00:00Tidaknya pengamal timur tengah Sibullah Srawi menyoroti bahwa perang narasi yang terjadi dari Trump, Iran maupun di media sosial dan
00:09berikut cuplikannya untuk Anda.
00:12Mencatat dalam perkembangan terbaru ini dimana mestinya hari ini yang disebut sebagai serangan neraka itu sudah dilakukan karena ini adalah
00:21akhir daripada 10 hari yang ultimatum yang diperpanjang sebelumnya.
00:26Tapi Trump dalam sosial media saya saya sampaikan alhamdulillah Trump memperpanjang ultimatumnya menjadi 40 jam lagi dan itu kurang lebih
00:38akan deadline pada hari Selasa jam 8 malam waktu Amerika atau hari Rabu kurang lebih jam 7 pagi waktu Indonesia
00:50Barat.
00:50Nah saya tentu akan konsisten dengan latar belakang saya dengan konsen saya dari sisi politik.
00:58Kalau Mas Agung dari kepakaran dan pengalaman beliau dari sisi teknik strategi pertumburan langsung tapi mungkin nanti di titik tertentu
01:06kita bisa join dengan latar belakang dan yang disampaikan oleh Mas Agung.
01:12Saya dari konsen saya Mas Ian melihat bahwa apapun yang terjadi dalam beberapa hari terakhir saya melihat polanya ada yang
01:24sama walaupun sekali lagi Trump dikenal sebagai orang yang unpredictable.
01:29Kepastian Trump adalah ketidakpastiannya.
01:32Kepastiannya. Jadi kalau mau dibikin Trump adalah ketidakpastian. Jadi yang terbanyak dari Trump adalah ketidakpastiannya.
01:40Namun demikian kalau kita baca secara cermat minimal yang saya baca ada kayak semacam pola yang bisa kita gabungkan satu
01:49persatu dari ketidakpastian Trump itu.
01:51Dan mungkin itu bisa kita anggap sebagai yang diinginkan oleh Trump.
01:56Yaitu bahwa Trump menurut saya tetap konsisten ingin perang ini segera berakhir.
02:01Jadi ada kerangka waktu yang saya melihat dari berbagai macam inconsistensi dan pernyataan Trump yang berubah-berubah.
02:13Tapi ada yang tidak berubah menurut saya yaitu bahwa Trump ingin ini berakhir sesuai dengan kerangka waktu yang dia buat.
02:21Lebih cepat lebih baik. Kurang lebih itu yang diinginkan oleh Trump.
02:26Nah oleh karena itu kalau kita baca berbagai macam katakanlah politik ulur waktu.
02:31Deadline yang terus diperpanjang.
02:32Saya sampaikan tadi.
02:33Awalnya dikasih dua hari ya.
02:36Lalu kemudian diperpanjang lima hari.
02:38Lalu diperpanjang sepuluh hari.
02:40Lalu hari ini dikatakan diperpanjang ini terakhir sekali.
02:44Jadi ini pula Trump udah kayak apa ya.
02:46Di pasar-pasar jualan gitu.
02:51Jadi obrol-obrol.
02:53Itu menurut saya relate dengan background beliau sebagai pengusaha.
02:57Jadi sebagai pebisnis gitu.
02:59Jadi Trump mencoba untuk menggunakan tekanan seperti ini.
03:04Selain tekanan militer juga tekanan waktu untuk mendapat yang dia mau.
03:09Nah itu artinya juga secara politik bahwa katakanlah minimal dari tanggal 24.
03:15Saya menganggap itu adalah awal.
03:17Dimana Trump sudah mulai mensosialisasikan kerangka waktu.
03:22Mulai mensosialisasikan skenario yang ingin dia sebarkan.
03:27Dan dia berharap para pihak bekerja sesuai dengan yang dia inginkan.
03:31Termasuk para mediator.
03:32Nah saya melihat kalau kita baca dari perkembangan-perkembangan yang ada.
03:37Maka menandakan bahwa Trump memang belum dapat yang dia mau.
03:40Nah ini poinnya.
03:42Ya berbagai macam ulah sana sini.
03:45Kemudian apa namanya obrol sana sini.
03:47Maknanya secara politik adalah salah satunya.
03:50Dia belum dapat apa yang dia mau.
03:52Bahkan yang disampaikan oleh Mas Agung.
03:54Kadang-kadang yang dia klaim sebagai kemenaran.
03:57Atau disampaikan Mas Ian tadi sebagai perang narasi.
04:00Itu justru semakin terbukti tidak sepenuhnya benar.
04:04Misalkan begini.
04:05Saya masuk kepada disiplinnya Mas Agung.
04:07Itu Trump dari awal.
04:09Apa namanya.
04:11Dan mungkin 10 hari 20 hari pertama.
04:13Sudah menyampaikan berkali-kali bahwa dia menang telak di udara.
04:17Jadi dia kuasai udara Iran sepenuhnya.
04:22Kami bebas menyerang dimanapun.
04:24Siapapun targetnya bisa kami lakukan.
04:25Bahkan dia sampaikan bahwa di laut juga kami berkuasa.
04:29Sudah tidak ada lagi armada tempurnya Iran.
04:32Bahkan prajurinya juga sudah habis.
04:34Kan itu klaim-klaim.
04:35Tapi dalam perkembangan-perkembangan setelah itu menurut saya.
04:39Menunjukkan bahwa itu retorika.
04:41Itu tidak sesuai dengan yang terjadi.
04:44Nah yang terbaru kalau dalam catatan saya adalah.
04:48Katakan apa namanya keberhasilan Iran tadi.
04:51Menimbak jatuh pesawat canggihnya Amerika ini.
04:55Saya mencatat itu terjadi di 811 atau di hari ke-35.
05:01Bahkan saya memberikan catatan khusus.
05:04Kemarin di hari ke-35 itu.
05:07Yang awalnya katakanlah udara menjadi kelemahan Iran.
05:12Walaupun mungkin tetap dia punya kemampuan menyerang.
05:15Tapi kita secara objektif harus mengakui Iran lemah secara udara.
05:19Kalau enggak dia tidak akan hancur.
05:21Malah saya sampaikan bahwa sepak bola.
05:23Iran memang punya penyerang yang hebat.
05:26Rudal langsung.
05:28Tapi pertahanannya lemah sekali sejak awal.
05:30Kalau tidak tidak akan hancur lebur seperti sekarang.
05:33Kalau tidak tidak akan kehilangan tokoh-tokoh penting seperti sekarang.
05:36Itu orang yang objektif akan mengakui sebagai kelemahan Iran.
05:41Nah saya melihat memang kejutan besar menurut saya terjadi pada hari ke-35 kemarin.
05:48Atau dalam hitungan saya 840.
05:50Dimana Iran untuk pertama kali menurut saya bisa membuktikan kepada dunia.
05:56Dia bisa bukan hanya mengimbangi tapi meruntuhkan klaim.
06:00Seperioritas udara yang disampaikan oleh Trump.
06:02Dan buktinya adalah dia menjatuhkan pesawat-pesawat hebatnya.
06:06Bahkan pilotnya sempat jatuh ke Iran.
06:10Walaupun memang ini adalah dramatis menurut saya.
06:12Karena kurang lebih dari 48 jam atau mungkin 24 jam.
06:17Amerika sudah berhasil menyelamatkan pilotnya.
Komentar