Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

JAKARTA, KOMPAS.TV - Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK) mengusulkan untuk mengurangi subsidi BBM di tengah dampak perang AS-Israel dan Iran.

Menurut JK, langkah ini dapat mengurangi beban subsidi pemerintah yang berujung pada berkurangnya utang demi menjaga stabilitas anggaran negara. JK menyebut hal itu telah dilakukan oleh banyak negara.

"Jadi itulah sebabnya memang ada mengatakan jangan dinaikkan. Iya betul, tidak dinaikkan mungkin sementara bagus tetapi utang akan menumpuk, dengan subsidi yang besar," kata JK, di kediamannya, Minggu (5/4/2026).

Video editor: Lintang

#jusufkalla #jk #bbm

Baca Juga [FULL] Jusuf Kalla Sampaikan Saran soal Ekonomi hingga Diplomasi ke Prabowo di https://www.kompas.tv/nasional/661129/full-jusuf-kalla-sampaikan-saran-soal-ekonomi-hingga-diplomasi-ke-prabowo



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/661134/jusuf-kalla-usul-subsidi-bbm-dikurangi-ini-alasannya
Transkrip
00:00Utang akan menumpuk dengan subsidi besar, itu paling berbahaya untuk kita semua.
00:07Kita minta bahwa agar dipertimbangkan untuk mengurangi defisit, mengurangi utang dengan cara mengurangi subsidi.
00:22Karena mengurangi subsidi berarti menaikkan harga. Akhirnya itu lakukan diberi banyak negara.
00:30Kenapa? Karena kalau harga murah seperti sekarang, orang tidak cenderung untuk tidak berhemat.
00:38Dia akan jalan, macet jalan karena murah BBM.
00:43Di samping itu, subsidi akan meningkat terus.
00:46Nah kalau meningkat terus, maka utangnya nak naik terus.
00:50Jadi itulah sebabnya.
00:52Memang ada mengatakan jangan dinaikkan.
00:55Iya betul tidak dinaikkan mungkin sementara bagus.
01:01Tetapi utang akan menumpuk dengan subsidi besar.
01:06Itu yang paling berbahaya untuk kita semua.
01:09Kalau utang semua kita kena.
01:12Itu masalah utang.
01:15Masalah energi.
01:20Pasti sementara ada protes.
01:23Tapi ingat, yang paling banyak memakai BBM,
01:28dia punya mobil.
01:30Yang pro-bobili itu,
01:33pertama, dia lebih mampu.
01:36Jadi kalau naik saja 20-30 persen,
01:40itu bagi mereka tentu tidak bisa saja.
01:46Kedua,
01:48kalau motor tentu tidak bisa diatur.
01:52Karena itu adalah hubungannya dengan
01:56work from home.
02:00Supaya tidak perlu work from home itu,
02:03boleh dibilang,
02:04kita nanti bikin survei,
02:06ada bikin survei.
02:06Apa dikerjakan PNS itu pada saat work from home?
02:10Karena work from home itu umumnya lebih selatif.
02:15Anda tidak bisa melayani masyarakat di rumahnya, kan?
02:20Ya, kalau makan itu,
02:21maka dua hari itu bersamaan.
02:25Hampir bersamaan.
02:28Kalau masyarakat membatasi BBM itu,
02:31angkutan umum yang harus dipakai lebih banyak.
02:36Katakanlah di kantor harus bebas kendaraan,
02:39harus semua naik kendaraan umum.
02:41Itu bisa.
02:42Daripada tinggal di rumah.
02:44Dan tinggal di rumah itu tiga hari.
02:47Kalau Anda tinggal di rumah tiga hari,
02:49kan bosan juga.
02:50Mau keluar lagi, kan?
02:52Kalau keluar lagi, pakai mobil lagi.
02:54Atau motor.
02:56Ya, sama saja sebenarnya.
02:58Jadi,
02:59pilihan.
03:00Ini masalah pilihan.
03:01Pengalaman saya 20 tahun.
03:04Memang,
03:05kalau dijelaskan kepada rakyat dengan baik,
03:08rakyat akan menerima.
03:102005,
03:122014,
03:14tidak ada demo.
03:15Karena kita jelaskan dengan baik.
03:17Apalagi ini,
03:19masalah eksternal.
03:21Eksternal itu,
03:23artinya,
03:25bagi kita terpaksa,
03:27karena dari luar.
03:29Jadi,
03:32saya baru dari beberapa negara ASEAN,
03:36diundang,
03:36namanya,
03:38untuk bicara.
03:40Semua naikkan.
03:41Di Thailand,
03:42di Malaysia,
03:43di Vietnam.
03:45Tidak ada demo apa-apa.
03:46Karena mereka,
03:48masyarakat,
03:49memahami,
03:50bahwa ini terpaksa dilakukan,
03:53untuk,
03:54mengurangi,
03:55berman pemerintah,
03:57tahun ini.
03:59Dan kalau itu,
03:59berman pemerintah,
04:01artinya,
04:02defisit,
04:03artinya utang,
04:04artinya berman kita semua.
04:06Ya.
04:06Baik,
04:07kepada yang,
04:08agar,
04:09kalau naik itu yang motor,
04:10pasti kurang.
04:11Pasti tinggalkan rumah.
04:12Pasti,
04:13mungkin,
04:14naik ke dalam umum,
04:15macam-macam.
04:15Itu lebih efektif,
04:18dibanding,
04:19tadi,
04:20harus semua tinggal di rumah.
04:22Tapi,
04:22dia keluar juga.
04:24Karena,
04:24tiga hari itu,
04:26long week days.
04:27Mungkin,
04:28keluar kota,
04:28malah orang.
04:30Seperti itu.
04:32Ya.
04:33Ya.
05:03kecepatan informasi dan akurasi adalah komitmen kami.
05:08Satu langkah lebih dekat,
05:10satu langkah lebih terpercaya.
05:12Saksikan Kompas Petang di Kompas TV Channel 11 di televisi Anda.
05:18yang paling ceritakan berjaya.
05:18Tiga hari itu.
Komentar

Dianjurkan