bersama Amerika Serikat dan Iran.
13:35Lalu apakah bila nanti Israel menyerang Hezbollah, otomatis apakah kesepakatan gejatan senjata ini gugur?
13:44Ya dalam beberapa catatan memang justru diplomasi ini hampir gagal.
13:51Atau gejatan senjata ini hampir gagal karena informasi yang diberikan oleh Iran kepada para pasukan itu memang agak sedikit terlambat.
13:57Sehingga sempat ada beberapa tembakan retaliasi yang akhirnya menuju ke wilayah Israel.
14:02Ini dikatakan sebagai bagian dari bentuk bahwa kesepakatan ini sangat rapuh dan tidak bisa berjalan lama.
14:08Tetapi kita bisa melihat bahwa juga Perdana Menteri Israel menyampaikan mereka dengan tegas Libanon bukanlah bagian dari kesepakatan.
14:18Dan mereka sama sekali ke depannya akan berupaya semaksimal mungkin untuk melakukan pendudukan di wilayah Sungai Litani.
14:25Jadi sudah ada beberapa periode yang mereka siapkan dalam beberapa perang juga.
14:30Mereka sangat berupaya semaksimal mungkin agar serangan eksistensial yang selama ini mengancam.
14:36Karena ada Hezbollah di wilayah Libanon itu nanti ke depannya mereka akan menggerakkan kurang lebih sekarang.
14:41Itu ada tiga divisi yang nanti akan masuk dan menguasai wilayah Libanon Selatan.
14:46Jadi kita bisa melihat bahwa ada perbedaan sedikit corak pandang.
14:49Tetapi mereka masih berada dalam satu kondisi bahwa tujuan politik dari Amerika ini kan sebenarnya adalah
14:55tujuan utamanya adalah degradasi terhadap kemampuan militer dari Iran itu sendiri.
15:01Pemukulan mundur ya.
15:03Dan juga Ali Hameni juga yang akhirnya wafat.
15:05Dan juga mereka berharap agar nanti ke depannya fasilitas-fasilitas teknologi-teknologi yang dimiliki orang Iran ini akhirnya berkurang secara
15:12drastis.
15:13Nah tetapi kalau Israel ini kan tidak. Israel berupaya semaksimal mungkin agar jangan sampai diplomasi ini nanti malah melemahkan ya
15:20posisi-posisi tawar Israel.
15:22Karena memang Israel berada pada posisi yang cukup-cukup kritis.
15:26Kenapa? Karena kalau kita lihat petanya ini kan proksinya ada tiga gitu.
15:30Milisi Irak ya itu juga melakukan serangan.
15:34Hoti juga sama. Sesekali waktu mereka juga menembakkan berapa rudal-rudal.
15:37Terus juga dari Lebanon dengan berapa serangan dan juga ada berapa titik-titik yang akhirnya hancur ya.
15:45Dan juga itu merupakan fasilitas-fasilitas infrastruktur dari masyarakat sipil.
15:49Ini yang akhirnya membuat Israel ketika memegang terlalu banyak battlefront.
15:54Mereka terpaksa harus mengambil satu sikap bahwa Lebanon tidak termasuk.
15:58Dan posisi serta seluruh serangan yang mereka lakukan dianggap ini menjadi satu poin penting untuk nanti melakukan pendudukan secara total.
16:07Di wilayah selatan saja gitu. Nanti sebagai buffer zona gitu.
16:11Kalau itu menurut pandangan Israel.
16:14Kalau Amerika tentu memiliki pandangan yang berbeda.
16:16Tetapi nanti kemungkinan ke depannya Amerika bisa saja exit.
16:20Dan mereka akan mensupport senjata saja kepada Israel.
16:23Dan nanti kita akan lihat di posisi negara-negara telur.
16:25Nah disinilah baru peranan Dewan Kamauan PBB ya.
16:29Sekretaris PBB.
16:30Antonio Guterres juga sudah menyampaikan bahwa kesepakatannya harus dipatuhi secara total.
16:35Sehingga akhirnya nanti ke depannya ada musim-musim perdamaian dan ada upaya untuk mempermanenkan hal-hal yang cukup baik ini.
16:43Ya demikian kalau saya lihat.
16:44Ya Mbak Eva Tanyi tentu situasinya sangat kompleks.
16:46Lalu untuk saat ini apakah agar tercipta perdamaian Israel perlu dilibatkan dalam negosiasi di Islamabad Pakistan hari Jumat nanti?
16:57Ya tentu karena banyak pihak yang menyampaikan tapi saya juga memiliki teori yang sama bahwa Israel dan juga Amerika ini
17:06satu kompartemen ya.
17:07Meskipun banyak yang menyampaikan tujuan politik mereka berbeda.
17:09Tetapi praktek serangan baik diplomasi dan juga serangan militer mereka memang mereka bagi tugasnya gitu.
17:15Sehingga bisa kita katakan mereka mengeroyok ya mengeroyok Iran secara habis-habisan.
17:19Nah maka nanti ke depannya yang bisa menghentikan Israel itu ya hanya Amerika Serikat.
17:23Sehingga Amerika Serikat lah yang diajak bicara.
17:25Dan nanti starter ya siapa yang nanti akan dikirim menurut isu nanti wakil presiden dari Amerika Serikat lebih ingin diajak
17:33bicara oleh Iran ketimbang yang lain.
17:35Inilah posisi peranan intelijen dari Pakistan.
17:38Intelijen Pakistan ini sudah memperingatkan Amerika Serikat tolong tahan Israel.
17:43Jangan bunuh Aragaji.
17:45Jangan bunuh kepala parlemen mereka.
17:47Karena dua tokoh tersebut ditarget.
17:50Tetapi akhirnya Israel juga melakukan serangan.
17:52Sehingga dari pihak Iran, kepala intelijennya akhirnya mengalami kegugur dalam payah untuk mempertahankan Iran itu sendiri.
18:03Dan juga beberapa kepala-kepala dari petinggi IRGC akhirnya disikat.
18:07Nah inilah tanda bahwa sebenarnya Israel tidak mau sama sekali ada diplomasi.
18:11Tetapi diplomasi sangat dibutuhkan oleh dunia hari ini.
18:13Dan Amerika tahu bahwa ini adalah langkah yang terbaik bisa diambil.
18:17Ya, demukian.
18:17Ya, saya beralih ke Mbak Isha.
18:20Amerika Serikat memiliki 10 poin kesepakatan.
18:23Lalu kemudian, sorry, Iran memiliki 10 poin kesepakatan.
18:27Dan juga Amerika Serikat memiliki 15 poin kesepakatan.
18:30Lalu seperti apa nanti pembahasan terutama di hari Jumat nanti di Islamabad Pakistan terkait dengan syarat-syarat yang akan dibahas.
18:37Dan kemudian seperti apa masa depan perdamaian nanti?
18:42Terima kasih Mas Juno.
18:44Nah seperti yang kita lihat, sebenarnya 15 poin yang diajukan Amerika Serikat.
18:47Beberapa di antaranya kan sebenarnya ini sempat dibahas ya di nuclear deal, perjanjian nuclear deal dan perjanjiannya tahun 2025.
18:53Yang mana sebenarnya Iran sudah menyatakan bahwa mereka tidak setuju dengan beberapa poin tersebut.
18:57Khususnya dengan poin terkait pelarangan pembangunan tenaga misil.
19:03Lalu kemudian juga mengenai Slat Hormos.
19:05Dan juga mengenai, sorry, Slat Hormos itu baru.
19:08Dan juga mengenai kemudian tenaga nuklir Iran.
19:12Nah, terakhir sebenarnya Iran itu di tahun 2025 sudah setuju untuk zero stock piling uranium.
19:17Tetapi itu yang momentum di mana Iran itu malah diserang.
19:19Jadi saya rasa di sini, sebenarnya untuk tuntutan-tuntutan dari Amerika Serikat, ada beberapa yang sebenarnya dianggap cukup sulit untuk
19:26dipenuhi bagi Iran.
19:27Dan Amerika Serikat ini kan sebenarnya tadi ya, meskipun menang secara strategis, tetapi kemudian secara, sorry, taktikal, tetapi secara strategis,
19:35Amerika Serikat ini sebenarnya berada di dalam keadaan terdesak.
19:37Dan saya rasa sebenarnya Amerika Serikat tidak dalam posisi untuk bisa mengajukan prasyarat yang sulit untuk dikabulkan oleh Iran.
19:44Karena Iran tetap memegang keunggulan strategis di sini.
19:48Sementara itu, Iran ini mengajukan 10 poin yang sebenarnya ini jauh lebih masuk akal dibandingkan poin-poin dari Amerika Serikat.
19:56Beberapa poin diantaranya saya rasa ini masih bisa dinegosiasikan, terutama terkait slat hormus misalnya.
20:01Itu kan menjadi salah satu poin utama ya.
20:04Di sini kita lihat bahwa Iran tidak membuka slat hormus secara cuma-cuma, tetapi dia menentukan protokol untuk pelayaran.
20:10Sehingga sebenarnya sudah ada nih, apa namanya, roadmap jangka panjang ya terkait keuntungan yang bisa diambil dan dimanfaatkan dari slat
20:17hormus tersebut terhadap Iran.
20:19Lalu kemudian tentang pembukaan sanksi-sanksi.
20:21Nah itu kan sesuatu yang sebenarnya nanti juga harus dikoordinasikan ya dengan IAEA dan juga dengan DKPBB gitu.
20:27Jadi kita lihat di sini sebenarnya Iran berusaha untuk maximizing strategic value, tetapi dengan tetap kemudian mempertahankan ya terma-terma
20:37yang mungkin bisa diterima oleh Amerika Serikat.
20:39Meskipun saya yakin di beberapa poin itu pasti akan dinegosiasikan kembali, tidak mungkin kemudian diterima seluruhnya oleh Amerika Serikat.
20:46Baik, kita nantikan bagaimana upaya negosiasi dan juga diplomasi antara Amerika Serikat dengan Iran untuk mengakhiri perang dan tentu menjadi
20:54harapan seluruh dunia agar krisis di Timur Tengah ini berakhir dengan minimal gencatan senjata dan juga nanti adanya masa depan
21:02perdamaian di Timur Tengah.
21:03Terima kasih atas perspektifnya Mbak Aisyah Kusuma Sumantri, Peneliti Keamanan Internasional Indonesia.
Komentar