Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPASTV - Menteri Keuangan Purbaya memberikan penjelasan lugas dalam rapat bersama Komisi XI DPR RI, menjawab rentetan pertanyaan kritis mengenai kendala sistem Coretax, kebocoran pendapatan tambang, hingga nasib UMKM.

Menkeu Purbaya secara terbuka mengaku baru mengetahui adanya hambatan pada interface sistem Coretax yang membuat perusahaan besar seolah "terpaksa" menggunakan jasa pihak ketiga.

"Saya bingung, perusahaan besar kok tidak ada yang komplain? Rupanya ada perusahaan jasa aplikasi perpajakan yang berdiri di antara Coretax dan perusahaan besar itu. Jadi kalau pakai itu, cepat," ungkap Menkeu.

Lebih lanjut Menkeu meminta dukungan politik dari para legislator untuk merestui rencana pengalihan pengelolaan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) ke bawah kendalinya melalui Danantara.

Langkah ini diambil guna memastikan program pemberdayaan UMKM benar-benar efektif dan "naik kelas."

"Sebagai ekonom, saya tergelitik. Kita punya KUR bertahun-tahun, tapi kenapa UMKM yang betul-betul naik kelas itu tidak ada? Bahkan banyak yang komplain KUR itu susah dan yang dapat itu-itu saja," ujar Menkeu di hadapan anggota dewan.

Secara blak-blakan, ia meminta restu kepada Komisi XI untuk menarik PNM dari struktur yang ada saat ini (di bawah BRI) ke dalam ekosistem kementeriannya.

"Saya sedang propose ini mudah-mudahan berhasil. Saya sedang propose ke Danantara, PNM kasih ke saya. Saya minta dukungan Bapak-Bapak di Komisi XI supaya ini bisa kita eksekusi," tegas Purbaya.

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Produser: Yuilyana

Thumbnail Editor: Joshua

#menkeu #purbaya #dpr #breakingnews

Baca Juga 61 Suspek Campak di Kota Malang, Dinkes Kebut Imunisasi di https://www.kompas.tv/regional/661203/61-suspek-campak-di-kota-malang-dinkes-kebut-imunisasi



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/661213/menkeu-purbaya-bongkar-permainan-aplikasi-pajak-dan-minta-dukungan-komisi-xi-ambil-alih-pnm
Transkrip
00:00Terima kasih.
00:01Terima kasih Pak Dolfi.
00:04Dari pimpinan itu saja, saya cuma nambahin satu saja Pak, Pak Menteri,
00:10mengenai terkait Kortek sedikit.
00:12Kortek ini saya memberikan apresiasi kalau memang sudah mulai pulih
00:16dan kemudian memberikan normalisasi terhadap penerimaan pajak kita.
00:21Tapi ada satu hal yang ingin saya berikan sedikit pertanyaan
00:25ketika Pak Menteri menyatakan bahwa Kortek ini ternyata tidak user-friendly
00:33dan kurang bisa melayani terhadap beberapa kebutuhan
00:40yang berkaitan dengan kebutuhan-kebutuhan yang sifatnya aplikatif.
00:44Saya dengar ini ada perusahaan jasa aplikasi perpajakan
00:48yang bisa menjadi penghubung di antara para user dengan Kortek itu sendiri.
01:01Saya ingin tahu ini Pak, karena pada saat presentasi ke kita
01:06mengenai perusahaan jasa aplikasi perpajakan ini tidak pernah disampaikan.
01:11Di Kortek pada saat itu di-develop sampai hari ini kita belum berdapat.
01:19Belum pernah kita dapatkan.
01:21Bahwa ada perusahaan jasa aplikasi perpajakan yang menjadi perantara.
01:28Jadi perantara user untuk bisa masuk ke Kortek.
01:34Apalagi kemudian sifatnya itu tidak terbuka.
01:39Dan kemudian negara harus membayar.
01:44Nah ini karena saya perlu dibangun transparansi ini disini Pak.
01:49Nah ini pertanyaan saya,
01:51selebihnya karena saya mendengar Pak Menteri menanti akan ada rapat koordinasi lagi.
01:57Jam setengah setengah dua.
02:02Saya beri kesempatan sebelum masuk ke forum berikutnya yaitu kesimpulan.
02:10Silakan Pak Menteri.
02:11Terima kasih Pak Ketua, saya bingung pertanyaan banyak sekali.
02:15Saya pikir setiap kesini sudah makin kesini makin sedikit pertanyaan, ternyata masih makin banyak.
02:21Saya jawab dari pertanyaan Pak Menteri sebakun dulu ya dari belakang ke depan ya,
02:25biar ini berdasarkan ingatan saya.
02:29Korteks yang ada aplikasi antara yang bisa langsung mengakses data ke Korteks dan ke klien sebagai interface.
02:40Itu saya mohon maaf, emang kami belum presentasi ke sini, ke kami sebelas.
02:46Karena saya tunjukkan baru-baru saja, mungkin sebelah yang lalu ketika rapat di kantor.
02:51Saya itu bingung, ini kan Korteks program baru, waktu itu ya.
02:58Kalau program baru kan pasti dari ujung ke ujung dong, sampai ke interface, ke masyarakatnya.
03:05Harusnya dibuat mudah.
03:07Tanya-punya tanya, rapat itu satu jam lebih, kenapa bisa susah.
03:11Terus perusahaan besar kok enggak ada yang komplain.
03:14Adalah informasi yang keluar cetak, katanya.
03:17Perusahaan besar pakai aplikasi.
03:20Saya kan, aplikasi apa? Kan tinggal masuk langsung.
03:24Enggak, rupanya ada perusahaan, jasa, aplikasi perpajakan yang berdiri di antara Korteks dan perusahaan besar itu.
03:33Jadi kalau pakai itu cepat.
03:35Saya bilang, kan ini kan gampang dibikin.
03:38Kenapa enggak kita bikin?
03:41Ah, keluarlah nama-nama bisnismen itu.
03:44Jadi saya pikir, ini ke depan, saya sudah tahu ini dibuat-buatlah.
03:50Ke depan kita akan bereskan, tapi pada waktu sekarang kan, kalau sekarang dibereskan, itu buru-buru.
03:56Nanti begitu ini akhir-akhir selesai, saya akan memperbaiki interface ini.
04:00Rupanya saya baru tahu juga, hanya empat perusahaan yang dapat hak atau akses.
04:1012, kata saya yang masuk.
04:11Itu event saya saja enggak tahu jumlahnya berapa, padahal berapa itu saya tanya, ini berapa.
04:15Jadi memang ada sedikit informasi yang enggak tulis di situ, kami akan bereskan.
04:21Tapi yang jelas, setahun ke depan itu kita bereskan interface-nya,
04:26sehingga semua bisa memakai semudah perusahaan-perusahaan besar itu memakai aplikasi perantara perpajakan itu.
04:36Jadi, saya baru tahu ada seperti itu, itu juga ketika digali, kalau enggak digali enggak keluar tuh.
04:42Jadi Pak Ketua, kita akan memperbagi ke depannya.
04:47Tadi dari Pak Dolfi, untuk evaluasi PNBP.
04:52Betul Pak, kami sudah diskusikan, mungkin teknisnya sehari-hari didikusikan sudah berapa ini.
04:59Di sini juga ada kebijakan untuk menetapkan bea keluar batu bar dan mineral lainnya,
05:10di mana sebelumnya, bea cukai enggak bisa masuk ke ekspor batu baras, ke kapalnya,
05:19sebelum dikirim, karena enggak kena bea keluar katanya.
05:23Jadi, kita kena under-invoicing yang signifikan tanpa kita tahu.
05:28Saya baru taruh juga, kenapa enggak bisa masuk?
05:30Karena enggak ada banyak ekspor nih loh, kenapa enggak bisa?
05:33Memang begitu aturannya.
05:34Jadi, sedang dibicarakan dan akan diputuskan, pasti bahwa kita akan,
05:38sudah diputuskan sih, tinggal beberapa bea keluar yang levelnya akan di sini.
05:42Yang jelas, yang penting adalah kami bisa masuk, kami bisa periksa satu barang,
05:47sehingga saya enggak ditipu lagi.
05:49Nanti Kementerian ESDM juga akan membuat kebijakan yang akan menaikkan PNBP kita
05:59dari sumber daya alam.
06:02Misalnya, royalty, beberapa perusahaan akan dinaikkan Pak,
06:05batu barang akan dinaikkan katanya, sesuai dengan masukan Bapak barusan.
06:08Terus, untuk nickel juga akan dikenakan HMP, HMA, HMA.
06:13Sehingga mereka membayar lebih banyak lagi kita.
06:17Jadi, ini salah satu eksersis untuk memastikan tadi Pak,
06:21salah satu eksersis untuk penambahan input, income,
06:23sehingga defisi kita lebih terkendali lagi.
06:27Jadi, makanya saya agak tenang sedikit,
06:28karena ada janji dari Pak Ketuanya Pak Pak, Pak Ketua.
06:36Dan itu clear, dan sudah diputuskan di depan Presiden,
06:40hingga technicality-nya yang di-finalkan minggu ini.
06:46Untuk income ke pajak.
06:52Begini, kalau mau bukan one to one, akan rumit.
06:56Jadi, saya monitor, coba lihat gambar tadi yang ekonomi-ekonomi,
07:01seluruh variable ekonomi yang ada, yang naik itu,
07:05naik apa enggak?
07:07Begitu naik, kita akan lihat di pajaknya berdampak apa enggak.
07:12Kan indikator tentunya naik semua, penjual mobil,
07:15konsumer konfiden sempat naik di depan tentu,
07:18yang lain-lain naik semua di depan pertama,
07:21kita lihat di pajaknya naik juga, berarti itu semua in line.
07:25Di belakangnya ya, kita tarik ke belakang lagi,
07:29kan ada percepatan belanja di kementerian lembaga,
07:37itu mendorong langsung ke ekonomi,
07:39kita tarik lagi ke belakang.
07:43Kalau kita lihat, ini kan semuanya bagus nih,
07:46ini indikator awal, tapi di belakangnya ada kebijakannya apa?
07:49Monetar.
07:51Ada satu lagi,
07:52sorry, fiskal,
07:54belanja lebih cepat.
07:55Ada satu lagi yang kita sering lupa,
07:59bahwa ekonomi kita,
08:01itu ada dua pelakunya,
08:04pemerintah yang besar ya,
08:05dan swasta.
08:07Pemerintah kira-kira memberi kontribusi 10% ke ekonomi,
08:10swasta,
08:12hampir 90% lah kasarannya ya,
08:14kalau kita lihat angka PDB rata-rata kontribusinya.
08:18Kalau saya mati-matian 10% saja,
08:21tapi yang 90% tidak saya perhatikan,
08:25kita nggak kemana-mana.
08:27maksimum pada waktu jamannya Pak Jokowi dengan pembangunan infractor yang bagus saja,
08:32dia pertumbuhnya di bawah 5% sedikit rata-rata.
08:35Jadi yang kita jalankan adalah,
08:39kita pastikan private sector juga jalan.
08:43Gimana caranya?
08:44Satu, kita injek uang ke sistem tadi,
08:47yang 200 triliun ditambah 100,
08:49jadi pertumbuhan uangnya cukup tinggi,
08:52hampir 19% data terakhir,
08:55walaupun nggak selalu,
08:56kalau konten 19% sepanjang tahun,
08:58kita pasti aman dah tumbuh 6%,
09:00tapi saya nggak tahu ada yang pengendalian kan.
09:03Cuman,
09:05kalau 19% itu,
09:07kira-kira eventuali kredit bisa tumbuh 20% atau lebih,
09:11itu suatu hal yang signifik,
09:13dorongan yang signifikan.
09:14Dan siapa yang ngerjain?
09:18Perbankan kan?
09:20Perbankan yang selama ini agak malas,
09:21naruh uangnya di SRBI dan Gaman Bonaja,
09:27dia tiba-tiba punya uang lebih.
09:29Dia terpaksa menyalurkan ke sektor real.
09:33Saya nggak perlu peduli dia salurkan ke mana,
09:37karena mereka lebih jago dibanding saya dalam memilih proyek-proyek yang unggul.
09:42Ini cara semi-monetari fiskal policy bekerja.
09:49Jadi saya nggak tahu,
09:50lu mau setiap ini,
09:51karena mereka lebih ngerti dibanding saya.
09:53Mereka market,
09:54saya government yang tahu hanya sedikit variable saja.
09:57Jadi di belakang nanti betul Pak,
09:59kita catat siapa sektor-sektor yang tumbuh,
10:02siapa yang belum tumbuh,
10:05yang belum tumbuh kita akan memberikan dorongan lebih.
10:08Jadi terima kasih Pak masukannya.
10:12Di samping itu juga,
10:13kita buat untuk memperbaiki sektor swasta ya,
10:18kita buat the bottlenecking task force,
10:21di mana setiap pelaku bisnis Indonesia
10:23bisa mengajukan ke task force itu,
10:26dan kita sidangkan setiap minggu live.
10:29Jadi kita nggak bisa berbohong,
10:31ya mereka juga nggak bisa bohong.
10:33Salah satu case yang besar di mana?
10:35Inpex ya?
10:35Inpex itu yang di Masjala Field,
10:38itu investasi 22 miliar dolar ya.
10:44Itu berapa tahun berhenti,
10:46tapi bagi tadi masuk ke bottlenecking dalam waktu singkat,
10:50sudah berjalan,
10:51kita expect April ada groundbreaking,
10:55nanti 2029 atau lebih sedikit,
10:57mereka akan online.
10:59Itu akan supply gas dan minyak ke kita
11:03dengan signifikan kalau diperlukan kayak domestik ya.
11:06Jadi upaya-upaya itu kita lakukan
11:09untuk memastikan real sektornya,
11:12iklim investasinya membaik.
11:14Salah, kasih lagi apa?
11:15Ada biaya tanol Pertamina.
11:17Biaya tanol Pertamina itu macet
11:20antara kementerian lembaga itu kusut,
11:22kita bereskan di situ,
11:23kita bereskan dan sekarang sudah jalan.
11:25Jadi kita undang nanti semua pelaku bisnis,
11:29kalau ada masalah laporkan ke situ,
11:31kita akan sidang dan eksekusi dengan sebaik-baiknya.
11:39Jadi terus tadi,
11:42saya ingat-ingat aja ya,
11:45UMKM dari beberapa,
11:47dari Pak Fatih juga ya tadi UMKM ya,
11:50dari siapa tadi?
11:53Pak Syubul juga ya.
11:54Katanya,
11:55jangan sampai kita cuma ngomong ruang UMKM
11:58ketika krisis dipuji-puji,
11:59cuma dikata-katakan bahwa
12:01karena UMKM kita kuat,
12:04ekonominya nggak runtuh.
12:05setelah lewat krisis,
12:07ada nggak kebijakan UMKM yang clear?
12:10Kan nggak ada.
12:12Saya kalau sebagai Menteri Keuangan
12:14nggak boleh ngomong gitu ya kali ya.
12:16Tapi sebagai ekonom,
12:18saya tergelitik juga.
12:21Kita punya kur,
12:23bertahun-tahun,
12:25kenapa UMKM yang naik kelas
12:27yang betul-betulan nggak ada.
12:31Dan bahkan banyak yang komplain,
12:34kur-nya susah,
12:36yang dapat itu-itu aja.
12:39Terus,
12:40saya mesti ngapain?
12:43Saya pikir-pikir,
12:44saya lihat-lihat,
12:45eh,
12:46saya punya,
12:48lembaga,
12:48apa ini?
12:49Bukan PM kan,
12:50lembaga di bawah saya mana ya?
12:53PIP.
12:56Bukan PIP,
12:57namanya apa ya?
12:59SMB.
13:00SMB di bawah Keuangan ada banyak rupanya.
13:03Saya lihat,
13:04ada PIP,
13:06ada SMI,
13:07ada lain-lain.
13:08Terus,
13:09saya lihat-lihat juga,
13:11di situ,
13:12ada PNM.
13:15di BRI kan,
13:17yang beda,
13:17Makur,
13:19bukan menyalur kurang dia.
13:22Jadi,
13:24saya sedang propose,
13:25ini mudah-mudahan berhasil ya,
13:27nggak tahu boleh apa,
13:27nggak ngomong seperti ini,
13:28tapi rencana boleh kan ya.
13:29Saya sedang propose ke Danantara,
13:33PNM kasih ke saya.
13:37PNM Madani kasih ke saya,
13:40nanti saya akan jadikan PNM itu penyalur kur,
13:44daripada BRI nyalur kur,
13:46kadang-kadang banyak protes,
13:47banyak kebagian.
13:50Jadi,
13:50PNM,
13:51jadi bank mungkin di bawah SMB,
13:53atau PIP,
13:54di bawah kita,
13:56dia akan menyalurkan kur.
13:57hitungannya begini,
14:00kalau,
14:01kur yang lewat bank-bank itu kan,
14:04saya bayar bunga tuh,
14:05sampai 18 persen.
14:06Uangnya hilang,
14:08setiap tahun,
14:0940 triliun,
14:10dekat ke situ.
14:12Saat lagi saya gini,
14:13yaudah,
14:14ini saya ambil di tempat saya,
14:16saya jadikan bank,
14:18setiap tahun saya store,
14:1940 triliun ke dia.
14:21Jadi,
14:21anggaran saya nggak bertambah,
14:23tapi dia meminjamkan,
14:25sebagai dana bergulir,
14:26dengan bunga murah,
14:27jadi 40 triliunnya nggak hilang.
14:29Kalau saya injeksi itu,
14:304 tahun,
14:315 tahun berturut-turut,
14:32dia udah jadi satu bank,
14:33yang punya modal,
14:34200 triliun.
14:35Itu sudah bank besar.
14:38Nanti,
14:39setelah itu,
14:41kita akan rubah itu,
14:43menjadi,
14:44bank,
14:45UMKM,
14:46dan,
14:48kita nggak tahu bu,
14:49kita bank UMKM,
14:50nanti saya bangun juga,
14:52ekosistem,
14:53yang mendukung,
14:54pengembangan UMKM,
14:55secara integrasi,
14:57ada penasehatnya,
14:59ada pelatihannya,
15:00ada pemasarannya,
15:01ada penyamin kreditnya,
15:02dan lain-lain.
15:03Jadi,
15:05kalau boleh,
15:06kalau didukung oleh,
15:08Komis 11,
15:09saya akan eksekusi itu.
15:11Saya adalah,
15:11Pak Presiden,
15:12dia bilang,
15:13kalau bagus,
15:13jalankan saja.
15:14Tapi,
15:15masih,
15:15kita sedang masih berunding,
15:17dengan,
15:18dana antara,
15:20mohon dukungannya.
15:21Tapi,
15:22kalau mereka mau jalan,
15:22ya nggak apa-apa.
15:23Tapi,
15:23kalau kita mau buat,
15:25yang betul,
15:26harus seperti itu.
15:28Menteri,
15:29ini mengenai,
15:30eksekusi kur,
15:31saya sampaikan.
15:32Bapak itu,
15:33ada infrastruktur,
15:34yang Bapak punya,
15:35namanya PIP,
15:37dan itu,
15:38ada di wilayah,
15:38kewenangan Bapak Penuh.
15:41Pusat investasi pemerintah,
15:42yang saat ini,
15:43menyalurkan,
15:45usaha kredit,
15:46ke channeling,
15:47tapi Pak.
15:48Dia tidak mempunyai,
15:49basis,
15:49data,
15:51mengenai,
15:52pengusaha,
15:53ultramikro.
15:53Dan dia masuk,
15:54ke ultramikro,
15:55dan mikro.
15:56Kalau Bapak,
15:57membenahi,
15:58ini saja,
15:59yang ada di wilayah,
16:00kewenangan Bapak,
16:01saya yakin,
16:02ini akan,
16:03tangannya negara,
16:04tangannya kementerian,
16:05keuangan,
16:06terhadap,
16:07dukungan terhadap,
16:08UMKM,
16:08akan lebih,
16:09kuat Pak.
16:11Ini Pak.
16:12Saya berpikir,
16:12begitu tadi,
16:13PIP,
16:13monitor sana,
16:15jempatnya,
16:15di sana ada manajemen tersendiri kan,
16:17BRI kan,
16:18itu kan induknya PNM,
16:20itu kan perusahaan publik,
16:22dia pasti punya alasan tersendiri,
16:24untuk membuat,
16:25ini tidak bisa menjalankan,
16:27public service obligation,
16:28apa,
16:29kewajian pemerintah.
16:30Karena memang,
16:31desain BRI untuk untung,
16:33bukan untuk membantu rakyat.
16:35Jadi itu,
16:35mesti dipikirkan itu.
16:37Tapi saya akan perbaiki itu,
16:38dalam jangka pendek Pak.
16:38Jadi Bapak juga sebagai policy maker,
16:41duduk saja tarik mereka,
16:43untuk kemudian merumuskan ini Pak.
16:45Ini isunya sangat kuat Pak,
16:47bagaimana menaikkan UMKM naik kelas.
16:51Isunya sangat kuat ini Pak,
16:53UMKM naik kelas ini,
16:55bayangkan,
16:56ribuan triliun Pak,
16:58dana perbankan yang masuk,
17:00dan ratusan triliun subsidi yang sudah diberikan.
17:06Ini penting Pak,
17:07untuk kemudian,
17:08apakah determinasi kebijakan ini,
17:10sudah sampai seperti yang Bapak sampaikan tadi.
17:13Itu saja Pak Menteri.
17:14Kita akan belajar seperti itu Pak,
17:15bisa tidak dengan PIP saja,
17:18dari jauh memanggil,
17:19atau meluruskan.
17:20Tapi saya curiga,
17:22itu kan masing-masing ada kompartemen kan,
17:24BRI ini segala macam,
17:25walaupun iya-iya,
17:27di bawah mungkin tidak jalan juga.
17:28Tapi nanti kan saya coba follow up seperti itu.
17:30Kalau bisa jalan, jalan,
17:32tapi kalau tidak,
17:33saya ambil alih.
17:35Kalau ambil alih,
17:36saya nanti lapor ke sini,
17:38boleh apa enggak.
17:38Tapi tentunya kita sudah diskusi inian,
17:42persiapkan semuanya.
17:44Jadi SMI dan PIP sudah saya perintahkan
17:48untuk pelajar itu,
17:49dan kita sedang diskusi dengan
17:50dan antara sekarang,
17:52sinyal dari atas sih katanya boleh saja ambil,
17:55tapi kita akan matangkan lagi ke depan.
17:57Jadi,
17:58kalau mau UMKM dibereskan,
18:00ya seperti itu.
18:01Kalau enggak, ya seperti ini.
18:02kita punya program,
18:04bisa-bisa berhadiah,
18:05bisa jalan, bisa enggak.
18:06Setiap tahun marah-marah orang-orang ke saya,
18:08kalau ketemu saya kurang dapat,
18:09nggak bisa dapat kubur katanya.
18:11Kan di luar kendali saya terlalu jauh.
18:13itu.
18:15Apa lagi?
18:16Yang menarik lagi,
18:20jadi lupa saya.
18:24Apa lagi?
18:25Mungkin restitusi Pak.
18:27Oh restitusi ya,
18:28pengelolaan restitusi.
18:30Jadi yang kita lakukan memang gini,
18:34ketika ekonominya bagus,
18:36pertumbuhan pajaknya lebih bagus
18:38dibanding tahun sebelumnya,
18:39itu sudah modal yang bagus.
18:42Mungkin enggak ideal,
18:43tapi itu yang kita punya sekarang,
18:45yang jelas,
18:46dari bagus dari tahun lalu.
18:48Kemudian kita lihat restitusi.
18:50Restitusi tahun lalu itu,
18:52besar sekali Pak.
18:54360 triliun.
18:57Dan laporan saya,
18:59enggak terlalu jelas.
19:01dari bulan ke bulan seperti apa.
19:03Sekarang mulai dimonitor.
19:04Saya curaga di sana,
19:06ada sedikit kebocoran,
19:08jadi kami sekarang sedang audit,
19:09restitusi,
19:11sumber daya alam dan lain-lain,
19:14dari tahun 2020
19:15sampai tahun 2025 kemarin.
19:18Saya internal,
19:19saya fokus,
19:21yang 2025,
19:23sampai eksternal itu masuk BPKP
19:252020 sampai dengan 2025.
19:28Jadi saya yang pengen lihat,
19:30di mana sih ininya.
19:31Karena saya dengar di luar juga,
19:33wow itu kebocorannya besar,
19:35jadi kita pengen itu.
19:36Jadi sekarang kita perketat.
19:38Jadi bukan berarti
19:39kita memperhentikan restitusi,
19:41tapi kita perketat,
19:43jangan sampai yang enggak berhak
19:46dapat restitusi.
19:47Contohnya untuk industri batu bara,
19:50PPN-nya Pak,
19:52saya subsidi 25 triliun.
19:54Gimana itungannya saya bilang?
19:58Jadi restitusinya dengan restitusi,
20:00jadi saya ngeluarin 25
20:01dibanding income untuk PPN,
20:03itu sudah enggak benar.
20:05Katanya itungannya ini,
20:06ini, ini lah.
20:06Saya pikir,
20:08filosofi kan enggak gitu.
20:09Restitusi kan kalau PPN kan kelebih,
20:11ada di situ dibalikin kan.
20:13Kalau saya bisa lebih bayar
20:14dibanding yang dia serahkan,
20:16saya rugi habis.
20:18Itu akan kita biar asin di sekarang.
20:21Makanya Pak Dolfi,
20:24kita pelajaran restitusi itu.
20:26Kalau yang main-main,
20:27nanti kita kurangin lah,
20:30kita audit kan.
20:31Kita masuk ke penjara.
20:33Baik eksternal maupun internal.
20:36Untuk pemanggap.
20:38Pak Menteri,
20:39kapan selesai auditnya ini,
20:40targetnya?
20:41Supaya kita bisa tahu
20:42tindak lanjut dari audit
20:44yang Bapak lakukan ini.
20:44Saya minta BPKP.
20:47Iya, kapan?
20:48Perkiraan selesai.
20:49Sebelumnya sebulan-dua bulan,
20:50tapi sampai sekarang belum ini.
20:51Tapi mereka bilang
20:52sedang berjalan.
20:53Saya akan cek lagi.
20:55Berarti tribulan kedua
20:56sudah ada laporannya nih Pak ya?
20:57Harusnya sudah Pak.
20:58Karena dia mau cepat-cepat kemarin.
21:00Sudah ngomong,
21:00sepatnya Pak?
21:02Subsidi.
21:03Masuk, baru masuk.
21:05Ya kita akan melaporkan Pak.
21:08Karena itu sumber kebocoran-kebocoran
21:10yang harusnya kita bisa selesaikan.
21:19Izin pimpinan.
21:21Kalau boleh yang sedang diaudit oleh BPKP itu,
21:25sekalian kita meminta ke BPK
21:27untuk dilakukan PDTT saja.
21:30Pemeriksaan dengan tujuan tertentu.
21:32Makasih Berminan.
21:37Sesinya Pak Per.
21:43Dari Ibu Ani,
21:44BBM sampai berapa lama?
21:45Saya sudah jawab tadi.
21:47Awareness kita harus hati-hati.
21:49Betul.
21:50Jadi memang
21:52Ibu,
21:53kita tadunya mau ngomongin langsung keluar.
21:56Tapi kan
21:56orang-orang bilang
21:58saya menteri tukang ribut.
21:59Jadi
21:59saya menunda lah.
22:01Karena ini bukan
22:02subsidi kan bukan tempat saya
22:04di tempat Pak Ketua-nya Pak Ketua.
22:06Tapi
22:06kita dari waktu ke waktu
22:09ngomongkan seperti itu terus.
22:12Sesi ini adalah
22:13sesi yang amat bermanfaat
22:15untuk masyarakat
22:15untuk menjelaskan
22:16apa yang terjadi di
22:18APBN kita.
22:20Kalau stok BBM
22:21ada yang 20 hari
22:22itu
22:23itu berputar terus Bu.
22:25Jadi stok kita sebetulnya aman.
22:27Jadi Pak Menteri SD
22:28melakukan pekerjaan
22:29yang amat baik
22:30dengan Pertamina
22:32untuk memastikan stoknya aman.
22:34Bergulir terus.
22:35katanya sekarang
22:36mau dibuat kan
22:3720 hari
22:38ditambah ke 3 bulan nanti.
22:40Tapi menurut saya
22:40saya kemahalan
22:41dalam keadaan normal.
22:42Kita hanya mencetok
22:43barang kelamaan
22:44uang kelamaan di sana.
22:45Tapi enggak apa-apa
22:45akan diperpanjang
22:47ke sana
22:47ke ini.
22:50Terus
22:51dari mana
22:52dananya?
22:53Ya tadi
22:54ada penghematan
22:55sana sini.
22:55Kita naikkan
22:56PNBP.
22:58Kita kenakan
22:59pria keluar.
23:00Kita perketat
23:01barang masuk
23:01biar enggak
23:03enggak bayar pajak.
23:04Kita pastikan
23:05juga ekonomi
23:06tumbuh lebih cepat
23:07sehingga
23:08pajak ke saya
23:09meningkat.
23:10Jadi walaupun hubungannya
23:11enggak want to want
23:12ke mana
23:13industri mana ini
23:13tapi secara kurang
23:15kelihatan bahwa
23:16ketika ekonomi ini
23:16pajak kita meningkat.
23:18Itu modal yang
23:19bagus untuk kita
23:21tahun ini.
23:22Dan hitungan saya sih
23:23kalau kita jaga terus
23:25domestic demand
23:26domestic economy
23:27kita enggak akan
23:28terlalu terpengaruhi
23:29dengan global economy.
23:30Sebagai contoh
23:32di tahun 2009
23:33waktu semuanya
23:33negatif growth kan
23:35Jepang, Amerika,
23:37Korea
23:37semuanya negatif.
23:38Hanya tiga yang
23:39tumbuh kita
23:40India sama
23:41China.
23:42Kita tumbuh
23:434,6% pada waktu
23:44dengan kebijakan
23:46yang separuh benar.
23:48Kalau sekarang
23:49kita akan pastikan
23:49kebijakannya
23:50benar.
23:52Enggak separuh lagi.
23:53Hanya separuh
23:54yang jalan waktu itu.
24:01Mungkin itu
24:02saya setuju
24:03dengan teman-teman
24:03dari anggota semua
24:05bahwa
24:06narasi penting
24:07kita akan
24:08pastikan
24:09ke depan
24:11akan lebih jelas.
24:12Dari Ibu Putri
24:14katanya
24:15orang banyak bingung
24:16dia itu
24:18di TikTok
24:19juga
24:20udah enggak ada
24:21banyak
24:22hubungan
24:23tapi yang penting
24:24yang produk
24:25asal Tiongkok
24:26tidak sentuh.
24:28Rupanya saya
24:29waktu itu kan
24:30bukan acara resmi
24:31di TikTok
24:32pagi-pagi
24:33rupanya banyak
24:34monitor
24:34termasuk
24:35China.
24:36Jadi China
24:37mengirim
24:37dita besarnya
24:38ke tempat saya
24:39untuk
24:40klarifikasi
24:40apakah
24:42Anda akan
24:43mengenakan
24:44pajak tambahan
24:44ke barang dari
24:45China.
24:46Dia klaim bahwa
24:47di China enggak ada
24:47tuh
24:48dikasih yang 15%
24:49kalau mereka ekspor
24:51saya enggak tahu
24:52dia ingin bulan apa enggak
24:52tapi
24:53kita akan
24:55ases ini
24:56dengan hati-hati
24:57karena kan
24:58kalau kita ke pasar
24:59rakyat
24:59mereka bilang
25:00Pak
25:01yang online
25:02dibatasin dong
25:04supaya saya bisa
25:05bersaing
25:05yaudah
25:06saya lihat dulu
25:07nanti
25:08tapi kita akan
25:09ases
25:10gimana
25:10sebenarnya
25:12Dirjen Pajak
25:12sudah punya rencana
25:13untuk menangkan
25:15pajak kepada
25:15online transaction
25:16tapi waktu itu
25:18ekonomi masih agak
25:18terganggu
25:19jadi kita belum
25:20melaksanakannya
25:21tapi nanti
25:22sekarang udah lumayan nih
25:23kalau tribulan kedua
25:25masih bagus
25:26kita akan
25:27pertimbangkan
25:28untuk mau juga
25:29sekaligus
25:29membuat persaingan
25:31antara online
25:32sama offline
25:32lebih fair
25:33tentunya dengan
25:34analisa yang clear
25:35dari data-data
25:36yang kita miliki
25:42mungkin itu Pak
25:43nanti yang lain
25:44akan kami
25:45jawab
25:45Pak Menteri mohon maaf
25:48saya izin ketua
25:49apakah pertanyaan saya
25:50relevan untuk di respon
25:51atau tidak
25:52tadi ada tiga pertanyaan saya
25:57maaf Bu
25:58saya
26:02BBM sampai
26:04Oh
26:04Bu Anak
26:05Bu Anak
26:06Bu Anak
26:07Bu Anak
26:10saya lupa
26:13saya lupa
26:40yang menyebabkan
26:41yang realisasikan itu
26:41masuk ke pajak
26:43jadi kita pura-pura
26:44ya
26:44nah sini langsung kita serb
26:46pajakin
26:47jadi ada signifikan Bu
26:49tapi bukan itu yang
26:50yang direct
26:51yang langsung seperti itu Bu
26:52tapi kan ketika
26:53ekonomi aktivitas hidup
26:56pajak langsungnya
26:57akan lebih banyak
26:57dari angka 3% itu
26:59dan sekaligus itu
27:00di daerah kan
27:01menciptakan
27:02lapangan kerja
27:03itu menciptakan
27:04stabilitas sendiri
27:06itu yang paling mahal
27:09dampaknya untuk
27:10yang paling berharga
27:12dampaknya untuk kita
27:13kalau tidak di tengah kekacauan seperti sekarang
27:15dimana banyak orang ngomong di titok ini itu
27:18kita mau runtuh 3 bulan lagi
27:20segala macam, pasti goyah
27:22jadi ini
27:24dampaknya cukup baik
27:26hanya saja ke depan
27:28mungkin kita perbaikan lagi
27:30cara menjalankan
27:32kebijakan itu, itu sudah disadari
27:35masukkan
27:36data Duk Capil
27:38saat ya, kita akan
27:40pakai Bu, mustinya sih
27:42mereka sudah pakai langsung ya Duk Capil
27:44sudah, cuman
27:46kadang-kadang juga datanya
27:47tidak langsung bisa
27:49match langsung Bu, saya yakin
27:52masih ada problem sana-sini kan, gimana Kak Nisi
27:54mungkin Lu sih jelasin, Duk Capil gimana pakai datanya
27:58Duk Capil itu memang
27:59kami, kortex kami akan
28:02ngelup untuk mengecek ke sistemnya
28:04Duk Capil Ibu, tetapi
28:05di data warehouse kami juga sudah ada
28:08data yang kami tarik secara periodik
28:10dari Duk Capil
28:10jadi kalau dalam pelayanan
28:12misalnya ada konfirmasi ketika
28:14data wajah-wajah masuk
28:15kalau lama kita-kita ngehit secara live
28:18ke Duk Capil, kita akan
28:19ngambil dari data warehouse kami Ibu
28:20dan kerjasama lain-lain juga sudah dilakukan
28:23Pak Menteri yang terkait dengan
28:25join program antara kami
28:26dengan Duk Capil, termasuk juga
28:28untuk peningkatan kepatuan
28:57terima kasih Pak
29:00kebijakan, karena Bapak ini kan banyak mengambil policy yang kemudian memberikan solusi terhadap
29:05beberapa persoalan yang selama ini menjadi persoalan yang fundamental dan carikan jalan keluar
29:10dan kita siap memberikan dukungan Pak
29:12contoh tadi mengenai kortek
29:15beberapa hal yang harus kita selesaikan
29:17kemudian mengenai restitusi ini
29:19kalau memang arahan Bapak Presiden jelas dan clear ke Bapak
29:24dukungan itu akan kita berikan Pak
29:26jadi perintah-perintah yang seperti ini
29:29dari Bapak Presiden langsung
29:32bantalan politiknya akan kita siapkan untuk Menteri Keuangan
29:34kita nanti masuk ke kesimpulan ini
29:53Rancangan kesimpulan rapat kerja Komisi 11 DPR RI dengan Menteri Keuangan
29:58masa sidang 4 tahun sidang 2025-2026
30:02hari Senin 6 April tahun 2026
30:05Komisi 11 DPR RI bersama Menteri Keuangan menyepakati hal-hal sebagai berikut
30:10Komisi 11 DPR RI telah memperoleh penjelasan Menteri Keuangan
30:14mengenai kinerja penerimaan negara triwulan 1 tahun anggaran 2026
30:18Komisi 11 DPR RI mengapresiasi upaya Kementerian Keuangan
30:23mencapai kinerja pendapatan negara pada triwulan 1 tahun 2026
30:27dan terus memperkuat kinerja pendapatan negara yang berkelanjutan
30:323. Komisi 11 DPR RI mendukung Kementerian Keuangan untuk menjalankan upaya optimalisasi pendapatan negara dengan tetap menjaga iklim investasi dan
30:42kegiatan ekonomi masyarakat
30:444. Kementerian Keuangan memperkuat dan mempertajam kebijakan penerimaan negara bukan pajak PNBP khususnya PNBP Sumber Daya Alam SDA
30:55untuk dapat mengoptimalkan pendapatan negara
30:585. Kementerian Keuangan dalam menjalankan Kortek memperkuat transparansi proses bisnis Kortek
31:07guna meningkatkan kemudahan penggunaan sistem agar lebih ramah pengguna atau user-friendly
31:14mengintensifkan sosialisasi dan edukasi pada masyarakat dan melaporkan progres perkembangan Kortek kepada Komisi 11
31:226. Ini biasa Pak Normatif 7 hari kerja terhadap pertanyaan-pertanyaan yang memang belum dijawab pada sesi tanya-jawab tadi
31:32Saya tawarkan kepada anggota
31:35Apakah bisa diterima?
31:38Cukup ya Pak Dolphy oke
31:40Pak Ahri sudah ngangguk-ngangguk
31:41Pak Sohibul mengangguk
31:43Berarti kita sepakati ya
31:45Saya serahkan kepada Menteri Keuangan
31:49Kami sepakat Pak
31:52Dengan ucapan Alhamdulillah kita sepakati kesimpulan rapat kerja hari ini
31:59Bapak-Ibu sekalian sebelum saya akhiri saya persilakan Menteri Keuangan untuk memberikan kalimat penutup
32:07Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
32:11Bapak Ketua dan seluruh anggota Komisi 11 DPR RI
32:16Terima kasih atas waktu yang diberikan kepada kami untuk mempresentasikan kondisi penerima negara
32:24Sampai dengan triwalan pertama tahun 2026 ini
32:28Terima kasih juga
32:30Kami diberikan kesempatan untuk menjelaskan kepada Bapak-Bapak di sini dan kepada publik
32:35Tentang strategi fiskal kita
32:39Utamanya dalam hal memberi subsidi BBM
32:45Yang bersubsidi sampai dengan akhir tahun ini
32:49Karena di luar banyak kesimpang siuran
32:53Ada yang bilang dua minggu
32:55Ada yang buang dua bulan
32:56Makanya keluar tuh Juli akan ada kerusuhan
32:58Tapi saya pasti saya sampaikan di sini bahwa keadaan APBN kita masih terjaga
33:08Terima kasih atas keempatan yang diberikan
33:10Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
33:13Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh
33:17Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Menteri Keuangan
33:20Yang pada hari ini telah memberikan penjelasan yang cukup penting
33:27Kepada kami di dalam forum rapat kerja ini
33:30Dan tentunya masyarakat juga bisa mengetahui
33:33Karena ini rapat terbuka
33:34Sehingga kita tahu posisi penerimaan negara kita seperti apa
33:38Kemudian dukungan fiskal kita sampai akhir tahun
33:43Terhadap semua program-program kerja pemerintah yang sudah diagendakan
33:48Mengenai subsidi sudah dapat jaminan bahwa BBM bersubsidi
33:53Kalau ada kenaikan sampai rata-rata 100 dolar APBN
33:57Masih bisa menanggung
34:00Tidak ada kenaikan
34:02Dan ini adalah pesan yang sangat kuat
34:03Dan tentunya dengan semua paparan Bapak tadi
34:06Kita mengucapkan terima kasih
34:08Membuat kita makin hati-hati mengelola
34:11Tetapi kita juga tidak menutup pintu optimisme
34:14Bahwa pengelolaan ekonomi kita pada jalur yang benar
34:18Terima kasih
34:19Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
34:20Rapat ini saya nyatakan selesai dan ditutup
34:22Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
34:24Terima kasih
34:27Terima kasih
34:28Terima kasih
Komentar

Dianjurkan