00:03Terima kasih telah menonton!
00:44Terima kasih telah menonton!
01:00Tinggal menunggu beberapa jam
01:04Tenggat yang dilontarkan Trump adalah agar Iran membuka selat hormus dan menyetujui sejumlah kesepakatan untuk mengakhiri perang
01:15Jika hal itu tidak dilakukan Iran, Trump mengancam akan menyerang Iran dengan serangan yang lebih besar
01:26Pada 5 April lalu, atau satu hari sebelum tenggat ultimatum Iran, Trump mengumumkan perpanjangan waktu melalui akun media sosialnya
01:39Melalui truth social, Trump menuliskan selasa akan jadi hari pembangkit listrik dan hari jembatan
01:46Semuanya dalam sehari di Iran tak pernah ada hal seperti itu sebelumnya
01:52Trump juga mengancam
01:54Buka selat hormus atau kalian akan hidup bagai jeneraka
01:59Lihat saja
02:00Lalu Trump memperjelas pada unggahan berikutnya
02:04Selasa jam 8 malam waktu Amerika Serikat bagian timur
02:11Presiden Amerika Serikat Donald Trump bilang Iran memasuki periode kritis
02:16Jelang batas waktu yang diberikannya untuk membuka selat hormus
02:20Trump kembali melontarkan pernyataan bahwa Iran akan kembali ke zaman batu
02:25Karena Amerika Serikat akan menyerang jembatan dan fasilitas energinya jika ancaman Trump tak digabulkan
02:32Trump memberikan Iran waktu hingga selasa jam 8 waktu Amerika Serikat bagian timur
02:38Atau hari Rabu waktu Indonesia Barat
03:02Dan setelah itu, mereka tidak akan mempunyai pernyataan, mereka tidak akan mempunyai pernyataan
03:08Bagaian batas
03:11Pada 26 Maret, Trump juga sempat menunda tenggat serangan terhadap fasilitas energi Iran
03:18Ia memberikan waktu selama 10 hari dari 26 Maret menjadi 6 April
03:23Ultimatum itu kembali dilontarkan Trump melalui media sosial Truth miliknya pada 4 April lalu
03:36Trump memperingatkan Iran melalui media sosial pada 4 April bahwa
03:40Waktu hampir habis bagi negara itu untuk mencapai kesepakatan
03:45Atau membuka jalur air utama selat hormus
03:48Akun Truth Sosial Presiden Amerika Serikat Donald Trump menulis
03:53Ingat, ketika saya memberi Iran 10 hari untuk membuka kesepakatan atau membuka selat hormus
04:00Waktu hampir habis
04:0248 jam sebelum semua neraka akan menimpa mereka
04:07Maha suci Tuhan
04:11Menanggapi perpanjangan ultimatum dan ancaman terbalut Trump
04:15Iran menyebut Presiden Donald Trump sebagai sosok yang tidak stabil dan delusional
04:20Pernyataan tersebut disampaikan oleh Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Iran Reza Salehi Amiri
04:26Ia menambahkan masyarakat Iran pada umumnya melihat Trump sebagai pribadi yang kurang memiliki keseimbangan
04:33Dan menilai pernyataan Trump kontradiktif
04:36Reza Salehi Amiri juga menegaskan selat hormus selalu terbuka untuk dunia
04:43Dan menyebutkan masyarakat
05:14Presiden Donald Trump turut membalas pernyataan yang disampaikan pihak Iran yang menyebutnya dilusional
05:20Dirinya menyebut tidak peduli dengan tanggapan kritikus yang mempertanyakan kesehatan mentalnya
05:26Trump justru menambahkan perlu banyak orang seperti dirinya agar negara tidak lagi dipermainkan dalam perdagangan
05:57di tengah perpanjangan ultimatum Trump media AS Axios melaporkan utusan khusus Presiden Amerika
06:04Serikat Steve Witkoff dan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Arachi mulai berkomunikasi lewat pesan langsung
06:11Peneliti Asia Middle East Center Pizarro Gozali menilai langkah komunikasi tersebut jadi bagian strategi Trump
06:19yang terus mengulur waktu menyerang Iran
06:22Dia bahkan sekarang memberikan ultimatum 48 jam itu selalu diundur-undur terus
06:27Seharusnya kan hari ini nih, deadline-nya, tapi diundur-undur
06:30Itu membuktikan sebenarnya Donald Trump itu juga tidak pede
06:32Kenapa dia mengundur? Ya karena sekarang sedang digerakkan sel-sel diplomasi Amerika Serikat
06:37Untuk kemudian berjabatan tangan dengan Teheran untuk melakukan ditahan senjata
06:41Ini kan Steve Witkoff yang sudah melakukan kontak langsung loh dengan Araksi
06:45Yang tadinya kan ditengahi oleh Pakistan ya, tapi sekarang sudah direct talks itu
06:48Ini artinya, sepertinya Amerika Serikat juga tidak betul-betul siap untuk berbenturan dengan Iran
06:55Di sisi lain, Tiongkok menyatakan ketersediaannya untuk bekerja sama dengan Rusia
07:00Dalam Dewan Keamanan PBB demi meredakan situasi di Timur Tengah
07:06Tiongkok mengatakan hal mendasar untuk bisa menyelesaikan persoalan pelayaran Selat Hormuz
07:12Adalah dengan sesegera mungkin melakukan gencatan senjata
07:21Guru Besar Hubungan Internasional St. Petersburg University Rusia
07:25Kony Rahakundini Bakri menyatakan keterlibatan dua negara besar ini memiliki pengaruh yang cukup besar
07:32Di sini yang kita lihat, kekuatan di Dewan Keamanan PBB yang dimiliki oleh China dan Rusia
07:38Itu ternyata sangat berpengaruh
07:39Itu kenapa saya bilang dengan segala format, kebantuan Pakistan itu bagus awalnya
07:43Tapi mereka akan perlu dua raksasa ini turun dan sekarang dua raksasa ini sudah turun
07:47Dan juga bukan cuma turun, tapi sudah ada koordinasi dalam-dalam antara China dan Rusia
07:51Kita bisa lihat misalnya penceritaan Duta Besar Fuchong
07:54Dia bilang bahwa penggunaan kekuatan itu akan dilegitimasi
08:00Kalau tidak akan dilegitimasi, kalau akan memperburuk keadaan
08:05Kemudian Duta Besar Rusia di Nebezia bilang bahwa solusinya
08:11Pokoknya permusuhan itu menghentikan dulu, itu aja dulu
08:14Itu kenapa akhirnya nanti juga menolak dan juga bahkan tidak jadi
08:20Serangan rudal drone Iran masih terus dilancarkan ke tiap pangkalan tentara militer Amerika Serikat yang ada di negara kawasan Teluk
08:27Iran juga bahkan melontarkan tiga rudal dalam satu pekan
08:32Dengan menargetkan kawasan industri Ramad Hovath di Israel Selatan
08:40Ultimatum Trump soal mengubah kawasan Iran layaknya neraka diperkirakan habis pada selasa waktu Amerika Serikat
08:46Dunia terus menyerukan kedua belah pihak menahan diri dan menyelesaikan konflik melalui jalur diplomatik
08:55Tim Liputan, Kompas TV
Komentar