Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPASTV - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk membenahi aparat penegak hukum sebagai bagian dari transformasi bangsa, termasuk kepolisian dan TNI.

"Jadi begini, sekali lagi saya dipilih oleh rakyat Indonesia. Saya dilantik, saya disumpah. Jadi memang yang saya ingin lakukan adalah transformasi bangsa. Saya ingin perbaiki kondisi bangsa itu semua. termasuk di situ adalah alat-alat penegak hukum," Kata Presiden Prabowo pada Sabtu (21/3/2026) dilansir dari Youtube Prabowo Subianto.

Presiden juga menegaskan bahwa perbaikan tidak hanya menyasar kepolisian, tetapi seluruh lembaga, dengan tetap memberi kesempatan untuk berbenah.

Di akhir pernyataannya, Presiden menekankan bahwa standar aparat bukan ditentukan pimpinan, melainkan rakyat.

"Jadi Polisi yang baik dan tentara yang hebat dan baik itu tuntutan rakyat, bukan selera pimpinan. Jadi saya sebagai pejabat, sebagai petugas yang diangkat rakyat, saya harus jalankan tugas yang diberikan rakyat kepada saya," katanya.

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Produser: Yuilyana

Thumbnail Editor: Vila

#prabowo #reformasipolri #tni

Baca Juga Perang Iran Vs Israel-AS Memanas! Rusia Usulkan Hal Ini di https://www.kompas.tv/internasional/658708/perang-iran-vs-israel-as-memanas-rusia-usulkan-hal-ini



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/658717/soal-reformasi-polri-presiden-polisi-yang-baik-tuntutan-rakyat-bukan-selera-pimpinan

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:00Boleh terakhir aja Pak?
00:01Boleh terakhir.
00:01Terakhir untuk kemudian...
00:03Masih ada terakhir semua, semua terakhir jadinya.
00:05Nah biar, biar, bentar.
00:07Setelah itu bisa ditutup dengan makan mie instan.
00:12Sebetulnya ini follow up pertanyaan saya tahun lalu Pak ketika saya juga sempat bertanya ke Bapak spesifik soal kepolisian.
00:19Setelah itu saya tahu, kita semua tahu Bapak membentuk Komite Tim Percepatan Reformasi Polri diketuai oleh Prof. Jimli.
00:27Jadi, sudah selesai Pak pekerjaannya, katanya ada 10 buku, ada puluhan aturan yang kemudian direkomendasikan untuk diganti.
00:37Info terakhir yang saya dengar, sedang menunggu waktu dari Bapak supaya bisa menyampaikan langsung hasil rekomendasi itu.
00:43Pertanyaannya, kerap kali itu Pak rekomendasi reformasi berhenti di atas kertas Pak.
00:49Pengalaman kita dari tahun-tahun sebelumnya, berbagai tim dibentuk, rekomendasi diberikan kepada Presiden
00:55atau kepada siapapun yang memberikan mandat, tapi selesai di situ.
00:58Saya ingin minta komitmen Bapak untuk jika nanti ternyata beberapa hasil rekomendasi
01:07membutuhkan komitmen kuat Presiden untuk menyentuh hal-hal yang selama ini dianggap sulit disentuh
01:14karena berhubungan dengan struktur kekuasaankah atau dalam pertarungan internal di lembaga tertentu,
01:19apakah Bapak akan tetap melaksanakan rekomendasi itu atau akan melihat situasi atau bagaimana Pak?
01:26Jadi begini, sekali lagi saya dipilih oleh rakyat Indonesia, saya dilantik, saya disumpah.
01:42Jadi memang yang saya ingin lakukan adalah transformasi bangsa, saya ingin perbaiki kondisi bangsa itu semua.
01:53termasuk di situ adalah alat-alat penegak hukum.
01:57Karena hukum, the rule of law itu bagian penting daripada negara yang kuat dan berhasil.
02:06Jadi yang saya katakan adalah hasrat untuk memperbaiki semua lembaga termasuk kepolisian,
02:20itu tidak semata-mata harus dari suatu komiti reformasi.
02:28Tapi komiti reformasi adalah alat bantu yang sangat penting.
02:32Ya kita pelajari nanti yang mana kita bisa lakukan cepat, kita lakukan.
02:38Yang mana kita anggap belum bisa dilakukan, ya kita mungkin tunda.
02:44Ya kan nanti ada banyak argumen, ya kita lihat nanti.
02:48Kita akan ambil keputusan yang rasional.
02:50Tapi bahwa negara butuh lembaga-lembaga penegak hukum
02:56yang profesional, yang bersih, yang tidak korup, yang penuh integritas, itu mutlak.
03:09Jadi kalau saya serius terhadap sumpah saya, ya saya harus memperbaiki kondisi-kondisi yang tidak baik itu.
03:22Termasuk kondisi-kondisi di lembaga-lembaga kita.
03:27Ya itu situasinya begitu.
03:28Termasuk kepolisian.
03:30Tapi tidak hanya terbatas kepada kepolisian.
03:32Jadi saya katakan begini, kita juga harus fair.
03:36Selalu itu adalah nilai setitik merusak susu sembelanga.
03:43Mungkin beberapa oknum, tapi dia punya power, dia bisa berbuat saya enaknya.
03:51Tapi ratusan ribu polisi yang lain terkena nama jeleknya.
03:56Makanya sekali lagi saya, pertama saya ingin memberi kesempatan tiap lembaga
04:06membersihkan diri.
04:08Ini banyak yang tidak dipercaya orang, tapi dalam leadership.
04:14Kadang-kadang itu jalan yang terbaik.
04:18Kita lihat ada situasi seperti ini.
04:21Sama juga mungkin audit ya.
04:27Kalau audit tidak beres, dia datang kasih tahu pimpinan.
04:30Eh, kamu tidak beres loh.
04:33Kamu bisa perbaiki diri tidak?
04:35Kalau kamu perbaiki diri, saya kasih kesempatan.
04:39Tiga bulan kamu perbaiki, masih kurang.
04:42Tiga bulan lagi, masih kurang.
04:44Saya lihat sekarang kepolisian banyak menindak perwilat-perwilat yang tidak beres.
04:51Kalau kita lihat ada Kapolres, ada beberapa.
04:59Saya kira itu arah yang lebih baik.
05:01Dan juga TNI, ada perwilat-perwilat TNI yang tidak beres juga.
05:06Penyelendupan itu pasti terjadi karena lemahnya penegak hukum.
05:14Dan TNI, Angkatan Laut bagaimana?
05:22Ya kan?
05:24Dandren bagaimana? Dandren bagaimana?
05:26Mbak Binsa bagaimana?
05:28Kok bisa terjadi?
05:30Tambang ilegal.
05:33Saya pertanyakan.
05:35Saya bilang,
05:36Panglima TNI, kamu usut.
05:41Bagaimana ada tambang ilegal,
05:43Mbak Binsa tidak tahu,
05:46Darnamil tidak tahu,
05:48Kodim tidak tahu,
05:50Dandren tidak tahu.
05:52Untuk apa kita punya pejabat seperti itu?
05:56Kalau dia tidak tahu atau tidak mau tahu
05:59tambang ilegal,
06:02perkebunan ilegal, dan sebagainya.
06:04Iya kan?
06:05Jadi ini,
06:06saya kira,
06:07kita harus fail.
06:09Polisi harus beresin diri.
06:11Saya, alumni TNI,
06:13TNI harus beresin diri.
06:14Saya tidak rela.
06:16Institusi saya,
06:17yang begitu dicintai rakyat,
06:19tercemar oleh pejabat-pejabat.
06:23Saya kira,
06:24Anda bisa lihat,
06:25sudah berapa general,
06:26bintang 3, bintang 2,
06:27yang kita pecat,
06:28yang kita serahkan ke kejaksaan.
06:31Bukannya saya menhan,
06:32Anda bisa hitung.
06:33Nah, Sabri kita beresin.
06:36Iya kan?
06:37Yang lama,
06:38kata yang tidak bisa disentuh,
06:39karena banyak general di situ.
06:42Kita serahkan ke kejaksaan saya,
06:45bikin surat.
06:47Minta kejaksaan yang bertindak.
06:49Jadi,
06:51Mbak Nana itu,
06:52jawaban saya.
06:54Polisi yang baik,
06:55dan tentara yang hebat,
06:57dan baik,
06:58itu tuntutan rakyat.
07:01Bukan,
07:03selera pemimpinan.
07:05Jadi,
07:05saya,
07:06sebagai pejabat,
07:07sebagai petugas,
07:08yang diangkat rakyat,
07:09saya harus jalankan,
07:11tugas yang diberikan rakyat kepada saya.
07:14Jadi,
07:15ini nanti,
07:16kalau saya bertindak,
07:17kalau saya ambil lakas,
07:19ya,
07:19saya yakin,
07:21selain,
07:23komite,
07:24reformasi,
07:25tapi,
07:26pendapat umum rakyat juga,
07:28menghendaki itu.
07:31Menghendaki itu.
07:32Terima kasih,
07:33Bapak Pak.
07:33Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan