00:00Kalau dengan APBN-APBN gak naik, apakah APBN kita kuat sepanjang tahun?
00:10Karena ada orang yang bilang katanya uang saya tinggal dua minggu aja sudah habis.
00:16Bahkan sumbernya bukan dari luar, malah dari orang kementerian keuangan sendiri yang menyebarkan isu-isu seperti itu.
00:22Saya baru tahu, padahal ya menterinya saya.
00:28Jadi saya agak bingung, tapi gini, begitu harga minyak naik ke level yang tinggi, kami dikementerikan langsung exercise untuk masing
00:37-masing harga.
00:39Harga sampai 80, kondisi APBN berapa, 90 seperti apa, sampai 100 seperti apa, dan mitigasinya seperti apa.
00:48Jadi langkah-langkah yang disebutkan oleh Bapak Presiden dan anggota kabinet yang lain di pengumuman sebelumnya,
00:55itu sudah mempertimbangkan, dia mungkin gak yang ngomongin ya,
01:00di kita sudah hitung asumsi harga minyak dunia 100 dolar rata-rata sepanjang tahun 2026,
01:07dan dengan exercise tertentu, anggaran bisa kita tekan masih di 2,92 persen dari PDB.
01:16Jadi sepanjang tahun ini dengan harga rata-rata 100, aman.
01:21Terus, kalau ada orang yang bilang, purbaya gak punya uang, menterikan gak punya uang,
01:27kita dari desain anggaran aja masih di bawah 3 persen.
01:32Dan selain itu, saya masih punya sal, sekarang meningkat punya Pak Dolby,
01:39saya juga gak ngerti harusnya dihabisin gak bisa habis.
01:42Ke 420 triliun rupiah, itu memiliki bantalan tersendiri,
01:55kalau kita diperlukan, kalau harga minyak naik tinggi sekali, misalnya gak terkendali.
01:59Jadi dari situ, kita masih aman, Bapak-Bapak, Ibu-Ibu.
02:03Tentu saya akan ke Komisi 11 untuk meminta izin bagaimana mengolah anggaran sal itu
02:10untuk menjaga sustenabilitas, bukan APBN lagi pada waktu nanti, negara kita.
02:16Tapi yang penting adalah, dananya ada, kursian kita masih ada,
02:21nanti juga Pak Menteri SDM menjanjikan pendapatan yang lebih dari kenaikan harga minyak dan harga batu bara di pasar dunia.
02:32Jadi masyarakat gak usah khawatir, kita sudah hitung dengan eksersis seperti itu.
02:38Kalau kepepet masih ada yang lain, kalau kepepet masih ada.
02:41Jadi pertahanan kita berlapis-lapis.
02:43Jadi saya ingin memastikan lagi nih Pak, ini apa yang Bapak sampaikan terakhir ini sangat penting ini untuk diketahui masyarakat
02:52Pak.
02:52Bahwa eksersis harga BBM di 80, 90, dan 100 pun negara sudah siap Pak ya?
02:59Sudah siap. Yang kemarin diumumkan itu dengan asumsi 100, jadi kita sudah siap kalau sampai sana.
03:06Siap sampai akhir tahun?
03:08Sampai akhir tahun.
03:09Nah, ini yang harus masyarakat tahu Pak, bahwa pemerintah siap untuk tidak menaikkan sampai di akhir tahun.
03:15Iya Pak, kami siap tidak menaikkan sampai akhir tahun untuk BBM bersubsidi ya Pak ya, dengan asumsi.
03:30Harga minyak 100 dolar per barrel sampai akhir tahun sudah dihitung rata-rata ya, sudah dihitung.
03:35Artinya nanti ya, tidak ada, untuk yang bersubsidi ya, kalau yang bersubsidi kan bukan hitungan kita ya, saya nggak ada
03:43di anggaran juga.
03:44Jadi yang bersubsidi sampai akhir tahun aman, jadi masyarakat di luar nggak usah ribut, nggak usah takut, kita sudah hitung
03:51Pak.
03:52Dan ya, mau jempol Pak?
03:56Ini kan berkat dukungan komis sebelah juga, saya bisa diskusi terbuka.
04:00Jadi yang saya takut itu, karena ada beredar, dibilang 2 bulan sudah habis, 2 minggu sudah habis, paling bulan Juli
04:05naik, nanti bulan Juli ada huru hara.
04:09Padahal kita sudah siapkan sampai akhir tahun dengan asumsi rata-rata 100 dolar, artinya nanti ada yang di atas 100
04:16dalam peredita tentu, kita masih kuat.
04:19Dengan existing anggaran yang ada. Kalau kepepet, masih ada lagi.
04:26Bafor yang saya bilang tadi, Bantalan yang saya bilang tadi.
04:31Jadi kita, negara kita aman Pak.
04:36Saya mohon dukungan aja terus dari komis sebelah ke depan untuk memastikan kita bisa cukup smooth mengelola anggarannya.
04:44Soal dukungan aman Pak.
04:46Terima kasih Pak.
04:47Jadi salah satu ininya adalah, karena pendapatan panjang.
04:51Terus, sebentar Pak, klarifikasi angka tadi, Pak Menteri bilang SAL 420.
04:56Betul Pak?
04:57Betul.
04:58Di dalamnya termasuk yang 200 penempatan?
05:00Iya.
05:01Oke, berapa?
05:02200 penempatan di bank dan saya tambah lagi 100, sisa masih 100 TBI.
05:05Jadi gini, tahun lalu kan kita sudah sempat laporkan, defisit anggaran 2,9 sekian.
05:17Ternyata setelah dipisah di LKPP itu, ada indikasi di bawah itu.
05:23Jadi mungkin di sekitar 2,8 sekian, nanti tunggu pengumuman resminya.
05:27Tapi itu memberikan ruang, karena jadi ada dana nggak dipakai kan.
05:34Itu memberikan tambahan untuk tahun ini soalnya.
05:38Di satu situ jelek, karena saya nggak bisa ngabisin uang.
05:41Tapi di sisi lain bagus ketika ada seperti ini, kita masih punya tambahan bantalan tadi Pak.
05:49Jadi anggaran kita aman.
05:53Nanti ada yang bilang perbayang nggak bisa hitung.
05:56Saya sudah menghitung anggaran sejak tahun 2002, 2003, 2005.
06:01Kita hitung detail Pak.
06:03Saya dulu advisor pemerintah Indonesia dari Jepang,
06:07profesor dari Jepang.
06:08Saya ngasih masukkan mereka.
06:10Dan ketika 2005 kita akan menaikkan BBM 126 persen itu,
06:16saya menghitung detail lain per lain dampaknya ke anggaran seperti apa.
06:19Jadi saya ngerti betul gimana menghitung anggaran ini.
06:25Bahkan dulu kita punya model,
06:27kalau kita berubah asumsinya,
06:29sampai 10 tahun ke depan anggaran seperti apa, sudah bisa.
06:32Jadi ada di luar yang orang bilang bahwa Menteri Keuangannya nggak bisa ngitung.
06:36Saya hanya menegaskan di sini bahwa saya bisa hitung.
06:40Luar biasa, Pak.
06:48Pak Menteri, kalau bisa hitung sih pasti bisa hitung.
06:51Soal salah atau benar itu urusan lain.
06:54Nah mungkin Pak Menteri, yang kurang ini adalah soal transparansi.
06:59Tadi Pak Menteri katakan,
07:00Boleh sedikit Pak ya, biar langsung direspon juga.
07:04Supaya transparansinya ini penting kita dapatkan.
07:09Kalau harga minyak dunia rata-rata 100 per barel,
07:17tadi Pak Menteri mengatakan fiskal kita masih kuat.
07:20Nah kalau kita menggunakan APBN,
07:25per dolar itu kan menambah subsidi atau biaya 6,8 triliun.
07:36Betul ya Pak Febrio?
07:38Terima kasih telah menonton!
Komentar