Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 4 menit yang lalu
JAKARTA, KOMPASTV - Pengamat Timur Tengah, Hasibullah Satrawi, menilai Iran memiliki kekurangan dalam intelijen, yang menyebabkan mereka harus membayar mahal dengan kehilangan tokoh-tokoh utamanya.

"Bagian itu yang akhirnya membuat Iran harus membayar dengan sangat mahal, termasuk dengan kehilangan tokoh-tokoh utamanya," kata Hasibullah, dalam Breaking News KompasTV, Senin (6/4/2026).

Namun, Iran juga memiliki kemampuan bertahan yang kuat dan sistem konstitusi yang solid, yang membuat mereka tidak runtuh meskipun pimpinannya telah dibunuh.

Hasibullah menyebutkan bahwa Iran memiliki struktur kepemimpinan yang unik, di mana pemimpin tertinggi memiliki kekuasaan spiritual dan politik yang kuat.

"Ini yang membuat Iran tidak kolaps, walaupun katakanlah pimpinannya telah dibunuh, pimpinan utamanya," katanya.

Hasibullah juga membahas tentang strategi Amerika Serikat dan Israel dalam menghadapi Iran.

Menurutnya, mereka telah salah dalam memperhitungkan kekuatan Iran dan tidak memahami kebudayaan dan sistem politik mereka.

"Mereka mungkin ingin agar ini segera terjadi perubahan rezim, tapi itu tidak terjadi," katanya.

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Produser: Yuilyana

Thumbnail Editor: Joshua

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/661201/pengamat-timur-tengah-nilai-iran-masih-punya-kekuatan-bertahan-di-tengah-ultimatum-trump
Transkrip
00:00selamat menikmati
00:58selamat menikmati
01:22selamat menikmati
01:32selamat menikmati
02:12selamat menikmati
02:41selamat menikmati
02:53selamat menikmati
03:03selamat menikmati
03:06selamat menikmati
03:19selamat menikmati
03:21selamat menikmati
03:24selamat menikmati
03:34selamat menikmati
03:37selamat menikmati
03:39selamat menikmati
03:52selamat menikmati
04:09selamat menikmati
04:41daripada
04:56selamat menikmati
05:14selamat menikmati
05:31selamat menikmati
06:02selamat menikmati
06:19selamat menikmati
06:22selamat menikmati
07:03selamat menikmati
07:06selamat menikmati
07:22selamat menikmati
07:25selamat menikmati
07:33selamat menikmati
07:36selamat menikmati
07:38selamat menikmati
07:45selamat menikmati
07:52selamat menikmati
07:55selamat menikmati
07:57selamat menikmati
08:00selamat menikmati
08:03selamat menikmati
08:06Yang kritis terhadap rezim
08:08Itu membelot jadi
08:10Membelah rezim
08:11Saya baru dengar salah satu laporan
08:13Di Al Jazeera itu tentang
08:15Cerita mengenai
08:17Seorang apa namanya oposisi Iran
08:20Yang ada di Eropa ada di luar
08:22Kalau oposisi kan mestinya ganti rezim
08:24Tapi setelah tahu bagaimana
08:26Negaranya diperlakukan secara
08:28Secara brutal
08:29Secara barbar seperti ini
08:31Kata salah satu sumber yang saya dengarkan
08:34Mereka menawarkan
08:36Agar dapat keringanan dari rezim
08:38Untuk balik ke negaranya
08:39Dan ingin membela negerinya
08:41Nah ini yang saya bilang secara kebudayaan
08:43Kita bisa mengurai kenapa
08:45Yang disampaikan Mas Agung
08:47Pilihan untuk ganti rezim yang
08:49Tidak dilalui dengan studi kebudayaan
08:51Yang cukup, studi mengenai lingkungan
08:53Yang cukup, akhirnya justru
08:55Balik badan dan sekarang
08:57Justru mengancam rezimnya
08:59Trump dan rezimnya Netanyahu itu sendiri
09:02Begitu Mas Agung
09:05Baik, baik, baik
09:06Saya tangkap
09:06Intinya adalah bagaimana kemudian
09:08Rasa cinta pada tanah air ini
09:10Kemudian tinggi di Iran
09:12Dan ini jadi satu kelemahan
09:13Yang tidak diperhitungkan oleh Amerika Serikat
09:16Ataupun juga Israel
09:17Mas Agung, yang mau saya tanya adalah
09:19Tadi sempat disinggung soal
09:20Upaya intelijen
09:22Kalau kita lihat setelah berganti
09:23Rezim atau bukan berganti
09:25Berarti kita bisa sebutnya bergeser
09:27Begitu ya
09:27Karena rezimnya diturunkan ke Mujtaba
09:30Apakah Anda melihat bahwa
09:31Ada pelajaran yang kemudian
09:33Sudah dilakukan oleh Iran
09:36Dalam hal intelijen
09:37Melihat Mujtaba ini tidak
09:38Memuncul ke publik
09:40Kemudian juga kita lihat
09:41Serangan-serangannya
09:43Ini kecenderungannya
09:43Apakah strategis atau tidak
09:45Bagi Iran terhadap Israel
09:48Tapi dijawab setelah jeda
09:51Pak Agung
09:52Nanti kita akan kembali
09:53Di Breaking News Kompas TV
09:54Terima kasih
Komentar

Dianjurkan