Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Pemerintah menjamin harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir tahun 2026. Pemerintah menyebut masih memiliki sisa anggaran lebih dari Rp420 triliun yang dapat digunakan untuk mensubsidi BBM jika diperlukan.

Kepastian ini disampaikan oleh Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, dalam keterangannya bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian dan Menteri Perhubungan pada Senin sore.

Purbaya menegaskan bahwa pemerintah masih memiliki anggaran sebesar Rp420 triliun dalam bentuk sisa anggaran lebih, yang siap digunakan mengantisipasi kenaikan harga minyak dunia. Meski konflik di Timur Tengah terus berlanjut, pemerintah memastikan BBM bersubsidi, seperti Pertalite, tetap stabil hingga akhir tahun.

Pemerintah juga menekankan bahwa APBN Indonesia kuat untuk menghadapi perkembangan situasi geopolitik dan geoekonomi global. Untuk ulasan lebih mendalam, pemerintah menggandeng Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Mohamad Hekal, serta peneliti Center of Reform on Economics (CORE), Yusuf Rendy Manilet.

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Baca Juga Pakar HI & Pengamat Timteng soal Trump Perpanjang Ultimatum Serang Iran Besar-besaran, AS Tak Siap? di https://www.kompas.tv/internasional/661284/pakar-hi-pengamat-timteng-soal-trump-perpanjang-ultimatum-serang-iran-besar-besaran-as-tak-siap

#bbm #minyakdunia #selathormuz #purbaya #apbn

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/661285/full-peneliti-core-soal-pemerintah-tak-naikkan-harga-bbm-subsidi-hingga-akhir-2026-langkah-tepat
Transkrip
00:00Anda kembali menyaksikan selama Indonesia malam.
00:03Sudah pemerintah menjamin harga BBM subsidi tidak akan naik hingga akhir tahun 2026.
00:08Pemerintah menyebut masih memiliki sisa agaran yang bisa digunakan lebih dari 400 triliun rupiah untuk mensubsidi BBM.
00:16Kepastian tidak naiknya harga BBM subsidi seperti pertalat disampaikan oleh Menteri Keuangan Purba Yayudisa Dewa
00:22dalam keterangan pers bersama Menko Perekonomian dan Menteri Perhubungan Serin Sore.
00:27Purba memastikan pemerintah masih memiliki anggaran sebesar 420 triliun rupiah dalam bentuk sisa anggaran lebih
00:34yang bisa digunakan jika memang diperlukan, mengingat harga minyak dunia yang terus naik.
00:44Harga BBM subsidi tidak akan naik sampai akhir tahun dan anggaran saya cukup.
00:52Kalau kepetak bagaimana? Harganya lebih tinggi lagi.
00:55Aduh, saya tidak terkendalian misalnya.
00:58Sebenarnya sebuahnya ada, kita masih punya bantalan uang sebesar 420 triliun rupiah
01:05yang sekarang dalam bentuk sisa anggaran lebih atau sal.
01:11Kalau kepetak itu masih bisa dipakai.
01:14Tapi rasanya sih kita ke sana masih jauh.
01:18Karena harga minyak kecil peluangnya bertahan di atas 100 untuk waktu yang berkepanjangan.
01:26Kalau kita lihat politiknya di Amerika Serikat seperti apa.
01:29Jadi itu saya ingin tegaskan lagi, masalah kan gak usah khawatir.
01:32Gak usah spekulasi bahwa saya kehabisan uang.
01:35Gini-gini uangnya banyak nih, kayak benghar-benghar.
01:38Kayak lah.
01:39Jadi uang kita cukup.
01:44Meski perang di Timur Tengah terus berlanjut,
01:47pemerintah menjamin harga BBM bersubsidi tidak karena hingga akhir tahun nanti.
01:51Pemerintah menegaskan APBN kita kuat untuk mantisipasi perkembangan situasi geopolitik dan geoekonomi global.
01:58Kita luas lebih dalam hal ini bersama Wakil Kota Komisi 11 DPR RI,
02:02Mohd Hekal dan Beliti Center of Reform of Economic Corp Yusuf Rendi Manilet.
02:07Selamat sore Mas Yusuf.
02:12Selamat sore Mbak My Sister.
02:14Di tengah sejumlah negara mengambil tindakan yang cukup ekstrim,
02:19bahkan ada darurat energi nasional di Filipina,
02:22pemerintah Indonesia memastikan harga BBM tidak akan naik sampai akhir tahun.
02:28Anda melihat ini solusi atau justru mengundang risiko jangka panjang terhadap kesehatan APBN?
02:37Ya tentu setiap kebijakan konsekuensinya ya.
02:41Kalau seandainya sekarang pemerintah memilih untuk tidak menaikkan harga BBM,
02:46konsekuensi jangka pendeknya tentu bisa dilihat dengan harga ataupun inflasi yang diekspektasikan
02:53itu bisa berada pada kisaran target pemerintah di angka 3,5% plus minus 1%.
03:00Nah tetapi saya kira keputusan pemerintah untuk tidak menaikkan harga BBM ini juga didasarkan atas beberapa asumsi.
03:10Kalau kita ikuti dan cermati apa yang disampaikan oleh Pak Purbaya di beberapa kesempatan,
03:15salah satu yang sering disebutkan itu adalah threshold kenaikan ataupun harga rata-rata yang bisa ditampung oleh APBN
03:24di kisaran angka 99 atau bahkan 100 jenis per barel.
03:29Artinya ketika asumsi tersebut memang mencapai angka tersebut,
03:34maka selama itu pula APBN masih bisa menahan atau mengkompensasi kenaikan harga.
03:40Nah tetapi pertanyaannya adalah apabila ternyata dalam katakanlah 4 hingga 5 bulan ke depan
03:46harga rata-rata dari BBM itu mengalami kenaikan di atas 100% ini kan artinya thresholdnya mengalami peningkatan.
03:54Dan dalam konteks tersebut yang kami khawatirkan disitulah kemampuan APBN untuk kemudian menahan ya,
04:03mengkompensasi agar tidak naik harga BBM itu relatif berat gitu.
04:07Karena sekali lagi ketika harganya thresholdnya itu mengalami peningkatan,
04:12maka disitulah kemudian pemerintah harus menanggung beban lebih tinggi gitu.
04:16Kalau kita pertegas ada mengatakan 4 sampai 5 bulan dengan asumsi harga minyak tetap di kisaran 100 dolar.
04:24Begitu ya Mas Yusuf?
04:25Tapi kan kalau...
04:26Ya thresholdnya tidak melibih ya.
04:27Oke.
04:28Menkyu mengatakan masih ada mantalan dari sal.
04:31Apakah ini cukup menenangkan atau sebenarnya masih ada risiko di belakangnya?
04:37Saya kira memang masih ada risiko di belakangnya ya.
04:40Artinya selama kemudian pemerintah tidak mau ya sekali lagi melakukan efisiensi pada pos yang lain,
04:48saya kira saat itu hanya sekedar bantalan sementara gitu.
04:52Nah kalau kita melihat dari perkembangannya kan saat ini pemerintah masih diuntukkan dengan
04:58angka rata-rata harga BBM yang masih berada di kisaran 85 ya.
05:03Tetapi kalau seandainya angka rata-ratanya ini mengalami peningkatan seperti yang kita diskusikan di awal gitu,
05:08saya kira kita bukan tidak mungkin angka sal yang disampaikan oleh Pak Purbaya tadi itu juga belum tentu cukup gitu.
05:18Karena di saat yang bersamaan kan pemerintah harus menanggung kompensasi kenaikan harga BBM
05:23dan di saat yang bersamaan juga harus memastikan beberapa program belanja strategis dan juga rutin itu tetap berjalan gitu.
05:31Jadi saya kira memang perlu hati-hati juga gitu kalau kita berbicara seberapa kuat bantalan yang dipunyai atau dimiliki oleh
05:39pemerintah saat ini.
05:40Mana lebih beresiko Mas? Satu sisi kan kalau pemerintah tidak menaikkan harga BBM subsidi maka kan harapannya daya beli masyarakat
05:50tidak tergerus begitu kan?
05:52Nah tapi apakah Anda punya proyeksi lain mana yang paling berbahaya tidak menaikkan harga BBM atau tetap dengan harga yang
06:03sekarang
06:03sehingga apakah masyarakat bisa tercipta sense of crisis-nya dengan langkah yang diambil saat ini?
06:11Ya saya kira masyarakat sudah relatif bisa membaca gitu ya bahwa saat ini kondisi geopolitik kita
06:19geopolitik Timur Tengah itu mempengaruhi harga BBM di dalam negeri dan apa yang bisa dilihat dari sense of crisis-nya
06:28masyarakat itu ketika
06:30mengantri ya ketika sebelum ada pengumuman ditahannya harga BBM di akhir bulan Maret kemarin.
06:38Saya kira itu sebenarnya menunjukkan bahwa masyarakat itu tahu bahwa ada potensi kenaikan harga BBM yang bisa terjadi gitu.
06:45Kalau seandainya kondisi dari geopolitik ini mau mengalami pemberukan gitu.
06:51Dan dalam konteks ini tentu masyarakat juga sudah paham bahwa ketika harga itu terjadi maka mereka harus melakukan langkah mitigasi.
07:01Jadi kalau dibilang masyarakat paham saya kira paham.
07:04Nah masalahnya tentu kalau seandainya pilihannya bagi pemerintah saat ini memang kalau menurut kami memang perlu ditahan terlebih dahulu
07:12agar tidak kemudian kondisi dari kenaikan harga BBM ini bisa memberikan implikasi langsung kenaikan ke inflasi atau harga barang gitu.
07:22Karena kalau seandainya tidak ditahan terutama di periode setelah lebaran ada dua implikasi yang kemudian bisa terjadi gitu.
07:31Yang pertama tentu daya beli masyarakat akan tergerus ya karena angka evolusinya langsung sangat tinggi.
07:38Dan yang kedua tadi ada faktor tadi ada.
07:41Tapi masalahnya Mas Yusuf kita sama-sama tahu pemerintah lembaga utang internasional downgrading posisi kita, posisi utang Indonesia.
07:50Lantas apakah ini dengan kebijakan tersebut justru menambah bayang-bayang ketakutan para investor untuk masuk ke Indonesia
07:57karena ketidaksehatan APBN mungkin? Nanti dijawab Mas Yusuf.
08:01Kami segera kembali saudara tetap di Sampai Indonesia malam.
08:14Ya jadi Mas Yusuf dengan fluktuatif harga minyak tapi konsisten rata di 100 dolar bahkan lebih
08:21maka apakah menurut Anda memang sebaiknya harga BBM dinaikkan?
08:28Kalau kita punya hitung-hitungan kalau misalnya harga minyak sampai dengan akhir tahun nanti itu secara rata-rata tidak melebihi
08:37100 dolar per barel
08:39dan di saat bersamaan kemudian pemerintah tidak melakukan penyesuaian di ruang belanja
08:44sebenarnya pemerintah masih bisa melakukan pembatasan atau tidak menaikkan harga BBM.
08:51Jadi thresholdnya kami itu sebenarnya hitungannya sehingga maksimal 100 dolar per barel.
08:56Namun sekali lagi kalau seandainya ternyata harga rata BBM itu kemudian ternyata lebih tinggi di atas 100 dolar per barel
09:06maka langkah keduanya kalau menurut kami harus melakukan efisiensi di program-program strategis yang sifatnya besar.
09:12Nah baru kalau seandainya ternyata sudah dilakukan efisiensi di program strategis kemudian ternyata masih belum cukup juga
09:21karena kata-kala harga ratanya itu di atas 120 dolar per barel yang pada saat ini sebenarnya tidak terjadi.
09:29Tetapi ketika itu terjadi disitulah pemerintah harus mengambil keputusan yang tidak populer dengan melakukan penyesuaian harga BBM gitu.
09:38Sehingga nantinya itu yang bisa kemudian menjaga agar defisit anggarannya itu tidak melebihi ya angka rasio 3% terhadap PDB.
09:48Jadi bisa dipilih salah satu atau lebih baik menaikkan harga BBM atau lebih baik menunda sejumlah program yang membutuhkan anggaran
09:56yang besar?
09:56Mas Yusuf?
09:57Ya saya kira saat ini memang yang strategis adalah menunda sementara waktu program-program yang besar gitu.
10:04Apalagi momentnya saya kira cukup tepat gitu ya kita masih berada di awal tahun pemerintah juga belum banyak menjalankan programnya
10:13secara masif ya
10:14karena baru di kuartal pertama jadi saya kira itu masih bisa disesuaikan kembali agar ya itu tadi tidak dikorbankan hal
10:22-hal lain sebenarnya juga relatif lebih penting.
10:24Oke kalau dari proyeksi Anda sendiri seberapa tahan APBN menanggung beban dari subsidi karena tidak menaikkan harga BBM?
10:36Karena kan mungkin dalam bulan Maret kemarin 59% kan harga minyak sudah naik hanya dalam satu bulan?
10:42Ya jadi kalau kami memprediksikan di pertengahan bulan dari bulan April sehingga pertengahan tahun ini kemungkinan harga BBM akan mengalami
10:56kenaikan di angka masih di atas 100% gitu
11:00dan dengan kondisi tersebut saya kira rata-rata harga minyak itu memang akan mengalami kenaikan sehingga akan memberikan dampak ke
11:09APBN
11:10namun setelah pertengahan tahun kami prediksikan akan relatif dalam skenario tertentu itu akan mengalami normalisasi gitu ya
11:19dengan kondisi geopolitik yang sudah relatif lebih kondusif misalnya
11:26nah dengan skenario tersebut memang kita masih menahan defisit anggaran itu di bawah 3%
11:35tapi sudah mentok nih di batas atas di angka 2,9% gitu
11:40jadi skenario seperti itu
11:42jadi dia akan naik di pertengahan tahun ini namun ternormalisasi di semester ke-2 nanti
11:48ya sebenarnya pembahasan kita saat ini juga seharusnya dihadiri oleh Wakil Kota Komisi 11 DPR RI Muhammad Hekal
11:54dan tadi sudah setuju untuk ikut berdiskusi namun hingga jam sekarang saat ditayangkan sodara Muhammad Hekal
12:02belum juga bergabung baik melalui Zoom
12:04Mas Wisup, sebelumnya ketika ada masalah ada pemberingkat internasional menurunkan pemberingkat utang Indonesia
12:12lantas apakah hal ini keputusan ini justru akan kembali memberikan catatan buruk singkat saja untuk APBN
12:19ya tentu ini akan mendapatkan catatan ya catatan dari lembaga pemberingkatan reti
12:26apalagi kalau kita lihat di catatan yang disampaikan
12:30pemerintah itu disoroti mengenai pengelolaan anggaran
12:34terutama pada program-program strategis yang dinilai
12:37belum cukup mampu untuk bisa dibelanjakan atau bisa di eksekusi oleh pemerintah gitu
12:42nah sekarang saya kira pemerintah punya peluang ya
12:46untuk kemudian semacam memberikan pembelaan
12:50dengan cara melakukan realokasi pada program-program ini gitu
12:55jadi pemerintah punya semacam pembelaan untuk kemudian menindaklanjuti
13:00apa yang dikonsen oleh para lembaga pemberingkatan reti ini
13:04baik terima kasih Mas Yusup telah bergabung di Sapa Indonesia Malam
13:08selamat malam Mas
13:08terima kasih
13:09selamat menikmati
Komentar

Dianjurkan