Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 bulan yang lalu
IRAN, KOMPAS.TV - Televisi nasional Iran mengumumkan Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi Iran, menggantikan ayahnya, Ali Khamenei, yang disebut tewas dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel.

Pengumuman Mojtaba Khamenei yang berusia 56 tahun sebagai pemimpin tertinggi disambut rakyat Iran. Penunjukan Mojtaba Khamenei dilakukan saat perang Iran melawan Amerika Serikat dan Israel masih berlangsung.

Nama Mojtaba Khamenei belum banyak terdengar sejak perang dimulai. Mojtaba juga belum pernah masuk ke dalam struktur pemerintahan Iran.

Mojtaba Khamenei juga akan menjabat sebagai panglima tertinggi militer dan Garda Revolusi Iran.

Sebagai seorang ayatollah, Mojtaba Khamenei juga memiliki wewenang atas kelanjutan pengayaan uranium Iran.

Mojtaba terpilih atas putusan Majelis Pakar Iran yang beranggotakan 88 ulama Iran yang bertugas memilih pemimpin tertinggi.

Lantas bagaimana Ayatollah Mojtaba Khamenei memimpin Iran dalam perang melawan Israel dan Amerika Serikat?

Hal ini akan dibahas bersama pengamat Timur Tengah, Hasibullah Satrawi.

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Baca Juga [FULL] Perang Timur Tengah Belum Mereda, WNI di Dubai Ungkap Terima Peringatan Serangan Setiap Hari di https://www.kompas.tv/internasional/655629/full-perang-timur-tengah-belum-mereda-wni-di-dubai-ungkap-terima-peringatan-serangan-setiap-hari

#revolusi #iran #mojtabakhamenei #perang

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/655633/full-soal-pemilihan-mojtaba-khamenei-pengamat-timur-tengah-rakyat-iran-pilih-revolusi-islam-iran
Transkrip
00:00Anda menyaksikan Breaking News Kompas TV, Saudara, Televisi Nasional Iran, mengumumkan Mustafa Khamenei sebagai pemimpin tertinggi Iran,
00:08menggantikan ayahnya Ayatollah Ali Khamenei yang terbunuh dalam serangan gabungan Amerika-Israel.
00:17Pengumuman Mustafa Khamenei yang berusia 56 tahun sebagai pemimpin tertinggi disambut rakyat Iran,
00:23menunjukkan Mustafa dilakukan saat perang Iran melawan Amerika dan Israel masih berlangsung.
00:31Namun Mustafa Khamenei belum banyak terdengar sejak perang dimulai.
00:36Mustafa juga belum pernah masuk ke struktur pemerintahan Iran.
01:17Ustabah Khamenei juga akan menjabat sebagai panglima tertinggi militer dan garda revolusi Iran.
01:23Sebagai Ayatollah, Ustabah Khamenei juga memiliki menang atas kelanjutan pengayaan uranium Iran.
01:31Ustabah terpilih atas putusan majelis pakar yang beragotakan 88 ulama Iran yang bertugas memilih pemimpin tertinggi.
01:40Allahu Akbar!
01:43Allahu Akbar!
01:51Allahu Akbar!
01:53Allahu Akbar!
01:56Allahu Akbar!
01:56Allahu Akbar!
01:57Allahu Akbar!
01:59Sementara itu, saudara, berikut ini adalah visual yang dirilis oleh Kementerian Pertahanan Uni Emirat Arab,
02:05yang memperlihatkan pertahanan udara Uni Emirat Arab menghancurkan drone Iran.
02:11Otoritas militer Uni Emirat Arab bilang 16 rudal Iran dihancurkan.
02:16Sementara total 117 drone terdeteksi di wilayah udara Uni Emirat Arab,
02:22113 di antaranya berhasil dihancurkan.
02:25113 di antaranya berhasil dihancurkan.
02:45113 di antaranya berhasil dihancurkan.
02:52menewaskan 10 orang di Libanon Selatan.
02:55Serangan udara Israel di Libanon Selatan menewaskan sedikitnya 10 orang,
02:59termasuk di antaranya perempuan dan anak-anak.
03:03Sementara enam orang lainnya terluka.
03:06Sejumlah bangunan juga porak-poranda akibat serangan ini.
03:09Perang antara Amerika Serikat Israel dan Iran meluas ke Libanon.
03:14394 orang dilaporkan tewas di Libanon dalam seminggu terakhir,
03:18termasuk 83 anak-anak dan 42 perempuan.
03:48Ini adalah Israel yang menghubungkannya.
03:51Kita tidak menghubungkannya.
03:52Kita tidak menghubungkannya.
03:56Saudara televisi nasional Iran mengumumkan Mustafa Hemeni sebagai pemimpin tertinggi Iran,
04:03menggantikan ayahnya Ayatollah Ali Hemeni yang terbunuh dalam serangan gabungan Amerika-Israel.
04:10Lalu bagaimana Ayatollah Mustafa Hemeni memimpin Iran berperang melawan Israel dan Amerika Serikat?
04:17Kita akan langsung bahas bersama pengamat Timur Tengah,
04:20Hasibullah Satrawi melalui sembungan daring.
04:24Pak Hasibullah, selamat pagi.
04:27Selamat pagi, Kompas TV.
04:30Pak Hasibullah, menurut Anda dengan terpilihnya sosok Mustafa seperti apa sosok ini?
04:36Karena memang sebagai putra mendiang dari Ali Hemeni,
04:39ini belum terdengar begitu jelas begitu sosok dari Mustafa ini.
04:48Ya, akhirnya pemilihan ini, pengumuman ini dilakukan oleh Iran.
04:53Saya terus terang, semenjak dua hari, tiga hari setelah perang ini berlangsung
04:58sejak hari Sabtu kemarin, 28 Februari, itu menunggu.
05:04Ini kapan, apakah ini akan terjadi pemilihan pemimpin tertinggi atau tidak?
05:09Karena bagi saya, nanti mungkin kita bisa urai satu-satu.
05:13Ini punya makna yang sangat penting, makna strategis, makna politik yang juga akan berdampak
05:19bagi Iran dan mungkin berkaitan dengan negara-negara regional dan global secara umum.
05:25Tapi untuk sementara, Mas, sejauh yang saya ikutin, pemilihan ini dilakukan kurang lebih jam 1 dini hari
05:35waktu Iran atau kurang lebih jam 3 atau 4.30 waktu Indonesia Barat karena ada selisih kurang lebih 3 jam
05:45setengah.
05:46Nah, itu artinya saya menghitung berarti pemilihan ini atau pengumuman ini kurang lebih dilakukan di jam 231
05:55semenjak operasi ini, serangan ini dilakukan oleh Amerika dan Israel pada hari Sabtu jam 1 siang waktu Indonesia Barat.
06:04Saya menggarisbawahi dua hal dari pengumuman ini.
06:08Yang pertama adalah secara timing.
06:10Kalau ini dilakukan pada jam 1 dini hari dan terutama pada saat masyarakat Iran merayakan penyambutan Lele Tulkadar
06:19maka ini sungguh timing yang sekali lagi tidak hanya punya makna politik
06:25dan itu sesuai dengan tugasnya bahwa pemimpin tertinggi Iran bukan hanya semata-mata pemimpin politik,
06:31pemimpin angkatan bersenjata, tapi juga beliau adalah pemimpin spiritual tertinggi.
06:37Dan kalau dalam tradisi Islam, jam 1 malam atau pertengahan malam itu adalah waktu yang paling-paling istijabah.
06:46Apalagi ini dilakukan pada momen penyambutan Lele Tulkadar yang dalam keyakinan umat Islam secara umum
06:54itu momen yang jauh lebih baik daripada seribu bulan.
06:57Nah ini tentu juga punya makna dan kita harapkan ini juga ditangkap oleh negara-negara regional dan juga global bahwa
07:06kalau ini diambil momen Lele Tulkadar maka bisa juga dimaknai bahwa ini diharapkan bisa menjadi kebaikan.
07:12karena Lele Tulkadar itu adalah malam kebaikan bahkan juga bisa disebut sebagai malam keberkahan dan malam perdamaian.
07:20karena dikatakan
07:24bahwa di malam Lele Tulkadar itu akan penuh dengan perdamaian.
07:28Dan semoga ini menjadi semangat ke dalam bagi Iran untuk bagaimana mengelola keadaannya ke depan dalam semangat perdamaian.
07:35Dan juga menjadi pesan yang sangat kuat keluar termasuk ke regional negara-negara Arab Teluk dan Timur Tengah
07:41bahwa ini ada upaya, ada ikhtiar untuk katakanlah menyulam kebaikan dan perdamaian-perdamaian ke depan.
07:49Dan yang kedua, saya ingin memaknainya secara politik.
07:53Nah ini yang selalu saya sampaikan berkali-kali
07:56bahwa masa depan Iran atau skenario Iran setelah serangan 28 Februari itu
08:02tidak terlepas dari dua yaitu di antara skenario penggantian rezim yang diinginkan oleh Trump dan Netanyahu
08:09atau justru pengukuhan rezim atau pembaruan revolusi Islam Iran.
08:14Nah salah satu pengumuman atau pemilihan daripada ayatullah Muttabah Amani ini
08:22ini menjadi indikasi yang sangat kuat dari rakyat Iran, dari bangsa Iran.
08:28Bahwa mereka lebih memilih skenario yang kedua yaitu skenario
08:34mempertahankan rezim memperbaharui semangat revolusi Islam Iran.
08:41Karena itu yang dipilih adalah Muttabah Amani.
08:44Kita tahu dari beberapa kandidat yang beredar sebenarnya ada banyak.
08:50Minimalnya ada yang jauh lebih akomodatif, yang jauh lebih, katakanlah lebih,
08:56apa namanya, lebih terbuka termasuk dengan barat.
09:00Nah salah satu yang mengemuka dari sisi ini adalah cucu daripada Imam Humaini
09:05yaitu Hasan Humaini yang dikenal lebih reformis.
09:10Tapi sekali lagi kalau kita bicara demokrasi kita konsisten dengan nilai kedaulatan bangsa-bangsa
09:18maka masyarakat Iran punya hak untuk memilih siapa pemimpinnya
09:23dan sekarang melalui majelis pakar yang terdiri dari 88 orang
09:28yang dipilih adalah justru sosok Muttabah Amani yang secara,
09:33katakanlah secara nilai-nilai Iran sendiri sebenarnya ada hambatan-hambatan
09:39kalau dalam bahasa yang disampaikan oleh elit-elit Iran,
09:43ada tantangan-tantangan.
09:44Salah satu tantangannya adalah
09:45fakta bahwa Muttabah Amani adalah sang putra atau anak daripada Khomeini.
09:52Ini menjadi sebuah tantangan karena Iran secara konstitusi tidak menginginkan penurunan tahta
09:58atau pewarisan kekuasaan.
10:01Dan ini untuk pertama kali ya, pertama kali terjadi di mana ayatullah yang tertinggi,
10:08mursyid yang paling tinggi itu kemudian turun atau bukan turun dipilih kepada putra
10:15yang bapaknya juga sebelumnya menjabat sebagai pemimpin tertinggi tersebut.
10:21Dan ini satu ya, satu yang menurut saya tantangan yang dihadapi oleh para ulama, para pemimpin di Iran.
10:28Dan yang kedua, yang mengemuka dan cukup keras menurut saya juga perdebatannya
10:33tentang mekanisme pemilihan.
10:36Secara konstitusional, mekanisme pemilihan itu dilakukan harus secara langsung, secara in person.
10:44Dan persoalannya sekarang menghadapi situasi yang susah untuk melakukan pertemuan secara langsung.
10:52Karena itu, perdebatan-perdebatan yang terjadi sebelum pengumuman ini,
10:57bagaimana nanti kalau pemilihan ayatullah muktabahamani ini dilakukan tidak secara langsung.
11:04Bagaimana tingkat penerimaan?
11:06Nah, rupanya pada akhirnya ketika ini diumumkan,
11:10berarti paling tidak mayoritas daripada majlis pakar ini sudah mampu melampaui dan mengatasi kendala-kendala tadi,
11:20walaupun sekali lagi itu tetap menjadi sebuah catatan.
11:24Tapi mungkin karena situasinya yang darurat, situasinya yang memaksa,
11:27maka kemudian tidak harus pemenuhan 100% sebagaimana pada zaman sebelum perang.
11:34Ini kan zaman-zaman perang.
11:36Nah, pesan dari situ justru lebih kuat bahwa ini memang sengaja memilih sosok yang bernama muktabahamani,
11:44walaupun dengan catatan tadi,
11:46yang artinya semakin mengukuhkan pesan perlawanan,
11:49pesan pengukuhan dan pembaruan terhadap revolusi Islamiran.
11:53Oke, kalau melihat ada pesan perlawanan di sini dengan terpilihnya dari Mustafa Hemeni ini,
11:59berarti artinya penunjukan Mustafa dari pihak Iran masih jauh dari kata negosiasi dengan Amerika Serikat dan juga Israel?
12:09Ya, tentu bisa dipahami demikian,
12:13tapi juga kalau dikaitkan dengan momennya seperti yang saya sampaikan tadi,
12:17momen yang dipilih untuk mengumumkan keputusan ini adalah momen yang menurut saya
12:23justru penuh dengan kebaikan daripada peperangan.
12:25Dalitul Qadar itu sejarah atau semangat tentang kebaikan, tentang perdamaian, tentang keberkahan.
12:31Dan saya berharap ini juga menjadi komitmen dari masyarakat Iran secara umum,
12:37bahwa ke depan akan ada pola hubungan yang mungkin lebih dialogis,
12:43lebih terbuka dengan negara-negara tetangga, termasuk juga dengan negara global.
12:48Dan pada waktu yang bersama, menurut saya ini juga pesan kepada negara-negara luar juga.
12:53Kita tidak bisa hanya menunjuk Iran,
12:56karena apalagi Iran dalam realitas seperti sekarang yang dia berada pada posisi tidak punya pilihan lain kecuali bertahan.
13:04Iran kalau kita mau lihat dari sisi manapun,
13:07dia adalah pihak yang diserang.
13:08Dia tidak melakukan serangan apapun.
13:10Walaupun memang tuduhannya bahwa dia mengembangkan senjata nuklir atau mengembangkan rudal.
13:16Tapi nuklir pun dinyatakan oleh lembaga-lembaga yang terkait,
13:20Iran tidak memiliki kesana.
13:23Dan rudal pun, kalaupun dia punya rudal, itu dia tidak pernah gunakan untuk ofensif.
13:29Untuk menyerang lebih dulu.
13:31Sekarang menjadi keluar rudal-rudal itu karena Amerika dengan Israel yang melakukan penyerangan.
13:35Jadi sekali lagi kita harus baca secara berimbang bahwa ya memang Iran ini menjadi menakutkan dengan senjata yang dimiliki.
13:44Tapi dalam konteks membelah diri menurut saya belum ada norma-norma yang dilanggar di situ.
13:49Dan kita juga menekankan kepada Iran sekali lagi agar tetap mengedepankan upaya-upaya diplomasi,
13:56cara-cara damai terutama karena nanti ini sudah berakhir sehingga keberkahan dan perdamaian itu bisa dipertahankan.
14:04Nah pada waktu bersamaan kita juga harus kasih pesan kepada katakanlah Amerika, Israel dan negara-negara lain di luar yang
14:10katakanlah sekarang
14:11mulai mempertimbangkan untuk bergabung dengan koalisi yang menyerang Iran.
14:17Untuk kalau menurut saya mari kita kembali kepada nilai-nilai yang mengatur kita semua.
14:22Nilai dan peraturan internasional, nilai tentang demokrasi, nilai tentang menghormati bangsa-bangsa.
14:28Nah walau bagaimanapun ya ini apa namanya Iran punya rudal seperti itu,
14:34sekarang lagi dia tunjukkan bahwa rudal-rudalnya hanya dilakukan dalam konteks membelah diri.
14:39Tapi kita juga pesankan kepada Iran kita semoga ke depan bisa istilahnya mengelola.
14:44Kalau dalam konteks Iran kan ini sama, Iran dan Amerika kurang lebih menganggap yang lain adalah ancaman.
14:52Nah sekarang harus mengelola secara logika akal sehat dan kemanfaatan bahwa ketika perang terjadi seperti sekarang,
15:04justru yang terjadi adalah dampak yang lebih besar lagi.
15:07Yang awalnya mungkin masyarakat tidak terlibat daripada sakwa sangka atau tuduh Tuhan yang disampaikan,
15:13tapi dengan perang ini meletus seperti ini, kemudian punya dampak kepada masyarakat yang ada di Pulau Sok,
15:19katakanlah di Pulau Jawa, di Pulau Sumatera, di Afrika atau dimanapun gitu.
15:24Jadi sekali lagi ini harus menjadi konsepsi bagi semua dalam rangka menghadapi satu persoalan yang ada.
15:31Baik, berarti pilihannya bertahan begitu bagi Iran, namun dengan terpilihnya juga Mustafa ini,
15:38menurut Anda apakah perang akan bertahan lama?
15:43Karena melihat juga dari sisi lawan, serangan terus membobardir Teheran dan juga wilayah lain di Iran.
15:49Tapi jangan dijawab dulu, Pak Hasibullah, kita kembali sesaat lagi tetap bersama kami di Breaking News Kompas TV.
Komentar

Dianjurkan