Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 1 menit yang lalu


JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir tahun.

Hal ini disampaikan Menkeu Purbaya saat rapat bersama Komisi XI DPR RI, Senin (6/4/2026).

"Pemerintah siap untuk tidak menaikkan BBM bersubsidi sampai akhir tahun, dengan asumsi harga minyak 100 dolar AS per barel," kata Purbaya.

Baca Juga Depan DPR, Purbaya Sentil Orang Kemenkeu Bikin Isu APBN Habis dalam 2 Minggu di https://www.kompas.tv/nasional/661190/depan-dpr-purbaya-sentil-orang-kemenkeu-bikin-isu-apbn-habis-dalam-2-minggu



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/661191/dpr-tepuk-tangan-menkeu-purbaya-bbm-subsidi-tidak-akan-naik-sampai-akhir-tahun
Transkrip
00:00Kalau dengan APBN-APBN gak naik, apakah APBN kita kuat sepanjang tahun?
00:10Karena ada orang yang bilang katanya uang saya tinggal dua minggu aja sudah habis.
00:16Bahkan sumbernya bukan dari luar, malah dari orang kementerian keuangan sendiri yang menyebarkan isu-isu seperti itu.
00:22Saya baru tahu, padahal ya menterinya saya.
00:28Jadi saya agak bingung, tapi gini, begitu harga minyak naik ke level yang tinggi, kami dikementerikan langsung exercise untuk masing
00:37-masing harga.
00:39Harga sampai 80, kondisi APBN berapa, 90 seperti apa, sampai 100 seperti apa, dan mitigasinya seperti apa.
00:48Jadi langkah-langkah yang disebutkan oleh Bapak Presiden dan anggota kabinet yang lain di pengumuman sebelumnya,
00:55itu sudah mempertimbangkan, dia mungkin gak yang ngomongin ya,
01:00di kita sudah hitung asumsi harga minyak dunia 100 dolar rata-rata sepanjang tahun 2026,
01:07dan dengan exercise tertentu, anggaran bisa kita tekan masih di 2,92 persen dari PDB.
01:16Jadi sepanjang tahun ini dengan harga rata-rata 100, aman.
01:21Terus, kalau ada orang yang bilang, purbaya gak punya uang, menterikan gak punya uang,
01:27kita dari desain anggaran aja masih di bawah 3 persen.
01:32Dan selain itu, saya masih punya sal, sekarang meningkat punya Pak Dolby,
01:39saya juga gak ngerti harusnya dihabisin gak bisa habis.
01:42Ke 420 triliun rupiah, itu memiliki bantalan tersendiri,
01:55kalau kita diperlukan, kalau harga minyak naik tinggi sekali, misalnya gak terkendali.
01:59Jadi dari situ, kita masih aman, Bapak-Bapak, Ibu-Ibu.
02:03Tentu saya akan ke Komisi 11 untuk meminta izin bagaimana mengolah anggaran sal itu
02:10untuk menjaga sustenabilitas, bukan APBN lagi pada waktu nanti, negara kita.
02:16Tapi yang penting adalah, dananya ada, kursian kita masih ada,
02:21nanti juga Pak Menteri SDM menjanjikan pendapatan yang lebih dari kenaikan harga minyak dan harga batu bara di pasar dunia.
02:32Jadi masyarakat gak usah khawatir, kita sudah hitung dengan eksersis seperti itu.
02:38Kalau kepepet masih ada yang lain, kalau kepepet masih ada.
02:41Jadi pertahanan kita berlapis-lapis.
02:43Jadi saya ingin memastikan lagi nih Pak, ini apa yang Bapak sampaikan terakhir ini sangat penting ini untuk diketahui masyarakat
02:52Pak.
02:52Bahwa eksersis harga BBM di 80, 90, dan 100 pun negara sudah siap Pak ya?
02:59Sudah siap. Yang kemarin diumumkan itu dengan asumsi 100, jadi kita sudah siap kalau sampai sana.
03:06Siap sampai akhir tahun?
03:08Sampai akhir tahun.
03:09Nah, ini yang harus masyarakat tahu Pak, bahwa pemerintah siap untuk tidak menaikkan sampai di akhir tahun.
03:15Iya Pak, kami siap tidak menaikkan sampai akhir tahun untuk BBM bersubsidi ya Pak ya, dengan asumsi.
03:30Harga minyak 100 dolar per barrel sampai akhir tahun sudah dihitung rata-rata ya, sudah dihitung.
03:35Artinya nanti ya, tidak ada, untuk yang bersubsidi ya, kalau yang bersubsidi kan bukan hitungan kita ya, saya nggak ada
03:43di anggaran juga.
03:44Jadi yang bersubsidi sampai akhir tahun aman, jadi masyarakat di luar nggak usah ribut, nggak usah takut, kita sudah hitung
03:51Pak.
03:52Dan ya, mau jempol Pak?
03:56Ini kan berkat dukungan komis sebelah juga, saya bisa diskusi terbuka.
04:00Jadi yang saya takut itu, karena ada beredar, dibilang 2 bulan sudah habis, 2 minggu sudah habis, paling bulan Juli
04:05naik, nanti bulan Juli ada huru hara.
04:09Padahal kita sudah siapkan sampai akhir tahun dengan asumsi rata-rata 100 dolar, artinya nanti ada yang di atas 100
04:16dalam peredita tentu, kita masih kuat.
04:19Dengan existing anggaran yang ada. Kalau kepepet, masih ada lagi.
04:26Bafor yang saya bilang tadi, Bantalan yang saya bilang tadi.
04:31Jadi kita, negara kita aman Pak.
04:36Saya mohon dukungan aja terus dari komis sebelah ke depan untuk memastikan kita bisa cukup smooth mengelola anggarannya.
04:44Soal dukungan aman Pak.
04:46Terima kasih Pak.
04:47Jadi salah satu ininya adalah, karena pendapatan panjang.
04:51Terus, sebentar Pak, klarifikasi angka tadi, Pak Menteri bilang SAL 420.
04:56Betul Pak?
04:57Betul.
04:58Di dalamnya termasuk yang 200 penempatan?
05:00Iya.
05:01Oke, berapa?
05:02200 penempatan di bank dan saya tambah lagi 100, sisa masih 100 TBI.
05:05Jadi gini, tahun lalu kan kita sudah sempat laporkan, defisit anggaran 2,9 sekian.
05:17Ternyata setelah dipisah di LKPP itu, ada indikasi di bawah itu.
05:23Jadi mungkin di sekitar 2,8 sekian, nanti tunggu pengumuman resminya.
05:27Tapi itu memberikan ruang, karena jadi ada dana nggak dipakai kan.
05:34Itu memberikan tambahan untuk tahun ini soalnya.
05:38Di satu situ jelek, karena saya nggak bisa ngabisin uang.
05:41Tapi di sisi lain bagus ketika ada seperti ini, kita masih punya tambahan bantalan tadi Pak.
05:49Jadi anggaran kita aman.
05:53Nanti ada yang bilang perbayang nggak bisa hitung.
05:56Saya sudah menghitung anggaran sejak tahun 2002, 2003, 2005.
06:01Kita hitung detail Pak.
06:03Saya dulu advisor pemerintah Indonesia dari Jepang,
06:07profesor dari Jepang.
06:08Saya ngasih masukkan mereka.
06:10Dan ketika 2005 kita akan menaikkan BBM 126 persen itu,
06:16saya menghitung detail lain per lain dampaknya ke anggaran seperti apa.
06:19Jadi saya ngerti betul gimana menghitung anggaran ini.
06:25Bahkan dulu kita punya model,
06:27kalau kita berubah asumsinya,
06:29sampai 10 tahun ke depan anggaran seperti apa, sudah bisa.
06:32Jadi ada di luar yang orang bilang bahwa Menteri Keuangannya nggak bisa ngitung.
06:36Saya hanya menegaskan di sini bahwa saya bisa hitung.
06:40Luar biasa, Pak.
06:48Pak Menteri, kalau bisa hitung sih pasti bisa hitung.
06:51Soal salah atau benar itu urusan lain.
06:54Nah mungkin Pak Menteri, yang kurang ini adalah soal transparansi.
06:59Tadi Pak Menteri katakan,
07:00Boleh sedikit Pak ya, biar langsung direspon juga.
07:04Supaya transparansinya ini penting kita dapatkan.
07:09Kalau harga minyak dunia rata-rata 100 per barel,
07:17tadi Pak Menteri mengatakan fiskal kita masih kuat.
07:20Nah kalau kita menggunakan APBN,
07:25per dolar itu kan menambah subsidi atau biaya 6,8 triliun.
07:36Betul ya Pak Febrio?
07:38Terima kasih telah menonton!
Komentar

Dianjurkan