Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
#EPS5 | BALI DALAM BAYANG-BAYANG GUNUNG SAMPAH, PARIWISATA BALI TERANCAM?

Bayang-bayang konflik AS + Israel vs Iran bisa mengguncang pariwisata global. Jika dunia terguncang, Bali pasti ikut terasa.

Di sisi lain, muncul narasi “Bali sepi”

Apakah benar Bali mulai ditinggalkan wisatawan, atau hanya ilusi yang viral di media sosial?

Turis domestik dikabarkan menurun. Ada yang menyebut diskriminasi, ada juga yang menuding harga tiket pesawat ke Bali makin mahal.

Belum selesai itu semua, sampah, vila ilegal, Airbnb, hingga dana Pungutan Wisatawan Asing (PWA) terus menjadi sorotan.

Bahkan survei Bali Tourism Board menyoroti hal yang tak kalah sensitif: kebisingan yang mulai mengganggu kenyamanan destinasi.

Pertanyaannya sekarang: Apakah Bali sedang baik-baik saja… atau pariwisata Pulau Dewata sedang memasuki jalan terjal?

CATAT TANGGALNYA! Full Video Tayang, Minggu 29 MARET 2026 di sini 👉 https://www.youtube.com/@beritabalichannel

Follow akun @beritabalimedia untuk update terbaru!

Laporan lengkap baca tuntas di sini 👉 https://s.id/TerasBB

#Bali
#BeritaBali
#AllAboutBali
#PariwisataBali
#BaliHariIni
#BaliUpdate
#BaliViral
#BaliTourism
#IsuBali
#Bali2026

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:00Dengan soal sampah dan kemacetan, apakah ini berpengaruh terhadap industri perusahaan?
00:05Ya, isu sampah memang menjadi sangat perhatian serius, sangat periris ya.
00:11Jadi, saya sudah berbicara banyak dengan kepala daerah,
00:18terutama ini, Bali Selatan ya, dan Pasar, Giyanyar, dan Badung.
00:24Tapi, memang saya melihatnya mereka sedang melakukan transformasi yang besar dalam pengelolaan lingkungan.
00:32Jadi, kita pahami dari pemerintah pusat menyampaikan, sudah jelas,
00:38sampah jangan sampai keluar dari kelurahan, kan begitu.
00:41Itu saya setuju.
00:43Nah, kita lagi bertransformasi kesitu.
00:45Gimana pemerintah kota, saya lihat, sedang mempersiapkan semuanya.
00:50Peralatannya, merakit, memperbesar TPS 3R-nya, dan menambah, dan semuanya.
00:56Saya lihat, on process semua.
00:58Tapi, karena membutuhkan waktu, tergantung pihak ketiga juga, kan.
01:03Peralatan yang harus perlu diimpor, ada sistem, apa namanya,
01:08pendatangan mereka yang mungkin agak terlambat, penggondaran mereka terlambat,
01:12karena semua serentak membutuhkan peralatan yang sama.
01:15Saya pikir, butuh waktu sedikit.
01:18Jadi, beberapa langkah yang sudah berjalan,
01:22yang perlu ditingkatkan lagi,
01:24misalnya pengurangan plastik sekali pakai,
01:26saya rasa kita di industri sudah komit, ya.
01:28Itu botol-botol plastik sudah tidak ada lagi.
01:31Terus, penguatan pengelolaan sampah berbasis desa.
01:34Itu sudah terjadi,
01:36sebetulnya desa saya sendiri,
01:38kalau sampah tidak dipilih,
01:40tidak diambil sama perdesanya.
01:43Jadi, seperti itu.
01:44Jadi, sebaiknya itu
01:46menjadikan contoh, gitu.
01:47Kalau memang tidak dipilah,
01:49sampahnya tidak akan diambil oleh pemerintah desa.
01:53Jadi, menurut saya sudah inline,
01:54menurut waktu saja.
01:55Mudah-mudahan tahun 2026 ini selesai.
01:59Masalah sampah, ya.
02:00Jadi, TPS3R yang jalan,
02:02sambil kita menunggu PTSL, ya.
02:04TPSL-nya yang listrik, ya.
02:06Sampah itu,
02:072028, kan.
02:09Nah, itu yang paling penting ini,
02:10masa transisi ini seperti apa.
02:12Jadi, pembangunan fasilitas pengelolaan sampah,
02:15saya sudah langsung melihat sendiri,
02:18langsung melihat presentasi dari
02:20beberapa kepala daerah.
02:22Saya lihat itu
02:24sudah sangat baik, ya.
02:26Untuk on process semua.
02:27Jadi, ini bukan hanya masalah kebersihan,
02:31masalah sampah itu,
02:32tapi tentang ke depannya,
02:34tentang menjaga reputasi Bali
02:35sebagai destinasi dunia.
02:38Apalagi kita mendapatkan,
02:39ini ya, trip advisor.
02:41Jadi,
02:43the best destination in the world
02:44untuk 2026.
02:45Itu harus benar-benar menjaga reputasi itu.
02:48dan sejauh ini,
02:50kesiapan industri perusata
02:52untuk pengelolaan sampah mandiri
02:55seperti apa?
02:56Ya, sama seperti yang di rumah.
02:57Jadi,
02:58kita memaksimalkan
03:00sampah di,
03:01misalnya di hotel-hotel Horeca, ya.
03:03Kita lakukan proses dengan komposter,
03:07dengan bekerja,
03:07kalau dia lahannya sempit,
03:09memperkerjakan dengan pihak ketiga,
03:12dan sebagainya.
03:13Jadi,
03:15sekarang kita mengolah,
03:17mulai mengolah sampah
03:19sendiri kita.
03:20Memilah,
03:21mengolah,
03:21dan sebagainya.
03:22Sudah dilakukan,
03:24dan kita sudah,
03:25langsung itu diawasi oleh
03:26Kementerian Lingkungan.
03:28Jadi,
03:29kalau tidak melakukan itu,
03:32industri mendapatkan
03:33semacam warning,
03:34peringkatan,
03:35termasuk ya,
03:36perda kan sudah ada kan?
03:37Undang-undang sudah ada,
03:39penutupan,
03:40saksi administrasi,
03:40dan nanya.
03:41Ini,
03:41pemerintah kali ini benar-benar serius
03:43untuk menenai hal sampah ini.
Komentar

Dianjurkan