Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Pemerintah Iran dan Amerika Serikat sepakat untuk melakukan gencatan senjata selama dua pekan.

Akses aman Selat Hormuz pun dibuka dengan koordinasi melalui Angkatan Bersenjata Iran.

Seberapa efektifkah gencatan senjata ini akan berlangsung? Apakah ini akan menjadi titik awal berhentinya perang yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran?

Untuk membahasnya, kita akan berdialog bersama pakar hubungan internasional Universitas Parahyangan, Yulius Purwadi Hermawan.

#iran #as-israel #gencatansenjata

Baca Juga Selat Hormuz Siap Dibuka! Iran Beri Akses Selama 2 Minggu di Tengah Gencatan Senjata di https://www.kompas.tv/internasional/661591/selat-hormuz-siap-dibuka-iran-beri-akses-selama-2-minggu-di-tengah-gencatan-senjata



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/661595/full-pakar-hi-soroti-soal-kesepakatan-as-iran-gencatan-senjata-dilakukan-selama-2-pekan
Transkrip
00:16Sampai jumpa di video selanjutnya.
00:30Selamat siang Pak Julius, terima kasih untuk waktu Anda di Kompas Siang hari ini.
00:35Selamat siang Mas Widi.
00:37Baik Pak Julius, kalau Anda melihat ini kesepakatan untuk gencatan senjata,
00:43apakah memang nantinya ini akan benar-benar berakhir perang atau menuju deeskalasi
00:49atau sekedar strategi untuk kembali mengumpulkan kekuatan untuk kembali berperang?
00:57Baik, ya itu kira-kira pertanyaan menjadi seberapa efektif sebetulnya ya
01:01komitmen untuk gencatan senjata.
01:04Menurut saya Mas Widi, pertanyaan seberapa efektif harusnya itu menjadi pertanyaan kedua.
01:10Karena pertanyaan pertama adalah kita patut bersyukur dulu
01:14bahwa akhirnya Iran dan juga Amerika Serikat bersepakat untuk melakukan gencatan senjata.
01:20Tadi malam kita sempat khawatir ya, sangat khawatir setelah Dewan Kemenan BBB gagal
01:26menyampakati draft resolusi yang diusulkan oleh Barin.
01:30Draft resolusi itu intinya adalah memaksa Iran untuk membuka Selat Hormuz.
01:35Dan itu kan yang dimaui oleh Trump.
01:37Dan gagal artinya akan ada efek yang lebih besar yang bisa dilakukan oleh Amerika Serikat terhadap Iran.
01:45Dan salah satu yang kita khawatirkan adalah ancaman Trump akan benar-benar direalisasikan.
01:51Itu yang kita betul-betul khawatir sekali.
01:54Tapi bersyukur pagi-pagi kita mendengar berita baik.
01:58Akhirnya Amerika Serikat menyampaikan,
02:01kita juga siap juga untuk beruling.
02:04Lalu kemudian kita juga mendengar dari pihak Iran, termasuk dari menteri luar negerinya,
02:09kalau Amerika Serikat dan Israel menghentikan serangan,
02:14Iran juga siap untuk menghentikan serangan, termasuk membuka Selat Hormuz.
02:19Dan bersyukur kesigapan, kemahiran diplomasi dari Pakistan,
02:27sehingga kekhawatiran besar bahwa akan ada eksekusi besar-besaran terhadap Iran,
02:33seperti yang pernah disampaikan oleh Trump, tidak terjadi.
02:36Itu yang kita patut syukur dulu, Mas Wili.
02:39Baik, lalu pertanyaannya kemudian seberapa efektifkah?
02:43Anda menilainya ini nanti akan berlangsung?
02:46Ya, kalau kita lihat butir-butir yang diusurkan oleh Iran,
02:50dan kemauan yang dimiliki oleh atau sudah diajukan oleh Trump,
02:55memang seperti mission impossible.
02:57Sesuatu yang sulit ya, sangat sulit.
03:00Kita kasih contoh misalnya ada dua poin terkait dengan Selat Hormuz.
03:04Dan poin yang paling penting yang diajukan oleh Iran adalah
03:07akan ada koordinasi dengan Angkatan Pesenjata Iran
03:11terkait dengan jalur kapal-kapal yang akan lewat.
03:15Dan itu akan memberikan jaminan status khusus dari Iran,
03:20status ekonomi dan status geopolitik.
03:22Kemudian Iran juga meminta ada nanti dibangun semacam safe transit protokol
03:27di Selat Hormuz, yang akan menjamin dominasi Iran.
03:31Ini kan yang sejak awal selalu diomongkan oleh Iran
03:34kalau mau bernegosiasi.
03:36Dan Amerika Serikat langsung tidak bersedia
03:39untuk menerima tuntutan dari Iran.
03:43Nah, kalau kita melihat ini,
03:44ini akan ada negosiasi yang sangat alat di antara dua pihak ini.
03:48Belum terkait dengan poin-poin yang lain.
03:51Termasuk di dalamnya misalnya tuntutan Iran bahwa
03:55Amerika Serikat akan menarik mundur semua tentara-tentaranya
04:00yang berada di negara-negara telur
04:02atau di negara-negara tetangga Iran.
04:05Dan kita bayangkan, apakah Amerika Serikat akan mudah menerima itu?
04:08Isu yang lain yang mungkin juga akan menjadi alat adalah
04:11terkait dengan serangan Israel terhadap Libanon.
04:14Di dalam poin yang disuruhkan oleh Iran,
04:17Iran juga mengendaki bahwa serangan terhadap aliansi sekutu-sekutu Iran
04:23juga bersentikat.
04:24Pertanyaannya adalah, ini Israel nih.
04:27Apakah Israel juga berkenang untuk melakukannya?
04:31Jadi dua minggu ini akan menjadi sangat-sangat krusial
04:33dimulai hari Jumat besok.
04:36Apakah kedua-duanya memang benar-benar siap
04:39untuk mendiskusikan poin-poin yang sudah disuruhkan
04:43atau ini sekedar strategi untuk mundur waktu.
04:46Tapi marilah kita tidak berpengaruhkan si buruk dulu.
04:49Kita berharap ini adalah titik balik,
04:52signyal yang sangat positif bahwa
04:55perdamaian yang diinginkan, abadi, itu akan terwujud.
04:59Menurut Anda, apa poin-poin yang misalnya
05:02paling siap diterima oleh Amerika Serikat
05:05dan paling tidak siap misalnya diterima oleh Amerika Serikat?
05:09Menurut Anda, apa-apa saja yang bisa dikompromikan?
05:13Pastinya Amerika Serikat kan terkait dengan Selat Hormus.
05:17Pastinya itu keinginan dia.
05:18Dan itu klaim kemenangan di pihak Amerika Serikat adalah
05:21ada poin terkait kesiapan Iran
05:24untuk bernegosiasi terkait dengan Selat Hormus.
05:26Dan kita tahu dampaknya kan luar biasa
05:28penutupan Selat Hormus oleh Iran.
05:31Iran tidak menyebutnya penutupan ya,
05:33tetapi kontrol ya.
05:35Dan toh nyatanya masih ada puluhan kapal tanker yang bisa melintas.
05:39Tapi poin pentingnya adalah pembukaan.
05:42Dan itu persis jiwa dari draft resolusi yang diajukan oleh Barin
05:46adalah isu penutupan dan dituntut oleh pembukaan.
05:50Nah, ini yang akan menjadi menarik, gitu ya.
05:53Dan itu akan menjadi berita baik.
05:55Dan Mas Fidi, kita akan melihat ya,
05:56begitu diumumkan kecata senjata,
05:59lalu kemudian harga minyak menurun.
06:01Ya dari sekira 100 dolar per barrel,
06:04sekarang menjadi antara 92 sampai 94 dolar per barrel.
06:08Itu poin yang paling penting yang saya kira harus segera diselesaikan
06:12di dalam negosiasi tersebut.
06:13Dan bisa diterima, saya kira.
06:15Baik, ini Mas Julius,
06:18Iran kan kini secara resmi mengkoordinasikan akses aman
06:21untuk Selat Hormus dan bahkan berpotensi memungut biaya bersama Oman.
06:25Ini menurut Anda apakah bukan kemenangan strategis besar
06:29bagi Iran yang selama ini dianggap mengancam jalur minyak dunia,
06:31sementara AS dan sekutunya justru membayar tolfi
06:34ke musuh yang baru saja mereka bom?
06:38Ya, betul ya.
06:39Buat Iran kan ini kemenangan.
06:41Kemenangan bisa memaksa Amerika Serikat
06:44kemudian duduk di dalam meja perundingan.
06:48Komentar Trump kan,
06:49the proposal is workable.
06:52Ten point plan itu kan workable.
06:53Jadi bisa gitu ya.
06:55Bisa untuk didiskusikan, dirundingkan.
06:58Itu satu dulu yang kita harus lihat.
06:59Memang menjadi kontroversial
07:03yang sebelumnya bebas melintas gitu ya.
07:06Dan orang melihat itu sesuai dengan perjanjian hukum internasional,
07:09hukum laut internasional gitu ya.
07:11Namun sekarang akan ada praktek baru gitu ya.
07:13Praktek baru yang itu saja akan masih akan tergantung pada perundingan.
07:17Saya mendengar sebetulnya bukan hanya Iran nanti akan mendapatkan keuntungan gitu ya.
07:21Tetapi juga negara Oman.
07:24Nah, apa alasan yang penting juga gitu ya.
07:27Yang kenapa Iran akan mengotot untuk mengajukan V ya.
07:31Untuk melintasi Hormuz.
07:33Di antaranya adalah untuk memperbaiki kembali.
07:37Membangun infrastruktur yang hancur.
07:40Akibat serangan Israel dan Iran.
07:42Ini logika yang saya kira mungkin bisa diterima gitu.
07:46Tetapi lagi ya, perundingan kita kan tidak pernah tahu.
07:49Tapi paling tidak, kita ada sinyal baik.
07:51Itu yang saya harus apresiasi dulu.
07:53Kita harus apresiasi dulu, Mas Bidi.
07:55Baik.
07:56Mas, ini kan Israel sudah menyatakan kesepakatan
07:59untuk tidak mencakup pertempurannya melawan Hezbollah.
08:04Nah, apakah gencatan senjata Amerika Serikat Iran
08:06ini justru akan memicu Israel untuk bertindak sendirian
08:12sehingga malah memperpanjang perang regional berikutnya tuh?
08:17Ya, itu yang kita khawatirkan tadi ya.
08:20Karena seolah-olah perundingan ini kan hanya antara Iran dengan Amerika Serikat.
08:24Dan Israel sejauh ini hanya mengikut gitu ya.
08:26Dan tidak dijadikan pihak.
08:28Kita khawatir satu sisi itu.
08:30Tapi kalau kita perhatikan kembali ke 10 poin yang diajukan oleh Iran,
08:37itu kan termasuk di dalamnya adalah mengakhiri serangan terhadap unsur-unsur gitu ya.
08:41Termasuk di dalamnya adalah sekutu Iran.
08:44Nah, dari Israel yang saya dengar,
08:48saya dengar kecetan aja, beritanya harus di cek lagi,
08:51sejauh Hezbollah di Libanon tidak menginisiasi serangan,
08:55Israel akan menerima.
08:56Nah, ini lagi seolah-olah akan tergantung pada Hezbollah.
09:00Apakah akan melakukan serangan di dalam masa gencatan senjata 2 minggu ini atau tidak?
09:05Kalau melakukan serangan, Israel punya alasan untuk membalas.
09:08Ini saya kira sesuatu hal yang cukup penting ya,
09:14perkembangan yang cukup penting.
09:15Bahwa tidak hanya penghentian serangan ke Iran,
09:19tetapi juga penghentian serangan ke Libanon.
09:22Dalam rangka memerangi Hezbollah.
09:24Itu pandangan saya, Mas.
09:25Baik, Mas. Ini kan Pakistan akan menjadi mediator antara Iran dan Amerika Serikat.
09:31Nah, Anda melihat sejauh mana peran Pakistan
09:34dan bagaimana potensi untuk Pakistan bisa memediasi ini
09:39dan menyelesaikan konflik ini juga?
09:43Ya, Pakistan sangat cerdas ya.
09:45Dan dalam diplomasi itu kelihatan cukup mahir ya.
09:48Bagaimana memainkan peran sebagai mediasi.
09:50Kemarin saya cermati ya, di dalam sidang di KPPB,
09:53posisi Pakistan itu abstain.
09:55Abstain itu artinya,
09:57dan dia disampaikan dan dijelaskan bahwa
09:59dia sebetulnya mendukung
10:01draft resolusi yang diajukan oleh
10:05Bahrain dan negara-negara di Teluk.
10:08Ditambah Jordania.
10:09Sebetulnya dia mendukung.
10:10Dan bahkan dia menyampaikan empatinya.
10:12Dengan menyebut bahwa
10:13dampak dari penutupan Selat Hormuz
10:15misalnya sudah terasa betul
10:17di masyarakat Pakistan.
10:20Itu disampaikan betul.
10:21Dan komitmennya adalah terus mendorong dialog
10:24di antara pihak-pihak yang berkonflik.
10:27Itu disampaikan.
10:28Nah, termasuk di dalamnya
10:30menurut saya cukup cerdas juga
10:31karena dia berkomunikasi dengan China.
10:33Jangan lupa,
10:34China memainkan peran yang sangat penting
10:36di balik layar dari keputusan Iran.
10:39Iran dari awal,
10:40selama 6 minggu terakhir kan sangat berat
10:43untuk bernegosiasi.
10:45Dan bahkan mereka bilang
10:46tidak mau lagi dikecewakan oleh Amerika Serikat,
10:48tidak mau lagi ditipu.
10:49Dan saya mendengar
10:51dan saya membaca informasi-informasi
10:53yang beredar dan saya kira cukup kredibel
10:55bahwa China berkomunikasi
10:57berkali-kali dengan menteri luar negeri
10:59dan sejumlah pejabat juga di negara-negara Teluk
11:02untuk membuka ruang bagi negosiasi.
11:05Dan akhirnya,
11:06saya berpikir bahwa
11:07kenapa Iran bisa melunak
11:10di antaranya karena peran dari China.
11:12Dan dalam hal ini,
11:14kita harus bersyukur.
11:15Pakistan ternyata cukup cerdas
11:16memainkan posisi itu.
11:19Menghubungi semua pihak,
11:20tentu saja,
11:21termasuk Amerika Serikat dan Iran,
11:24tetapi juga pihak ketiga
11:25yang dirasa akan bisa
11:29membuat situasi yang akan berbalik
11:31ke arah yang lebih positif.
11:32Baik, Julius Purwardi Hermawan,
11:35Pakar Hubungan Internasional
11:36Universitas Parhayangan.
11:38Terima kasih untuk waktu Anda
11:40di Kompas siang hari ini.
11:41Selamat bertugas kembali,
11:42Mas Julius.
11:44Terima kasih, Mas Dini.
11:47Baik, Saudara.
11:48Berikutnya,
11:48kami punya informasi
11:52Polres,
11:53kebakaran melanda gedung
11:54Satuan Reserse
11:55Kriminal Polres Metro Jakarta Barat,
11:58Jalan dan Mogot, Pesing, Jakarta Barat.
12:00Api menghanguskan isi ruangan
12:02di lantai dua,
12:03termasuk berkas-berkas
12:04dan lemari kayu.
12:20Informasi lain yang juga akan hadir
12:22usai jeda,
12:22lonjakan bahan baku plastik
12:24dan harga kedelai
12:25memukul pelaku UMKM
12:26dan mengancam keberlangsungan
12:28usaha di berbagai daerah.
Komentar

Dianjurkan