00:00Saudara polisi menangkap 320 orang warga negara asing dengan 275 orang diantaranya telah ditetapkan sebagai tersangka.
00:11Tindak pidana perjudian daring atau online jaringan internasional di daerah perkantoran Hayamuruk, Jakarta.
00:17Apa yang bisa ditindaklanjuti oleh polisi serta ratusan orang ini dipindah ke sejumlah kantor imigrasi?
00:23Kami akan membahasnya bersama Komisioner Kompolnas, Pak Hoirul Anam. Selamat petang Pak Anam.
00:30Selamat petang Pak Kabar, Mbak Sintia.
00:32Kabar baik, sehat selalu untuk Pak Anam.
00:35Pak Anam, kalau 320 orang yang sudah ditangkap polisi ini diserahkan ke imigrasi, mungkin bisa dijelaskan nanti prosesnya akan seperti
00:44apa?
00:45Apakah akan dikebalikan ke negaranya atau proses hukumnya akan dilaksanakan di sini?
00:51Dan jika memang terbukti bersalah akan dilakukan penahanan di Indonesia atau di negaranya?
00:56Ya, yang pertama-tama kami mengucapkan, ini langkah yang baik ya oleh kepolisian, sekali lagi dalam konten memberantas judul.
01:09Nah, kita harus apresiasi ini.
01:12Nah, pertanyaan tadi bisa jawabnya begini, kenapa kok ditaruh di imigrasi?
01:17Karena ini WNA, ya mungkin untuk melapis apakah ada pelanggaran imigrasi ataukah tidak.
01:25Karena mereka 275 orang sudah menjadi tersangka tindak pidana, sehingga nggak akan dibalikin ke negaranya, ya harus diadili di sini.
01:35Nah, kalau imigrasi menemukan bahwa ada pelanggaran keimigrasian, saya kira itu untuk mempertebal tindak pidananya.
01:45Sekaligus untuk menunjukkan bahwa kejahatan ini memang kejahatan transnasional, oleh karenanya berbagai pola yang harus diuji.
01:56Salah satunya memang pelanggaran keimigrasian.
01:59Oke, ya silakan.
02:03Apa yang paling penting ke depannya?
02:06Sebenarnya kan kasus judul ini kan sudah sering kali ditangkep mulai jumlah yang kecil, sampai jumlah yang besar, mulai uang
02:14yang besar, sampai uang yang sedang gitu loh.
02:16Nah, pertanyaannya kenapa kok ini terus-menerus terjadi?
02:19Saya kira tantangan paling besar adalah membongkar siapa dibalik peristiwa ini.
02:25Karena nggak mungkin mobilisasi dengan jumlah banyak begini nggak melibatkan sesuatu yang memiliki power, memiliki kuat.
02:34Tapi begini Pak Anam, ketika kita bicara jumlah tersangka yang sudah ditetapkan dan jumlah orang yang bisa dikatakan tidak sedikit
02:42ratusan orang di sini.
02:43Menurut Anda, apakah kejahatan internasional ini merupakan kejahatan yang terorganisir, tidak hanya terjaring di internasional, tapi sebenarnya juga ada WNI
02:53yang terlibat di sini?
02:55Ini pasti terorganisir ya.
02:58Saya sendiri misalnya beberapa waktu yang lalu ke Polda Mitro Jaya, juga bertemu dengan pelaku judul ini yang baru ditangkep
03:06dari luar negeri, dari Myanmar kalau nggak salah.
03:09Dan itu sedang didalami untuk membuka jaringannya.
03:13Sehingga kemungkinan besar nggak mungkin kerja-kerja judul ini tanpa ada jejaring, termasuk jejaring WNI-nya.
03:22Oleh karenanya, tadi dibilang oleh Pak Direktur, Pak Dirkrimum, itu 320 orang itu WNA, 1 orang WNI.
03:33Saya kira ini nggak mungkin nggak melibatkan WNI.
03:36Oleh karenanya, ya harus dibongkar siapa WNI-nya.
03:39Tapi bos besarnya apakah WNI atau WNA nih Pak Anam, kalau kita memang ingin menelusuri dan juga memberantas secara menyeluruh
03:48kejahatan judi online ini?
03:51Saya kira di beberapa diskusi sempat ada siapa-siapanya yang memiliki peran penting dalam judul ini.
04:00Tapi nggak bisa disebutkan di sini, biarkan penyidik yang menelusuri lagi.
04:05Tapi kerja-kerja rekan-rekan kepolisian itu memang dalam...
04:08Artinya ada oknum dari institusi tertentu seperti itu Pak Anam?
04:12Yang pasti ada WNI ya, siapapun itu gitu.
04:18Tapi kerja-kerja judul ini dengan jumlah yang besar, dengan jaringan yang luas,
04:23nggak mungkin nggak melibatkan jejaring di warga negara Indonesia.
04:27Persis seperti yang beberapa waktu yang lalu, saya ke Polda Metro Jaya,
04:31sempat berjumpa dengan pelaku judul yang ditangkep di Myanmar itu sedang didalemi.
04:35Siapa saja jaringannya, bagaimana mereka main dan sebagainya.
04:39Oke, kalau temuan dari kompongas Pak Anam, yang main ini siapa Pak Anam?
04:44Saya kira yang paling penting adalah bahwa tindakan memberantas judul ini
04:51tidak boleh dipandang kasus per kasus.
04:55Harus kasus ini dengan kasus sebelum-sebelumnya nyambung atau tidak.
04:59Jaringnya bagaimana dan sebagainya.
05:02Kami memantau melakukan pengawasan terhadap kerja-kerja judul ini
05:06dalam kerangka kayak begitu, sehingga kerjanya tidak parsial
05:10dan tidak bisa diumumkan di forum ini.
05:14Pak Anam, jika kita bicara, ini kan dikabarkan beroperasi selama dua bulan.
05:21Waktu ini sebenarnya adalah waktu yang cukup singkat untuk pengungkapan
05:25atau sebenarnya sudah terjadi waktu yang bisa dikatakan cukup merusak di negara ini?
05:32Singkat saja.
05:35Sebenarnya ini merupakan kerja-kerja yang sistemik ya
05:39dari rekan-rekan kepolisian yang ketika nangkep satu dua orang didalemi,
05:43satu dua orang didalemi sehingga bisa membongkar berbagai jaringan yang ada.
05:48Karena sekali lagi ini kejahatan berjejaring.
05:50Ini kejahatan yang tidak tunggal oleh karenanya kami melakukan pengawasan
05:56terhadap bagaimana mereka membongkar di jaring ini.
05:59Nah, saya kira kita harus apresiasi ini dan kita dukung ini.
06:03Dan kita harus tetap awasi, tidak boleh ini berhenti di sini,
06:07tinggal membongkar siapa di balik ini.
06:09Karena tidak mungkin sebesar ini, diam-diam saja.
06:12Artinya Indonesia dijadikan sangkar atau seperti apa?
06:15Indonesia dijadikan salah satu, tidak hanya tempat ya.
06:18Indonesia dijadikan salah satu yang strategis oleh mereka.
06:22Tidak hanya tempat, tapi juga orang gitu.
06:24Makanya beberapa orang itu juga ditangkep di luar negeri
06:27atau ditangkep oleh rekan-rekan kepolisian ketika masuk lagi ke Indonesia.
06:32Oke.
06:33Tidak hanya soal tempat, tapi juga soal orang.
06:35Baik, terima kasih Pak Horel Anam, Komisioner Kompolnas
06:38sudah berbagi inspirasi dan juga perspektif di Kompas Petang.
06:42Selamat sore.
Komentar