00:06Komisi Pemberantasan Korupsi, KPK, mesti usut aliran dana Meri.
00:12Meri, istri Siman Bahar Bongkin Pin, tersangka tindak pidana pencucian uang Komisi Pemberantasan Korupsi, TPPU KPK.
00:20Mengingat dugaan Meri melanjutkan bisnis ilegal gold mining and trading Siman Bahar Bongkin Pin di Provinsi Kalimantan Barat.
00:26Perlu ditelusuri apa benar Meri turut mengendalikan Hotel Golden Tulip, Pontianak, setelah Siman Bahar Bongkin Pin tersangka TPPU KPK.
00:35Mengingat dugaan masyarakat, semua bisnis berkaitan ilegal gold mining and trading Siman Bahar Bongkin Pin berjalan normal.
00:42Maka, sebagai istri, Meri harus segera diperiksa KPK, ujar Budi Setiawan SH, pengamat sosial Pontianak, Selasa, 17 Maret 2026.
00:52Budi Setiawan, mengatakan, 7 langkah harus dilakukan KPK, pastikan benar atau tidak Meri lanjutkan usaha suami, Siman Bahar Bongkin Pin.
01:02Dugaan turut serta atas dugaan TPPU dari KPK, dan sekarang Siman Bahar Bongkin Pin masih dalam keadaan sakit.
01:09Siman Bahar Bongkin Pin tersangka TPPU KPK rugikan negara Rp189 triliun sejak 23 Mei 2023.
01:16Siman Bahar Bongkin Pin manipulasi data ekspor impor emas seberat 3,5 ton, 2009-2013.
01:25Bagian temuan transaksi mencerigakan pusat pelaporan dan analisa transaksi keuangan, PPATK, 2009-2013, nilai kumulatif Rp349,87 triliun.
01:38Pertama, analisis aliran dana atau follow the money dugaan dari Siman Bahar Bongkin Pin ke Meri.
01:44Menelusuri rekening ban.
01:46Melihat transaksi transfer, kata Budi Setiawan, menelusuri pergerakan dana dari hasil kejahatan.
01:52Jika ditemukan uang hasil kejahatan masuk ke rekening Siman Bahar Bongkin Pin, lalu dipindahkan ke rekening Meri, digunakan membeli aset.
01:59Maka hal itu menjadi indikasi kuat istri hanya sebagai nomine.
02:04Penyidik bekerja sama pusat pelaporan dan analisis transaksi keuangan untuk analisis transaksi mencurigakan.
02:11Kedua, pembuktian ketidakseimbangan kekayaan.
02:14KPK harus membandingkan profil penghasilan resmi Meri, nilai aset yang dimiliki.
02:20Memastikan indikasi nomine, tidak memiliki usaha besar, tetapi memiliki rumah mewah, perusahaan, tambang, atau rekening miliaran.
02:28Mesti pula ditelusuri keberadaan PT Bhumi Satu Inti di Pontianak, bagian dari dugaan TPPU keluarga Siman Bahar Bongkin Pin.
02:36Karena PT Bhumi Satu Inti sudah tidak aktif, tapi nomor rekeningnya digunakan dalam transaksi triliunan rupiah tiap tahun di Bank
02:43Sentral Asia.
02:44Jika kekayaan tidak sebanding dengan penghasilan, penyidik dapat menduga aset berasal dari kejahatan suami.
02:50Ketiga, menelusuri beneficial owner.
02:53Tidak hanya melihat nama di dokumen, tetapi mencari siapa yang sebenarnya mengendalikan aset.
02:59Perusahaan atas nama Meri tetapi operasional dikendalikan suami keputusan bisnis ditentukan suami uang operasional berasal dari suami.
03:07Dalam hukum pencucian uang, dilihat adalah beneficial owner pemilik manfaat sebenarnya.
03:13Keempat, penyitaan dokumen dan bukti digital.
03:15KPK sering melakukan penggeledahan untuk mencari dokumen, perusahaan, kontrak bisnis, email, chat WhatsApp.
03:24Catatan transaksi, bukti digital sering menunjukkan siapa yang mengatur transaksi, siapa yang memberi instruksi.
03:32Jika suami tetap mengendalikan bisnis melalui istri, maka nomine bisa terbukti.
03:37Kelima, pemeriksaan saksi internal.
03:40KPK mesti memeriksa, karyawan perusahaan, akuntan, direktur formal, staf keuangan.
03:48Sering muncul fakta seperti yang memberi perintah tetap suami, istri hanya menandatangani dokumen.
03:53Kesaksian ini memperkuat dugaan nomine.
03:57Keenam, teknik reverse burden of proof atau pembuktian terbalik terbatas.
04:01Dalam kasus TPPU, berlaku prinsip pembuktian terbalik terbatas.
04:05Artinya, tersangka atau pihak terkait harus menjelaskan asal-usul kekayaan.
04:11Jika tidak bisa menjelaskan sumber kekayaan secara sah, maka aset dapat dianggap hasil kejahatan.
04:17Ketujuh, menelusuri pola pengalihan aset.
04:20KPK sering menemukan pola.
04:22Saat penyidikan, aset dipindahan ke istri anak atau keluarga.
04:26Jika perpindahan terjadi setelah kasus mencuat, hal ini menjadi indikasi kuat pencucian uang.
04:32Untuk membuktikan nomine keluarga, mesti menggabungkan, analisis aliran uang, ketidakseimbangan kekayaan,
04:40penelusuran beneficial owner, bukti digital, kesaksian karyawan, pembuktian terbalik, pola pengalihan aset.
04:47Jika semua bukti saling menguatkan, maka meri dapat ditetapkan sebagai tersangka TPPU atau turut serta dalam kejahatan.
04:55Keluarga Siman Bahar Bong Kim Pin patut diduga menukuni bisnis ilegal gold mining and trading selama 40 tahun di Provinsi
05:01Kalimantan Barat.
05:02Selain Hotel Golden Tulip, Pontianak, pemilik perusahaan refinery emas, yaitu PT Simba Jaya Utama di Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur.
05:12PT Simba Jaya Utama, perusahaan permurnian emas merk Simba, dikelola Deni Handoko Bahar, anak kandung Siman Bahar Bong Kim Pin.
05:20Direkturat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Badan Reserse dan Kriminal Polisi Republik Indonesia, di Tipeksus Bares Krim Polri.
05:28Melakukan penggeledahan dua kali di Provinsi Jawa Timur, 19-20 Februari 2026 dan Kamis, 12 Maret 2026.
05:37Pertama, PT Simba Jaya Utama, refinery emas merk Simba, Jalan Berbek Industri 2 No. 31A, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo.
05:46Kedua, PT Indah Golden Signature, Jalan Embong Gayam, Kecamatan Genteng, Surabaya.
05:54Ketiga, PT Sukajadi Logam, Raya Tengger Kandangan, Kecamatan Benowo, Surabaya.
06:01Gelar perkara 27 Februari 2026, Bares Krim Polri tetapkan tiga tersangka, TW, DW dan BSW, kata Brigadir Jenderal Polisi Adesha
06:10Friesiman Juntak.
06:12Adesha Friesiman Juntak, Direktur di Tipeksus Bares Krim Polri.
06:17Menurut Adesha Friesiman Juntak, penggeledahan menelusuri TPPU hasil temuan PPATK, 2019-2025, transaksi mencurigakan 25,8 triliun rupiah.
06:28Dimana bahan baku ilegal gold mining and trading dipasok dari Provinsi Kalimantan Barat dan Provinsi Papua Barat.
06:35Salah satu pelaku, Teddy Wijaya, bahan baku dipasok Antonius Wandi Aliong dari Singkawang, Provinsi Kalimantan Barat.
06:42Antonius Wandi Aliong di Fonis Ringan satu tahun denda 10 miliar rupiah pengadilan negeri Pontianak, Kamis, 8 Desember 2022.
06:51Teddy Wijaya, rekan bisnis Siman Bahar Bong Kinpin.