Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Upaya Pakistan untuk mendesak Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menunda tenggat serangannya ke Iran, berhasil.

Pada Selasa sore waktu Washington, Trump menyatakan setuju untuk menangguhkan serangan dan memulai gencatan senjata selama dua pekan.

Presiden Donald Trump mengatakan bahwa AS dan Iran akan menempuh gencatan senjata selama dua minggu dengan syarat Iran membuka lalu lintas maritim di Selat Hormuz.

Trump menyebut alasan dirinya menyetujui gencatan senjata sementara karena mereka telah mencapai dan melampaui seluruh tujuan militer.

Hal itu disampaikan Trump melalui akun Truth Social miliknya pada Selasa sore waktu Washington D.C., Amerika Serikat.

Iran juga dikabarkan menerima tawaran Pakistan. Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, menyetujui gencatan senjata selama dua minggu.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, juga mengonfirmasi jalur aman selama dua minggu bagi kapal-kapal melalui Selat Hormuz.

Meskipun AS dan Iran menyetujui untuk melakukan gencatan sementara selama dua minggu, namun Israel mengatakan tetap akan melakukan serangan ke Hizbullah di Lebanon.

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.

Menurut Trump, Amerika juga akan mengkaji proposal Iran yang berisi 10 poin. Ia menilai proposal itu dapat menjadi dasar untuk bernegosiasi dan diterapkan.

Nantinya, proses negosiasi akan dimulai pada Jumat di Islamabad, Pakistan, dengan dipimpin langsung oleh Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif.

Negosiasi ini diharapkan mencapai kesepakatan yang konklusif dalam menyelesaikan semua perselisihan.

Lalu, apakah gencatan senjata ini akan benar-benar menjadi akhir dari segala ketegangan di Timur Tengah, kita akan membahasnya dengan Heribertus Jaka Triyana selaku Guru Besar Hukum Internasional FH UGM, dan Dinna Prapto Raharja selaku praktisi dan pengajar hubungan internasional Sinergi Policies.

#gencatansenjata #iran #as #trump #israel

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/661718/guru-besar-ugm-dan-dosen-hi-soal-gencatan-senjata-as-iran-tanda-akhir-perang-timur-tengah
Transkrip
00:02Saudara upaya Pakistan untuk mendesak Presiden Donald Trump menunda tenggat serangan yang ke Iran berhasil.
00:07Pada selasa sore waktu Washington, Trump menyatakan setuju untuk menangguhkan serangan dan memulai gencatan senjata selama dua pekan.
00:20Setelah ketegangan terjadi selama lebih dari satu bulan, Amerika dan Iran akhirnya sepakat untuk melakukan gencatan senjata selama dua pekan.
00:31Presiden Donald Trump mengatakan bahwa Amerika dan Iran akan menempuh gencatan senjata dalam dua pekan dengan syarat Iran membuka lalu
00:40lintas maritim di Selat Hormuz.
00:42Trump menyebut alasan dirinya menyetujui gencatan senjata sementara karena mereka telah mencapai dan melampaui seluruh tujuan militer.
00:51Hal itu disampaikan Trump melalui akun Truth Social miliknya pada selasa sore waktu Washington DC, Amerika Serikat.
01:00Dalam postingannya, Trump mengatakan berdasarkan percakapan dengan Perdana Menteri Sheikh Basharif dan Jenderal Besar Asi Munir dari Pakistan
01:09yang meminta agar saya menahan kekuatan destruktif yang dikirim malam ini ke Iran dan dengan syarat,
01:16Republik Islam Iran menyetujui pembukaan lengkap, segera dan aman Selat Hormuz.
01:22Saya setuju untuk menangguhkan pengeboman dan serangan terhadap Iran selama dua minggu.
01:28Ini akan menjadi gencatan senjata dua sisi.
01:34Iran juga dikabarkan menerima tawaran Pakistan.
01:37Pemimpin tertinggi Iran, Mojtabah Khomeini, menyetujui gencatan senjata selama dua minggu.
01:44Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqci, juga menganggung firmasi jalur aman selama dua minggu bagi kapal-kapal melalui Selat Hormuz.
01:54Hal itu disampaikan Araqci melalui media sosial X.
01:57Menteri Luar Negeri Iran, Syed Abbas Araqci, menyampaikan apresiasinya,
02:01antara lain terhadap Perdana Menteri Pakistan, Sheikh Basharif,
02:05atas upayanya untuk membantu mengakhiri perang di kawasan timur tengah.
02:09Menlu Iran menyebut, untuk menanggapi permintaan Perdana Menteri Pakistan
02:13dan juga mempertimbangkan permintaan Amerika Serikat,
02:16maka negosiasi nantinya akan berdasarkan poin-poin yang sudah disampaikan sebelumnya.
02:23Abbas Araqci menuliskan, atas nama Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran,
02:28jika serangan terhadap Iran dihentikan,
02:30maka Angkatan Bersenjata Iran juga akan menghentikan operasi pertahanannya.
02:35Disampaikan pula selama dua pekan mendatang,
02:38jalur pelayaran aman melintasi Selat Hormuz akan dibuka,
02:42melalui koordinasi dengan Angkatan Bersenjata Iran
02:45dan juga dengan pertimbangan keterbatasan teknis.
02:50Meskipun Amerika Serikat dan Iran menyetujui untuk melakukan gencatan sementara selama dua minggu,
02:56namun Israel mengatakan tetap akan melakukan serangan ke Hezbollah di Lebanon.
03:03Dalam pernyataan tertulisnya, Israel Defense Force menyatakan,
03:07sesuai dengan arahan dari otoritas politik,
03:10IDF telah menghentikan tembakan dalam operasi terhadap Iran.
03:13Dan sangat siap untuk merespon secara defensif terhadap setiap pelanggaran.
03:20Secara bersamaan di Lebanon,
03:22IDF terus melakukan operasi darat yang terarah,
03:26melawan organisasi Hezbollah.
03:29Hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
03:35Menurut Trump, Amerika juga akan mengkaji proposal Iran yang berisi 10 poin.
03:40Ia menilai proposal itu dapat menjadi dasar untuk bernegosiasi dan diterapkan.
03:45Nantinya, proses negosiasi akan dimulai pada Jumat di Islamabad, Pakistan.
03:51Dengan dipimpin langsung oleh Perdana Menteri Pakistan, Sheikh Basharif.
03:55Negosiasi ini diharapkan mencapai kesepakatan yang konklusif dalam menyelesaikan semua perselisihan.
04:03Tim Liputan, Kompas TV
04:08Lalu apakah gencatan senjata ini akan benar-benar menjadi akhir dari segala ketegangan di Timur Tengah?
04:15Kita akan membahasnya bersama dengan Prof. Heribertus Jakkatriana
04:19sebagai Guru Besar Hukum Internasional FHUGM
04:22dan ada juga Dina Praptura Harja sebagai praktisi dan pengajar hubungan internasional Sinergi Palesis.
04:28Selamat malam Bapak dan Ibu.
04:31Selamat malam Mas.
04:33Saya ke Prof. Heri dulu.
04:34Prof. Heri, perlu diingat juga kan kita tahu bersama
04:37bahwa serangan dimulai tidak hanya oleh Amerika Serikat
04:39tapi Amerika Serikat dan juga Israel
04:42menewaskan pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei
04:46dan juga pejabat tinggi lainnya
04:48diikuti Resolusi Dewan Keamanan PBB 2817 11 Maret 2026.
04:52Tapi di sisi lain, pada saat ada gencatan senjata yang disetujui ini
04:56Netanyahu menyatakan Israel tetap melanjutkan serangan terhadap Hezbollah
05:00meskipun Pakistan mengklaim ceasefire everywhere including Lebanon.
05:03Nah, kalau begini kondisinya, bagaimana Anda melihat legitimasi gencatan senjata
05:07antara Amerika Serikat dan Iran dalam perspektif hukum internasional?
05:12Dalam perspektif hukum internasional, gencatan senjata itu adalah pausing the button.
05:18Jadi hanya berhenti secara faktual sementara
05:20tanpa ada satu long lasting peace agreement.
05:24Artinya apa?
05:25Para pihak hanya menahan diri terkait dengan penggunaan kekerasan senjata
05:29untuk menundukkan salah satu pihak.
05:31Nah, kemungkinan yang kedua dan itu pasti dipastikan ketika para pihak ini tidak atau kurang menghargai ceasefire itu
05:39dapat dimungkinkan kembali terjadi bentrokan atau timbulnya serangan yang baru.
05:45Nah, khusus terkait dengan Hezbollah dan Israel, ini menjadi satu poin penting terkait dengan isi gencatan senjata ini
05:53terkait dengan proksinya.
05:55Terkait dengan proksi yang saya kira ini akan menjadi gencatan senjata,
05:59diskusi gencatan senjata yang panjang
06:01dan akan melibatkan apa itu pihak-pihak di luar pihak utama
06:05yang nanti akan berunding di Islamabad.
06:07Satu itu.
06:08Lalu yang kedua saya kira ini juga berdampak besar
06:10terhadap kepentingan Indonesia, terutama misi peacekeeping kita, Unifil, di Libanon.
06:16Sudah saatnya, saat sekarang kita memikirkan perlindungan warga negara kita yang ada di Libanon
06:21terkait dengan proksi yang tidak akan selesai karena adanya ceasefire ini.
06:25Oke, artinya ini tidak mengikat terhadap proksi kedua belah pihak ya, Prof ya?
06:29Tidak, tidak.
06:30Karena para pihak ini tidak diikutkan.
06:33Namun demikian, kita tunggu apakah nanti kesepakatan ceasefire di Islamabad Accord
06:38yang akan berlangsung ini mengatur secara detail dalam bentuk memorandum of understanding
06:42yang mengatur pihak atau proksi yang ada di Yaman, Houthi, Hezbollah, di Libanon
06:49terkait dengan para pihak yang bertiga ini, Amerika, Israel, dan Iran.
06:54Oke, saya ke perspektif hubungan internasional, Mbak Dina.
06:58Kita pernah ingat bahwa Iran pernah menolak ceasefire sementara pada 6 April.
07:04Di laporannya Reuters, saya baca.
07:06Dan menerima akhirnya pada 7-8 April setelah ancaman Trump
07:10yang mengatakan seluruh peradaban akan mati katanya.
07:12Nah, ini juga diiringi oleh serangan infrastruktur minyak kark di Pulau Kark begitu.
07:18Menurut Anda, apakah ini tanda kelemahan rezim atau strategi resistens ekonomi yang cerdas dari Iran kira-kira?
07:25Kedua, jadi kalau saya melihatnya gini.
07:29Pertama ya, genjutan senjata itu adalah bagian yang integral dari siklus konflik.
07:34Jadi, dari ribuan konflik, sorry, ratusan konflik yang terjadi dari tahun 1989 sampai tahun 2020 saja misalnya,
07:45itu sudah 2.000 kali terjadi upaya genjatan senjata.
07:48Dan banyak diantaranya yang gagal.
07:51Karena memang genjatan senjata itu bagian dari strategi juga untuk melakukan evaluasi,
07:57kemudian melakukan reposisi, kekuatan.
08:01Apalagi kalau sekarang ya, kalau sekarang kita bicara di kasus Iran, Israel, sama Amerika Serikat,
08:07di sini penggunaan teknologi dalam perang modern itu sangat masif.
08:12Jadi, sistem nirawak, sistem kecerdasan buatan,
08:16itu sebenarnya ternyata lebih butuh waktu untuk ada periode jeda,
08:20melakukan kalibrasi atas sistem-sistem teknis.
08:24Jadi, termasuk juga penggunaan deepfake dan kampanye disinformasi,
08:30itu juga perlu evaluasi.
08:32Sehingga para aktor itu kemudian bisa mengkonsolidasikan ruang informasi mereka
08:36dan memenangkan narasi publik.
08:39Karena kita perhatikan ya, yang di satu sisi mereka bilang,
08:42mau genjatan senjata.
08:44Tapi di sisi yang lain, sebenarnya kedua belah pihak sama-sama mengklaim,
08:47sudah mencapai kemenangan.
08:49Kenapa saya bilang tadi, poinnya bahwa Iran itu di sini sebenarnya dalam posisi yang lebih kuat?
08:56Karena ya, kalau kita cek pertama,
08:58sebelum perang, Iran itu di posisi yang dihakimi harus ini dan itu gitu kan ya,
09:05harus lebih patuh dan menuruti maunya Amerika Serikat.
09:09Pada saat itu, Iran tidak menguasai Selat Hormuz.
09:12Kenyataannya sekarang, Iran sudah menguasai Selat Hormuz.
09:16Bahkan ketentuan yang diminta oleh Iran adalah legalisasi atau legitimasi penuh
09:22bahwa memang Iran berhak.
09:25Dan itu dijamin haknya dia untuk mengatur semua kapal yang lewat Selat Hormuz.
09:31Bahkan melibatkan peranan militer dari Iran di sana.
09:36Kemudian yang kedua, program nuklir.
09:38Kenyataannya, tidak ditemukan program nuklir yang bisa dibilang ya inilah programnya,
09:43tetapi kenyataannya Iran berkeras untuk tetap lanjut dengan pengayaan uraniumnya.
09:50Dan bahkan poin yang ketiga, pada saat kejadian ini,
09:55Rusia dan China itu posisinya sebenarnya relatif lebih lemah daripada Amerika Serikat.
10:00Hari ini, mereka berada di atas.
10:03Jadi sebenarnya, kalau kita mau klaim siapa yang lebih kuat hari ini dibandingkan sebelum perang,
10:08yang jelas bukan Amerika Serikat.
10:11Oke.
10:12Ya, saya tertarik sekali dengan sikap yang diambil Irannya begitu cepat ketika diajak untuk ceasefire kali ini.
10:18Karena sebelumnya kan sempat menolak bahkan proposal 45 hari
10:22dan menuntut penghapusan sanksi permanen.
10:26Tapi alih-alih Iran menerima dengan cepat.
10:29Saya juga tertarik dengan proksi-proksi yang terlibat dalam perang ini.
10:35Baik Iran maupun Amerika Serikat.
10:36Seperti tadi yang disinggung oleh Prof. Heri,
10:38ini tidak mengikat semua proksi-proksi dari kedua negara yang sedang bertikai.
10:43Baik Amerika Serikat maupun Iran.
10:45Nah, kalau melihat kondisi seperti ini,
10:47kalau memang ada serangan dari proksi dan akhirnya menyasar justru ke Iran.
10:52Karena kalau ke Amerika Serikat mungkin hanya di pangkalan-pangkalan,
10:55tidak langsung ke negaranya, tidak langsung ke jantungnya.
10:58Kira-kira apa reaksi Iran yang akan muncul, Mbak Dina?
11:04Reaksi Iran.
11:05Saya kira satu, Iran sudah menghitung pasti di posisi-posisi kunci di mana dia dianggap rentan
11:13atau dia bisa menjadi sasaran tembak,
11:17dia akan melakukan serangan balasan langsung.
11:20Seperti kemarin tekniknya dia lah, tit for tat.
11:22You serang saya di satu titik, dia akan serang balik dengan tidak kalah kuatnya.
11:28Kemudian yang kedua, fasilitas infrastruktur negara-negara teluk ini loh,
11:33masih menjadi taruhan besar.
11:35Dan yang menarik lagi, poin yang ketiga adalah perubahan harga minyaknya loh.
11:40Menurut saya kalau kita lihat, begitu Trump bilang ceasefire,
11:45terus habis itu Iran bilang setuju,
11:46harga minyak langsung turun di bawah ratus loh.
11:49Itu drastis banget dan menurut saya nggak mungkin juga Amerika Serikat
11:56di dalam negeri ini juga sudah mulai gencar ya,
11:59upaya untuk menetapkan amandemen 25,
12:03yaitu untuk menurunkan Trump karena alasan tidak fit sebagai pemimpin.
12:08Karena dia mau menghapuskan satu civilization,
12:10artinya terang-terangan mengatakan akan melakukan pembunuhan besar-besaran
12:13terhadap satu kelompok.
12:15Jadi, menurut saya ada beberapa faktor yang kemudian,
12:19walaupun Trump mungkin memprosesnya agak butuh waktu ya,
12:22kalau menurut saya dari segini arasi yang dia keluarkan itu,
12:27masih tetap mengedepankan hanya maunya dia.
12:29Tapi faktanya,
12:30ada beberapa hal yang akan menggentarkan Amerika Serikat
12:34untuk kegabah kali ini.
12:36Oke.
12:37Prof. Harry, begini.
12:40Selain negara yang sedang bertikai,
12:42ada juga aktor-aktor non-negara
12:44seperti Houthi,
12:45Islamullah Hezbollah,
12:46tentu saja ini proksinya Iran.
12:48Karena Amerika Serikat proksinya adalah negara,
12:51Israel, jelas begitu.
12:52Nah, pertanyaan saya,
12:53berapa besar risiko kegagalan gencatan senjata ini
12:56jika aktor-aktor non-negara tadi
12:59seperti Hezbollah dan Houthi ini
13:00tetap aktif dalam perang ini?
13:04Sangat-sangat besar.
13:05Sangat-sangat besar.
13:07Kenapa?
13:07Karena, satu,
13:09ini adalah penghentian faktual,
13:11tetapi ketika penghentian faktual
13:12tanpa didasar hukum yang komprehensif
13:15mengikat para pihak,
13:16ini akan sangat mudah untuk dapat diruntuhkan,
13:19diganggu, dan bahkan diingkari.
13:21Dengan satu insiden kecil saja,
13:24itu dapat membahayakan
13:25memorandum of understanding
13:26yang terjadi di antara para pihak babon
13:29yang sedang berperang ini.
13:31Nah, ini juga saya kira
13:32patut kita perhatikan,
13:34patut kita waspadai
13:35terkait dengan
13:37kemungkinan-kemungkinan
13:38meledaknya dan juga
13:39membahayakan memorandum of understanding
13:41ini dalam waktu
13:43jeda sekitar 40 hari ke depan ini.
13:46Nah, itu satu.
13:47Lalu yang kedua,
13:48saya kira
13:49kita juga harus
13:51mengantisipasi juga
13:52penggunaan selat hormus
13:53ketika
13:55kondisi sudah berlangsung normal,
13:57ada pengawalan kapal,
13:58dan lain sebagainya,
13:59terjadi insiden
14:00yang ini
14:01menjadi pembuka
14:02kontak senjata lagi
14:04yang mengakibatkan
14:06terjadinya
14:07pelanggaran-pelanggaran
14:08terhadap pelanggaran
14:09kesepakatan-kesepakatan
14:11yang
14:11telah disepakati.
14:13Saya kira
14:13sangat
14:14mungkin terjadi
14:15dan sangat-sangat rentan
14:17terkait dengan ini.
14:18Kenapa?
14:18Karena
14:19status dasar hukumnya
14:21sangat rapuh.
14:22Oke,
14:23status dasar hukumnya
14:25sangat rapuh.
14:25Tapi saya tertarik juga dengan...
14:27Rapuh sekali.
14:28Iya, rapuh sekali.
14:29Saya ke Mbak Dina lagi.
14:31Saya tertarik dengan
14:33mediator seperti
14:34Pakistan.
14:35Dengan segala hormat,
14:36mohon maaf,
14:37Pakistan ini kan negara kecil
14:38dibandingkan Indonesia
14:38kan ini jauh lebih kecil.
14:40Tapi saya tertarik dengan
14:41peran negara mediator
14:43seperti Pakistan ini
14:44dalam mendorong tercapainya
14:45kesepakatan ini.
14:46Apa yang menjadi
14:47apa?
14:48Daya tarik utama
14:49Pakistan bisa
14:50menjadi mediator
14:51dalam perang Iran
14:52Amerika Serikat ini?
14:53Mbak Dina.
14:53Kita tidak boleh
14:55meremehkan Pakistan.
14:57Pakistan itu juga
14:58middle power
14:58di negara Asia
15:00dibagikan Asia Selatan.
15:02Pertama,
15:03dan dia juga punya
15:04hubungan yang sangat istimewa
15:05antara
15:06Washington,
15:07Amerika Serikat
15:08dengan Teheran.
15:09Oke.
15:09Pertama,
15:10karena sejak
15:11Teheran dan
15:13Washington itu
15:14pecah hubungan diplomatik
15:15gara-gara
15:16Amerika Serikat
15:17memilih untuk
15:18memutuskan hubungan
15:19dengan
15:19pimpinan Iran
15:21dan ada revolusi
15:22di dalam Iran
15:23tahun 1979
15:24kemudian ada
15:26penahanan
15:27itu ada
15:27apa namanya
15:28kan sempat ada
15:30kericuhan
15:30gara-gara
15:31kandera ya
15:32orang-orang Amerika Serikat
15:33di
15:34Embassy Amerika
15:35di Teheran
15:36yang itu
15:37sampai membuat
15:38polemik besar
15:39di dalam negeri Amerika Serikat
15:40Presiden Jimmy Carter
15:41gagal terpilih kembali
15:43sehingga yang naik
15:44itu dari kubur Republikan.
15:46Itu bukan hal
15:47yang sepele
15:47dan pada momen itu
15:49siapa yang menjadi
15:49penghubung
15:50antara Amerika Serikat
15:52dengan
15:53Teheran
15:53itu adalah
15:54Pakistan
15:55jadi kalau dalam
15:57dunia diplomasi
15:58itu gak pernah
15:59ada hubungan
16:00diplomatik yang
16:00benar-benar putus
16:01pada saat putus
16:02hubungan
16:02dikatakan
16:03kepala negara bilang
16:04kita gak temenan lagi ya
16:05itu komunikasi
16:06tetap jalan
16:07karena ada orang Iran
16:08di Amerika
16:09ada orang Amerika
16:09di Iran
16:10kemudian juga
16:11ada urusan
16:12terkait
16:13konsuler
16:14kemudian juga
16:14hubungan
16:15dagang
16:16dan lain-lain
16:16dan tetap harus
16:17diurus
16:17artinya tetap
16:18ada orang Iran
16:19yang bekerja
16:20di dalam
16:21embesi
16:21Pakistan
16:22lebih dari
16:2360 orang
16:24yang bekerja
16:24di sana
16:25dan menjadi
16:26penghubung
16:27di Washington
16:27DC
16:28jadi
16:29ibaratnya
16:30luar dalamnya
16:31Iran
16:32itu Pakistan
16:33tahu
16:33demikian pula
16:35Washington itu
16:36tahu
16:36tentang Iran
16:37itu dari Pakistan
16:38dan ini hubung
16:39sudah 20 tahun
16:40lebih
16:40jadi
16:41beda justru dengan
16:43Indonesia
16:43kalau Indonesia itu
16:44gak punya itu
16:45kita gak punya
16:46kemewahan itu
16:47sama sekali
16:48bahkan
16:48Pakistan itu
16:49kekuatan lainnya adalah
16:50dia punya
16:51senjata nuklir
16:52oke
16:53jadi
16:54dari segi
16:56pengembangan program
16:57nuklir
16:57itu juga
16:58apa namanya
16:59jangan diremehkan lah
17:00Pakistan
17:01silahkan
17:02Prof
17:03satu
17:04kita bisa melihat
17:0510 tahun terakhir ini
17:06kerjasama antara
17:08Iran
17:08dengan Pakistan
17:09di dalam wilayah
17:10perbatasan
17:11untuk
17:11kembating
17:11transnational crime
17:13itu begitu
17:13intens
17:13di sana
17:14Pakistan itu
17:15juga punya
17:16direct hotline
17:17dengan
17:17pejabat militer
17:18tertinggi di Iran
17:19sehingga
17:20komunikasi ini
17:20saya kira
17:21menjadi sebuah
17:22keuntungan
17:23militer strategis
17:24Amerika
17:25yang
17:25ini punya
17:26direct kontak
17:27melalui
17:28backdoor
17:29apa itu
17:29communication
17:30satu itu
17:30lalu yang kedua
17:31saya kira
17:32Amerika itu
17:34memerlukan
17:34quote unquote
17:35new faces
17:36for their
17:37foreign diplomacy
17:38saya kira
17:38Oman
17:39saya kira
17:40Qatar
17:40itu kan
17:40sudah menjadi
17:41wajah
17:42apa itu
17:42proksinya
17:43Amerika
17:43ketika
17:44ngomong
17:44terkait
17:45pengayaan uranium
17:46sehingga
17:46saya kira
17:47Amerika
17:48perlu
17:48apa itu
17:49tampilan
17:50baru
17:50kerjasama
17:51baru
17:51dengan
17:51Pakistan
17:52yang
17:52saya kira
17:53juga
17:54punya
17:54kepentingan
17:55besar
17:55walaupun
17:56secara
17:56tidak langsung
17:57kenapa
17:57karena
17:57banyak
17:58masyarakat
17:58Pakistan
17:59yang
17:59bekerja
18:00di
18:00kawasan
18:01yang ini
18:02sangat
18:02terganggu
18:03dengan
18:03perang
18:04yang terjadi
18:05antara
18:05Iran
18:05dengan
18:06Amerika
18:06sehingga
18:07momentum
18:07ini kok
18:07kayaknya
18:08pas
18:08kenapa
18:09Pakistan
18:09yang
18:10digunakan
18:11sebagai
18:12mediator
18:13dibanding
18:13dengan
18:14konsorsium
18:14apa itu
18:15Oman
18:15Qatar
18:16Turki
18:17misalnya
18:18malam ini
18:19saya tercerahkan
18:20oleh
18:20Mbak Dina
18:21juga
18:21Prof.
18:22Harry
18:22kenapa
18:22Pakistan
18:23jadi
18:23alat utama
18:24untuk
18:25jadi
18:25mediator
18:26dan
18:26banyak
18:27yang
18:27bertanya-tanya
18:27bukan hanya
18:28saya
18:28sepertinya
18:28pemirsa
18:29kompas TV
18:29yang bertanya-tanya
18:30bagaimana
18:31negara yang
18:32tidak
18:33terlalu
18:34banyak
18:34aktif
18:35seperti
18:35Pakistan
18:35bisa
18:36akhirnya
18:36muncul
18:36ke permukaan
18:37menjadi
18:37mediator
18:37tapi
18:38yang
18:38saya tertarik
18:38juga
18:39soal
18:40saya ke
18:41Prof.
18:41Harry
18:41soal
18:42penghentian
18:42serangan
18:43selama
18:43dua
18:43minggu
18:44ini
18:46apakah
18:47ini sudah
18:47memenuhi
18:48prinsip-prinsip
18:49hukum
18:49humanitar
18:49internasional
18:50Prof.
18:50Harry
18:50saya akan
18:51tanyakan
18:51hal itu
18:51ke
18:51Prof.
18:52Harry
18:52tapi
18:52jadah dulu
18:53ya
18:53nanti
18:53setelah
18:54jadah saya
18:54akan
18:54tanya
18:54di
18:55Sapa
18:55Indonesia
18:55Malam
18:55total
18:55bersama
18:56kami
19:01dan
19:02kita akan
19:02lanjutkan
19:03perbincangan
19:03malam hari ini
19:04bersama
19:04Prof.
19:05Harry
19:05Bertus
19:06dan juga
19:06Mbak
19:06Dina
19:07Prapto
19:07tadi
19:08saya bertanya
19:08sebelum
19:08jadah
19:09ke
19:09Prof.
19:10Harry
19:10bahwa
19:12penghentian
19:12serangan
19:13selama
19:17internasional
19:17Prof
19:19saya kira
19:21ketika kita
19:22menggunakan
19:23parameter
19:23hukum
19:24humanitar
19:24internasional
19:25yang namanya
19:27CISFIRE
19:27itu adalah
19:28salah satu
19:29cara untuk
19:29mengakhiri
19:30konflik
19:31bersenjata
19:31dalam hal ini
19:32adalah konflik
19:33bersenjata
19:33internasional
19:34antara negara
19:35Amerika
19:35negara Iran
19:36dengan negara
19:37Israel
19:37namun demikian
19:38ketika kita
19:39melihat lagi
19:40ini kan
19:41semacam
19:41de facto
19:42apa
19:43pausing
19:44situations
19:44dan disini
19:45kita lihat
19:46apakah
19:47sesuai
19:47dengan
19:47indikator
19:48hukum
19:48humanitar
19:48internasional
19:49saya kira
19:49belum
19:50kenapa
19:50karena
19:51dalam
19:52hukum
19:52humanitar
19:52internasional
19:53itu
19:53pasti
19:54nanti
19:54endingnya
19:54akan terkait
19:55dengan
19:56pertanggung jawaban
19:57para pihak
19:57yang bertikai
19:58nah
19:58ketika kita
19:59melihat
20:00selama
20:00penggunaan
20:01kekerasan
20:01bersenjata
20:02ini
20:02satu
20:02kerusakan
20:03sipil
20:04itu luar
20:04biasa
20:04contoh
20:05kemarin
20:05kapal
20:06tanker
20:07sipil
20:07dirudal
20:08oleh
20:08Iran
20:08tenggelam
20:09pertanyaannya
20:10adalah
20:10reparasinya
20:11seperti apa
20:12siapa yang
20:12harus bertanggung jawab
20:13satu
20:13lalu yang kedua
20:14sampai saat sekarang
20:15kita belum tahu
20:16informasi yang valid
20:17terkait dengan
20:18prisoner of wars
20:19dari masing-masing pihak
20:20nah
20:21ini kan juga
20:22dipikirkan
20:23apakah
20:23yang namanya
20:24cheese fire
20:24itu juga
20:25nanti akan
20:26sampai kepada
20:27hal-hal yang
20:27sipilnya teknis
20:28untuk terkait dengan
20:29hak dan kewajiban
20:30para pihak yang bertikai
20:31saya khawatir tidak
20:33artinya apa
20:34kalau kita lihat nanti
20:35cheese fire
20:35tentu tidak akan ada
20:36tindakan hukum lanjutan
20:38terkait dengan
20:39pertanggung jawaban
20:39para pihak
20:40ketika melanggar
20:41ketentuan hukum
20:42humanitar internasional
20:43apa yang saya
20:44khawatirkan
20:45di dalam
20:45mohon maaf
20:46pidato penghukuman
20:47guru besar saya
20:48beberapa waktu
20:49tahun lalu
20:49adalah bagaimana
20:50tanggung jawab
20:51para pihak yang bertikai
20:52yang menggunakan
20:53laut
20:54sebagai
20:54saat sekarang
20:55favorable
20:56options
20:57ketika
20:58conducting
20:58hostilities
20:59nah
21:00sekarang
21:00mari kita lihat
21:01Selat Hormuz
21:02itu menjadi
21:03satu wilayah
21:04yang sangat-sangat
21:05rentan
21:05terkait dengan
21:06marine destruction
21:07karena
21:08para pihak ini
21:09yang bertikai
21:09untuk loss
21:10itu tidak mengatur itu
21:11tetapi
21:12ada satu aturan
21:14terkait dengan
21:14sanremo manual
21:16tetapi saya kira
21:17ini sangat jauh
21:18untuk dapat diterapkan
21:19kenapa
21:20karena statusnya
21:21adalah
21:21ceasefire
21:22dan bukan
21:23peace treaty
21:24diantara para pihak
21:25yang bisa diikuti
21:26dengan penegakan
21:27hukum humanitar
21:28internasional
21:28oke
21:29baik
21:30saya kembali
21:30saya tertarik juga
21:31soal
21:32posisi Selat Hormuz
21:34dalam
21:34kondisi
21:35ceasefire
21:36saat ini
21:37BBC
21:38saya mengutip BBC
21:39ini mengatakan
21:40bahwa saat ini
21:41kondisi ceasefire ini
21:42gencatan senjata ini
21:43hanya partial win
21:43atau kemenangan
21:44parsial
21:45untuk Donald Trump
21:46karena juga
21:47ini sekaligus
21:48membuka pintu
21:49negosiasi
21:49di Islamabad
21:51tapi apakah
21:52itu
21:52betul
21:53bahwa ini hanya
21:54partial win
21:55atau justru
21:55menguntungkan Iran
21:56jangka panjang
21:56karena berhasil
21:57membuka kembali
21:58straight of form
21:58tanpa kehilangan
21:59proksi sepenuhnya
22:00Mbak Dina
22:01saya merasa
22:03bahwa
22:04media itu
22:05kita juga harus
22:06lebih bijak
22:07dalam membaca
22:07statement-statement
22:08dari media
22:08begitu cepat juga
22:09perubahan
22:10narasi yang muncul
22:12dan kita bisa lihat
22:14bahwa kalau media
22:15Amerika Serikat
22:15itu ada kecenderungan
22:17untuk
22:18menonjolkan
22:19sisi yang
22:20dianggapnya
22:21lebih baiklah
22:22Amerika Serikat
22:23hari ini dibandingkan
22:24padahal faktanya
22:25kita lihat tidak
22:26kita menurut saya
22:27lebih bijak
22:28melihat
22:29genjata-senjata
22:30kali ini
22:30dari perspektif
22:31militer
22:31saya sepakat
22:32dengan Prof. Harry
22:33tadi bahwa
22:34poinnya itu
22:35jangan dilihat dulu
22:36terlalu jauh
22:36sampai ke
22:37humaniter
22:38karena ini bukan
22:39peace treaty
22:39kita
22:40jadikan ini
22:41baru sebatas
22:42genjata-senjata
22:43dari perspektif
22:43militer
22:44karena
22:45pihak yang bertikai
22:46seringkali juga
22:47menyetujui
22:47ada satu jeda
22:48demi mengambil
22:49keuntungan strategis
22:50yang imediat
22:51sifatnya
22:52yang sifatnya
22:52langsung bisa dirasakan
22:54tadi seperti
22:55poinnya adalah
22:56untuk kalibrasi ulang
22:57persenjataan mereka
22:58kemudian
22:59evaluasi
23:00dan jangan lupa
23:01poin yang ketiga
23:02di dalam perang ini
23:03ada pihak ketiga
23:05yang tidak ikut
23:06dalam meja negosiasi
23:07tapi sangat menentukan
23:08yang saya sebut tadi
23:09ada Cina
23:10ada Rusia
23:11Israel juga
23:12walaupun dia setuju
23:14kita tahu persis
23:15hatinya sudah bilang ya
23:16terang-terangan
23:16dia gak akan berhenti
23:18menyerang
23:18Libanon
23:19dan Israel ini
23:20juga dalam posisi
23:21sangat
23:22apa ya
23:24amarah
23:24amarahnya luar biasa
23:26besar
23:26dan garis politiknya
23:28itu sangat mentok
23:29kanan gitu ya
23:30kalau saya bilang
23:30terang-terangan saja ya
23:32jadi
23:32sejak
23:33perang
23:35berkecamuk
23:36di sekeliling
23:37negara
23:37Israel
23:38dan jatuh
23:40pemimpinan di
23:41Libya
23:41di Irak
23:43kemudian di
23:44Suriah
23:44Anda bisa membayangkan
23:45situasi
23:46atau rasa
23:47tidak aman
23:48itu sangat besar
23:49dirasakan oleh
23:50orang-orang
23:50atau pimpinan
23:51Israel
23:52sehingga
23:53yang ada di kepala mereka
23:55saya jamin
23:55pasti ingin
23:56memastikan bahwa
23:58mereka siap
23:59tempur
24:00kapanpun
24:01nah saat ini
24:02data
24:03apa namanya
24:04data menunjukkan bahwa
24:05mereka itu sudah mulai
24:06kekurangan amunisi
24:07jadi mereka harus
24:09lebih taktis
24:11memilih
24:12waktu yang tepat
24:14dan
24:14apa ya
24:16istilahnya
24:16mengisi ulang
24:17refill
24:17dari amunisi mereka
24:19jadi
24:20ini singkat sekali
24:22menurut saya
24:22jeda
24:23apa
24:24jeda militer ini
24:25dua minggu
24:26gak terasa ya
24:27gak terasa
24:28dua minggu itu
24:29dan kita harus
24:30hati-hati juga
24:31karena
24:31aktor non-negara
24:33ada
24:33intervensi
24:34tiga juga ada
24:35oke
24:36kalau begitu
24:36saya akan
24:37ajukan pertanyaan
24:37masing-masing
24:38ke narasumber saya
24:38terakhir
24:39singkat saja
24:39dan mulai
24:40Prof
24:40Harry
24:41Prof
24:42dari perspektif
24:43hukum internasional dulu
24:44Anda melihat
24:45dinamika kepercayaan
24:46atau trust
24:46antara Amerika Serikat
24:47dan Iran
24:48dalam proses negosiasi
24:49ini bagaimana
24:51saya mengatakan
24:52nol
24:53saya mengatakan
24:54nol
24:55kenapa
24:56karena masing-masing
24:57para biaya itu
24:57saling tergantung
24:58dengan pihak ketiga
24:59itu satu
25:00lalu yang kedua
25:01ketika
25:02apa itu
25:03bilateral trust
25:04itu menjadi
25:05masalah gede
25:06saya kira
25:07kepentingan
25:07para mediator ini
25:09yang nanti akan
25:09menentukan arahnya
25:11nah
25:11dari sini
25:12kita juga bisa
25:13melihat bahwa
25:14Islamabad
25:16akut
25:16ataupun
25:16memorandum
25:17understanding
25:18yang akan ada
25:19itu
25:19kalau menurut
25:21falsafah Jawa
25:22saya kira
25:22itu adalah
25:23sebuah situasi
25:24ngadek
25:25jegegek
25:26ugek
25:26melhemel
25:27tanpa fondasi
25:28yang kuat
25:29maka tidak akan
25:30bisa berdiri
25:30kokoh selamanya
25:31sehingga para biaya
25:32masih sangat-sangat
25:33mungkin untuk
25:34bisa diganggu
25:35atau terganggu
25:36dalam situasi
25:37kondisi ini
25:38terutama sekali lagi
25:39saya sepakat dengan
25:40Budina
25:40adanya pihak proksi
25:41yang ini sangat terkait
25:43langsung
25:43ataupun tidak
25:44karena faktor ideologi
25:46politik
25:47dan juga
25:47masalah sosial
25:48dan budayanya
25:49sangat mempengaruhi ini
25:50baik
25:50pertanyaan yang sama
25:51buat Mbak Dina
25:52soal trust ini
25:53dari perspektif
25:54hubungan internasional
25:54bagaimana?
25:56minus
25:56tingkat saja Pak
25:59perspektif saya
26:00dari hubungan internasional
26:01untuk modal negosiasi
26:03minus
26:03jadi bukan
26:04nol lagi
26:05malah minus
26:07karena
26:08poinnya disini adalah
26:09bahkan ambigu sekali
26:11yang disampaikan oleh
26:13Amerika Serikat
26:15karena dia yang paling sering
26:16bicara ya
26:16Presiden Donald Trump
26:17tentang apa yang dia
26:19sepakati dari pihak Iran
26:20itu gak jelas sama sekali
26:22apa sih yang menurut dia
26:23membawa dia
26:25untuk ke meja perundingan
26:26sama sekali
26:27gak jelas menurut saya
26:27karena kalau disandingkan nih ya
26:2910 poin dengan 15 poin
26:31yang saya rasakan
26:32justru ini banyak
26:33bentroknya
26:34diantara kedua
26:36permintaan itu
26:36dan satu yang sudah pasti
26:38gak bisa dijamin oleh
26:39Amerika Serikat
26:39adalah jaminan
26:40non-agresif
26:41untuk Iran
26:42itu
26:44pengakhiran perang
26:45itu juga menurut saya
26:46gak
26:46jadi harapan masyarakat
26:48soal perdamaian ini
26:50hendaknya kita
26:50tempatkan
26:51sesuai dengan
26:53porsinya
26:53kita tetap
26:54harus berjuang
26:55secara diplomasi
26:57karena yang sedang
26:58berubah ini
26:58bukan sekedar
26:59tatanan di Timur Tengah
27:00tapi juga
27:01tatanan internasional
27:03ya
27:03tidak hanya di Timur Tengah
27:04tapi tatanan internasional
27:05dan tadi saya sepakat dengan
27:07Mbak Dina
27:07juga Prof. Heri
27:08bahwa yang sekarang
27:09kita sedang perjuangkan
27:10adalah
27:10ya masing-masing
27:12apa
27:13diplomasi
27:14gerakan diplomasi
27:15masing-masing negara ya
27:15tergantung kecakapan
27:17masing-masing diplomasi
27:18pentingnya itu Mas
27:18saya kira
27:19pertanyaan pentingnya adalah
27:20selama 2 minggu jeda ini
27:22Indonesia akan ngapain gitu
27:24itu dia
27:25satu saya sepakat dengan Pak Bahlil
27:27ketahanan energi harus dikuatkan
27:29diversifikasi supplier harus dilakukan
27:32peningkatan kapasitas cadangan
27:33harus sampai 90 hari
27:35atau 100 hari
27:36gitu ya
27:36lalu yang kedua
27:37kita bisa menggunakan
27:38hal-hal yang sifatnya
27:40diplomatif konstruktif Mas
27:41jangan hanya terbuai dengan
27:43selat hormus dibuka
27:44lalu kita santai-santai saja
27:45tidak bisa begitu juga ya
27:46baik
27:46terima kasih
27:48Prof. Heribertus Jakat Riana
27:50Guru Besar Hukum Internasional
27:51FHUGM
27:52dan Dina Praktura Harja
27:54praktisi dan pengajar hubungan
27:55internasional sinergi
27:56Palsis telah berbagi perspektifnya
27:57disampai Indonesia malam hari ini
27:58selamat malam
27:59sampai jumpa lagi
27:59Bapak dan Ibu
28:00selamat menikmati
Komentar

Dianjurkan