00:00Anda kembali menyaksikan selama Indonesia malam.
00:03Sudah pemerintah menjamin harga BBM subsidi tidak akan naik hingga akhir tahun 2026.
00:08Pemerintah menyebut masih memiliki sisa agaran yang bisa digunakan lebih dari 400 triliun rupiah untuk mensubsidi BBM.
00:16Kepastian tidak naiknya harga BBM subsidi seperti pertalat disampaikan oleh Menteri Keuangan Purba Yayudisa Dewa
00:22dalam keterangan pers bersama Menko Perekonomian dan Menteri Perhubungan Serin Sore.
00:27Purba memastikan pemerintah masih memiliki anggaran sebesar 420 triliun rupiah dalam bentuk sisa anggaran lebih
00:34yang bisa digunakan jika memang diperlukan, mengingat harga minyak dunia yang terus naik.
00:44Harga BBM subsidi tidak akan naik sampai akhir tahun dan anggaran saya cukup.
00:52Kalau kepetak bagaimana? Harganya lebih tinggi lagi.
00:55Aduh, saya tidak terkendalian misalnya.
00:58Sebenarnya sebuahnya ada, kita masih punya bantalan uang sebesar 420 triliun rupiah
01:05yang sekarang dalam bentuk sisa anggaran lebih atau sal.
01:11Kalau kepetak itu masih bisa dipakai.
01:14Tapi rasanya sih kita ke sana masih jauh.
01:18Karena harga minyak kecil peluangnya bertahan di atas 100 untuk waktu yang berkepanjangan.
01:26Kalau kita lihat politiknya di Amerika Serikat seperti apa.
01:29Jadi itu saya ingin tegaskan lagi, masalah kan gak usah khawatir.
01:32Gak usah spekulasi bahwa saya kehabisan uang.
01:35Gini-gini uangnya banyak nih, kayak benghar-benghar.
01:38Kayak lah.
01:39Jadi uang kita cukup.
01:44Meski perang di Timur Tengah terus berlanjut,
01:47pemerintah menjamin harga BBM bersubsidi tidak karena hingga akhir tahun nanti.
01:51Pemerintah menegaskan APBN kita kuat untuk mantisipasi perkembangan situasi geopolitik dan geoekonomi global.
01:58Kita luas lebih dalam hal ini bersama Wakil Kota Komisi 11 DPR RI,
02:02Mohd Hekal dan Beliti Center of Reform of Economic Corp Yusuf Rendi Manilet.
02:07Selamat sore Mas Yusuf.
02:12Selamat sore Mbak My Sister.
02:14Di tengah sejumlah negara mengambil tindakan yang cukup ekstrim,
02:19bahkan ada darurat energi nasional di Filipina,
02:22pemerintah Indonesia memastikan harga BBM tidak akan naik sampai akhir tahun.
02:28Anda melihat ini solusi atau justru mengundang risiko jangka panjang terhadap kesehatan APBN?
02:37Ya tentu setiap kebijakan konsekuensinya ya.
02:41Kalau seandainya sekarang pemerintah memilih untuk tidak menaikkan harga BBM,
02:46konsekuensi jangka pendeknya tentu bisa dilihat dengan harga ataupun inflasi yang diekspektasikan
02:53itu bisa berada pada kisaran target pemerintah di angka 3,5% plus minus 1%.
03:00Nah tetapi saya kira keputusan pemerintah untuk tidak menaikkan harga BBM ini juga didasarkan atas beberapa asumsi.
03:10Kalau kita ikuti dan cermati apa yang disampaikan oleh Pak Purbaya di beberapa kesempatan,
03:15salah satu yang sering disebutkan itu adalah threshold kenaikan ataupun harga rata-rata yang bisa ditampung oleh APBN
03:24di kisaran angka 99 atau bahkan 100 jenis per barel.
03:29Artinya ketika asumsi tersebut memang mencapai angka tersebut,
03:34maka selama itu pula APBN masih bisa menahan atau mengkompensasi kenaikan harga.
03:40Nah tetapi pertanyaannya adalah apabila ternyata dalam katakanlah 4 hingga 5 bulan ke depan
03:46harga rata-rata dari BBM itu mengalami kenaikan di atas 100% ini kan artinya thresholdnya mengalami peningkatan.
03:54Dan dalam konteks tersebut yang kami khawatirkan disitulah kemampuan APBN untuk kemudian menahan ya,
04:03mengkompensasi agar tidak naik harga BBM itu relatif berat gitu.
04:07Karena sekali lagi ketika harganya thresholdnya itu mengalami peningkatan,
04:12maka disitulah kemudian pemerintah harus menanggung beban lebih tinggi gitu.
04:16Kalau kita pertegas ada mengatakan 4 sampai 5 bulan dengan asumsi harga minyak tetap di kisaran 100 dolar.
04:24Begitu ya Mas Yusuf?
04:25Tapi kan kalau...
04:26Ya thresholdnya tidak melibih ya.
04:27Oke.
04:28Menkyu mengatakan masih ada mantalan dari sal.
04:31Apakah ini cukup menenangkan atau sebenarnya masih ada risiko di belakangnya?
04:37Saya kira memang masih ada risiko di belakangnya ya.
04:40Artinya selama kemudian pemerintah tidak mau ya sekali lagi melakukan efisiensi pada pos yang lain,
04:48saya kira saat itu hanya sekedar bantalan sementara gitu.
04:52Nah kalau kita melihat dari perkembangannya kan saat ini pemerintah masih diuntukkan dengan
04:58angka rata-rata harga BBM yang masih berada di kisaran 85 ya.
05:03Tetapi kalau seandainya angka rata-ratanya ini mengalami peningkatan seperti yang kita diskusikan di awal gitu,
05:08saya kira kita bukan tidak mungkin angka sal yang disampaikan oleh Pak Purbaya tadi itu juga belum tentu cukup gitu.
05:18Karena di saat yang bersamaan kan pemerintah harus menanggung kompensasi kenaikan harga BBM
05:23dan di saat yang bersamaan juga harus memastikan beberapa program belanja strategis dan juga rutin itu tetap berjalan gitu.
05:31Jadi saya kira memang perlu hati-hati juga gitu kalau kita berbicara seberapa kuat bantalan yang dipunyai atau dimiliki oleh
05:39pemerintah saat ini.
05:40Mana lebih beresiko Mas? Satu sisi kan kalau pemerintah tidak menaikkan harga BBM subsidi maka kan harapannya daya beli masyarakat
05:50tidak tergerus begitu kan?
05:52Nah tapi apakah Anda punya proyeksi lain mana yang paling berbahaya tidak menaikkan harga BBM atau tetap dengan harga yang
06:03sekarang
06:03sehingga apakah masyarakat bisa tercipta sense of crisis-nya dengan langkah yang diambil saat ini?
06:11Ya saya kira masyarakat sudah relatif bisa membaca gitu ya bahwa saat ini kondisi geopolitik kita
06:19geopolitik Timur Tengah itu mempengaruhi harga BBM di dalam negeri dan apa yang bisa dilihat dari sense of crisis-nya
06:28masyarakat itu ketika
06:30mengantri ya ketika sebelum ada pengumuman ditahannya harga BBM di akhir bulan Maret kemarin.
06:38Saya kira itu sebenarnya menunjukkan bahwa masyarakat itu tahu bahwa ada potensi kenaikan harga BBM yang bisa terjadi gitu.
06:45Kalau seandainya kondisi dari geopolitik ini mau mengalami pemberukan gitu.
06:51Dan dalam konteks ini tentu masyarakat juga sudah paham bahwa ketika harga itu terjadi maka mereka harus melakukan langkah mitigasi.
07:01Jadi kalau dibilang masyarakat paham saya kira paham.
07:04Nah masalahnya tentu kalau seandainya pilihannya bagi pemerintah saat ini memang kalau menurut kami memang perlu ditahan terlebih dahulu
07:12agar tidak kemudian kondisi dari kenaikan harga BBM ini bisa memberikan implikasi langsung kenaikan ke inflasi atau harga barang gitu.
07:22Karena kalau seandainya tidak ditahan terutama di periode setelah lebaran ada dua implikasi yang kemudian bisa terjadi gitu.
07:31Yang pertama tentu daya beli masyarakat akan tergerus ya karena angka evolusinya langsung sangat tinggi.
07:38Dan yang kedua tadi ada faktor tadi ada.
07:41Tapi masalahnya Mas Yusuf kita sama-sama tahu pemerintah lembaga utang internasional downgrading posisi kita, posisi utang Indonesia.
07:50Lantas apakah ini dengan kebijakan tersebut justru menambah bayang-bayang ketakutan para investor untuk masuk ke Indonesia
07:57karena ketidaksehatan APBN mungkin? Nanti dijawab Mas Yusuf.
08:01Kami segera kembali saudara tetap di Sampai Indonesia malam.
08:14Ya jadi Mas Yusuf dengan fluktuatif harga minyak tapi konsisten rata di 100 dolar bahkan lebih
08:21maka apakah menurut Anda memang sebaiknya harga BBM dinaikkan?
08:28Kalau kita punya hitung-hitungan kalau misalnya harga minyak sampai dengan akhir tahun nanti itu secara rata-rata tidak melebihi
08:37100 dolar per barel
08:39dan di saat bersamaan kemudian pemerintah tidak melakukan penyesuaian di ruang belanja
08:44sebenarnya pemerintah masih bisa melakukan pembatasan atau tidak menaikkan harga BBM.
08:51Jadi thresholdnya kami itu sebenarnya hitungannya sehingga maksimal 100 dolar per barel.
08:56Namun sekali lagi kalau seandainya ternyata harga rata BBM itu kemudian ternyata lebih tinggi di atas 100 dolar per barel
09:06maka langkah keduanya kalau menurut kami harus melakukan efisiensi di program-program strategis yang sifatnya besar.
09:12Nah baru kalau seandainya ternyata sudah dilakukan efisiensi di program strategis kemudian ternyata masih belum cukup juga
09:21karena kata-kala harga ratanya itu di atas 120 dolar per barel yang pada saat ini sebenarnya tidak terjadi.
09:29Tetapi ketika itu terjadi disitulah pemerintah harus mengambil keputusan yang tidak populer dengan melakukan penyesuaian harga BBM gitu.
09:38Sehingga nantinya itu yang bisa kemudian menjaga agar defisit anggarannya itu tidak melebihi ya angka rasio 3% terhadap PDB.
09:48Jadi bisa dipilih salah satu atau lebih baik menaikkan harga BBM atau lebih baik menunda sejumlah program yang membutuhkan anggaran
09:56yang besar?
09:56Mas Yusuf?
09:57Ya saya kira saat ini memang yang strategis adalah menunda sementara waktu program-program yang besar gitu.
10:04Apalagi momentnya saya kira cukup tepat gitu ya kita masih berada di awal tahun pemerintah juga belum banyak menjalankan programnya
10:13secara masif ya
10:14karena baru di kuartal pertama jadi saya kira itu masih bisa disesuaikan kembali agar ya itu tadi tidak dikorbankan hal
10:22-hal lain sebenarnya juga relatif lebih penting.
10:24Oke kalau dari proyeksi Anda sendiri seberapa tahan APBN menanggung beban dari subsidi karena tidak menaikkan harga BBM?
10:36Karena kan mungkin dalam bulan Maret kemarin 59% kan harga minyak sudah naik hanya dalam satu bulan?
10:42Ya jadi kalau kami memprediksikan di pertengahan bulan dari bulan April sehingga pertengahan tahun ini kemungkinan harga BBM akan mengalami
10:56kenaikan di angka masih di atas 100% gitu
11:00dan dengan kondisi tersebut saya kira rata-rata harga minyak itu memang akan mengalami kenaikan sehingga akan memberikan dampak ke
11:09APBN
11:10namun setelah pertengahan tahun kami prediksikan akan relatif dalam skenario tertentu itu akan mengalami normalisasi gitu ya
11:19dengan kondisi geopolitik yang sudah relatif lebih kondusif misalnya
11:26nah dengan skenario tersebut memang kita masih menahan defisit anggaran itu di bawah 3%
11:35tapi sudah mentok nih di batas atas di angka 2,9% gitu
11:40jadi skenario seperti itu
11:42jadi dia akan naik di pertengahan tahun ini namun ternormalisasi di semester ke-2 nanti
11:48ya sebenarnya pembahasan kita saat ini juga seharusnya dihadiri oleh Wakil Kota Komisi 11 DPR RI Muhammad Hekal
11:54dan tadi sudah setuju untuk ikut berdiskusi namun hingga jam sekarang saat ditayangkan sodara Muhammad Hekal
12:02belum juga bergabung baik melalui Zoom
12:04Mas Wisup, sebelumnya ketika ada masalah ada pemberingkat internasional menurunkan pemberingkat utang Indonesia
12:12lantas apakah hal ini keputusan ini justru akan kembali memberikan catatan buruk singkat saja untuk APBN
12:19ya tentu ini akan mendapatkan catatan ya catatan dari lembaga pemberingkatan reti
12:26apalagi kalau kita lihat di catatan yang disampaikan
12:30pemerintah itu disoroti mengenai pengelolaan anggaran
12:34terutama pada program-program strategis yang dinilai
12:37belum cukup mampu untuk bisa dibelanjakan atau bisa di eksekusi oleh pemerintah gitu
12:42nah sekarang saya kira pemerintah punya peluang ya
12:46untuk kemudian semacam memberikan pembelaan
12:50dengan cara melakukan realokasi pada program-program ini gitu
12:55jadi pemerintah punya semacam pembelaan untuk kemudian menindaklanjuti
13:00apa yang dikonsen oleh para lembaga pemberingkatan reti ini
13:04baik terima kasih Mas Yusup telah bergabung di Sapa Indonesia Malam
13:08selamat malam Mas
13:08terima kasih
13:09selamat menikmati
Komentar