00:16Sampai jumpa di video selanjutnya.
00:30Selamat siang Pak Julius, terima kasih untuk waktu Anda di Kompas Siang hari ini.
00:35Selamat siang Mas Widi.
00:37Baik Pak Julius, kalau Anda melihat ini kesepakatan untuk gencatan senjata,
00:43apakah memang nantinya ini akan benar-benar berakhir perang atau menuju deeskalasi
00:49atau sekedar strategi untuk kembali mengumpulkan kekuatan untuk kembali berperang?
00:57Baik, ya itu kira-kira pertanyaan menjadi seberapa efektif sebetulnya ya
01:01komitmen untuk gencatan senjata.
01:04Menurut saya Mas Widi, pertanyaan seberapa efektif harusnya itu menjadi pertanyaan kedua.
01:10Karena pertanyaan pertama adalah kita patut bersyukur dulu
01:14bahwa akhirnya Iran dan juga Amerika Serikat bersepakat untuk melakukan gencatan senjata.
01:20Tadi malam kita sempat khawatir ya, sangat khawatir setelah Dewan Kemenan BBB gagal
01:26menyampakati draft resolusi yang diusulkan oleh Barin.
01:30Draft resolusi itu intinya adalah memaksa Iran untuk membuka Selat Hormuz.
01:35Dan itu kan yang dimaui oleh Trump.
01:37Dan gagal artinya akan ada efek yang lebih besar yang bisa dilakukan oleh Amerika Serikat terhadap Iran.
01:45Dan salah satu yang kita khawatirkan adalah ancaman Trump akan benar-benar direalisasikan.
01:51Itu yang kita betul-betul khawatir sekali.
01:54Tapi bersyukur pagi-pagi kita mendengar berita baik.
01:58Akhirnya Amerika Serikat menyampaikan,
02:01kita juga siap juga untuk beruling.
02:04Lalu kemudian kita juga mendengar dari pihak Iran, termasuk dari menteri luar negerinya,
02:09kalau Amerika Serikat dan Israel menghentikan serangan,
02:14Iran juga siap untuk menghentikan serangan, termasuk membuka Selat Hormuz.
02:19Dan bersyukur kesigapan, kemahiran diplomasi dari Pakistan,
02:27sehingga kekhawatiran besar bahwa akan ada eksekusi besar-besaran terhadap Iran,
02:33seperti yang pernah disampaikan oleh Trump, tidak terjadi.
02:36Itu yang kita patut syukur dulu, Mas Wili.
02:39Baik, lalu pertanyaannya kemudian seberapa efektifkah?
02:43Anda menilainya ini nanti akan berlangsung?
02:46Ya, kalau kita lihat butir-butir yang diusurkan oleh Iran,
02:50dan kemauan yang dimiliki oleh atau sudah diajukan oleh Trump,
02:55memang seperti mission impossible.
02:57Sesuatu yang sulit ya, sangat sulit.
03:00Kita kasih contoh misalnya ada dua poin terkait dengan Selat Hormuz.
03:04Dan poin yang paling penting yang diajukan oleh Iran adalah
03:07akan ada koordinasi dengan Angkatan Pesenjata Iran
03:11terkait dengan jalur kapal-kapal yang akan lewat.
03:15Dan itu akan memberikan jaminan status khusus dari Iran,
03:20status ekonomi dan status geopolitik.
03:22Kemudian Iran juga meminta ada nanti dibangun semacam safe transit protokol
03:27di Selat Hormuz, yang akan menjamin dominasi Iran.
03:31Ini kan yang sejak awal selalu diomongkan oleh Iran
03:34kalau mau bernegosiasi.
03:36Dan Amerika Serikat langsung tidak bersedia
03:39untuk menerima tuntutan dari Iran.
03:43Nah, kalau kita melihat ini,
03:44ini akan ada negosiasi yang sangat alat di antara dua pihak ini.
03:48Belum terkait dengan poin-poin yang lain.
03:51Termasuk di dalamnya misalnya tuntutan Iran bahwa
03:55Amerika Serikat akan menarik mundur semua tentara-tentaranya
04:00yang berada di negara-negara telur
04:02atau di negara-negara tetangga Iran.
04:05Dan kita bayangkan, apakah Amerika Serikat akan mudah menerima itu?
04:08Isu yang lain yang mungkin juga akan menjadi alat adalah
04:11terkait dengan serangan Israel terhadap Libanon.
04:14Di dalam poin yang disuruhkan oleh Iran,
04:17Iran juga mengendaki bahwa serangan terhadap aliansi sekutu-sekutu Iran
04:23juga bersentikat.
04:24Pertanyaannya adalah, ini Israel nih.
04:27Apakah Israel juga berkenang untuk melakukannya?
04:31Jadi dua minggu ini akan menjadi sangat-sangat krusial
04:33dimulai hari Jumat besok.
04:36Apakah kedua-duanya memang benar-benar siap
04:39untuk mendiskusikan poin-poin yang sudah disuruhkan
04:43atau ini sekedar strategi untuk mundur waktu.
04:46Tapi marilah kita tidak berpengaruhkan si buruk dulu.
04:49Kita berharap ini adalah titik balik,
04:52signyal yang sangat positif bahwa
04:55perdamaian yang diinginkan, abadi, itu akan terwujud.
04:59Menurut Anda, apa poin-poin yang misalnya
05:02paling siap diterima oleh Amerika Serikat
05:05dan paling tidak siap misalnya diterima oleh Amerika Serikat?
05:09Menurut Anda, apa-apa saja yang bisa dikompromikan?
05:13Pastinya Amerika Serikat kan terkait dengan Selat Hormus.
05:17Pastinya itu keinginan dia.
05:18Dan itu klaim kemenangan di pihak Amerika Serikat adalah
05:21ada poin terkait kesiapan Iran
05:24untuk bernegosiasi terkait dengan Selat Hormus.
05:26Dan kita tahu dampaknya kan luar biasa
05:28penutupan Selat Hormus oleh Iran.
05:31Iran tidak menyebutnya penutupan ya,
05:33tetapi kontrol ya.
05:35Dan toh nyatanya masih ada puluhan kapal tanker yang bisa melintas.
05:39Tapi poin pentingnya adalah pembukaan.
05:42Dan itu persis jiwa dari draft resolusi yang diajukan oleh Barin
05:46adalah isu penutupan dan dituntut oleh pembukaan.
05:50Nah, ini yang akan menjadi menarik, gitu ya.
05:53Dan itu akan menjadi berita baik.
05:55Dan Mas Fidi, kita akan melihat ya,
05:56begitu diumumkan kecata senjata,
05:59lalu kemudian harga minyak menurun.
06:01Ya dari sekira 100 dolar per barrel,
06:04sekarang menjadi antara 92 sampai 94 dolar per barrel.
06:08Itu poin yang paling penting yang saya kira harus segera diselesaikan
06:12di dalam negosiasi tersebut.
06:13Dan bisa diterima, saya kira.
06:15Baik, ini Mas Julius,
06:18Iran kan kini secara resmi mengkoordinasikan akses aman
06:21untuk Selat Hormus dan bahkan berpotensi memungut biaya bersama Oman.
06:25Ini menurut Anda apakah bukan kemenangan strategis besar
06:29bagi Iran yang selama ini dianggap mengancam jalur minyak dunia,
06:31sementara AS dan sekutunya justru membayar tolfi
06:34ke musuh yang baru saja mereka bom?
06:38Ya, betul ya.
06:39Buat Iran kan ini kemenangan.
06:41Kemenangan bisa memaksa Amerika Serikat
06:44kemudian duduk di dalam meja perundingan.
06:48Komentar Trump kan,
06:49the proposal is workable.
06:52Ten point plan itu kan workable.
06:53Jadi bisa gitu ya.
06:55Bisa untuk didiskusikan, dirundingkan.
06:58Itu satu dulu yang kita harus lihat.
06:59Memang menjadi kontroversial
07:03yang sebelumnya bebas melintas gitu ya.
07:06Dan orang melihat itu sesuai dengan perjanjian hukum internasional,
07:09hukum laut internasional gitu ya.
07:11Namun sekarang akan ada praktek baru gitu ya.
07:13Praktek baru yang itu saja akan masih akan tergantung pada perundingan.
07:17Saya mendengar sebetulnya bukan hanya Iran nanti akan mendapatkan keuntungan gitu ya.
07:21Tetapi juga negara Oman.
07:24Nah, apa alasan yang penting juga gitu ya.
07:27Yang kenapa Iran akan mengotot untuk mengajukan V ya.
07:31Untuk melintasi Hormuz.
07:33Di antaranya adalah untuk memperbaiki kembali.
07:37Membangun infrastruktur yang hancur.
07:40Akibat serangan Israel dan Iran.
07:42Ini logika yang saya kira mungkin bisa diterima gitu.
07:46Tetapi lagi ya, perundingan kita kan tidak pernah tahu.
07:49Tapi paling tidak, kita ada sinyal baik.
07:51Itu yang saya harus apresiasi dulu.
07:53Kita harus apresiasi dulu, Mas Bidi.
07:55Baik.
07:56Mas, ini kan Israel sudah menyatakan kesepakatan
07:59untuk tidak mencakup pertempurannya melawan Hezbollah.
08:04Nah, apakah gencatan senjata Amerika Serikat Iran
08:06ini justru akan memicu Israel untuk bertindak sendirian
08:12sehingga malah memperpanjang perang regional berikutnya tuh?
08:17Ya, itu yang kita khawatirkan tadi ya.
08:20Karena seolah-olah perundingan ini kan hanya antara Iran dengan Amerika Serikat.
08:24Dan Israel sejauh ini hanya mengikut gitu ya.
08:26Dan tidak dijadikan pihak.
08:28Kita khawatir satu sisi itu.
08:30Tapi kalau kita perhatikan kembali ke 10 poin yang diajukan oleh Iran,
08:37itu kan termasuk di dalamnya adalah mengakhiri serangan terhadap unsur-unsur gitu ya.
08:41Termasuk di dalamnya adalah sekutu Iran.
08:44Nah, dari Israel yang saya dengar,
08:48saya dengar kecetan aja, beritanya harus di cek lagi,
08:51sejauh Hezbollah di Libanon tidak menginisiasi serangan,
08:55Israel akan menerima.
08:56Nah, ini lagi seolah-olah akan tergantung pada Hezbollah.
09:00Apakah akan melakukan serangan di dalam masa gencatan senjata 2 minggu ini atau tidak?
09:05Kalau melakukan serangan, Israel punya alasan untuk membalas.
09:08Ini saya kira sesuatu hal yang cukup penting ya,
09:14perkembangan yang cukup penting.
09:15Bahwa tidak hanya penghentian serangan ke Iran,
09:19tetapi juga penghentian serangan ke Libanon.
09:22Dalam rangka memerangi Hezbollah.
09:24Itu pandangan saya, Mas.
09:25Baik, Mas. Ini kan Pakistan akan menjadi mediator antara Iran dan Amerika Serikat.
09:31Nah, Anda melihat sejauh mana peran Pakistan
09:34dan bagaimana potensi untuk Pakistan bisa memediasi ini
09:39dan menyelesaikan konflik ini juga?
09:43Ya, Pakistan sangat cerdas ya.
09:45Dan dalam diplomasi itu kelihatan cukup mahir ya.
09:48Bagaimana memainkan peran sebagai mediasi.
09:50Kemarin saya cermati ya, di dalam sidang di KPPB,
09:53posisi Pakistan itu abstain.
09:55Abstain itu artinya,
09:57dan dia disampaikan dan dijelaskan bahwa
09:59dia sebetulnya mendukung
10:01draft resolusi yang diajukan oleh
10:05Bahrain dan negara-negara di Teluk.
10:08Ditambah Jordania.
10:09Sebetulnya dia mendukung.
10:10Dan bahkan dia menyampaikan empatinya.
10:12Dengan menyebut bahwa
10:13dampak dari penutupan Selat Hormuz
10:15misalnya sudah terasa betul
10:17di masyarakat Pakistan.
10:20Itu disampaikan betul.
10:21Dan komitmennya adalah terus mendorong dialog
10:24di antara pihak-pihak yang berkonflik.
10:27Itu disampaikan.
10:28Nah, termasuk di dalamnya
10:30menurut saya cukup cerdas juga
10:31karena dia berkomunikasi dengan China.
10:33Jangan lupa,
10:34China memainkan peran yang sangat penting
10:36di balik layar dari keputusan Iran.
10:39Iran dari awal,
10:40selama 6 minggu terakhir kan sangat berat
10:43untuk bernegosiasi.
10:45Dan bahkan mereka bilang
10:46tidak mau lagi dikecewakan oleh Amerika Serikat,
10:48tidak mau lagi ditipu.
10:49Dan saya mendengar
10:51dan saya membaca informasi-informasi
10:53yang beredar dan saya kira cukup kredibel
10:55bahwa China berkomunikasi
10:57berkali-kali dengan menteri luar negeri
10:59dan sejumlah pejabat juga di negara-negara Teluk
11:02untuk membuka ruang bagi negosiasi.
11:05Dan akhirnya,
11:06saya berpikir bahwa
11:07kenapa Iran bisa melunak
11:10di antaranya karena peran dari China.
11:12Dan dalam hal ini,
11:14kita harus bersyukur.
11:15Pakistan ternyata cukup cerdas
11:16memainkan posisi itu.
11:19Menghubungi semua pihak,
11:20tentu saja,
11:21termasuk Amerika Serikat dan Iran,
11:24tetapi juga pihak ketiga
11:25yang dirasa akan bisa
11:29membuat situasi yang akan berbalik
11:31ke arah yang lebih positif.
11:32Baik, Julius Purwardi Hermawan,
11:35Pakar Hubungan Internasional
11:36Universitas Parhayangan.
11:38Terima kasih untuk waktu Anda
11:40di Kompas siang hari ini.
11:41Selamat bertugas kembali,
11:42Mas Julius.
11:44Terima kasih, Mas Dini.
11:47Baik, Saudara.
11:48Berikutnya,
11:48kami punya informasi
11:52Polres,
11:53kebakaran melanda gedung
11:54Satuan Reserse
11:55Kriminal Polres Metro Jakarta Barat,
11:58Jalan dan Mogot, Pesing, Jakarta Barat.
12:00Api menghanguskan isi ruangan
12:02di lantai dua,
12:03termasuk berkas-berkas
12:04dan lemari kayu.
12:20Informasi lain yang juga akan hadir
12:22usai jeda,
12:22lonjakan bahan baku plastik
12:24dan harga kedelai
12:25memukul pelaku UMKM
12:26dan mengancam keberlangsungan
12:28usaha di berbagai daerah.
Komentar