- 2 hari yang lalu
- #iran
- #trump
- #selathormuz
KOMPAS.TV - Batas ultimatum Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap Iran untuk membuka Selat Hormuz berakhir hari ini.
Jika Iran masih pada pendiriannya membatasi akses di Selat Hormuz, AS akan menggempur negara tersebut habis-habisan.
Apakah Amerika Serikat akan membuktikan ancaman ini? Kami akan membahasnya bersama Pakar Geopolitik dan Keamanan Nasional, Wibawanto Nugroho Widodo dan Pengamat Hubungan Internasional Universitas Parahyangan, Kishino Bawono.
Baca Juga Israel Rilis Video Ledakan di Lebanon, Klaim Hancurkan Infrastruktur Hizbullah | KOMPAS PETANG di https://www.kompas.tv/internasional/661460/israel-rilis-video-ledakan-di-lebanon-klaim-hancurkan-infrastruktur-hizbullah-kompas-petang
#iran #trump #selathormuz
_
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/661468/full-pakar-dan-pengamat-sebut-kecil-kemungkinan-iran-buka-selat-hormuz-trump-akan-bombardir-iran
Jika Iran masih pada pendiriannya membatasi akses di Selat Hormuz, AS akan menggempur negara tersebut habis-habisan.
Apakah Amerika Serikat akan membuktikan ancaman ini? Kami akan membahasnya bersama Pakar Geopolitik dan Keamanan Nasional, Wibawanto Nugroho Widodo dan Pengamat Hubungan Internasional Universitas Parahyangan, Kishino Bawono.
Baca Juga Israel Rilis Video Ledakan di Lebanon, Klaim Hancurkan Infrastruktur Hizbullah | KOMPAS PETANG di https://www.kompas.tv/internasional/661460/israel-rilis-video-ledakan-di-lebanon-klaim-hancurkan-infrastruktur-hizbullah-kompas-petang
#iran #trump #selathormuz
_
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/661468/full-pakar-dan-pengamat-sebut-kecil-kemungkinan-iran-buka-selat-hormuz-trump-akan-bombardir-iran
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Selamat petang semuanya.
00:02Selamat petang.
00:04Saya ke Mas Fibawanto dulu, Anda melihatnya seperti apa?
00:07Karena kalau kita lihat ancaman Trump ini kan bukan kali pertama,
00:10tapi pada ancaman ini Trump menyatakan bahwa ini adalah critical time untuk Iran.
00:16Anda membacanya akankah Trump membuktikan ancamannya dengan membombardir infrastruktur Iran?
00:22Yang pertama adalah secara objektif, saya tidak pernah melihat di dalam sejarah Amerika dalam kondisi dipermalukan seperti ini.
00:34Dan itu juga diakui oleh para pakar terkait di Washington dan juga kalangan national security community di Washington.
00:42Yang kedua, pada saat Trump memberikan suatu coercive statement,
00:48itu harus diikuti oleh diplomasi dan okrasi khusus. Itu poinnya.
00:52Jadi diplomasi harus bergerak, okrasi khusus harus bergerak,
00:57sehingga settlement itu tercapai tanpa akhirnya menimbulkan malu kepada Amerika dalam hari ini khususnya.
01:05Karena sudah terbukti, sejak awal Amerika mengklaim bahwa sudah menghancurkan notus militer Iran,
01:15baik itu kekuatan masyarakat nuklir, misil, drones.
01:20Tetapi pada kenyataan, termasuk juga proxy ya, tapi pada kenyataannya Iran masih bisa melakukan serangan balik.
01:27Sehingga kita masuk ke phase 3 yang kita diskusikan kemarin.
01:30Baik melalui proxy-nya, melalui misil, melalui drone, dan juga bahkan second layer of leadership,
01:38ataunya leadership layer yang kedua, setelah yang pertama sudah banyaknya tewas, tetap melakukan perlawanan.
01:45Ya, itu poinnya. Jadi, di sini, walaupun Amerika sudah melakukan military build-up mengklaim
01:53sampai yang paling besar sejak 2003 perang di Irak, dan sudah relokasi aset-aset militernya,
02:00apapun yang dikatakan Amerika, itu Iran berusaha untuk membuktikan bahwa itu tidak sesuai dengan apa yang disampaikan.
02:06Nah, ini menjadi titik krusial yang mana kita concernnya, ini bisa menjadi eskalatif.
02:12Karena kalau Amerika melakukan serangan yang sifatnya counter value, bukan lagi counter force,
02:19ini akan memakan balik Amerika.
02:21Karena di dalam perang, kita harus menganut yang namanya just war theory, ya.
02:27Just at bellum, just in doubt.
02:29Bagaimana perang, kenapa perang itu dilakukan, dan bagaimana perang dilaksanakan.
02:33Nah, jadi ini merupakan satu crucial point bagi Presiden Trump,
02:38karena kelihatannya untuk Iran membuka segera selat hormus,
02:44itu posibilitinya ada, tapi paling kecil menurut saya.
02:46Oke, paling kecil ya.
02:47Yang kedua adalah prolong konflik, itu yang modern.
02:51Dan yang ketiga adalah high intensity konflik.
02:54Nah, high intensity konflik ini kecil kemungkinannya,
02:58tapi bisa terjadi jika prolong kursif phase ini terus berlanjut,
03:05sehingga muncul faktor-faktor irasional dan lebih kepada subjektivitas pemimpin terkait
03:13untuk berbuat sesuatu yang menimbulkan suasana keotik dan blunder,
03:17yang menimbulkan counter-reaction dari pijatawan.
03:20Dan ini bisa menjadi eskalatif, melebar, secara regional, secara intensitas,
03:25bahkan bisa menarik atau menimbulkan change reactions untuk keterlibatan great powers lainnya.
03:31Jadi ini kata lain, selain presiden tersebut mengatakan,
03:34yang dari pihak Amerika Serikat, dari Washington,
03:37stop, sekarang stop, keluar dengan cara yang ada dignity,
03:44walaupun pasti ada aspek kekalahan di sini,
03:47artinya tidak mencapai semua sasaran politiknya,
03:49tapi risiko eskalatif.
03:52Karena sekarang timur tengah juga terpecah ya,
03:54pandangannya antara yang pro-Amerika dengan netral,
03:57Eropa itu posisinya adalah fokusnya bagaimana dieskalasi.
04:01Jadi menurut Anda kemungkinan kecil ya,
04:03ini akan diambil sikap yang diambil oleh Donald Trump ini.
04:06Saya mau ke Mas Kishino.
04:09Mas Kishino, kalau kita lihat kan sebenarnya
04:12menarik adalah bagaimana respon dari Iran sendiri,
04:15begitu mereka merespon bahwa mereka justru menyatakan bahwa
04:18sudah tujuh kali deadline yang disampaikan oleh Trump,
04:22justru mereka membalasnya dengan menyebut bahwa Trump ini delusional, begitu.
04:30Oke, kalau saya diminta mengkomentari terkait tadi ya,
04:34bagaimana respon Iran, saya pikir dalam hal ini
04:38Iran merasa mereka cukup pede dengan posisi mereka.
04:41Mereka pegang hormus, mereka bisa mengontrol perdagangan dunia
04:46terutama untuk masalah energi, gitu ya.
04:50Itu kemudian efek kemana-mana, dan di satu sisi ketika
04:55prolong konflik ini berlanjut, prolong war ini berlanjut,
05:00Iran nampaknya betting atau gambling bahwa dunia akan lebih simpatik
05:06dengan mereka.
05:08Apalagi dengan melihat kondisi bahwa Amerika Serikat selama ini
05:11yang dilakukan oleh Rezim Trump adalah
05:15membuli aliansinya mereka sendiri, termasuk negara-negara yang ada di dalam NATO.
05:21Dan efeknya, Amerika Serikat ketika kemarin berulang kali meminta negara-negara NATO
05:26untuk ikut campur intervensi dalam perang ini,
05:30mereka bilang tidak, gitu kan.
05:33Jadi, Iran nampaknya cukup pede bahwa
05:36kalau proses perang ini berlanjut, mereka akan yang ada di atas angin.
05:41Sehingga nantinya ketika ada momen untuk ceasefire
05:44atau bahkan momen untuk ada perjanjian pasca perang,
05:48mereka akan ada di atas angin.
05:50Termasuk siap menghadapi serangan dari Amerika Serikat
05:54jika memang ancaman Trump ini benar-benar dilakukan?
05:59Terkait ancaman Trump dan kesiapan Iran,
06:01saya rasa Amerika Serikat dan Presiden Trump sendiri seharusnya sadar.
06:08Kalau Anda berani mengancam, Anda seharusnya juga berani untuk follow up
06:13dengan ancaman Anda.
06:15Karena kalau Anda tidak follow up ancaman Anda,
06:17siapa yang akan percaya ancaman Anda selanjutnya?
06:19Kredibilitas AS dan kemampuan AS,
06:22kalau dalam bahasa politiknya,
06:24capability to project bear power,
06:26itu kemudian akan dipertanyakan.
06:30Di sisi lain, Iran.
06:31Saya pikir Iran juga cukup percaya diri.
06:34Dia tahu bahwa kalau ada serangan darat ke wilayah mereka,
06:38ini pasti akan tidak mudah bagi Amerika Serikat.
06:40Ini butuh resources yang banyak,
06:43baik itu resources material maupun imaterial.
06:45Yang nampaknya, saya pikir, apalagi dari sisi imaterial,
06:49Amerika tidak serikat.
06:50Sorry, Amerika Serikat tidak siap.
06:53Nah, kalau dari Mas Fibawa sendiri,
06:55melihatnya seperti apa?
06:56Seperti yang tadi Anda sampaikan,
06:58ancaman ini juga tentu disertai dengan lobby-lobby di belakang meja.
07:01Anda melihat negosiasi yang dilakukan oleh Trump ini seperti apa?
07:06Karena kalau kita lihat,
07:07Iran sendiri sudah menyampaikan respons terkait dengan proposal perjanjian genjatan senjata yang disampaikan oleh AS.
07:14Tapi poinnya adalah mereka meminta protokol baru transit di Selat Hormuz,
07:18termaksud genjatan senjata secara permanen dan juga meminta ganti rugi perang dari Amerika Serikat.
07:28Jadi gini Mas ya,
07:29jadi ada dua center of gravity yang harus menjadi perhatian kita sekarang.
07:34Yang pertama adalah hati dan pikiran rakyat Iran.
07:38Ternyata hati dan rakyat pikiran Iran itu tidak nyambung dengan apa yang menjadi harapan Amerika.
07:43Yaitu mereka terbukti belum mampu dan mau untuk mengganti regime-nya sendiri.
07:47Itu poin penyataan, objektif.
07:49Selepas mereka itu tidak mau atau takut, itu lain perkara.
07:53Yang kedua, center of gravity-nya adalah Selat Hormuz.
07:57Nah, menguasai Selat Hormuz sama saja menguasai bagaimana eskalasi ini dimainkan.
08:04Dan ini dikuasai oleh Iran.
08:06Karena Amerika tidak siap masuk dalam masa tiga, yaitu retaliasi yang berkelanjutan.
08:10Baik lewat proksinya, baik lewat penutupan Hormuz yang berkelanjutan seperti ini,
08:17dan juga oleh serangan-serangan misal dan drone yang masih terus berlanjut
08:20dan ada kelibatan great powers lainnya yang diduga Rusia dan China secara tidak langsung.
08:25Misalnya, dengan tankernya China diizinkan saja,
08:31itu sudah memberikan favor kepada China
08:34dan China ikut mendukung Iran untuk menjadi lebih kuat dalam hal ini.
08:38Lebih survive, itu poinnya.
08:39Jadi, kalau harus melakukan invasi darat,
08:41itu saya bilang berkali-kali, itu tidak memenuji persyaratan strategis
08:46dan kemampuan dari postur pertahanan Amerika sendiri
08:49harus melakukan major theater war
08:51untuk pertujuan yang tidak jelas, invasi yang tidak jelas.
08:56Sehingga akhirnya juga belum tentu mencapai sasaran yang diharapkan.
09:00Karena di Amerika sendiri sudah pernah melaksukkan yang namanya
09:03foreign internal defense, yaitu kasus Afganistan dan Irak.
09:06Mereka mengetopel pimpinan Irak dan Afganistan saat itu.
09:10Setelah itu Amerika memberikan dukungan dari luar
09:12dalam bentuk foreign internal defense,
09:14yaitu membantu pimpinan yang mereka pilih
09:16untuk melawan pemberontak dari dalam.
09:17Itu tidak berhasil.
09:19Nah, sekarang yang harus dilakukan adalah irregular warfare.
09:22Mendukung organ dalam untuk memberikan perlawanan.
09:24Dan itu tidak bisa dilakukan dalam waktu satu minit.
09:28Nah, itu disampaikan oleh Presiden Barack Obama adalah
09:30pilihan yang cuma dua.
09:32Mau perang ini menjadi eskalatif regional dengan resiko menjadi perang dunia
09:35atau lakukan yang namanya very hard, very patient, very challenging diplomacy.
09:41Itu poinnya.
09:42Jadi semua yang di dalam waktu ini,
09:45kalau tidak dibuktikan, itu akan semakin memberikan
09:47nilai negatif kepada Amerika sendiri.
09:50Itu poinnya.
09:51Baik, kalau kita berbicara soal kekuatan militer Trump,
09:54saya ke Mas Gishino.
09:55Sebenarnya kan di internal Amerika Serikat sendiri kan
10:00juga terjadi pergejolakan begitu.
10:01Ada beberapa petinggi-petinggi militer dari AS
10:04yang juga akhirnya keluar dari keluar.
10:07Apakah ini juga bisa dibaca menjadi sebuah gangguan
10:12ataupun sangat berpengaruh besar terhadap Donald Trump
10:16dalam mengambil keputusan?
10:17Sehingga tidak terlihat firm begitu dalam mengambil keputusan
10:20dalam perang melawan Iran ini?
10:24Oke, Mas.
10:25Saya mau konfirmasi dulu klarifikasi.
10:27Apakah ini yang dimaksud dengan beberapa jenderal,
10:29including Army Chief of Staff yang dipecat oleh Sekretari Heksa kemarin?
10:35Yang dimaksud?
10:36Betul, betul.
10:37Oke.
10:38Terkait itu, saya membacanya begini.
10:41Beberapa hari yang lalu ketika saya diwawancara dengan Kompas,
10:44saya bicara bahwa proyeksi ke depan saya adalah
10:49akan ada perdebatan di dalam pemerintahan AS
10:54antara kelompok ideolog yang percaya dengan ideologi
10:57entah itu America First, entah itu MAGA,
11:00entah itu pokoknya apapun yang penting Trump,
11:02setuju apapun yang Trump katakan
11:04dengan kelompok-kelompok yang tidak terikat dengan ideologi tersebut.
11:08Mostly itu yang dimana kemungkinan ada di militer
11:11yang mereka percaya perhitungan strategis, perhitungan rasional.
11:15Nah nampaknya yang saya baca dari beberapa jenderal yang mundur ini
11:19ada dugaan bahwa ada penyelarasan visi
11:24di dalam pemerintahan AS
11:25dimana dilaporkan oleh CBS News gitu ya
11:30jenderal-jenderal yang dipecat ini
11:32karena alasan tidak sejalan dengan visi dari Presiden Trump
11:36maka mereka dipecat.
11:37Dan efeknya apa? Kemudian
11:40yang saya baca kemudian
11:43yang lebih banyak dikemukakan ke publik
11:46yang pengen ditunjukkan adalah pengambilan keputusan menurut ideologi.
11:50Karena saya rasa kalau kita banking pada orang-orang yang rasional
11:55mereka akan melihat bahwa perang di Iran
11:57kalau dilanjutkan itu pasti akan costly, itu tidak rasional.
12:00Itu akan susah untuk dicapai tujuan-tujuan akhirnya.
12:04Nah sementara yang dari kelompok ideolog ini
12:06atau yang pro-Trump in general
12:10mereka butuh exit strategy
12:12butuh mempertahankan image dari Presiden Trump
12:15supaya Presiden Trump ini tetap tampak kuat
12:17tetap tampak invincible.
12:19Dan nampaknya kalau yang terjadi setelahnya
12:22sama seperti ini gitu ya
12:24makin banyak orang yang pro-Trump yang diangkat
12:27rasa-rasanya ini makin akan condong ke presidensi yang
12:32Oke, jadi menurut Anda Mas Misino
12:35kalau kita balik lagi dengan deadline waktu
12:37batas akhir waktu dari ultimatum Trump
12:41untuk membuka Selat Hormuz
12:42Menurut Anda apa yang melebih kemungkinan apa
12:46yang akhirnya diambil oleh Donald Trump
12:48dalam batas akhir waktu ultimatum ini?
12:53Oke, dengan apa yang saya baca
12:55saya pikir beliau akan mencari eskalasi
12:59to de-eskalasi, jadi eskalasi to de-eskalasi
13:02dia butuh momen di mana dia tampak menang
13:06dia menunjukkan bahwa
13:07iya saya bisa follow up
13:10ansaman saya, ultimatum saya
13:12dan kemudian saya bisa mencapai
13:13satu momen penting, apapun itu
13:15entah itu mengambil kark, island
13:18atau membuka Hormuz
13:19atau apapun itu
13:20yang penting menunjukkan bahwa
13:22dia menang, dia di atas angin
13:23sehingga selanjutnya dia bisa
13:25harapannya mendikte proses perundingan damai
13:28dan saya pikir
13:29dia sebetulnya sadar bahwa
13:31kalau mau dilanjutkan
13:32ini tidak
13:33tidak baik
13:34bagi image dia
13:35karena dia juga sadar harusnya
13:37publik di AS itu juga concern
13:40dengan perang yang berkelanjutan
13:42dia punya election di besok November
13:44dan kalau
13:45kandidat-kandidat yang pro dia itu kalah
13:48ya dominasi Presiden Trump
13:50di dalam politik AS itu terganggu
13:51dan kalau
13:52dominasi dia di politik AS terganggu
13:56ya takutnya segala isu politik
13:58dan legal
14:00kehukuman dia
14:01ini bisa terganggu
14:04bisa mengganggu dia lebih jauh
14:06karena dominasi dia terganggu
14:07kalau itu kemungkinan langkah yang akan
14:10diambil oleh Donald Trump
14:11kalau saya ke Mas
14:12Wibwanto
14:12melihat kemungkinan langkah-langkah
14:15yang diambil oleh Iran sendiri
14:16akan seperti apa?
14:18ya sebelum
14:19kalau Iran sudah pasti
14:20mereka akan menundar
14:21kemenangan dari Amerika
14:23Amerika tidak akan mencapai
14:24apa yang menjadi sasaran politiknya
14:26yaitu berganda rezim
14:27dan Amerika tidak akan mencapai
14:29apa yang mereka harapkan sekarang
14:31yaitu terbukanya hormus
14:32jadi saya sekarang
14:33kembali ke Amerika ya
14:34pengalaman saya sekolah di Amerika Serikat
14:36di National Defense University
14:38ya
14:38saya sekolah militer di situ
14:40saya dapat
14:41saya dapat menyimpulkan bahwa
14:43apa yang terjadi sekarang
14:45tidak sesuai dengan textbook
14:46yang saya pelajari
14:47itu poin satu
14:48berarti
14:49kalau seorang kasat
14:51wakasat
14:52chaplain
14:53ya
14:54dan juga banyaknya general alliance
14:55termasuk panglima tradok
14:57tradok itu training and doctrine
14:59command and transformation
15:00yang bicara mengenai
15:01joint force command
15:02dan juga pejabat-pejabat di joint force
15:04joint force staff
15:05mundur
15:06itu sudah merupakan
15:08satu tanda perlawanan
15:09ya
15:10bahwa establishment itu
15:12tidak bisa menerima
15:13langkah-langkah erotik
15:15Presiden Trump lagi
15:15nah karena Presiden Trump
15:17sejak running
15:18di tahun 2016
15:19saya sudah membuat
15:19suatu artikel
15:20waktu di joint of the post
15:21prediksi
15:22Trump
15:23ke depan
15:24pada saat terpilih
15:25dalam hal national security
15:26beliau datang dari
15:28kelompok
15:28anti-establishment
15:30nah sekarang
15:31dengan
15:32kebijakan beliau
15:33yang erotik
15:34atau apapun
15:35namanya sekarang ini
15:35itu mendapatkan perlawan
15:37dari second image
15:38itu sendiri
15:39dalam internasional politik
15:40dikenal dengan second image
15:41yaitu domestic politik
15:42domestic politik
15:43sudah tidak mendukung beliau
15:44kecuali orang sekeliling
15:46gitu loh
15:47nah sementara
15:48sementara
15:49demokrasi Amerika itu
15:50juga mempunyai
15:51imun sistem yang cukup kuat
15:52untuk melawan ini
15:53ini ujian untuk Amerikanya sendiri
15:54jadi ini yang berperang
15:55ini Amerika melawan Amerika
15:57gitu
15:57untuk memurnikan Amerika sendiri
15:59sementara Iran
16:00dalam mode bertahan
16:01dan sudah menyiapkan
16:02ini dari jauh-jauh hari
16:03baik dengan
16:04mosaic defense
16:05baik dengan hubungan
16:06para profsi
16:07dan juga
16:07powers lainnya mas
16:08jadi menurut
16:09mas Wibwanto sendiri
16:10kepentingan-kepentingan apa
16:12mas Wibwanto
16:13jadi menurut Anda sendiri
16:15kepentingan-kepentingan apa
16:16yang kini menjadi
16:17pertimbangan dari
16:18Donald Trump
16:20di akhir-akhir
16:22batas tengah waktu ini
16:23apakah
16:23membuktikan ancamannya
16:25atau ada opsi
16:25tindakan lain
16:26jangan dibahas dulu
16:27jangan dijawab dulu
16:28kita akan
16:29lanjutkan usaha jadah berikut ini
16:30tetaplah bersama kami
16:31di kompas petang
16:42masih membahas soal
16:44jelang tengah waktu
16:46ancaman
16:46ataupun ultimatum
16:47Trump
16:48membuka selat
16:49hormus
16:49kepada Iran
16:50saya ke
16:51mas Wibwanto
16:52begitu
16:52tadi pertanyaan
16:53gantung saya adalah
16:54sebenarnya
16:54apa yang menjadi
16:55kepentingan
16:56ataupun pertimbangan
16:57dari Donald Trump
16:58sehingga betul-betul
16:58ketika
16:59tengah waktu ini
17:01selesai
17:01kita bisa membaca
17:02ini adalah
17:03apa
17:04langkah yang diambil
17:05oleh Donald Trump
17:07oke yang pertama
17:08yang menjadi kepentingan
17:10saat ini taktis
17:10dari Presiden Donald Trump
17:11adalah bagaimana
17:13exit tanpa malu
17:14itu poinnya
17:14yang kedua
17:15yang paling mungkin
17:16dilakukan oleh beliau
17:17itu adalah
17:17menduduki Balokistan
17:19yang mana Balokistan ini
17:20sudah lama
17:21mempunyai permasalahan
17:22dengan pusat
17:23dan juga dekat dengan
17:24Pakistan
17:25dan juga
17:25mayoritas Sunni
17:26jadi
17:27duduk saja Balokistan
17:29mungkin
17:29sebagian Balokistan
17:30diduduki
17:31nanti mungkin ada
17:33perang-perangan
17:34sebentar disitu
17:34penguasan sedikit
17:35wilayah
17:36silahkan dari situ
17:37Amerika bernegosiasi
17:38dengan Iran
17:40mereka akan mundur
17:41dari situ
17:41tetapi tolong
17:42horus dibuka
17:43itu poinnya
17:44dan beberapa
17:45stop file
17:46misail yang ada
17:46di Balokistan itu
17:47dihancurkan dulu
17:48nah itu
17:49kemungkinan yang
17:50paling
17:51rasional
17:52paling minim
17:52kos
17:53karena itu juga
17:54tidak masuk ke dalam
17:55Iran kan
17:55masih di bawah ya
17:56jadi
17:57itu tidak
17:58terlalu merepotkan
17:59pasukan Amerika
17:59dan pasukan Amerika
18:00bisa cepat kabur
18:01ke Pakistan
18:01dan
18:02jadi
18:03itu yang paling
18:05memungkinkan
18:06dan setelah itu
18:07silahkan Presiden Trump
18:08melakukan deklarasi
18:09pencapaian
18:09sasaran objektif
18:10dalam bentuk
18:11sudah menghancurkan
18:12target-target militer
18:15kalau dari Mas Kishino
18:17sendiri melihatnya
18:17seperti apa
18:18kalau kita lihat
18:18tujuan perang
18:19Trump terhadap Iran
18:21ini nampaknya
18:21sudah tidak jelas
18:22begitu karena
18:22ingin membuka
18:23selat hormus
18:24tidak ada
18:24terus itu
18:26dugaan
18:26adanya
18:28persenjataan nuklir
18:29juga tidak terbukti
18:30tidak ditemukan
18:31jadi menurut Anda
18:32apa yang
18:33bagaimana
18:34Trump mempertanggungjawabkan
18:35perang yang sudah
18:36dilakukan
18:38kalau mau ditanya
18:39bagaimana
18:40Trump mempertanggungjawabkannya
18:41ke publik
18:42maupun internasional
18:44jawabannya akan
18:45dengan kesusahan
18:46karena yang dia
18:47lakukan dari dulu
18:48adalah
18:49moving the goalpost
18:50dia mengubah
18:51goal dari perang ini
18:52dulu ngomongnya
18:54about
18:54neutralizing
18:55Iranian
18:56nuclear threat
18:57tapi ternyata juga
18:58laporan dari
19:00New York Times
19:014 hari yang lalu
19:02bilang bahwa
19:03kapasitas
19:04nuklir
19:05sorry
19:05kapasitas misil
19:06Iran itu
19:06masih capable
19:08masih bisa
19:08mereka repairing
19:10quite quickly
19:11gitu
19:12kalau kemudian
19:13mau rezim change
19:14yang terjadi juga
19:15sekian banyak orang
19:16diasasinin
19:17dibunuh
19:18rezim tetap
19:19masih jalan aja
19:20berharap ada
19:21uprising
19:22ada demonstrasi
19:23besar-besaran
19:24mengubah rezim
19:25nampaknya juga
19:26belum terwujud
19:26entah apapun
19:27alasannya
19:28sekarang kemudian
19:29yang dikatakan
19:30adalah membuka
19:31selat hormus
19:33yang mana
19:33selat hormus
19:34sudah terbuka
19:35sebelum perang ini
19:36selat hormus
19:37tertutup
19:38jadi karena
19:38perang ini
19:41saya gak tahu
19:42lagi
19:42dia akan
19:43bilang apa
19:44ke depan
19:44tapi
19:46opsinya
19:46yang saya terpikir
19:47mungkin dia ambil
19:49adalah
19:49eskalasi
19:51eskalasinya
19:51kemana
19:52kalau tadi
19:53Mas Wibawanto
19:54bilang ke
19:55Balogistan
19:55salah satu opsi
19:56yang lain mungkin
19:57muncul juga adalah
19:58Kark Island
19:59atau Pulau Kark
20:00itu tempat
20:01dimana
20:02fasilitas
20:03minyak
20:03Iran
20:04itu sekitar
20:0580-90%
20:06itu diolah
20:07di sana
20:08sebelum kemudian
20:09ditransportasikan
20:10disebarkan
20:11ke seluruh dunia
20:12dan dengan
20:13mengontrol
20:13Kark ini
20:14Amerika Serikat
20:16bisa mengontrol
20:17minyak
20:17yang dimiliki
20:19Iran
20:19bisa dijual
20:20kemana
20:20itu dikontrol oleh
20:21Amerika Serikat
20:22yang ini juga
20:23terjadi dengan
20:24Venezuela
20:25bagaimana
20:26mengontrol rezim
20:27dengan mengontrol
20:28ekonomi dia
20:29saya rasa
20:30kemudian
20:31ke Kark
20:32walaupun itu
20:33nanti sebetulnya
20:34besar
20:34kita lihat
20:36nanti
20:36saya singkat
20:37saja ke
20:38Mas Bivanto
20:39ini posisi
20:40Israel sendiri
20:40kemana ya
20:41ini
20:41ya kalau
20:43Israel itu
20:44dalam posisi
20:45dalam hal ini
20:46posisi yang
20:46sudah lama
20:48menghadapi
20:50ancaman
20:51dari Iran
20:51karena
20:53dari perspektif
20:54Iran
20:54Israel itu
20:55harus dihapuskan
20:56dari perspektif
20:5779
20:58sementara
20:59dari perspektif
21:00Israel
21:03mereka
21:04sudah
21:05bersiap
21:05dengan semua
21:06jaringan
21:07intelijen
21:07militer
21:08dan semua
21:09aspek
21:09kekuatan-kekuatan
21:10national security
21:11untuk menghadapi
21:12Iran
21:13jadi
21:13buat mereka
21:14kalau ini
21:15Amerika harus
21:16keluar dengan
21:16malu
21:18apa
21:18dengan sangat
21:19malu
21:20buat Iran
21:21mereka tetap
21:21mempunyai
21:22deterrence
21:22untuk tetap
21:23menghadapi
21:23regime 79 ini
21:24demikian juga
21:25regime 79 ini
21:26tetap akan bisa
21:27menghadapi Iran
21:28itu disebut dengan
21:29yang saya bilang
21:30low intensity
21:31conflict
21:32kembali lagi
21:32kepada low intensity
21:33conflict
21:34proxy war
21:35intelligent war
21:36tapi mungkin
21:36eskalasi akan
21:37meningkat
21:38dan tadi
21:38kalau dibilang
21:39mas
21:40kisno
21:40akan diserang
21:41krat island
21:41itu serangan
21:43krat island itu
21:43karena di tengah
21:44di dalam
21:45itu berisiko
21:46kalau harus
21:46mendaratkan pasukan
21:47di situ
21:47itu harus
21:47menetralisir dulu
21:48coastal defense
21:49kemampuan mereka
21:50untuk pasukan
21:51counter strike
21:51untuk pasukan
21:52terjun
21:53pasukan
21:53mendarat
21:53mungkin
21:53yang dilakukan
21:54adalah serangan
21:54misail
21:55menganjurkan
21:56ke situ
21:56baik kita nantikan
21:57bersama ya
21:57seperti apa
21:58nanti
21:58langkah yang diambil
22:00oleh Amerika Serikat
22:01jelang batas akhir ultimatum
22:03Donald Trump
22:03terhadap Iran
22:04terima kasih
22:05pakar geopolitik
22:06dan keamanan nasional
22:07Mas Bibawantan Nugroh Widodo
22:08dan juga pengamat hubungan
22:09internasional
22:10dari Universitas Parayangan
22:11Mas Kisino
22:12Bawano telah berbagi perspektifnya
22:13di Kompas Petang
22:14salam sehat semuanya
22:15selamat menikmati
Komentar