Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
#EPS7 | SURVEI BALI TOURISM BOARD (BTB): APA SOLUSI NYATA UNTUK BALI?

Bayang-bayang konflik AS + Israel vs Iran bisa mengguncang pariwisata global. Jika dunia terguncang, Bali pasti ikut terasa.

Di sisi lain, muncul narasi “Bali sepi”

Apakah benar Bali mulai ditinggalkan wisatawan, atau hanya ilusi yang viral di media sosial?

Turis domestik dikabarkan menurun. Ada yang menyebut diskriminasi, ada juga yang menuding harga tiket pesawat ke Bali makin mahal.

Belum selesai itu semua, sampah, vila ilegal, Airbnb, hingga dana Pungutan Wisatawan Asing (PWA) terus menjadi sorotan.

Bahkan survei Bali Tourism Board menyoroti hal yang tak kalah sensitif: kebisingan yang mulai mengganggu kenyamanan destinasi.

Pertanyaannya sekarang: Apakah Bali sedang baik-baik saja… atau pariwisata Pulau Dewata sedang memasuki jalan terjal?

CATAT TANGGALNYA! Full Video Tayang, Minggu 29 MARET 2026 di sini 👉 https://www.youtube.com/@beritabalichannel

Follow akun @beritabalimedia untuk update terbaru!

Laporan lengkap baca tuntas di sini 👉 https://s.id/TerasBB

#Bali
#BeritaBali
#AllAboutBali
#PariwisataBali
#BaliHariIni
#BaliUpdate
#BaliViral
#BaliTourism
#IsuBali
#Bali2026

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:00Dari survei itu, tindak selanjutnya nanti seperti apa Pak, dalam hal konkret ya?
00:05Jadi, survei itu sudah jelas, ada datanya dan sebagainya.
00:11Jadi, untuk perencanaan strategi kita, para wisata Bali ke depan, versi wisatawan.
00:18Jadi, ini kita pakai masukan.
00:21Kan, pemerintah pusat sudah ada arahan, pemerintah daerah juga sudah ada, pemerintah tingkat 2 juga sudah ada.
00:27Nah, dari pihak wisatawan juga perlu didengar, ini menjadikan tambahan strategi perusata Bali ke depan.
00:36Kita anggap tidak, istilahnya dulu misalnya sustainability tidak penting, ternyata buat wisatawan itu penting.
00:45Jadi, contoh implementasinya nanti itu pengelolaan destinasi lebih terstruktur.
00:51Jadi, digitalisasi, clearing capacity-nya ya, memang kalau misalnya uluwatu hanya bisa menampung menari kecak 2 ribu, ya jangan disimpat
01:04ribu, seperti itu misalnya.
01:05Jadi, ada clearing capacity-nya semua harus digitalize, pemesanan dan sebagainya.
01:10Nah, begitu kita bisa arahkan ke tempat lain, misalnya kan kita tahu ubud kan macet kan, tapi kalau dia tahu
01:19berapa hari sebelumnya, dia bisa kemana dulu baru ke ubud.
01:23Jadi, kita mulai, kemacetan itu terjadi karena kedatangan bersama-sama dalam satu waktu gitu loh.
01:30Itu penumpukan itu yang, bottleneck-nya.
01:33Nah, itu yang kita atur itu ke depannya.
01:36Dengan cara apa? Kita atur dengan cara teknologi ya, digitalisasi ini memungkinkan seperti itu.
01:42Nah, inilah yang PR saya di GIPI Bali, Bali Tourism Board, untuk berbicara dengan beberapa pimpinan daerah,
01:50untuk segera kita mewujudkan ini dalam One Island, One Management, untuk mengatur tata kelola perusata Bali, seperti itu.
01:58Ketiga, penguatan produk-produk yang otentik tadi, misalnya apa? Wellness, budaya dan nature tourism.
02:10Itu yang jadi penguatan produk kita ya, kalau kita kan bersaing dengan daerah lain, kita harus produk Bali apa?
02:19Dikuatin lagi wellness-nya, dikuatin lagi budayanya, dikuatin lagi nature tourism-nya gitu.
02:26Jangan bertendangan, jangan terlalu hal-hal yang lain, seperti hal-hal yang GIPI, misalnya tempat-tempat yang ada di tempat
02:34lain kita kuatkan.
02:36Jadi Bali harus dikelola sebagai ekosistem destinasi kelas dunia.
02:42Jangan lupa bagi gue,η
Komentar

Dianjurkan