00:00Bagaimana Pak untuk mengantisipasinya dari industri perusahaan dan masyarakat Bali?
00:04Yang ada tiga hal utama yang perlu diantisipasi.
00:11Pertama, konektivitas penerbangan.
00:15Bali harus memastikan akses tetap kuat melalui hub yang lainnya.
00:20Kan yang terdampak kan market backbone kita yang Eropa kan?
00:27Seperti yang saya bilang tadi, hubnya yang bermasalah tempat mereka, maskapainya.
00:34Jadi ada hub yang lain juga di Asia seperti Turki, mereka biasa menggunakan.
00:41Ada SQ, Singapura Airlines, ada Kuala Lumpur, Malaysian Airlines, Seoul, dan Tokyo.
00:49Nah itu masih hidup untuk penerbangan Eropa direct dan juga Garuda kan melayani juga dari Skopo Belanda itu.
00:59Untuk penerbangan langsung ke Bali dari Belanda itu.
01:05Jadi yang kedua, kita komunikasi dengan destinasi.
01:11Jadi kita harus secara konsisten menyampaikan bahwa Bali adalah polo yang aman, stabil, dan nyaman untuk liburan.
01:24Meskipun ada sedikit gangguan cuaca, tapi ini kan tidak berlangsur lama.
01:31Jadi ini hal-hal yang kita sulit hindari, bisa terjadi di mana saja.
01:38Tapi secara umum kita aman, stabil, dan nyaman untuk dikunjungi, untuk liburan.
01:49Yang ketiga, kita memikirkan diversifikasi pasar.
01:57Jadi kita tidak bisa terlalu tergantung pada satu jalur atau satu pasar saja.
02:05Jadi tiga hal, yang pertama konektivitasnya, terus komunikasikan bahwa Bali itu tidak terdampak oleh peristiwa perang ini.
02:16Dan ketiga, kita harus memulai untuk tidak tergantung pada satu jalur pasar ini, di Eropa dan lain sebagainya.
02:27Jadi kita kembangkan ya.
02:29Kita tetap memperkuat, tapi melihat situasi.
02:31Jadi situasi sangat cair, kemungkinan ini mudah-mudahan ini cepat selesai.
Komentar