Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Tempe terpaksa menaikkan harga jual untuk menutup kerugian.

Harga kedelai yang sebelumnya berkisar Rp480 ribu per 50 kilogram kini naik menjadi Rp550 ribu per 50 kilogram. Kenaikan ini juga diikuti melambungnya harga plastik sebagai bahan kemasan.

Dalam sehari, usaha ini mampu mengolah sekitar 20 kilogram kedelai. Namun, meningkatnya biaya produksi membuat perajin terpaksa menyesuaikan harga jual dari Rp44 ribu menjadi Rp46 ribu per kilogram.

#tempe #tahu #hargajual

Baca Juga Harga Plastik Melonjak Tajam, Gelas Plastik Naik hingga Rp500 Ribu per Dus | JURNAL NUSANTARA di https://www.kompas.tv/nasional/661120/harga-plastik-melonjak-tajam-gelas-plastik-naik-hingga-rp500-ribu-per-dus-jurnal-nusantara



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/661121/harga-kedelai-plastik-naik-perajin-keripik-tempe-terpaksa-naikkan-harga-jual-jurnal-nusantara
Transkrip
00:00Beralih ke informasi lain, perajin tempe di Bandar Lampung mulai mengeluhkan kenaikan harga kedelai.
00:05Kedelai kini dijual Rp10.500 per kilogram, padahal sebelumnya harganya di Rp9.000.
00:12Perajin terpaksa memperkecil ukuran tempe yang akan dijual.
00:24Harga kedelai impor tembus Rp10.500 per kilogramnya.
00:29Sebelumnya Rp9.000 per kilogram.
00:32Agar tidak merugi, produsen tahu tempe menyiasatinya dengan memperkecil ukuran dengan mengurangi jumlah atau berat kedelai.
00:40Namun perajin tidak menaikkan harga agar dapat menjaga daya beli masyarakat.
00:44Salah satu pemilik usaha tempe bilang ketika harga kedelai normal, ia bisa memproduksi 150 kilogram.
00:52Namun karena harga naik, hanya mampu memproduksi 70 kilogram sekali produksi.
00:59Rp10.500.000.
01:00Oh, sejak kapan itu om? Naik om?
01:02Ya, naik kecilnya lah.
01:04Oh, naiknya?
01:05Ya, memangnya ya tetap di jual aja.
01:08Pak kecil om?
01:09Kecil, ya, kadang naik.
01:11Karena harganya kurang mahal juga, temennya kurang bagus.
01:19Perajin tempe berharap pemerintah segera menstabilkan harga jual kedelai agar usaha mereka bisa tetap bertahan.
Komentar

Dianjurkan