00:00Anda menyaksikan Breaking News Kompas TV, Saudara, Televisi Nasional Iran, mengumumkan Mustafa Khamenei sebagai pemimpin tertinggi Iran,
00:08menggantikan ayahnya Ayatollah Ali Khamenei yang terbunuh dalam serangan gabungan Amerika-Israel.
00:17Pengumuman Mustafa Khamenei yang berusia 56 tahun sebagai pemimpin tertinggi disambut rakyat Iran,
00:23menunjukkan Mustafa dilakukan saat perang Iran melawan Amerika dan Israel masih berlangsung.
00:31Namun Mustafa Khamenei belum banyak terdengar sejak perang dimulai.
00:36Mustafa juga belum pernah masuk ke struktur pemerintahan Iran.
01:17Ustabah Khamenei juga akan menjabat sebagai panglima tertinggi militer dan garda revolusi Iran.
01:23Sebagai Ayatollah, Ustabah Khamenei juga memiliki menang atas kelanjutan pengayaan uranium Iran.
01:31Ustabah terpilih atas putusan majelis pakar yang beragotakan 88 ulama Iran yang bertugas memilih pemimpin tertinggi.
01:40Allahu Akbar!
01:43Allahu Akbar!
01:51Allahu Akbar!
01:53Allahu Akbar!
01:56Allahu Akbar!
01:56Allahu Akbar!
01:57Allahu Akbar!
01:59Sementara itu, saudara, berikut ini adalah visual yang dirilis oleh Kementerian Pertahanan Uni Emirat Arab,
02:05yang memperlihatkan pertahanan udara Uni Emirat Arab menghancurkan drone Iran.
02:11Otoritas militer Uni Emirat Arab bilang 16 rudal Iran dihancurkan.
02:16Sementara total 117 drone terdeteksi di wilayah udara Uni Emirat Arab,
02:22113 di antaranya berhasil dihancurkan.
02:25113 di antaranya berhasil dihancurkan.
02:45113 di antaranya berhasil dihancurkan.
02:52menewaskan 10 orang di Libanon Selatan.
02:55Serangan udara Israel di Libanon Selatan menewaskan sedikitnya 10 orang,
02:59termasuk di antaranya perempuan dan anak-anak.
03:03Sementara enam orang lainnya terluka.
03:06Sejumlah bangunan juga porak-poranda akibat serangan ini.
03:09Perang antara Amerika Serikat Israel dan Iran meluas ke Libanon.
03:14394 orang dilaporkan tewas di Libanon dalam seminggu terakhir,
03:18termasuk 83 anak-anak dan 42 perempuan.
03:48Ini adalah Israel yang menghubungkannya.
03:51Kita tidak menghubungkannya.
03:52Kita tidak menghubungkannya.
03:56Saudara televisi nasional Iran mengumumkan Mustafa Hemeni sebagai pemimpin tertinggi Iran,
04:03menggantikan ayahnya Ayatollah Ali Hemeni yang terbunuh dalam serangan gabungan Amerika-Israel.
04:10Lalu bagaimana Ayatollah Mustafa Hemeni memimpin Iran berperang melawan Israel dan Amerika Serikat?
04:17Kita akan langsung bahas bersama pengamat Timur Tengah,
04:20Hasibullah Satrawi melalui sembungan daring.
04:24Pak Hasibullah, selamat pagi.
04:27Selamat pagi, Kompas TV.
04:30Pak Hasibullah, menurut Anda dengan terpilihnya sosok Mustafa seperti apa sosok ini?
04:36Karena memang sebagai putra mendiang dari Ali Hemeni,
04:39ini belum terdengar begitu jelas begitu sosok dari Mustafa ini.
04:48Ya, akhirnya pemilihan ini, pengumuman ini dilakukan oleh Iran.
04:53Saya terus terang, semenjak dua hari, tiga hari setelah perang ini berlangsung
04:58sejak hari Sabtu kemarin, 28 Februari, itu menunggu.
05:04Ini kapan, apakah ini akan terjadi pemilihan pemimpin tertinggi atau tidak?
05:09Karena bagi saya, nanti mungkin kita bisa urai satu-satu.
05:13Ini punya makna yang sangat penting, makna strategis, makna politik yang juga akan berdampak
05:19bagi Iran dan mungkin berkaitan dengan negara-negara regional dan global secara umum.
05:25Tapi untuk sementara, Mas, sejauh yang saya ikutin, pemilihan ini dilakukan kurang lebih jam 1 dini hari
05:35waktu Iran atau kurang lebih jam 3 atau 4.30 waktu Indonesia Barat karena ada selisih kurang lebih 3 jam
05:45setengah.
05:46Nah, itu artinya saya menghitung berarti pemilihan ini atau pengumuman ini kurang lebih dilakukan di jam 231
05:55semenjak operasi ini, serangan ini dilakukan oleh Amerika dan Israel pada hari Sabtu jam 1 siang waktu Indonesia Barat.
06:04Saya menggarisbawahi dua hal dari pengumuman ini.
06:08Yang pertama adalah secara timing.
06:10Kalau ini dilakukan pada jam 1 dini hari dan terutama pada saat masyarakat Iran merayakan penyambutan Lele Tulkadar
06:19maka ini sungguh timing yang sekali lagi tidak hanya punya makna politik
06:25dan itu sesuai dengan tugasnya bahwa pemimpin tertinggi Iran bukan hanya semata-mata pemimpin politik,
06:31pemimpin angkatan bersenjata, tapi juga beliau adalah pemimpin spiritual tertinggi.
06:37Dan kalau dalam tradisi Islam, jam 1 malam atau pertengahan malam itu adalah waktu yang paling-paling istijabah.
06:46Apalagi ini dilakukan pada momen penyambutan Lele Tulkadar yang dalam keyakinan umat Islam secara umum
06:54itu momen yang jauh lebih baik daripada seribu bulan.
06:57Nah ini tentu juga punya makna dan kita harapkan ini juga ditangkap oleh negara-negara regional dan juga global bahwa
07:06kalau ini diambil momen Lele Tulkadar maka bisa juga dimaknai bahwa ini diharapkan bisa menjadi kebaikan.
07:12karena Lele Tulkadar itu adalah malam kebaikan bahkan juga bisa disebut sebagai malam keberkahan dan malam perdamaian.
07:20karena dikatakan
07:24bahwa di malam Lele Tulkadar itu akan penuh dengan perdamaian.
07:28Dan semoga ini menjadi semangat ke dalam bagi Iran untuk bagaimana mengelola keadaannya ke depan dalam semangat perdamaian.
07:35Dan juga menjadi pesan yang sangat kuat keluar termasuk ke regional negara-negara Arab Teluk dan Timur Tengah
07:41bahwa ini ada upaya, ada ikhtiar untuk katakanlah menyulam kebaikan dan perdamaian-perdamaian ke depan.
07:49Dan yang kedua, saya ingin memaknainya secara politik.
07:53Nah ini yang selalu saya sampaikan berkali-kali
07:56bahwa masa depan Iran atau skenario Iran setelah serangan 28 Februari itu
08:02tidak terlepas dari dua yaitu di antara skenario penggantian rezim yang diinginkan oleh Trump dan Netanyahu
08:09atau justru pengukuhan rezim atau pembaruan revolusi Islam Iran.
08:14Nah salah satu pengumuman atau pemilihan daripada ayatullah Muttabah Amani ini
08:22ini menjadi indikasi yang sangat kuat dari rakyat Iran, dari bangsa Iran.
08:28Bahwa mereka lebih memilih skenario yang kedua yaitu skenario
08:34mempertahankan rezim memperbaharui semangat revolusi Islam Iran.
08:41Karena itu yang dipilih adalah Muttabah Amani.
08:44Kita tahu dari beberapa kandidat yang beredar sebenarnya ada banyak.
08:50Minimalnya ada yang jauh lebih akomodatif, yang jauh lebih, katakanlah lebih,
08:56apa namanya, lebih terbuka termasuk dengan barat.
09:00Nah salah satu yang mengemuka dari sisi ini adalah cucu daripada Imam Humaini
09:05yaitu Hasan Humaini yang dikenal lebih reformis.
09:10Tapi sekali lagi kalau kita bicara demokrasi kita konsisten dengan nilai kedaulatan bangsa-bangsa
09:18maka masyarakat Iran punya hak untuk memilih siapa pemimpinnya
09:23dan sekarang melalui majelis pakar yang terdiri dari 88 orang
09:28yang dipilih adalah justru sosok Muttabah Amani yang secara,
09:33katakanlah secara nilai-nilai Iran sendiri sebenarnya ada hambatan-hambatan
09:39kalau dalam bahasa yang disampaikan oleh elit-elit Iran,
09:43ada tantangan-tantangan.
09:44Salah satu tantangannya adalah
09:45fakta bahwa Muttabah Amani adalah sang putra atau anak daripada Khomeini.
09:52Ini menjadi sebuah tantangan karena Iran secara konstitusi tidak menginginkan penurunan tahta
09:58atau pewarisan kekuasaan.
10:01Dan ini untuk pertama kali ya, pertama kali terjadi di mana ayatullah yang tertinggi,
10:08mursyid yang paling tinggi itu kemudian turun atau bukan turun dipilih kepada putra
10:15yang bapaknya juga sebelumnya menjabat sebagai pemimpin tertinggi tersebut.
10:21Dan ini satu ya, satu yang menurut saya tantangan yang dihadapi oleh para ulama, para pemimpin di Iran.
10:28Dan yang kedua, yang mengemuka dan cukup keras menurut saya juga perdebatannya
10:33tentang mekanisme pemilihan.
10:36Secara konstitusional, mekanisme pemilihan itu dilakukan harus secara langsung, secara in person.
10:44Dan persoalannya sekarang menghadapi situasi yang susah untuk melakukan pertemuan secara langsung.
10:52Karena itu, perdebatan-perdebatan yang terjadi sebelum pengumuman ini,
10:57bagaimana nanti kalau pemilihan ayatullah muktabahamani ini dilakukan tidak secara langsung.
11:04Bagaimana tingkat penerimaan?
11:06Nah, rupanya pada akhirnya ketika ini diumumkan,
11:10berarti paling tidak mayoritas daripada majlis pakar ini sudah mampu melampaui dan mengatasi kendala-kendala tadi,
11:20walaupun sekali lagi itu tetap menjadi sebuah catatan.
11:24Tapi mungkin karena situasinya yang darurat, situasinya yang memaksa,
11:27maka kemudian tidak harus pemenuhan 100% sebagaimana pada zaman sebelum perang.
11:34Ini kan zaman-zaman perang.
11:36Nah, pesan dari situ justru lebih kuat bahwa ini memang sengaja memilih sosok yang bernama muktabahamani,
11:44walaupun dengan catatan tadi,
11:46yang artinya semakin mengukuhkan pesan perlawanan,
11:49pesan pengukuhan dan pembaruan terhadap revolusi Islamiran.
11:53Oke, kalau melihat ada pesan perlawanan di sini dengan terpilihnya dari Mustafa Hemeni ini,
11:59berarti artinya penunjukan Mustafa dari pihak Iran masih jauh dari kata negosiasi dengan Amerika Serikat dan juga Israel?
12:09Ya, tentu bisa dipahami demikian,
12:13tapi juga kalau dikaitkan dengan momennya seperti yang saya sampaikan tadi,
12:17momen yang dipilih untuk mengumumkan keputusan ini adalah momen yang menurut saya
12:23justru penuh dengan kebaikan daripada peperangan.
12:25Dalitul Qadar itu sejarah atau semangat tentang kebaikan, tentang perdamaian, tentang keberkahan.
12:31Dan saya berharap ini juga menjadi komitmen dari masyarakat Iran secara umum,
12:37bahwa ke depan akan ada pola hubungan yang mungkin lebih dialogis,
12:43lebih terbuka dengan negara-negara tetangga, termasuk juga dengan negara global.
12:48Dan pada waktu yang bersama, menurut saya ini juga pesan kepada negara-negara luar juga.
12:53Kita tidak bisa hanya menunjuk Iran,
12:56karena apalagi Iran dalam realitas seperti sekarang yang dia berada pada posisi tidak punya pilihan lain kecuali bertahan.
13:04Iran kalau kita mau lihat dari sisi manapun,
13:07dia adalah pihak yang diserang.
13:08Dia tidak melakukan serangan apapun.
13:10Walaupun memang tuduhannya bahwa dia mengembangkan senjata nuklir atau mengembangkan rudal.
13:16Tapi nuklir pun dinyatakan oleh lembaga-lembaga yang terkait,
13:20Iran tidak memiliki kesana.
13:23Dan rudal pun, kalaupun dia punya rudal, itu dia tidak pernah gunakan untuk ofensif.
13:29Untuk menyerang lebih dulu.
13:31Sekarang menjadi keluar rudal-rudal itu karena Amerika dengan Israel yang melakukan penyerangan.
13:35Jadi sekali lagi kita harus baca secara berimbang bahwa ya memang Iran ini menjadi menakutkan dengan senjata yang dimiliki.
13:44Tapi dalam konteks membelah diri menurut saya belum ada norma-norma yang dilanggar di situ.
13:49Dan kita juga menekankan kepada Iran sekali lagi agar tetap mengedepankan upaya-upaya diplomasi,
13:56cara-cara damai terutama karena nanti ini sudah berakhir sehingga keberkahan dan perdamaian itu bisa dipertahankan.
14:04Nah pada waktu bersamaan kita juga harus kasih pesan kepada katakanlah Amerika, Israel dan negara-negara lain di luar yang
14:10katakanlah sekarang
14:11mulai mempertimbangkan untuk bergabung dengan koalisi yang menyerang Iran.
14:17Untuk kalau menurut saya mari kita kembali kepada nilai-nilai yang mengatur kita semua.
14:22Nilai dan peraturan internasional, nilai tentang demokrasi, nilai tentang menghormati bangsa-bangsa.
14:28Nah walau bagaimanapun ya ini apa namanya Iran punya rudal seperti itu,
14:34sekarang lagi dia tunjukkan bahwa rudal-rudalnya hanya dilakukan dalam konteks membelah diri.
14:39Tapi kita juga pesankan kepada Iran kita semoga ke depan bisa istilahnya mengelola.
14:44Kalau dalam konteks Iran kan ini sama, Iran dan Amerika kurang lebih menganggap yang lain adalah ancaman.
14:52Nah sekarang harus mengelola secara logika akal sehat dan kemanfaatan bahwa ketika perang terjadi seperti sekarang,
15:04justru yang terjadi adalah dampak yang lebih besar lagi.
15:07Yang awalnya mungkin masyarakat tidak terlibat daripada sakwa sangka atau tuduh Tuhan yang disampaikan,
15:13tapi dengan perang ini meletus seperti ini, kemudian punya dampak kepada masyarakat yang ada di Pulau Sok,
15:19katakanlah di Pulau Jawa, di Pulau Sumatera, di Afrika atau dimanapun gitu.
15:24Jadi sekali lagi ini harus menjadi konsepsi bagi semua dalam rangka menghadapi satu persoalan yang ada.
15:31Baik, berarti pilihannya bertahan begitu bagi Iran, namun dengan terpilihnya juga Mustafa ini,
15:38menurut Anda apakah perang akan bertahan lama?
15:43Karena melihat juga dari sisi lawan, serangan terus membobardir Teheran dan juga wilayah lain di Iran.
15:49Tapi jangan dijawab dulu, Pak Hasibullah, kita kembali sesaat lagi tetap bersama kami di Breaking News Kompas TV.
Komentar