00:00Boleh terakhir aja Pak?
00:01Boleh terakhir.
00:01Terakhir untuk kemudian...
00:03Masih ada terakhir semua, semua terakhir jadinya.
00:05Nah biar, biar, bentar.
00:07Setelah itu bisa ditutup dengan makan mie instan.
00:12Sebetulnya ini follow up pertanyaan saya tahun lalu Pak ketika saya juga sempat bertanya ke Bapak spesifik soal kepolisian.
00:19Setelah itu saya tahu, kita semua tahu Bapak membentuk Komite Tim Percepatan Reformasi Polri diketuai oleh Prof. Jimli.
00:27Jadi, sudah selesai Pak pekerjaannya, katanya ada 10 buku, ada puluhan aturan yang kemudian direkomendasikan untuk diganti.
00:37Info terakhir yang saya dengar, sedang menunggu waktu dari Bapak supaya bisa menyampaikan langsung hasil rekomendasi itu.
00:43Pertanyaannya, kerap kali itu Pak rekomendasi reformasi berhenti di atas kertas Pak.
00:49Pengalaman kita dari tahun-tahun sebelumnya, berbagai tim dibentuk, rekomendasi diberikan kepada Presiden
00:55atau kepada siapapun yang memberikan mandat, tapi selesai di situ.
00:58Saya ingin minta komitmen Bapak untuk jika nanti ternyata beberapa hasil rekomendasi
01:07membutuhkan komitmen kuat Presiden untuk menyentuh hal-hal yang selama ini dianggap sulit disentuh
01:14karena berhubungan dengan struktur kekuasaankah atau dalam pertarungan internal di lembaga tertentu,
01:19apakah Bapak akan tetap melaksanakan rekomendasi itu atau akan melihat situasi atau bagaimana Pak?
01:26Jadi begini, sekali lagi saya dipilih oleh rakyat Indonesia, saya dilantik, saya disumpah.
01:42Jadi memang yang saya ingin lakukan adalah transformasi bangsa, saya ingin perbaiki kondisi bangsa itu semua.
01:53termasuk di situ adalah alat-alat penegak hukum.
01:57Karena hukum, the rule of law itu bagian penting daripada negara yang kuat dan berhasil.
02:06Jadi yang saya katakan adalah hasrat untuk memperbaiki semua lembaga termasuk kepolisian,
02:20itu tidak semata-mata harus dari suatu komiti reformasi.
02:28Tapi komiti reformasi adalah alat bantu yang sangat penting.
02:32Ya kita pelajari nanti yang mana kita bisa lakukan cepat, kita lakukan.
02:38Yang mana kita anggap belum bisa dilakukan, ya kita mungkin tunda.
02:44Ya kan nanti ada banyak argumen, ya kita lihat nanti.
02:48Kita akan ambil keputusan yang rasional.
02:50Tapi bahwa negara butuh lembaga-lembaga penegak hukum
02:56yang profesional, yang bersih, yang tidak korup, yang penuh integritas, itu mutlak.
03:09Jadi kalau saya serius terhadap sumpah saya, ya saya harus memperbaiki kondisi-kondisi yang tidak baik itu.
03:22Termasuk kondisi-kondisi di lembaga-lembaga kita.
03:27Ya itu situasinya begitu.
03:28Termasuk kepolisian.
03:30Tapi tidak hanya terbatas kepada kepolisian.
03:32Jadi saya katakan begini, kita juga harus fair.
03:36Selalu itu adalah nilai setitik merusak susu sembelanga.
03:43Mungkin beberapa oknum, tapi dia punya power, dia bisa berbuat saya enaknya.
03:51Tapi ratusan ribu polisi yang lain terkena nama jeleknya.
03:56Makanya sekali lagi saya, pertama saya ingin memberi kesempatan tiap lembaga
04:06membersihkan diri.
04:08Ini banyak yang tidak dipercaya orang, tapi dalam leadership.
04:14Kadang-kadang itu jalan yang terbaik.
04:18Kita lihat ada situasi seperti ini.
04:21Sama juga mungkin audit ya.
04:27Kalau audit tidak beres, dia datang kasih tahu pimpinan.
04:30Eh, kamu tidak beres loh.
04:33Kamu bisa perbaiki diri tidak?
04:35Kalau kamu perbaiki diri, saya kasih kesempatan.
04:39Tiga bulan kamu perbaiki, masih kurang.
04:42Tiga bulan lagi, masih kurang.
04:44Saya lihat sekarang kepolisian banyak menindak perwilat-perwilat yang tidak beres.
04:51Kalau kita lihat ada Kapolres, ada beberapa.
04:59Saya kira itu arah yang lebih baik.
05:01Dan juga TNI, ada perwilat-perwilat TNI yang tidak beres juga.
05:06Penyelendupan itu pasti terjadi karena lemahnya penegak hukum.
05:14Dan TNI, Angkatan Laut bagaimana?
05:22Ya kan?
05:24Dandren bagaimana? Dandren bagaimana?
05:26Mbak Binsa bagaimana?
05:28Kok bisa terjadi?
05:30Tambang ilegal.
05:33Saya pertanyakan.
05:35Saya bilang,
05:36Panglima TNI, kamu usut.
05:41Bagaimana ada tambang ilegal,
05:43Mbak Binsa tidak tahu,
05:46Darnamil tidak tahu,
05:48Kodim tidak tahu,
05:50Dandren tidak tahu.
05:52Untuk apa kita punya pejabat seperti itu?
05:56Kalau dia tidak tahu atau tidak mau tahu
05:59tambang ilegal,
06:02perkebunan ilegal, dan sebagainya.
06:04Iya kan?
06:05Jadi ini,
06:06saya kira,
06:07kita harus fail.
06:09Polisi harus beresin diri.
06:11Saya, alumni TNI,
06:13TNI harus beresin diri.
06:14Saya tidak rela.
06:16Institusi saya,
06:17yang begitu dicintai rakyat,
06:19tercemar oleh pejabat-pejabat.
06:23Saya kira,
06:24Anda bisa lihat,
06:25sudah berapa general,
06:26bintang 3, bintang 2,
06:27yang kita pecat,
06:28yang kita serahkan ke kejaksaan.
06:31Bukannya saya menhan,
06:32Anda bisa hitung.
06:33Nah, Sabri kita beresin.
06:36Iya kan?
06:37Yang lama,
06:38kata yang tidak bisa disentuh,
06:39karena banyak general di situ.
06:42Kita serahkan ke kejaksaan saya,
06:45bikin surat.
06:47Minta kejaksaan yang bertindak.
06:49Jadi,
06:51Mbak Nana itu,
06:52jawaban saya.
06:54Polisi yang baik,
06:55dan tentara yang hebat,
06:57dan baik,
06:58itu tuntutan rakyat.
07:01Bukan,
07:03selera pemimpinan.
07:05Jadi,
07:05saya,
07:06sebagai pejabat,
07:07sebagai petugas,
07:08yang diangkat rakyat,
07:09saya harus jalankan,
07:11tugas yang diberikan rakyat kepada saya.
07:14Jadi,
07:15ini nanti,
07:16kalau saya bertindak,
07:17kalau saya ambil lakas,
07:19ya,
07:19saya yakin,
07:21selain,
07:23komite,
07:24reformasi,
07:25tapi,
07:26pendapat umum rakyat juga,
07:28menghendaki itu.
07:31Menghendaki itu.
07:32Terima kasih,
07:33Bapak Pak.
07:33Terima kasih.
Komentar